Anda di halaman 1dari 23

No Nama

Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

1. Ade Sri - Pengaruh Departemen Adapun tujuan dari Metode yang a.) Substitusi abu kulit a) Abu kulit kerang
Rezeki Substitusi Teknik Sipil , penelitian ini adalah digunakan dalam kerang dan substitusi mengandung
dan Rahmi Abu Kulit Universitas a) Mengetahui penelitian tugas akhir Kapur pada campuran semua unsur kimia
Karolina Kerang Sumatera workability beton segar ini adalah uji beton masing-masing utama semen
Terhadap Utara yang menggunakan eksperimental di sebesar 5%, 10%, meskipun dalam
Sifat bahan abu kulit kerang laboratorium. Adapun 15% dan 20% dari persentase yang
Mekanik sebagai substitusi pada karakterisitik material pemakaian semen lebih rendah
Beton semen dalam campuran yang digunakan meningkatkan nilai sehingga dapat
(Eksperime beton. adalah sebagai berikut slump sehingga dimanfaatkan
ntal) b) Mengetahui perilaku : workability beton sebagai pengganti
mekanik beton yang a. Abu kulit kerang berkurang. sebagian semen
menggunakan abu kulit Abu kulit kerang yang b.) Substitusi abu kulit jika teknologi tepat
kerang dan kapur sebagai dipakai dalam kerang 5%, 10%, 15% guna yang
substitusi pada semen penelitian ini berasal dan 20% dari dikembangkan
dalam campuran beton dari pengolahan pemakaian semen untuk pemanfaatan
dan membandingkannya limbah kulit kerang pada campuran beton yang tepat.
dengan beton normal. yang diperoleh dari mengalami penurunan
Perilaku mekanik yang limbah penjualan nilai kuat tekan
diteliti meliputi: kuat kerang rebus yang sebesar 89,18%,
tekan, kuat tarik belah, berlokasi di Jalan 74,09%, 67,87%,
absorbsi dan Gagak Hitam 64,92% dari beton
makrostruktur. (Ringroad). normal setiap
b. Benda uji Dalam variasinya dan kuat
penelitian ini yang tarik belah sebesar
diuji adalah benda uji 95,96%, 92,3%,
berbentuk silinder 81,7%, 75,8% dari
dengan ukuran beton normal setiap
diameter 15 cm dan variasinya.
tinggi 30 cm. c.) Substitusi Kapur

1
5%, 10%, 15% dan
20% dari pemakaian
semen pada campuran
beton mengalami
penurunan nilai kuat
tekan sebesar 69,84%,
58,53%, 57,05%,
55,82% dari beton
normal setiap
variasinya dan kuat
tarik belah sebesar
87,93%, 81,33%,
65,92%, 48,37% dari
beton normal setiap
variasinya.
d.) Substitusi abu kulit
kerang memiliki nilai
kuat tekan dan kuat
tarik belah yang lebih
besar dibanding
dengan substitusi
menggunakan kapur.
Kuat tekan terbesar
pada substitusi abu
kulit kerang terdapat
pada persentase 5%
sebesar 20,53Mpa dan
memenuhi mutu beton
yang direncanakan.

2
No Nama
Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

2. Vitalis,Ed - Pengaruh Teknik Sipil Adapun tujuan dari a) Pemeriksaan a) Perbandingan Kuat a) Nilai-nilai
dy Tambahan FT Universitas penelitian ini adalah material, Meliputi Tekan Beton Dengan tersebut
Samsuriz, Cangkang Tanjungpura a) mengetahui Pemeriksaan Agregat Beton Cangkang menunjukan
dan Asep Kerang karakteristik kulit kerang. halus dan Agregat Kerang semakin lama umur
Supriyadi Terhadap b)untuk mengetahui Kasar serta b) Hasil Pengujian beton maka kuat
Kuat Beton beton dengan pemeriksaan Modulus Elastisitas tekan beton juga
penambahan 38. 45 % Cangkang. Beton Normal semakin
Cangkang Kerang dan b) Pembuatan sampel c) Hasil Pengujian meningkat, nilai
Beton dengan c) Pengadukan Kuat Tarik Belah kuat tekan beton
Penambahan 38. 45 % Campuran d) Hasil Pengujian cangkang kerang
Cangkang Kerang d) Pengetesan Sampel Modulus Elastisitas dapat mencapai
dengan perlakuan, Beton dengan kuat tekan rencana
sebagai perbandingan penambahan 38.45 % meskipun kuat
dibuat juga sampel beton cangkang kerang tekannya lebih
normal tanpa perlakuan rendah dari beton
(SF25) normal. Dapat
e) Hasil Pengujian disimpulkan bahwa
Modulus Elastisitas cangkang kerang
dengan penambahan ini layak
38.45 % cangkang digunakan sebagai
kerang dengan pengganti agregat
perlakuan (SF25P) kasar dalam
campuran beton
dengan komposisi
campuran
cangkang kerang
38.45 %.

3
No Nama
Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

3. Linda 2016 Pengaruh Rekayasa Penelitian ini bertujan Metode penelitian Hasil penelitian Kulit kerang jika
Oktafiant Penambaha Teknik Sipil untuk mengurangi dilakukan di menunjukkan bahwa dimanfaatkan dapat
n Serbuk Vol. 02 Nomor pemaparan suhu tinggi Laboratorium Beton penambahan 10% menjadi pengganti
Cangkang 02/rekat/16 pada beton geopolymer Fakultas Teknik serbuk cangkang semen karena
Kerang (2016), 101 - dengan penambahan CaO Jursan Teknik Sipil kerang merupakan senyawa kimia dari
Terhadap 108 dan bagaimana Universitas Negeri campuran yang kulit kerang
Porositas pengaruhnya terhadap Surabaya. Tahapan optimum karena mengandung silika,
Dan porositas dan pelaksanaan penelitian memperoleh nilai alumina, dan zat
Permeabilit permeabilitas. yaitu. porositas dan nilai kapur (CaO)
as Beton 1. Tahap persiapan permeabilitas paling kurang lebih
Geopolymer alat dan bahan optimum. 66,70% yang
Berbahan 2. Tahap pengujian bersifat pozzolan
Dasar Abu bahan Adalah segala (Siregar, 2009
Terbang bahan material
Dan Naoh penyusun beton
10 Molar dilakukan pengujian
agar diketahui
pemenuhan
persyaratan pada
bahan yang dilakukan
pengujian.
a. Pengujian agregat
halus dan agregat
kasar yang meliputi :
kadar lumpur,
pemeriksaan gradasi,
dan spesific gravity.
b. Pengujian fly ash
dan sebuk cangkang

4
kerang yaitu
pengujian XRF untuk
mengetahui
kandungan unsur
kimia material.
3. Tahap pembuatan
benda uji
a. Perencanaan
pembuatan mix design
b. Pembuatan adukan
beton
c. Pemeriksaan nilai
slump
d. Pencetakan
e. Pelepasan cetakan
f. Perawatan (Curing)
4. Tahap pengujian
benda uji
a. Pengujian porositas
b. Pengujian
permeabilitas
5. Tahap analisis data
6. Kesimpulan hasil
penelitian

5
No Nama
Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

4. Reny 2016 Kuat Tekan Jom Tujuan dari penelitian ini a)Pemeriksaan a)Hasil pengujian kuat a) tidak ada
Akmalia, Dan FTEKNIK adalah sebagai berikut : Karakteristik Material. tekan beton bubuk kulit dilakukan
Monita Sorptivity 1. Mengkaji kuat tekan b) Flowchart Penelitian. kerang lebih rendah penelitian
Olivia, Beton dan sorptivity pada beton c) Tahap Pengujian daripada beton normal. lanjutan
Alfian Dengan yang menggunakan Sorptivity , Pengujian Hal ini dapat tentang
Kamald Serbuk kerang sebagai bahan Sorptivity bertujuan disebabkan rendahnya durabilitas
Kulit pengganti sebagian untuk menentukan kandungan CaO bubuk beton bubuk
Kerang(Ana semen dengan persentase tingkat penyerapan air kulit kerang yang lebih kulit kerang
dara 4% pada umur 7 dan 28 kedalam beton. Metode rendah daripada semen terhadap
Granosa) hari. yang digunakan adalah OPC. lingkungan
GHD (Determination of b) Hasil pengujian asam,
Sorptivity). sortivity beton mengingat
d) Pengujian Kuat Tekan menunjukan bahwa Riau
beton bubuk kulit mempunyai
kerang mempunyai nilai lahan gambut
sorptivity yang lebih yang sangat
rendah daripada beton luas.
normal. Hal ini b) Agregat
menunjukkan bahwa yang akan
laju penyerapan air digunakan
pada beton kulit kerang sebagai
lebih rendah material benda
dan pori dalam beton uji, tidak
kulit kerang rendah. dijaga
kualitasnya
agar pada saat
pengujian
karakteristik
agregat, nilai-

6
nilai
karakteristikny
a sesuai
standar
spesifikasi
yang telah
ditetapkan.

7
No Nama
Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

5. Alfred 2015 Pemanfaata Jurusan Teknik Pada analisa serbuk Pada penelitian tugas 1. Dari hasil analisa PSD, 1. Perlu
Edvant n Limbah Sipil, Fakultas cangkang kerang hijau akhir ini, sumber acuan tingkat gradasi kehalusan adanya
Liemawa Kerang Teknik Sipil dilakukan beberapa uji yang digunakan sebagai kerang yaitu sekitar 270 penelitian
n, Tavio Hijau dan laboraturium yang pedoman dalam mesh. 2. Pada hasil lebih lanjut
dan I (Perna Perencanaan, bertujuan untuk melihat penyusunan rancangan analisa XRD, senyawa untuk
Gusti Viridis L.) Institut karakteristik kerang hijau campuran (mix design) paling dominan mengidentifika
Putu sebagai Teknologi ini. Pengujian yang beton adalah metode ditunjukan oleh CaCO3, si jenis kerang
Raka Bahan Sepuluh dilakukan antara lain DOE (Department of dengan interval peak hijau di daerah
Campuran Nopember adalah: Environment) sebesar 607,57 pada suhu lain atau pun
Kadar (ITS) 1. PSD (Particle Size 26.2885 °C. 3. Pada jenis kerang
Optimum Distribution) analisa SEM, bentuk lain. 2.
Agregat Analisa PSD dilakukan partikel serbuk cangkang Melakukan
Halus pada bertujuan untuk melihat kerang pada perbesaran proses furnace
Beton Mix ukuran butiran pada 1μm dengan Mag. 7500 pada serbuk
Design sampel kerang hijau. adalah Kristal dengan kerang dengan
dengan 2. XRD (X-Ray tingkat gradasi yang harapan dapat
Metode Diffractometer) kurang homogen. 4. Pada lebih reaktif. 3.
Substitusi Analisa XRD dilakukan analisa EDX, prosentase Perlu
untuk mengidentifikasi dominan ditunjukan oleh meningkatkan
unsur/senyawa (analisis senyawa CaCO3 dengan gradasi
kualitatif) dan penentuan kadar prosentase 95,69%, kehalusan
komposisi (analisis sedangkan untuk SiO2 hingga diatas
kuantitatif). hanya sebesar 0,22% 5. 400 mesh
3. SEM (Scanning Komposisi senyawa untuk
Electron Microscopes) kimia yang terdapat pada mengimbangi
Analisa SEM dilakukan serbuk cangkang kerang perlakuan
untuk melihat bentuk terkandung dalam tanpa proses
butiran serbuk cangkang seluruh unsur semen furnace
kerang dengan walaupun dalam

8
perbesaran tertentu. prosentase yang kecil. 6.
4. EDX (Energy Penambahan serbuk
Dispersive X-Ray) cangkang kerang yang
Analisa EDX bertujuan tidak mengalami
untuk mengidentifikasi perlakuan khusus tidak
prosentase senyawa yang dapat memberikan
terkandung pada serbuk kontribusi terhadap kuat
cangkang kerang hijau tekan beton. 7. Semakin
banyak prosentase
substitusi kerang yang
diberikan semakin
menurun kuattekanbeton.
8. Semakin banyak
prosentase substitusi
kerang yang diberikan
maka volume berat beton
akan semakin
berkurang. Beton dengan
berat volume paling
ringan berada pada
prosentase 20% dalam
umur 14 hari yaitu
sebesar 9.710 kg. 9. Kuat
tekan optimum yang
dihasilkan yaitu pada
prosentase substitusi 5%
pada usia 28 hari sebesar
20,98 Mpa

9
No Nama
Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

6. Endri - Pengaruh JurnL bertujuan untuk Penelitian ini Hasil mix design Perlu
Syahroni Penambahan Fakultas mengubah satu atau dilaksanakan pada campuran menggunakan dilakukan
, ST Cangkang Teknik lebih sifat - sifat bahan bulan Mei agregrat normal berberat penelelitian
Anton Siput Sudu Universitas penyusun beton, baik sampai dengan Juni jenis 2,62 untuk dengan
Ariyanto, Atau Kupang Pasir dalam keadaan segar atau 2013 di Laboratorium agregrat halus dan 2,54 menggunakan
M.Eng Terhadap Pengaraian setelah keras, seperti Teknologi Bahan untuk agregrat kasar batu pecah
Karakteristik penggunaan kulit kerang Program Studi Teknik dengan butir maksimum (split).
Beton K-100 sebagi bahan tambah Sipil 40 mm diperoleh 2. Untuk
dalam campuran beton. Fakultas Teknik nilai kuat tekan beton pengadukan
Bahan-bahan limbah Universitas Pasir pada umur 14 hari sebaiknya
disekitar lingkungan Pengaraian. adalah sebagai berikut menggunakan
dapat di manfaatkan Bahan-bahan penelitian pada persentase 0% mesin molen
sebagai bahan tambahan sebagai berikut : diperoleh nilai kuat tekan agar
dalam campuran beton. 1. Menggunakan beton sebesar 66,67 pencampuran
agregrat dari quary kg/cm², meterial beton
Tanjung pada persentase 5% benar-benar
Belit. sebesar 35,56 homogen.
2. Menggunakan air kg/cm², 3. Perlu dicoba
yang berada pada persentase 10% dengan nilai
dilingkkungan kampus sebesar 25,93 fas yang lain
Universitas Pasir kg/cm², untuk
Pengaraian. pada persentase 15% mendapatkan
3. Menggunakan Semen sebesar 24,44 kuat tekan
portland merk Semen kg/cm², beton yang
Padang type I. pada persentase 20% optimal.
4. Cangkang siput sudu sebesar 22,22 4. Perlu
sebagai bahan kg/cm². dilakukan
penambah berasal dari 3. Perkiraan kuat tekan pengujian kuat
sungai Tanjung Belit. beton pada umur 28 hari tekan beton

10
adalah sebagai berikut dengan
pada persentase 0% menggunakan
diperoleh nilai kuat tekan cangkang siput
beton sebesar 12,42 sudu
kg/cm², pada persentase pada umur 28
5% sebesar 75,95 hari.
kg/cm², pada persentase
10% sebesar 55,39
kg/cm², pada persentase
15% sebesar 52,22
kg/cm², pada persentase
20% sebesar 47,47
kg/cm².

11
Nama
No Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahanny
a
7. Gemelly 2014 Pemanfaata ISSN : 2355- Tujuan yang ingin Secara umum kegiatan a) Peningkatan kuat tekan Penggunaan
Katrina n Limbah 374X dicapai dari kajian ini penelitian ini dilakukan beton tertinggi: abu ampas
Kulit adalah: di Laboratorium Bahan Pada umur 7 hari terjadi tebu dan kulit
Kerang 1. Menerapkan peraturan dan Beton Jurusan pada beton campuran pada kerang
Sebagai SNI dalam melakukan Teknik Sipil variasi persentase 8%+9% sebagai
Substitusi Job Mix Formula Universitas Sriwijaya, dengan nilai 190,28 bahan
Pasir Dan 2. Mengetahui nilai kuat Indralaya. Kegiatan kg/cm2 dengan kenaikan substitusi
Abu Ampas tekan beton dengan diawali dengan sebesar 18,87% terhadap sebaiknya
Tebu substitusi semen dan melakukan studi beton normal. dengan
Sebagai agregat halus dari abu literatur, kemudian Pada umur 14 hari terjadi persentase
Substitusi ampas tebu dan kulit dilanjutkan dengan pada beton campuran pada sekitar
Semen Pada kerang dengan persentase persiapan dan pengujian variasi persentase 8%+9% 8%+9%.
Campuran 8%+9%, 10%+11%, dan untuk mendapatkan dengan nilai 209,16 2. Kehalusan
Beton Mutu 12%+13% masing- perhitungan desain kg/cm2 dengan kenaikan abu ampas
K-225 masing. campuran (job mix sebesar 12,602% terhadap tebu sebagai
3. Membandingkan nilai design). Setelah beton normal. bahan
kuat tekan beton tiap dihitung kemudian Pada umur 28 hari terjadi substitusi
variasi persentase yang dilakukan pembuatan pada beton campuran pada semen
menggunakan abu ampas benda uji (sample), variasi persentase 8%+9% haruslah
tebu dan kulit karang setelah itu dilakukan dengan nilai 310,34 dibuat
sebagai substitusi semen perawatan (curing) kg/cm2 dengan kenaikan semirip
dan agregat halus dengan dengan perendaman sebesar 19,13% terhadap mungkin
beton normal. dalam air. Pengujian beton normal. Penurunan dengan
kuat tekan beton kuat tekan beton kehalusan
dilakukan pada umur 7, Pada umur 7 hari terjadi yang dimiliki
14 dan 28 hari. Setelah pada beton campuran pada semen, sebab
pengujian dilanjutkan variasi persentase semakin
dengan menganalisa 12%+13% dengan nilai halus abu
dan mengolah data-data 114,77 kg/cm2 dengan ampas tebu

12
yang diperoleh dari penurunan sebesar maka
hasil pengujian untuk 28,30% terhadap beton semakin baik
kemudian ditarik normal. interaksinya
kesimpulan. Material Pada umur 14 hari terjadi dengan
yang digunakan dalam pada beton campuran pada campuran
penelitian ini adalah variasi persentase dan semakin
semen Portland Tipe 1 12%+13% dengan nilai bagus pula
dari PT. Semen Batu 154,79 kg/cm2 dengan kinerjnya
Raja (Persero) Tbk. penurunan sebesar dalam
Agregat halus berupa 16,67% terhadap beton meningkan
pasir dari daerah normal. mutu beton.
Tanjung Raja. Agregat Pada umur 28 hari terjadi 3. Kulit
kasar berupa split ½ pada beton campuran pada kerang
dari daerah Lahat dan variasi persentase sebagai
air. Bahan substitusi 12%+13% dengan nilai bahan
yang merupakan limbah 219,73 kg/cm2 dengan substitusi
dari industri yaitu, kulit penurunan sebesar 15,65% pasir sebelum
kerang limbah dari terhadap beton normal. dihaluskan
indutri kerang kupas di 3. Kombinasi ampas tebu sebaiknya
Dempo sebagai bahan dan kulit kerang substitusi dibersihkan,
substitusi pasir, dan abu paling baik adalah variasi sehingga
ampas tebu limbah dari persentase sebesar 8%+9% kandungan
pabrik gula di Belitang. karena mampu organiknya
Sebelum bahan meningkatkan kuat tekan bisa hilang
substitusi digunakan beton dengan nilai paling atau
dilakukan beberapa hal optimum, untuk persentase berkurang.
sebelumnya dengan 10%+11% kuat tekan 4.
tujuan agar bahan hanya sedikit lebih tinggi Ditinjau dari
substitusi menyerupai dari beton normal. berat benda
material yang Sedangkan uji terhadap
digantikannya. 160.08 perentase
190.28 penambahan

13
185.75 bahan
209.16 substitusi abu
260.51 ampas tebu
310.34 dan kulit
0 50 100 150 200 250 300 kerang,
350 semakin
0% 8%T+9%K banyak
Kuat Tekan (kg/cm2) penambahan
Persentase Substitusi 7 bahan
Hari substitusi
Katrina,G. : Pemanfaatan maka berat
Limbah Kulit Kerang benda uji
sebagai Substitusi Pasir semakin
dan Abu Ampas Tebu ringan
sebagai Substitusi
Jurnal Teknik Sipil dan
Lingkungan Vol. 2, No. 3,
September 2014
Hubungan Kuat Tekan
Beton dengan Variasi
Persentase Campuran
Bahan Substitusi pada
Umur 7, 14 dan 28
Dari hasil penelitian dan
hasil pengolahan data abu
ampas tebu sebagai bahan
pengganti sebagian semen
dan kulit kerang sebagai
pengganti sebagian pasir
pada beton dengan cara
mengurangi sebagian
jumlah dari total semen

14
dan pasir digunakan, maka
dapat disimpulkan bahwa :
Penerapan peraturan SNI
dalam penelitian ini untuk
perencanaan campuran
beton (job mix formula)
menghasilkan kuat tekan
yang sesuai dengan kuat
Peningkatan kuat tekan
beton tertinggi: umur 7
hari terjadi pada beton
campuran pada variasi
persentase 8%+9% dengan
nilai dengan kenaikan
sebesar 18,87%
Pada umur 14 hari terjadi
pada beton campuran pada
variasi persentase 8%+9%
dengan nilai engan
kenaikan sebesar 12,602%
Pada umur 28 hari terjadi
pada beton campuran pada
variasi persentase 8%+9%
dengan nilai dengan
kenaikan sebesar 19,13%
Penurunan kuat tekan
beton terbesar: r 7 hari
terjadi pada beton
campuran pada variasi
persentase 12%+13%
dengan nilai dengan
penurunan sebesar

15
28,30%
Pada umur 14 hari terjadi
pada beton campuran pada
variasi persentase
12%+13% dengan nilai
dengan penurunan sebesar
16,67%
Pada umur 28 hari terjadi
pada beton campuran pada
variasi persentase
12%+13% dengan nilai
dengan penurunan sebesar
15,65%
dan kulit kerang sebagai
bahan paling baik adalah
variasi persentase karena
mampu meningkatkan kuat
tekan beton dengan nilai
paling optimum, untuk
persentase 10%+11% kuat
tekan hanya sedikit lebih
tinggi dari beton normal.
Sedangkan
denganpersentase sebesar
12%+13% terjadi kuat
tekan menurun terhadap
kuat tekan beton normal.

16
No Nama
Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahanny
a
8. Nelvia - Pemanfa Jurnal Fakultas Adapun tujuan dari Penelitian ini terdiri Abu kulit kerang hasil Adapun
Adi atan Abu Teknik penelitian ini adalah : dari penelitian pembakaran suhu 7000C kelemahan
Syafpoetri Kulit Universitas a) Mengetahui pendahuluan dan menghasilkan kandungan dari
Monita Kerang Riau pemanfaatan abu kulit penelitian lanjutan. CaO sebesar 55,10%. penelitian ini
Olivia Lita (Anadara kerang dalam pembuatan Penelitian pendahuluan Hasil ini menunjukkan adalah :
Darmayan Grandis) ekosemen dengan dimaksudkan untuk bahwa abu kulit kerang a) Nilai kuat
ti Untuk menggunan material menguji karakteristik berpotensi untuk tekan
Pembuat Semen portland dasar limbah kulit digunakan sebagai bahan ekosemen
an (portland cement) kerang yang akan pengganti kapur pada yang
Ekoseme digunakan dalam proses pembuatan semen. diperoleh
n pembuatan ekosemen. b. Hasil pengujian belum
Penelitian lanjutan karakteristik kimia dari memenuhi
meliputi pembuatan ekosemen sampel A persyaratan
ekosemen dengan (100% abu kulit kerang), SNI 152049-
jumlah variasi sebanyak yaitu bagian tak larut : 2004 yaitu
2 (variasi) yaitu variasi 0,36%, SiO2 : 20,26%, sebesar 280
A 100% abu kulit Fe3O2 : 3,46%, Al2O3 : kg/cm2
kerang sebagai subtitusi 6,42%, CaO : 63,16%,
kapur sebagai bahan MgO : 1,67%, SO3 :
baku utama pembuatan 2,76%, hilang pijar :
semen dan variasi B 1,82%, alkali : 0,56%,
50% abu kulit kerang : kapur bebas : 1,22%, C3S
50% kapur, pengujian : 42,20% , C2S : 26,20%,
sifat kimia dan C3A : 11,20%, dan C4AF
pengujian sifat fisika : 10,52%. c. Hasil
(kuat tekan 28 hari) dari pengujian karakteristik
ekosemen tersebut kimia dari ekosemen
sampel B (50% abu kulit
kerang : 50% kapur), yaitu

17
bagian tak larut : 0,67%,
SiO2 : 21,09%, Fe3O2 :
3,63%, Al2O3 : 5.96%,
CaO : 63,25%, MgO :
2,05%, SO3 : 2,77%,
hilang pijar : 1,31%, alkali
: 0,50%, kapur bebas :
1,30%, C3S : 38,80% ,
C2S : 31,20%, C3A :
9,70%, dan C4AF :
11,00%. d. Hasil pengujian
karakteristik kimia
menunjukkan ekosemen A
dan B sudah memenuhi
persyaratan SNI 15-2049-
2004 untuk Semen
Portland Tipe I. e. Nilai
kuat tekan mortar pada
umur 28 hari untuk sampel
A adalah 171 kg/cm2 dan
sampel B adalah 196
kg/cm2. Hasil ini belum
memenuhi persyaratan
SNI 15-2049-2004 untuk
Semen Portland Tipe I. f.
Ekosemen ini dapat
digunakan dan
diaplikasikan pada
pekerjaan konstruksi
ringan.

18
Nama
No Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

9. Nahusha 2015 Investigati International Adapun tujuan dari a) Pemilihan bahan Pada tahap awal analisis Kepadatan beton
nanda on Of Journal of penelitian ini adalah : Persiapan kerang laut. ditemukan bahwa diamati menurun
Chakrav Properties Science and a) untuk mengetahui b) Desain campuran menambahkan dan karena kandungan
arthy Of Technology dampak kerang pada beton meningkatkan kerang kulit kerang
H.G Concrete ISSN 2454- produksi beton untuk c) Pengujian pada sebagai penggantian meningkat dari
With 5880 menghasilkan beton Beton Segar parsial mengurangi 0% menjadi 40%.
Seashells dengan kekuatan tinggi. d) Pengujian pada beton kemampuan kerja beton.
As A Kekuatan tekan, yang mengeras Kepadatan beton
Coarse kekuatan lentur dan uji e) Uji kekuatan tarik- diamati menurun karena
Aggregate kekuatan tarik split split kandungan kulit kerang
Replaceme dilakukan dengan kerang meningkat dari 0%
nt In laut yang berbeda pada menjadi 40%. Pada hari ke
Concrete beberapa hari 28 sampel yang memiliki
(Investigas penyembuhan, serta kerang menunjukkan
i Sifat menemukan persentase kerapatan antara 2144 kg /
Beton optimum penggantian m3 - 2284 / m3 dan beton
Dengan tempurung kelapa untuk dengan nilai tertinggi
Kerang memberikan kekuatan 2307kg / m3..Sebagai
Sebagai yang ditargetkan. Sampel persentase kerang
Pengganti beton disiapkan dengan meningkat dari 0% sampai
an Agregat menambahkan kerang 40%, diamati bahwa
Kasar sekitar 0%, 10%, 20%, kekuatan maksimum
Secara 30% dan 40% sebagai diamati pada penggantian
Beton) pengganti parsial ke 20% pada semua uji tarik
agregat kasar. tekan, lentur dan split.

19
Nama
No Penulis Tahun Judul Penerbit Tujuan Penelitian Metode Hasil Kelemahannya

10. Rahmads - Perbandin Departemen Adapun tujuan dari Metode penelitian yang Dari hasil penelitian ini, Dari hasil
yah gan Antara Teknik Sipil, penelitian ini yaitu : 1. digunakan adalah kesimpulan yang dapat penelitian ini,
Yazid Pengaruh Universitas Untuk mengetahui dan eksperimental di dibuat adalah: saran yang dapat
Putra1 , Variasi Sumatera membandingkan antara laboratorium dengan 1. Analisis Korelasi disampaikan
Nursyam Substitusi Utara, pengaruh substitusi abu melakukan pengujian Momen Product Pearson adalah: 1. Perlu
si2 Abu cangkang kerang maupun waktu ikat pasta semen menunjukkan adanya adanya penelitian
Cangkang abu cangkang kelapa dan pengujian kuat hubungan yang positif dan lebih lanjut
Kerang sawit dengan beberapa tekan beton. Pengujian signifikan antara variasi dengan
Dan Abu variasi campuran waktu ikat pasta semen substitusi abu cangkang perencanaan
Cangkang terhadap waktu ikat pasta menggunakan metode kerang terhadap waktu ikat campuran beton
Kelapa semen. 2. Untuk pengujian waktu ikat akhir dengan nilai r=0.944. (mix design) yang
Sawit 10- mengetahui sifat dari abu awal semen Portland Sedangkan hubungan berbeda baik dari
30% cangkang kerang maupun berdasarkan SNI-03- antara variasi substitusi segi variasi
Terhadap abu cangkang kelapa 6827-2002 dengan abu cangkang kelapa sawit substitusi,
Waktu sawit pada campuran menggunakan alat vicat terhadap waktu ikat akhir penetapan/pengun
Ikat semen sebagai bahan yang sesuai dengan menunjukkan hubungan cian pada faktor
Semen retarder atau bahan Standard ASTM C-91- yang negatif dan air semen ataupun
Dan Kuat accelerator. 3. Untuk 82. Penyediaan bahan signifikan dengan r = - nilai slump. 2.
Tekan mengetahui pengaruh penyusun beton seperti 1.000. Pemakaian abu Penggunaan
Beton dan perbandingan antara semen, bahan substitusi cangkang kerang sebagai kedua abu
substitusi abu cangkang semen (abu cangkang bahan substitusi semen cangkang kerang
kerang maupun abu kerang dan abu cenderung bersifat sebagai dan abu cangkang
cangkang kelapa sawit cangkang kelapa sawit), bahan retarder dalam kelapa sawit
dengan beberapa variasi batu pecah, dan pasir. campuran pasta semen, secara bersamaan
campuran terhadap kuat Selanjutnya dilakukan sedangkan abu cangkang sebagai bahan
tekan beton. pemeriksaan bahan kelapa sawit cenderung substitusi semen
campuran beton yaitu : bersifat sebagai accelerator dengan variasi
 Analisa ayakan dalam campuran pasta tertentu perlu
agregat halus dan semen. diteliti lebih

20
agregat kasar 2. Nilai slump campuran lanjut untuk
 Pemeriksaan berat beton menurun dengan mengetahui
jenis dan absorbsi meningkatnya persentase pengaruh kedua
agregat halus dan substitusi abu cangkang abu tersebut
agregat kasar. kerang, sebaliknya dengan dalam campuran
 Pemeriksaan berat isi meningkatnya persentase beton
pada agregat halus dan substitusi abu cangkang
agregat kasar. kelapa sawit maka nilai
 Pemeriksaan kadar slump campuran beton
lumpur (pencucian naik. Dengan faktor air
agregat kasar dan semen yang tetap, maka
agregat halus lewat jumlah air campuran
ayakan No.200) antara kedua campuran
 Pemeriksaan beton sama, pemakaian
kandungan organik abu cangkang kerang
(colorimetric test) pada sebagai substitusi semen
agregat halus. cenderung lebih bersifat
menyerap air campuran
daripada abu cangkang
kelapa sawit.
3. Kekuatan silinder beton
pada pengujian beton
umur 28 hari menurun
seiring meningkatnya
persentase substitusi abu.
Kuat tekan beton dengan
substitusi abu cangkang
kerang yang memenuhi
kriteria perencanaan
campuran beton dengan
mutu f’c 20 MPa (K-
240.96) diperoleh pada

21
variasi substitusi 10%
sebesar 387.60 kg/cm2 dan
variasi substitusi 20%
sebesar 263.40 kg/cm²,
sedangkan dengan
substitusi abu cangkang
kelapa sawit diperoleh
pada variasi substitusi
10% sebesar 364.30
kg/cm2 .
4. Hubungan antara
persentase substitusi abu
cangkang kerang dengan
kuat tekan didekati dengan
persamaan regresi linier Y
 -777.3X 428.2 dengan
koefisien determinasi (r2 )
= 0.938 , dapat dikatakan
bahwa jika terjadi
perubahan persentase
substitusi abu cangkang
kerang, maka akan terjadi
penurunan kuat tekan rata-
rata sebesar 777.3 kg/cm2
dan hubungan keduanya
sangat kuat. Sedangkan
hubungan antara
persentase substitusi abu
cangkang kelapa sawit
dengan kuat tekan didekati
dengan persamaan Y  -
871.2X 421.2 dengan

22
koefisien determinasi (r2 )
= 0.964, dapat dikatakan
bahwa jika terjadi
perubahan persentase
substitusi abu cangkang
kelapa sawit, maka 12
akan terjadi penurunan
kuat tekan rata-rata
sebesar 871.2 kg/cm2 dan
hubungan keduanya adalah
sangat kuat.

23