Anda di halaman 1dari 5

Borang Kasus Medis

No. ID dan Nama Peserta dr. Gretta Gisela Sekarayu


No. ID dan Nama Wahana RSUD Mukomuko
Topik Demam Tifoid
Tanggal (kasus) 20 Mei 2016
Nama Pasien Tn. ARW No. RM 122187
Tanggal Presentasi 2 Juni 2016 Pendamping dr. Salomo M. Gultom
Tempat Presentasi Ruang Aula RSUD Mukomuko
Objektif Presentasi
□ Keilmuan □ Keterampilan □ Penyegaran □ Tinjauan Pustaka
□ Diagnostik □ Manajemen □ Masalah □ Istimewa
□ Neonatus □ Bayi □ Anak □ Remaja □ Dewasa □ Lansia □ Bumil
□ Deskripsi Laki-laki, usia 35 tahun, datang dengan keluhan demam sejak 8 hari SMRS
□ Tujuan Menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan Demam Tifoid
□ Tinjauan
Bahan Bahasan □ Riset □ Kasus □ Audit
Pustaka
□ Presentasi dan
Cara Membahas □ Diskusi □ E-mail □ Pos
Diskusi
Data Pasien Tn. ARW No. Registrasi : 122187
Nama RS : RSUD Mukomuko Telp : Terdaftar sejak :
Data Utama untuk Bahan Diskusi :

1. Diagnosis / Gambaran Klinis : Demam Tifoid.

2. Riwayat Pengobatan : Pasien sudah minum obat penurun panas yang diberikan oleh bidan.

3. Riwayat Kesehatan / Penyakit : Tidak ada riwayat keluhan yang sama


4. Riwayat Keluarga : Tidak ada riwayat keluarga dengan keluhan serupa
5. Riwayat Pekerjaan : PNS
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik : Pasien tinggal bersama orangtua, rumah semi permanen, di lingkungan
rumah yang sering dilewati pedagang makanan keliling dan sering jajan makanan tersebut.

1
7. Lain-lain : -
Daftar Pustaka :
1. Tierney, Lawrence M. Enteric Fever (Typhoid Fever). Dalam: Essentials of Diagnosis & Treatment.
New York: Lange Medical Books/McGraw-Hill, 2002.
2. Mansjoer A. Kapita Selekta Kedokteran Edisi III Jilid 2. Jakarta:Media Aesculapius FK UI. 2000;
432-3.
3. Widodo D. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK-UI;
2006.
Hasil Pembelajaran :
1. Diagnosis Demam Tifoid
2. Penatalaksanaan Demam Tifoid

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif :
 Demam sejak lebih kurang 8 hari SMRS, naik turun, lebih tinggi pada malam hari, tidak
menggigil, dan tidak kejang.
 Mual ada, muntah ada.
 Nafsu makan menurun sejak 7 hari SMRS.
 BAB tidak ada semenjak 3 hari SMRS, BAK normal
 Berobat ke bidan 5 hari SMRS, dan diberi obat penurun panas, tapi tidak ada perubahan.
 Riwayat jajan sembarangan ada. Pasien sering jajan makanan yang dijual pedagang di
sekitar rumah.

2. Objektif :
a. Vital sign
- KU : tampak sakit sedang
- Kesadaran : sadar, GCS : 15
- Tekanan Darah : 120/80 mmHg
- Frekuensi nadi: 90 x/menit

2
- Frekuensi nafas: 18 x /menit
- Suhu : 38 0C
- sianosis(-), pucat(-), ikterik(-)
b. Pemeriksaan sistemik
- Kulit : Teraba hangat, tidak pucat, tidak ikterik, tidak sianosis.
- Kepala : dalam batas normal
- Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, ɸ 3 mm /
3 mm, refleks cahaya +/+ Normal.
- Mulut : Lidah kotor (+), tepi kemerahan
- Leher : KGB tidak membesar, JVP tidak meningkat
- Thoraks :
Jantung
I : ictus cordis tak terlihat
P: ictus cordis teraba
P: batas jantung normal
A: irama murni, teratur, bising (-)

Paru
I : simetris kiri = kanan
P: fremitus kiri = kanan
P: sonor
A: vesikuler normal, ronki(-), wheezing (-)

- Abdomen :
I : distensi (-)
Pa : hepar tidak teraba, lien tidak teraba, nyeri tekan (+) di epigastrium, nyeri
lepas (-), defans muscular (-)
Pe : timpani
Au : BU (+) menurun
- Ekstremitas : akral hangat, refleks fisiologis + / +, refleks patologis - / -,
edema - / -

3
c. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium :
Hb : 14,5 gr/dl
Leukosit : 8.100/mm3
Trombosit : 323.000/mm3
Ht : 40%
Widal tes :
 TyO : 1/320
 TyH : 1/80
Kesan : peningkatan titer antigen S. Tyhpi
3. Assesment (penalaran klinis) :
Dari anamnesis, pasien didapatkan demam sejak delapan hari sebelum masuk
rumah sakit, demam tinggi, naik turun, terutama tinggi pada malam hari. Selain itu
terdapat gangguan pola defekasi yaitu pasien tidak BAB sejak 3 hari SMRS.
Dari pemeriksaan fisik pasien tampak sakit sedang, sadar, tekanan darah 120/80
mmHg, nadi 90x/menit, nafas 18x/menit, dan suhu 38oC. Pada mulut didapatkan lidah
kotor (coated tongue) dengan tepi kemerahan. Dari pemeriksaan abdomen ditemukan
bising usus menurun dan nyeri tekan epigastrium. Pada pemeriksaan penunjang
didapatkan peningkatan titer antigen body Salmonella typhii yaitu TyO 1/320.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, dapat
disimpulkan diagnosis kerja pasien adalah demam tifoid dan memerlukan perawatan
dan tatalaksana yang sesuai.

4. Plan :
Diagnosis klinis : Demam Tifoid

Pengobatan :
Penanganan pasien :
 Tirah baring
 Diet Makan Lunak
 IVFD RL guyur 500cc, selanjutnya 20 gtt/i

4
 Injeksi Ceftriaxone 1gr/12 jam (IV) (skintest)
 Injeksi Ondancentron 4mg/8jam (IV)
 Injeksi Pantoz 40mg/24jam (IV)
 Parasetamol tab 4x500mg (p.o)

Edukasi :
Kepada keluarga pasien dijelaskan mengenai penyakit ini dan komplikasi yang dapat
terjadi. Pasien saat ini membutuhkan perawatan berupa istirahat total, diet makanan
lunak, dan obat-obatan lainnya. Selain itu pada keluarga pasien dijelaskan tentang
pentingnya menjaga kesehatan makanan yang dikonsumsi mengingat penyakit ini
ditularkan oleh kuman melalui makanan.