Anda di halaman 1dari 9

Indeks Pembangunan Manusia 2018

No.43/05/19/TAHUN IV, 6 Mei 2019

BADAN PUSAT STATISTIK


PROVINSI LAMPUNG

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)


Tahun 2018
• Pembangunan manusia di Provinsi Lampung terus
mengalami kemajuan. Pada tahun 2018, IPM Lampung
telah mencapai 69,02. Angka ini meningkat sebesar
0,77 poin atau tumbuh sebesar 1,13 persen
dibandingkan tahun 2017.
• Bayi yang baru lahir pada tahun 2018 memiliki
69,02. harapan untuk dapat hidup hingga 70,18 tahun, lebih
lama 0,23 tahun dibandingkan dengan mereka yang
lahir pada tahun sebelumnya.
• Anak-anak yang pada tahun 2018 berusia 7 tahun
memiliki harapan dapat menikmati pendidikan
selama 12,61 tahun (Diploma I), lebih lama 0,15
tahun dibandingkan dengan anak yang berumur sama
pada tahun 2017.
• Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata
telah menempuh pendidikan selama 7,82 tahun
(kelas VIII), lebih lama 0,03 tahun dibandingkan
tahun sebelumnya.
• Pada tahun 2018, masyarakat Lampung memenuhi
kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per
kapita yang disesuaikan sebesar Rp9,86 juta rupiah,
meningkat Rp445 ribu rupiah dibandingkan
pengeluaran tahun sebelumnya.

1
1. Perkembangan IPM Lampung tahun 2010-2018
Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk
(enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur
keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam
memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan
oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode
penghitungan direvisi pada tahun 2010. BPS mengadopsi perubahan metodologi
penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting sejak tahun
2010.
IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long
and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard
of living). Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat
lahir (UHH) yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir
untuk hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat
kelahiran sama sepanjang usia bayi. Pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata
Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata
lamanya (tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal.
Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal yang
diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Standar
hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita disesuaikan, yang ditentukan
dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (purchasing power parity).
IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks
pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan
melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen
indeks.
Gambar 1
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung, 2010-2018

68.25 69.02
66.95 67.65
65.73 66.42
64.20 64.87
63.71

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan


pembangunan dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia,
terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian.
Secara umum, pembangunan manusia Lampung terus mengalami kemajuan selama
periode 2010 hingga 2018. IPM Lampung meningkat dari 63,71 pada tahun 2010 menjadi
69,02 pada tahun 2018. Selama periode tersebut, IPM Lampung rata-rata tumbuh sebesar
1,00 persen per tahun. Pada periode 2017-2018, IPM Lampung tumbuh 1,13 persen.

2
Selama periode 2010 hingga 2018, IPM Lampung menunjukkan kemajuan yang cukup
baik, status pembangunan manusia masih tetap berstatus “sedang”, walaupun kini
berada dibawah level nasional. Saat ini, pembangunan manusia Indonesia telah berstatus
“tinggi”, mencapai angka 71,39, sementara selama periode 2010 hingga 2015
pembangunan manusia Indonesia hanya berstatus “sedang” (berada dibawah angka 70).

2. Pencapaian Kapabilitas Dasar Manusia


Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga aspek
esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Oleh karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap
komponennya. Seiring dengan meningkatnya angka IPM, indeks masing-masing komponen
IPM juga menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun.

Tabel 1
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung
Menurut Komponen, 2010-2018
Komponen Satuan 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) Tahun 68,91 69,12 69,33 69,55 69,66 69,90 69,94 69,95 70,18

Harapan Lama Sekolah (HLS) Tahun 10,88 11,04 11,37 11,90 12,24 12,25 12,35 12,46 12,61

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Tahun 7,26 7,28 7,30 7,32 7,48 7,56 7,63 7,79 7,82

Pengeluaran per Kapita Rp 000 7 964 8 118 8 273 8 415 8 476 8 729 9 156 9 413 9 858
IPM 63,71 64,20 64,87 65,73 66,42 66,95 67,65 68,25 69,02
Pertumbuhan IPM % - 0,76 1,04 1,33 1,05 0,79 1,05 0,89 1,13

a) Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat


Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur
panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010
hingga 2018, Lampung telah berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup saat lahir
sebesar 1,27 tahun. Selama periode tersebut, secara rata-rata Umur Harapan Hidup
tumbuh sebesar 0,23 persen per tahun. Pada tahun 2010, Umur Harapan Hidup saat
lahir di Lampung sebesar 68,91 tahun, dan pada tahun 2018 telah mencapai 70,18
tahun.
Gambar 2
Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) Provinsi Lampung, 2010-2018

69.66 69.90 69.94 69.95 70.18


69.12 69.33 69.55
68.91

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

3
b) Dimensi Pengetahuan
Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama
Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah. Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun
ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2018, Harapan Lama Sekolah di Provinsi
Lampung telah meningkat sebesar 1,73 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah
meningkat 0,56 tahun.
Selama periode 2010 hingga 2018, Harapan Lama Sekolah secara rata-rata
tumbuh sebesar 1,87 persen per tahun. Meningkatnya Harapan Lama Sekolah menjadi
sinyal positif bahwa semakin banyak penduduk yang bersekolah. Pada tahun 2018,
Harapan Lama Sekolah di Lampung telah mencapai 12,61 tahun yang berarti bahwa
anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka
hingga Diploma 1.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di
Lampung tumbuh 0,94 persen per tahun selama periode 2010 hingga 2018.
Pertumbuhan yang positif ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas
manusia Lampung yang lebih baik. Pada tahun 2018, secara rata-rata penduduk
Indonesia usia 25 tahun ke atas mencapai 7,82 tahun, atau telah mencapai pendidikan
hingga kelas VIII.

Gambar 3
Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Provinsi Lampung
2010-2018

11.90 12.24 12.25 12.35 12.46 12.61


10.88 11.04 11.37

7.26 7.28 7.30 7.32 7.48 7.56 7.63 7.79 7.82

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018


HLS RLS

c) Dimensi Standar Hidup Layak


Dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup
layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita (harga konstan 2012). Pada
tahun 2018, pengeluaran per kapita yang disesuaikan masyarakat Lampung mencapai
Rp9,86 juta per tahun. Selama delapan tahun terakhir, pengeluaran per kapita
masyarakat meningkat sebesar 2,71 persen per tahun.

4
Gambar 4
Pengeluaran per Kapita per Tahun Provinsi Lampung, 2010-2018 (Rp000)

9,858
9,413
9,156
8,729
8,273 8,415 8,476
7,964 8,118

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

3. Pencapaian Pembangunan Manusia di Tingkat Kabupaten/Kota


Pada tahun 2018, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota
cukup bervariasi. IPM pada level kabupaten/kota berkisar antara 62,88 (Kabupaten
Mesuji) hingga 76,63 (Kota Bandar Lampung). Pada dimensi umur panjang dan hidup
sehat, Umur Harapan Hidup saat lahir berkisar antara 62,85 tahun (Kabupaten Pesisir
Barat) hingga 71,29 tahun (Kota Metro). Sementara pada dimensi pengetahuan, Harapan
Lama Sekolah berkisar antara 11,61 tahun (Kabupaten Mesuji) hingga 14,29 tahun (Kota
Metro), serta Rata-rata Lama Sekolah berkisar antara 6,60 tahun (Kabupaten Mesuji)
hingga 10,90 tahun (Kota Bandar Lampung). Pengeluaran per kapita yang disesuaikan di
tingkat kabupaten/kota berkisar antara 7,72 juta rupiah per tahun (Kabupaten
Pesawaran) hingga 11,95 juta rupiah per tahun (Kota Bandar Lampung).

Gambar 5
IPM Lampung Menurut Kabupaten/Kota dan Status Pembangunan Manusia, 2018

: Status “Tinggi”

: Status “Sedang”

5
Kemajuan pembangunan manusia pada tahun 2018 juga terlihat dari perubahan
status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota. Seluruh kabupaten di
Lampung pada tahun 2018 ini telah berstatus “sedang”, sama dengan tahun
sebelumnya. Pada tahun 2015, Kabupaten Mesuji masih berstatus “rendah” dengan
nilai IPM 59,79, tapi pada tahun 2016, IPM Kabupaten Mesuji sudah mencapai angka
60,72. Sedangkan 2 kota di Provinsi Lampung yaitu Kota Metro dan Kota Bandar
Lampung keduanya tetap berstatus “tinggi”.
Peningkatan IPM di tingkat provinsi juga tercermin pada level kabupaten/kota.
Selama periode 2017 hingga 2018, seluruh provinsi mengalami peningkatan IPM. Pada
periode ini, tercatat tiga kabupaten dengan kemajuan pembangunan manusia paling
cepat, yaitu Kabupaten Mesuji (1,63 persen), Kabupaten Lampung Timur (1,45
persen), dan Kabupaten Pesisir Barat (1,22 persen). Kemajuan pembangunan manusia
di tiga kabupaten tersebut lebih dikarenakan perbaikan dimensi standar hidup layak.
Sementara itu, kemajuan pembangunan manusia di Kota Metro (0,46 persen),
Kabupaten Pesawaran (0,84 persen), dan Kota Bandar Lampung (0,86 persen) tercatat
paling lambat selama tahun 2017-2018.

6
Tabel 2
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Menurut Kabupaten/Kota, 2017-2018
Pengeluaran per
UHH EYS MYS
Kapita IPM
(Tahun) (Tahun) (Tahun)
(000 rupiah)
Kab/Kota
Capaian Pertumbuhan (%)
2017 2018 2017 2018 2017 2018 2017 2018
2017 2018 2017-2018

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12)
Lampung Barat 66,86 67,09 12,18 12,19 7,33 7,60 9 517 9 741 66,06 66,74 1,03

Tanggamus 67,80 68,04 12,14 12,15 6,88 6,96 8 661 9 107 64,94 65,67 1,12

Lampung Selatan 68,65 68,87 12,05 12,17 7,66 7,67 9 310 9 781 66,95 67,68 1,09

Lampung Timur 70,11 70,31 12,44 12,83 7,56 7,57 9 453 9 908 68,05 69,04 1,45

Lampung Tengah 69,28 69,46 12,60 12,90 7,38 7,51 10 820 11 052 68,95 69,73 1,13

Lampung Utara 68,48 68,71 12,43 12,44 7,99 8,19 8 369 8 559 66,58 67,17 0,89

Way Kanan 68,74 68,95 12,32 12,33 7,34 7,35 8 522 8 979 65,97 66,63 1,00

Tulangbawang 69,41 69,59 11,71 11,73 7,15 7,22 10 098 10 553 67,07 67,70 0,94

Pesawaran 68,29 68,53 12,26 12,28 7,45 7,47 7 449 7 724 64,43 64,97 0,84

Pringsewu 69,14 69,44 12,77 12,78 7,85 8,01 9 731 10 190 68,61 69,42 1,18

Mesuji 67,49 67,71 11,59 11,61 6,39 6,60 7 319 7 774 61,87 62,88 1,63

Tulang Bawang Barat 69,35 69,56 11,98 11,99 7,09 7,10 7 747 8 205 64,58 65,30 1,11

Pesisir Barat 62,54 62,85 11,95 11,97 7,58 7,59 7 890 8 355 62,20 62,96 1,22

Kota Bandar Lampung 70,84 71,01 13,87 14,23 10,89 10,90 11 699 11 952 75,98 76,63 0,86

Kota Metro 71,13 71,29 14,28 14,29 10,57 10,61 11 397 11 636 75,87 76,22 0,46

LAMPUNG 69,95 70,18 12,46 12,61 7,79 7,82 9 413 9 858 68,25 69,02 1,13

Keterangan :
UHH : Umur Harapan Hidup saat lahir
HLS : Harapan Lama Sekolah
RLS : Rata-rata Lama Sekolah

7
CATATAN TEKNIS
I. Sumber Data
o Angka Harapan Hidup saat lahir: Sensus Penduduk 2010 (SP-2010), Proyeksi Penduduk, Survei
Penduduk Antar Sensus (SUPAS).
o Angka Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Perkapita Disesuaikan:
Survei Sosial Ekonomi Nasional dan (SUSENAS)

II. Penyusunan Indeks


Sebelum menghitung IPM, setiap komponen IPM harus dihitung indeksnya. Formula yang digunakan
dalam penghitungan indeks komponen IPM adalah sebagai berikut:
𝐴𝐻𝐻−𝐴𝐻𝐻𝑚𝑖𝑛
Indeks Kesehatan 𝐼𝐾𝑒𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡𝑎𝑛 =
𝐴𝐻𝐻𝑚𝑎𝑘𝑠 −𝐴𝐻𝐻𝑚𝑖𝑛

𝐻𝐿𝑆−𝐻𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛
Indeks Pendidikan 𝐼𝐻𝐿𝑆 =
𝐻𝐿𝑆𝑚𝑎𝑘𝑠 −𝐻𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛

𝑅𝐿𝑆−𝑅𝐿𝑆𝑚𝑖𝑛
𝐼𝑅𝐿𝑆 =
𝑅𝐿𝑆𝑚𝑎𝑘𝑠 −𝑅𝐿𝑆𝑆𝑚𝑖𝑛

𝐼𝐻𝐿𝑆 +𝐼𝑅𝐿𝑆
𝐼𝑃𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 =
2

Indeks Pengeluaran
ln 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛 − ln 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛𝑚𝑖𝑛
𝐼𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛 =
ln 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛𝑚𝑎𝑘𝑠 − ln 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛𝑚𝑖𝑛

Untuk menghitung indeks masing-masing komponen IPM digunakan batas maksimum dan minimum
seperti terlihat dalam tabel berikut.

Komponen Satuan Min Max

Angka Harapan Hidup saat Lahir (AHH 0) Tahun 20 85

Harapan Lama Sekolah (HLS) Tahun 0 18

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Tahun 0 15

Pengeluaran per Kapita Disesuaikan Rupiah 1.007.436 26.572.352

Selanjutnya nilai IPM dapat dihitung sebagai:

3
𝐼𝑃𝑀 = 𝐼𝐾𝑒𝑠𝑒ℎ𝑎𝑡𝑎𝑛 × 𝐼𝑃𝑒𝑛𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘𝑎𝑛 × 𝐼𝑃𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟𝑎𝑛

III. Status Pembangunan Manusia

Capaian pembangunan manusia di suatu wilayah pada waktu tertentu dapat dikelompokkan ke
dalam empat kelompok. Pengelompokan ini bertujuan untuk mengorganisasikan wilayah-wilayah
menjadi kelompok-kelompok yang sama dalam hal pembangunan manusia.

1. Kelompok “sangat tinggi”: IPM ≥ 80


2. Kelompok “tinggi”: 70 ≤ IPM < 80
3. Kelompok “sedang”: 60 ≤ IPM < 70
4. Kelompok “rendah”: IPM < 60

8
Diterbitkan oleh:

Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh


Jl. Basuki Rahmat no. 54 Teluk Betung,
Bandar Lampung, 35215 Undang-Undang, hak cipta melekat pada
Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan,
Ir. Nurul Andriana
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan
Analisis Statistik
Pusat Statistik.
E-mail : bps1800@bps.go.id