Anda di halaman 1dari 38

STATISTIKA NON PARAMETRIKA – SS145363

ANALISIS DATA JUMLAH KELUARGA BERMASALAH


TERHADAP JUMLAH ANAK TERLANTAR DI JAWA
TIMUR TAHUN 2014 DENGAN UJI KEACAKAN

Disusun Oleh :
Alief Hermawan (10611600000003)
Puteri Ardhya Pramesti (10611600000020)

Asisten Dosen :
Ina Indriarti

Dosen :
Ir. Mutiah Salamah Chamid, M.Kes

Program Studi Diploma III


Departemen Statistika Bisnis
Fakultas Vokasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2017
STATISTIKA NON PARAMETRIKA – SS145363

ANALISIS DATA JUMLAH KELUARGA BERMASALAH


TERHADAP JUMLAH ANAK TERLANTAR DI JAWA
TIMUR TAHUN 2014 DENGAN UJI KEACAKAN

Disusun Oleh :
Alief Hermawan (10611600000003)
Puteri Ardhya Pramesti (10611600000020)

Asisten Dosen :
Ina Indriarti

Dosen :
Ir. Mutiah Salamah Chamid, M.Kes

Program Studi Diploma III


Departemen Statistika Bisnis
Fakultas Vokasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2017
ANALISIS INFLASI INDONESIA MENURUT
KELOMPOK PENDIDIKAN, REKREASI, DAN
OLAHRAGA TAHUN 2010 SAMPAI 2015
MENGGUNAKAN UJI KEACAKAN
Nama Mahasiswa : 1. Alief Hermawan 10611600000003
2. Puteri Ardhya P. 10611600000020
Departemen : Statistika Bisnis Fakultas Vokasi ITS
Dosen : Ir. Mutiah Salamah Chamid, M.Kes
Program Studi :Diploma III

Abstrak
Anak yang tak terurus dapat mudah sekali menjadi orang yang
tak terkontrol dan akhirnya terlantar. Dari kasus ini peneliti akan
menganalisis keterkaitan antara jumlah keluarga bermasalah dengan
jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014, tetapi dalam
pengambilan data tersebut harus dapat merepresentasikan populasi.
Data dikatakan representatif jika sampel diambil secara acak.
Mengetahui acak tidaknya pengambilan sampel dapat dilakukan dengan
pengujian keacakan. Penelitian ini menggunakan variabel penelitian
yang berasal dari data sekunder yaitu jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014 sebanyak 34
data. Pengujian dapat dilakukan dengan menganalisis karakteristik
data, serta menguji keacakan data dengan mean dan median baik
menggunakan software maupun perhitungan manual sehingga
didapatkan suatu kesimpulan bahwa data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014 diambil
secara tidak acak dengan mean serta data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014 diambil
secara acak dengan median.

Kata Kunci: Acak, Keluarga Bermasalah, Pengujian Keacakan,


Representatif.

iii
iv
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................... ii
ABSTRAK ................................................................................. iii
DAFTAR ISI .............................................................................. iv
DAFTAR TABEL ...................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ................................................................ vii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..............................................................1
1.2 Rumusan Masalah .........................................................2
1.3 Tujuan ...........................................................................2
1.4 Manfaat .........................................................................3
1.5 Batasan Masalah ...........................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Statistika Deskriptif ......................................................5
2.1.1 Rata-Rata ..............................................................5
2.1.2 Median .................................................................5
2.1.3 Nilai Minimum dan Nilai Maksimum ...................6
2.1.4 Varians ..................................................................6
2.1.5 Boxplot ..................................................................7
2.2 Uji Keacakan..................................................................7
2.3 Keluarga .........................................................................8
2.4 Anak ...............................................................................8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Sumber Data ..................................................................9
3.2 Variabel Penelitian .........................................................9
3.3 Langkah Analisis ...........................................................9
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Karakteristik Data Jumlah Keluarga Bermasalah
terhadap Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur
Tahun 2014 ..................................................................11
4.2 Uji Keacakan Jumlah Keluarga Bermasalah terhadap
Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur Tahun 2014
dengan Mean dan Median menggunakan Software .....12

vii
iv
4.2.1 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan
Software ............................................................ 12
4.2.2 Uji Keacakan dengan Median menggunakan
Software ............................................................ 13
4.3 Uji Keacakan Jumlah Keluarga Bermasalah terhadap
Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur Tahun 2014
dengan Mean dan Median menggunakan
Perhitungan Manual .................................................... 14
4.3.1 . Uji Keacakan dengan Mean menggunakan
Perhitungan Manual .......................................... 15
4.3.2 . Uji Keacakan dengan Median menggunakan
Perhitungan Manual .......................................... 16
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ........................................................... 17
5.2 Saran ...................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

viii v
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 3.1 Variabel Penelitian Jumlah Keluarga Bermasalah ......9
Tabel 3.2 Struktur Data Jumlah Keluarga Bermasalah ...............9
Tabel 4.1 Karakteristik Data Jumlah Keluarga Bermasalah......11
Tabel 4.2 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan
Software.....................................................................13
Tabel 4.3 Uji Keacakan dengan Median menggunakan
Software.....................................................................14
Tabel 4.4 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan
Perhitungan Manual ..................................................15
Tabel 4.5 Uji Keacakan dengan Median menggunakan
Perhitungan Manual ..................................................16

ix
vi
x
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 3.1 Diagram Alir ..........................................................9
Gambar 4.1 Boxplot Jumlah Keluarga Bermasalah .................12

xi
vii
xii
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1 Data Jumlah Keluarga Bermasalah terhadap
Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur Tahun
2014 ......................................................................21
Lampiran 2 Output Software Uji Keacakan .............................22
Lampiran 3 Perhitungan Manual Uji Keacakan ......................23

xiii
viii
xiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Anak terlantar merupakan anak yang tidak terurus sehingga
banyak menimbulkan masalah dalam konteks yang buruk. Hal ini
terjadi karena disebabkan banyak faktor, namun faktor yang
paling banyak ditemui disebabkan oleh keluarga bermasalah.
Kerluarga bermasalah bisa menyebabkan seorang anak menjadi
terlantar dan tak terurus. Berdasarkan kasus seperti ini harus di
analis. Oleh karena cakupan data yang luas, yaitu se-Jawa Timur
sebaiknya data dapat merepresentasikan populasi. Data dikatakan
representatif jika sampel diambil secara acak. Representatif yaitu
sebagian dapat mewakili keseluruhan, artinya sampel yang
diambil dapat mewakili keseluruhan dari populasi. Mengetahui
acak tidaknya pengambilan sampel dapat dilakukan dengan
pengujian keacakan (Daniel, 2000).
Uji keacakan merupakan uji yang digunakan untuk menguji
apakah sebuah sampel yang mewakili populasi telah diambil
secara acak atau random. Data bisa berbentuk kualitatif seperti
data laki-laki dan perempuan atau kuantitatif seperti data tinggi
badan. Uji keacakan menggunakan rata-rata atau median sebagai
acuan pengujian. Pada dasarnya uji ini membagi data menjadi dua
kategori. Data di bawah rata-rata atau median diberi simbol minus
dan data di atas rata-rata atau median diberi simbol plus. Data
yang sama dengan nilai rata-rata atau median tidak
diperhitungkan atau dihilangkan (Daniel, 2000).
Penelitian ini menggunakan variabel penelitian yang
berasal dari data sekunder yaitu jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014
sebanyak 34 data yang diambil melalui Tugas Akhir mahasiswa
Departemen Statistika Bisnis ITS. Pengujian dapat dilakukan
dengan menganalisis karakteristik data, serta menguji keacakan
data dengan rata-rata dan median baik menggunakan software
maupun perhitungan manual. Setelah semua data dianalisis,
didapatkan kesimpulan bahwa rata-rata jumlah keluarga
1
2
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 cukup tinggi dengan keragaman data yang besar. Jumlah
keluarga bermasalah yang paling sedikit berasal dari Kabupaten
Ponorogo dan jumlah keluarga bermasalah yang paling banyak
berasal dari Kabupaten Pamekasan. Hasil uji keacakan dengan
mean menggunakan software dan perhitungan manual
menghasilkan kesimpulan bahwa data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 telah diambil secara tidak acak. Sementara hasil uji
keacakan dengan median menggunakan software dan perhitungan
manual menghasilkan kesimpulan bahwa data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 telah diambil secara acak.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang digunakan dalam percobaan ini
yaitu sebagai berikut.
1. Bagaimana karakteristik data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014?
2. Bagaimana hasil uji keacakan data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014 menggunakan software?
3. Bagaimana hasil uji keacakan data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014 menggunakan perhitungan manual?
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan rumusan masalah
yang telah diuraikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan karakteristik data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014.
2. Mengetahui hasil uji keacakan data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014 menggunakan software.
3. Mengetahui hasil uji keacakan data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014 menggunakan perhitungan manual.
3

1.4 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini yaitu
memberikan informasi mengenai acak tidaknya jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014. Manfaat untuk pembaca yaitu untuk mengetahui konsep uji
keacakan dalam kasus riil.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah dari praktikum ini adalah jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 yang diperoleh melalui Tugas Akhir mahasiswa Departemen
Statistika Bisnis ITS bernama Ongki Novriandi Purba sebanyak
34 data menggunakan variabel tunggal dari empat variabel yang
tersedia.
4

(Halaman ini sengaja dikosongkan)


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Statistika Deskriptif


Statistika deskriptif adalah metode yang berhubungan
dengan mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data
dan menyajikan data kuantitatif sehingga dapat memberikan
informasi berguna dan dapat dimengerti oleh pembaca. Data atau
informasi ini diringkas berbentuk angka dan fakta. Statistika
deskriptif, biasanya dilakukan dengan pengumpulan data mentah,
penyusunan tabel distribusi frekuensi, penyajian distribusi
frekuensi dalam bentuk grafik (jika diperlukan), penghitungan
ukuran-ukuran untuk mengikhtisarkan karakteristik data
(Walpole, 2012).
2.1.1 Rata-Rata
Rata-rata atau nilai tengah adalah nilai yang mewakili
himpunan atau sekelompok data. Nilai rata-rata umumnya
cenderung terletak di tengah suatu kelompok data yang disusun
menurut besar kecilnya nilai. Kata lain, ia mempunyai
kecenderungan memusat, sehingga sering disebut ukuran
kecenderungan memusat (Walpole, 2012). Rumus untuk mencari
rata-rata dapat dilihat pada persamaan berikut.
n

x
i 1
i
x (2.1)
n
Keterangan:
x = Rata-rata
x i = Data ke-i
n = Banyak data
2.1.2 Median
Median adalah segugus data yang telah diurutkan dari yang
terkecil sampai yang terbesar atau yang terbesar sampai yang
terkecil adalah pengamatan yang tepat di tengah-tengah bila
banyaknya pengamatan itu ganjil atau rata-rata kedua pengamatan
5
6
yang di tengah bila banyaknya pengamatan genap (Walpole,
2012). Rumus median untuk jumlah data (n) ganjil dapat dilihat
pada persamaan berikut.
Me  x n1 (2.2)
2
Rumus median untuk jumlah data (n) genap dapat dilihat pada
persamaan berikut.
x( n / 2)  x(( n / 2)1)
Me = (2.3)
2
n 1
Me =
2 (2.4)
Keterangan:
Me = Median
n = Banyak data
x = Nilai data ke-
2.1.3 Nilai Minimum dan Nilai Maksimum
Nilai minimum adalah segugus data yang menyatakan nilai
terendah yang muncul pada kumpulan sebuah penelitian.
Sedangkan nilai maksimum adalah segugus data yang
menunjukkan nilai tertinggi dari suatu kumpulan data yang diteliti
(Walpole, 2012).
2.1.4 Varians
Varians adalah rata-rata hitung deviasi kuadrat setiap
pengamatan terhadap rata-rata hitungnya. Varians adalah suatu
besaran yang mengukur besarnya ragam data. Semakin besar
ragam data, semakin besar juga nilai varians, begitupun
sebaliknya (Wapole, 2012). Rumus varians dapat dilihat pada
persamaan berikut.
n

(x  x)
i 1
i
s 
2
(2.5)
n 1
7

Keterangan:
s 2 = Varians atau ragam
x = Rata-rata
x i = Data ke-i, dengan i=1,2,3,…
n = Banyaknya data
2.1.5 Boxplot
Boxplot adalah salah satu cara dalam statistika deskriptif
untuk menggambarkan secara grafik dari data numeris melalui
lima ukuran yaitu:
1. Nilai minimum atau nilai observasi terkecil.
2. Kuartil terendah atau kuartil pertama (Q1) yang
memotong 25% dari data terendah.
3. Median (Q2) atau nilai pertengahan.
4. Kuartil tertinggi atau kuartil ketiga (Q3) yang
memotong 25% dari data tertinggi.
5. Nilai observasi terbesar (Faisal, 2016).
2.2 Uji Keacakan
Uji keacakan merupakan uji yang digunakan untuk menguji
apakah sebuah sampel yang mewakili populasi telah diambil
secara acak atau random (Santoso, 2010). Hipotesis yang
digunakan dalam pengujian keacakan adalah sebagai berikut.
H 0 : Data sampel diambil secara acak
H 1 : Data sampel diambil secara tidak acak
Taraf signifikan: 
Daerah kritis: Tolak H 0 jika Z hitung  Z  2 atau Z hitung   Z  2
Statistik uji:
 2n1 n 2 
r    1
 1
n  n 
Z hitung 
2

2n1 n 2 ( 2n1 n 2  n1  n 2 ) (2.6)


( n1  n 2 ) 2 ( n1  n 2  1)
8
Keterangan:
r = Banyaknya run dalam urutan
n1 = Banyaknya data yang bertanda +
Untuk data yang > mean / median
n2 = Banyaknya data yang bertanda -
Untuk data yang < mean / median
2.3 Keluarga
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup
secara bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan
individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan
bagian keluarga (Suprajitno, 2003).
2.4 Anak
Pengertian anak menurut Undang-Undang Nomor 23
Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah seorang yang
belumberusia 18 tahun, termasuk yang dalam kandungan. Dalam
bahasa Arab anak disebut sebagai al-thifl yang berarti lunak atau
lembut, itulah sebabnya anak disebut sebagai sesuatu yang rentan
atau fragile, yang artinya mudah pecah dalam kata lain adalah
mudah terpengaruh. Dari filosofi inilah orang tua untuk lebih
berhati-hati dalam memberi perawatan dan pemeliharaan terhadap
anak (Mariah, 2010).
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Sumber Data


Data yang digunakan pada praktikum ini adalah data
sekunder yang didapatkan melalui Tugas Akhir mahasiswa
Departemen Statistika Bisnis ITS bernama Ongki Novriandi
Purba yang berjudul “Analisis Jumlah Anak Terlantar dengan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Jawa Timur Tahun
2014” sebanyak 34 data yang dilakukan pada hari Senin, 4
September 2017 di Ruang Baca Statistika ITS.
3.2 Variabel Penelitian
Variabel penelitian yang digunakan dalam praktikum ini
adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1 Variabel Penelitian Jumlah Keluarga Bermasalah
Variabel Keterangan Skala
X 34 data jumlah keluarga bermasalah Rasio
Berikut adalah struktur data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014.
Tabel 3.2 Struktur Data Jumlah Keluarga Bermasalah
No. Kab/Kotai Xi
1. Kab/Kota1 X1
2. Kab/Kota2 X2
3. Kab/Kota3 X3
  
34. Kab/Kota34 X34
3.3 Langkah Analisis
Langkah analisis yang digunakan pada praktikum ini
adalah sebagai berikut.
1. Mengumpulkan data jumlah keluarga bermasalah terhadap
jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014.
2. Menganalisis karakteristik data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014.
3. Melakukan uji keacakan data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014
9
10
dengan membandingkan rata-rata dan median
menggunakan software.
4. Melakukan uji keacakan data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014
dengan membandingkan rata-rata dan median secara
manual.
5. Menginterpretasikan hasil analisis data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014.
6. Kesimpulan dan saran.
Langkah analisis di atas dapat digambarkan secara
skematik dengan diagram analisis yang ditunjukkan pada gambar
3.1 berikut.

Mulai

Data

Statistika Deskriptif

Uji Keacakan

Menggunakan Software Secara Manual

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir


BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini akan membahas mengenai karakteristik data,


pengujian keacakan pada mean dan median menggunakan
software dan perhitungan manual pada jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014.
4.1 Karakteristik Data Jumlah Keluarga Bermasalah
terhadap Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur
Tahun 2014
Data dari jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah
anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014 dilakukan pengujian
menggunakan statistika deskriptif yang merujuk pada lampiran 1
dan ditunjukkan pada tabel 4.1 sebagai berikut.
Tabel 4.1 Karakteristik Data Jumlah Keluarga Bermasalah
Variabel Mean Varians Minimum Maksimum Median
Jumlah
keluarga 208,5 108376,7 3 1570 80,5
bermasalah
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa rata-rata jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 sebesar 208,5 dengan keragaman yang sangat besar yaitu
sebesar 108376,7. Dari keseluruhan data, jumlah keluarga
bermasalah yang paling sedikit sebanyak 3 keluarga dari
Kabupaten Ponorogo dan jumlah keluarga bermasalah paling
banyak sebanyak 1570 keluarga dari Kabupaten Pamekasan. 50%
data berada di bawah 80,5 sedangkan 50% lainnya berada di atas
80,5.
Hasil analisis karakteristik data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 dapat disajikan dalam bentuk boxplot sebagai berikut.

11
12

Boxplot of Jumlah Keluarga Bermasalah


1 600

1 400
Jumlah Keluarga Bermasalah

1 200

1 000

800

600

400

200

Gambar 4.1 Boxplot Jumlah Keluarga Bermasalah


Gambar 4.1 dapat dikatakan bahwa rata-rata jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 sebesar 208,5 dan 50% data berada di atas
80,5 serta 50% lainnya berada di bawah 80,5. Data yang
dihasilkan tidak simetris dan terdapat outlier.
4.2 Uji Keacakan Jumlah Keluarga Bermasalah terhadap
Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur Tahun 2014
dengan Mean dan Median menggunakan Software
Jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar
di Jawa Timur tahun 2014 dilakukan pengujian mengenai acak
tidaknya data yang diambil dengan mean dan median
menggunakan software sebagai berikut.
4.2.1 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan Software
Uji keacakan dilakukan untuk mengetahui data jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 diambil secara acak atau tidak. Hasil analisis
uji keacakan ini merujuk pada lampiran 2 dengan hipotesis
sebagai berikut.
13

Hipotesis:
H 0 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara
acak.
H1 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak
acak.
Taraf signifikan:  = 0,05
Daerah kritis: Tolak H 0 jika Pvaue  
Statistik uji:
Tabel 4.2 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan Software
Runs Above The Observations Observations Pvalue
and Below Observed Above K Below K
K Number Of
Runs
208,5 9 8 26 0,038
Tabel 4.2 dapat dikatakan bahwa nilai rata-rata dari jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 sebesar 208,5 di mana terdapat 9 runtun. 8
pengamatan berada di atas rata-rata dan sebanyak 26 pengamatan
di bawah rata-rata. Nilai Pvaue sebesar 0,038 kurang dari 
sebesar 0,05 sehingga dapat diputuskan tolak H 0 yang artinya
data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar
di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak acak.
4.2.2 Uji Keacakan dengan Median menggunakan Software
Berikut adalah pengujian keacakan dari data jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 dengan median menggunakan software. Hasil
analisis uji keacakan ini merujuk pada lampiran 2 dengan
hipotesis sebagai berikut.
14

Hipotesis:
H 0 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara
acak.
H1 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak
acak.
Taraf signifikan:  = 0,05
Daerah kritis: Tolak H 0 jika Pvaue  
Statistik uji:
Tabel 4.3 Uji Keacakan dengan Median Menggunakan Software
Test Value Number of Cases < Test Cases  Pvalue
Runs Value Test Value
80,5 14 17 17 0,223
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa letak data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 yang berada di tengah setelah diurutkan adalah sebesar 80,5
di mana terdapat 14 runtun. 17 pengamatan berada di atas median
dan sebanyak 17 pengamatan di bawah median. Nilai Pvaue
sebesar 0,223 lebih dari  sebesar 0,05 sehingga dapat
diputuskan gagal tolak H 0 yang artinya data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 telah diambil secara acak.
4.3 Uji Keacakan Jumlah Keluarga Bermasalah terhadap
Jumlah Anak Terlantar di Jawa Timur Tahun 2014
dengan Mean dan Median menggunakan Perhitungan
Manual
Jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar
di Jawa Timur tahun 2014 dilakukan pengujian mengenai acak
tidaknya data yang diambil dengan mean dan median
menggunakan perhitungan manual sebagai berikut.
15

4.3.1 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan Perhitungan


Manual
Uji keacakan dilakukan untuk mengetahui data jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 diambil secara acak atau tidak. Hasil analisis
uji keacakan ini merujuk pada lampiran 3 dengan hipotesis
sebagai berikut.
Hipotesis:
H 0 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara
acak.
H1 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak
acak.
Taraf signifikan:  = 0,05
Daerah kritis:
Tolak H 0 jika Z hitung  Z  / 2 atau Z hitung   Z  / 2
Statistik uji:
Tabel 4.4 Uji Keacakan dengan Mean menggunakan Perhitungan Manual
Mean n1 n2 r Z hitung
208,5 8 26 9 -2,078
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa rata-rata jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 sebesar 208,5 di mana terdapat 9 runtun. 8 pengamatan
berada di atas rata-rata dan sebanyak 26 pengamatan di bawah
rata-rata. Nilai Z hitung didapatkan sebesar -2,078 di mana kurang
dari -1,96 sehingga diputuskan tolak H 0 yang artinya data jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak acak.
16

4.3.2 Uji Keacakan dengan Median menggunakan


Perhitungan Manual
Berikut adalah pengujian keacakan jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun
2014 dengan median menggunakan perhitungan manual. Hasil
analisis uji keacakan ini merujuk pada lampiran 3 dengan
hipotesis sebagai berikut.
Hipotesis:
H 0 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara
acak.
H1 : Data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak
terlantar di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak
acak.
Taraf signifikan:  = 0,05
Daerah kritis:
Tolak H 0 jika Z hitung  Z  / 2 atau Z hitung   Z  / 2
Statistik uji:
Tabel 4.5 Uji Keacakan dengan Median menggunakan Perhitungan Manual
Median n1 n2 r Z hitung
80,5 17 17 14 -1,39
Tabel 4.5 dapat dikatakan bahwa letak data jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 yang berada di tengah setelah diurutkan adalah
sebesar 80,5 di mana terdapat 14 runtun. 17 pengamatan berada di
atas median dan sebanyak 17 pengamatan di bawah median. Nilai
Z hitung didapatkan sebesar -1,39 di mana kurang dari 1,96 dan
lebih dari -1,96 sehingga diputuskan gagal tolak H 0 yang artinya
data jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar
di Jawa Timur tahun 2014 telah diambil secara acak.
BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang diperoleh dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut.
1. Rata-rata jumlah keluarga bermasalah terhadap jumlah
anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014 cukup tinggi
dengan keragaman data yang besar. Jumlah keluarga
bermasalah yang paling sedikit berasal dari Kabupaten
Ponorogo dan jumlah keluarga bermasalah yang paling
banyak berasal dari Kabupaten Pamekasan.
2. Hasil uji keacakan dengan mean menggunakan software
menghasilkan kesimpulan bahwa data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014 telah diambil secara tidak acak. Sedangkan
hasil uji keacakan dengan median menggunakan software
menghasilkan kesimpulan bahwa data jumlah keluarga
bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur
tahun 2014 telah diambil secara acak.
3. Hasil uji keacakan dengan mean menggunakan perhitungan
manual menghasilkan kesimpulan bahwa data jumlah
keluarga bermasalah terhadap jumlah anak terlantar di Jawa
Timur tahun 2014 telah diambil secara tidak acak.
Sedangkan hasil uji keacakan dengan median
menggunakan perhitungan manual menghasilkan
kesimpulan bahwa data jumlah keluarga bermasalah
terhadap jumlah anak terlantar di Jawa Timur tahun 2014
telah diambil secara acak.
5.2 Saran
Saran untuk Dinas Sosial dan Lembaga Konsultasi
Kesejahteraan Keluarga (LK3) sebagai instansi terkait sebaiknya
dianjurkan untuk segera melakukan penanganan terhadap
keluarga yang memiliki masalah sosial di 34 Kab/Kota di Jawa
Timur.

17
18

(Halaman ini sengaja dikosongkan)


DAFTAR PUSTAKA

Faisal, M Reza. 2016. Seri Belajar Pemrograman: Pengenalan


Bahasa Pemrograman R. Jakarta: M Reza Faisal.
Santoso, Murray R. 2004. Statistik. Jakarta: PT Gelora Aksara
Pratama.
Walpole, Ronald E. 2012. Introduction to Statistics. Third
Edition. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

19
20

(Halaman ini sengaja dikosongkan)


LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Jumlah Keluarga Bermasalah terhadap Jumlah


Anak Terlantar di Jawa Timur Tahun 2014
No. Kab/Kota Jumlah Keluarga Bermasalah
1 Pacitan 75
2 Ponorogo 3
3 Trenggalek 46
4 Tulungagung 13
5 Blitar 361
6 Kediri 526
7 Malang 907
8 Lumajang 109
9 Jember 974
10 Banyuwangi 298
11 Bondowoso 71
12 Probolinggo 79
13 Pasuruan 60
14 Sidoarjo 169
15 Mojokerto 223
16 Jombang 238
17 Nganjuk 149
18 Madiun 100
19 Magetan 82
20 Ngawi 5
21 Bojonegoro 179
22 Tuban 68
23 Lamongan 169
24 Gresik 56
25 Bangkalan 41
26 Pamekasan 1570
21
22
Lanjutan Lampiran 1. Data Jumlah Keluarga Bermasalah
terhadap Jumlah Anak Terlantar di
Jawa Timur Tahun 2014
No. Kab/Kota Jumlah Keluarga Bermasalah
27 Sumenep 74
28 Kota Kediri 47
29 Kota Malang 89
30 Kota Probolinggo 61
31 Kota Pasuruan 60
32 Kota Mojokerto 13
33 Kota Madiun 34
34 Kota Surabaya 140
Lampiran 2. Output Software Uji Keacakan

Runs Test: Jumlah Keluarga Bermasalah

Runs test for Jumlah Keluarga Bermasalah

Runs above and below K = 208.5

The observed number of runs = 9


The expected number of runs = 13.2353
8 observations above K, 26 below
* N is small, so the following approximation may be
invalid.
P-value = 0.038
23

Lanjutan Lampiran 2. Output Software Uji Keacakan

Runs Test

VAR00001

Test Valuea 80.50


Cases < Test Value 17
Cases >= Test Value 17
Total Cases 34
Number of Runs 14
Z -1.219
Asymp. Sig. (2-tailed) .223

a. Median

Lampiran 3. Perhitungan Manual Uji Keacakan

Menggunakan mean.
Diketahui: r = 9
n1 = 8
n2 = 26
Ditanya: Zhitung
Jawab:

 2n1 n 2 
r   1
n n 
Z hitung   1 2 
2n1 n 2 (2n1 n 2  n1  n 2 )
(n1  n 2 ) 2 ( n1  n 2  1)
24
Lanjutan Lampiran 3. Perhitungan Manual Uji Keacakan

 2  8  26 
9  1
 8  26 
Z hitung 
2  8  26(2  8  26  8  26)
(8  26) 2 (8  26  1)
 416 
9  1
Z hitung   34 
416  382
38148
9  13,24  4,24
Z hitung    2,078
2,04 2,04
Menggunakan median.
Diketahui: r = 14
n1 = 17
n2 = 17
Ditanya: Zhitung
Jawab:
 2n1 n 2 
r   1
n n 
Z hitung   1 2 
2n1 n 2 (2n1 n 2  n1  n 2 )
(n1  n 2 ) 2 (n1  n 2  1)
 2  17  17 
14    1
Z hitung   17  17 
2  17  17 (2  17  17  17  17 )
(17  17 ) 2 (17  17  1)
 578 
14    1
Z hitung   34 
578  544
38148
14  18  4
Z hitung    1,39
2,87 2,87