Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL PENELITIAN

PENGAMATAN GERAKAN KOMUNITAS BENGKULU BERSIH


UNTUK PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU

Disusun oleh:

DWI SYAVIRA RAHADI

G1B015031

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS BENGKULU

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Wilayah perairan pesisir Indonesia sangat fungsional dapat digunakan sebagai wahana
transportasi dan pelabuhan, pariwisata, sumber penghasil pangan laut, kawasan
pemukiman dan budidaya perikanan(Dahuri. , et. , al. 2001 dalam Salamet. , B. 2007) 1
Salah satu perairan pesisir Indonesia yang perlu mendapat perhatian pemerintah dan
masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekologisnya adalah perairan Pantai Panjang
Kota Bengkulu. Pantai panjang atau terkadang masyarakat kota bengkulu menyebutnya
Pantai Panjang Pasir putih yang terletak di provinsi bengkulu , dengan pemandangan
yang sangat menyejukkan mata dan juga pantai panjang merupakan wisata utama yang
dikunjungi oleh para pengunjung dari kota luar, seperti palembang,padang dan lain-lain.
Namun Akhir - akhir ini banyak isu pencemaran yang berkembang dimasyarakat tentang
kualitas pinggiran pantai panjang . Terdapat banyak sampah yang hanyut mengikuti
aliran arus, terkadang ketika pengunjung sedang menikmati makanan di pinggir pantai
kota bengkulu adanya bau yang tidak sedap , Menurut data yang dipublikasikan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 63 juta penduduk Indonesia tidak memiliki toilet
dan masih buang air besar (BAB) sembarangan di sungai, laut, atau di permukaan tanah
(Diela, 2013)2 . bahkan saat memancing pun kemungkinan besar kail akan terkena
kantong plastik, sampah berupa bekas botol minum,buah kelapa muda,ranting kayu dan
sampah pelastik yang sangat mengganggu , membuat para pengunjung terganggu ,
karena di Pantai Panjang Kota Bengkulu banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh
masyarakat setempat, seperti bermain bola kaki ,olahraga,dan lainnya

Hal ini menimbulkan pertanyan apakah ada perhatian dari masyarakat dan
pemerintah untuk menjaga dan melestarikan keindahan wisata utama kota bengkulu
Tersebut ? Sepertinya tidak ada perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat untuk
menjaga dan melestariakan keindahan dan kebersihan Pantai Panjang Kota Bengkulu
yang sangat indah ini. Karena terlihat secara visual lingkungan ini sangat kotor dengan
sampah. Rusaknya suatu ekosistem selalu tidak terlepas dari masyarakat yang tinggal di
dalam ekosistem tersebut. Pantai panjang saat ini dikotori oleh masyarakat yang
berdomisili di sekitar wilayah Pantai Panjang Kota Bengkulu . Pemerintah di akhir
zaman ini hanya menjanjikan hal-hal yang membuat mereka untung , kenapa dari tahun
ketahun tidak ada perubahan pada pantai panjang , walaupun banyaknya di buat fasilitas
yang mengakibatkan sampah semakin menumpuk, seharusnya pemerintah lebih
pedulikan keindahan alam yang sangat indah Terdapat juga aktifitas pelabuhan, pasar,
pertokoan, perhotelan, perbengkelan serta pencucian mobil dan motor.namun
kebanyakan sampah itu karena para penjual di Pantai Panjang Kota Bengkulu suka
membuang sampah bekas makan atau pesanan makanan para pengunjung ke pantai .
Aktifitas masyarakat perkotaan juga menyebabkan banyak sampah atau limbah padat
maupun cair yang dibuang ke parit - parit dan ke sungai di saat turun hujan
(Binpa. 2011)3 Persepsi masyarakat adalah limbah bersifat padat maupun cair dibuang
ke pantai panjang langsung atau ke parit-parit lalu mengalir bersama air parit dan Pantai
Panjang Kota Bengkulu adalah suatu tindakan yang tidak berbahaya. Hal ini menunjukan
bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sangat rendah. Pada
Pantai Panjang Kota Bengkulu ini terdapat drainase besar yang diatasnya terdapat
jembatan , namun drainase itu telah dipenuhi dengan sempah plastik maupun sampah
padat , dan drainase tersebut akan meluap ketika hujan turun, dan warna air yang ada di
drainase tersebut bewarna hijau pekat seperti dipenuhi lumut.

Menurut Amin (2001)4 , aktifitas manusia yang begitu kompleks di daratan sangat
berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan pesisir pantai dan laut.
Masuknya pencemar organik dan nonorganik ke badan air perairan panjang kota
bengkulu dapat menyebabkan kualitas perairan mengalami degradasi fungsi secara
biologis. Potensi perairan pesisir pantai dan laut sebagai sumber pangan bagi masyarakat
akan terganggu. Menurut Hardayanti (2007)5 , degradasi lingkungan terjadi karena air
limbah industri dan domestik yang dibuang ke badan sungai mengandung zat - zat
pencemar yang tinggi. Selanjutnya menurut Erari et al. (2011)6 ,bahwa air limbah yang
tidak diolah dengan baik berpotensi mencemari lingkungan perairan pesisir dan laut dan
akan menyebarkan berbagai penyakit untuk orang disekitarnya.

Menurut Anonim (1994)7 , Komposisi sampah merupakan komponen fisik sampah


seperti sisa-sisa makanan, kertas, karbon, kayu, kain-tekstil, karet-kulit, plastik, logam
besi-non besi, kaca, dan lainlain (misalnya tanah, pasir, batu dan keramik). Komposisi
sampah pada umumnya dinyatakan dalam persen (%) (Azkha, 2006)8 . Dari semua
sampah yang ada di Pantai Panjang Kota Bengkulu yaitu sisa makanan yang paling
banyak sehingga semua sampah lain sudah tercampur oleh sisa makanan tersebut.
Tingginya angka sampah domestik terutama pada sampah plastik dan organik, dijelaskan
oleh Damanhuri dan Padmi (2010)9 . bahwa masyarakat dari tingkat ekonomi rendah
akan menghasilkan total sampah yang lebih sedikit dan homogen dibanding tingkat
ekonomi yang lebih tinggi. Selain itu, banyak yang menggunakan plastik sebagai
pengemas. Komposisi sampah di suatu wilayah dipengaruhi oleh cuaca atau iklim,
frekuensi pengumpulan, musim, tingkat sosial ekonomi, pendapatan per kapita, dan
kemasan produk (Damanhuri dan Padmi, 2010)9 . Menurut Tchobanoglous et al.
(1994)10 . komposisi sampah dengan sampah organik berkisar antara 40–85% termasuk
dalam kategori sampah negara berpenghasilan rendah, sedangkan pada negara
berpenghasilan menengah berkisar antara 20–65% dan pada negara berpenghasilan tinggi
berkisar antara 6–30%. Keadaan tersebut menjelaskan bahwa di Permukiman Pesisir
Kenjeran Surabaya yang berada di wilayah Indonesia memiliki tipikal negara
berpenghasilan rendah mengingat pendapatan per kapita rata-rata sebesar 2,56 juta
rupiah. Pendapatan tersebut masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain
(Wibowo dan Pratomo, 2012)9

Tchobanoglous et al. (1993) 10 menyebutkan, negara yang berpenghasilan rendah


menghasilkan sampah kertas sebanyak 1–10%, sampah plastik, tekstil, karet, dan kayu
sebanyak 1–5%, logam sebanyak 1–5%, dan kaca sebanyak 1–10%. Akan tetapi di
Pantai Panjang Kota Bengkulu, komposisi sampah plastik ternyata lebih tinggi
dibandingkan dengan kertas. Menurut Damanhuri dan Padmi (2010)9 , bahwa negara
berkembang seperti Indonesia banyak yang menggunakan plastik sebagai pengemas.

Mengingat volume sampah yang ada di pantai panjang akan terus meningkat setiap
hari nya , harus ada sikap simpati dari para pengunjung , para penjual kaki lima , restoran
dan hotel yang ada di sepanjang jalan Pantai Panjang Kota Bengkulu , karena kebersihan
juga sebagian dari iman , sebaiknya perlu adanya komunitas bengkulu bersih agar setiap
minggu ada kegiatan kebersihan pantai panjang kota karena para turis dari luar negeri
pun sangat menyukai Pantai Panjang Kota Bengkulu , namun karena adanya sampah
yang sangat banyak yang menjadi efek negatif bagi semua nya .
1.2 RUMUSAN MASALAH

Ruang lingkup yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu :

 Apakah sikap simpati masyarakat kota bengkulu akan meningkat dengan


pembuatan komunitas bengkulu bersih untuk Pantai Panjang Kota Bengkulu.
 Apakah ada aksi nyata dari masyarakat bengkulu terutama pemerintahan
bengkulu dengan adanya komunitas bengkulu bersih untuk Pantai Panjang
Kota Bengkulu.

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

 Mengetahui sikap simpati masyarakat kota bengkulu akan meningkat dengan


pembuatan komunitas bengkulu bersih untuk Pantai Panjang Kota Bengkulu.
 Mengetahui aksi nyata dari masyarakat bengkulu terutama pemerintahan
bengkulu dengan adanya komunitas bengkulu bersih untuk Pantai Panjang
Kota Bengkulu.

1.4 MANFAAT PENELITIAN

Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain :

 Dengan adanya komunitas bengkulu bersih untuk Pantai Panjang Kota


Bengkulu diharapkan terjadi peningkatan sikap serta perubahan perilaku
dalam menangani sampah di Pantai Panjang Kota Bengkulu
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 LANDASAN TEORI

2.1.1 Pengertian Komunitas

Komunitas yaitu yang menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di
suatu wilayah (geografis) dengan batas-batas tertentu dan faktor utama yang menjadi
dasar adalah interaksi yang lebih besar di antara anggotanya, dibanding dengan
penduduk di luar batas wilayahnya. Soekanto (1990)11 .

Menurut McMillan dan Chavis (1986) 12 mengatakan bahwa komunitas


merupakan kumpulan dari para anggotanya yang memiliki rasa saling memiliki, terikat
diantara satu dan lainnya dan percaya bahwa kebutuhan para anggota akan terpenuhi
selama para anggota berkomitmen untuk terus bersama-sama.

Community is “ a feeling that members have of belonging, a feeling that members


matter to one another and to the group, and a shared faith that members needs will be
meet through their commitment to be together “ – McMillan & Chavis (1986) 12

Mengapa harus ada komunitas ? karena dengan sebuah komunitas semua yang di
harapkan akan terlaksanakan dengan adanya sikap saling peduli, Sebagaimana kita
maklumi bahwa munculnya sampah akan tetap ada selama masih ada kehidupan.
Timbulan sampah akan terus meningkat tidak saja sejalan dengan meningkatnya jumlah
penduduk tapi juga meningkat sejalan dengan pola hidup masyarakat. Sementara itu
ketersediaan lahan untuk TPA makin sulit karena daya dukung lahan khususnya di
perkotaan bengkulu makin berkurang sehingga para masyarakat membuang sampah
sembarangan , terutama membuang sampah di Pantai Panjang Kota Bengkulu, Oleh
karena itu mengurangi dampak dari pembuangan sampah tersebut maka perlu dilakuakn
upaya pengurangan pembuangan sampah. Upaya pengurangan tersebut dilakuakn
melalui program pembuatan komunitas membersihkan Pantai Panjang Kota Bengkulu ,
karena jika bukan penduduk setempat siapa lagi yang akan menjaga kelestarian dan
keindahan Pantai Panjang Kota Bengkulu. Penerapan komunitas ini akan menjadi wadah
untuk melestarikan keindahan,kebersihan sumber daya alam utama kota bengkulu.
Contoh kegiatan komunitas kebersihan Pantai Panjang Kota Bengkulu :

Melakukan pendendaan untuk masyarakat yang membuang sampah di sekitaran


pantai.
Melakukan pembersihan pantai tiap minggu atau sebulan sekali .
Membuat sosialisasi kepada masyarakat kota bengkulu untuk mengetahui dampak
negatif dari sampah yang telah menumpuk.
Melakukan penguburan sampah karena jika dibakar sama saja dengan memindahkakn
sampah ke udara
Memisahkakn sampah-sampah non organik maupun yang organik

Apa yang harus dilakukan oleh Komunitas kebersihan khusus kota bengkulu :
Pisahkan sampah menjadi 3 bagian :
1. Sampah non organic tidak layak kompos, seperti :
 Kertas
 Plastik
 Gelas/botol/beling
 Logam/kaleng, besi, seng
 Karet
 Potongan kain
2. Sampah organic layak kompos, seperti :
 Sisa sayuran
 Sisa makanan
 Dedaunan, Dll
3. Sampah mengandung B3, seperti :
 Batre bekas
 Jarum refill tinta printer, dll

2.1.2 Partisipasi Masyarakat

Menjaga kebersihan dan melestarikan keindahan dan kenyamanan Pantai Panjang


Kota Bengkulu harus adanya partisipasi masyarakat setempat , karena partisipasi
masyarakat merupakan keterlibatan anggota masyarakat dalam pembangunan dan
pelaksanaan (implementasi) program atau proyek pembangunan yang dilakukan dalam
masyarakat lokal. Pengertian tentang partisipasi dikemukakan oleh Djalal dan Supriadi,
(2001: 201 − 202) 13 dimana partisipasi dapat juga berarti bahwa pembuat keputusan
menyarankan kelompok atau masyarakat ikut terlibat dalam bentuk penyampaian saran
dan pendapat, barang, keterampilan, bahan dan jasa. Partisipasi dapat juga berarti bahwa
kelompok mengenal masalah mereka sendiri, mengkaji pilihan mereka, membuat
keputusan, dan memecahkan masalahnya.

Sumardi, (2010: 46) 14 mengatakan bahwa “Partisipasi berarti peran serta


seseorang atau kelompok masyarakat dalam bentuk kegiatan dengan memberi masukan
pikiran, tenaga, waktu, keahlian, modal dan atau materi, serta ikut memanfaatkan dan
menikmati hasil-hasil pembangunan”.

Tilaar, (2009: 287) 15 mengungkapkan partisipasi adalah sebagai wujud dari


keinginan untuk mengembangkan demokrasi melalui proses desentralisasi dimana
diupayakan antara lain perlunya perencanaan dari bawah (bottom-up) dengan
mengikutsertakan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan
masyarakatnya.

Dalam sebuah komunitas ini harus adanya peran masyarakat setempat , karena
masyarakat setempat lebih memahami daerah Pantai Panjang Kota Bengkulu.jadi
sebenarnya dalam komunitas ini terlebih dahulu yang harus di lakukan ialah
bersosialisasi dengan para masyarakat, membuat suatu pengumuman dan aksi nyata dan
meminta persetujuan oleh pemerintah .

2.1.3 Teori Sikap

Menurut Widiyatun (1999)16 Sikap merupakan keadaan mental dan syaraf dari
kesiapan yang diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh dinamik atau
terarah terhadap respon individu pada semua objek. Dan situasi yang berkaitan
dengannya yang merupakan kombinasi antara afektif, kognitif, dan konatif (Widiyatun,
Tri Rusmi, 1999)16

Sikap menurut Benyamin Bloom (1956)17 dalam Notoadmojov (1997)18 terdiri


dari berbagai tindakan yaitu :

a. Menerima (Receiving)

Menerima diartikan bahwa orang atau subyek mau dan memperhatikan stimulus yang
diberikan atau obyek, misal sikap orang.
b. Merespon (Responding)

Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang


diberikan adalah suatu indikasi sikap. Karena dengan suatu usaha untuk menjawab
pertanyaan dan mengerjakan tugas yang diberikan, lepas dari pekerjaan itu salah atau
benar, berarti orang telah menerima ide tersebut.

c. Menghargai (Valuing)

Mengajak orang lain untuk mendirikan dan mendiskusikan dengan orang lain
terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat 3

d. Bertanggung jawab (Responsible)

Bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan resiko
adalah merupakan sikap yang paling tinggi. Pengukuran sikap dapat dilakukan secara
langsung. Secara langsung dapat ditanyakan bagaimana pendapat atau pertanyaan
responden terhadap suatu objek. Secara tidak langsung dapat digali dari observasi dan
kesimpulan angket atau quesioner. Sikap mungkin terarah terhadap benda, orang tetapi
juga peristiwa, pandangan, lembaga, norma dan nilai.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan
pelaksanan penelitian, proses perencanaan dimulai dari identitas, pemilahan dan perumusan
masalah dengan hipotesa serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan. Sedangkan proses
selebihnya merupakan tahap pelaksanaan (Nazir, 1999)19

Desain dalam penelitian ini, yang didasari dari sejumlah masalah yang tertuang dalam
latar belakang serta disesuaikan dengan tujuan peneliti, maka penelitian ini menggunakan
jenis atau metode penelitian kualitatif. Model penelitian kualitatif ini biasanya digunakan
dalam pengamatan dan penelitian sosial.

Penelitian ini mencoba menggali data mengenai sikap dan perilaku masyarakat bengkulu
dengan Pantai Panjang Kota Bengkulu sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi tentang
komunitas bengkulu bersih dan merawat Pantai Panjang Kota Bengkulu.

3.2 Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari suatu variable yang menyangkut masalah yang
diteliti. Populasi dalam penelitian adalah subyek yang memenuhi kriteria yang telah
ditetapkan (Nursalam, 2003)20 populasi dalam penelitian ini adalah semua
masyarakat kota bengkulu dan para pengunjung dari luar Kota Bengkulu.

2.Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang
juga memiliki karakter tertentu jelas dan lengkap yang dianggap bias mewakili
populasi yang digunakan sebagai subjek penelitian. Sampel dalam penelitian ini
adalah para penjual di sekitaran Pantai Panjang Kota bengkulu, Pengunjung dan
masyarakat Kota Bengkulu.
3. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:

a.) Observasi

Merupakan suatu pengamatan secara langsung dengan sistematis terhadap gejalah-


gejalah yang hendak diteliti, (Pasolong, 2012)21

Observasi dilakukan untuk mengetahui sesuatu secara lansung, dalam penelitian ini
penulis terjun langsung ke lokasi untuk mengetahui apakah pengelolaan sampah oleh
pemerintah untuk pantai panjang Kota Bengkulu sudah efektif, apa sarana dan prasarana
berupa kendaraan dan tempat sampah sudah memadai atau belum dan apakah Peraturan
Daerah sudah benarbenar ditegakkan atau belum.

b.) Wawancara

Kegiatan Tanya jawab antara dua orang atau lebih secara langsung,
(Pasolong, 2012)21 Wawancara melakukan dialog atau Tanya jawab secara langsung
dengan para informan dengan menggunakan pedoman wawancara agar dapat
memperoleh data primer yang diperlukan dalam penelitian ini.

Wawancara dilakukan kepada pihak yang terkait baik para pengunjung,dan para
penjual di sekitaran pantai panjang Kota Bengkulu maupun masyarakat mengenai
permasalahan yang sedang diiteliti yakni Masalah pengelolahan sampah di Pantai
Panjang Kota bengkulu dengan membuat suatu komunitas untuk menjadi wadah
perubahan.

c.) Dokumentasi

Teknik dokumentasi ini digunakan untuk memperoleh data sekunder yaitu data yang
telah diolah atau tersedia di lokasi penelitian yaitu Masyarakat kota bengkulu maupun
para pengunjung,dan para penjual di sekitaran pantai panjang Kota Bengkulu.

Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak
langsung melalui perantara (dicatat oleh pihak lain), data sekunder berupa bukti, catatan
atau laporan yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan maupun yang tidak
dipublikasikan.
3.3 Kerangka Kerja

Pengamatan terhadap partisipasi masyarakat dan


pemerintah mengenai sosialisasi komunitas yang turut
serta berpartisipasi menangani kebersihan Pantai
Panjang Kota Bengkulu.

Pengamatan terhadap partisipasi masyarakat dan


pemerintah mengenai komunitas kebersihan Pantai
Panjang Kota Bengkulu yang ikut serta untuk menjadi
anggota.

Pengamatan terhadap partisipasi masyarakat dan


pemerintah mengenai komunitas kebersihan Pantai
Panjang Kota Bengkulu yang ikut serta untuk menjadi
anggota.

Pengamatan terhadap partisipasi masyarakat dan


pemerintah mengenai sosialisasi komunitas yang turut
serta berpartisipasi untuk menjaga Pantai Panjang Kota
Bengkulu.
3.4 Etika Penelitian

A. Lembar Persetujuan menjadi responden (informed consent)

Lembar persetujuan diberikan kepada responden yang akan diteliti. Peneliti menjelaskan
maksud dan tujuan penelitian yang dilakukan serta dampak yang mungkin terjadi selama dan
sesudah pengumpulan data. Responden yang bersedia diteliti harus menandatangani lembar
persetujuan yang sudah disediakan. Jika responden tidak bersedia untuk diteliti atau menolak,
maka peneliti tidak akan memaksanya dan tetap menghormati hak-hak responden.

B. Anonimity (tanpa nama)

Untuk menjaga kerahasiaan responden, responden tidak mencantumkan nama untuk


format pengumpulan data, cukup dengan memberi nomor kode pada masing-masing lembar
persetujuan.

C. Confidetiality (kerahasiaan)

Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu
saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA

Diela Tabitha, 2013. Indonesia, Negara dengan Sanitasi Terburuk Kedua di


Dunia.(Online) Diakses tanggal 11 Mei 2014. [2]

Wibowo, A.T., dan Pratomo, H.B. 2012. Pendapatan per Kapita Naik 13,8%,
Kabar Baik. Viva News. www.google.com. Diakses tanggal 2 Agustus 2012.[11]

Pasolong. 2012. Metode Penelitian Administrasi Publik Bandung:


ALFABETA.[21]

Erari, S. S., Jubhar M., Karina L. 2011. Pelestarian Hutan Mangrove Solusi
Pencegahan Pencemaran Logam Berat di Perairan Indonesia. Prosiding Seminar
Nasional VIII biologi Sains lingkungan dan pembelajarannya, Universitas Sebelas Maret
Surakarta.[6]

Binpa. 2011. Teluk Youtefa diisukan tercemar. Harian Umum Bintang Papua.[3]

Sumardi, Nyoman I, 2010, Perencanaan Pembangunan Daerah Otonomi &


Pemberdayaan Masyarakat.Jakarta.Citra Utama.[15]

Damanhuri, E., dan Padmi, T. 2010. Diktat Kuliah TL-3104, Pengelolaan Sampah.
ITB Bandung.[9]

Tilaar. H.A.R. 2009. Kekuasaan dan Pendidikan: Kajian Manajemen


PendidikanNasional dalam Pusaran Kekuasaan.Jakarta : Rinika Cipta.[16]

Slamet. B. 2007. Studi Kualitas Lingkungan Perairan di Daerah Budidaya


Perikanan Laut di Teluk Kaping dan Pegametan Bali.Balai Besar Riset perikanan laut,
Gondol, Bali.[1]

Hardayanti. 2007. Fitoremediasi Phospat dengan Pemanfaatan Enceng Gondok


(eichhornia crassipes) (studi kasus pada limbah cair Industri kecil laundry). Jurnal
Presipitasi Vol. 2 No.1.[5]

Azkha, N. 2006. Analisis Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah di


Kota Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. I(1): 14–18.[8]

Nursalam.2003.Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu


Keperawatan. Jakarta : selemba medika.[20]

Widayatun, Tri Rusmi, 2002. Ilmu Perilaku. Jakarta : CV. Sagung Seto.[17]

Jalal F dan Supriadi D. 2001 Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi.[14]


Amin. B. 2001. Akumulasi dan Distribusi Logam Berat Pb dan Cu Pada
Mangrove (Avicennia marina) di Perairan Pantai Dumai, Riau. Laboratorium Kimia
Faperika Universitas Riau.[4]

Soekidjo Notoatmodjo, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip


Dasar,Jakarta: Rineka Cipta.[19]

Anonim. 1994. Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan


Komposisi Sampah Perkotaan. SNI 19-3964-1994. BSN.[7]

Tchobanoglous, G., Theissen, H., dan Vigil, S. 1993. Integrated Solid Waste
Management: Engineering Principles and Management Issues. McGraw-Hill, Inc.,
Singapore.[10]

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. PT Radja Grafindo.


Jakarta.12

McMillan, D.W., & Chavis, D.M. 1986. Sense of community: A definition and
theory. American Journal of Community Psychology, 14 (1), 6-23.[13]

Bloom, B. S. ed. et al.1956. Taxonomy of Educational Objectives: Handbook 1,


Cognitive Domain. New York: David McKay.[18]