Anda di halaman 1dari 1

Mengapa Perasaan Rindu

Seringkali Menyesakkan
Dada?

Fimela.com, Jakarta Perasaan rindu bisa melanda siapa saja. Rasa rindu ini bahkan
akan terasa begitu menyesakkan dada bagi mereka yang sedang jatuh cinta namun
terpisah jarak dan waktu. Semakin lama rindu di tahan di dada, semakin menggebu
rindu tersebut. Lantas apa obatnya?

Banyak yang bilang bahwa obat dari segala rindu adalah pertemuan. Namun benarkah
seperti itu? Pertemuan memang bisa mengobati rindu dalam sesaat. Setelah itu, rindu
bisa kembali muncul dengan volume yang lebih besar. Rindu juga bisa kembali muncul
dengan cara lebih menggebu bahkan menyakitkan setelah perpisahan.

Melansir dari laman yourtango.com, perasaan rindu atau kangen adalah perasaan yang
muncul bersamaan dengan rasa cinta. Para peneliti menemukan jika saat seseorang
jatuh cinta, ini berhubungan erat dengan hormon dopamin dalam tubuh. Hormon
dopamin sendiri memiliki pengaruh kuat terhadap rasa sakit, bahagia dan hasrat dalam
diri.

Saat dilanda rindu atau cinta, hormon dopamin di tubuh pun akan meningkat dan
membuat perasaan terasa sakit, bahagia juga tak karuan dalam waktu yang sama. Para
ahli juga menemukan jika produksi dopamin berpengaruh besar terhadap hormon
serotonin dalam tubuh. Hormon serotonin adalah hormon yang mengendalikan stres,
suasana hati serta nasfu.

Bagi perempuan, perasaan rindu atau kangen juga dipengaruhi oleh aktivitas hormon.
Gabrielle Lichterman dari Hormone Horoscope mengungkapkan jika siklus bulanan
pada perempuan mempengaruhi hormonnya. Ini nantinya meningkatkan rasa rindu,
kangen, cemas, cinta dan bahagia di waktu bersamaan. Siklus bulanan juga
berpengaruh besar terhadap sensitivitas, suasana hati dan tingkat ketergantungannya
pada seseorang.

Mengenai perasaan rindu ini, para ahli menyarankan agar kita bisa mengendalikan
rindu sebaik mungkin. Jangan sampai perasaan rindu yang menggebu-gebu atau
cenderung lebay justru menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.