Anda di halaman 1dari 7

1.

Apakah permasalahan dan tantangan manajemen yang umum bagi perusahaan-


perusahaan global yang dialami oleh Sherwin-Williams? Apakah factor-faktor
manajemen, organisasi dan teknologi yang bertanggung jawab atas permasalahan
tersebut?

perusahcaan industri cat terbesar di Amerika Serikat yaitu “SHERWIN-WILLIAMS


COMPANY''
SHERWIN-WILLIAMS didirikan pada tahun 1866 oleh dua orang veteran perang saudara.
Perusahaan ini adalah perusahaan pertama di Amerika Serikat yang memproduksi cat yang sudah
dicampur (ready mixed paints).
Dalam perkembangan awal SHERWIN-WILLIAMS menekankan pada paduan vertical dan
paduan kedepan (forward integration) ,kemudian berkembang menjadi perusahaan yang sangat
agresif dan terdiversifikasi secara horizontal. SHERWIN-WILLIAMS memperkenalkan
produknya dengan nama KEMTONE yang sudah memiliki jumlah outlets yang sangat besar
(1702 pada tahun 1975). Perusahaan ini tumbuh sangat pesat rata-rata diatas 12% per tahunnya,
dan memiliki laba ekuitas atas pemegang saham di atas 10%, akan tetapi pertumbuhan ini sejak
tahun 1960 menurun terus sampai akhirnya kuranq dari 3. Persaingan dan teknologi memeganq
peran penting sehingga laju pertumbuhan ini dapat mengakibatkan jumlah penujalan yang besar
akan tetapi tidak diimbanqi dengan pertambahan laba, hal ini mengakibatkan Manajemen
mengambil sikap untuk pertama kalinya tidak membayar deviden karena perusahaan mengalami
kerugian besar yaitu $ 8.200,000.00 pada akhir tahun 1977. Akibat kerugian ini memang sangat
fatal, Manajemen diganti dengan dewan direksi baru dan harqa saham turun drastic lebih kurang
separuhnya. Sherwin-Wiliams merasa pengaruh lingkungan eksternal yang mengakibatkan
kerugiannya yang menyebabkan Walter Spencer, CEO, mengundurkann diri dan untuk pertama
kalinya. Sherwin Williams Company menerima CEO baru John G. Breen yang mengadakan
perubahan organisasional dan budaya. budayanya berubah tajam dari paternalistik menjadi
berdasarkan kinerja. Gaya manajemen menjadi agresif dan menuntut. Struktur yang sentralisasi
diganti menjadi desentralisasi dan otonom. Perubahan ini terjadi ketika perusahaan mengadakan
dua strategi utama, pertama strategi turnaround,: bisnis harus diselamatkan. Isu bisnis saat itu
ialah survival dan digambarkan dengan slogan “ Uang kas adalah Raja”. Penekanan manajemen
pada pengendalian biaya, manajemen modal kerja, sistem dan kontrol keuangan dan pembubaran
bisnis yang tidak menguntungkan. Jangka waktu perencanaan ialah satu kali satu hari. Setelah
,mencapai keseimbangan keuangan, dilakukan strategi kedua : menekankan pada pertumbuhan,
strategi ini menetapkan sasaran pertumbuhan yang menguntungkan, pengembangan penjualan
dan pangsa pasar, mutu produk, akuisisi dalam bisnis inti dan perencanaan jangka panjang.
Slogannya ialah “ Cat adalah Raja”.
Perubahan bisnis ini akhirnya mempengaruhi fungsi SDM. Semua ini disebabkan oleh budaya
dan struktur perusahaan yang baru serta kebijakan SDM dan prakteknya dibuat. Perubahan-
perubahan dalam lingkungan internal perusahaan Sherwin William telah dilakukan untuk
menghadapi perubahan lingkungan external perusahaan terutama menghadapi globalisasi, agar
perusahaan terus bertahan dan tetap mampu meraih keunggulan bersaing. Namun Sherwin
William Company masih belum mampu mengasumsikan bahwa perusahaan akan menjadi lebih
konstan, sampai hari ini. Untuk mampu bertahan terhadap pesaing lama dan pesaing baru yang
bermunculan dan sifatnya selalu meniru produk dari kualitas dan harga, dengan kasus yang
dihadapi Sherwin William
Masalah yang dialami Sherlin Williams adalah sulitnya menemukan solusi bisnis yang tepat
untuk membuat informasi global dalam bisnis. Di sisi lain keuntungan internasional masih
menyumbang kurang dari 20% dari pendapatan Sherwin-Williams pada tahun 2010, selain itu
penyedia bahan baku Sherwin-Williams telah menggeser operasi mereka ke luar negeri. Banyak
pemasok, pelanggan dan pesaing mereka juga sudah berkembang secara global. Selain itu
masalah yang dialami adalah cara untuk menemukan sumber dari suplier dan menggunakan ERP
secara efektif dalam distribusi dan efisiensi biaya. Dalam rangka untuk melakukan ekspansi
global, Sherwin-Williams menyadari bahwa investasi TI sangatlah penting karena bahan baku
dan produk jadi memakan biaya yang mahal. Tantangan tambahan yang muncul adalah belum
sempurna nya dan tidak fungsional nya sistem TI karena adanya akuisisi. Hanya beberapa yang
memiliki sistem ERP yang efektif dan standar implementasi diperlukan di semua bisnis unit.
Sistem ERP di masa depan diperlukan untuk mensentralisasi data untuk meningkatkan
pengambilan keputusan serta mendukung perbedaan lokal dan menghindari rusak nya hubungan
bisnis lokal yang ada.

Ada factor- factor manajemen yang bertanggung jawab atas permasalahan diatas antara lain
sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP), manajemen hubungan pelanggan (CRM),
manajemen data perusahaan dan fungsi- fungsi manajemen rantaai pasok yang sudah diatur
sedemikian rupa dengan Oracle E-Business Suite. Sherwin-Williams diorganisasikan ketiga unit
bisnis, paint stores group, consumer group, dan global finishes group yang memiliki peran
penting dalam kemajuan mencapai pasang global
2. Bagaimana sistem global Sherwin-Williams yang baru dapat mendukung strategi

bisnis? Seberapa Efektifkah solusi yang dipilih oleh perusahaan tersebut?

Langkah-langkah yang dilakukan Sherwin William company antara lain,


Penekanan manajemen pada pengendalian biaya, manajemen modal kerja, sistem
dan kontrol keuangan dan pembubaran bisnis yang tidak menguntungkan. Jangka
waktu perencanaan ialah satu kali satu hari.
MenurutDay & Wensley (1988) menyatakan bahwa keunggulan bersaing
berkelanjutan merupakan bentuk-bentuk strategi untuk membantu peusahaan
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pendapat tersebut didukung oleh
Ferdinand (2003) yang menyatakan bahwa pada pasar yang bersaing, kemampuan
perusahaan menghasilkan kinerja, terutama kinerja keuangan, sangat bergantung
pada derajad keunggulan kompetitifnya. Untuk melanggengkan keberadaannya,
keunggulan bersaing perusahaan tersebut juga harus berkelanjutan (sustainable)
karena pada dasarnya perusahaan ingin melanggengkan keberadaannya.
Keunggulan bersaing berkelanjutan merupakan strategi perusahaan untuk
mencapai tujuan akhirnya, yaitu kinerja yang menghasilkan keuntungan (profit)
tinggi.
Sherwin-Williams memilih Oracle E-Business Suite, Oracle E-Business Suite (EBS) merupakan
produk internet enabled yang dapat dikelola dari satu situs. Sebuah perusahaan dapat
mengoperasikan pusat data tunggal dengan database tunggal, mirip dengan produk ERP lainnya.
Oracle EBS meliputi sumber daya perusahaan perusahaan perencanaan (ERP) produk serta
manajemen rantai suplai (SCM) dan manajemen hubungan pelanggan (CRM) aplikasi dan fungsi
–fungsi manajemen rantai pasokan.Oracle EBS yang mencakup puluhan aplikasi yang meliputi
EBS Oracle antara lain Oracle CRM, Oracle Financials, Oracle Manajemen Sumber Daya
Manusia Sistem (HRMS), Oracle Logistik, Supply Chain Aplikasi Oracle, Oracle Order
Management, Oracle Manajemen Transportasi, Oracle Warehouse Sistem Manajemen
Setiap aplikasi berlisensi secara terpisah sehingga perusahaan dapat memilih kombinasi yang
cocok untuk proses bisnis mereka. Mereka juga mulai menggunakan sitem online untuk
manufaktur, operasi, layanan pelanggan, dan keuangan. Mereka juga berusaha untuk
mendapatkan sebanyak mungkin keakraban dengan pelanggan dan mendapatkan penerimaan dari
karyawan lokal dan mitra supply chain,karena manfaat ERP hanya dapat terwujud jika dapat di
terima dan di gunakan dengan baik dan benar. Solusi yang di pilih sangat efektif walaupun
pendekatan yang lamban ini tetapi sesuai, maka rangkaian perangkat lunak oracle tersebut
diperpanjang ke Amerika Serikat,Cina dan Asia tenggara. Hub Data manajemen informasi
produk oracle, suatu sistem manajemen data perusahaan (Enterprise data menejememt )
ditambahkan untuk menyentralisasikan, dan mengoordinasikan produk Sherwin-Williams,
pemasok, dan data konsumen. Sentra data perusahaan terletak di Amerika Serikat yang dikelola
oleh tim di Cleveland. Hub data yang disentarlisasikan telah memungkinkan untuk menyebarkan
proses bisnis standar yang terperincih seperti perencanaan, pengadaan pembayaran, pemesanan
uang tunai, akuntansi pelaporan dan formulasi membangun. Menginput formula kealur kerja
Oracle E-Busniness Suite terbilang sangat cepat yang telah disesuaikan oleh lokasi. Oracle E-
Business Suite juga memungkinkan distribusi data yang efisien terhadap proses pembukuan dan
keuangannya. Sherwin-William meggunakan penetapan biaya standard dan pelaporan yang
berbeda-beda, yang menestimasi biaya produksi, menghitung perbedaan biaya yang actual dan
standar serta membebankan perbedaan pada biaya barang yang terjual. Namun, dengan memilih
Oracle E-Business Suite, perusahaan dapat dengan lebih mudah memindahkan data pada metode
pembukuan yang berbeda seperti LIFO ( last in first out), FIFO ( first in first out) dan
AVERAGE ( rata-rata). Akuntansi, Logistik, Manufaktur dan proses rantai pasokan yang
diterapkan dalam kawasan global ini memiliki manfaat meliputi menurunkan waktu pemrosesan
tagihan, kemampuan untuk menegosiasikan transaksi tanpa kertas yang terdiskonto, serta
pembagian pengetahuan. Tim oracle juga memiliki mobilitas yang sangat tinggi untuk
mengontrol, mengunjungi pabrik-pabrik manufaktur serta kantor selama peluncuran dan
pembaruan untuk memastika bahwa solusi yang telah mereka pasang dapat memenuhi
kebutuhan. Sherwins-williams diorganisasi ketiga unit bisnis paint stores group, consumer group,
dan global finishes group sehingga data regional dapat dikumpulkan seperti dapat menjumlahkan
semua pembelian dari para pemasok global tertentu. Yang terbaru, meningkatkan biaya bahan
material mentah telah menekan margin keuntungan, membuat kemampuan yang khusus ini
berharga bagi para pengambil keputusan. Departemen TI menerapkan sistem Oracke ke level
berikutnya berdasarkan input dari para pemangku kepentingan. Mempelajari bisnis dari bawah
keatas dan mendengarkan kepada para mitra rantai pasokan untuk memaksimalkan kolaborasi.
Infrastruktur Oracle pada Sherwin-Willliams akan terus menghadirkan peluang-peluang bagi
inovasi teknologi dan fleksibilitas pasar yang membangun perusahaannya akan berlanjut untuk
mendorong menuju ke masa yang akan datang. Solusi untuk memilih Oracle E-Business Suite
sangat efektif karena dengan sistem ini mereka dapat mengurangi waktu pengolahan,
mengurangi biaya yang diperlukan, mengurangi pemakaian kertas dan berbagi informasi sangat
cepat dan akurat untuk keberhasilan jangka panjang.

LIMA STRATEGI DASAR BERSAING


Secara umum kalau dikaitkan dengan target pasar serta bentuk keunggulan bersaing yang ingin
dicapai perusahaan, yaitu:
Alow cost leadersehip strategy: suatu strategi dalam penyediaan produk dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan konsumen secara luas, dengan harga yang serendah mungkin.
A broad differentiation strategy: Suatu strategi dalam penyediaan produk dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan konsumen secara luas, dengan cara dan spesifikasi produk yang
ditampilkan beda dibandingkan pesaing.
A best-cost provider strategy: Suatu strategi dalam penyediaan produk dan jasa yang nilainya
lebih besar daripada uang yang dikeluarkan konsumen.
A focus market niche strategy based on lower cost: Strategi yang memfokuskan pada penyediaan
produk dan jasa untuk memenuhi pasar yang sempit dengan harga yang lebih rendah daripada
pesaing.
A focused or market niche strategy based on differentiation: Strategi untuk melayani pasar yang
sempit dan spesifik dengan cara yang betul-betul beda.

Anda mungkin juga menyukai