Anda di halaman 1dari 29

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori dasar yang digunakan untuk

pembuatan alat pengukur dan pendeteksi asap berbasis Arduino yang dapat

dikontrol melalui menggunakan sensor asap.

2.1 Dasar Arduino

Pembuatan Arduino dimulai pada tahun 2005, oleh sebuah perusahaan

komputer Olivetti di Ivrea, Pendiri dari Arduino itu sendiri adalah Massimo Banzi

dan David Cuartielles. Pada awalnya mereka memberi nama proyek itu dengan

sebutan Arduin dari Ivrea tetapi seiring dengan perkembangan zaman, maka nama

proyek itu diubah menjadi Arduino yang berarti “teman yang kuat” atau dalam

versi bahasa Inggrisnya dikenal dengan sebutan “Hardwin”. Mereka

mengembangkan Arduino dengan bootloader dan software yang user friendly

sehingga menghasilkan sebuah board mikrokontroler yang bersifat open source

yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh mahasiswa, pelajar, professional,

pemula, Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open

source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip

mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel. Mikrokontroler itu

sendiri adalah chipatau IC (integrated Circuit) yang bisa diprogram menggunakan

komputer. Tujuan menanamkan program pada mikrokontroler adalah agar

4
rangkaian elektronik dapat membaca input, proses, dan output sebuah rangkaian

elektronik. dan penggemar elektronika maupun robotik di seluruh dunia.

Arduino hardware diprogram menggunakan bahasa Wiring berbasis (sintaks

dan perpustakaan), mirip dengan C + + dengan beberapa penyederhanaan sedikit

dan modifikasi, dan lingkungan pengembangan terpadu berbasis Processing.

Komponen utama Arduino adalah mikrokontroler sehingga Arduino dapat

diprogram menggunakan komputer sesuai dengan kebutuhan kita.

Arduino adalah inovasi dibidang elektronika yang telah membuat

perubahan besar dalam dunia mikrokontroler sehingga seorang yang awam

amatiran bisa membuat proyek-proyek elektronika atau robotika dengan relatif

mudah dan cepat.Arduino lahir dari lingkungan mahasiswa dan dosen yang

merasakan sulitnya mempelajari mikrokontroler.Kemudian mereka

mengembangkan sebuah sistem minimum berbasis AVR yang dilengkapi dengan

bootloader dan software yang user friendly. Hasilnya adalah sebuah board

mikrokontroler yang bersifat open source yang bisa dipelajari atau dikembangkan

oleh mahasiswa, professional, atau penggemar mikrokontroler di seluruh dunia.

Konon Arduino sudah lebih popular dibandingkan Basic Stamp yang lahir lebih

awal yang harganya relatif mahal dan close source. Penjualan board Arduino bisa

menghasilkan milyaran Rupiah pada penjualan kit online seperti Sparkfun.

Gambar 2.1 Bentuk Fisik Arduino Uno

5
Mikrokontroler ada pada perangkat elektronik di sekelililng kita. Misalnya

Handphone, MP3 player, DVD, televisi, AC, dll. Mikrokontroler juga dipakai

untuk keperluan mengendalikan robot.

Karena komponen utama Arduino adalah mikrokontroler, maka Arduino

pun dapat diprogram menggunakan komputer sesuai dengan kebutuhan. Adapun

data teknis board Arduino UNO sebagai berikut :

 Mikrokontroler : Arduino UNO

 Tegangan Operasi : 5 V

 Tegangan Input (recommended) : 7 - 12 V

 Tegangan Input (limit) : 6 - 20 V

 Pin digital I/O : 14 ( 6 diantaranya pin PWM )

 Pin analog input : 6

 Arus DC per pin I/O : 40 mA

 Arus DC untuk pin 3.3 V : 150 mA

 Flash Memory : 32 KB dengan 0.5 KB digunakan untuk bootloader

 SRAM : 2 KB

 EEPROM : 1 KB

 Kecepatan Pewaktu : 16 MHz

2.1.1 Soket USB

Soket USB berfungsi untuk mengirimkan program dari computer ke

Arduino dan juga sebagai port komunikasi serial.

6
2.1.2 Input / Output Digital

Input/output digital atau digital pin adalah pin-pin untuk menghubungkan

Arduino dengan komponen atau rangkaian digital.

2.1.3 Input Analog

Input Analog atau analog pin adalah pin-pin yang berfungsi untuk menerima

sinyal dari komponen atau rangkaian analog. Misalnya dari potensiometer, sensor

suhu, sensor cahaya, dsb.

2.2 Jenis-Jenis Arduino

2.2.1. Arduino USB

Adruino USB dapat dibawa kemana-mana bersama laptop atau

dimasukkan ke dalam saku.

Gambar 2.2 Arduino USB

Walaupun bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa C/C++, tetapi

dengan penambahan library dan fungsi-fungsi standar membuat pemrograman

Arduino lebih mudah dipelajari dan manusiawi. Contoh, untuk mengirimkan nilai

7
HIGH pada pin 10 Arduino, cukup menggunakan fungsi digitalWrite (10, HIGH),

sedangkan kalau menggunakan bahasa C aslinya adalah PORTB I=(1<<2).

Tersedia library yang sangat banyak untuk menghubungkan Arduino

dengan macam-macam sensor, actuator maupun modul komunikasi. Misalnya

library untuk mouse, keyboard, servo, GPS, dsb. Berhubung Arduino adalah open

source, maka library- library ini juga open source dan dapat di-download secara

gratis di website Arduino. Dengan bahasa yang lebih mudah dan adanya library

dasar yang lengkap, maka mengembangkan aplikasi elektronik relatif lebih

mudah. Contoh, kalau ingin membuat robot wireless, cukup membeli sebuah

modul Bluetooth dan menyambungkan ke Arduino.

Arduino tidak membuat bahasa pemrograman khusus, melainkan

menggunakan bahasa C yang sudah ada, lebih tepatnya menggunakan bahasa C

yang menggunakan compiler AVG – GCC (AVR GNU C – Compiler).Bahasa C

adalah bahasa yang sangat lazim dipakai sejak awal-awal komputer diciptakan

dan sangat berperan dalam perkembangan software. Bahasa C telah banyak

membuat bermacam-macam sistem operasi Unix, linux, dsb. Bahasa C juga

biasanya digunakan di akademi dan perguruan tinggi selain bahasa pemrograman

basic atau pascal.Bahasa C adalah bahasa pemrograman yang sangat ampuh yang

kekuatannya mendekati bahasa assembler.

Bahasa C menghasilkan file kode objek yang sangat kecil dan dieksekusi

dengan sangat cepat. Karena itu bahasa C sering digunakan pada sistem operasi

dan pemrograman mikrokontroler. Bahasa C adalah multi-platform, bahasa C bisa

diterapkan pada lingkungan windows, Unix, Linux, atau sistem operasi lain tanpa

8
mengalami perubahan source code ( kalaupun ada perubahan, biasanya sangat

minim). Karena Arduino menggunakan bahasa C yang multi-platform, maka

software Ardunio pun bisa dijalankan pada semua sistem operasi yang umum,

misalnya : Windows, Linux, MacOs. Bahasa C mudah dipelajari. Maksud kata

mudah di sini adalah relatif, tergantung kemampuan dari tiap user. Kalau anda

sudah mengerti bahasa C, anda dapat melakukan pengembangan dengan board

lain atau mikrokontroler lain dengan lebih mudah. Diinternet banyak library

bahasa C untuk Arduino yang bias di-download secara gratis. Setiap library

Arduino biasanya disertai dengan contoh pemakaiannya. Keberadaan library-

library ini bukan hanya membantu membuat proyek mikrokontroler. Tetapi bias

dijadikan sarana untuk mendalami pemrograman bahasa C pada mikrokontroler.

 Socket USB

Soket USB adalah soket untuk kabel USB yang disambungkan ke

komputer atau laptop. Berfungsi untuk mengirimkan program ke Arduino dan

juga sebagai port komunikasi serial.

 Input / Output Digital

Input/output digital atau digital pin adalah pin-pin untuk

menghubungkan Arduino dengan komponen atau rangkaian digital. Misalnya,

kalau igin membuat LED berkelip, LED tersebut dapat dipasang pada salah satu

pin I/O digital dan ground. Komponen lain yang menghasilkan output digital atau

menerima input digital bisa disambungkan ke pin-pin ini.

 Input Analog

9
Input Analog atau analog pin adalah pin-pin yang berfungsi untuk

menerima sinyal dari komponen atau rangkaian analog. Misalnya dari

potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dsb.

 Baterai

Accu adalah suatu alat yang menyimpan tegangan 12 VDC sesuai

keperluan yang akan dibutuhkan, accu menyuplai tegangan ke motor shield

dengan tegangan 12 VDC untuk menggerakan motor dc pada robot.

2.2.2. Arduino Serial

Arduino serial yaitu jenis mikrokontroler arduino yang menggunakan RS232

sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi computer. Berikut gambar

Arduino Serial seperti terlihat digambar 2.3.

Gambar 2.3 Arduino Serial

10
2.2.3. Arduino AT MEGA

Arduino AT Mega yaitu mikrokontroler Arduino dengan spesifikasi yang

lebih tinggi, dilengkapi tambahan pin digital, pin analog, port serial dan

sebagainya. Arduino Mega berbasis ATmega1280 dengan 54 digital input/output,

seperti yang terlihat di gambar 2.4.

Gambar 2.4 Arduino AT MEGA

Board Arduino Uno memiliki fitur – fitur baru dalam rangkaian biasanya

memakai fitur sebagai berikut :

 Arduino Mega

 Arduino Mega 2560

2.2.4. Arduino Fio

Arduino Fio yaitu mikrokontroler Arduino yang ditujukan untuk

penggunaan nirkabel.

Gambar 2.5 Arduino Fio

11
Arduino Fio ini menggunakan ATmega328P sebagai basis kontrolernya diitujukan

untuk penggunaan nirkabel.

2.2.5. Arduino Lilypad

Papan dengan bentuk yang melingkar. Contoh: LilyPad Arduino 00,

LilyPad Arduino 01, LilyPad Arduino 02, LilyPad Arduino 03, LilyPad Arduino

04.

Gambar 2.6 Lilypad

Arduino Lilypad yaitu mikrokontroler dengan bentuk yang melingkar. Contoh:

LilyPad Arduino 00, LilyPad Arduino 01, LilyPad Arduino 02, LilyPad Arduino

03, LilyPad Arduino 04

2.2.6. Arduino BT

Mikrokontroler Arduino yang mengandung modul Bluetooth untuk komunikasi

nirkabel, membantu dalam rangkaian elektronika yang menggunakan program-program

Arduino Uno. Adapun bentuk Arduino BT seperti pada gambar berikut;

12
Gambar 2.7 Arduino BT

2.2.7 Arduino Nano dan Arduino Micro

Arduino Nano dan Arduino Micro merupakan jenis arduino berbentuk kompak

dan digunakan bersama breadboard. Contoh: Arduino Nano 3.0, Arduino Nano

2.x, Arduino Mini 04, Arduino Mini 03, Arduino Stamp 02.

Gambar 2.8 Arduino Nano dan Micro

Papan berbentuk kompak dan digunakan bersama breadboard. Contoh:

 Arduino Nano 3.0, Arduino Nano 2.x

 Arduino Mini 04, Arduino Mini 03, Arduino Stamp 02

13
2.3 Aplikasi Program Arduino IDE ( Integrated Development

Environment )

Ketika kita membuka program Arduino IDE ( Integrated Development

Environment ), akan terlihat serupa dengan tampilan gambar 2.9 di bawah ini. Jika

kita menggunakan Windows atau Linux, akan terlihat perbedaan, tetapi pada

dasarnya IDE akan sama, tidak perduli Opersai sistem apa yang digunakan.

Gambar 2.9 Tampilan Program IDE

2.4 Arduino Programming Tool

Arduino merupakan perangkat pemrograman mikrokontroler jenis AVR

yang tersedia secara bebas (open source) untuk membuat prototip elektronika

yang dapat berinteraksi dengan keadaan sekitarnya. Arduino dapat menerima

input dari berbagai jenis sensor dan mengendalikan sensor, servo, dan actuator

lainnya.

14
Gambar 2.10 Tampilan Utama Aplikasi Arduino

1. Toolbar

Tombol-tombol toolbar memungkinkan Anda untuk memverifikasi

dan meng-upload program, membuat, membuka, dan menyimpan sketsa,

juga membuka monitor serial.

Gambar 2.11 Toolbar Pada Aplikasi Arduino

15
a. Verify

Tombol ini digunakan untuk meng-compile program yang telah

dibuat.Compile berguna untuk mengetahui apakah program yang telah dibuat

benar atau masih memilki kesalahan. Apabia ada kesalahan yang terjadi, bagian

messageakan menampilkan letak kesalahan tersebut.

b. Stop

Tombol ini digunakan untuk membatalkan proses verify yang sedang

berlangsung.

c. New

Tombol ini digunakan untuk membuat coding pada layar baru

d. Open

Tombol ini digunakan untuk membuka coding yang sudah disimpan

sebelumnya.

e. Save

Tombol ini digunakan untuk menyimpan coding yang sedang dikerjakan.

f. Upload

Tombol ini digunakan untuk mengirim coding yang sudah dikerjakan ke

mikrokontroler.

16
g. Serial Monitor

Tombol ini digunakan untuk melihat aktivitas komunikasi serial dari

mikrokontroler baik yang dikirm oleh user ke mikrokontroler maupun

sebaliknya.

2. Coding Area

Bagian ini merupakan tempat penulisan coding dengan menggunakan bahasa

pemrograman C. Coding di dalam Arduino memiliki dua bagian utama, yaitu :

a. Void Setup ( )

Bagian ini merupakan inisialisasi yang diperlukan sebelum program utama

dijalankan, contoh :

void setup ( )

Serial.begin (9600) ; // Inisialisasi baudrate komunikasi serial

pinMode (6, INPUT) ; // set pin 6 Arduino sebagai input

pinMode (7, OUTPUT) ; // set pin 7 Arduino sebagai output

b. Void Loop ( )

Bagian ini merupakan fungsi utama yang dijalankan terus menerus selama

modul Arduino terhubung dengan power supply.Contoh :

17
void loop ( )

digitalWrite (6, HIGH) ; // memberikan logic HIGH pada pin

delay (1000) ; // menunda selama 1 detik

digitalWrite (6, LOW) ; // memberikan logic LOW pada pin 6

delay (2000) ; // menunda selama 2 detik

3. Application Status

Bagian ini memberikan informasi kepada pengguna mengenai tugas yang

yang sedang dujalankan oleh aplikasi Arduino.

4. Message

Bagian ini memberikan informasi kepada pengguna mengenai besarnya

ukuran file dari coding yang dibuat dan letak kesalahan yang terjadi pada

coding.

2.5 Serial Port

Serial digunakan untuk memprogram mikrokontroler langsung dari

aplikasi Arduino. Selain itu, komunikasi serial juga digunakan untuk mengirim

dan menerima data antara mikrokontroler dan komputer melalui fasilitas serial

monitor yang terdapat pada aplikasi Arduino. Seperti gambar berikut ini :

18
Gambar 2.12 Tools Serial Ports

Berikut kegunaan pada Toolbar;

1. Auto Format

Memformat kode Anda dengan baik : yaitu indentasi dalam membuka dan

menutup kurung kurawal, dan pernyataan di dalam kurung kurawal akan

lebih menjorok.

2. Archive Sketch

Arsip salinan sketsa saat ini dalam format .zip. Arsip akan ditempatkan di

direktori yang sama seperti sketsa.

3. Board

Pilih board yang Anda gunakan.

4. Serial Port

Menu ini berisi semua perangkat serial (nyata atau virtual) pada omputer

Anda. Serial port ini akan me-refresh secara otomatis setiap kali Anda

membuka menu tools

19
5. Programmer

Memilih programmer hardware yang akan digunakan untuk meng-upload

kode program, sehingga Anda tidak menggunakan koneksi onboard USB –

serial.

6. Burn Bootloader

Item dalam menu ini memungkinkan Anda untuk mem-burning bootloader

ke mikrokontroler pada papan Arduino .

2.6 LED

LED adalah komponen elektronik yang dapat memancarkan cahaya

ketika dilalui arus listrik pada kedua kutubnya.

Gambar 2.13 Bent

Arus listrik mengalir dari kutub positif (anoda) menuju kutub negatif

(katoda). Bentuk fisik dan simbol LED dapat dilihat pada gambar 2.13

20
2.6.1 Aplikasi Program Arduino

Ketika kita membuka program Arduino akan terlihat serupa dengan

tampilan gambar 2.14.

Gambar 2.14 Tampilan Program Arduino

Untuk menjalankan program Arduino, kita harus memahami fungsi-fungsi

toolbar yang terdapat pada tampilan program Arduino.

Gambar 2.15 Tampilan Utama Aplikasi Arduino

2.6.2 Toolbar

Tombol-tombol toolbar memungkinkan Anda untuk memverifikasi dan meng-

upload program, membuat, membuka, dan menyimpan sketsa, juga membuka

monitor serial.

21
h. Verify

Tombol ini digunakan untuk meng-compile program yang telah dibuat.

Compile berfungsi untuk mengetahui apakah program yang telah dibuat benar

atau masih memilki kesalahan. Apabila ada kesalahan yang terjadi, bagian

message akan menampilkan letak kesalahan tersebut.

i. Stop

Tombol ini digunakan untuk membatalkan proses verify yang sedang

berlangsung.

j. New

Tombol ini digunakan untuk membuat coding pada layar baru.

k. Open

Tombol ini digunakan untuk membuka coding yang sudah disimpan

sebelumnya.

l. Save

Tombol ini digunakan untuk menyimpan coding yang sudah dikerjakan.

m. Upload

Tombol ini digunakan untuk mengirim coding yang sudah dikerjakan ke

mikrokontroler.

n. Serial Monitor

Tombol ini digunakan untuk melihat aktivitas komunikasi serial dari

mikrokontroler baik yang dikirm oleh user ke mikrokontroler maupun sebaliknya.

22
2.6.3 Coding Area

Coding Area merupakan tempat penulisan coding dengan menggunakan

bahasa pemrograman C. Coding di dalam Arduino memiliki dua bagian utama,

yaitu :

c. Void Setup ( )

Bagian ini merupakan inisialisasi yang diperlukan sebelum program utama

dijalankan, contoh :

void setup()

pinMode(4,OUTPUT); //Set control pin sebagai mode output

pinMode(5,OUTPUT);

pinMode(6,OUTPUT);

pinMode(7,OUTPUT);

d. Void Loop ( )

Bagian ini merupakan fungsi utama yang dijalankan terus menerus selama

modul Arduino terhubung dengan power supply. Contoh :

void loop ( )

digitalWrite (6, HIGH) ; // memberikan logic HIGH pada pin 6

delay (1000) ; // menunda selama 1 detik

23
2.6.4 Application Status

Bagian ini memberikan informasi kepada pengguna mengenai tugas yang

yang sedang dijalankan oleh aplikasi Arduino. Misalnya memberitahukan hasil

compiling sebuah program.

2.6.5 Message

Bagian ini memberikan informasi kepada pengguna mengenai besarnya

ukuran file dari coding yang dibuat dan letak kesalahan yang terjadi pada coding.

2.6.6 Resistor

Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk

mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan)

dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan

terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir.

Gambar 2.16 Resistor

Resistor menentukan aliran arus dalam rangkaian listrik.Dimana ada

resistansi yang besar di rangkaian aliran arus kecil, dan resistansi rendah aliran

arus besar.

24
2.7 Kapasitor

Kapasitor adalah komponen yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik

dan digunakan dalam rangkaian timer.

Gambar 2.17 Kapasitor

Sebuah kapasitor dapat digunakan dengan resistor untuk menghasilkan

timer. Kadang-kadang kapasitor digunakan untuk memperhalus arus dalam sebuah

rangkaian karena mereka dapat memotong spike dari komponen lain seperti relay.

Bila daya dipasok ke sirkuit yang mengandung kapasitor – Kapasitor mengisi

daya.Bila daya dimatikan kapasitor mulai pembuangan muatan listrik secara

perlahan-lahan.

2.8 Kapasitor elektrolit

Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser (sering disingkat

Elco) adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung, mempunyai dua

kutub kaki berpolaritas positif dan negatif, ditandai oleh kaki yang panjang

positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( - ) adalah

kaki negatif. Terlihat pada gambar 2.18

25
Gambar 2.18 Kapasitor Elco

Nilai kapasitasnya dari 0,47 µF ( egative d) sampai ribuan egative d

dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt.

Kapasitor elektrolit pada umumnya dibuat dengan nilai kapasitas yang

besar dan meiliki kehandalan yang tinggi dan awet dalam pemakaiannya.

Kapasitor jenis ini banyak dipergunakan dalam rangkaian Power Supply atau catu

daya. Kelebihan Kapasitor Elektrolit dengan kapasitor lainnyaterletak pada

kemampuan menerima pengisian muatan listrik dan juga memiliki dua buah

polaritas berupa kutub positif dan egative. Kapasitor jenis ini dalam

pemakaiannya selalu dihubungkan dengan arus searah (DC). Seperti terlihat pada

gambar diatas, kita dapat melihat bahwa kutub positif (+) dari kapasitor harus

dihubungkan dengan tegangan positif (+) dari catu daya dan kutub egative (-)

dihubungkan dengan tegangan egative dari catu daya.

Apabila dalam pemakaian terjadi dalah sambung (terbalik hubungannya) maka

besar kemungkinan. Kapasitor tersebut akan rusak. Maka dari itu pada waktu kita

memasang kapasitor jenis ini perlu diperhatikan kutub-kutubnya. Pada umumnya

kapasitor elektrolit memiliki nilai Kapasitas yang besar dan dibuat dalam satuan

Mikro Farad (µF). Dalam penulisannya biasanya dituliskan langsung pada

26
badannya termasuk dengan nilai Working Voltagenya (WV). Kapasitor jenis ini

kebanyakan dipakai dalam rangkaian Power Supply dan fungsinya adalah

menyaring tegangan arus bolak-balik dari tegangan arus searah yang dibuang

melalui ground. Tampak pada gambar diatas polaritas egative pada kaki

Kondensator Elektrolit. Selain kondensator elektrolit yang mempunyai polaritas

pada kakinya, ada juga kondensator yang berpolaritas yaitu kondensator solid

tantalum.

Kerusakan umum pada kondensator elektrolit di antaranya adalah:

1. Kering (kapasitasnya berubah)

2. Konsleting Meledak, yang dikarenakan salah dalam pemberian tegangan

positif dan negatifnya, jika batas maksimum voltase dilampaui juga bisa

meledak.

2.9 Dioda

Dioda adalah komponen aktif yang memiliki dua kutub dan bersifat

semikonduktor. Dioda juga bisa dialiri arus listrik ke satu arah dan menghambat

arus dari arah sebaliknya.

Gambar 2.19 Dioda

27
Sebuah dioda memungkinkan listrik mengalir dalam satu arah saja dan

menghalangi aliran ke arah yang berlawanan.Mereka dapat dianggap sebagai

katup satu arah dan mereka digunakan dalam berbagai sirkuit, biasanya sebagai

perlindungan. Ada berbagai jenis dioda namun fungsi dasar mereka adalah sama.

2.10 Switch / Saklar

Saklar toggle adalah bentuk saklar yang paling sederhana, dioperasikan

oleh sebuah tuas toggle yang dapat ditekan ke atas atau ke bawah.

Gambar 2.20 Saklar Toggle

Menurut konvensinya, posisi ke bawah mengindikasikan keadaan hidup

atau menutup atau disambungkan. Saklar toggle yang diperlihatkan di dalam foto

memiliki tuas dengan posisi ke atas. Di belakang tuas terdapat sebuah alur sekrup

(dolly) yang dilengkapi dengan sebuah mur besar. Alur dan mur ini digunakan

untuk memasangkan saklar disebuah panel. Di bagian belakang saklar terdapat

dua buah ta (cantolan) terminal, tempat dimana kawat-kawat listrik disambung

dan disolder.

28
2.11 Sensor Debu

Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan

lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi

besaran listrik disebut Transduser. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat

dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer. Sharp Optical Dust Sensor

(GP2Y1010AU0F) sangat efektif dalam mendeteksi partikel yang sangat halus

seperti debu, dan umumnya digunakan dalam sistem pembersih udara

memancarkan dioda inframerah dan phototransistor yang diagonal diatur dalam

perangkat ini, untuk memungkinkan untuk mendeteksi cahaya yang dipantulkan

dari debu di udara. Sensor ini memiliki konsumsi yang sangat rendah saat ini

(20mA max, 11mA khas), dan dapat didukung dengan sampai 7VDC. Output dari

sensor tegangan analog sebanding dengan kepadatan debu diukur, dengan

sensitivitas0.5V/0.1mg/m3. Berikut terlihat pada gambar 2.21

Gambar 2.21 Sensor Debu

Ukuran yang sangat kecil pada sensor debu ini sangat memudahkan pemakaian

dan menghemat energy. Sensor ini dapat menciptakan Digital output ke

Particulate Matters (PM) atau Polusi partikel yaitu istilah untuk campuran partikel

padat dan tetesan cairan yang ditemukan di udara. Beberapa partikel, seperti debu,

kotoran, jelaga, atau asap, yang besar atau cukup gelap untuk dilihat dengan mata

29
telanjang dan begitu kecil hanya dapat dideteksi dengan menggunakan mikroskop

elektron.

A. Spesification

 Grove compatible interface(extra wire with connecter)

 Supply voltage range: 5V

 Minimum detect particle: 1um

 PWM output

 Dimensions:59(W)x45(H)x22(D) (mm)

 Supply voltage: 5-7V

 Operating temperature: -10-65 Celsius degree

 Consumption current:20mA max

2.12 Regulator 7805

Sirkuit terpadu seri 7805 (kadang-kadang dikenal sebagai LM78805)

adalah sebuah keluarga sirkuit terpadu regulator tegangan linier monolitik bernilai

tetap.

Gambar 2.22 Regulator 7805

30
Sirkuit terpadu seri 7805 (kadang-kadang dikenal sebagai LM78805)

adalah sebuah keluarga sirkuit terpadu regulator tegangan linier monolitik bernilai

tetap. Keluarga 78xx adalah pilihan utama bagi banyak sirkuit elektronika yang

memerlukan catu daya teregulasi karena mudah digunakan dan harganya relatif

murah. Untuk spesifikasi IC individual, xx digantikan dengan angka dua digit

yang mengindikasikan tegangan keluaran yang didesain, contohnya 7805

mempunyai keluaran 5 volt dan 7812 memberikan 12 volt. Keluarga 78xx adalah

regulator tegangan positif, yaitu regulator yang didesain untuk memberikan

tegangan keluaran yang relatif positif terhadap ground bersama. Keluarga 7905

adalah peranti komplementer yang didesain untuk catu negatif. IC 7805 dan 7905

dapat digunakan bersamaan untuk memberikan regulasi tegangan terhadap

pencatu daya split.

IC 7805 mempunyai tiga terminal dan sering ditemui dengan kemasan TO220,

walaupun begitu, kemasan pasang-permukaan D2PAK dan kemasan logam TO3

juga tersedia. Peranti ini biasanya mendukung tegangan masukan dari 3 volt di

atas tegangan keluaran hingga kira-kira 36 volt, dan biasanya mempu pemberi

arus listrik hingga 1.5 Ampere (kemasan yang lebih kecil atau lebih besar

mungkin memberikan arus yang lebih kecil atau lebih besar).

2.13 LCD ( liquid Crystal Display )

Penampil kristal cair (Inggris: liquid crystal display; LCD) adalah suatu

jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama.

31
Gambar 2.23 LCD

LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik

seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer. Kini LCD mendominasi jenis

tampilan untuk komputer meja maupun notebook karena membutuhkan daya

listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki

resolusi tinggi. Pada LCD berwarna semacam monitor, terdapat banyak sekali titik

cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai sebuah titik cahaya.

Walau disebut sebagai titik cahaya, kristal cair ini tidak memancarkan cahaya

sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah lampu neon

berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair. Titik cahaya yang

jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang membentuk tampilan citra.

Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena pengaruh

polarisasi medan magnetik yang timbul dan oleh karenanya akan hanya

membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan warna lainnya tersaring.

32