Anda di halaman 1dari 171

H{Ill [andradimuka Mahas iswa Hf0l Eandradimqka Mahasiswa

1,. Pemikiran Keislaman Keindonesiaan HMI


-
DAFTAR ISI
2. Memori Penjelasan tentang Islam sebagai asas HMI
3. Tafsir Tujuan HMI
4. Tafsir lndependensi HMI
5. NDP (Nilai-Nilai Dasar Perjuangan) HMI :

Ketika menulis buku ini;Bapak Solichin tidak sendirian melainkan


mendapatkan dukungan dari teman-teman sesarna aktivis HMI, Pengantar oleh Dr. Sulastomo vu
utamanya Bapak Prof. Dr. H. Agussiiiim Sitompul, sejarahwan Sambutan Kefua Umum PB HMI ..:..r:..r......,.:.:.......:.......... xv
HMI yang terkemuka. Buku-buku karya Prof. Dr. H. Agussalim
Sitompul rrienjadi referensi utama. Kepada Bapak Prof. Dr. H. Sek-apur Sirih oleh Prof. Dr. H. AgussalimSitompul .... xix
Agussalim Sitompul kami menghaturkan banyak terima kasih.
Ucapan terima kasih kami sampaikan pula kepada Bapak M.
Alfan Al6an yang dengan cermat mengedit buku ini. Dengan rasa I. HMI, Organisasi, dan Perkembangannyq 1
syukur kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada
Bapak Dr, H,Sutasjomb yang berkenah memberi-pengantar, serta II. Doktrin Periuangan HMI ............:.i. 21
Ketua Qllum PB HMI Arip Musthopa yang berkenan memberi
sarnbutan- dan para penulis kehormatan yaitu Bapak Drs. Sularso, il. Perkaderan HMI ....*,....:............i 51

Hrnfi,*ffi ffJtll"#:il:xfr '#J,#$[:x IV. Daya Tarik HMI 59

ucipanl6rmEkasih
lupa kepada Wahyu Wulandari yang dengan v. Prospek HMI ke D"p* 57
tekun tqlah meqb,antu penulis&r naskah. Masih banyak lagi yang
membaiigu dan kepada mereka kami menyampaikan banyak I vI. Apresiasi Untuk HMI 83
terima kas.ih." I VII. Pandangan Tokoh - Tokoh HMI .. 93
( r,
Kami. ihenyadari bahwa penerbitan buku HMI
Candradimuka Mahasiswa ini kendati sudah diupayakan sebaik
mungkin, namun tidak luput dari kesalahan dan kekurangan baik
substansi maupun redaksional. Kami mohdn maaf yang setulus- l. Pemikiran Keislaman - Keindonesiaan HMI ..........' 1,4g
hrlusnya. Saran-saran dari para pembaca sangat kami harapkan ;
untuk penyempunaan. Semoga Allah SWT meridhoi usaha kita
2. Memori Penjelasan tentang Islam sebagai Azas HMI 191

bersama.
I:
3. TafsirTujuanHMI ......... ........................ 197
I
Iakarta, , Mei 2010 I 4.
Sinergi Persadatama Foundation 5. NDP (Nilai - Nilai Dasar Perjuangan) HMI :........ .. 275
t

(6) I
l). Latar Belakang Perumusan NDP HMI oleh
Prof. Dr. H. NurcholishMadjid ..... 215

uilr.rru.?'r.if,,r,. 2). Kata Pengantar PB HMI tanggal3l Januaril9Tl 239

ilt
.t
Hllll f,andradimuka Mahasisraza

3). Naskah NDP Hasil Kongres ke-9 HMI


242
4). Sejarah NDP dan Fungsinya Dalam Organisasi
HMI 313

Daftar Bacaan 331

Riwayat Hidup Drs. Solichin

tv
Hml Eandradimuka Mahasrswa

PENGANTAR

Bismillahirahmannirahim

Dengan senang hati, saya memenuhi permintaan unfuk


memberi pengantar pada buku 'HMI CANDRADIMUKA
MAHASISWA" yartg ditulis oleh sdr. Solichb seorang aktivis
HMI yang menggeluti HMI dari bawah sampai ke atas. Buku ini
menuturkan pengalaman seorang kader HM yang sangat layak
untuk menyampaikan pengalaman seperti itu. Sebab sdr. Solichin
adalah -"htrn Wakil KeLa PB ddl yang telah memberikan'
dedikasinya dan tekun melaksanakan tugasnya. Buku ini tidak
hanya menyampaikan fakt4 tetapi juga apa yang dirasakan
penulisnya, bahtcan interpretasinya terhadap suatu fakta, sehingga
memberi gambaran yang lenglap tentang HM. Mengapa
(misalnya) HM. dapat tetap eksis menghadapi pergolakan politik
yang ganas menjelang G30S/PKI ? Sdr. Solichin, setidaknya telah
mencoba untuk menjawab pertanyaan yang selama ini menjadi
teka-teki sejarah.

Mungkin tidak diperkirakan oleh para .pendiri HMI


sendiri, bahwa apa yang diniatkan mereka ketilca mendirikan
HM ditahun 1947,bhwa HM dapat memberi sumbanganyang
besar pada tanah aimy+ berupa kader - kader umat dan bangsa
{ yang trdrtebaran di berbagai lembaga negara, partai politik dan
organisasi kemasyarakatan. Meskipun masih harus terus menerus
merringkatkan kualitas organisasi dan batrkan terus - menerus
memelihara identitasnya, harapan ]enderal Soeairman, bahwa
HMI adalah "(f{)arapan (M)asyarakat ([)ndonesia" sedikit banyak
telah terpenuhi dan masih sangat relevan'di masa mendatang.

Hal ini membuktikan, bahwa pemikiran atau idea atau


gagasan atau konsep yang melandasi pendirian FIlvfl merupakan
iawaban terhadap harapan masyarakat Indonesia. FtrM hadir,
dengan demikian hadir sesuai dengan kebutuhan masyarakat
hrdonesia. Eksistensinya dijamin oleh masyarakat itu sendiri.
Hal inilah yang selayaknya harus disadari oleh setiap anggota

vil
Hllll Eandradimuka M aha srswa
Hml Eandradimuka Manasiiwa
dan kader HN{I, di ,"1q4
-warna -
warni perbedaan yang ada di
tengah masyarakat. HMI, akan menjadi peiekat yang;eaEktk r, selayaknya harus selalq menjadi *j$q setiap aktivis
/ Ild*
berbagai wama - wami perbedaan itu. Selam;Hilt ataupun Pengurus HMI di segala tingkat kepengurusan di dalam
^"*"grr,g mengemudikan roda organisasi.
Tguhlangagan pemikiran seperti itu, HMI tnsya Allah akan t"Jap
eksis dan berkembang r

Dasar-dasar pemikiran itu, antara lain dapat dikemrrkakan sebagai

_ . BFku ini berjudul .HMI, CANDRADMUKA MAHA- berikut i


SISWA". Kesimpulan seperti itu, sudah tentu berdasar
penq}mal penulisnya. HMI bukan tempatnya bermania_mania l. Bahvra HMI adalah organisasi kader umat dan bangsa'
Dikatakan sebagai organisasi kaderi oleh karena keanggotaan
tetapi "wadahnya" mahasiswa mepperriupfr" ;;;Arr*;;; '

penggodogan diri atau masa penggemblengan diri'sebaiai


HMI adalah t"-pur,iurrg menjadi mahasiswa, sehingga ada
3a-sa batasan ruang dan waktu. Sebagai mahasisw& merupakan
kader umat dan kader bangsa. prasyarit-seperti it dimflikiHf{i,
kelompok -*yrtakat Indonesia yang mempetoleh
karena HMI adalah organisasi mahasiswa yang mewadahi
caron kesempatan"llt
pendidikan ti^gg, sehingga terbuka peluang"
cendekiawan d* akademis, yeng meripakan kelompok
"Ta melahirkan pemimpin ba4gsa dan umat. Kesempatan
:t:, ry*$ b-angsa. Kalau benar meretci itu mengalami kaivah
"Candradimuka", penggodogl" / penggemblengir di.i
. menjadi ,rrggbtu fnrU sebaiknya digunakanuntuf mgmbuka
peluangseperti itu, sehingga HM adalah "Candradimuka"
itu, maka(insya ""perti
ry14) yang lahir aaaatr taaer ri.,rt dan fuirgsa m"tasiswi Lrdonesia tempat menggodog para pemimpin
yang handal. Benarkah demikian? Apa indikasinya? Dan
melandasi semua itu? "pu
yiog . bangsa dan umat. Pengabdian yang sesungguhnya dari '

' .s"ot"ng anggota HMI adalah ketiki usai me1'elesaikan


studinya di pendidikan tinggi dcngan baik, sehingga menjadi
a
modal-yang sangat berharga di kemudian hari, justru ketika
Buat apa HMI didirikan ?

Tidak berlebiharu setiap organisasi, serayaknya memiliki 2. Sebagai organisasi kader, maka HMI harus berqifat mandiri,
.9:".- tuiuT yang melandasi berdiriny, o.junis""i itr. indeiend"", ai tengah pluralisme umat dan kebhinekaan
9:tg dididkan
HMI oleh mahasiswa dari kalangan perguruan tingg, banpa. Hal ini diperlukaru untuk daqat menjadi
untuk
-Pogtt
mencari formula
Islam yaitu Sekolah Tfq$ Islam (STI),-yang ;"r*. p;;i" kebf,inekaan kebebasan berpikir
memiliki keseimbangan di daram mengabditan?iri.,v", d"r,ea., yang terbaik di segala bidang, yang bermanfaat bagr seluruh
memperdalam ke-Islamannya. IVajar, oleh karena inasyarakat. Independersi iuga diperlukan untuk menjaga
iendidiLn keprnihan berprkir, sehingga objettivitasnya terjaga.
Bgg, ai waktu itu masih terbatas pada pendidikan umum. Belum
ada (misalnya) IAIN (InstitutAgama Isiam Negeri).
3. lrlencita-citakan persatuan umat dan kesatuan bangsa'
Sebagai kader umat dan bangsa, HMI harus selalu bisa
_ Meskipun dernikian, perumusan t jrun dan sifat organisasi
mahasiswa Islam. masih sangat relevan dengan perke#b*rr. menJmpatkan diri sebagai pemersatu umat dan sekaligus
zarnan. Hal ini setidaknya mengindikasikan, sebiah pemikilan ikut me'mbangun kesatuin 6ungsu. Hal.ini diyakini, bahwa
yang inendalam dari para pendiri HMI. Bahwa HMI a'nan seraru kesatuan bangsa hanya dapat dicapai apabila ada persatuan
trerada tengah-tengah masyarakatny+ masyarakat Islam umat, se6agai mayoritas penduduk lndonesia. Karena
-di
dan Indonesia. Karena itu, pemikiran dasar L:r.iirinya urrrri itu, sebelum bisa berperan seperti itu, HMI harus malnpu
menjaga persatuan dan kesatuan organisasihya sendiri'
viii
tx
Hllll Edndradimuka MahasIsvya
. Hml EandradimukE Mahasiswa
4. HMI adalah organisasi yang bersifat non _ praktis politik.
purt., ditegaskan, bahwa HMI tidak' boleh iusa lavak sebagai bahan studi di Perguruan titg&, bahkan
lfrhl"-{
dan tidak akan pemah menjadi onilerbouw suatu kekuatan 'aii"ut *g"ri se-kalipun Di satu pihak merupakan tantangan
politik, termasuk partai potiut Islam. sebagai kaaer umal baei setialp kader HMI untuk tetap meldksanakan cita-cita
dan bangsa, dalam wawasan HMI, tidak bolei ada dikotomi U,rIt apa lain iuga-merupakan sebuah
filrlt didirikan, di pihak
antara wawasan keislaman dan kebangsaan. kebanggaanbagi setiap anggota HMI' Selama! membaca'

5. ' Bahwa dengan pemikiran seperti itq harus ada kualitas


yang lebih yang dimiliki oleh HMI. Kualitas itu uaaJ
menonjolnya sifat sebagai organisasi mahasiswa dan
Islam.
{eSltao st"di, sebagai ciri mahasisw4 harus tetap dip"lihr;;, Sulastomo
demikian juga sifat sebagai organisasi Islam. Keseimbanean
ini diperlukan untuk tetip mJnpertahankan.id A;rili Ketua Umum PB HMI 1963-1966
sebagai organisasi mahasiswa IsAm.

Dasar-dasar pgmikiran seperti itu dapat dilihat dari


!"I1 ir,i yang berjudul,,HMI, CandradimrL Muhasiswai,.
Tidak mudatu bagi setiap kader HMI untuk a"p"t *uJU
pgrjalanan seperti itu. Kemampuan menahan iiri, Uaut
tg1olbang-ambing oleh kondisiTlingkungan sosial sangat
diperlukan. Sebab, tarikal ke kanan a-tau k"e tiri, U,*"rriv"
' berdasarkan kepentingan'politik selalu hadir. S";;;
HMI tetap melandasi kegiatarmya pada pemikir*^ai ltri
irsyu Allah HMI akan tetap eksii dan berkembang di;;
.depan.
pengan membaca buku ini, sepotong sejarah HMI,
yang dialami oleh penulilnya, setidlatnyi Uisa menjadi
pelajaran yang sangat berharga bagi seiiap kader HIvtI,
bagaimana mengimplementalikan- pemiknan/f.na."rr,
buat apa HMI didirikan di tengah p".glhkuo y;g eil;
baurgsa ini.
Buku ini, insya Allah juga akan melengkapi buku.
buku yang lain tentang-Ht\fl, iang temyata U*!#*u"*it
perhatian, termasuk-di kalangan akademisi, r"hir,ggu sejarah
HMl.banl'ak menjadi bahan ikripsi ataupun thesi-sldisertasi
kesarjanaan. Hal ini m".,gi.dik"sikan, bahwa
1r1yk.q"lq
HMI tidak hanya merupakan organisaii perjuangan, tetapi
I
I

f xl
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Hml Eandradimuka Mahasiswa
d' Afie kitamembentuk Negara-bangsa bernama Indonesia menjadi
kian dekat tergapai. SEKAPUR SIRIH
$bad XXI kerapkali digambarkan sebagai era kebangkitan bangsa- Oleh Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul
bangsa Asia. Negara-negara di Asia Timur seperti J"p*& Ctina,
Korea, dan Taiwan serta lndia di Asia Selatan dinisbatlian akan ,

menpdi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. pDB.dunia sebagian ',.,]


besar akan dikontribusi kawasan ini. Pertanyaanny4 dimana letak Hingga tahun 2010 ini, ada7l2 buah buku tentang HMI.
Indonesia dalam konstelasi tersebut? Dua belas buku di antaranya adalah buku yang saya tulis, yang
dipergunakan sebagai rujukan utama dalam penulisan .buku
Dengan pot-ensi SDA meLimpah dan SDM yang besar sepatutnya ini. Seratus dua belas buku tersebut semuanya terkoleksi di
kita menjadi etn?glng forces batk di tingkat kawasan maup.rn Perpustakaan Pribadi saya
global. I,{amun keunggulan komparatif tersebut tidak banyak
bicara kecuali dilengkapi dehgan keunggulan kompetitif: Buku ke-113 tentang HMI, yaitu HMI Candradimuka
penguasaan IPTEK dan SDM yang mumpuni. Mahasisan, sangat menarik karena memiliki kelebihan dan
l keistimewaart yang tidak dtuiiliki buku HMI lainnya, karena:

l. judul buktrnya 'HMI Candradimuka tiahasixoa". Judul


Sebagai penutup, buku ini memberikan gambaran kebesaran tersebut ditimbil dari ceritera Pewayangan, karena
HMI dengan sejarah dan gagasan-gagasannya. Menyuguhkan penulisnya adalah tokoh Pewayangan Indonesia.
potret yang optimistik bahwa HMI adalah organisasi berbasiskan Bagaimana profil HMI Candradimuka Mahasiswa, adalah
intelektualitai dalam koridor leindonesiaan lan keislaman yang seperti dilukiskan pada bagian awal dan akhir buku ini,
memiliki kedewasaan dan kematangan dalam menyikapi zarnan. yaitu:
Dan itu bukan saja di masa lalu apalagi sekedar mitos melainkan
" Candradimuka maksudny a kaw ah candradimaka, y aitu temp at
saat ini dan juga diharapkan di masa yang akan datang.
j abangTetuka, putra S angBima ditemp a ilan digbnbleng meni adi
Gathutkaca yang perkasa. Begitulah ibaratnya HMI bagaiknn
Semoga buku ini menjadi cermin sekaligus pandu agar kita kmoalt candradimukn, tanpat ilan proxs kaileisasi mahasiwsa
mampu menghindari apa yang diperingatkan Nabi pada kita:
untuk mmjadi pemimpin bangsa lnihnesia. Seiak tahun 1947
adalah orang yang merugi apabila hari esok tidak lebih baik dari
hingga talrun 2070, 53 talun ibuan ru*usisna masuk meniadi
hari ini dan hari kemarin. Wallaltu a'lam bi ashshawab
anggota HMI, mangalami proses ksderisasi dan tugas -tugoo

Iakarta Rabiut Awal-Akhir 1431 H kepengurusan yang diaral*an agar tumbuh dan berkembang
menjadt insqn cita HMI, yaitu insan akademis, putcipta,
Februari-Maret 20L0 pengabdi, yang bernafaskan Islam ilan bertanggung i awab. atas
'tciujudiya
masyarakat adil makmur yang diidhoi Allah Swt.
Dai HMI Candradimuka Mahasista, mengalir tanpa henti
Ario Musthooa alumni HMI, ibagai sumberilaya manusia lndonesia, yang
berkualitas memasuki kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
Ketua Umum PB HMI2008-2010 dan bernegara, selaku politisi, omgusaha, cmdekimnan, ulama,
birokrat, fmdidik, budaymaan, dan lain - lain. Menjadi tmaga

xviii
xtx
H{lll Eandradimuka Ma has iswa llllll Eandradimuka Manaslswa

profesional yang handal unfuk membela dan membangun


neyara." . icehidupan HMI; dalam rangka perjuangannya mencapai
) Buku "HMI Candradimuka Mahasiswa", menampilkan tujuan HMI.
hal - hal penting dan mendasar, seperti HMI, Organisasi 4. Buku 'HMI Candradimulu Malusiswa", memuat 4
dan Perkembangannya, ldeologi atau Doktrin Perjuangan HMI, dokumen historis organisasi telang NDP (Nilai - Nilai
Daya Taik HMI, Prospek HMI ke Depan, Apresiasi tmtang Dasar Perjuangan), yaitu.
HMI, dan Pandangan Tokoh - Tokoh HMI, Sekapur Siii.
Dengan membaca buku ini akan menambah pengetahuan, a, Latar belakang Pemmusan NDP, ditulis Nurcholish
pemahaman, dan bahkan penghayatan tentang HMI, apa Madjid tahun 1985.
sebenarnya HMI itu b. Kata Pengantar'PB HMI, yang dibuat tahun -lg71^,
ditandatangani Nurcholish Madjid sebagai Ketua
3. Buku "HMI Candradimuka Mahasiswa", memuat garis Umum PB HMI, dan Rrdwan Saidi, sebagai Sekjen PB
besar 10 ideologi atau Doktrin Perjuangan HMI. Selama HMI.
ini belum banyak dipahami, termasuk di kalangan HMI
dan alumninya tentang ideologi atau doktrin Pcriuangan c. Naskah NDP hasil Kongres ke-9 HMI di Malang tahun
HM yang dimiliki HMI. .Masih banyak mengatakan 1969, yang dirumuskan Nurcholish Madjid Endang
bahwa Islam itu adalah ideologi. Ideologi itu hasil ciptaan Saifuffin Ansari, dan SYakib Mahmud.
dan pemikiran manusia. Sedang Islam adalah wahyu dari d. Sejarah NDP yang ditulis Agussalim Sitompul tahun
Allah. Maka Islam bukanlah ideologl sebagaimana halnya 2009.
ideologi komunis, sosialis, dan kafitalir. ia*togi r"p"iti
ditulis A. Dahlan Ranuwihardjo, adalah" Seperangkat aj aran Ketika buku ini dalam Proses terbit, PB HMI tahun 20@,
- telah menerbitkanbuku NDP HMI, sebagai PenyelesaianDualisme
ajar.an atau gagasan - gagasanberdasarkan suatu pandangan
hidup untuk mmgatur kehid.upan negard masyarakat di dalam NDB yang juga memuat4 dokumen historis organisasi tersebut.
xgi - xgrnya xrta yang disusun di dalam sebuah sistem berikut
Sebelum kedua buku tersebut terbit, 4 dokumen itu,
afuran - afuran operasionalnya".
naskahnya terpisah satu dengan lainnya. Belum tentu seorang
Ideologi hanya untuk kehidupan dunia. Ideologi dapat anggota. aktivis, kader, dan pengurus HMI memiliki semua
berubah menuruttempat dan waktu.
i dolumen itu. Tanpa memiliki dan membaca 4 dokumen tersebut,
I
tidak mungkin akan bisa mengetahui, memahami, dan menghay-ati
Islam adalah sistem kepercayaan. Islam adalah wdhyu isi NDP secara utuh dan benar. Selama ini pengetahuan dan
Illahi, bukan hasil pemikiran manusia. Islam mengatur pemahaman tentang NDP di kalangan anggota dan Pengurus
kehidupan dunia dan akhirat. islam adalah univirsal, i+Al t"4uai banyak kesalahan dan penyimpangan. Yang banyak
ajaran - ajarannya berlaku kapan saja di mana saja, dibaca selama ini adalah teks atau naskah NDP, tanpa membaca
dan bagi rakyat/ bangsa mana saja. Namun Islam Latar Belakang Perumusan NDP dan Kata Pengantar PB HMI'
dapat membenhlk ideologi. Maka. dengan mengetahui, Padahal dalam Kata Pengantar PB HMI itulah disebutkan bahwa
mem,ahami, dAn mengahayati tentang ideologi atau yang diuraikan dalam NDP itu adalah Islam sebagai dasar HJvII,
Doktrin Perjuangan HMI, dapatlah diketahui, bahwa yur,g rr,"m.rat tema - tema berisi 8 Bab- Yang memiliki naSfah
keberadaan HMI memiliki bermacam - macarn ideologi iVOp hasil Kongres ke-9 di Malang tahun 1969, berikut Kata

vx. xxr
I
Hllll Eandradimuka Ma lras israr a
t
Pengantar PB HMI, sudah sangat langka PB HMI sendiri tidak I
mendokumentasikan naskah tersebut. Andito, yang dianggap
paham dan ahli tentang NDR .tatkala ditanya pada Semiloka
NDP di Jakarta tahun 2009, tidak bisa menjawab dengan benar i
apa yang diuraikan dalam NDP, dan apa inti NDP. Masih banyak
kesalahan dan kejanggalan yang terjadi, akibat tidak memiliki dan
membaca 4 dokumen itu secara ufuh dan benar.
I

Dengan tampilnya buku ini, clapat mengisi kesenjangan yang


terjadi selama ini dalam mengetahui, memahami, menghayati,
danmengamalkan NDP.
I
Itulah 4 faktor keutamaan bahkan keistimewaan buku ini. I
Apabila membaca buku ini, pembaca pasti akan mendapatkan
ilmu yang banyak yang terdapat di dalamnya. Maka bagi anggota, I
kader, aktivis, dan pengurus HMI, dianjurkan membaca buku ini 7
secara tuntas guna menambah wawasan tentang HMI, sebagai
bekal yang dapat dijadikan untuk memimpin HMI kepada yang
lebih baik. Semoga.

Yogyakarta, 1 Maret 2010 1

:,

xx!t
I
Hml Eandradimuka Mahasiswa

I BAB I
HMI, ORGANISASI DAN PERKEMBANGANNTYA

Latar Belakang
I
Di awal kemerdekaan, Yogyakarta memiliki peran penting-

it:l't
sebagai basis perlawanan menghadapi tentara kolonial Belanda.
Ketikatakarta diduduki Belanda, maka lbukotaRepublik Indonesia
pindah ke Yogyakarta. Akibatnya, Kota Gudeg ini kemudian
menjadi pusat pemerintahan' Presideru Wakil Presiden dan
hampir ,"ir,,r, pimpinan negara berada di Yogyakarta' I)emikian
juga dengan Jenderal Sudirman, Panglima Besar AngkatatlP:tTg
t/ nJputtit naonesia yang memimpin perang melawan'Bekrnda
juja dari kota ini. Keraton atau Kesultanan Yoryakarta selaky
-d"g"*
I
daerah, yang memiliki sejarah 9a15ang dalam khazanah
ij icekuasaan dan peradaban Jawa, mendukung, membantu dan
I
I mengintegrasikan diri ke dalam Negara Kesatuan Republik
tndonesia. Fasilitas yang dimiliki keraton boleh digunakan
untuk kepentingan pemerintahan, pertahanan, pendidikan
dan lain-lain. Dalam periode mempertahankan kernerdekaan
secara fisik melawan penjajah di Yo,syakarta tersetut, sri sultan
ii"*.r[t"u"*ono x.uenar-uenar menuniukkan &iti,tyu sebagai
soiok negarawan Yang Patriotik.

Bersamaan dengari Perang kemerdekaan itu pendidikan


tinggi mulai dibangun Pada tahun 1946 didirikan Balai Perguruair
Tio# Gajah Mada yang pada tah.un 1949 menjadi Universitas
Gajah Mada. Kantor din tempat kuliah mengqlakan Sitiriggtl,
Pagelaran dan bagian-bagian keraton lainnya' Di samping Balai
Peiguruan Tinggi Gajah Mada, di Yogyakarta juga a{a perglnlan
dngli hinnya'faitu-SekolaliL Teknik Ti.gg (STI) dan-sekolah
fing6 Islam (STI), dan Akademi Ilmu Kepolisim' l(ehidupan
kampus dengan dinamikanya mahasiswa mulai menggeliat yang
mengantar iogyakarta menjadi kota pelajar hingga sekarang'
Mahisiswa cli tengah perangkemerdekaan tidak tinggal diam, di
samping xuliah ,te.ek" iuga ikut berjuang' Untuk kepentingan
I

.
I
Hfill Eandradimuka Mahasiswa

BAB I
HMI, ORGANISASI DAN PERKEMBANGANNIYA

Latar Belakang

Di awal kemerdekaan, Yogyakarta memiliki peran penting


sebagai basis perlawanan menghadapi tentara kolonial Belanda.
Ketikalakarta diduduki Belanda maka [bukota Republik Indonesia
pindah ke Yogyakarta. Akibatnya, Kota Gudeg ini kemudian
mqnjadi pusat pemerintahan. Presiden, Wakil Presiden dan
hqmpir semua pimpinan negara berada di Yogyakarta. Demikian"
juga dengan Jenderal Sudirman, Panglima Besar Angkatan Perang
,l Republik Indonesia yang memimpin perang melawan Belanda
juga dari kota ini. Keraton atau Kesultanan Yogyakarta selaku
II
l penguasa daerah, yang memiliki sqarah ganialg dalam Lhry
I
kekuasaan'dan peradaban Jawa mendukung, membantu dan
mengintegrasikan diri ke dalam Negara Kesatuan Republik
I hndonesia. Fasilitas yang dimiliki keraton boleh digunakan
untuk kepentingan pemerintahan, pertahanan, pendidikan
(
dan lain-lain. Dalam periode mempertahankan kernerdekaan
secara fisik melawan penjajah di Yopyakarta tersebut Sri Sultan
l Hamengkubuwono X.Uenar-Uenar menunjukkan &itit yu sebagai
soiok negarawan yang patriotik.
it
t Bersamaan dengari Perang kemerdekaan itu pendidikan
tinggi mulai dibangun Pada tahun 1946 didhikan Balai Perguruair
ir {
Tinggr Gajah Mada yang pada tah.un 1949 menjadi Universitas
Gajah Mada. Kantor dan tempat kuliah menggunakan Sitiriggil,
Pagelaran dan bagian-bagian keraton lainnya. Di samping Balai
Perguruan Tinggi Gajah Mada, di Yogyakarta juga ada perguruan
finggi lainnya yaitu Sekolah Teknik Tir,gg (ST.[ dan Sekolah
Tirygr Islam (STI)i dan Akademi Itmu Kepolisian- Kehidupan
kampus dengan a mahasiswa mulai menggeliat yang
mengantar Yogyakarta menjadi kota pelajal hitgg" sekarang.
Mahasiswa di tengah Perang kemerdekaan tidak tinggal diam, di
samping xuliah rnereka juga ikut berjuang. Untuk kepentingan
H0ll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Maha siswa
qerjuangan mahasiswa mendirikan berbagai organisasi, terutama
di awali dengan berdirinya perserikatan M"huiir*u yogyakarta
organisasi ini memiliki naluri dan watak Peiuang serta pemikir
(PMY), yang kemudian disusul organisasi-organisasi mihasiswa
yang bernafaskan Islam.

' Lahirnya HMI dimu'lai dari kisah heroik sgorang


Di
tengah-tengah berkobarnya revolusi fisik mahasiswa yi"g bemama Lafran Pane' G-elisah dengan
mempertahankan kemeidekaan melawan penjajah Belanda, perkembangan lieadaan, khususnya di, kalangan pergerakan
kehidupan politikpun berkembang untuk *"r"uu"g.* Republik' ir"huti.*ulterta melihat potensi mahasiswa tslam yang perlu
Indonesia yang demokratis, dengan ditandai berdirinya p*t"i untuk diorganisasikan dengan baik, mahasiswa sTl,.meirgambil
partai politik yang berdasarkan ideologi seperti partai ivrasyuml inisiatif untikmendirikan oJ gansiasi mahasiswa Islam. Pada waktu
Partai Nasional lndonesia (pM, partai soiialis Indonesia (ps!, kuliah Tafsir oleh dosen Huiein Yahya, Iafran Pane meminta ijin
dan sebagainya. Namun demikian, kehidupan politik yang I untuk menggunakan tempat dan waktu kutia! tersgbut $f*l
demokratis tersebut telah mendorong berkembrngr,y"
dinamika rapat p".,frt g pemtientukan organisasi mahasiswa; Husein
politik y-ang tak jarang ditandai dengan berbagaii<onflik politik iehy" i'""6;i"1i.", bahkan turut serta mengikuti jala4nya rapat'
antar-kekuatan politik-ideologis yang ada. Kompetisi politik guna farenanyafsetettt mahasiswa STI duduk {91 t}"p: rnenerima
memperebu&an pengaruh kekuasaan, terjadi sedemikian drariatis, kuliah, frft"t Pane tampil di depan ruang kuliah {an {*Su"
bahkan masif. Semua partai politik menggalang kekuatan dengan lantang menjelaskan tatt*a kesempatan tersehu! *' $p"\g
mempeng.rruhi semua elemen masyarakat termasuk di kahn[an untuk-rapat-mendirikan organisasi mahasis-wa ltt+ Dengan
pemuda, mahasiswa, petani, buruh dan sebagainya. ,l penuh p".""y" did Lafran' Pane rrc{lg:takan bahwa semua
pursiapu" pembentutan orgalislsi- mahasiswa sudah beres'
Dalam situasi politik yang ditandai dengan propaganda ! itaaf.., sekeiika itu pula ruar,g kuliah STI itu meniadi geTPil,
ideologis seperti ittl tidak luput pul4 sebagai- orgJrisasi Terjadi debat dan &itk*i yang seru dan dirurmis, membahas
mahasiswa PMY terpengq.ruh oleh para aktivis ps (partai g"j"ru" tersebut. Lafran Pane mempe{atra$1 Sagasannya
Sosialis), dan karenanya pergerakannya cenderung condong i"ig"" grgh dan arif, menjawab berbagai resPon kawan-kawan
pada ideologi komunis. Tehtu saja tidak semua ilrt"ri"*", mahasiswanya.
khususnya maliasiswa Is[am sepakat dengan rearitas tersebut,
Alhamdulillah, aktiirnya semua mah.asiswa setuju dengan '
I_"t*T yang mengemuka di dalam kehidupan mahasiswa suara bulat mendirikan- orgqnisasi mahasiswa lslam {engan
].oqyt1rt" adalah pergolakan se-bagai ketidakpuasan terhadap .ruuna Himpunan Mahasiswa Islam disingkat HMI. Waktu itu
PMY. Di sisi lain, hadirnya gaya hidup pergaulari hedonis yan;
jauh dari nilai-nilai Islami, mengakibatkin para o.rt"ris*u .l mmunjukkan hari Rabu Pon 1878 T*Yl Sqka atau Qnggal 14
Rabiul Awal 1366 H bertepatah dengan 5 Pebruari 1947 M. Itulah
yang beragama Islam (Muslim) semakin memantapkan niatnya
hari bersejarah bagi HNff, dan juga bagi_dunia mahasiswa serta
I

"l
mendirikan organisasi mahasiswa sendiri. Semangat juang
""T& bangsa Inhorresia pada umumnya. Dari keberaniari dan cita<ita
mahasiswa Islam kian menggelora dan sudah uaat terlenaun! luhJr putra baogsa itu telah lahir sarana danwahana PTl*g.
lagi- Akhirnya, pada tanggal5 Februari 1942 berdirilah organisasi
m"mpertahankut a* mengrsi kemerdekaan, dari kalanqan
rnahasiswa yang bernama Himpurran Mahasiswa Islari, yang mahasiswa muslim yang *"riititi komitirien atas keislaman dan
I

ierkenal dengan sebutan HMI. HMI lahir dari kancah revolus"i keindonesiaan Ierih Payah L,afran Pane dan 1a- olTg Layan-
kemerdekaan Indonesia, karena itulah dapat dipahami apabila kawarmya mahasiswi STf, rcUt membuahkan hasil gemilang,
1i

2
Hm! EandradimukE M ah a s i swa.
Hflll Candradimuka Mahasiswa
, Pembentukan organisasi HMI bukan hanya karena
tidak cocok dengan PMY, melainkan jauh dari itu karena Surakarta Klaten, ]akarta Bandung, Bogor, Surabaya dan kotit-
adanya dorongan kepentingan lebih luas sebagai respon atas kota lain yang ada perguruan tingginya. Keberadaan HMI temyata
tuntuJl perjuangan melawan penjajah Belanda kesadaran yang IndoResia y?rng sedang Perang
Seiala4 dlngan tuntutan bangsa
mendalam atas kedudukan dan peranan mahasiswa sebagai kader nrelawa4 Be_landa, Dengan senantiasa belajar dan beriuang secara
6angla yang difuntut tanggungjawabnya secara nyata di tengah_
masyarakat. Di sisi lain juga secara politis, perkembangan )/
lengah
komunisme mulai mengkhawatirkan, dan semakin disaiari Untuk mengenang jasa dan melanjutkan tekad serta
berbagai tantangan untuk mewujudkan masa depan semangat pendiri dan para perintis HMI, setidaknya berikut ini
l"fi*yu
Indonesiasebagai terdapit empatversi catatan, yang perlu disimak'
bangsa yang berdaulat, adil dan makmur. Daiam
pandangan para pendiri HMI, bahwa bagaimanapun di dalam (
suas:rna pera!& mahasiswa tidak boleh lengah apalagi berhura_ Pertama, sesuai keputusan Kongres ke-11 HMI di Bogor
hura seperti gaya pergaulan di lingkungan pMy, *etuint"., tahun 1974, diputuskan bahwa l,afran Pane adalah satu-satunya
bangkit berjuang dengan tujuan mempertahankan negara I pemrakarsa berdirinya HMI. Kedul seminar,lg*"h HMI di
F*r-
Republik Indonesia / ivlalang tanggal2Tsampai dengan30 November1975, memutuskan
dan memperti"gg derajat rakyat Indonlia,
menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Dari p""diri fnafldalah mahasiswa STI yang hag dltt rapat pada
saat didirikannya HMI tanggal 5 Februari 1947, yattulafranfane,
rum-usan itu tergambar secara ufuh terintegrasinya wawasan
keislaman dan keindonesiaan. Bagi HMI tidak ada dikotoini Karnoto Zarkaiyt,DahlanHusein, Maisaroh Hilal, Suwali, Yusdi
antara keislaman darn keindonesiaan. suasana kebatinan inilah Ghozali, Mansyur, Siti Zainah, M: Anwar, Hasan Basri, Marwan,
yang kemudian menjadi karalter HMI, sebagai organisasi ka,C.er Zulkamaen, Tayeb Razak, Toha Mashudi, danBidronHadi' Ketig+
pengurus Besar HM I yang dibentuk pada saat didirikannya HMI
umat dan kader bangsa. Sedangkan wawasan kemahasiswaan
tang=gal 5 Februari 1947, dengankomposisi dan personalia Ketua
menunjukkan HMI adalah organisasi mahasiswa yang berorientasi
pada ilmu pengetahuan Uftur,pur.u, Wakil Ketua Asmin Nasution, Penulis I t{nton Timur
Jailani, Penulis tr Kamoto Zarkasyi, Bendahara
I Dafflan Husein,
Kalau sekarang anggota HMI mencapai ratusan ribu dan Bendahara II Maisaroh Hilal, anggota Suwali, Yusdi Ghozali, dan
tersebar di seluruh Indonesi+ tentu saja lvil tersebut merupakan Mansyur. Termasuk dalam kelompok ini adatah PB rofl setelah
perkerribangan yang luar biasa, dan sepertinya mustahil apabila dr-reshufutanggal 22 Agustus 1947, dengxrKetua MS' Mintareja
Wakil (utor frfrrr, Pane, Sekretaris I Asmin Nasution, Sekretaris
dahulu organisasi ini bermula hanya dari 15 (lima beras) mahasiswa
yang sedang kuliah di STI Yogyakarta. pesatnya perkembangan i II Karnoto Zarkasyt, dan Bendara Maesaroh Hilal'
HMI, bagaimanapun tidak dapat dilepaskan dari keberhasilannya
dalam menjawab aspirasi mahasiswa dan tantangan zam;ln. Keempa! Pengurus Besar HMI pilihan Kongtes I HMI
Dari kampus STI, dalam waktu singkat banyak mahasiswa dari di Yogyakarta tanggal 30 'November L947, yakni Kgtua-lv1S'
BPT Cadjah Mada dan STT bergabung, dan selaniutnya HMI ) Mintarlja Wakil Ketua Ahmad Tirtosudiro, Penulis I Iafran Fane,
Bendahara I Muhammad sanusi, Bendahara II suastuti Notoyudo.
memperoleh sambutan luas dari kalangan mahasiswa muslim di i

Anggota Ushuluddin Hutagalung, Amin Syahri, dan Anton TiT"t


Yogyakarta dan sekitarnya. Dalarr, perkembangannya, pengaruh I
terjadi-lagr
dan daya tarik HMI meluas ke luar yogyakarta menjangkau laitani. Beberapa waktu setelah kongres berlangsung
perubahansusunanPBHMl,dananggotaPBHMlditambahlagi'
menjadi: Ketua MS. Mintareja, wakil Ketua Ahmad Tirtosudiro,
4
Hml EaMeadimuka Mahasiswa
[andcadirnuka M a h a s I swa

Penulis I Ushuluddin Hutagalung, penulis II. Lafran pane,


Bendahara I Muhammad sanG, Bendahara II suastuti Notoyudo. sebagai organisasi mahasiswa. Berfungsi sebagai organisasi kader.
Anggota-anggota Amin Syahri, Tejaningsih, Siti Baroroh, dan fer/eran Jebagai organi5asi periuangan. Bertugas sti'bagai sumber
insani pemimpin bangsa. Berkedudukan sebaSai organisasi
Y::p_tT"*ihardja. Selama Agresi Militer.Il tahun 1949, anggota
PBHMI bertebariin. H. sanusu dan Ahmad rirtosudiro ueraia-a ai modemis.
front perjuangan. MS. Mintareja berada di pasundan. Ushuluddin
filtlggung betada di Jakarta. Karena di dalam pengurus HMI ,

terjadi kevakuman, Lafran pane mengambil alih pr rm bulan Organisasi


Juli 1949, HM dipimpin Ketua umum Lafran pane dan sekretaris
A. D'ahlan Ranuvlihardja. Secara hierarki kepemimpinan tertinggi HMI berada di
I tangan Pengurus Besar HMI €B rMD. Dalam melaksanakan
Setelah HMl_berdiri, menyusul berdiri perhimpunan aktivitasnya, pB dibantu oleh Badko (Badan Koordinasi). Badko
Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), perhimpunan fruf yanj dibentuk tahun L963, mengkoordinir beberapa cabang
Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) yang selanjutnya berubah minima irengkoordinasikan cabang-cabang di satu provinsi'
menjadi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GivIKI) pada
tahun 1950. Berdirinya HMI telah mendorong ..,ahusis*u- ' Cabang sendiri merupakan suatu kesatuan organisasi iang
mahasiswa lain tergerak'pula untuk mendirikan organisasi- dibentuk di daerah di mana terdapat perguruan tinggi dan atau
organisasi mahasiswa, sehingga kehidupan dunia kemahasiswaan lembaga pendidikan lain yang sederajat (biasanya pada tingkat
di Indonesia menjadi semakin marak dan dinamis. kota alau-kabupaten). Aktivitas cabang dibantu oleh koordinator
a komisariat-komisariat (Korkom). Aparat Korkom dibentuk tahun
Dalam proses perjalanin sejarah HMI selama 63 tahun 1964, fada forum Konferensi Keria HMI Cabang Yogyakarta'
terbentuklah karakteristik. HMI. y*g dimaksud dengan Selanjutnya dipakai secara naiional oleh HMI, bahkan oleh
karakteristik HMI adalah sesuatu yang sejak awal kelahir""iyu organisasi mahisiswa lain. Pada Perguruan tuSqLTg dianggap
*q+ melefa-! pada dirinya selalu Lenyertai dan menjiwai pJtr, pengunts cabang dapat membentuk Kdrkom untuk
ferifinan hidup HMIf sehingga nurmpu mewarnai iit"p mengkoordinasikan beberapa komisariat.. Komisariat sendiri
perilakunya. Karakteristik atau jatidiri HMI inilah yang kesatuan organisasi yang dibentuk pada satu atau
membedakannya dengan organisasi lain. ^unip"tro
beberapa fakultas dalam lingkungan satu universitas atau
perguruan ti"gg.Jadi secara hierarkhis susuruul pengurus HMI
- Dari berbagai dokumen organisasi seperti Anggaran Dasar '"aiuf,
PB H}vII, Badko FtrvII, Cabang HMI, Korkom HMI, dan
dan Anggaran Rumalt Tangga, Nitai-Nilai Daiar perjuiigan (NDp),
Tafsir Azas, Tafsir Tujuan, Tafsir lndepenilensi, karakte-ristik HMI KomisariatHMI
mengandung prinsip-prinsip: Berazaskan Islam dan bersumber Selain itu HMI juga memiliki badan-badan khusus' Pertama'
'pada Al Quran serta As Sunnah. Berwawasan keislaman I lembaga yang dibentuli pada kongres ke-7 HMI di Jakarta tahun
keindonesiaan atau kebangsaan dan kemahasiswaan. Bertujuan 196|3 ;tuk illaksanakan tugas-tu gas khusus yangbersif at
otonorrL
membina lima kualitas insan cita di dalam pribadi ruo.u.g yaihr kmbaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), berpusat di
mahasiswa yang beriman dan berilmu pengetahuan serta mampu bundung. Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam pKMI), berpusat
melaksanakan tugas kemanusiaan. Bersifat independen. Berstatus di Suraf,aya. teilbaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (I-SMI)'
berpusat di Vogyakarta. I-,'embaga Pertanian Mahasiswa Islam
6
Hflll EaMradimuka Mahasiswa Mahaslswa
Hml Eandradimuh?l

(LPMI), berpusat di Bogor; Pada kongres ke4 di Surakarta tahun


tentang KOHATI
1966, dibentuk enam lembaga baru sehingga menjadi sepuluh KOHATI yang mengatur berbagai ketentuan
lembaga. Terjadi beberapa perubahan kedudukan pusat sehingga ;t hng?u tahun \997, dengan berbagai P""f1ryTiT
;;; "h""
perkeilbangan internal dan ekstemal HMI' KOHATI
Mahasiswa Islam (LDlvfI) belpusat di nanauiri dan"bekerja di 11T,8
Jrmfaga!*wah
mfaga ,"Uugui'Uuaan khrlsus yang-berfung3i
Mahasiswa Islam (LTMD berpusat di Bandung,
fLembaga Jgknologi i."*iJru* adalah up*"t t{A y""g tidak terpisahkan KOHATI
;il""t"k di semua j*i*g organiiasi' leiat aa{-{!I*TI
Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) berpusat diJakarta,
Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (LApENMI) berpusat di .PB
KOHATI tetap
I-1\3*", Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LpMI) berpusat tir.rgg; iOHATI tomis"'i"t' Aingga sekarang
di- Bogor, Irmbaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) berpusat di *.i!,rr,yoi hubungan organisatoiii dengan HMI yang bersifat
]akart+ Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (I,SM[) berpusat semi otonogr
di Yogyakarta, Lembaga Olah Raga Mahasiswa tstam
llOnam; Badan khusus Korps Alumni HMI (KAHM)-diryntuk
berpusat di Medan, Lembaga Ekorromi Mahasiswa Islam (LEMI), HMI di Surakarta'
tar.ggatf- September'1966 padakongres ke-8
berpusat di Makassar, Lembaga Hukum Mahasiswa rshm
berpusat di Jakarta.
lr,rrvrr) U"r!i*"-t"r* dengan terbentuknya-KOHATl' Struktur KAHMI dengan
bersifat horisontal-dan kedudukannya berdampingan
KAI{lvtr dengan HMI
I il;uk " HMI setempat' Hubuirgan
__ _ {u,ika lembaga didfuikan pertama kali pada Kongres ke_Z ilrif" kons.rlt"Uf, SaLh s"ota"g t"tt'u HMI cabang [eryadi
HMI tahun 1963 hanya disebut Lembaga. Kongres te-fO fn{l
di I'alembang tahun 1971, menambah sebutan Lmbaga, yaitu k;; * oPcio X,O,t*uf.' Sedang"hubungT .""ry.
bersifat konsultatif
YryT-f
Lembaga I(husus. Kemudian kongres ke-17HMI di Lhoksumawe ,"* t"*pil dengan KAHMI ditempat l-ain badan khusus
1.988, mengubah sebdan lembaga Khusus menjadi a"n ioror-utir. naam ART HMI, KAHMI sebagai
:"hT
I-embaga Kekaryaan sebutan l,embaga Kekaryaan ini diubahiagi
pada kongres ke-25 HMI di Makasar tahun 2006 menjadi t-embaja KAHMI dapat
Menurutkeputusankongres ke-10'11' dan12'
Pengembangan Profesi (tpp), dan sebutan Lpp itu dikukuhkl
dibentuk apabila ada cabani HMI- Mengrkuti PdteqbTq"+
15' 16' dan
kembali pada Kongres ke-25 HMI di palembang tahun 200g.
t"f"rf;"*yr, berdasarkan kepritusan*ongres ke-13' \4'
pembent.ukan
Kongres ke-19 di Pekanbaru tahun 192, memutuskan bahwa di Invfl Sedang
;,ialdfl masih diatur aalam 4RT dengan pengurus:"bTg
tingkat Pengurus BesarHMI dibentuk Badan Koordinasi Nasional
ai *i.gk"* *Uang, alumni HMI bers4ma
badan yang bersifat
-(Bakornl)
Lembaga Kekaryaan. Kemudian dalam beberapa kali
fnvll tuput *"*i"r,tt't KAHM sebagai suatu
kongres ke-18'
kekeluargaan. f"t,rai* berdasarkin keputusan
kongres HMI terjadi berbagai perubahan tentang lembag+ seperti
menetapkan secara
qerubahan nama, penambahan iurrlah lembaga aan tain_tain. ig,20, aL zr dan Kongres seterusnya' HMI
Secara khusus dibentuk Lembaga pengelola faUf,rr, (LpL) di bahwa KAIXVfi tidak diatur lagi dalam AD/AIT-SII
tingkat pengurus besar dan cabang. Di tingkat pengurus besar "[pfr.i
vJf ai"*. selanjutnya "tal{ atuT+anggo"a HMI (buk'an KA}IIVII)'
dibentuk Bakornas LPL. Dibentuk pula gidan-penelitian dan but*-a Jitto"i FiM adalah HMI yang telah
Diterangkan
Pengembangan (Balitbang) baik di tingkat pB maupun cabang.
,.*r,y"fl"*an studinya setelah ? t'hP a"au anggota IY--yTg
p"tg"** fu,gg setelah 2 tahun' HMI dan
Badan khusus Korps HMI Wati (KOFIATI) yang bersifat telah meningg"tk*
,'."Jti'ti fiuUungan Liitotit' aspiratif' dan bersifat
otonom dibentuk tanggal 17 september 1966 pada kongres ke-g alumni Uo^,
HMI di surakarta ta,rggal 10-17 september 1966. pedonian dasar kekeluargaan.

8
Hllll [andradimuka Ma h as iswa
Htlll EaMradimuka tulahasiswa
,
Tidak diatumya^KATM| drlg ADIART HMr sejak
k?."y"u" Kongreske-18 HMI tahun 1990 adaiah karena icirrar meniadi anggota. Hry:. F1""
banvak mahasiswa dari luar STI pB
FiMr, meniadi wakil ketua.
sejak Januari 1982 sudah menjadi ormas yang
terah *""r,iu aoz ;:'# ,#;;;ilr"**r-"*"* Kedudukan
ART sendiri sebagaimana HMI. Antara-H\il dan
KAHMI uaut S"i;il;d puh HuI Cau*ivoryltarta dibentuk'
i fii'u di Yogvakarla tanpsat
141 !1Uunf1 osganisatoiis, lnaka KAHMI ua"t peri,.li"*. HMI semakin kuat' J!
yaitu
lagi dalam AD/ART HML Berubahnya KAHMI _""j"di
o.*u, i'i;;;;. 1947 diikuti i
cabang yang- sudah tertr'dntuk'
memqunyai AD/ART tersendiri adalah g"", ;".r,";rrhi .rirt g v"g'y"k*tu, ';;;:
ilio, tftalane' Dari hari ke hari'
rrii""'"autt
fan perfembangT.riPl*
ketentuan UUNo. s/L9ss. Karau KAHMI tidak"meryadi-orrr.ur, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun, 1961' dati 12'000
maka. eksistensinya H,TF: anggota_anggota HMI tetap anggota terus meningk"i' f1q1 rytiti1 .t-rtrunatau 40
menginginkan supaya KAHMI Iigahal di antarafiya Persennya
tetap ari. Enariiuran r"u"irr* mahasiswa di Yogyal?arta 4'800
!T-^y:kT -penyesuaian
rr"r *".,y^di pancasil+ t".rkr,ii fZ uf', u^g gota H-lvfl '
Juli 1987, di bulan Januari rgg7, KAHMI mendaftartu., airi t" "a"f
Departemen Dalam Negeri sebagai ornas. HMI yang berdiri tidak hanva !:l9ia^T:1":g*
uPava mempertahanKan
dominasi PMY, namun juga sgb3gai
Setelah 24 tahun menjadi bagian HMI, KAHMI NKRI. Sewaktu Bd;;"';"Iakuk;
nlt;si Militer l, 21 luh
meniadi t"""lu spontan menyata\an
organisasi kemasyarakatan yang bersifat i"d"p"d;rr 1947, paramahasiswl; Ytgy"k*tu beriuang' Agar
kecendekiaan dan kekeruargaan-dai akan meneruskan
mission kerelaanny" *urq"di 1'* dilatih secara
sacreHMI. p"iu*p**' para
";{"'terdepan
'lii;,"il*g t"*iliI"';''l'r"*"
menguasai tata cara
mahasiswa
7 n"'i
JJ I'r"tkt"sesar Tertinggi (MBl INI.A
Jtr#fr5:ftfrffi
Vreder#urgh' Yogyakarta'
Perkembangan dan f"rj, HMI dalam diadakan di bekas benteng Belanda
Kehidupan
-
Kemahasiswaan, Kepemudaan, Keumatary dan Xur"g"r""r,' . Dalam pendidikan itu 3lhimya $bentuk Corps Mahasiswa
Xeffa pertama kali berdirl jumlah anggota HMI 16 (CM) dengan to**J*"y' H'ry{t-Uartono adalah mahasiswa
oranc
15^.:::g
di antaranya adalah para pendiri ffffiiy""g
PB HMI pertama. sisanya adalah
i"su;inl;;
di Iuar p"riai.iffi- *J*t
menjadi PB HMI. Waktu pertama kali dikntuk
[*f**m,f*;ptm*f;*#*-*:
HMj b"lu* ifaul firiran, dln Usep Ranuwiflajo'
dan komisariat, yang ada U"^, pe"g"-.-b""* Sanusi, Usman eUarU"f.,,
3:T.t$_Tbang
HMI (PB HMI) yang terbenruk pada tinggal S Febru# ;I"a;;;;gg.ociliJHtvttm"muuatanggotaclr{vangbelum
D4Z.--' I anggota fr{I' seperti Ahmad
,";"k meniadi-
ikut HMI lantas
Muhammad l"y.tGto; Hi"*i'
dan fI Dahlan Ranuwihardjo'
.Wa]aup31 pendirinya mahasiswa STI, HMI adalah
organisasi terbrrka. *jak n Agustus 7947, ketua
fndl KeterlibatanHMldalamperjuanganmempertahankan
tr{S..Mintareja, seorang mahasisia Fakultas Hukum "aJuf, B"esar Angkat1 l"t:tg
BpT C;dj;
dengan MS. Mintareja yang masuk HIvfl dari NKRI mend"put "p*'i*i Jari narigli;na Sudirman' Pada Dies
l1{":k:*gkatan
BPT cadjah Mada adarah Ahmad Tiriosudiio Republik lr,aottu'i" iefnrl ]endera"l-Besar
dan mahasiswa '*"ill; ?d";iBb"s;i ("p'uha''t' Y o gvakarta' 6 Februari 1948'
BPT Gadjah Mada lainnya.
Sudinnan serui., *Jffi
itui Hvrr 9eUtg.;i Himpunanlvlahasiswa
Setelah MS. Mintareja menjadi ketua umum HMI, Islam, iugu *"ng&ik*-*f." t*'g1l
Haripan Masyarakat
semakin irayoritas beragama Islam'
Indonesia. fu'"tu'?Jyut hidonesia
10
1I
Hllll Candradirnuha Mahasiswa

maka HMI sekaligus sebagai Harapan Masyarakat


Islam Indonesia. Hil ini.diartikaa-
menegastrr.uE*yu harapan
dibebankan pada pundak Hia sebagai ;.g;;';';;ri;*"
berl yur,g
Islam yang.memiliki komitmen dan i'onsist"ensi yang
U"*J ai
9d,^- memperjuangkan dan me-pertJ"nkun'kd;;;:fl;""
I1::*,,1,^.::Tql
Derorn dr atas realitas":q"ru Ians uerdasarkan panc*il, yur,s
Bhinneka Tunggal Ika.
P_"!"anganseciua fi sikyangdilak, rkanolehanggota_anggota
__
_
HM tidak terbatas hanya pra" f,A itu. Saat pembJintat"i?fC
3i
M"*l 1-8 September lbC, 61-l"ifirtosuairo,"U"lui
*rnf
KetuaPB HMI membentuk Corps Mahasiswa. Ia
mengerahkanoara
mahasiswa untuk dikirim ke uilayah_wilryuf,
p"*d-*ri*tpXI
Madiun, seperti Solo, Madiun, ponorogo,'frrfrds@
il n;;;;.
seirk tahun 1947, organisasi mahasiswa eksha universiter
-
lelSabung dalam perselrikatan perhimpunan MahasJwa
Indonesia (pptvfl). Karena di daram ppMI tidak;"
melararrg-organisasi mahasiswa underbouw "-tuilftg
partai masuk *ui-quai
anggota PPMI, tak n111"SIIu ppMI menjaai ,;*g k;;ik
partai. Sejak nP|,fi berdiri, HMI selalu meniadi
leyentinSan
xetuanya, atau setidaknya-sebagai wakil ketua dengan
PMY
p*t,u.
fi (Perserikatan Maha"siswa yogja), GMd (C.;;
Y*Tiy" Qakarta), PMKRI (perhimpunan.Mahasiswa Karolik
Republik Indonesia).

Setelah-masuknya orgT*1 mahasiswa yang


berafiliasi
dengan-partai politik iup".ti-CUtUl dan CGMI,
pf*irrr" fnfr,l
}::il_Tryd,u
*sTT*:
tersebut sehinsga rnrral LuigJ iuJ"*ri
lnoepencren banyak terkooptasi dan terpengaruh
politik pM ple.
Juf, prrt i
seperti dan

Perlu dicatat bahwa berdirinya ppMI dipelopori


HMI pada
Kongres Mahasiswa fndonesia di Malang pacla
19i17.
tanggalg
Selain.itu HMI juga mencetuskarr iie *""y"iE,gg*ul;
lfi*;,
Konrerensi Mahasiswa aiia-arrih (K^{AA)
ai naira"ni"G*t
30 lvlei-7 Juni 1956, di mana aguJ,in Aminudin
sebagli Kff;
Umum PPMI periode 1953_195S a*i unsur Ufrdf
niemimpin
penyelenggara KMAA.

t2
H0ll Eandradimuka uarrasiswa
Hfill Eandradimuka M ahasiswa
Pada tahun 1963, seiring dengan semakirt meningkatnya
!1ku{an FKI, muncul tekanari dan ionfrontasi dari CGMtr dan i-'ui"' *u*U"tit"t Agama,
GMNI terhadap HML Tekananiru bagi anggota HMllustru kepada saudara,
yang membq
meryali
U-J*t-ti1tu "kan
"mernbubarkan HMI'' "Mengapa HMI akan
lal*g*
KTo YMI menjadi tebih dinamis. nung
trelfaJafan pemuda harus berani berjuang liU"U*f.t"Tl tmya Saifuddin 7;r/rrn' "Yaah' niisalnya selalu
garde revolusi. "uAuguiiii;t
HMI sebagai kader bangsa tr"rus"rn"ne;p;tk; u"ttit"p *"t, t"kAg kritik, bersikaP liqd' fio]{-gUn yia"1
diripebagai uiung tombak revolusi. Vfulr., HMI
aitekair olei uiu lebarat-barataYt dan'lain -laini' jawab Buhg
-""g"iU"Ut"n
I:$,f:U:luata,n yang berhaluan komuni, inar',""i Karno kepada Saifuddin Zuhri'
"r*"i
.:e_:T dan tetap leading dengan tema_tema perjuanga+ ,"p"rii
Zuhri pun
'HMI kader revolusi', *Vtt aiant garde revohisf
,'
,Goi;;
iMI;, Perdebatan antara Bung Karno dan Saifuddin
dengan
TIMI Independen'. Tekanan dari-pru dan CGMI membuat
HMi Uerlangsung sengit. Saifuddin Zuhd tidak sependapat
semakin yakin akan kebenaran misi perjuangan yang dibawanya. il; ft;; soairencana pembubaran- HMI' "Bukan membela
fnnfi f*l Saya tidak ingin Presiden berlebihan' Itu termasuk
Adanya tekanan terhadap HMI untuk tingkat pusat tugas kami para pembairtu presiden"' ujat Saifuddin.,Zuhri'
ditangani oleh PB HMI. Denean- lobbuJnhhu :v2,
VtE,a"pat *"gg"h* ito Uottg Karno Pun mengatakan'
"B11kan
gewetan say&
berlebiiian tetapi saya berbuat menurut Perasaan

Presiden Soekamo membuat


HMI tidak Merdapat jawaban"yang cukup diplomatis dari Bung
pun merenung'
s Kamo membuat Saifuddin sedikit tercengang' Ia
yang te-r1$f: "Kalau Baqa\ (Bung
sJa;r"*y" mengambil sikap
artinya pertimbangan
K;;t d"p rreriaat membuuarkan HMI,
r"y" ul"""i""gan dengan Scuetat:B-?Pak.maka tugas say-a sebagai
pi*U""* BaP"ak han;a **p'i qi;Tt" kata Saifqdd-in-Zutui
tantangan-tantangan yang ingi4 membubarkan Hlvtr, 'maka L"p"da Bungkamo. lvtendengar sikap'tegas Saifuddin Zgi
iy
"oooh'
Pada lGpat Samudera, dldepal Istana Negara pada tanggat 13
September 1955, ketika presiden Soekarni
*Jii""t nring Karho bersikaP lain dengar"r mengatakan' untuk
-".g*rg"?;ik; iansan berkata begtu; saya tetaP memerlukan'saudara
,[ffbr|1,,
:C
t u
:*3XYS:.1:,:'a Jcepl{a
waril Ketua rvu
, r 4Nr r\slqq MrRS yiglfa
Ory, DN Aidit, barisan HMI membawa posteryang-berLliskan,
, fi.angkahi Mayatku Sebelum Gar,yrrrg iMI,,.
xetua
&) y<utS]uga A.gtua
:l
il
oyu...;ul" nung K;no. "Baiklah,'HMI tidak akan
organisasi y".,g pro';""if reyolus-io1er'
nristar, aUad-Chari, dan Syarif
Kau
Thayeb'
HMI akan menjadi
*yi U,rUutt ". Tetapi oy" tiu*ittt" jaminao bersama
harus
Nasution'
membimbing
Mepurut Sulastomo mengapa HMI tidak dibubarkan oleh
,1
' I'residen Soekarno adalah karena banyak orang yang membeia HMI," kata Bung X"-" menyudahi pertemuan itu' Pud
lain membuat
HMI, salah satunya Menteri Agama di zamln fli-,g fJmo, pertemuan-Pertemuan semacam itulah yang altara

{.H. SaitUldin zrrl"i. Saifuddin Zutui yang dekat dengan Bung


il hftn nia* diUrrUrttun oleh Bung Kamo' Adalagi suatu
y".S ;""gkt pula mdnjadi sebab mengapa Brr18. *T"t 11*
peristiwa

KaIno, dalam bukunya B


r*ffi p^aq
^uriU"U*ian {MI yaitu sikap politik HMI diakhir tahun 1966
sasar:m pe4uangannya masih-tetaq flda uPaya "5r""Yry
Presiden RI'
Orde Lama, bukan tangsung paaa airl Bung Karno
14
15
Mahasiswa
Hllll Eandra dlfiuka' HCIl Eandradirnuka Maha,siswa

, A..topfu hasil keteguhan hati dan perhitungan


fr _r'.il}t"mo
Sikap HMI selaku Ketua Umum fn ifm rcf,U Ketua Umum PB FIIVII saat itu, Taufik Hidayat, menyampaikan
yang cerdas 9l'"iidang pleno pB HMI. Walaupun seluruh secara langsung di hadapan Presiden Soeharto,
-tetap
bahqa
9:1"+
diselenggar"*1L^iung,-_ Sulastomo tetap pada pendiriannya. aktuatisasi peran-pefannya, HMI-akan .setia pala l&ittah
peran vans besar daram dan karaktemia sebagai organisasi mahasisw4 yang in{ege1!en'
inyx, , ,y;q:-#)iilxuiln
x"' Independensi inilah yang menjadi energi moral bagi HMI dalam
menumbangkala *"rrlulur,k* misi oiganisasi. Independensi orgairisalo1is akan
^ N, pada tangg al 20 -22J anuari 972, organisasi
seg 1
mencegah HMI menjadi underbouw da:i organisasi politik mana
DieraOte-
AMl, dan PMKRI mengadakan tonsuttasi pun. Adapun independensi etid akan meilrntun HMI untuk tetap
G..Mf, kelompok itu ariamatan Kelompok. setia mempe$tlArtrgkan kebenaran dan keadilan
"Wrr".Jrgga
di Cipayung jlo f"*"ltasi itu mengambil kesimpulan yang
Cipayung. Hal ini perlu ditegastan sekaligus sebagai jawaban
I.:t)j eebagai Kesepakatan Cipayung I, yang berisi
kemudian dika'"'@fltang- Indnnesia-tujuh .,.r*rru. . L.rt .g atas kritik-kritik ydi g memandang HMI terlalu dekat derrgan
y,9 rumusar) ..11a-citakan. Saat itu HMI mendesak pemerintah kekuasaan. Bagi HMI kekuasaan atau politik bukan wilayah
IndonesiayangT:^^ secara nyata sila-sila dalam pariiasila serta haram. politik fus6ti mulia, apabilardijalankan di aths etika dan
agar_melaksla-Xn5-"ldang Dasar 1945. HaI ini berarti Negara bertujuan menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilln. oleh
_f
mbukalUr};ik'"1u:rdonesiahamsdipimpindengan""kap"aa' kare; itu, logis apabila HM akan mendukung kekuasaan
Kesatuan Reprlu^*
u1a pejabat yang jujur. Semua unsu dulu* pemerintah yang sungguh-sungguh memperjuangkan kebenaran
demokratis olev r;emarrdang suku, golongan, dan agama, harus ian keadilan. Namun demikian, sebaliknya HMI akan tampil
pemerintahan sesuai dengan ke depan menentang kekuasaan yang korup $an 19nyet"*49'
sikap ini telah dibuktikanketikaHMl terlibat aktif da1amm911ti,1
mi1=#***t*$;''*
'^*-:l *"' Cipayung, angkatan
dan menegakkan Orde Baru, di mana sebagai organilasi llvll
muda harus tetap konJisten pada independensi dan peran-peran kritis'dan
" KelornPok
Menurul,{rlaf perencanaan nasional. Dipertemuan itu konstmktifnya. bemikian iuga pada saat sekarfig dan kuya
dihT tempa! aff gememtah agar tanggap terhadap aspirasi
,
Allah di rursa-masa mendatang, HMI diharapkan untuk tetap
mereka-mend*;; demi keterbukaan, perltr adanya sarqna_ independen dan kritis-obiektif, sesuai dengan karakternya sebagai
rakyat bTl*:,Jtpe1!e!tian) yang bebas dan tak terintangi. orgairisasi mahasiswa yang bergerak dalam bingkai keislaman
larana yr\bill,iai*,X Juli 7973, sebuah organisasi pu*ri" dan keindonesiaan.
liT ,f"" Uetr'fi-{orrute Nasional pbmuda lidonesia'(KNnf.
d_"lg* ,*l'i".ia" yang muncut dari Kelompok Cipayunf.
I
Namun demikiarv- HM sebagai organisasi yang terbuka
1{y
KNPI lahir aatt')|ztanannya, KNPI temyata tidak feUif. a# dan demokratis; juga harus senantiasa objektif dan responsif di
Namun dalarn rI^',, Ora" Uarr. dalam menerimaberbagai kritik dan masukan, demi perbaikan
perpanjangan @flga'' dan kemajuan organisasi di dalam mengoptimalkan -gerak'
langkahnyi dalam menggapai tujuan organisasi. Kritik-kritik yang
rE! * Iffi;:,iffiffi j:H ^gr:rl,,i"*i,",Tx11
I
ditrijukankepada HMl,-tidak boleh mengurangi rasa percaya d_iri
23 Mei t998, se'J-Jisalnya. pada peringatan
HMI untuk letap melakukan amar ma'ruf dan nahi mungknr' tlal
I
Dies Natalis HMI
dimana aihm Pidato Dies Natalis ini penting disadari, mengingat, manakala HMI tidak independen
il:i1$}ffi.o'o,n*"t1ee7, I dan tidak-kritis, maka ia akan menjadi organisasi yang menjauh
Hllll Eandradimuka M a hasi swa
,:a:. . \..,. | ::,,):. -,t)r..t,:at:

dan khitialuny4 serta akan melemah mengingat akan ditinggarkan


oleh komunitas mahasiswa Isram yang-membuturrkan wahana
perjuanqar-r mahasiswa yrr,g ioaepe'.,a;; dan kritis.

.. atas,B"F apa peran yang dilakukan HMI, seperti fakta sejarah


di lgsaimananun terus menurun dan menjadi sifat'_sifat
anggota HMI dalam berjuang dan bergerak. Dalam melakukan
organisasi maupun sebagai individu, para anggota tidak
_aktiv,itls
keTl
lel+ dan pantang mundur, bila perlu sampai iitit arr"f,
terakhir dalam memperjuangkah cita-ciia (sebagaimana m"r,pJi
semboyan para kader HMI .yakin Usaha'Samlai,,). Tekad
han
semangat ini tetap terbawa hingga menjadi aiumni. HMI
dan
para anggota' juga alumni HMI menegakkan kebenaran dan
mewujudkan kesejahteraan hidup rakyat indonesia.

I
I

I8
Hftll Eandradimuka Mahasiswa

BAB II
DOKlrRIN PERJUANGAN HMI

HMI dididkan di Yogyaktrta 5 Februari 1947 memiliki


misi yang lelas dan cita-&ta tingg untuk diperiuangkan
tringga t""r".pai dalam kehiduq-a1 berbangsa bermasyarakat'

...rtr
,:r,:i;.
ffi
.,..,:-J ' ;, '
-:'-ii'r't:,i".i,
$.dF:'.
a*Y"hu*ugara. Adapun misi HMI itu adalah 1) menegakkan
dan mengimb*gk; agama Islam yang bersumber padl e-l
Quran aan as S""""f,, untuk tegaknyd keyakinan
J"lu- kehidupan bermasyarakat, berbangsa' dan
tauhid'
hl":g*l,
t .i
.{ri.i .;
yang malemuk, dengan tutt dakwah amar ma'ruf nahi
^ut"t
*uitor, i; U"tpur"r,-dan berpartisipasi aktif' konstruktif' pro-
aktif, inkiusif, integratif, bersama-sama Pemerintah Re,nul[f<
f"ao*tiu serta sekiruh kekuatan b^q"ut guna TerunSkll€n
dalam
harkat dan martabat serta peradaban bangsa Indonesia
bidang kehidupan beragami pendidikan, ekonomi' kebudayaan'
sosiallpottik, iemasyaiakx*, a"rr dimensi kehidupan Iainnya
aut ttia"p berdampingari dengan bairgsa-bangsa lain di duni.a'
untuk mencapai masyiatat .al *'t-* berdasarican Pancasila
dan uuD 194'5' yang diridhoi Allah slNT' 3) berusaha-menguasai
dan mengembanglin ilmu pengetahuan dan telihologi dalam
I rangka iembangun masi dep"n bingsa' 4) membina kader-
.yang
kad; intelektuJi dan pejuang bangsa berwawasan
( {eilrnuan, dan independen'' sebagai
keislaman, keindonesiaan]
p"*i*pin bangsa di masa mendatang untu]< mengisi

,l
"Jot
kemeriekaan- S; meniUenaung dan membeiantas bahaya
laterr
pJ"*l.i*"r, to-roi" da[m iegala bentuk dan manif-ltasinya
Ltt iuf."*-paham lain yang betentangan dengan Islam.dan
-senantiasa
mengusahakan Persatuan dan-kegatuan
Il Pancasila, 5)
ftfu* dan bangsa Indonesia yang majemuk' serta keutuhari
"*i
negara kesatuan Repirblik Indonesia dari Sabang -sampai
Meraukg'
r"fug"i syarat hutlak tercapainya cita-cita umat Islam dan bangsa
Indoiresii yang besar dan luhur datam hidup berdampingan
dengan bangsa-bangsa lain di dunia'

21
H[Ill Eandradimuhg Mahasiswa
H0ll Eandradirnuka M ahasiswa
Untuk mencapai misi yang diembannya, HMI membutuhkan
doktrin perjuangan yang mampu membangkitkan gnergi dan berkesinambungan landasanJandasan perjuangarmya, yang
daya dorong sehingga berhasil mencapai cita-cita. merupakan'dokfrin perjuangan Hlrrfi' Hal ini dilakukan tidak.
lepas- dari semangai pembaharual yang dimiliki HtvII sejak
Perkembangan historis menunjukkan, selain Anggaran kelahirannya, sebagai implementasi dari pemikiran-pemikirannya
Dasar (AD) dan Anggaran Ruinah Tangga (ART) HMl.sejak yang inovatif di tengah-tengah masyarakat yang selalu mengalami
tahun 7947 htngga tahun 2009, HMI telah memiliki 10 naskah perubahan yang datang silih berganti tanpa berhenti dan sangat
atau'dokumen sebagai landasan perjuangan, yang meliputi: 1) cepat, guna menjawab kebutuhan hidup manusia.
Pernikiran keislaman:keindonesiaan lllfl (tahun 1944, 2) Tafsir Azas
$ (tahun 195n,3) Kepibadian HMI (tahun 1963), 4) Garis-Gais Pokok Perkembangan di atas. selaras dengan Per.Ln HMI
\! Perjuangan (tahun 1966),5) M,c,-Nilai Dasar Perjuangan O[DP) sebagai organisasi mahasiswa, organisasi kader dan organisasi
tahun 1969, tahun 1986 diganti namanya menjadi NIK, dan tahun perjuangan. Sebagai organisasi mahasiswa, memiliki wawasan
berorientasi maju ke 4up"r, disertai pemikTT {*g
'i
F 1999 kembali namanya diganti menjadi NDP hingga sekarang, i"ur y".g
6) Gambaran lnsan Cita HMI (penjelasan tujuan HMI) tahun 1969, cemerlang dan segar. Sebagai drganisasi kader HMI belajar
,.*. kemudian disemputnakan menjadi Tafsir Tujuan (tahun L971), berlatih dengan kemampuan yang dimilikinya, baik untuk
+
s. 7) Tafsir Independmsi (tahun 1971),8) Mimori Penjelasan Tentang kepentingan anggotllnya sebagai calon kader dan pemimpin
i.- Pancasila Sebagai Dasar Organisasi HMI (tahun 7986),9) Memori bangsa maupun untuk kepentinqan mpyarakat luas. Sedang
Perrjelasan tentang Pancasila sebagai azas HMI (tahun L997) dan sebagai organisasi perjuanga+ dengan perkembangan pemikiran
1A) Mentoi Penjelasan tentang Islam sebagai Azas HMI (tahun 1999). tadi, menunjukkan bahwa HMI dalam perjuangaryry,a berusaha
uhtuk terus menerus melakukan berbagai perubahan dalam
Sepuluh landasan nu4ir".,gu., HMI dijadikan doktrin masyaraka! untuk kesempurnaan kehidupan bermasyarakat,
perjuangan HMI. Di antara 10 naskah doktrin perjuangan HMI, berbangsa, dan bemegara.
yang masih dipakai dan tetap dijadikan landasanJandasan
\
perjuangan tinggal lima, yaihr: 1) Pemikiran keislaman-
keindonesiaan HMI, 2) Tafsir tuiuary 3) Tafsir independensi,
4) Memori penjelasan tentang Islam, sebagai Azas HMI, dan 5)
NDP. Namun, dalam kajian-kajian yang dilakukan saat ini,lima l.
Ad3pun doktrh Periuangan HMI itu adalah:

Pemikiran keislaman dan keindonesiaan HMI


3? ?[uz
A fJi
naskah lainnya masih tetap relevan untuk dikaji sebagai wacana ev
intelektual di kalangan HMI. Doktrin HMlv^-g pertama berasal dari tiriuan HMI sebasaimana
ffimuskan pada waktu didi$kin 5 Februari 1947. yaitu a)
Jika memerhatikan perkembangan HMI, tampak suatu mempertahankan Negara Republik hrdonesia dan mempe.tingSo
perkembangan dinanils. Dinarnika itu terlihat dengan adanya derajat rals,uat Indonesia Y
suatu usaha yang sistematis, yang selain melakukan .rsatia. u,awasan keindonesiaan/[-ebaagEelt HMI, b) menegakkan dan
konsolidasi organisasi, HMi tidak melupakan untuk melengkapil utnYaheruPakan
Iandasan-landasan perjuangannya yana bersifat ideologis, dan'; tgnsep aa; *"*""an t.;@. Wawasan keindonesiaan dan
filosofis. Di awaii iahun L957 samlai tahun 2010, HMI rrSemasukii ,i-awasan keislaman bersafu secara utuh rnenjadi wawasan
fase-fase untuk merumuskan dan menyelnpurnakan secara keislaman dan keindonesiaan.

22
23
H{Ill f,andradimuka M ahasisw a
Htlll Eandradimuka rvra has lswa

' Berdasarkan sejarah pbrkembangan intelektual' pemikiran


terbagi dalam tiga p eriode. P ertama, kehidupan bermasyarakat. berbengFa dan bernegara yang
keislaman_keindonesiaanHMl
harmonis. Tidak terdapat kesenjangan antara keislaman-
antara tahun 7947-7955, pada periode ini pemikiran
keislaman-
komprehensif' keindonesiaan, antara Islam dan Pancasila, selaras dengan realitas
keindonesiaan HMI belum te-rumuskan secara
periode ini pemikiran keislaman sosial budaya bangsa Indonesia dengan ciri utama pertumbuhan'
Kedua, tahun 1g66:Lg8/., pada
dirumuskan walaupun belul perkembangan dan kemajemukan- corak_pemikiran keislaman-
keindonesiaan HMI toa"n Leindonesiaan HMI adalah substantif, proaktif, inklusif, integlatif,
dielabofasi sepenuhny& sehingga menjadi satu pengerti"'-"Tl
Nurcholish ilmiah, dan modem. Pemikirdn kbislaman-keindonesiaan HMI
Kemudian dengan gl*il*g,-Pemikiran-pemikiran merupakan doktrin HMI, menampilkan Islam- yang beS3rak
Uf"{ia, sangat io*il"o ^u*buti pengertian tentang pemikiran khas'Indonesia. Pemikiran itu mampu metakukan perubahan'
keisiaman alan teindonesiaan P,ilvfr" Ketiga' dalam
waktu 1985-
berbagai pengertian tentang r"r"ti dengan tuntutan kontemporer menulu masyarakat.adil
19 {17, padaperiode ini, telah muncul
HMI seperti 9*i ]{1g makmur ying diridhoi Allah SWT-masa d"pqtt Indonesia baru -

;";fu""'keislaman-keindonesiaan dan Nurdiolish Madjid' sebagaimana dicita-citakan seluruh rakyat Indonesia'


Ln". Azis; A.Syafii Maarif, Fachry Ali'
diberikan oleh
Pengertian tentang keistaman-k;indonesiaan Pengertian perrikiran keislaman'-keindonesiaan HMI
Nurlhotsh Madiid tahun 1986. mencakupkpek-aspek sosiologis, historis, dan filbsofis. Pemikiran
HMI tersebut merupakan ideologi altematif, dalam kehidupan
Dalam keislaman-keindonesiaan telah terpadu s-ecara
HM,
filr'[i telah bermasyarakat, berbangsa dan bemegara di Indonesia. Ideologi
uhrh, sehingga dalam mengekspresikan keislamannya' yang pemah ditawarkan S ,oekamo tahun 1925 yaitu nasionalisrr€'
,"tuilgrt il"r,ytt.kun keindonesiaannya' Ddlt pandangan
"komitmen kepada keindpnesiaan merupakan kelaniutan
irUirlm", dan marxis-e'tid"k cocok dengan realitas kondisi
HMI masyarakat Indonesia yang berlandaskdn Pancasila'
dari sistem keimanLnya. Hlvti mengindonesia karena
hendak -M"$
diseiapnya iaeotog yang diintrodu# Presiden Soekamo itu, dijuruskan ke
mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang 1d "l-1*- N"sioia"_ e[ama _ Komunis (NASAKOM), lebih ti{ak sesuai lagi
u;*ul'f"fu-, Maka dalam mengislarry HMI mengislqm {:lam
karena rr*rrifOUf iehs-jelas bertentangan dengan
Pancasila'
riadah yang dikaruniakan Tuhan kepadanya yaifu tanah
.air
Indonesia. iuirl.-ro-k"indonesiaan bagi HMI
bukan rrrasalah Maka, dapat dikataka& Uatrwa pemitiran tt"t.t"' 'Ar/
mata uang'
altematif safu sama lain, tetapi dua sisi dari sekeping keindonesiaan FIMI
dalam
Kemudian secara akademik, Agussalim Sitompul 1928 maupun
Pemikiran Keislaman-
disertasi Doktoralnya yang berjudul mffii. Terbukti Marxisme maupqn Komunis
HMI (g474ggn, membahas pemikiran' . airnaonesi@
Keindonesiaan
t"iti.**-f,.eindonesiaan' HMI' Pemikiran
keindonesiaan HMI terangkum datam berbagai sumber'
keislaman-
Setelah
keislaman-keindonesiaan
l:.:fiffiffi*fi;;;@
-ffiluai6-Xtrn-_n"
No )00/1967. Pemikiran keislaman-keindonestaan iaan HM
Hiv[. oqpal
dielaborasi terumuskanlah pengertian 1) Kedua ideologi
tlivll.
T"Y
Indonesia. 2) di antara
itu digali dari realitas kondisi masyarakat
Terintegrasinya antara pemikiran keislaman dan dua .i,"ur doktrin itu terdapat konvergensi atau titik temu yaitu
dalam Pancasila sebagai dasarnegara dar.pandangan hidup bangsa yang
keinlor.esia-uo mufi di atas titik temu dengan Pancasila
sudah ,,."*plku,. konsensus nasional. 3) doktrin ini memiliki

24 25
,;:il
Hflll Eandradimuka Ma has iswa Htlll Eandradimuka M ahasi swa

daya lentur. 4) karena penduduk lndonesia {Ioritas b:fryu*: Kedua, adalah umat l"dani .Indonesia sebagai golongan
Islam, {an agama Islam itu sendiri menjadi rahmat bagi seluruh terbesar dari rakyat Indonesia, berkewajiban membela, mengisi
umat manusia, tanpa terlebih dahulu masuk Islam.5) doktrin ini dan menyempumakan Kemerdekaan 17 Agustus 1945, setelah
hanya membicarakan pemikiran yang bercorak substansial'
yang
beratus-ratus tahun berada dalam cengkeraman kaqm penjajah
menjadi kebutuhan pokok manusia pada umunnya'
yang durhaka. Negara Indonesia yang harus ditegakkan itu di
atas landasan Pancasila dan UUD 1945, dan Piagam ]akarta yang
menjiwai dan merupakan rangkaian kesatuaru Ketiga, adalah
2. Tafsir Azas tugas mahasiswa Islam. Mahasiswa Islam Indonesia memikul
kewajiban dan tanggung jawab yang ber4t tetapi suci. Sebagai
Doktrin Periuangan yang muncul kemudian adalih Tafsir Azas'
kader pelopor dan pengbmban masa depan umat Islambaik dalam
sebagai il"tit tuprt"sanrKongres ke-5 Medan tanggal 24 s'd'
melaksanakan tugasnya kepada kemanusiaan dan sejarah sebagai
31 D"esember 1957, yang dirumuskan 2 orang yaitu Amir Rajab
golongan manusia yang menerima kebenaran Ilahi, ataupun
Batubara, dan Ismail Hasan Metareum. Ketika Tafsir Azns itlu
sebagai golongan terbesar rakyat Indonesia yang menerima
dirumuskan tahun 1957, HW berdasarkan Islam' Menurut
karunia tanah air lndonesia, karena kedudukannya yang unik,
penuturan Ketua Umum PB HMI1955-1957 AmiI Raiab Batubara
HMI, adalahagarsemua sebagai elemen yang pal.ing sadar dari umat Islam dan rakyat
iatarbelakang dirumuskanny aT afs1 Azas
Indonesia adalah mengusahakan terciptanya pribadi.pribadi yang
jajaran nengurus HMI dari Pengums besar hingga komisariat
'#*iUti pJao*urr atau landasan perjuangan yang sama untuk berkehidupan sebagai seoftmg muslim sejati yang integral dan
konsisten, yaitu pengabdi yang berkehidupan imbang telpadu
merigimpLmentasikan ajaran Islam di tengah-tengah kehidupan
antara pemenuhan tugas hubungan antar individu dengan Allah,
masfaraiat lndonesia. Kebenartn Islam telah mendapat jaminan
kesempurnaannya sebagai aturan tata hidup dan kehidupan yTg
dan pemenuhan tugas hubungan antara sesamd manusia. Tu$as
lain dari mahasiswa Islam untuk menerapkan kebenaran Ilahi
dapat^mengantarkanmanusiakepadakebahagiaanduniadan
dalam masyarakat sehingga menjadi manifestasi pliUaai dalam
akhirat.
kehidupan sehari-hari. Untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-
Naskah Tafsir Azas HMI yang terakhir (tth* 7966, dan baiknya,para mahasiswa bergabung dalamHMI.
berlaku sampai tahun 1969), yang diputuskan pada Kongres
,

kes HMI di surakarta tahun 1966, menyebutkan ada 3 lapisan Uraian di atas menunjukkan, bahwa sentuhan ideologis
.atau tiga golongan yang mendaPat tugas untuk melaksanakan dan filosofis.yang pertdma sekali dirumuskan dalam HMI adalah
misi tJam ai kalangan bangsa Indonesia. Pertama, adalah umat Tafsir Azas sebagai penafsiran dari Islam yang menjadi dasar
Islam. Berdasarkan Al Quranul Karim surat Ali Imron ayat lM HMI. Inilah yang menjadi embrio pemikian ideblogis dan filosofis
urnat Islam atau kaum Muslimin yaitu golongan yang menerima selanjutnya dalam HMI, yang sec:lra konseptual mempunyai
kebesaran Allah, memikul tugas suci atau. mission sacre untuk hubungan yang kuat baik secara historis, terlebihJebih ideologis
mengajak manusia lainnya kepada kebenaran' Jadi tugas dan dan filosofis
Xewilitan umat [slam dengan kebenaran Ilahi, menciptakan
tata masyarakat yang adil makmur, materiil spirituil mauPun
struktural, sebagaimana dilukiskan dalam Al Quran surat saba
ayat 15 " B al datqi Wa Robbun Ghofur'"
.Toyyibatun

26 27
Htlll Eandradimuka M ahasisw Hml Eandradimukd Mahasiswa

3. KePribadian HMI 5) Pemersatu, yaitu sikap perbuatan angkatan muda yang


Bagian akhii naskah menjadi milik dan merupakan'analC seluruh umat Islarn di
Doktrin ketiga HMI adalah KepribadianHMl' Indonesia, dan seluruh bangsa Indonesia pada umumny q yar:.g
Tafsir Azas HMf *;g""gkapkan
bahwa r'rntuk memudahll
melaksanakah terlaksananya integrasi umat lslam Indonesia
;i;;';i"k;.k"" ht'iion sacre-nya' Hlr4I harus menlenal
seP9ry dilurysFan dan sikap menggalang persatuan nasional.
hakikat dirinya sendiri/kepribadiarurya' melaksanakan tugas
;;il xc, baldian HMI, iar'iurus- tahl cara 6) Progresif ranolusioner, yaitu sikap dan perbuatan angkatan
Lnkrit, ditetapkan dalam
;il;il pr"ttet sebagaimana
benang T:t+
muda yang patriotik yang lebih mengutamakan kepentingan
Garis4aris Pokok nlt;*ng^ HMI'-Inilah
suatu bangsa dan tanah air di atas kepentingan pribadi, serta
antara doktrin
,*g *""""iukkan "a'""yu ft"Uungan konseptual memihak dan membela kaum yang lemah dan tertindas,
perjuangan HMI. menentang kolonialisme, dan imperialisme dalam segala
pengertian yang bentuk dan manifestasinya, serta ikut aktif dalam pembentukan
Untuk memperoleh pendekatan ke arah dan pengisian masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan
perlu ditinjau tentangberbapai
luas danbenar a"r,,rog k"p'ib'diu"' makrirur, materiil dan spritual sertadiridhoi AllahSWT.
persoalan, yuit, t"t"r'U"t'ut^unS t9;u'"tt berdirinya HMI' dasar dan
dan pe.rSnan
ffi;Iili, kedudukan HMI?ahm situasi sekarang Dari keseluruhan uraian tentang kepribadian HMI daPat
;ffiili"#;;""d;!- nerdasarkan hasil peninjauT ,3 brr" disimpulkan:
esensi kepribidian HMI' Banyak
di;;;skan
ilr""at"" a;Pat
menentukan pembentukan 1) Perumusan Kepribadian HMI disusun pada Musyawarah HMI
dan luas unsur-unsur yang ikut serta
HMI, namun dibaatasi pada perumusan unsr'rr-unsur seluruh Indonesia di Pekajangan Pekalongan tanggal 23 s.d.
t"-prii"ar". 28 Desember 1962" dan disahkan pada Kongres Vtr di Jakarta
pokok, Yaitu:
tanggal S s.d. 14 September 1963.
l) Dasar Tauhid, yang bersumbet P:du
Al Quran dan Sunnah
Rasulullah, yuitt.r" du'u' keyai<inan bahwa tiada Tuhan 2) Kepribadian HM hanya dapat dipahami dan harqs digali dari
Maha Esa' yang merupakan sumtrernya yang asli dan paling hakiki yaitu Al Quran dan
melainkan All"n, aut eUuft adalah
it ri a*i Iman,Islam dan lkhsan' Sunnah Rasulullah.
y""8 harmonis antara 3) Kepribadian HMI adalah sama dengan kepribadian muslim
Z7 Oasar Xeseimbangan,yaitu keseimbTg:"
dan rohani' akal
pemenuhan *g;; i;tiu dan akhirat' lasmani' pada umumnya, dengan tambahan cirinya yang khas dan
kebahagraan*9"0
dan kalbu, ir"^", a* ilmu' untuk berkarakteristik, yaitu adanya fungsi dan sifat kemahasiswaan
menulu
di dunia dan akhirat dan kemanusiaan.
dan pemikiran 4) Kepribadian HMI memperoleh pengaruh dan latar belakang
3) IQeatif,yaitu memiliki kemampuan {11cipta untuk
rasional dan kritis, sehingga memili{i kebijaksanaan sejarah perkembangan Islam dan revolusi besar bangsa
a"f", berilmu amaliah dan berarr'al ilmiah' In<ionesia.

4) Dinamis, yaitu selalu dalam keadaan Selak.,danrespon


1e.-11 5) HMI mempunyai kedudukan yang jelas dalam lingkungan
;;tk;*;;g, serta dapat dengan cePat memberikan
"yang.. kepemudaan, kemahasiswaan, umat Islam dan bangsa
terhadap setiap ,u.,tuttg"tt dihadapi' sehingga ia Indonesl:- pada umumnYa.
menduiuki fungsi pelcpor yang rnilitan

28 29
Hllll f,andradimuka Mahas iswa Hllll Eandradimuka Mahasisrara

6) Bahwa hari depan HMI adalah luas dan gemilang meliputi Naskah GPP HMI terdiri dari 5 Bab. Bab I sebagai
lapangan keilmuan serta pembangunan masyarakat, bangsa' 'inukadimah yang intinya mengungkapkan bahwa GPP
,,ugutl, dah agama, serta mengusahakan integrasi umat Islam merupakan keseluruhan strategi sqrta garis-garis kebijaksanaan
InJonesia dan berusaha menggalang persatuan nasional' umlun yang harus ditempuh dalam suatu fase perjuangan sesuai
dengan kondisi-kondisi objekf,f irrtern dan ekstem pada saat ini.
Dengan enam esensi di atas, maka HMI sudah mengenal
Dalam rangka mencapai tujuaf, HMI secara keseluruhan dan
dirinya r"iairi sehingga dapat melaksanakan mission lacre-nya
untuk melaksanakan strategi di atas perlu disusun suafu program
di muka bumi ini, khususnya di negara Republik Indonesia.
Kepribadian tersebut harus dimiliki setiap insan H\II sebagai umum yang bersifat nasional. Adapun Bab II menggambarkan
pribadipribadi yang bertanggung iu*19 melaksanakan tugas kekuatan sosial politik dalam tevolusi Indonesia. Ideologi politik
suci uniut melaicsanakan dan mengamalkan ajaran Islam dalam yang berpengaruh dalam masyarakat Indonesia adalah 1) Islam,
kehidupan b'ermasyarSkat, berbangs& d an berne gara' 2) IGisten/Katholik, 3) Marxisme, 4) Marhaenisme/ideologi lain
yang bersumber kepada Marxisme. Pada Bab [II, digambarkan
Enam esensi kepribaclian HMI dibutuhkan bukan untuk situasi umat Islam Indonesia selagai pelopor untuk menentang
menetapkan siapa HMi itu sebenamya, irrelainkan untuk menjadi kezaliman. Mengapa umat Islam Indonesia kehilangan Peranan
pedoman umum bagaimana seharusnya kita, dan aPa yang aktif dalam memimpin negara disbbabkan:
irarus kita perbuat ,.,tot mencapai 'bagaimana sghar-us1fa'
itu dalam pe4,ruogut kita. Enam esensi itu dibutuhkan bukan l) Belum adanya periatuan dan kesatuan umat Islam sebagai
sebagai kepriUaaiin yang sudah utuh, melainkan dibutuhkari salu syarat mutlak suksesnya perjuangan umat Islam yang
seUa[ai 'Doktrin Perjuangan'. Enam esersi itu dapat dijadikan sulit sekali dibina sehingga potensi Islam sukar ditingkatkan
keraigka doktrin perjuangant HMI' Enam esensi kepribadian menjadi suatu kekuatan yang efektif.
HMI herupakan Penemuan yang sangat berharga sebagai 2) Belum adanya organisasi yang efisien sebagai satu alat qntuk
perumusan- hakikai HMI, sehingga untuk Pertama kalinya mencapai tujuan. -..
Hm Uait sebagai keseluruhan organisasi mauPun Perorangan 3) Belum mempunyai program perjuangan y*i *"tyeluruh,
anggotanya, menemukan secara konkrit garis besar.doktrirurya'
sehingga kegiatari umat diarahkan kepada sasaran strategis
Enli esensi kepribadian itu, merupakan pegangan filosofis yang
yang menguntungkan
memudahkan HMI d; anggota-anggotanya dalam memberikan
wama dan corak kepada gerak langkah perjuangannya' 4) Belum bisa mehggunakan strategi taktik perjuangan yang
sesuai dengan situasi serta kondisi pada jangka waktu
tertentu.
4. 'Garis-garis Pokok Periuangan (GPP)
5) Belum ada kesatuan pimpinan, yaitu pimpinan yang ber-
wibawa bagi seluruh gerakan dmat.
Jika Kepribadian HMI dirumuskan untuk memudahkan
melaksanakan misi HMI dan harus mengenal hakikat dirinya, 6) Perjuangan Islam belum banyak memilih yang berorientasi
maka GPP HMI adalah doktrin bagaimana cara melaksanakan kepada rakyat, yaitu sikap perjuangan untuk membela rakyat
tugas suci daiam praktek konkrit. GPP ini dirumuskan dan yang tertindas.
,liietapkan pada Kongres VIII HMI di Surakarta tanggal L0 s.d. L7
Bab IV menggambarkan status, fungsi, dan pe-an HMI,
September 1966.
yaitu berperan sebagai organisasi perjuangan, berfungsi sebagai

30 3'l
Hllll Eandradimqka M ahas i.pvva
Hml Eandcadimuka Mahasi'swa
organisasi kader, dan berstatus sebagai organisasi mahasiswa.
Sebagai orlanisasi perjuarigan, sesuai dengan dasar perjuangan penerapan yang sebijaksana-bijaksananya. Diterangkan pula
Islam, HMI memperjuangkan terlaksananya ajaran Islam di atas bahwa AD/ART, Tafsir Azas,. Keprib4dian HMI, GPP HMI
landasan Pancasila. Sedang sebagai organisasi kader, berarti adalah serangkaian landasan-landasan periuangan HMI yang
i{ufl mempunyai dua fungsi yang harus dilaksanakan secara harus'dipegang teguh oleh para pemimpinnya dan para aktivis
simultan yaitu sebagai kadei umat dan kader bangsa Indonesia, serta seluruh apalat organisasi HMI. Dengan demikian niaka akan
Adapun sebagai organisasi massa mahasiswa bahwa aspirasi dan teriamin adanya kesatuan gerak dari pimpinan dalam mencapai
oreintasi perjuangan HMI adalah irntuk rakyat. Sementara Bab V ,u"-"r, strategis dan suksesnya perjuangan. Hal ini sejalan
berisi strateg! dasar dan program.umum. Sesuai dengan situasi dengan firman Allah SWT dalam Al Quran surat Yusuf ayat
objektif intern maupun ekstem HMI serta dilihat dari kebutuhan 108 (Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku; aku dan oranSorang yang
perjuangan pada saat ini, maka strategi dasar HMI diarahkan mengikutiht mmgajak kamu) kepada Allah ilenganhuijah yang nyata,
kepada 3 sasaran yaitu : Matta Suci Allah dan aku tiada ternrasuk oranSarangyang musyik).

l) IntemHMI : Konsolidasi HMI Seperti diungkapkan pada Bab VI GPP HMI, jelas terlihat
2) Internumat Islam: Integrasi umat benang merah, teptang kaitar,- berbagai doktrin periuangan HMI
3) Nasional : Pembinaan Orde Bar.u. yang memiliki hirbungan konseptual yang satu dan terpadu,
sebagai langkaian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal
Untuk melaksanakan tiga skategi dasar itu maka program ini terlihat dari butir-butir dokirinyang termuat dalam GPP HMI,
nasional HMI adalah: yang mempunfai kaitan ideologis dan filosofis dengan 2 doktrin
l) Meningkatkan kualitas Hlr{Ipebagai kader umat dan bangsa terdahulu. Kemudian dalam banyak hd, Pemikiran-pemikiran
Indonesia. yang tertuang di dalamnya, merupakan pemikiran yang sangat
sebagai faktor kekuatan sosial politik yang situasional, dengan daya jangkauan waktu tertentu. Maka dengan
2) Ivfenjadikan HMI
menentukan sendirinya tidak bersifat permanerL walaupun lr,lrtih terdapat
hal-hal yang relevan dengan situasi sekaranp ]
3) Mengusahakan kesatuan pendapat di kalangan umat Islam
dalam menghadapi persoalan politik.
4) Menggarap potensi umat sehingga'menjadi kekuatan yang
riil.
5. Gambaran Insan Cita HMI

5) Menghancurkan sisa-sisa PKI. Kongtes ke-9 HMI di Malang tahun 1969 telah berhasil
6) Meningkatkan kerjasama secara konkrit di antara semua merumuskan gambaran insair cita HMI sebagai penjelasan tujuan
kekuatan Orde Baru untuk membangun lndonesia. HMI. Gambaran insan cita HMI tersebut memiliki lima kualitas
insan cita HMI dengan 17 indikator seperti tercantum pada pasal
Sebagai penutup yang'antara lain menerangkan bahwa 5 AD HMI. Konsep inilah yang disempurnakan menjadi Tafsir
GPP HMI sebagai aplikasi AD./ART, Tafsil Azas dan Kepribadian Tujiran HMI pada Kongres ke-10 HMI di Palembang tahun 1971-
HlvII, tidak akan bersifat permanery melainkan ditentukan oleh
situasi serta kondisi pada waktu tertentu. Pelaksanaannya
fleksibel, dengan pengertian sqauh mungkir, mengusahakan

32
33
Hftll Eandradimuka Ma hasl srara
Hllll Eandradirnulta rvranasisvva

6. Tafsir Tujuan flMI dari sekadar yang ada dan bergairah menciptakan bentuk-
Doktrin perj uangan keenam adalah Ta/s ir Tui uan HMl.Sebelumnya bentuk baru yang lebih baik'dan bersikap dengan bertolak
bernama Gambaran Insan Cita Fllvll (Penjelasan Tujuan HMI) yang dari apa yang Ada (yaitu Al9!). Berjiwa p"tll- deng-an
untuk pertama kali dirumuskan tahun L969. Ketika itu Tafsir Azas, gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan
tidak dijadikan lagr sebagai landasan atau doktrin Pequangan pembaharuan.
HMI. o Bersifat independen dan terbuka, Uduk isolatif. tnsan yang
potensi kreatifnya dapat berkembang.
Inti dari Tafsir Tujuan ini, menggambarkan kualitas insan
I
cita HMI sebagai dunia cita, yaitu suasiura ideal yang ingin
. Dengan ditopang kemampuan akademis, ia mampu
diwuiudkan oleh HMI, di dalam pribadi seorang manusia yang melaksanakan kerja kemanusiaan bemapaskan ajaran Islam.
beriman dan berilmu pengetahuan serta mamPu melaksanakan
tugas kerja kemanusiaan. Kualitas' tersebut sebagaimana 3) Kualitas Insan Peng"idi , Insan Akademis, Pencipta;
dirumuskan dalam Pasal 5 AD HMI yaitu : 1) kualitas insan Pengabdi
akademis, 2) kualitas insan pencipta,3) kualitas insan pengabdi, . Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan orang banyak
4) kualitas insan yang bemafaskan Islam, 5) kualitas insan yang atau untuk sesama urnat.
bertanggung lawib atas terwuiudnya masyarakat adil makmur 1 . Sadar membawa tugas insan pengabdi, bukan hanya
yang diridhoi Allah swT. Kelima kualitas insan cita HMI tersebut membuat dirinya baik tetapi juga kondisi sekelilingnya laik
*rul.rg-*uting ditandai dengan beberapa kualitas tertentu dan .Insan akademis, pencipta dan pengabCi adalah yang
spesifik, yang harus dirniliki oleh anggota HMI , sebanyak 17
i.tai*atol ialih: bersungguh-sungguh mewujudkan cita.cita dan ikhlas
' mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesama.

1) Kualitas Insan Akademis :


r Berpendidikan tinggi, berpengetahuan luas, berpikir rasional,
4) Kualitas Insan yang bernapaskan Islam: Infun Akademis,
Pencipta dan Pengabdi yroB Bernapaskan Islam
objektif, dan kritis.
. Islam yang telah menjiwai dan mimberi pedoman pola pikir
o Memiliki kenrampuan teoritis, m€rmPu memformulasikan
dan pola lakunya tanpa memakai sebutan Islam' Islam akan
apa yang diketahui dan dirahasiakan, selalu tanggap menS-
menjadi pedoman dalam berkarya dan mencipta sejalan
hadapi sua$Ina seketilingnya dengan kesadaran.
dengan nilainilai universal Islam. Dengan dernikian Islam
. SanBEup berdiri sendiri dengan penguasaan ilmu teiah menafdsi dan menjiwai karyanya.
pengetahuan sesuai ilmu pilihanny+ baik secara teoritis . Ajaran Islam telah berhasil membentuk 'unity personaLit{
rurupun teknis. Sangglp bekeria secara ilmiah yaitu secara
<ialam dirinya. Napas Islam telah membentuk pribadi
t'ertahap, teratur, *""g-uh pada tuiuan sesuai prinsip-
yang utuh, terhindar dari split'personali$, tidak pemah ada
prirsip perkembangan.
dilema pada dirinya sebagai .warga negara dan dirinya
sebagai musiim. Insan ini telah mengintegrasikan sukses
2) Kualitas Insan Pencipta : Insan Akademis, Pencipta pembangunan nasional bangsa ke dalam sukses perjuangan
r Sanggup melihat kemungkinan-kemungkinan lain lebih urnat Islam Indonesia dan.sebaliknya.

t4 35
Hflll Eandradirnuka Maha.s israra
:

5) Kualitas Insan yang bertanggung iawab atas terwujudnya mencapai tujuan. Atau dengan kata lain bagaimana profil anggota-
masyarakat adil makmur diridhoi Allah SWT: anggota HMf yur,g harus diciptakan melalui proses perkaderan,
. Insan akademis, pencipta dan pengabdi yang'bern4faskan sehingga tujuan akhir HMI itu tercaPai.
, Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat Selain 17 indikator itu, unhik membentuk kader HMI yang
adil makmur yang diridhoi Allah SU[J' utuh, dirumuskanlah 5 ciri kader HMI, yakni : t

r Berwatak sangguP memikul akibat-akibat perbuatanny+


a. Kader HMI merupakan hamba Atlali yang zuhud dart' tawadlu',
sadar bahwa menemPuh jalan yang benar memerlukan taat beribadah sehingga berpengaruh dalam kehid'rPan
keberanian moral. '
bermasyaraka! berbangsa dan , bemegara baik secara
. Spontan dalam menghadapi tugas, responsif dalam individual, komunal 4taupun secara organisasi.
menghadapi persoalan-persoalani dan jauh dari sikap apatis' b. Sebagai pemuda, kader HMI memiliki sifat kejuangan yang
. Rasa tanggungjawab, takwa kepadaAllahSWT, yangberperan senantiasa peka dan militan menjawab kehidupan lingkungan
aktif dalam satu bidang untuk mewujudkan masyarakat adil sekitamya lehingga mamPu tampil usaha amar ma'ruf nahi
dan makmur yang diridhoi AllahSWT. munkar secara ikhlas.

. Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan dengan c. Sebagai warga masyarakat, kader HMI adalah seorang warga
usaha mewuiudkan mas'yarakat adil dan makmur' negara yang memiliki akft lalatl kaimahdalam kehidupan sehari-
hari, sehingga bisa menjadi Panut4n masyarakat sekitarnya'
r Percaya diri sendiri dan sadar akan kedudukannya sebagai
'khatiiah fil ard' yang h*us melaksanakan tugas-tugas d. Sebagai mahasisr{a, kader HMI adalah seorang yang
. kemanusiaan. ti.gg, tekun belajar sehingga_ -dap-1t
berpendidikan
mengembangkan kemampuan ilmiahnyu yTS selalu di'
Pada pokoknya insan cita HMI merupakan'mtn of futud dayagunakanbagilingkungaSnya- 1

insan pelopor, yaitu insan yang berpikiran luas danberpandangan


e. Sebagai pemimpiru kader HMI adalah seorang yang bersifat
faulr, bersikap terbuka, terampil atau ahli
dalam bidangnya,
dan tahu bagaimana .*u"rf,, adil, benar, jujur, tanpa pamrih serta Penyeru,
menyadari aPa yang menjadi cita-citanya
mencari ilmu perjuangan untuk secara kooperatif kt4: Tty?i
pengayor& penyantun-sekaligus cerdas, berilmu dan
terampil.
yang dicita-citatcan. Tipe ideal dari hasil perkaderan HMI adalah
irrri of innorsatotl (duta-duta pembaharu). Penyuaraan 'ile1 !f- Profil seorang kader HMI adalah sebagai pemud4 sebagai
progreis' insan yang berkepribadian imbang dan padu, kritis, mahasiswa, sebagai calon sarjana, sebagai calon intelektual fan
din"amis, adil dan jul'ur tidak takabur dan bertakwa kepada sebagai calon pemimpin bangsa' Selain itu, kader HMI merupakan
Allah SWT. Mereka manusia-manusia yang berimary berilmu, *orol pru atiu kekuatan moral yang memPunyai kemampuan
dan mampu beramal saleh dalam kualitas yang maksimal (insan melakukana mar ma' rufnahi mungkar guna menciptakan lingkungan
kamil). sendiri sesuai ajaran Islam dan tuntutan moral. Kemudian HMI
adalah aoant garde atau pelopor yang dapat mengambil inisiatif,
Tujuan HMI danTafsirTujuanHMl ini adalah filosofi HMI,
dalam setiap situasi dan kondisi, untu-k memenuhi'tuntutan
yaitu bagaimana anggota-anggota HMI yang harus'dibina untuk

36 37
Hflll Eandradimuka MahaEi swa Hfill Eandradimuka Mahasiswa

yang terus berubah. Profil kader HMI juga ditandai sebagai Tafsir lndependensi HMI memuat' emPat bagran' Pertama,
ulama intelektual dan intelektual ulama, yaitu anggota HMI pendahuluan yang menerangkan bahwa menurut fitrah kejadiar;
yang memiliki pengetahuan yang seimbang antara ilmu agama manusia itu dicipiakan datzrm keadaan bebas dan merdeka. OIeh
dan ilmu umum bagi.sarjana umum, dan sebaliknya memiliki karena itu HMI sebagai organisasi mahasiswaharus pulabersikap
prengetahuan yang seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama
independen. Kedua, status dan fungsi HMI, yang memilih watak
bagi sarjana agama.
aan sifat kepeloporan, kekaderaru yang berfungsi sebagdi "Egent
Dengan profil kader HMI seperti tergambar di atas, of social chnige" . Ketiga, sifat independensi HML yang Teruqa]an
maka diharapkan setiap anggot4 dan pengurus HMI dapat sifat orga*sasi, maka implementasinya perlu diwujudkan dalam
rnelaksar\akan peran HMI sebagai organisasi perjuanga+ yaitu bentuk sikapsikap sebagai penjabaran, yaitu 1) cenderung
suatu usaha yang teratur, tertib, dan terencana, unfuk mengubah kepada kebenaran (lanifl-, r) bebas, merdeka dan terbuka, 3)
suatu kondisi yang buruk ke kondisi yang baik, sesuai tuntutan obiektif, rasional dan kritis, 4) progresif dan dinamis, serta 5)
demokratis, jujur dan adil.IQempal Peranan HMI di masa datang'
iama+ sehingga tercipta suasana baru yang lebih baik dari
masa sebelumnya. Upaya ini dilakukan sepanjang mas4 hingga Anggota HMI m"t pakan investasi manusia yang besar dan
tercapai tujuan akhir HMI. berl:ii, yang di masa mendatang akan menduduki jabatan d1n
fungsi p'i*pi""" yang sesuai bakat dan profesinya' Dengan.sifat
a"""g;t inaepenaeriyang menjadi watak, dah menen'rpuli jalan
"dasar
7. Tafsir Independensi HMI atas teyakinan dan kebenaran. Konsekuensinya bahwa
aktivis, fungsi,onaris, dan kadei HMI harus memiliki 5 kualitas
Doktrin Perjuangan kehrjuh adalah Tafsir Independensi. Kongres
insan cita HMI.
ke-10 FIMI di Palembang tahur.i9/7l, selain mencantumkan butir-
butir Pancasila seperti yang tercantum dalam pernbukaan UUD Pemikiranlainyangbisadilihatdarisifatindependensi
1945, untuk pertama kali juga kongres menambah salah satu pasal HMI adalah karena kemajemukan bangsa Indonesi4 yang
dalam AD HMI yaitu pasal 7, yarrrg menyebutkan HMI adalah ditandai dengan banyalinya agama, partai politik yerig beraneka
organisasi mahasiswa yang bersifat independen. Sejak kelahiran ragam suku, daerah, kebudayaan. Ufttuk melgha{api
HM tahun 1942 memang HMI sudah independen. Beberapa "ortktya
mlyarakat yang pluralistik seperti itu HMI harus independeru
kali kongres berula4g kali menegaskan bahwa HMI adalah agardapat berdiri iegak di tengahtengah bangsa Indonesia untuk
organisasi independen. Umpamanya Kongres ke-3 HMI diJakarta mencapai tujuannYa.
tahun 1953, menegaskan bahwa HMI tetap independen, bukan
Dari berbagai sudutpandang baik dari dalam danterlebih-
onilerbouw Partai Masyumi. Putusan kongres ke-5 HMI di Medan
tahun 1957 Nomor 1L tentang kedudukan HMI menegaskan lebih lagi dari luar, HMI sering disebut tidak independery atau
bahwa HMI tetap rrrenjadi milik dan anak kandung umat Islam telah be-rgeser keindependenannya. Kritik yang tajam itu tidak
dan bukan menjadi bawahan dari salah satu partai politik Islam pula meirbuat H1u11 bergeser dari pendiriannya untuk tetap
iegak, bahwa HMI adalah organisasi yang independen sejak awal
manapun juga.
Ueidirinya, sekarang, danyang akan datang
Konsekuensi pencantuman sifat HMI sebagai organisasi
Sejak dari Kongres ke-9 HMI tahun 1969,Wlrli9-glXongres
yang independen dalam korutitusi HMI memerlukan suatu
penjelasan untuk dijadikan pedoman dalam perjuangan. Naskah
ke-16 HMI tahun 7986, pengertian independensi HMI hanya

38 39
Hfill Eandradimuka Mahas lsura Hflll Eandradimuka Mahasi swa'

biasa kalau suatu ungkapan yang sudah menjadi klise, itu tidak ke-9 HMI yang menunjuk 3 orang Panitia Perumus untuk
menggugah apa-apa. Apa makna beriman, berilmu, dan beramal, menyempurn"Lir, K".t"t Kerja PB HMI tentang NDP' -K{au
ihr telah menjadi kata-kata harian, tulis Nurcholish Madjid. demikian dari mana diambil kata Identitas. Karena Perubahan
Pembaharuan politik yang dilakukan pemerintah Orde NDP menjadi NIK, Kongres ke-16 $-MI menambah 1 pasal
Baru, secara mendasar meliputi 3 hal: 1) perubahan orientasi dalam AD-HMI yaitu pasal3 tentang ldentitas HMI. Or_ganisasi
pembangrrnan dari orieniasi ideologi ke orientasi progranu 2) ini menghimpun mahasiswa Islam yang beridentitas Islam dan
penyederhanaan partai dari 9 partai dan 1 Golongan Karya, bersumier piau Al Quran dan Sunnah. Maka dengan demikian
secara aqidrihl tauhid HMI tetap berdasarkan Islarl, walaupun
menjadi 2 partar dan satu Golkar, 3) pembaharuan di bidang
ideologi, yaitu seluruh partai dan organisasi kemasyarakatan secara politis berdasarkan Pancasila gYry T9-9"q kgtSntuan
seperti dimaksud olehUU No.8 Tahun1985. Makakataberidentitas
untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satuny a'az*is.
(identitas) itulah yang diambil'menjadi nama MK (Nilai Identitas
UU No.B Tahun 1985 tertan ggal 17 Juli 1985 tentang Kader), yakni seorangkader atau anggota HMI beridentitas Islam
Organisasi Kemasyarakatan, menetapkan bahwa semua organisasi ,"p".ti iertuang pada pasal 3 AD/ART HMI, Pancasila sebagai
kemasyarakatan dan pafrai politik harus berdasarkan Pancasila. sa-tu-satuny a
azjlst untuk kehidupan bermasyarakat-berbangsa
Organisasi dan partai politik yang tidak mencantumkan dasar dan berneiara. Sedang beragama (Islam) tidak diatur Pancasila.
Y
Pancasila akan dibubarkan. Kepada .seluruh organisasi dan
parlai politik diberi kesempatan untuk menyesuaikan dasarnya Dengan penetapan Pancasila- sebagar-- azas organisasi,
menjadi Pancasila sampai 1.7 luli 1987. Sidang Majelis Pekerja maka kedrtuhan untuk meningkatkan kualitas pemahaman,
penghayatan, dan pengamalan Islam tersebut terasa semakin
Kongres QVPK) II di Ciloto tanggal 24 April1985 memutuskan
kebutuhan-yang mendesak agtu secara objektif :"btgl
dan menetapkan antara lain, meirerima draf Komisi I (Organisasi) ^"r,]^ai
tentang Pancasila sebagai azas organisasi, selanjutnya diusulkan
*urgu negara kita mampu mengfsi dan memberi makrra kepada
panJasila-sebagai ideologi negara yang terbuka. OIeh karena ltu,
untuk dikukuhkan pada Kongres ke-15 HMI. Untuk memenuhi
pengukuhan NOp fnn menjadi NIK HMI merupa\an keputusan
ketentuan UU No.8 Tahun 1985, Kongres ke-16 HMI di Padang
taqggal2rl-31 Maret 1986 memutuskan mengubah dasar HMI dari i"^E ppo. Dernikian'dikutip aari Xata Pengantar PB HMI dalam
buku MIai ldentitas Kader.
Isiam menjadi Pancasil+ sebagaimana tercantum dalam AD HMI
Bab II Pasal4 mengenai Azas yang menyebutkan Organisasi ini Sekalipun terjadi perubahan nama dari ND-P menja{i NIK,
berazaskan Pancasila. Maka dengan perubahan itu nama NDP tetapi keselo*f,rt i"i NDP sama, tidak ada perbedaan dengan
digantnrnenjadi Nilai Identitas Kader (NIK). NIK. Berarti tidak ada penambahan 4auPun pengurangan- atau
penyempurraan terhadap naskah NIK. Dislbabkan adanya
'' Persoalannya dari mana diambil kata-kata Identitas Kader
dalam NIK. Yang dimaksud dengan Nilai-nilai Dasar Perjuangan i"*Uut"" dasar HMI dari Islamitu menjadi Pancasila,-rnaka
Kongres ke-16 HMI di
iiperlukan penjelasan azas. Untuk
itu adalah Islam. Berarti yang dlelaskan dalam NDP itu adalah merumuskan memori penjelasan tentang
Padang tahun 1985, telah
Islam sebagai dasar HMI yang memuat 103 ayat Al Quran dan 3
Pancasila sebagai azas HMI.
I{adits, begrt" juga walaupun dasar HMI telah diubah dari Islam
meniadi Pancasila maka yang diterangkar, dalam NIK adalahl'uga Setelah reformasi, pada Kongres ke-22 HMI di Jambi tahun
Islam. Kongres pun tidak membentuk Panitia Perumus untuk 1999, dasar HMI diubah dari Pancasila menjadi Islam' Maka NIK
merumuskan NDP gaya baru atau NIK, sebagaimana Kongres pun diubah namanya kembali menjadi NDP sampai sekarang'

42 43
\
H[Ill [andradimuka Mahasiswa
Hml Eandradimukd Mahasiswa
.
Kongres ke-20 HMI di Surabaya tanggal 21-3L Januari 1995
mengeluarkan rekomendasi'di bidang politik dalam negeri antara g. Memori Penielasan tentangPancasila
lain menyebutkan:
dari Islammenjddi Pancasila, Kongres HM
"...dalam rarigka pembaharuan politik di tanah air ;iP;J*g tahun 1986, membuat satu melori penjelasan
sebagai dasal organisasi HMI' Memori
sekaligus uplya kembali kepada Pancasila dan UUD penjelasan
P;;;tid
1945, maka sudah saatnya pemerintah bersama DPR tersebut terdiri-dari 13 aline!' Alinea ke-10 dan ke-LL memberi
meninjau kembali secara mendasar terhadap paket 5
;;,"il tentang Pancasila sebagai dasar organisasi HMI
UU politik, yaitu (1) tentang Pemilihan Umum Anggota- yaitu:
anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat, (2) Susunan
jawaban ht:pu
dan kedudukan MP& DPR/DPRD,.(3) Partai Politik dan "Komunitas yang sedemikian merupakan
Golongan Karya, (4) tentang referendum dan (5) tentang filr,tl sraa, sesiaut-saaamya bahwa Islam merupakan
keyakinan dan cara terbaik memberikan yang
organisasi kemasyarakatan. Begitu juga Kongres ke-21 terbaik
HMI di Yogyakarta tahun 1997 mengeluarkan rekomendasi a*am tugas rahmatan lil alamin bagi bangsa/ negara
bahwa
bidang politik dalam negeri yang menyebutkan supaya il *"ryluk"t. Karena itulah HMI lierkeyakinanselama ia
pemerintah melakukan reformasi 5 paket UU Politik". Islam dan Pancasila tidak akan bertentangan'
didudul:kan pada fungsi dan latar.keseiarahannyi B"hkT
Setelah reformasi tahun 1998, terjadi perubahan besar dalam kiti m",,"*tikutt satu keiryataan bahwa Pancasila
dari sana
bidang politik. Sidang MPR tahun 1999 salah satu kep_utusannya ia
adalah memberi kesempatan kepada partai politik dan organisasi
;;-rki" kaya kokolu utuh' dan dinamis manakala Itu berarti
,"Jg"t paia sumber nilai dan norma Islam Islam'
kemasyarakatan yang melnbolehkan mencantumkan azas
partai politik dan organisasi masyarakat sesuai dengan aspirasi
bah; P-ansasila aman dalam pangkuan -(alinea
10). Bagi Hlrfl, Islam di samping keyakinan' -lkaliSus
politiknya, yang tidak bertentangan dengan Pancasila. Perubahan
politik tersebut membawa suasana baru dalam kehidupan piu *I-pakan sumber tata nilii dan tata laku'juga
khususnya
bermasyardkat, berbangsa dan bernegara. Sejul* dengan ukuran normatif- Identitas itu sangat pentinip
dan
rekomendasi Kongres ke-20 dan 21 HMI seperti disebut di atas, iempertahankan tingkat dinamika sosial yang sehat
kreatif. Ini merupakui ftA y*gmutlak untuk menciptakan
maka Kongres ke-22 HMI di Jambi tahun 1999 memutuskan dayat
mengubah kembali dasar HM dari Pancasila menjadi Islam. ,iuUiUr* nasional yang dinamis' Setiap uPayl yang
Kongres juga mengembalikan peran HMI dari berperan sebagai menghilangkan teintii"sit identitas kelorirpok masyarakat
sumber insani pembangunan bangsa menjadi berperan sebagai i*ti akai memberilial pelyang suburnya kemunalikan
disorientasi
organisasi periuangan (Pasal 9 AD HMI). Berubahnya dasar sistem sosial dan lebih iauh menirnbulkan
bimegara dan bermasyarakat' Itu
HMI dari Pancasila kembali berdasarkan Islam, merupakan kehidupan berbangsa,
;;;;""8*gkarin terh'adap semangat Bhinneka Tunggal
bukti konkrit, bahwa penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya
azas yarrg ditetapkan pada Kongres ke-L6 HkfI di Padang tahun Ika (alinea ke-11)"'
1986 adalah mgrupakan rnanuver perjuangan. Kemampuan dan
PenerimaanPancasilasebagaiazasHMl'merupakan
kerr'.atangan dalam menerapkan langkahl perjuangan, sangat dan kondisi'
pemenuhan UU No.8 Tahun 1985' Sesuai situasi
dibutuhkan oieh organisasi.
iancasila harus dicantumkan sebagai azas HMI'

M
45
H{lll Eandcadimuka Mahas israra Hllll Eandradimuka Mahasiswa

10. Memori Penielasan Tentang Islam sebagai Azas HMI Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa
terdapat hubungan konseptual ahtara Tafsir Azas, Kepribadian
Atas kembalinya dasar HMI meniadi Islam dibuatlah Memori HML GPP HMI, TaIsir Tujuan, lndependensi HMI dengan NDP.
Penjelasan tentang Islam sebagat Azas HMI. Memori penjelasan Nilai-Nilai Dasar Perjua4gan. OID"), telah memperlihatkan
tersebut terdiri dari 16 alinea. Memori penjelasan itu pada alinea kemampuannya sebagai suatu doktrin perjuangan HMI yang
.13
sampai 16 menyebutkan: mampu bertahan selama 40 tahun. Hal ini membuktikan bahwa
"Orientasi aktivitas HMI merupakan penjabaran dari tujuan. peririkiran-pemikiran yang termuat di dalamnya bersifat universal,
organisasi menganjurkan terjadinya Proses adaptasi pada dengan jangkauan yang luas dan dalam serta melampaui target
I

zamannya. Keyakinan pada Paniasila sebagai ideologi negara yang diperkirakan hanya mamPu bertahan 25 tahun temyaia
I'
pada kenyataannya mengalami Proses stagnasi.. Hal itu lebih 15 tahun dari yang diperkirakan.
memberikan tuntutan strategi baru bagi lahimya metodologi
aplikasi Pancasila. Normatisasi Pancasila dalam setiap Hubungan Konseptual antara Doktrin-doktrin Periuangan HMI
kerangka dasar organisasi menjadi suatu keharusan agar
dan Letak Konvergensinya
mampu men-suPPort bagi setiap institusi kemasyarakatan
dalam mengimplementasikan tata nilai Pancasila (alinea L3). Keterangan dari sepuluh doktrin perjuangan HMI menuniukkan
Konsekuensi yang dilakukanoleh HMI adalah ditetapkarurya terdapat hubungan konseptual sebagai mata rantai yang tidak
Islam'sebagai identitas yang mengsubordinasi .Pancasila bisa dipisahkan, baik -secara akidatL historis, ideologis dan teknis.
sebagai azas HM pada Kongres ke-16 di Padan6 (3linea Masing-masing doktrin tersebut memiliki kekhasan tersendiri,
14). Islam yang senantiasa memberikan energi perubhhan sesuai dengan ruang dan waktu. Adapun konvergensi (titik
mengharuskan penganutnya untuk melakukan inovasi, temu) antara doktrin-doktrin tersebut terletak pada semangat dan
internalisasi, ekstemalisasi maupun objektifikasi yang paling keyakinan sesuai dengan ruang dan waktu yang berusaha untuk
fundamental peningkatan gradasi umat diukur dari kualitas melakukan berbagai terobosan dan pemikiran dal13 perjuangan
keimanan yang datang dari kesadaran paling dalam bukan HMI untuk meh[ukan perubahan-perubahan dal*n kehidupan
dari pengaruh ekstemal. Perubahan bagi HMI merupakan berbangsa, bermasyarakat, dan bemegar4 sesuai dengan Peran
suatu keharusan dengan semakin meningkatnya keyakinan HMI; sebagai organisasi perjuangan yang berusaha untuk
akan Islam sebagai landasan teologis dalam berinteraksi melakukan perombakan, perbaikan, PenyemPumaan/ agar teriadi
secara vertikal maupun horisontal maka peniilihan Islam perubahan sosial sebagaimana diinginkan oleh HMI sehingga
merupakan pilihan sadar dan bukan implikasi dari sebuah tercipta sunsarur baru yang belum pernah t*irdi sebelumnya
dinamika kebangsaan (alinea 15). Demi tercapainya dan lebih baik dari masa sebelumnya, memenuhi kebutuhan
idealisme keislaman dan keindonesiaan maka HMI bertekad masyarakat maiu.
' menjadikan Islam sebagai doktrin yang mengarahkan pada
peradaban secara integralistik, transendental, hurnanis dan
inktusif- Dengan demikian kader-kader HMI harus berani
menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip- Posisi NDP Untuk Melakukan Perubahan
prinsip demokrasi tarnpa melihat perbedaan keyakinan dan HMI adalah Nilai-Nilai Dasar
Salah satu doktrin perjuangan
' mendorong terciptanya Islam sebagai sumber kebenaran
Perjuangan (NDP), yang menempati posisi strategis. HMI
yang paling hakiki dan m^nyerahkan semua demi ridho-
yang berperan sebagai organisasi oerjuangan, berusaha untuk
Nya (alinea 16)".
47
46
tlflll Eandradimuka Mahastswa

melakukan perubahan-perubahan dalam masyarakat, telah


memiliki Nilai-Nilai Dasar untuk melakukan perubahan itu.
Mengetahui, memahami, menghayati dan melaksanakan NDP
tidak cukup hanya dengan mengetahui sejarah perumusan
NDfl isi dari masing-masing bab akan tetapi pengetahuan dan
pemahaman tentang NDP, harus menempatkannya sebagai satu
doktrin HMI yang memuat gagasan-gagasan untuk mengatur.
:'
I
kehidupan masyarakat yang disusun di dalam sistem berikut
I aturan-aturan operasionalnya

Nilai-nitai Dasar Perjuangan HMI telah meletakkan dasar-


dasar perjuangan untuk melakukan suatu perubuhar, dalam
masyarakat yang diinginkan. Kalau dalam Islam ada wahyu
(teologi), maka dari wahyu itu, dapat diintrodusir filsafat sosial
sebagai salah satu sumber inspirasi. Dari filsafat sosial tersebut
dapat melahirkan teori-teori sosial. Dan berdasarkan teori-teori
sosial itu, akan dapat melahirkan perubahan sosial sebagaimana
Risalah Nebi Muhammad untuk memperbaiki masyarakat (Arab
Jahiliyah) setelah Nabi Isa AS meninggalkan umatnya selama
lebih kurang 500 tahun. Setelq[ 22 tahuo 2 bulan dan 22 hari
Islam yang dibawa Nabi Muhammad telah dapat melakukan
tiga perubahan yang sangat mendasar di kalangan umat Islam,
dan selanjutnya dapat meletakkan dasardasar pembangunan
masyarakat Islam. Tiga perubahan itu meliputi, segi keagamaan,
segi kemasyarakatan, dan segi politik.

Begrtu juga HMI, memiliki Nilai-nilai Delsar Perjuangan


yang dapat disebut sebagai teologi karena memuat ajaran-
ajaran agama Islam (103 ayat Al Quran dan 3 buah hadits):
Disebut juga sebagai doktrin HMI, karena memuat seperangkat
gagasan untuk mengatur kehidupan masyarakat. NDP sekaligus
memberi petunjuk kepada HMI yang berperan sebagai organisasi
perjuangan unfuk berusaha dengan teratur, berencana, dan
tertib untuk melakukan perubahan terhadap tatanan masyarakat
yang tidak sesuai iagi dengan tuntutan jaman, sehingga tercipta
suasana baru yang dicita-citakan.

48

L-.
BAB III

Almarhum Iafran Pane, ketika memberi sambutan pada


peringatan Dies Natalis ke-22 HMI Cabar-rg Ypryakarta di Gedung
't' Seni Sono tirnggal 5 Februari 1969, mengatakan bahwa yang
I membedakan HMI dengan organisasi lain adalah perkaderan,
I

di mana kader yang dihasilkan HMI adalah anggota yang


berwawasan keislaman, keindonesiaan, dan kemahasiswaan
dengan lima kualitas insan cita dan bersifat independen.

Setidaknya ada dua hal yang dapat kita petik dari pemyataan
tafran Pane di atas. Pertam+-HMI adalah organisasi kader
independen sejak berdiri hingg" sekarang dan kedua mindset
kekaderan yang dibangun HMI adalah keislaman, keindonesiaan,
dan kemahasiswaan.. Maksud Eder vanL_3ry3g!!$ gifat
rnd tesiolehkepe-4tingan-
*kea$hL^ Dalam banyak
hal, kader yang independen senanti.asa mengedepankan asPek
profesionalisnle, moralitas, keterbukaan, dan tanggung iawab.
Sementara yang dimaksud dengan kader ber-mindset keislamao
keindonesiaan, dan kemahasiswaan adalah sosd< kepribadian
kader HMI yang kritis, mampu berpikir secara komprehensif dan
konsepsional yang didasari nilai-nilai keislaman dan keimanan
dalam rangka memajukiur dan menyejahterakin Indonesia pada
khususnya dan warga duni: pada uniumnya

Dengan memposisikan diri lsebagai organisasi kader


yang independen dengan mindset. keislaman, keindonesiaan,
dan kemahasiswaan, malct formulasi perkaderan HMI harus
diarahkan untuk tetap memerhatikan dinatrrika, tuntutan, dan
perkembangan zaman. Karenanyd berbagai kegiatan dalam
rangka mencari formulasi yang lebih tepat terus dilaksanakan. Di
antara kegiatan-kegiatan itu ada kegiatan semtnar nasional Metode
Training, Senior Course, Seminar Kader Nasional, Lokakarya
Perkaderan, dan lain-lain

51
Hllll Eandradimuka Ma hasiswa
Htlll Eandradimuka u ahasiswa

Perhatian 'HMI terhadap asPek perkaderan disebabkan


HMI bertungsi' dalam kaderisasi adalah pembentukan integritas watak dan
karena memang p;;;;t;ya'(t'hittahnya)karena organisasi ini kepribadian, pengembangan kualitas
-intelektualitas
atau
sebagai organisasi i^ir,juga disebabkan
memiliki Peran yang kehampuan ilmiahnya, pengembangan kemampuan profesional
sadar bahwa posisi il;i alag oyanlsasi
sangat vital, yaitu ;;;t'i
seblsai
:"1"9:^,T:83"1*JTE
elGrstensr orgarusasr
a tau keteramPil.annya.

b"ra'aa di garia terdepan mempertahankan kritik konstruktif dialamltkan kqpada


Belakangan banyak
dan meruputun ur,g-;oia inti y*g *"ttt"gang
tongkat estafet
sistem perkaderan HMI. Ada yang berpendapat bahwa guna
kepemimpinan. mendapatkan formulasi perkaderan yang tepat, HMI harus mampu
' ;l
mendeskripsikan lagi periatanan organisasinya untuk dapat
I
i'
-:
meningkatkan keunggulan kompetitif Sumber Daya Manusia
Arah Perkaderan HMI (SDM) yang dimiliki sekaligus eksis di tengah-tengah gerakan
kader' maka seluruh i"rial masyirakat yang sangat akseleratif. Dalam konteksini maka
Mengingat fungsi HMI sebagai grgalusasi I{MI harus kembali kepada tradisi intelektualisme dan belperan
dikembangkan pada penggalian
aktivitas atau kegai* Uvrt lebih populis. Ada pula pandangan lain yang mengatakan bahwa
rangka
potensi kualitatif priU"ai dan anggota- Tgggttrly 791q dalam.rangka perkaderan maka FIMI perlu melakukan revitalisasi,
ylJr1, militan' memiliki kedalaman
ln"fuf,i.t"" ota -serta yaitu meyakini dan menyadari sedalamdalamnya bahwa felualSa
""Sd"-dg
pengetahuan dan kei#a"nan, mempunyai k'esetiaan pada
t"rut Hiufl secara bersama-sama mengemban'tugas luhur dan
dititikberatkan pada
organisasi. Adapun p"""t** perkaderan mulia yang bercirikan naJas keislaman, keindonesiaan, dan
yang dilakukan dengan
hal-hal berikut, 1"1 *ItIt dan teptit'aaian' kemahasiswaan dalam mengaktualisasikan eksistensi, visi, dan
dasar kesadaran'
cara memburi p"*ail** u!*u sebagai misi. Ada juga gagasan pentingnya HMI melakukan reaktualisasi,
hingga
(b) kemampuan tlr"d y'it T"lbi* seseorang (intelectuality); yaitu menghidupkan ideal moral HMI dalam konteks kekinian'
kecerdasan
memiliki pengetahuan (knou'leitge),
kepandaian mener- bi samping itu, masih banyak pandgngan lri" yryg menyoroti
dan kebijqksanaan, 9-t","tut"pil-' yakni masalah Hlvfl dan perkaderan di dalamnya
jemahkan ide dan pikit* dalam praktek'
tujuan HM' yaitu Banyaknya pemikiran tentang bagaimana seharusnya
Arah perkaderan FIMI tercerlun.falam perkaderari HMI menunjukkan betapa besarnya perhatian
insan cita (akademis'
terbinanya individu y""g m"^ifiki-kualitas masyarakat, khususnya para kader dan alunuri HMI terhadap
bertanggung jawab
pencipta, perigabdi, Jridutttn Islam' serta organisasi ini. Kita haruq bangga dengan fakta ini. Karena itu perlu
yu"g diridhoi Allah
atas terwujudry" *;;;akat gdil 1a$* kiranya diformulasikan kembali perkaderan HMI agar organisasi
individu HMI yang
Sw-!. Dalam rangr.a oiewu;"dtan teflanYa ini tidak ditinggalkan oleh para anggota dan simpatisarurya'
maka berbagai kegiatan
memiliki lima kualitalio"uo citu tersebut'
dilaksanakan untuk mencapai tujuan HMI'

Bertolak dari landasan, arah' d3l trrjuan perkaderan HMI' )eniang Perkaderan
muslim
maka akhir a*i p"rtrJ"ran HMI adalah tenvujudnya
HMI mengenat jenjang perkaderan. Dalambuku'S ei arah P eti uangan
yang hanclal, prof"rio*t, dan bermoral dengan,.l:k"1t*
yang ditekankan
yangtr;igg' Aspek HMI Tahin L947-1975'yang ditulis oleh Prof Dr' H' Agussalim
intelekt'alrtas dan f."i"'rl** Sitompul disebutkan bahwa penjenjangan perkaderan di HMI
52 53
H{Ill EaMradimqka Mahasi swa HIIII Eandcadimuka Mahastsrsa

baru dirumuskan pada kongres ke-7 HMI di |akarta tanggal &14 ke-20 tahun 7995, Lokakarya P.erkaderan HMI di Jakafia 11997;
September 1963. Penjenjangan training pgrkaderan HMI dibagi serta kongres ke-2L HMI di Yogyakarta 7997 tidak melakukan
dalam Basic Training, lntermediate Traintng dan Adoanud Training. perubahan jenjang tiaining perkaderan hingga sekatang.
Kongres Ke-8 HMI di Surakarta 7966 melakukan perubdhan
jenjang training HMI, yang semula tiga jenjang menjadi empat Jika diamati, jenjang training HIvII yang berlaku sekarang
jenjang: Basr cTiaining, diselenggarakan oleh komisariat dan rayon' ini kembali kepada konsep semula waktu penjenjangan traiying
HMI pertama kali ditetapkan. Perubahan hanya ada pada tingkat
inicriediate Training, diselenggarakan oleh cabang. Ideopolitor I
istilatu seperti Basic Training diubah menjadi Latihan Kader
,,I dilaksanakan Badko dan Ideapolitor II diselenggarakan PB HMI'
t"
Pada perkembangan berikutnya kongres ke'9 HMI di Malang
l, lntermediate Training diganti menjadi Latihan Kader II, dan
Ailoanced Train\g diubah menjadi Latihan Kader III. Berbagai
qi

1959 menyempumakan sistem perkaderan HMI. Jenjang ttaining


perubahan dan penyempumaaan ini membuktikan bahwa sistem
HMI menjadi lima tingkatan yaitlt, Pre Entry Trdining atau
perkaderan di HMI telah mengalarni perubahan secara dinamis
il Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) diselenggarakan
scsuai perubahan yang terjadi.
rl
pengurus cabang Basic Training diselenggarakan pengurus
lb*irrri"t dan rayory Intcnneiliate Traiiing diselenggarakan
Melihatpentingnya perkaderandi HMI, kiranya perlu untuk
pengurus cabang, Ailoanceil Training diselenggarakan pengurus dipikirkan adanya lembaga khusus yang menangani perkaderan.
Badko dan seminar nasional dilaksanakan Pengurus Besar HMI. Selain itu perlu dipertimbangkan kembali substansi dan nrateri
perkaderanmeng .ingat zaman kini berubah drastis. Misalnya saja,
Jenjang training HMl'mengalami perubahan pada kongres
dalam sistem kenegaraan kita yang berlaku sekarang tidak lagi
ke-1t HIrA dl Bogor tahun lgT4yangterdiri dari Maperca,latihan
menggunakan sistem -sentralisasi tetapi desenkalisasi. Mestinya
dasat, latihan lanjutan dan Seminar. Penyempumaan sistem
hal furi sudah dipikirkan, bagaimana perkaderan yang kita
perkaderan HMI dilakukan pada Lokakarya PerkaderanHMl di
Iaksanakan, sehingga para kader bisa lebih berperap mal$imal di
kalurang 1975 dimana je niang tr ainingHMl diubah menjadi empat
daerah, tidak selurulurya ingin berperan di Pusat. \
tingkatan yalmi Maperca, Basic Training, lntermediate Ttaining dan
AdoancedTraizing. Ketentuan tersebut tidak mengalami perubahan
hingga 1983. Ketika digelar Lokakarya Perkaderan HMI di
Suribaya 1983 jenjang frainingHMl tidak mengalami peru!!9n, Kurikulum Training
yang ada hanya perubahan istilah. Istilah Masa Perkenalan Calon
Bila membicarakan dan membahas kuriku\tn training IlNlI,
Anggota (Maperca) disebut Intihan Kepemimpinah I, sedang
perlu kiranya dikuUp kembali tulisan Prof. Dr. H. Agussalim
Training, lntamediate Tr aining dart Adoanczd T raining miasing-
B asic
Sito.rnpul mengingat tulisan beliau adalah data dan sejarah yang
masing disebut Lat'ftan Kepemimpinan [, III dan IV. Kongres ke-
sangat penting. Menurutnya, konferensi HMI di Taruna Gri
17 HMI di Lhokseumawe 1988 memutuskan jenjang trainingtlMl
Puncak L959 menetapkan kurikulum pendidikan dasar hanya
direvisi menjadi tiga tingkatan y aitu B asic Training (I-atihan Kader
dua macam, yaitu keorganisasian dan keislaman. Keorganisasian
I), lntermediate Trainhrg (Latihan Kader II) dan Adaanced Training
meliputi materi ke-HMI-an, hubungan HMI dengan organisasi-
(Latihan Kader III). Sistem penjeniangan ini dikukuhkan dalam
organisasi lain seperti PORPISI, PPMI, BI(SPM, ISC, Cosec, WAY,
Sarasehan dan Lokakarya Perkaderan HMI di Surabaya 1988'
IAMY dan sebagainya. Cara, kesadaran dan disiplin berorganisasi,
Kongres ke-18 tahun 199Q kongres ke-L9 tahun 1992, kongres
pendidikan kemasyarakatan seperti etiket,'PAPK PMD, dan

54 55
H[Ill Eandradimuka M ahas iswa
Hllll Eandradimulia Mahasiswa

sebagainya. ]uga diselenggarakan pendidikan khusus untuk


keputrian. Sedang kurikulum keislaman meliputi dasar-dasar manajemen organisasi, danHMI wati dan-dinamika gelakan
keislaman.dan pengantar'hukum Islan, ketauhidan/falsafah perempuan. Sedang kurikulum Latihan, Kader II meliputi
Islam, sejarah Islam/sirah Rasul dan perbandingan agama-agama' pendalaman misi HMI, pendalaman NIK wawasan IPTEK dan
Kongres ke$ HMI 1965 menetapkan empat i"njang trainingtlMl, pembangunan nasional, kepemimpinan dan manaj emenor ganisasi,
akan tetapi tidak merinci kurikulum masing-maing jenjang mahasiswp sebagai kekuatan pembaharuan dan ideopolitor.
training itu. Kurikuium training HMI disebutkan secara umum I Adapun kurikulum latihan kader III, terdiri dari pendalanlan
yaitu ieislaman, ke-HMI-an, keorganisasian, dan keterampilan misi FMI, pendalaman NIK wawasan IPTEK dan pengembangan
secara umum yang terdiri dari kenegaraan dan psikologi masa.
peradapan dunia, kepemimpinan dan manajemen organisasi,
Kongres ke'9 HMI 1959 menugaskan PB HMI untuk menggelar iistem pemt*ryn1n nasionat dan whwasan intemasional.
Seminar Nasional Perkaderan di Pekalongan 7970. Kurikulum di atas, tampak bahwa perkaderan
Berdasarkan sejarah
yang sudah ada diperinci dalam bentuk silabi walaupun masih HMI dari segi kurikulum sudah cukup bagus. Walaupun
dalam taraf garis besar pada masing-masing jenjang training s$ak demikian kelihatannya hasil perkaderan belum maksimal.
dari Maperca, Basic Training, lntermediate Training
dan Afutanccd
Tandany+. bela.kangan dnggota HMI tidak banyak'tdrsebar di
Training. kampus-kampus bergengsi, di samping iuga kegiatannya secara
Lokak4rya Perkaderan HMI di Kaliurang 1975 melakukan organisatoris kurang marhpu menyita perhatian masyarakat-
kaji ulang. Kurikulum Maperca sebagai pendidikan dasar Bertoldk dari landasan, arah, dan tuiuan perkaderan HMI
meliputi keislaman, ke-HMI-an, keorganisasian, Perguruan maka akhir kegiatan perkaderan diarahkan untuk membentuk
tinggi dan kemahasiswaan, teterampilan dart stadium gmeral profil'kader yang ideal yaitu muslim intelektual dan profesional.
berikut silabinya. Adapun kurikulum Interinediate Training atau Tiga aspek yang ditekankan dalam usaha pelaksanaan
latihan menengah meliputi keorganisasian, perguruan tinggi kaderisasi yaitu pembentukan integritas watak dan kepribadian,
dan kemahasiswaan, keterampilan darrr stadium gmeral berikut pengembangan kualitas intelektualitas atau kemarnpuan ilmiah,
silabinya. Sedangkan kurikulum ado anced meliputi keorganisasiary pengemb:rngan kemampuan profesional atau keterampilan harus
perguruan ti.gg dan kemahasiswaan, keterampilan d,an studium .terintegrasi secara utuh. Secara spesifik wujud profil HMI adalah
general berikut silabinya. seperti tergambar dalam tujuan HMI, yaitu "Terbinanya insan
Lokakarya Perkaderan HMI di Jakarta 197 tentang akademis, pencipta, pengabdi, yang bernapaskan Islam, dan
Kurikulum Training HMI disahkan kongres ke-21 di Yogyakarta bertanggung jawab atas terwuiudnya masyarakat adil rnakmur
7gg7 iru dikembangkan dalam tiga jenjang training HMI. Selain
yang diridhoi Allah SWT," yarrgmemiliki lima kualitas insan cita
pengembangan kurikulum, jogu silabinya seperti berikut: HMI.
kurikuium Latihan Kader I meliputi 13 buah, misahrya: sejarah Lima kualitas insan cita tersebut, seperti diterangkan dalam
perjuangan LIMI, teknik diskusi, dan teknik persidangary Tafsir Tujuan HMI, mengandung'tujuh belas indikator sebagai
pengantar filsafat ilmu, Nilai Identitas Kader (NIK), konstitusi wujud profil seorang kader HMI sebagaimana yang dicita-citakan.
HMI, *iti HMI, pengantar ideologi dan strategik taktik,Islam dan Lima kualitas insan cita HMI adalah sebagai kelompok intelegensia
pluralisme bangs4 mahasiswa sebagai kekuatan pembaharuan, atau intelektual, kader HMI digambarkan sebagai tipe konseptor,
wawasan iptek dan pembangunan nasional, kepemimpinan, lipe solidaity maker, ttpe problem solaing, tipe administrator atau

56
57
H{Ill Eandrailimuka Ma has i swa
Hflll Eandradimuha Mahasiswa
pelaksana, dan tipe negarawan. Maksud kualifikasi adalah untuk
menunjukkan tipe-tipe kader yang dibutuhkan pada masa kini BAB IV
dan masa mendatang. Hal itu sebagai petunjuk menentukan DAYA TARIK HMI
arah dan sistem perkaderan HMI. Untuk itu harus diperhatikan
potensi-potensi pribadi anggota untuk mendapatkan penyaluran
bimbingan, peningkatan, dan pengembangan yang efektif. Pada tahun 1960-an, di Yogyakarta tumbuh subur berbagai
organisasi keinahasiswaan. Sebut saja misaLnya H\fi, Gerakan
Perkaderanmerupakan kegiatan utamu Filufl . pur,grr.rs HMI
Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Consentrasi Gerakan
selalu berupaha menyelenggarakan pelatihan dari tingkat dasar
hingga adaance training. Pelatihan-pelatihan ini merup:ikan proses
Mahasiswa Indonesia (CGMI), Perhimpunan Mahasiswa
yang menggerakkair organisasi dan mampu menghasilkan kader-
Katholik Republik Indonesia EMKRI), Gerakan Mahasiswa
Kristen Indonesia (GMKI), Mahasiswa Pancasila (Mapancas),
kaderHMl yang handal dan berkualitas. Semua tokoh-tokoh HMI
serta organisasi lainnya. Sebagai organisasi yang berbasis massa,
pernah mengikuti pelatihan. Lulusan pelatihan menjadi syarat
mereka semua inginberebut massa sebanyak:banyaknya, tenfuirya
bagi pengangkatan sebagai pengurus HMI. Karena itu kader-
dari.kalangan mahasiswa. Akibatnya terjadi kompetisi di antara
kader HMI digembleng melelui 2 pelatihan yaitu training yang
organisasi itu.
berjeniang dan tugas kepengurusan. Melalui cara ini anggoiu-fnU
bisa menguasai teori dan praktek berorganisabi. Kemampuan ini Mereka jorjorarz dan saling berebut pengaruh tidak hanya di
tidak diperoleh dari.bangku kuliah. Karena itu mereka memiliki jalan-jalan bahkan sampai di dalam ruang-ruang kuliah. Masing:
kelebihan yang merupakan keunggulan kompetitif dibanding masing kider selalu menunjukkan identitas keanggotaarurya
mahasiswa lainnya. Perkader4gr merupakan sfudmt need yang dengan memasang atribut di baju. Tidak hanya itu, masirig-
bisa cliberikan HMI. HMI menjadi besar dan bermanfaat karena masing organisasi mempunyai tema sendiii-sendiri untuk menarik
perkaderannya. Keunggulan ini seharusnya bisa dipertahankan, calon anggota baru. Misalrrya aktivis CGMI memprovokasi atau
bahkan ditingkatkan melgajak mahasiswa bergabung dengan organisali itu dengan
cara menawarkan sikap anti perpeloncoan dan melindungi
mahasiswa dari perpeloncoan "Jangan khawatir adik-adik, kami
akan berada di belakang kalian dan melindungi kaliart. Kami
CGMI anti perpeloncoan " janji aktivis CGMI saat itu. Namun
tawaran dari organisasi onilerboup PKI itu oleh banyak kalangan
mahasiswa dianggap bukan sebagai pemenutun sfudmt'need.
Sebuah tawaran yang tidak akan memenuhi kebutuhan mahasiswa
secara mendasar dan lebih banyak bersifat politis.

Sementara itu, di tahun 1961., citra HMI sangat positif


karena mampu menjawab dan memenuhi kebutuharr para
mal'nsiswa (student need).Padasaat itu aktivis dan pengurus HMI
men-yediakan diktat-diktat kuliah bagi mahasiswa. Walau diktat
itu hanya berbentuk stensilan yang sangat sederhana, namun IIlviI

58
59
H{Ill Eandradimuka Mahas tswa Hllll [andradimuka Mahasiswa

mampu memenuhi kebufuhan mahasiswa untuk mendukung dan inentereng. Tidak hanya menj adi bintang radio tetapi ada pula
keberhasilan kuliahnya. Langkah yang dilakukan HMI dengan anggota HMI yang ikut lomba menyanyi samPai tingkat nasional.
menyediakan diktat atau bahan-bahan kuliah temyata mampu Saat itu pula, Darmadi seorang anggota HM dari mahasiswa
menarik mahasiswa masuk HMI. CGMI tidak melakukan hal UGM menja li King of UGM. Tidak hanya yang menjadi ikon yang
seperti itu, sedangkan GMNI melakukan, niururn tidak sebesar membuat para mahasiswa tertarik pada HMI, saat itu banyak juga
HMI. anggota-anggota HMI'yang punya pergaulan luas. Tidak hanya
dari UGM, dari komisariat di luar UGM jugabanyak anggota dan
I
Bahkan di HMI ada kelompok-kelompok belajar yang pengurus HMI yang menjadi ikon mahasiswa. Pokoknya rata-rata
I terkenal dengan sebutan tentir club. Dengan tmtir club mahasiswa setiap fakultas memiliki tokoh-tokohnya sendiri yang sebagian
dibimbing oleh seniomya untuk memahami dan mendalami ilmu- besar anggota HM.
ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Selain tentir club,belaiar di
tempat-tempat elit di Yogyakarta saat itu, seperti d i lefferson Library Dalam merekrut anggota pengurus HIr{I tidak hanya
dan Perpustakaan UGM di Sekip. juga menjadi kebiasaan anggota berdasarkan kuantitasnya saja, kualitas iuga menjadi acuan.
HMI. Di sihrlah tempat pdra aktivis HMI giat belajar bersama dalam. Pengurus HMI mendekati mahasiswa-mahasiswa yang
memperdalam ilmu yang ditekuninya. Taufiq Effendi (Menteri memiliki .potensi. Ketika ada mahasiswa dinyatakan sebagai
Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Kabinet Indonesia lulusan teibaik, seketika pengurus fUrA komisariat mendekati
Bersatu I) adalah salah satu aktivis HMI yang sering berada di mahasiswa itu agar masuk HMI. Mahasiswa itu rajin diajak ke
tantir club oleh pengurus komisariat.
Jefferson Library. Di situ pula mahasiswa-mahasiswi UGM anggota
HMI sering berkumpul untuk tajar bersama. Faktor-faktor ihrlah yang antara lain membuat para
f n'rahasiswa tertarik masuk dan menjadi anggota HMI. Bila sudah
Tidak hanya pemenuhan student trced saia yang diberikan
rnasuk HMI mereka harus mengikuti proses-proses pelatihan dan
F{MI kepada mahasiswa, pemenuhan student interest seperti
kegiatan olahraga, kesenian, kegiatan sosial, serta kegiatan lrcrkaderan,mulai dari Dcsic training, intermeiliate tratying, adoanced
training, sampai *nior ourxs. Pada saat itu yang sering dijadikan
kemahasiswaan atau turun ke bawah juga sering dilakukan.
Bukan hanya itu yang membuat p*. *rli"riswa Ltarik pada
tcmpat training adalah di Masjid Syuhada, Balai Pertemuan
Masiid Besar Kaumary Kaliurang dan Kotd Gede. Namun karena
HMI. Pada waktu itu kehidupan keagamaan mahasiswa lslarn
kedudukan komisariat sangat kuat maka basic training sering
masih belum banyak diperhatikan ketika waktu-waktu
d ilakukan di kampus masing-masing.
sholat mahasiswa mengabaikan dan""hir,gg"
meninggalkan. Mereka lebih
asyik dengan kuliahnya. Keadaan itu direspon oleh aktivis HMI Ketertarikan dan minat mahasiswa rrasuk HMI, tidak
dengan memelopori sholat berjamaah di kampus. saja terjadi di Yogyakarta tetapi juga di kota-kota lainnya yaitu
lakarta Bogor, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Makasar,
Faktor lain yang membuat para mahasiswa di Yogyakarta dan sebagainya. HaI ini menunjukkan bahwa sebagai organisasi
pada tahun 1.96L-an tertarik masuk HMi karena banyak anggota rnahasiswa, perkembangan HMI demikian pesat dan mampu
dan aktivis HMI yang populer. Tokoh-tokoh HMI saat itu menebarkan p.-ngaruh signifikan bagi bangkitnya mahasiswa
banyak yang menjadi ikon mahasiswa seperti penyiar program lslam di dalam merespons berbagai permasalahan umat dan
Universitaria di RRI Yogyakarta, Abdul Nur Adnan. Bugr lrangsa Indonesia, serta mampu memenuhi kebutuhan,)'ang
mahasiswa dan masyarakat Yogyakarta acara itu sangat istimeyia tliinginkanoleh para mahasiswa dalam proses belajamya.

60t 61
Hl[l Eandradimuka Mahasiswa Hml [andradimukd Mahasiswa

Manfaat HMI diterima dan dipahami dengan cepat. Selain itu, dengan aktif'di
HMI membuat seorang mahasiswa memiliki banyak kenalan dan
Manlaat yang dirasakan mahasiswa menjadi Tggota HMI adalah jaringan pertemanan yang luas.
*ur,g"r,ul dl,, *utg"tahui masalah-masalah kemahasiswaan'
t"p"ir,raurt, keorgaiisasian" keislamary dan kenegaraan' Mereka Bila hanya belajar dan menjadi kutu buku saja kenalannya
,"irr,g sebab menjiwab kebutuhan mahasiswa untuk memahami pasti sangat terbatas. Namun setelah ikut HMI kenalarn menjadi
masalah-masalah kemasyarakatan. banyak dan jaringan bertambah luas. Kenalan yang didapat pada
tahun 1960-an tidakterbatas pada sesama anggota HMI tetapi juga
Trainingditahunlg60-anmamPumencetakkader-kader anggota CGMI dan GMNI. Ketika tahun 1962 diselenggarakan
berkualitas kL"r,u instmktur pada saat itu sangdt populer dan kongres PPMI, CGMI menggdnyang HMI di forum itu :dan
kompeten. Yang paling mengesankan dal-am training HMI saatitu berusaha mengeluarkan HMI dari Perserikatan Perhimpunan
adalah setiap tia"r diyatink"., bahwa kader HMI adalah calon Mahasiswa Indonesia (PPMI). Untung saat itu gigih
pemimpin bangsa di masa mendatang. membela HMI karena bagi HMI dan FMKRI, CGMI adalah"MKRImusuh
bersama.
Setelah men glktfibasic trainintg, para arrggota dapat meniadi
pengurus komisariit, sebagai syarat Y11B harusdipenuhi' fenjang Aktivis HMI tidak hanya memiliki jaringan di kalangan
ini it"*styadiikuti dengan intermediate tralning seba-S1syarat
jenjang
mahasiswa saja juga dengan pejabat-pejabat di Yogyakarta pada
untuk bisa menjadi pengurus cabang, dan selaniulnya 5e saat itu. Tetapi menjadi aktivis HMI di waktu itu juga beresiko
yanglebih tinggi lagi. Selama di komisariat, yangdilakukanuntuk tinggr karena banyak dosen yang berhaluan kiri (pro-PKI) yang
meirfasilitasi anggota agar belajar lebih baik {student need), iuga membenci atau meno-blacklist aktivis HMI. Akibatnya ada aktivis
memfasilitasi ang[ota untuk retreasi, olah raga, dan keseniaru Iilvll di-drop out-kan dari kampus sebab tidak diluluskan mata
kuliah yang diambilnya. Pengalaman itu pemah dialarni Oman
Dalam mengelola dan memimpin komisariat, Pengurus
Komaruddin (Ketua Umum PB FIMI Periode L960r1963). Sebagai
menciptakan suasana yang kondusif sehingga HN{I di fakultas
mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indbnesia (FEUI)
rumpu berkembang. bi ,u*r., itu pemimpin-pemimpin HMI jurusanAkutansi, saat menjadi aktivis HMI, Oman dibenci dosen-
selalu dipegang oleh mahasiswa dari Perguruan dlggt..ryquti
dosennya yang berhaluan kiri. Tiga kali mengikuti ujian, nilai
unggulan. ftUL itu yang menjadi*omisariat unggulan di UGM
kedokteran, teknik, sospol, hukum. Oman tidak pernahmemuaskarL bahkan jeblok. Saat itu di UI ada
aaufif, dari fakultar
"ko.,o*i,disusul Universitas Islam hrdonesia aturan apabila gagal 3 kali dalam ujian maka malr,asiswa dianggap
Kemudian IAIN Al-)amiah,
cabang saat-itu adalah suatu prestise tidak mampu dan tidak berhak mengambil gelar kesari€InaErn.
(UIQ. Menjadi pengurus
' ,uu"u tidak senrbar*g* bisa ke sana karena saingannya banyak Akibat peraturan itu Oman di-drop w! dari UI. Beruntung PKI
sudah dibubarkan sehingga pada tahun 1967, pria asal Sukabumi
sekali.
itu dapat kembali ke kampus dan menyelesaikan sarjananya.
di HMI, baik di tingkat komisariat cabang'
Selama aktif "seharusnya ia sudah lulus tahun 1962," ujar istri Omaru Siti
badko, dan PB HMI, biasanya banyak pengalaman dan kesan Rofiah.
vang dialami para anggota. Di antaranya seperti semakin percaya
Ketika Sulastomo menjadi Ketua Umum PB HMI Periode
diri,"tahu banyak informasi dan lain-lain. Dengan_berorganisasi
1,963-1966, ia mendorong semua l']BHMI harus Iulus perguruan
maka berbagui iofot.r,usi seperti kemahasiswaan, keindonesian,
keislaman, f"r,ugutu*, potiUk dan aneka informasi lain bisa
ti.gg. "Meski aktif di HMI saya dorong mereka menyelesaikan

53
62
studinya," ujar Sulastomo. Untuk mengimbangi antara studi dan
organisasi, Sulastomo membebaskan pengurus dari tugas-tugas
organisasi,-,s-aat sedang mengikuti ujlan. Kebanyaka.,
f,u.,guirls
waktu itu bfrasal dari UI, UGU, aan ITB. ,,pengurus Besar"HMI
di bawah saya tidak ada yang inenjadi mahasiiwa abadf,, kata
Sulastomo.

tr Di masa-masa awal geliatnya HMI dan berpuncak pada


I tahun 1966, seluruh aktivis HMI adalah mahasiswa-mahaiiwa
I

i
dari perguruan tingg unggulan. pada waktu itu mahasiswa dari
i,
perguruan ti.gg unggulan di Indonesia berbondong-bondong
masuf HMI. Banyak faktor mengapa mahasiswa s"r,gut berminat
masuk HMI karena HMI mampu memberikan student neeil d,an
juga karena pada saat itu waktu kuliah sangat
ftd.ent interest,
Ionggar sehingga berorganisasi tidak mengganggu kuliah.

Namun seiring perjalanan waktu, minat dan hasrat


mahasiswa dari perguruan tingtr unggulan masuk HMI mulai
menururl Menurunnya minat mahasiswa masuk HMI juga
disebabkan oleh banyak faktor seperti kebijakan NKK/6KK
. tahun 1978-1995 serta batas
walitu kuliah yang diberikan kepada
mahasiswa. Menurunnya minat mahasiswi dari perguiuan
!lgg,,r*ggutan masuk HMI berdampak pada mutu kiaei fn{l.
Menyikapi menurunnya minat mahaiiswa masuk FINtr, pB HMI
telah mengambil langkah-langkdh ultuk mengatasinya.

* AdaceritadariDarmansyahseorangalumniHMldariFKUI.
Pertama kali menjadi mahasiswa FKUL ia belum kenal HMI. la
justru lebih kenal CGMI, GMM, dan Ikatan Mahasiiwa
eakarta
[MADA), namun ia menolak masuk CGMI karena nanU pasti 0
akan menjadi PKI. Ia juga menolak masuk GN{M karena nanti fil
pasti akan lari ke PM. Dan bila masuk IMADA, kebiasaarurya ti
t.
hanya pesta. Untuk itu ia memilih HMI. Alasanny" ,ur,gut
sederhana. "HN{I tempatnya orang belajar , ujamya.'puau
itu ia mengemukakan HMI mampu menarik mahisiswa karena "Xut
TTlp" menyediakan fasilitas belajar. Oleh karena iru agar Hlr{I
di uI kernbali berkerr,bang HMI supaya bisa memenuhl stuilent
need dan stitdent intcrest.

64
Hllll Eandradimuka Mahasiswa

BAB V
PROSPEK HMI KE DEPAN

Kondisi Obiektif HMI


dari lima belas
Ketika didirikan, anggota HMI hanya terdiri
Namun
mahasiswa, belum uii to*it"iat, belum ada cabang'
pertumbuhan organisasi yang didirikan Lafran Pane dan
menaniak'.dan
ffi ;;"t-y" turrcrnb*g fesat, reputasinya Hampir di
;;;*;r"Jho.. Anggota iri"u tu*Juerkembang'
;Juruil perguruan tidA baik negeri mauPun swasta' terdapat
organisasi HMI.

Di awal geliatrya aktivis HMI terdiri dari para mahasiwa


dari perguruan tingg- seperti Gadiah Madl 09$'
-UliveJsills Il'mu
Univlrsilas tstam iriaon&ia (Utr), Institut Keguruan-dan
(IAIN).
Pendidikan (IKIPJ, Institut Agama Islar4 Negeri !-nlasiias
i;il;;i; d:D-, insutut reknologi CtBl:.'*":?ti?"
Balduns
p"ai;ii# (rxrrao1, Universilas sumatera utara(UNDIP)'-(us!)'
Airlangga (UNAIR), I Iniversitas Diponegoro
U**rersit"s
Lambung
Universitas Hasanuidin (LINHAS), Universitas
Brawi"y"
Mangkurat AlNr-elrrf,-u*"Lrsitas .(uNPgyj dan91
hin-Lin. Banyak faktor yang melatarbelakangi mahasiswa
f,rirg"i p".grt * ti"g# teisebut slngat berminat mat$.qg
sJui i* F[,,Ii--"*punyai fa.ra tarik tersendiri,
bisa
ii"#f need dart
i*" iar* HM mampo *u-Lutilan kebutuhan studmt
waktu]diahyang ditempuh
student interesf, bisa juga pada saat itu
kuliah
rr"g" longgar' t"f,i"ig' bero.rganisasi tidak mengganggu
dandemikian juga sebaliknYa'
Usia yang
Umur HMI kini sudah mencapai 63 tahun lebih'
makna tersendiri
lebih dari setengah abad tentu memberikan
Lu6 org*isasi.6ecara positif,orgarusasi ini pasti telah dewasa
"banyak itu'
toi.r,u pengalaman' T"t'Pi di balik kedewasaan
i"r,to orgrr,ir"ri ii banyak ^u"q11a."ni kendala yangpada
bisa

,r,aighr;Uut perkembangannyu' Aut ini mengingatkan

67
Hflll Eandradimulra Mah asisrara
Hml Eandradimuka Manaslswa
pandangan sosiolog Muslim Ibnu Khaldun yang mengungkapkan
tentang teoii siklus negara (organisasi), di mana organisasi hadir secara profesional; 3) pola perkaderan HMI yang dirancang per-
(iahir), mengalami fase maturitas (kedewasaan) dan fase penuaan tengahan abad )C( sudah ketinggalan zaman dan tidak sesuai lagi
(penurunan), sebelum akhirnya kematian. pandangan tersebut dengan tuntutan kontemporer;4) HMI dan kader-kader Penems
menumg sederhana tetapi sarat pesan, bahwa apabila organisasi kurang mampu mengikuti jejak para pendahulunya; 5) kurang
ingin abadi, maka jangan terjebak untuk segera masuk pada fase berfungsinya aparat HMI seperti bgdko, cabang, dan koniisariaU
penuaan. \{ak+ dalam konteks inilatr, sangat dapat dipahami 6) lemahnya manajemen organisasi karena sddah ketinggalan
pandangan vang menekankan bahwa HMI harus melakukan zanan; 7) kurangnya .pengetahuair, pemalr,aman, Penghayatart/
revitalisasi, reaktualisasi, dan rejuvenasi (penyegaran kembali). dan pengamalan ajaran agama-Islam di kalangan anggota dan
pengu*". Hampir-hampir tidak ada perbedaan pengetahuan,
Menurut sebagian pengamat, memasuki tahun 19gGan, pemahamart penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Islam
HMI mengalami penurunan, baik secara organisatoris, aktivitas, dari seorang anggota HMI sebelum dan sesudah masuk HMI;
dan pemikiran. Ada kecenderungan HMI bergerak menuju 8) belum optimalnya pengetahuan, pemahaman, penghayatan
organisasi masif. Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif melihat anggota dart pengurus HMI di hampir semua tingkatan
kemunduran yang terjadi sejak tahun 1980-an adalah karena kepengqusan tentang ke-HMI-an dan keorganisasian; 9) follout up
konflik internal yang cenderung lama penyelesaiannya. Bug, perkaderan tidak berjalan sebagaimana mestinya; 10) HMI jarang
mantan ketua umum PP Muhammadiyah yang juga alunuri melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi dengan segala
HMI ini, kenrelut HMI pada tahun 1985 cukup *ir.g,iiur energl aktivitas sehingga tidak dikelahoi secatu p*ti tt-pai sejauh mana
. kedua.belah pihak yang berbeda pandangan. Akhimya, masih keberhasilan HMI dalam melaksanakan perjuangannya dan tidak
{ menurut Buya Syafii Maarif, lekuatan moral dan intelektual diketahui secara pasti faktor- faktor penghambatrrya.
llMI tidak mungkin dikembangkan secara optimal. Sedangkan
menurut Fachry Ali, kemunduran HIvII adalah akibat organisasi Kritik-k{itik d.i atas menyadarkan HMI agar kembali
ini tidak rurmpu menjembatani kebutuhan sosiologis masyarakat bangkit (sebagai organisasi yang senantiasa mud4 dan dewasa)
sebagaimana dilakukan di awal-ay3l berdirinya. Sementiira guna merespot p"rke*brnguti -*an sekaliguJ memberikan
itu Prof. Dr. H. Azyumardi Azrai- M.A, soluf ,etas problem zamannya guna menjemput masa depan yang
tvt.phil meman*dng
-burrgu*u
kemunduran HMI akibat <ialam hJ lebit&rah dan gemilang. Namun, itu semua berpulang kepada
lebih' Gnyak
mengedepankan akal bukan qolbu sebagaimana kebutuhin anak bagaimana upaya-upaya kader untuk tetap menjaga eksistensi
muda pada umumny4 sehingga HMI dipandang tidak pas untuk dan kipratrnya. Eksistensi dan survivalitas HMI memang
tempat berhimpun. Prof. Dr. H. Agussalim Sitompul menulis lb'bih terletak dari bagaimana HMI marnpu melakukan Proses
buku'44Indikator Kemunduran HMI Suatu Kritik dan Koreksi perkaderan dengah baik, di mana HMI diminati oleh segenap
Untuk Kebangkitan Kembali HMI'. kalangan mahasiswa (Islarr-i), serta mamPq menggulirkan
aktiviias- aktivitai yang aktual rlisertai dengan tampilnya sosok-
Secara faktual dikemukakan dalam buku itu tentang sosok kader yang'mumpuni', yang paham betul akan visi-misi
kemunduran HMI, yang meliputi rl4 indikator. Sepuluh indikator dan karakter Hlr{I.
di antaranl'a adalah: L) menurururyA jurnlah mahasiswa baru
masuk HMI; 2) HMI sernakin jauh dari mahasiswa, karena Kita maklumi bersama perkembangan zaman telah
tidak dapat mengembangkan student need dan student interest mengantarkan lahimya banyak organisasi mahasiswa Islam
di lingkungan kampus. HMI kini juga bukan satu-satunya
68
69
Htlll EaMradimuka Mahasisw a
Hfill [andeadimuha Mahasiswa
organisasi mahasiswa ttrnggal pencetak kaum terpelajar, karena
saat ini ada Pergerakan Mahasiswa lslam Indonesia (nUlI) dan Ditengarai Hlv[I terkooptasi oleh kepentingan alumni, baik mereka
ada juga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). pendeknya yqng ada dalam legislatif, eksekutif, dan lain-lain. Terlepas dari
banyak organisasi qejenis yang secara perlahan muiai menggeser benar tidaknya pendapat itu, namun suasana konflik yang sering
keberadaan dan peran HMI. Di sinilah sebenarnya hukurrsuroioal terjadi di HMI menunjukka;t adanya kepentingan-kepentingan
gf thefittestbagi HMI sedang diuji: bagaimana cara agar HMI tetap yang beragam, entah dari mana datangnya. Bisa dari wilayah
hidup (eksis dan suruiae) dan diminati para mahasiswa. eksternal maupun mumi kareni perbedaan pandangan.

Pandangan sebagian pengamat di atas sepertinya benar Menurunnya kualitas HMI berakibat pada mentlrunnya
adxtya, yaitu kualitas HMI sekarang mengalaini penuruuu-r. perhatian alumni dan juga apresiasi masyarakat terhadap HMI.
Sakta yang paling jelas mengindikasikan menurunnya kualitas Akibatnya ketika para alumni membicarakan HMI, itu Udak lebih
HMI adalah semakin minimnya tokoh-tokoh yang lahii dari HMI, dari sekedar sebagai ajang nostalgra karena keberadaannya kini
juga minimnya kontribusi HMI secara organisatoris dalam upaya kurang layak dibanggakan Di tingkat masyirakat popularitas
mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dulu kjta HMI meredup. Adalah fakta yang sangat menyedihkan ketika
bangga dan berbesar hati karena hampir semua tokoh yang tampil sebuah media rrassa menyebut HMI sebagai flimpunan
berlatar belakang HML lbaratnya, kalau ada sepuluh kursi kabinet, Mahasiswa Indonesia, bukan Himpunan Mahasiswa lslam. Hal ini
maka sebelas calonnya adalah kader HMI, karena kesiapan dan dikarenakan karena wam.a keislaman HMI dirasakan mengendur,
kompetensinya. Tetapi kini suasana seperti itu jarang atau malah padahal HMI mengemban misi Islam dalam bingkai Negara
tidak kitaiumpai lagi. Kesatuan Republik Indonesia OrKRI).
Harus jujur diakui fula 6uhrr. HMI secara organisatoris Namun demikiaru redupnya HMI adalah bagran dari
!**g tampil menyuarakan aspirasi masyarakat dengan konsep- dinamika, yaitu hidup terkadang Pasang naik dan terkadang
konsep yang jelas dan jitu. Pada umumnya, HMI belakangan pasang surut. Yang jelas hingga saat ini, HMI masih hidup (eksis)
tampil selalu bersama-sama organisasi lain dalam satu isu yang meskipun dengan'sisa-sisa tenaga'. Keberadaan ihi tetap harus
sama meskipun hal ini dapat juga dipahami sebagai benhrk disyukuri, sekaligus menjadi tantangan bagi para kader untuk
kemampuan HMI menggalang solidaritas dengan organisasi lain. membangun HMI menjadi lebih bertenaga dan lebih berdaya
Tingkat penurunan kualitas HMI selain guna dalam rangka menjalankan misinya.
disebabkan
belbagaijaktor sebagaimana disebut oleh para tokoh di atas, juga Banyak hal dapat dilakukan agar HMI kembali bangkit
dikarenakan minimnya kader-kader HMI di kampus-kampus menggapai kepyaannya kembali. Dalam buku yang dihrlis oleh
utama, sementara di sisi lain HMI berasyik masyuk dengan Prof. Dr. H. Agussalim Sitompuf ada empat hal yang mesti
suasana konflik intemal. HMI tengah terjerat pada iral-hal y*g
dilakukan oleh HMI dan anggotanya yaitu melakukan koreksi
tidak perlu terjadi,y*gmenghambat ruang gerak
":rlg8 -h"ya
dan kiprahnya sebagai organisasi mahasiswa tertua yarf-lahir
total keberadaan HMI saat ini untuk melihat dan mengevaluasi
pasca kemerdekaan ini.
di mana kekurangan dan kelemahannya, mengetahui faktor-
faktor kemundurannya, melakukan dekonstruksi dan
Selain hal-hal tersebut di atas sebagai kond.isi objektif HMI, selanjutnya rekonskuksi pemahaman ajaran Islam. Selain itu juga
belakangan indcpendensi HMI juga banyak diperbincangkan. memperkokoh tradisi intelektual dan kemauan untuk mereformasi
dtui.

7o
71
F{iflti [andradinruka Ma rrasi s\A,a
Hflll fiandradimuka Ma hasiswa
Senada dengan pemikiran prof. Dr. H. Agussalim di atas
adalah pandangan sebagian kader HMI yang mengatakan bahwa berkesinambmgan; (4) membentuk kader yang yang tangg"h 9*
agar [{MI mampu bangkit kembali maka HMI harus mampu tanggap; (5) berprestasi dalam bidang studi;(6) ry3 m9l1kqkan
mendeskripsikan lagi perjalanan organisasinya agar dapat introspetsi; (7) bekerja dama dengah Pihak larry (8) tidak cepat
meningkatkan keunggulan komparatif SDM yu.,g ai*itikinya puas tlrhadap capaiari yang ada; (9) motivasi harus lurus; artinya
se'kaligus eksis di tengah gerakan-gerakan sosial masyarakat masuk HMl-adalah untuk pengabdla4 dan perjuangan yang
didedikasikan untuk umat, bangsa, Islarri, dan mahasiswa'
I'ang sangat akseleratif. Karena itu HMI harus bekerja keras
u.tuk kembali menrprosisikan diri sebagai pemilik tradisi Selain melakukan hal-hal tersebut di atas, HMI perlu
intelektualisme dan mampu mengambil peran populis di tengah_ memperhatikan faktor-faktor strategis yaitu :
tengah masyarakat. Dua langkah ini menunjukkan HMI seding
kembali ke khi t tnh -ny a. a. Perkuatb asii (back to camPusl

Harus disadari oleh segenap kader HMI bahwa basis organisasi


HMI adalah di kampus dalam bentuk komisariat sebagai
Prospek HMI ke Depan uiung tombak perjuangan HMI. Karena itu perkaderan harus
aitingtattan, baik segi kualitas maupun kuantitasnya, di kampus-
Sudah sering digambarkan bahwa masa depan HMI cerah dan
kampus. Sistem perkaderan juga harus ditata ,,lang dengan
gemilang. Hal ini beralasan karena berbagai faktor pendukung,
memerhatikan lingkungan strategis yang berpengaruh, yaitu :
seirerti misalnva bangunan jaringan HMI, ah_rmni-alumninya yang
sudah mapan dan banyak mene.mpati posisi kenegaraan, jumlah . Demokratisasi.
anggota yang banyak, dan banl&k memiliki peran dan berkiprah
aktif sejak ar,r,al berdiri. Isu demokratisasi bagaikan air bah yang datangnya tidak
dapat dibendung. Hal demikian teriadi karena sarnpai
Berdasarkan pengalaman sejarah itu, disadari bahlva sekarang demokrasi masih diyakini sebagai instrumen andal
kegemilangan HMI clilakukan dengan kerja keras pantang mencapai keadilan dan ke6ejahteraan di beibagai sektor
rnenyerah. Seluruhanggota dan pengurus bersatu padu memajukan kehidupan. Karenanya, negara yang tidak menjalankan
IJMI, mulai dari tingkat komisariat, korkom, cabu.,g, badko, clan demokrasi dipandang sebelah mata oleh negara-negara lairy
pengurus besar, termasuk para alumninya. Dengan demikian, bila bahkan cenderung diisolasi. '
kita menginginkan HMI tetap eksis dan membeiikan sumbangsih HMI sebagai kader
Sehuburigan dengan demokratisasi,
vang bermakna bagi kehidupan mahasiswa, umat, bangsa dan
intelektual diharapkan mamPu meresPon demokratisasi
lslam maka kita harus bekerja keras, tekun, tabah, ulet, teiencana,
tian teratur. l'rospek HMI ke depan tetap cerah. Namun demikiar-r
ini dengan baik, mulai dari menggagas sampai P4"
*"nguwilrrya. Yanglebih peniinglagi adalahbagaimana HMI
semuanya harus diusahakan dengan kerja keras.
m"ttpu memformulasikan demokratisasi yang benar-benar
berciia rasa Indonesia, mengingat pada satu sisi demokrasi
.harus Guna mencapai masa depan cerah nan gemilang, r,ang
banyak dipengaruhi Sagasan-Sagasan dari luar (Barat),
dilakukan HMI adalah: (1) membina dan -"n"gulkon
orisinalitas sejarah dan pemikiran HMI; (2) membiasaka. berpikir sementara di sisi lain bangsa Indonesia memiliki tradisi dan
secara otonom HMI; (3) melakukan konsolidasi organisasi secara kekhasan sendiri di berbagai aspek kehidupannya'

72
73
Hflll Eandradimuka Mahasi
Hml Eandradimuka Mahasiswa
. Kompetisi.
se-saup kgluarga IIrfl maupun dengan pelggunakan
Kompetisi merupakan sunatullah. Keberadaannya semenjak teknologi. Kita saat ini hidup diabad digital, batas ruang dan
zaman Nabi
11* AS sampai sekarang. peristiwa
pembunuhan Khabil terhadap Fiabil karena idak terima
waktu menjadi tidak masalah seperti dulu pada abad-abad
sebelumnya. Fakta ini perlu diperhatikan oleh HMI terutama
soal perjodohan yang ditentukan ayahnya, Adam AS, menyangkut masalah perkaderan dan kelangsungan HMI.
menunjukkan bahwa kompetisi telah lahir sey"k rrm"n y"r,g Diharapkan HMI mampu menemukan format yang tepat di
sangat awal. mana kecdnggrhan infbrmasi dapat dijadikan kekuatan bagi
kepentingan organisasi dan kader.
Di era globali:Tiini, kompetisi semakin menajam, siapa
tidak memiliki kemampuan akan tergilas oleh zaman.
fng
Karena itu perkaderan di HMI diharapkan mimpu merahirkan
o Cika.
kader-kader tanqg;uh dan unggul yang memiliki daya saing
Ciha organisasi, para pemimpi+ dan anggota HMI harus
dan etos keria tinggi yur.g *u*po membawa HMI secara
selalu dijaga dan ditingkatkan. Menjaga citra HMI sebagai
organisatoris rurupun personal menghadapi tantangannya.
organisasi terbesar dan terbaik merupakan sebuah tantangan
yang cukup berat, karena HMI sudah melahirkan ribuan
o Sistem Pendidikan
kader dengan segala plus minusnya.
Pola Satuan Kredit Semester (SKS) temyata telah mendorong
Menjaga citra membutuhkan komitmen tirrgg. Namun
mahasiswa lebih tekun bel,ajar sehingga sedikit sekali ruang
demikian perlu disadari bersama citra yang Luit ut"r,
waktu untuk beraktivitas di kedatan tair,. nurtisipasi dalam
memberi daya tarik dan kebanggaan tersendiri, karena
organisasi, apalagi mengikuti program kaderisasi, sulit
disadari atau tidak, cerita-cerita miring yang dialami oleh
dilaksanakan. Kete-rbatasan waktu yang tersisa dari para
' mahasiswa hendaknya menjadi pertimbangan kader dan alumni HM dalam penyelenggaraan negara atau
i""ai"S sektor lain telah ikut serta menurunkan kebanglaan ber-HMI
melaksanakan perkaderan sehinggi perlu adi fleksibititas
dan minat menjadi anggofa. Harus diciptakan 'lCitra Tunggal
yang tepat dalam pemanfaatan waktu dan. tempat untuk
pelatihan-pelatihan.
HMI" yaitucitrapositif, bukan "citra ganda" yaitu citrapoiitif
dan citra negatif.
r Informasi.
o Status, Fungsi, dan Peranan Organisasi.
Dewasa ini, informasi b"grt" mudah didapat karena
kecanggihan teknologi. perlu disadari bahwi inrormasi Status, fungsi, dan peranan organisasi perlu ditegaskan
adalah modal. Persoalarurya adalah bagaimana kita mengolah agar semua pihak mengetahui posisinya dengan jelas. HMI
dan mengelola informasi dengan berstatus sebagai organisasi mahasiswa berfungsi sebagai
biik sehingga me"njadi
organisasi kader, dan berperan sebagai organisasi perjuangan
kekuatan.
Begitu pula HMl-harus menegulrkan fungsi. dan peranannya.
Kejayaan HMI adalah berkat kemarnpuan para kader Iangan sampai organisasi mahasiswa ini bergeser.menjadi
mengakses d;*r mengolah informasi, bark melarui silaturahmi organisasi lain.

74
75
Hllll EaMradimuka Mahasisw
Hml f,andradimuka Mahaslsraza

HMI .adalah organisasi mahasiswa dengan anggota_


Pengqasaan terhadapilmu pdngetahuan dan teknologi
Tgqgtanya yang beragama Islam. Bertolak dari Jtaus, adalah sfarat mutlak. S"i*uh 'rirenunjukkan bahwa maju
HMI bisa mendisposisikan posisi, peretnan, dan kegiatan di
kampus dan masyarakat: Konsekuensi dari status, fuigsi, dan mundurnlla suatubangsaberprrlang padaperiguasaannya terhadap
qeranannla sebagai oiganisasi mahasiswa mengharuskan ilmu pengetahuan dan teknologi. Islam mampu me-nclPai puncak
dan mendorong HMI berperan dan harus besar df kampus_ keemas"i t tena penguasaannya terhadap kedua hal ini, t'*f1
kampus. pada waktu itu lahir iokoh+okoh seperti IGawarilni yang-ahli
matematik+ Ibnu Sina yang ahli d"l"+ bidang k9dokt91n, fby
Rusyd yang juga ani aihmbidang kedokteran, al Kindi dan lain-
b. Alih Paradigma Ideologis ke profesional lain.
Globalisasi telah menipiskan sekat-sekat ideolo$i, bahkan Penguasaan keterampilan juga mutlak adanya
mengaburkan batas-batas yang sebelumnya tegas dan j6hs. Karena globalisasi telah mengarahkan kita untuk berkompetisi.
globalisasi, kini menjadi tidakjelas ideologi uluyurgdianut oleh konsekuensrnya kita harus memilki keterampilan khusus yang
suatu negara. Contohnya China, di satu sisi sistem negaranya memungkinkan kita menjadi PemenanS. Perlu disadd-h.t:Tu
mengikuti komunismq tetapi sistem ekonbminya diiang"n globatslsi itu sebenarnya ibarat arena balap yamg membolehk'an
atas- ideologi liberalisme. yd y*g kurang lebiir sama jiga *u"gg"""kE , keldaraan ayta- s-a)a' Boleh
dilaksanakan di Indonesia, di mana Ji"tem negaranya.r,"rrgit,iu
p*" pesertanfa tdoko;r,
i*"gg""rk t andong,6epeda ontel, mobil, bahkan kuda'
ideologi Pancasila, semeRtara sistem ekoriominya Sudiibaring tentu, siapa yang-menggunakan kendaraan paling
rnengikuti ideologi kapitalisme. Jadi berdasarkur, reiiauk"oridorg
,y" Jrm memenangkan perlombaan. ladi globalisasi
canggrh pasti akan
contoh ini pengaruh id-eologi tiatak begitu signifikan di era tanpa kompetisi, siapa yang tidak punya tt"lft= dan daya
uaaiih
batas ini karena yang berliku adalah-hukum pasar, yaitu siapa "*
tawar akan tergilas. HMI tentu sadar dengan hal inil karena itu
atau a?a
Iang mampu memberikan keuntungan, rnaka dialah perlu menyiupl* kader-kademya agar memiliki keunggulan
yang dipilih dan digunakan.

HMI yang didesain untuk menciptakan insan akademis, Kaitarurya dengan alih paradigma ini, maka Lembaga
pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan [slam dan pengembanganProfesi (LP") dalam HMI harus diperkuat karerta
bertang-gungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur
yang diridhoi Allah SWT, harus me4yadari untuk segera lemlaga l-in mampu'mewadahi dan mengar"hg" berbagai
minat*mahasiswa meniadi. tenaga-tenaga terampil yang siap
i"*hlal.ri paradigmanya, yaitu sekaligus mengusung orientasi
ideologi dan profesionalisme. Untuk it r, UUi haru"s mampu berkompetisi dalam setiap medan dan t45rt4ngern' Selain itu
LPP iniluga diharapkan mamPu menjadi solusi terhadap uPaya
meneriemahkan tujuannya sesuai kebutuhan zarnan di samping
mampu menciptakan instrumen-instrumen penunjangnya. p"ru*pittj* struktur organisasi HMI sehingga dapat bergerak
lebih gesit dan resPonsif-
Sehubungan dengan, paradigma profesionalisme, ada tiga
lral yang perlu dibangun dan dibenahi. yaitu bagai*ur,u Uj-".
Fl\{I mampu menguasai secara mendalam ilmu peigetahuan dan c. Konsolidasi
teknologi, serta memiliki keterampilan atau skiil yaigdibutuhkan KonsoliCasi prganisasi adalah masalah besar sepaniang mlsa
oleh zaniannya. yang dimak"rdkro sebagai uPaya memperkuat organisasi HMI

76
77
Hflll EaMcadimuka Mahasi swa
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
dalam berbagai aspek. Konsolidasi ini dapat dilakukan dengan
cara memperkuat tali silaturahmi ses€una kader HMI, baik yang para mahasiswa. Selain itu HMI juga harus mampu meirciptakan
masih aktif sebagai anggota / pengurus ataupun kader yang sudah srurut" agar para kader ikut merasa bangga dan memiliki'
menjadi.,?lumni. Juga dengan menyarukan persepsi dan kemauan
Pada aspek keislalrurn, HMI harus mamPu melahirkan
membangun isu besar yang strategis untuk kepentingan lilv{. lnsy a
pemikiran-pemikiran inovatif yang selanjuhry-a -dapat
Allah dengankonsolidasi ini, benih konflik tidak sempat bersemi,
ditransfornnsikan dalam pola pikir dan pola laku kader'
apalagi tumbuh. Gantinya adalah semangat persaudaraan, Belakangan ini pembaharuan pemiti"un Islam tidak banyak
perasaan senasib sepenanggungan dan seperjuangan menuju
muncul:dari kader HMI. Untuk itu HMI harus kembali me-
t jr-yang dicitakan
mikirkan bagaimana menciptakan kantong-kantong penyemaian
Agar konsolidasi ini terbangun dengan baik, maka harus intelektual.
ditemukan alat perekat yang menjadi common issue dart comtnan Sedangkan pada aspek keumatan dan:kebangs?"t, HMI
interest. Seperti apa bentuknya, perlu dicari bersama-sama, yang
mesti berdiri di barisan depan memelopori mewujudkan cita-
pa-sti keduanya harus aktual atau membumi.
cita hidup berbangsa dan bemegara dalam bingkai NKRI' Untuk
Dalam hubungan ini dapat dirumuskan Lima atau Panca kepentingan ini HMI mesti mampuberpikir konsepsional sehingga
Tugas Organisa'si, yaitu memelihara dan menciptakan sumber apa yang dipikirkan dan direncanakan dapat dilaksanakan karena
potensi, mengolah sumber potensi menjadi potensi, mengolah berangkat dari realita dan tantangan zaman yang ada' Kuncinya,
potensi menjadi kekuatan, memelihara dan mempertinggi kualitas HI\r[ tidak boletr terperosok pada fanatisme dan primordialisme,
kekuatan, menyediakan kekuatan setiap waktu diperlukan juga tidak terperangkap dalamkooptasi alumni, yangbertentarigan
organisasi, hingga merupakan lekuatan yang siap pakai. dengan independensi HMI.
.

Apabila langkah-langkah tersebut di atas dilakukan, insya


d. Tingkatkan Kineria Allah birbaeai prJblenu k6khawatiran, kelemahan, dll di Ht\4I
akan dapat diatasi. Namun itu semua harus dilalcukan {engan
Kinerja yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik. Agar sungguh-sungguh dan kerja keras. Yakinlah bahwa dengan
HMI mampu mencapai hasil yang lebih baik dari masa-masa berusaha, semua akan tercaPai.
sebelumnya maka HM harus meningkatkan kinerjanya- Tentu
saja kinerja yang dituniukkan oleh HMI berfokus pada bidang
kemahasiswaan, keislamarL keumatan/ kebangsaan

Dalam rangka upaya meningkatkan kinerja, HMI hirus


memiliki ukuran-ukuran, baik dari se$ output maupun outcome.
Dengan ukuran yang jelas ini langkah HMI menfadi lebih tertata
dan sistematis.

Pada aspek kemahasiswaan, HMI harus mampu


menawarkan konsep student need d.an student interest sehingga
kehadirannya benar-benar dapat {irrsakin manfaatnya oleh

78 79
Htlll Eandradinuka Mahasiswa

BAB Vt
APRESIASI UNT[,'K HMI
:
sangat
Keberadaan HMI di teagah-tengah masyarakat Indonesia
air*ut* mantaatnya. Sq* U"iai'inya pada tahun 1947 hrngga
kini selalu berparlsipati a"turn pembangunan lanesa {n
,,"g*u, mengitcuU dit utt it" X"rudup1n masyarakat danberusaha
maju
*i***t iembaharuan agar negara lndonesia semakin
;;;t"hda. Sebagai otg=uoit*i' mahasiswa dan organisasi
sehingga atas
tua.r, inn memi[Uleranlentin gbaglndonesia
p"1r""yu tersebut patut disimpaikan apresiasi $1 penghargaan'
i'"r** dan jasa HMI antara lain tampak pada daya uPayanya
sebagai berikut ini-

1. SDM yang berkuali(as' HMI ^:*E+* salah satu:"try


lebitt i1fr
untuk membentuk SDM yang berkuilita"' malahan
Keseluruhan
r.gi ;*b**k manusia Indonesia seutuhnya.
HM adatah Proses peningkatan kualitas manusia'
"ftifi."
Melalui kaderisasi dan penugasan kepengurusan'
senY
ut ggo,uflMl dilatih mmjaaikaderbangsa' Diharapkansetef
lh
mel]adi alumni HMI dan terjun dalam kghidunp rysyarakat
profesi untuk
sudah siap danmampuberperanoptimal sesuai
p""S;Udt'r" kepada'negara Setiip- aktivis HMI memiliki
l"#ggrl"" kai"" selama di HMI iliganbleng meniadiinsan
akadJiris, pencipta dan pengatrrli yang bernafaskan 1d?^'
handat dan
Menjadi manusia Indonisia yang profesional'
bermoral. '

HMllaksanakawahCandrailittrukatempatmenemPa
Ibarat
mahasiswa Indonesia menjadi manusia berkualitas'
Tetuk+ putra sang Bima-diceburkan ke dalam kawah
a"arraii""t r- rerpirggang oleh Panasnya kawah' tergullrnS
bayi
oleh lumpur batu aan Ueii yang membara' si iabang
tumbuh menladi satria
Tetuka tiiak hancur lebur malahan
gagah perkasa, Raden Gatutkaca' I(eruar dari kawah

83
Hllll Candradimuka Mahasiswa. Mahasiswa
H[lll Eandradimuka

lnlraliyura, Galtkaca diuji dengan rugas berat melawan


Patih Sekipu dan prabu pracona, p"ti"Sg, negeri. Tasikwap Tirtasudiro, Hartono, Oatrtal \anUmi$rts'
Kuliah sementara
Belanda terusir dari
yang menjarah Kayangan tempat bersemayam para Dewa. iiri"ggat dan bary kembali setelah
Melawan Gatutkaca, patih Sekipu binas+ be6tu pula
"
bumi Indonesia.
Pracona yan g digdaya menemui ajalnya.
Jelas r"auf,i"rrblan Dalam kurun waktu 1945 hingga L965 negara Republik
proses pelatihan dan penugasan yang dilaksanadn
dalam Indonesia menghadapi perang kemerdekaan meiawan
Belanda dan berbagai pembero yang
kehidupan organisasi HMl.-selama tila sampai lima tahun mengancam
aktif menjadi anggota HMI, mahasi"swa Indor,esia HMI sqtl" b":*:1
- yrr,t t"t*gt,lrlgan hidup ian persatuan bangsa'
idealis penuh harapan berlatih keras dan sistematis otde Lama tah]ll 1:5:
kaderisasi yang berjerrjang menuju terciptanya insan -"tA,ri
Lg"t"*"tiu"r, Nxru. P-ada waktu
cita HMI ffitt" 1e6s NI$I hampii k"!yu* Pry'
Tg
yaifu kualitas insan-akademis, insan pencipta, insan
pengaMi, *uiiuput
'*th:l+
tekanan berat untukdibubarkan' Upaya makarPKl
insan yang bernafaskan Islam, insan yang Uu.ta"f,gur,g
rnur,"ap"i prrncak pada pemberontakanC 3O
! nft pada tahun
,::* aJal terwujyfnya masyarakat adil a*I*rkmd!*i fq65.Pembe.or,tu'k*inigagaldanberhasilditumpasoleh
diridhoi AUah SWT. pribadi-inilah kader HMI, meruprk; perjuangan
kekuatan Pancasilais. HMI berperan be-sar dalam
sosok man of thefufzre. Gatutkaca4atutkaca telah
keluar dari rnelawanPKIitu.HancurnyaPK[,Irrdonesiamemasukiera
kawah Candradimuka HMI untuk berbakti kepada
nusa, Ora" gu*. Orde pemerintahan yang bertekad melaksanakan
P*S":
dan agama. Siap beramat makruf natti *unior, *r*iyu pan""sit. dan UUD 1945. secara murni aT k9g:kYen yang
hdyuning bawana. proses pembentukan-SOtnl y"r,g
melalui kaderisasi
berkualiias lit"mpttt, melalui pembangunan nasional' HMI dan para
11r1_t_"*".hrjalan tanpa hentiJmerupakan alumninya berpartisipasi penuh dalam pembangunan'
llmtangan nyati HMI kepaiUa negara Indonesia. Kader_Lder et"*"i-HMIdalamberbagaiprofesinya.mengisi.jabatan-
fn{ teru,s mengalir. mengis] dan berperan dalam berbagai iuUrrrrr publik baik di Pusat rnauPun daerah' Juga
berperan
profesi,sebagai birokrat, politisi, pengusaha, cendekiavrln, 'ao*i.* puda berbagai kegiatan ekonomi, politik dan kegiatan
ulama, budayawan dan lain-lain.
-
t t"""y"rut tan lairilya' io"t HMI dengam pf." d:*TIi
U"ttur,i,rt dalam era Reformasi yang bergulir sejak tahun 1998
2. Perjuangan bangsa. sekarang irii. Posisi strategis HMI dalam- keliduqan
-HMI lahir
perjuangan bangsa lrdonesia
sebagai anak kandung tiogg,
dun Lernegara ini seharusnya dipertahankan dan
*e*purtuiankan dan mengisi
kemerdekaan. OIeh karena itu HMI beserta anggotanya
;;#;g""
ditingkatkan
memilki jiwa kejuangan yang ti.gg. Di waktu revo-lisi
fisik
melawan penjajah Betanda, ai saat pemberontakan 'kehidupan berbangsa dan
!11fil
30 S PKI ikut menumpas kaum komunis, dan
G i. Demokratisasi !:*fg*1'
di U",r*rnu ensgotaHMlyangtersebardikota-kotabesardiseluruh
aman aktif dalam pembangunan nasional untuk
mewujudkan oe6Jok tanah air 1ru sangat beragam, plural terdiri dari
kesejahteraan hidup masyarakat. HMI berdiri pada
tahun 1947 l.ahusi"*u-mahasiswa yartg berbeda etnis' suku' budaya'
tepat di tengah-tengah perang kemerdekaan melawan agarna
tentara daerah dan sebagainya. Yang diikat dengan kesamaan
kolonial Belanda. Anggota-anggota HMI terjun ke medan majemuk
dan cita-cita. Bangsa Indo,t"ii" adalah bangsa yang
perang yang tergabung dalam CM atau Corps HMI' Untuk mengelola organisasi
Para pimpl.arr CIr{ anggota HMI antara lain
Mahasiswa. lUtittt"tu;, bu$t" puta
adatah Ahmad )an berluang HMI menggunakan sistem demokrasi' Anggota-

84
85
Htlll EaMradimuka Mahas iswa
HIIII Eandradimuka Mahasiswa
anggotanya yang plural dilatih menjadi orang-orang yang
demokratis, melalui tata' cara mengambil keputusan, ielas antara kekuasaan eksekutif
dan legislatif' I*b'jt*
menggunakan hak bicara dan suara, berdiskusi, sikap bila dan program kerja diputuskan oleh kongres pada tingkat
menang dan kalalU taat pada keputusan bersama, sanfun, nasional, musda pada tingkat Badko, konferensi cabang
saling menghormati dan lain-lain. Demokratisasi merupakan pada tingkat cabang dan rapat dnggota tingkat komisariat'
langkah strategis dan berjangka panjang menuju terwujudnya S"a*gk; kekuasaan ekseiutif dilaksanakan sepenuhnya
Indonesia sebagai neg;tra demokrasi terbesar kqtiga setelah oleh p*gt*t besar, Badko, calang dan komisariat'
Amerika Serikat dan India. Upaya ini harus didukung oleh Keputusan-keputusan tentang kebijakan dan program keria
I
seluruh bangsa Indonesia baik pribadi maupun organisasi orfanisasi serta pemilihan Pengurus ditetapkan secara
I
dan lembaga. _Sebagai salah satu kbmponen bangsa, HMI deinokratis. Para pengurus dan anggota HMI memiliki hak
ly telah melaksanakan demokratisasi semenjak didirikan'pada dan kewajiban yang sama dan dituntut untuk berpartisipasi:
Budaya politik demokratis sangat diperhatikan dengan selalu
i

tahun 1947
taat pada pgtusan bersama. Nilai-nilai budaya politik yaitu
Sejak semula bangsa Indonesia berusaha membangun
egatiie (kemandirian), liberte (kemerdekaan) dan lrlternite
neg.rra demokrasi dengan mengacu pada demokrasi Barat
(iersaudaraan) dihormati, sehingga walaupun ada perbedaan
namun para founding fathers cukup arif menyesuaikan tetapi tetap menjaga persaudaraant Dengan P""94"^-"
demokrasi Barat dengan budaya Indonesia. Indonesia tidak
praktek berdemokasi selama di HMI, ketika meleka
menganut demokrasi parlem€nter juga tidak presidensial, memasuki kehidupan di masyarakat utamanya kehidupan
akan tetapi menyusun sistem pemerintahan sendiri yang politik, alimni IIMI sudah siap. Suatu sumbangan sangat
ditandai. dengan dibenhrknya MPR sebagai pemegang Lerharga bagi upaya demokratisasi kehidupan berbdngsd dan
kedaulatan rakyat. Sedan[ budaya politiknya terkandung bernegara di Indonesia
dalam Pembukaan [JUD' 45 utamanya Pahcasila. Dalam
perjalanan kehidupan bangsa, demokrasi ini cepat berubah
menjadi demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi
4. Kaum intelektual Indonesia. Kemajuan dankemakmuran
suatu negara tidak saia ditentukan oleh kekaya'an SDAtetapi
Pancasila yang menjadi otoriter dan kini kita hidup dalam
- banyak ditentukan oleh kualitas dan kuantitas SDM nya'
demokrasi di era reformasi yang tampaknya condong pada
Warga negara yang memiliki kepandaian dan etos kerja
praktek demokrasi Barat. Struktur politik diatur d.lu*
yar,t ti.,ggt. Etos keria dari negara-negara maju itu banyak
bangunan presidensial dengan infrastruktur politik multi
partai. Sedangkan budaya atau kultur politil,orya tengah
t"rJo*U"i aari ajaran agama' Konfusianisme mengajarkan
menghormati leluhur telah mendorong orang China
mencari bentuk r,yalaupun sangat kental pada budaya politik
selalu berusaha menjaga nama baik dan melanjutkan cita-cita
feodal. Proses demokrasi di Indonesia akan terhambatkalau
leluhur dengan bekerfa keras. Etos keria orang India dipacu
tidak segera ada upaya pengembangan budaya politik yang
oleh keperciyua. terhadap hukum karma' Jangan berbuat
sesuai dengan kepribadian bangsa.
salah agar bisa mencapai perubahan atau reinkamali menjadi
Bagi mahasiswa, kehidupan organisasi HMI merupakan orang yang sernakin bermartabat. Agama Shinto juga-telah
tempat belajar dan berlatih demokrasi. Stmktff organisasi rn"rdotong semangat dan keria keras orang Jepang' Orang
Jepang sangat menghargai karya sebagai
pengabdian kepada
HMI dibangun secEra demokratis, ada pembagian tugas ,,ai.g
de*anya. Ot*g Barat memiliki etos kerja yang titggi berkat
86
87
Hflll Eandradimuha M a has isv,ra
H[Ill fiandradimuka Ma hasiswa
etik Protestan yang dikembangkan oleh Max Weber. Mereka
berpikir dan bertindak progreik, positif, dan rasionaf aengan moderat, yang ditandai dengan tradisi dialog dan toleransi'
p€ngu-asaan iptek yang cangglfr. Begitu pula Perpaduan antara dimensi keislaman dan keindonesiaan
umat Islam pfda
abld- VI sampai XIII Masehi pada HMI memperlihatkan bahwa Islam tidak dipa!1mi
-"*upii puncak p"r"alU* a*u* konteks yang kaku (statis), melainkan akulturatif dan
melalui kerja keras dengan penguasaan pengetahuan agama
dan iptek. Pelaksanaan substansif. Bagi HML nilai-nilai moral yang diajarkan oleh
"g*idan udak
melainkan sudah menjadi sikap
sekidar formaritas,
perilaku irar"- k"hia"pur, Isl43 (aspek substansial) lebih penting daripada a:Pek-a:P-:f
nyata. simbotk-(meskipun dalam iataran tertentu, aspek simbolik
{
juga diperlukan di dulam mehgembang*an dakwahkultural)'
'seiuai
_ Anggota HMI kuliah di berbagai perguryan tinggi dan hengan karakter dasar agama Islam yang mengaj"I"t'
'lri akademi dan pada umunnya bisaielesaiiepat wak;:HMi keselamatan dan kedamaian, maka Islam hirrus dibawakan
sangat- mendorong-anggota_anggotanyalrrriok dapat
cepat dengan pendekatan.yang damai dan menyejukfan, bYI'l
menyelesaikan studi, dan tidak terlena di clalam dunia dengan pendekatan yang kekerasan. Dimensi keislaman HMI
Il kemahasiswaan yang sesungguhnya dibatasi waktu.
Alumni sedemikian terpancar dengan jelas dan turut memberikan
HM mayoritas adalah q1a' sarjan+ bahkan b*y"k kontribusi atas citra Islam lndonesia yang berwatak moderat
mencapai pasca sarjana bZ a"., 53. Sarjana_sr4"r,J t;; dan toleran.
#;i;
rytvIl meniadi_ bagian dari kaum i.,t"tuttoa IndoiJsia. Dalam situasi dunia yang sedang mengarahkan
Kaum intelektual Indonesia belum banyak, ut", tut pi
perhatiannya kepada fenomena terorisme yang dilakukan
flmlahnya terirs bertambah antara lain berasal a*i oI"h k"lo*pok-kalompok Islam garis keras (ekstrem radi[<al),
HMI. Kaum intelektual atau cendekiawan it" ,r"grt "ngjoiu
ffisu;
peranan dan kemamprr*!" untuk mewujudkan fe.r,ryrra., maka model keislaman HMI semakin diperluka+ khususnya
dan kesejahteraan bangsa. pengalaman negara-negara untuk meyakinkan publik dunia tentang hakikat Islam sebagai
maju lil akmin HMI menolak pendekatan kekerasan
menunjukkan kenyataan pur" ."id"ti^iur, yrr,g ^g ^^,oi*atan
memasuki semua bidang lahwa
kehidupan masyarakat
aI daUm mendakwahkan aiaran agama Islam' Namun
penggerak pembangunan. Kemajuan dan kemakmuran ^uq"ai sebaliknya HMI mengembangkan model keberislaman yang
damar, dialogis, moderat, dan toleran, di tengah-tengah
!Tg* sangat ditentukan oleh karya para intelektualnya.
Alumni HMI yang menjadi kaum iritelektual lndonesia kehidupanmasyarakat lndonesia danwarga dunia yangplural
dengan kepandaian dan etos kerjanya merupakan sumbangan (majemuk). Sikap dan pendelGtan demikian, tentu saja tidak
Uutitti fnfl prinsip-prinsip 1tar1 4ti-41
dasar Islam.
^"tggrbankan
Namuir, justru pendekatan yang dilakukan HMI
diharapkan lebih mampu mencitrakan lslam sebergai agama
5. Mempromosikan Islam sebagai Rahmatan Lit Alamin-
yur,g tia* dikonotasikan sebagai agama yang mengajarkan
Pandangan keislaman i"Uugaimana yur,g t"rt ur,t
-HMI, kekerasa& permusuhan dan terorisme.
di dalam NDP pada dasarnya mlrupakan'p"ri"4"*rf,ui
Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam Dengan mengedepankan wajah Islam yang m9dei1t.d]
iXAtntatan tit
Alamin). Corak dan karakter HMI di dalam menerjemahkan Indonesi-a, maka FIMI (dan organisasi-organisasi Islam lain)
dan Islam, tidak bersifat ekshi; namun diharapkan akan memperoleh suatu makna yang positif dan
-memprakteickan
sebaliknya lebih menonjolkan pada pendekatan yang korstruktif bersama-s 1ma dengan komunitas lain membangun
peradaban dunia yang damai dan sejahtera'
88
89
7
I
/l'
Hml Eandradimuha Mahasiswa

PANDANGAN TOKOH-TOKOH HMI


.

Bagaimana masa depan HMI,


beberapa tokoh HMI
mengemukakan pandangannya sebagai berikut.

MasaDepanHMI
f, DR. AkbarTandiungl
I

Saya menyambut baik terbitnya buku karya Solichin yang


il
berjudul'HMI, Candradimuka Mahasiswa Indonesia" ini. Buku
ini sangat menarik, bukan hanya karena ditulis oletr mantan
aktivis HM yang sangat memahami dan merrjiwai hakikat dan
sejarah organisasi HMI, namun juga karena buku dengan tema
sertacam ini cukup langka dan tentu saja akan sangat berrranfaat
bagi generasi muda, khususnya para aktivis HMI. Buku ini
juga bersifat inklusif, mengingat dapat dibaca juga,oleh aktivis
mahasiswa Indonesia, dengan mengedepankan studi.kasus HMI
sebagai sebuah "candradimuka" atau tempat penggodokan dan
penempaan pergerakan mahasiswa yang dilandasi suatu idealisme
ie'Islamarut"iot"t"kto"landanke-Indonesiaan. \

Keislaman dan Keindonesiaan .' :

Sebagaimana dicatat bahwa lahirnya HMI di Yogyakaita pada


5Iebrqari 7947, yang dipelopori oleh almarhum Prof. Drs. H.
Lafran Pane, dimaksudkan untuk merghimpun para pemuda/
mahasiswa Islam untuk bersama+ama berjuang, berdasarkan
nilai-nilai Islam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan
Indonesia. Tujuan HMI adalah: "Terbinanya insan akadunis,
pencipta, pengabdi yang bernafaskan lslam dan befianggungiawab atas
terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah S'|W".
'I DR. Akbar Tandjung, Mantan Ketua Umum PB HMl, Mantan Ketua Umum Golkar, Mantan
Ketua DPR Rl.

93
Hllll [andradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Sejak awal berdiriny+ HMI menegaskan komitmennya
terhadap ke-Islaman dan ke-Indonesiaan atau keumathn dan kemerdekaan dengan ikut serta morjadi bagian intergral dari
kebangsaan. Jadi, setiap kader HMI adalah kader umat dan kader proses-proses pembang[rlEtrl,: dan proses-Proses kebangsaan
bangsa. Oleh sebab itulah; pada masa-masa awal kemerdekaan iainnya. Sebagai sumber insani pembangunan, maka insan-insan
]enderal Sudirman menyatakan bahwa HMI merupakan Harapan HMI- dihaiapkan rnenjadi pelopor/penggerak pembanggnn
Masyarakat Indonesia. Alhamilulillalr, bahwa hirggu kir.i, bangsadi sefala bidang. Oleh sebab itulah kader-kader HMI
komitmen tersebut masih melekat erat pada HMI bahwa antara dituirtut untuk mampu tidak saja memahami secara baik atas
i
keumatan dan kebangsaan tidak dapat dipisahkan, dan para kader berbagai permasalahan pembangunan dan permasalahan 6anBT
I HMI, hingga kini, telah menunjukkan komitrnennya tersebut. sec"rilrat, tetapi iuga diharapkan mampu untuk berbuat sesuatu
secara konstruktif, agar tidak teriadi stagnasipembangunan -serta
Berdasarkan konteks berdirinya dan perjalanan sejarahnya,
mmgupayakan berbagai hal demi kemajuan dan kemandirian
I

t' t
I maka corak ke-Islaman HMI adalah moderat. Nilai-nilai Islam bangsa.
yang dituangkan dalam Nilai-Nilai Dasar perjuangan (Npp)
il !{YI -yTg-dikompilasi oleh Nurcholish Madlid t tm*t"*1,
Endang Saifuddin Anshari (almarhum) dan Sakib Mahmud-,
mengetengahkan Islam secara substansial, yang di dalamnya Meni awab Tantangan Zamart
terkandung nilai-nilai, antara lain : (1) Tauhid/Keesaan Tuhan; (2)
Universalitas Islam; (3) Islam yang inklusif; (4) Islam yang dialogis; HMI seliagai bagian dari umat dan- bangsa dit-un*: untuk ikut
(5) Kemanusiaan/persaudaraan/hak asasi manusia bertanggungjawab dalam Proses keumatan dan kebangsaan'
GtaU!;lA) Jangansampaipara kader HMI terjebalihanya pada permasalahan-
Islam sejalan dengan modemitas/progresifitas dan demokr"si; (D
Islam yang tidak ekstrim (ummilan wasathnn/umat yang mampu perrnasalahan j*gku pendek dan tidak strategu, tidak produktif
berdiri di tengah-tengah); dan (8) Islam yang toleran. dan cenderung destruktil, mengingat tiintangan umat dan bangsa
semakin kompleks dan akumulatif.
- : \ Dengan demikian jelas, bahwa HMI hendak membawakan
suatu wajah Islam yang modern/maju, toleran, dan tidak ekstrim. Para kader HMI harus mamPu mengidenti-fikasi dan
Ya.g dikedepankan dan diperjuangkan oleh HMI adalah merumuskan berbagai iawaban atas tantangan-tantangan yang
bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai keberislaman semacEun ada; berorientasi jangka Panian& senantiasa meningkatkan
itu.
sebagaimana dikemukakan otbrr aharrrum Nurcholish kualitas SDM (dengan penguasaan atas iptek dan memiliki
Madjid, NDP HMI serrucam itu, lebih terfokus pada upaya kualitas imtak),' sehinggi putu, para kadqr HMI betul-betul
mengetengahkan Islam. secara substansial. Bukan format. btefr mampu dirasakan oleh segerap elemen bangsa'yang lain. Para
setrab itulah, HMI tidak menghendaki formalisasi hukum (syariat) kader HM harus tetap meniadi "rnanusia pembelajar", rendah-
Islam, melainkan bagaimana menanamkan nilai-nilai hati dan surigguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menguasai
lsuustansi)
ajaran Islam itu di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang teknologl senantiasa cerdas dan mrimpu berbuat -sekecil a9a pun
plural (sebagaimana dikatakan almarhum Nurcholish frAia]ia bagi masa depan umat dan bangsa Indonesia secara lebih baik'
ibarat "tarnan sari") ini. Dengan demikian, diharapkan para aktivis/kader HMI senantiasa
*"rt iliki wawasan yang luas, kemampuan dan kecakapan dalam
Di sisi laur, komitmen kebangsaan/keJn,Jonesiaan penguasaan iptek, sehingga mampu menjawab tantangan zarn:rn'
HMI diwuiudkan dalam berbagai peran nyata dalam mengisi l-

g4
95
Hllll [andcadimqha M a h asiswa Hltll Eandradimuka Mahasiswa

Kaderisasi HMI TETAP KONSISTEN


Sekali Iagi, sayayakin buku ini sangatbermanfaatbagipada MEMPERJUANGKAN TRITURA
.
aktivis/kader HMI pada khususnya dan mahasiswa DALAM
Indonesia
pada umumnya. Buku.ini meninggalkan pesan
yang tegas bagi KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
aktivis/kader HMI. u1t-uk *u*p""itot oh basis
p".irJu'r*nyu.
Karena HMI berbasis di kampus, inaka otom"ti,
HMi h;;; ,;r_ Nazar E" Nasution SH, M#
menerus melakukan perkaderan di kampus_kampus,
khususnya
tinggi-perg"._"ur., tinggi ex'cellen t. ai* p"rUJ"run
9f g5.S"."un
HM--Iharus diperkuat lagi, dan ol"h.-iurer,a
itu sistem perkaderan
HMI harus diperkuat, disesuaikan dengan tantangan
zaman yang
senantiasa dinamis dan berkembang. Sekilas Seiarah Tritura

Eksistensi dan survivalitas (kesinambungan) Dalam sejarah perjuangan bangsa, kita mengenal istilah Tri
HMI tentu
saja terutama ditentukan oreh aktivis/kader
HMi itu sendiri, Tuntutan Rakyat (tritura) yang merupakan bagian dari perjuangan
bagaimana memaknai hakikat dan tujuan
HMI, serta Uagaimunu Angkatan 54 di mana HMI merupakan salah satu unsurnya yang
pula kualitas sumberdaya manusia yang
ada mampu *"il;;;, utama dan terpenting. untuk sekedar mengingatkan kita semua,
berbagai tantangan.z,am.annya. peran"para
alumni hanyalah Tritura adalah tiga tuntutan rakyat Indonesia pada masa itu, yaitu
mendukt ng berbagai kegiatan
1,ang dilakukan oleh fffr4l ,"i"g"i (1) Bubarkan PKI; (2) Retool Kabine! (3) Turunkan Harga
organisasi mahasiswa yang independen.
Hanya aktivis/ka;er
HMI lah yang dapat merasakan dr. *".r*uskan Tritura dicetuskan tanggal 10 ]anuari 1966. Meskipun sebagian
kebutuhan_
yang bersifat mendasar dan mendesak, dan besar kita mengetahui tentang Tritura namun sedikit sekali yang
l."ouTl",rr*)'a
(emudlan memperkokoh. sistem mengetahui bagaimana proses Tritura itu dirumqskan. Baiklah
perkaderan dan penguatan
kelembagaan IINII sebagai wadah berhimpun
mahasiswa Islam ,uy" ir,gir, mengungkapk ., khor* asPek ini menlngat tanggal
1'ang moderat dan plural. fO lanuari 2010 tepat kita memperingati rt4 tahun Tritura (10
i
t lanuari 1966 - 10 )anuari 2010).
- Hadirnya buku ini, merupakan salah satu bentuk &
j
sumbangsih alumni FIMI vang .r.rrih turut memikirkan
masa Saat itu saya menjabat Sekretaris Presidium Kesatuan Aksi
9?* HMI, agar senantiasa elsis dan ,u*i* aiaJr" f.r".rf, Mahasiswa Indonesia (KAMD Pusat mewakili HMI' Dalam
:.Td"pa bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sava I PresidiumKAMl Pusat, PB HMI diwakili dua orang, yaituSaudara
terharap buku ini dapat dimanfaaikan sebai*;;n".f, Mar'ie Muhammad (Biro Politik) dan saya Nazar E' Nasution
rnenjadikan IINII betul-betul sebagai,,candradimuka,, ;i;
I

\,ans (Sekretaris). Sebagai Sekretaris, pada tanggal 29 Desenibe-r


menumbuhkan militansi para aktivir/kud".
HMI yang _r;;;: t i965 malam hari saya mendampingi Saudara Cosmas Batubara
dalam aspek ke-Islaman, keintelektualan,
dan ke_Indonesiaan. memimpin Rapat Presidium Paripurna KAMI Pusat berternpat di
i Jalan Sam Ratulangi 1 (Kantor PMKRI), yang saat
ihr dijadikan
sebagai sekretariat KAMI. Rapat dihadiri juga oleh wakil-wakil
t-N..r Ej.l.*t'r. SH, MA, Mantan Sekien PB HMI periode 1969-1971, Mantan Duta Besar Rl

96 97
Hflll Eandradimuka Mdhasiswa Hllll Eandcadimuka Mahasiswa

KAMI Bandung dan KAMI Jaya. Agenda Rapat Presidium KAMI Guna menghadapi situasi seperti diuraikan tadi, Presidium
Pusat adalah :
KAMI Pusat menilai bahwa selain perlupendekatan politis kepada
1. Folloutup tindakan-tindakanKAMI. pimpinan-pimpinan pemerintahan, perlu pula digerakkan aksi
2. Kebulatan tekad mahasiswa massa. Untuk menggerakkan aksi massa/ Presidium KAMI Pusat

3. Menempatkan KAMI sebagai wadah tunggal mahasiswa melakukan koordinasi dengan klAm ]aya. Rapat fnemutuskan
Indonesia aksi massa akan'dilaksanakan tanggal 10 Januari 1966. Untuk
m€mpersiapkannya dilakuk'an pertemuan secara khusus dengan
4. Konperensi Pers.
XaU |aya yang dipimpin oleh Saudara Firdaus Wadjdi, Liem
Untuk diketahui, pada pagi hari tanggal yang sama (29 Desember BianKoen (SofyanWanandi) dll.
:

1965) itu, PPMI (Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia)


KAMI Pusat memutuskan perlu disiapkan suatu "Pe rnyataan Buah
yang dikuasai CGMl-Perhimi4ermindo, organisasi mahasiswa
P Indonesia" y angmemuat sikapbersama terhadap
ikiran Malusisw a
pro-komunis, telah dibubarkan dalam suatu Kongres Luar Biasa
komunisme/PKl, masalah ekonomi serta kabinet Dwikora.
PPMI bertempat di Gedung IDI, Jalan Sam Ratulangi,lakafia,
dengan acara tunggal: Pembubaran PPMI. Guna mengamankan misi KAMI tersebut rapat memandang perlu
untuk melakukan audiensi.kepada pejabat-p$abat/ tokoh-tokoh
Dengan telah dibubarkannya PPMI, maka rapat Presidium KAMI
pemerintahan yang pentin&'dan diputuskan untuk melakukan
Pusat memandang perlu mengambil tindakan untuk menggalang
pembagian tugas antar anggota Presidium dalam rangka menemui
persatuan dan kesatuan mahasiswa Indonesia; bahwa KAMI perlu
pejibat-pejabat tersebut. Saudara Mar'ie Mtihammad ditugaskan
memprakarsai suatu Musyawarah Nasional Mahasiswa Indonesia
menemui Pangad ]enderal Soeharto, David Napitupulu menemui
bekerjasama dengan Majelis Mihasiswa l:rdonesia (MMI), yang
Chaerul Saleh dan Pangdam laya, Zamroni menemui Menteri
merupakan gabungan dari Cewan-den'an mahasisna di seluruh
Perguruan Tingg dan llmu Pendidikan, Suryadi menemui Sultan
lndonesia, untuk mewujudkan NUS (National Union of Students)
Indonesia. Hamengkubuwono trX dan Menteri Achmadi. \

Pada akhir rapat, Ketua sidang Cosmas Batubara menugaskan tiga


Selain itu, rapat telah menden*arkan pendapat ataupun penilaian
tokoh-tokoh mahasiswa anggota KAMI terhadap pidato Presiden oran& yaitu Nazar E. Nasution (H}ltr), Ismid Hadad (tr'MI) dar,
Soekarno dalam peringatan Trikora (Tri Komando RaJcyat) Saverinus Suardi (PMIGI) untuk merumuskurn Kebulatan Tekad
dan rapat berkesimpulan bahwa pidato tersebut iangar, sampai Mahasiswa Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan Tri
dimanfaatkan untuk memberi anginkepada golongan "Komunis", Tuntutan Rakyat (fritura), yaitu: Bubarkan PKI, Retool (Rombak)
bahkan harus diupayakan untuk memenangkan keputusan Kabinet serta Turunkan Harg+ yang akan dicetuskan pada tanggal
mengenai pembubaran PPN{I. 10 ]anuari 1966.

Rapaf juga menegaskan bahwa KAMI tidak boleh bersikap


kompromistis, bahrn'a tuntutan pembubaran PKI harus dilanjutkan. Ungkapan |enderal Abdul Harris Nasution
Untuk itu, idea keadilan sosial harus terus dikembangkan dalam
]enderal Abdul Harris Nasution dalam bukunya "Memenuhi
ra-rrgka memperjuar rgkan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat),
Panggilan Tugas" (1986) iilid 6 Masa Kebangkitan Orde Baru,
karena tema ke;..lilirn sosial bukanlah milik komunis. menulis tentang 10 Januari sbb: " ..... ... bertambah ketidak puasan

98 99
Hllll CaMradimuka Mahasisvrra
Hfill Eandcadimuka Mahasiswa
generasi muda khususnya dan masyarakat umumnya.
9i YlTg*
Maka kemudian Presidium KAMI pun mengadakan rapat. adil dan m.akmur, maka mau tidak mau kita iuga akan menyinggung
Masalahnya dibagi dua yakni perjuangan secara konsepsional dan perunan Angkatan '45 yang telah manetdekakan bangsa ini. '.....
perj uangan melalui aksi massa. secara konsepsional adalah melalui para pemudapada waktu itu, antara lain Adam Malik, Querul Saleh,
seminar ekonomi di Fakultas Ekonomi trl. Di situ diharapkan Suknmi mmatlik Soekarno dan Hatta agat segern mmgumandanglan
melalui ahli-alrli ekonomi akan mengupas permasalahan etonomi proklamasikemerdel,nan tnnpa manunda-iunila waktu Wi. Keberhasilan
ba1es1 eecara ilrniah dan dapat d6;rdg"r,g;"*uUkar,. f"rf" dari usalw ini lalu maniadi contoh konkit yang positif dari Angkatan
pula bagi aksi massa dirumuskan temi perjuangan. Dalam ' 45sebagai tindakan berqni, cepat dan tepat. Sei arah membuktiknn bahw a
pernyataan KAMI itu disimpulkan: (1) BubarkanpKl; (2) Rombak setelah kemerdckaan berhasil direbut, Angkatan '45 ini mulai terkotak-

,rt
Kabinet Dwikora; (3) Turunkan Harga. Kesimpulan ini menjadi katak italam kanuh kehidupan politik nasionaL lni ditandai dangan
popular dengan sebutan Tritura.,, bergesernya nil"ai-nilai kebersamaan dan kcxtialurttanan yang pernah
I
I terbina. Tanggal'1.0 lanuai 7966 disebut sebagai hnri Ti
Tuntutan
I Ralcyat (Tritura) , rapat akbar kaum muda ilihadin Kobnel Saruto Edhie,
Catatan Soe Hok Gie
yaigketika itu sebagai Komandan pasukan elit RPKAD "
Almarhirm Spe Hok Gie yang telah diabadikan perjuangannya
dalam fitm berjuduT 'Gie,, menuiis datam bukunya ,,-Cotrion
Three in One : Tritura-Hanura-Ampera
*orang demonstran" (1983) tentang 10 Januari sbb:-,,Hai Senin
pagi tanggal 1.0 lanuari ailakh han ying singat penting dalam sejarah Sejak dicetuskan tanggal 10 Januari 1966 ibr,Tri Tuntutan Rakyat
pergerakan malusiswa Indonesia. Kra-kira jim ilelapai aku sanrpai ili
$ritura) terus diperjuangkan oleh mahasiswa KAMI, yang
halaman Fakultas Keilakteran, sebilah gedung yang sangat bersqarah. didukung pula oleh berbagai kesatuan aksi-kesatuan aksi lain,
Di gedung ini pula dua puruh tiga tartun yaig-rati fualesudnya'r.94i) yaitu KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), KASI
b^ero.ntak tzrhadrp lepang karena tidak mau digururuli keparanya. (Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia), KAWI (Kesatuan Aksi Wanita
Soalnya bukan soal iligunduli, tetapi soalnya TaoW prilrrrio, lndonesia), KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia!.dll.
terhadap keseu:enang-wanangan iot*, t topi
lepang. Mereka akhiruya
xtnlngatnya hiilup terus. Dan empat putuh delapan tahun yang laiu Getaran Tritura ini tali-temali
dengan istilah dan pengertian
(maksudnya 7908) sekelompok pemuda-pemu ila dan siswa-sisia lairg seperti Hanura (Flati Nurani Rakytt) dan Ampera (Ama4at
showt
lruta di bauah pemuila sutomo mencctuskan Buili Lltomo, ilan Penderitaan Rakyat). Hanura, me.nurut rurnusan KAMI dalam
lokter
dengan demikian mulailah awal dai pergerakan nasional Indonesia,' Musyawarah Kerja 1955 adalah "manifutasi diiwa iang mumi iang
demikian tulis Soe HokGie. bersumber kEada tcedeutasani iliiwa ilnn kesadqran jang menilalam,
jang tidak sudi melihat diindia$nia keadilan dan .keberuran akibat
permainan potitik jang tidak sellnt seltingga tidak manungkinlcnn untuk
Pandangan Ridwan Saidi mentjiptakan kebebasin berbitiara dan kebebasan bertinilak untuk
memerangikenliskinan, kebodohan, kezaliman, tp atisme dan mmghendaki
Ridwan Saidi dalam bukunya "Mahasis*a da., Lingkaran poritik',
pentjiptaan hidup jang lajak xbagai manusia iang bermartabat." .
(1989) antara lain menyebutkan:......,jika kita lngin mengupas
masalah Angkat an 6 b dalamkonteks p erj uan gan b an gsa menuj
u In ilin e sia Pahlawan Ampera adalah matrasiswa yang gugur dalam
memperjuangkan Tritura. Pernberian nama ini diberikan oleh

100
101
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Hml Eandradimuka Mahaslswa
KAMI, dan khusus mengenai hal ini para eksponen Angkatan
66 perlu memberikan tibute kepada Saudara Zamroru; ymrg Pemuda Rakyat/Gerwani/CcMf dsb; mencabik-cabik Persatuan
saat itu menjabat Ketua Periodik presidium KAMI pusat. Beldu Indonesia dengan secara genc.f membangkitkan patriotisme
menetapkan perlu diberikan pengakuan sebagai patrlawan Iokal/kedaerahari/ kesukuan dgb, menentang Keadilan Sosial bagi'
Ampera kepada mahasiswa Hasanuddin Nur yang gugur di seluruh rakyat Indonesia dengqn lebih menoniolkan perjuangan
Kalimantan selatan pada saat turut melakukan i<si iriha"siswa. kelas (buruh/tani vis-a-vis kapitalis birokrat).
Pengakuan sekaligus penghargaan ini diberikan oleh KAMI atas
Di sisi lain, rakyat Indonesia juga secara konsekuen menentang
jasa-jasa mahasiswa Hasanuddin Nur dan mahasiswa-mahasiswa
idiologq/ ajaran lairrnya yang telah berkembang di Nusantara
lainnya yang sebelumnya juga telah gugur (Arief Rachman Hakirru
selama ratusan tahuru yaitu idiologi Kolonialisme/[mperalisme/
Iakarta, Aris Mafgono, Yogyakarta, aUfa"*i m"ngemban Amanat Kapitalisme yang telah menyengsarakan kehidupan fakfat-dan
Penderitaaan Rakyat dalam rangka memperjuanftun t it ru.
bangsa lndonesia, dengan terkotak-kotaknya penduduk/rakyat
c dalim bingkai/aturan hukum, seperti Bumi Putera, Timur Asing
Ir Tritura: Idiologi-Politik-Ekonomi Tionghoa dan Timur Asing bukan Tionghoa, dsb.

Apabila kita kali kehidupan rakyat Indonesia dalam berbangsa Keterlibdtan PKI dalam Gerakan 30 September 1965, tidak dapat
dan bernegara, maka selalu dihadapi 3 (tiga) agpek, termasuk Jpa aii;iJ a". dapat dibuktikan sekurangnya dalam 3 (tiga)
vang dituntut oleh Tri Tuntutan Rakyat (TRITURA). Ke_3 (tig4 peristiwa: (1) kehadiran DN Aidit serta anggota-anggota Pemuda
aspek dalam kehidupan berbangsa dan bemegara itu adalalull) itakyat/Sobsi/Gerwani di pangkalan udara Halim tanggal 1
Aspek Idiologi; (2) Aspek Politik; (3) Aspek Ekonomi. Oktober tgOS; Q'l dukungan PKI kepada Letkol Untung yang
me.mproklamasikan berdirinya Dewan Revolusi (termuat dalam
eaitoria Harian Rakyat tanggal2 Oktober 1'965); (3) pengakuan
Tura-l Aspek Idiologi: Bubarkan pKI tokoh PKI DN Aidit dan Nyono, bahwa PKI memainkanperairan
Rakyat menuntut pembubaran PKI karena Mardsme/ teninisme/
rtama' in organizing the coup attempt" . (Harold Crouch,T'lu Army and
,l
Potitics in Ind,mesia,1978, hal102; serta Brian May, The Indonesian
Komunisme sebagai idiologi/ajaran adalah tidak sesuai dengan
6 Tragedy,1978, hal. 105).'
LruD 1945 dan Pancasila yang merupakan sendi-sendi kehidupan I
?
rakyat dan bangsa Indonesia.
? Sejak kegagalannya dalam Peristiwa 18 Septembe' !:y -|i
Kesimpulan ini mengacu pada praktek dan tindakan pKI
Uaalu+ FKI terusberusaha untuk menanamkan idiolcigi/falsafah
(sekurangnya antara 1959-196s) yang nyata-nyata menentang sila
Komunisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan
I mengganti falsafah Pancasila yang seiak Proklamasi X91e{etaan
Ketuhanan Yang Maha Esa (bersikap atheis), tidak mengind"hk .
tela6-iesmi menjadi milik Negara Kesatuan Republik tndongsi-a
sila Kemanusiaa, yang adil dan beradab (bahkan melakukan
praktek Macchiavelli, yaitu tujuan menghalalka..cara ,,the anils seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 " '"""ilaka
justifud the rneans"), menolak sila Kerakyatan yang dipimpin oleh diiusunlah Kemer ikkann Keb angs;aan Inilonesia it,t dalafi suatu Unilang-
undang Dasar Negara Republik lndonesia, yang terhentuk dalam-suatu
hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, I ,uruni, Negara REubtik lndonesia yang berkedaul"atan rakyat dmgan
vang dibuktikan dengan aksiaksi sepihak di sel'rruh Indonesia
berdasm kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil
yang dilancarkan oleh PKI berikut. jajarannya, seperti SOBSI/
dan berailab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh

102
103
H0ll Eandcadimuha Mahasiswa
Eandradimuka M a has I swa
hikmah kebij aksarnan dalam permusyaw4ratan /penoakilan, serta dmgan
meuujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat lndonesia.,, Folitik Rombak Kabinei
Tura-2 Aspek

lalam pertumbuhan NKRI sejak 1945 hingga L965, negara PemerintahantL00 Mur,t".i yang populer disebut sebagai Kabinet
dan bangsa Indonesia mengalami beraneka *gu- ujian dan Dwikora yang dipimpin oleh Presiden Soekamo, ternyata
:?Bu" untuk mengganti falsafah pancasila. Upaya mengubah tidak berhasil menumbuhkan kepercayaan rakyat, bahkan
isi Konstitusi lazimnya ditempuh melalui proses demokratis, rakyat semikin gelisah akibat tidak terciptanya keamanan dan
rl yaitu melalui perubahan atau. amandemen UUD. Hal ini pernah
kesejahteraan rakya! di samping tidak tegaknya hukum dan
ditempuh melalui lembaga Konstituante yang dibentuk sebagai
keadilan. Sejumlah nama dinilai oleh mahasiswa "tidak bersih
hasil pemilu 1955. selama sidang-sidang Konsltuante (rgffi-lgigl
tercerrtin kehendak dari berbigai paitai politik/aliran dalam
dari oknum-olnum/unsur-unsur G30S/PKI, plin-Plan, vested
interest.serta menten-menteri yang tidak tjecus".
masyarakat untuk mengubah dasar Negara slsuai dengan ajaran/
th. yang dianutnya (antara lain Islam). proses konstitusional Dalam pemyataan wakil-wakil pemuda, pelajar dan mahasiswa
lt 1ru f"a1r
akhirnya tidak berhasil mencapai suatu kesepakatan, tertanggal 16 Maret 1966 yartg disampaikan kepada Pimpinan
hinggaPresiden soekamo tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan Dekrit dan segenap Anggota DPRGR ditegaskan bahwa sebelum ada
Presiden yang menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku perombakan Kabinet, maka seluruh pemuda-pelajar-mahasiswa di
bagi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah, seluruh Indonesia sebagai wakil rakyat/warga negara Indonesia
laqr ilir
Indonesia, membubarkan konstituante dan tidak berlalunya lagi BI menyatakan tidak mengakui lagi p$abat-pejabat (tercantuin dalam
Undang-undang Dasar Sementara tahun 1950.
daftar, sekurangnya 24 nama) sebagai menteri-menteri dalam
Na1un, apa yang ditempuh olelpKl dengan memproklamasikan IGbinet Dwikora.
grembentukan Dewan Revolusi adalahjelas merupakan pengambil-
Tujuan yang hendak dicapai dengan perombakan kabinet secara
kekuasaan, yang nyata-nyata menyimpang
llttq
demokratis. Tindakan
dari
"i"*u fundamental dan integral ini adalah terboiulmya suatu kibinet
ini adalah tindatun pemUerontakan/makar xrta xpenuhnya
yang menilapat keperuyaan ralcyat diryat
terhadap pemerintahf negara R.I. pKI dan organisasi-organisasi J
-merealisir
amana t p en deri t aan r aky at.
yang bernaung di bawahnya (oniterbouw) seperti SOBSI p"r"fr;,
BI (petani), GERWANI (wanit4, pemudi Rakyat (pemudai { Sesungguhya seiak kemerdekaan diproklamasikan 17 Agustus
CGMI (mahasiswa) atau partai/organisasi yang berada di bawalr tr
1945, iaky atsangat menantikan tampilnya kepemerintahan yang
penq3rulmya (PARTINDO/BAPERKI, dsb) seiama enam tahun
I
batk (good gooernanu), yaitu suatu pemerintahan yang kuat dan
terakhir (1959-1965) nampak semakin memperoleh ,,angin,, dan bersih ('a strong and a clean gooernmm{'), yrng mendapatkan
karena itu semakin genc.r memojokkan *rrirh--rrrutr p6titilnya 1 mandat dan kepercayaan dari rakyat.
serta berusaha untuk mempengaruhi berbagai kebijakan pimpinan
pemerintahan, melalui orang-orang/tokoh_tokohn),a yang berada
di pemerintahan atau dekat dengan pemerintahan Tura-3 Aspek Ekonomi: Turunkan Harga

Berdasarkan Keputusan Presiden RI tanggal L2 Maret 1.966, partai Yang dituntut oleh rakyat adalah perbaikan ekonomi rakyat
Komunis Indonesia beserta ormas-ormainya dibubarkan dan pKI sehari-hari, antara lain dengan melakukan stabilisasi harga-harga.
dinyatakan sebagai partai terlarang. Dimulai dengan naiknva tarip pengangkutan, yang kemudian
diikuti dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok.
104
105
Hllll [andeadimuka Mahas isw
'Hflll Eandradimuka Mahas tswa
*,o*r.d9ngan rneningkarnya harga-harga yang
memberatkan
rakyat ini, mahasi3*u L99n"sia ylng g
tuosgal L0 Januari 7966 melafukan
,"ig"f;!
l"rr* icqu, keuntungan y an sebes ar-b esiarny a den gan p engelu ar an/pengorb anan

lldl
diselenggarakan oleh KAMI FEUI, guna
Seminar Ekonomi, y ang sekecil-kecilny a.
memberikan sarim_s;uan
secara konseptual dalam rangka pn;"rkm Pi;nsip ketiga, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di
ekonomi.
dalainnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-
ekonomi pada kepentirgur, rakyat besar kemakmuran rakyat.
lnafa
sesungguhnya LTe
sudah {g::Tkro
m:miliki dasar yrmg kuat,
landasan konstitusional, yaitu pasaf -aS
yangiu*-prt*
"1945, . Apa yang dipraktekkan oleh oknum-oknum tertentu sejak
UUD
selengkapnya menyebutk i dicetuskarurya Tritura (1966) dan sampai sekarang masih terus
al pi"*ono*ion dir;;n ;;;r lr** "*g
bersama berdasar atas asas kekeruargaan. bersimaharajalela adalah : hasil bumi (berupa hutan), hasil laut
(2) Cabang-*uffii"aarri
yang pmting bagt negara (berupa ikan) dan hasil tambang. ternyata dikuasai oleh individu/
yiq
banyak dikuasai olehnegara. *: Iiumi .miguasai
iajat hfrup orang kelompok tertentu, sehingga akibatnya terjadilah perampokan
e) aan ir arnk k
terkanilung di datamnyi dikuasai oreh negara Vrr; r{r*-;*g hasil hutan secara besar-besman(illegal logging), perampokan ikan
o ikn ,ipigunakam in*k
''--'---rvt6''*'v"*t'Lt
xbesar-besarkemakmuranrakyat." secara tiada batas (illegalfthing), penggalia4 dan penyalahgunaan
hasil tambang sec€ua memtabi-buta, yang pada giliralrnya telah
Menjadi harapan raky3t Indonesia pada .menierumuskan negara dan bangsa dalam lingkaran budaya
saat ihr, dantentunya
hal yang sama dirasakan juga i^i, bahwa'f."ko;;;;
hendaknyi didasarkan "uul p.'i""ip. pinsip
nial tig"
merupakan usaha bersama b"du"L u"L .;;;^,
pertama, Praktek-praktek ini jelas bertentangan dengan Konstitusi RI dan
t"tdr*g.; harus dibasmi/ditindak sampai ke akar-akarnya, karena telah
terjadi kebijaksanaan ekonomi rtitujukan
iaql=Oai
Kepenirngan penguasa tertentu atau
untuk merugikan kekayaan negara, yang seharusnya menjadi bagian
pengusaha tertentu dengan
mengorbankan kepentingan rakyat .iur"" dari kekayaan rakyat yang dipergunakan untuk sebesar-besar
k""luuhan. pada saat
yang sama, hendaknya disadari bahwa kemakmuran rakyat. ,]
berbagai k"l;*;k-";
htf= masyarakat, u.lk"h kelompok kaya ataupun kelompok Dengan menelusuri prinsip-prinsip yang terkandung dalam
miskin, kelompok m";it r, ataupun kelompok
bu;ul1 t"i.*i"f. Tritura sejak dicetuskannya tanggal l0 ]anuari 1956 dan mengkaji
elit ataupun kelo_mpok rakyai jelat4 keseluruhamya
merupakan satu keluarga beyr -rakyat adalah relwansinya pada dewasa ini, kami berkesimpulan bahwa :
dan bangsa iia..*i", Tritura tetap konsisten dalam perjalanan kehidupart berbangsa
yang
ryggyanya menikmati hasil dan buah dari"kemerdut"an danbernegara dari masa ke masa.
yang telah diperjuangkan bersama.

Pinsip kedua, cabang-cabang produksi


yang penting bagi negara Tugas HMI menghadapi Masa Kini dan Masa Depan
m,enguasai hajat hidup-orang Uu"iut
;lan likrusuiol"fi
(sembilan bahan "";;
Seperti sandang, p*gT-d; pu*Luhun Merupakan tugas sejarah bagi segenap pimpinan, aktivis,.kader
yang merupakan hajat hidup orang
p"?;k)
banyaklangan sampai dikuasai
maupun Alumni HMI agar tetap konsisten dengan berada di
ataupun dikendalikan oleh inJlvid;_jnaividu, garis terdepan menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi
y;;;rrg*, ir
semena-mena menyalahgunakNr prinsip
ekonomi: mai:ar hisily oleh rakla! negara ataupun bangsa Indonesia, baik di masa
$
kini maupun di masa depan seperti yang telah ditunjukkan di
106

t 107
t
Hflll Eandradimuka Ma hasiswa
Hml Eandradimukil Mahasiswa
masa yang lalu. Untuk itu, kita tetap begpegang kepada Tritura,
dan menerapkan Tritura tersebut seiuai a";g; tantangan yang HMI, KEMBALILAH KE PANGKAL IALAN
dihadapi saat ini maupun di masa depan.

Untuk mendukungpandangan ini, saya kemukakan beberapa hal Amidhan3'


yang sejak puluhan tahun telah dimiliki oleh HMI:

Pertama, Tujuan HMI, yang mencantumkan ,, terbinanya insun Orang bijak mengatakan :b ila anda menyadari telah menyimpang maka
akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan berianggung kemb alilah ke p angkal j alan (l&itah.) Banyak pandangan dan komentar
dari aktivis dan tokoh HMI sendiri bahwa HMI yang didirikan
iywoy* tcn uiuilnya masyarakat adil makmur yang direinuiAua,
Swt". Sebagii insan 05 Februari 7947'fun mengalami kemunduy'an. Kemunduran
'rl akademis. HMI dituntut rr,tut berfikir dan
I bertindak secara akademis dan intelektual dalam menyikapi teisebut justru terjadi ketika organisasi mahasiwa yang berusia
I
berbagai siruasi negara dan bangsa. mendekati 63 tahun tersebut memasuki abad ke 21'yang ditandai
Itt dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Tidak
Kedua, HWTrHMI, yang antara lain menega skan: ,,yakin usalu mungkin organisasi sebesar HMI dengan anggota lebih dari 100
sampai". Bahwa setiap pekerjaan itu ada tantangannya dan setiap ribu dan lebih dari.180 cabang seluruh lndonesia tersebut gagap
'!t
rlqur._uda pasang-surutnya. Namun dengan kebulatan tekad, menghadapi era teknologi yang luar biasa ini. Ibarat sebrrah mpbil
lurrt
kita yakin bahwa Insya Allah usaha perjuangin it" pada akhimya dengan jalan raya, bukanmobilnyayangrusak tapi pengemudinya
a kan terwujud (berhasil). salah jalan atau setidakddaknya'bingung menghadapi banyak
persimpangan Secara sederhana dapai digambarkan bahwa HMI
Ketig4 HMI selalu terpanggil tntuk menghadapi tugas sejarah,
ietatr ter;eUit kepada pragmatisme semata dengan meninggalkan
sesuai dengan apa yang tercantum dalam Al_euran "Dan
idealismenya. Tidak ada yang salah dengan pragmatisme karena
hendaklah ada di antara kamu suatu umat yang menyeru berbuat
dengan piagmatisme idealisme menjadi lebih kongkrit dan
kebaikan, Dan menyuruh orang melakukan yang benar, Serta
nyata. Sejatinya pragmatisme suatu paham pemikkan menuruti
yang mungkar. Merekalah orang yang mencapai
3tglarang. tindakan. Kriteria kebenaran adalah faedah atau inanfaat. Suatu
kejayaan ". (Ali-lmran: L04).
pemikiran atau hipotesa dianggap benar apabila membawa
Demikianlah, semoga HMI tetap jaya sepanjang mash. Amiin. hasil atau manfaat. Pragmatisme tidak menjadi masalah selama
tidak melenceng dari rel-rel idealismenya. Pragmatisme di sini
bukan pada tatar4n filsafat. Di dalam masyarakat dewasa ini
pragmatisme dikonotasikan sebagai sebuah sikap atau paham
yang negatif. Bahkan ada keban hipokrit danmanipulatif terhadap
istilah pragrnatisme tersebut. Sebagdi ilustrasi dapat dinyatakan
bahwa di dunia Perguruan Tingg dan Universitas suatu masa
bahkan mungkin sampai sekarang dilanda gerakan pragmatis
untuk hanya mengejar ijazah, nilai dan gelar semata. Di rumah
HMI, dampaknya, menurunnya reproduksi intelektual. Di mana
3 Amidhan, mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta, Mantan Dirjen Hali, Departemen Agama'
Ketua MUI
108
109
1,

Hllll Eandradimuka Ma hasiswa Hml Eandradimuka Mahasiswa

komitmen sebagai insan akademis, pencipta dan pengabdi yang rumapun ia belaiar. Keberadaan mushala di perguruanjhgg'
bemafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya , o* atau universitas pada umwnnya atas desakan H$I atau
masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT? alumninya. Meskipun itu simbol atau formalisme sgoranq t{MI
Memang alumni HMI pernah di era Orde Baru hingga Orde narnun ii*bot itu.juga Penting. Bukankah tarnbang HMI yang
Reformasi dianggap mencapai debut yang luar biasa dan dicipkan oteh P:ofSlranadSadali,- (7924198n, kader IIMI, Guru
mencengangkan dengan banyaknya yang menjadi pejabat negara besar ITB Bandung itu sebuah simbol yang dimitologikannya.
dari lapis bawah hingga eselon satu, menteri darr- bahkan wakil Sekarang ini seorang HMI sudah i*u.E menggunakan peci atau
presiden. Begitu juga yang menjadi politisi duduk di parlemen HNiI-nya. Akan tetapi sangatlah fatal jika seorang HMI yang
iaket
'rn"rryunda"g
Senayan lebih membanggakan lagi pernah suatu periode lebih kata "Islam" itu jarang atau tidak shalat sama sekali'
dari 200 orang alumni HMI dari 550 orang anggotanya. Bahkan fnn n"r* iembali kepada komitrnen atau idealisme : keimanan,
alumni HMI menjabat Ketua DPR RI (Dr. Ir. Akbar Tandjung, keislaman dan keihsanarmya itu. Bila HMI tidak berbalik ke
7999-2004) dan Ketua MPR RI (Prof. Dr. H. M. Amin Rais, pangkal jalan maka mobil HMI.tidak akan sampai ke tujuaa
1999-204q. Juga Ketua BPK (Dr. Anwar Nasutiory Z}OA-Zf[f) sejatinya.
dan sebelum Perubahan UUD 1945 Tahun 2002, Ketua DpA RI
(Achmad Tirtosudiro, 1999-2003). Tapi jangan salah, IIMI
iuga
Untuk kembali ke pangkal ialan (khitah) setiap kadei HMI
dikategorikan negative dalam pragmatisme kekuasaan terkait berkewajiban mempelajari ide dan pemikiran kader besarnya'
dengan 1'HMI connection" .Ini hasil pragmhtisme sebuah organisasi lseorane peresiden a**itu senantiasd mempelajari biografi
mahasiwa yang tertesar di tndonesia ini. Memang pragmatisme 'p.oiaJ., pendahulunya-)Kader HMI antara lain dapat mengambil
tidak selalu negatif dalam halrtertentu justru *"^Ur.,gkitkur, *j"tu" kepada kiprahtan perjuangan kader HMI sebelumnya
semangat anggotanya. Bug HMI pragmatisme adalah strategi antara lain:
dan program perjuangan yang senantiasa harus'diperbaharui
sepanjang masa. Sebaliknya idealisme bagi HMI bersifat sakral
dan baku yang menjadi etos perjuangannya. Idealisme adalah
Prof. Drs. H. Lafran Pane . 'l
sebuah bentuk pemikiran yang didasarkan atas intelektual dan Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan yang berakhir
pengalaman seseorang. I{ealisme adalah sebuah cita-cita atau dengan kegagalan Lafran Pane mengadakan rapat tanpa
komitrnen tidak jauh beda dari ideologi. Idealisme HMI adalah undLgan,
-yuit" dengan mengadakan pertemuan secara
keimanan, keislaman, keihsanan, kemakmuran, keilmuan, menda-<lak yang mempergunakan jam kuliah tafsk, Ketika itu hari
tel,crologl informasi, pencipta kerla dan semangat perjuangan Rabu tanggal ta naUiU awd 1366 FL bertepata4 denganS Februari
(candradimuka) yang merupakan visi dan misi HML prof. Drs. 7947, di salah satu ruangan kuliah sTI di lalan.setiodiningratan
H. Lafran Pane nnempunyai ide ketika mendirikan HMI63 tahun (sekarang Panembahan Senopati), masuklah mahasiswa Iafran
yang lalu bahra,a menjadi intelektual tidak harus meninggalkan ir* y"."g dalam prakatanya datrm memimprn rapaj anlara lain
agamanya (lslam). Bahkan beliau mendambakanbahwa menekuni orghnisasi Mahasiswa
-"rrgut krr, "Hari fu:d adalah pembentukan
ilinu pengetahuan umum dan sains tetap menenteng kitab suci tslari, karena persiapan yang diperlukan sudah beres' Yang mau
Al-Quran. Dambaan ini kemudian dilakoni oleh Ir. Syahirul Alim, menerima HVn salJah yang diajak untuk mendirikan HMI' dan
Dosen Fak. Teknik Universitas Gajah Mada. Anggota HMI
iuga yang menentang biarlah terus menentang, toh tanpa mereka
diharuskan untuk mengerjakan shalat lima waktu di universitis l.gJr,i"*i ini bGa berdiri da' berjalan. Adapun latar belakang

ltc 111
Hllll f,andradimuka Mahasisura
HlBl f,andradimuka Mahasiswa
pemikirannya adarah: "Merihat dan menyadai
keadaan kehitrupan
malwsiswa yang beragama Islam pada waktu
itu, yang poao u*u*Llyo membantu Pemerintah, baik langsung memegang senjata bedil
belum memalumi d1n **go*rikon ajaran agamanya. Keailaan yang dan bambu runcing, maupun sebagai staf p"r,"r*grr,, ataupun
demikian adalah akibat dai sistem pendidikai
dan iordiri *,o,rynio*ot
penghubung. Untuk menghadapi pemberontakan PKI di
yada,uaktu itu. Karena itu perru afuentu* organisasi Madiun 18 September 7948, Ketua PPMI/ Wakil Ketua PB HMI
*irgunot
keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa "ntu*
ini harus mempinyai Ahmad Tirtosudiro membentuk Corps Mahasiswa (CM), dengan
kemampuan untuk mengikuti alam pikiran- KomandanHartono danWakilKomandanAhmad Tirtosudiro. CM
il;tr*I;""g ikut membantu Pemerintah menurnpas pemberontakkan PKI di
I
-1.d" menginginkan inovasi atau pembah*;;;i;-"igrfu
bidang termasuk pemahaman dan penghayatan Madiun. HMI mengerahkan anggota CM ke gunung-gunung untuk
ajaran agama;ya
yaitu agarna Islam. Dari perjaranan hid"up -Lafran mempdrkuat aparat pemerintah. Seiak itulah dendam kestimat
'l I dapat iiketaiui
bahwa struktur fundamental independensi PKI terhadap HMI tertanam. Dendam diseitai benci itu nampak
I diri Lafran terletak
l' pada kesediaan dan keteguhannya urttuk sangat. menonjol pada tahun 79&/1965, di saat-saat menjelang
terus secara kritis
l* mencari kebenaran sejati dengan tanpa lelah, meletusnya G30S/PKI. Achmad Tirtosudiro merupakan jenderal
ai ma",,r;", k"p.d,
siapa.saj+ pertama dari HMI yang keberadaanrrya menjadi perwakilanumat
fan kapan -*;", i"tug.rhL ideulisme r*.roi ilirn Islam di tubuh TM. Sejak perang kemerdekaan terkait "Pasukan
t, ,1, .tergatri
pada independensi HMr. retika usia HMI baru beberar:a
bulan, reaksi dari kalangan umat Islam U..aut"r,g;;;i;;;;; Hizbullah" dan apalagi setelah adanya "pemberontakan" DA./
dari kalangan partai Masyumi yang disuarakan TII maka hubungan TNI dan umat Islam tidak harmonis. Unfuk
oleh Gerakan
Pemuda lslam Indonesia (GpIr) dan ierala. melcairkar-r ketegangan hubungan urnat Islarn dan TNI banyak
tstu* na-oi*i;si;)
Kedua organisaii p"*ld" ini-menudu( fff,n dilakukan oleh Pak Achmad. Apalagi Achmad Tirtosudiio sangat
sebagai p;;;;
persatuan mahasiswa dan pefnuda. Meskipun dihormati olehJenderal Besar Soeharto. Huburigan kurang "sreg"
huLs Ir,"rirki,
"konIlik" selama semb,an uutan antara Htril tersebut berakhir ketika di awal tahun 90-an Presiden Soeharto
dengan rrr*y.r*,
cPIL-Pu dan lainny+ lafran menolak keberadaan "merangkul" umat Islam antara lain juga karena peran BJ. Habibie
HMI di baw-ah
jengan Masyumi. Ciri utama HMr adatalt paia sembari terbentuknya ICMI. Tokoh HMI yang prajurit konsisten
1i:Sjyifasi itu.
tndependensinya L,afran f,IMr aclalah ^.ek k:nrt'r,nt $l
r dengan agamanya ini memperoleh anugrah Bintang Mahaputra
umat Islam. PenulisYu.r*,
bertemu pak Lafran pua, u*o*yrllE $' RI tahun 1998. Penulis mempunyai pengalaman yang menirik
acara-acara resmi HMI Cabang yogyakarta dengan Pak Achmad. Tahun 1965 ketika di bulan Uei fenulis pada
saja. pak Ufran Curu
1&

besar pada IKIp Negeri sedangkJn penulis waktu itu menjadi Ketua Panitia Dies Natalis ke-18 HMI Cabang
adalah mahasiswa
-c.uur,g yogyakarta
IAIN suka Yogyakarta. b.*Gs Yoryakarta mengundang Pak Achmad untuk memberikan pidato
.HMI
karena pendiri HMI tersebut dies di Gedung PPBI Kota Yogyakarta. Pada suatu pagi'hari
sampai aiti. tiuyut,y, burd.rri;iii
di Yogyakarta. kami menjemput Pak Achmad dengan konvei ratusan sepeda
motor bersama KORBA (Komando Operasi Bakti) HMI cabang
Yogyakarta ke lapangan terbang Maguwo (sekarang Adisucipto).
Letjen TNi (Purn) Achmad Tirtosudiro
Tentu saja Pak Achmad sangat terkejut melihal halaman VIP
Seiring dengan tujuan HMI yang digariskan Room Bandara Maguwo penuh dengan pasukan sepeda motor
sejak awal berdirinya, dan tidak ada satu mobilpun dari HlyII. Sebenamya Pak Achmad
maka konsekuensinya dalam *url p"r*g
lemerdek"urr,
-,.f"J",
Hir4I ketika ittuudah dijemput oleh mobil Staf AMN Magelang. Namun
terjun ke gelanggang pertempurrn mela#dn
"gr"ri demikian sebahagian pasukan KORBA HMI juga mengantar Pak
112
113
Hfrll [andradimuka Mahasiswa
Hfill Eaodradimuka M a:ha s isvva

fcflad hingga Magelang. Pak Achmad ketika itu selaku Kepala


CIAD (Corps Intendan Angkatan Darat) memberikan.".u,,.ui di pergulatan sejarah. Pembaca bisa mutcermnti pertanggungjautaban
AMN Magelang. Malam harinya baru memberikan pidato Dies pollitrk Dihlan kctika mmjdbat sebagai, Kell1Dewan Pertimbangyl
'dan
tli HMI. Ketika Penulis melaporkan kedatangan pak Achmad Penasehat Pgngurus Besat Himpunan Mnlusiswalslam (DPP PB
sekaligus mengundang Komandan Korem Kol. TNI Katamso, Hl,ll).Beibagai pemikiran Dahlan lainnla juga terungkap di bt+u
kemudian Brigjen (Anumerta) Patrlawan Revolusi, pak Katamso 'Rer:olusi, Aiti-lmpe*lisme, dan Pancasila!. Kedua buku tersebut
sarrgat marah kepada Penulis, berkata dengan keras !,seorang untuk kali pertamanya dicetak Fetruari 2002 oleh lnstitute for
khene_ral (nnksudnya general) masuk ke wilayah
Dly attalah tanggung Transprmations Studiis (Int r,'") lakarta. "Kami berharap lewat
jawab saya pengamannya". Tapi dia senang dan mengatakan buku ini masyarakat tetap bisa mencermati ide dan pemikiran
kepada penulis bahwa putera-puteri Jgnderal Achmad yani. almarhum Dahlan serrasa hidupny&" ungkaP Direktur Intrans,
'rl , juga HMI. situasi nasional ketika itu mengalami eskalasi makin Harry Azhar Aaz. Buku'Bung Karno ilan HMI Dqlam Pergulatan
1,' memuncak hingga meletusnya pemberontakan G30S-pKI. HMI SQamh' sebenarnya merupakan pelurusan sejarah, khususnya
bermusuhan dengan CGMI dan AD dengan pKI. pengalaman mlngenai HMI, versi Dahlan. Awal hingga akhir buku ini
,l
Iairurya ketika penulis menjadi Anggota pAH I Bp MpR, suatu menceritakan tentang pembentukan HMI, masa-rursa kritis -.
hari tahun 2002,Pak Achmad langsung menelpon penulis dengan ketika PKI menuntut pembubaran HMI - dan sikap HMI setelah
lll
nada keras :"Kenapa alumni-alumni HMI di Senayan tidak bisa masa kritis tersebut berakhir. Maklum saja, pahlan, menurut
mempertahankan dari pembubaran DpA?, yang dapat dipetik Roeslan AMulgani, memang tokoh yang'sangat berjasa dalam
dari Jenderal Achmad rirtosudiro ialah semangut t menghadapi upiya pemberangusan HMI yot g.L"TiP-tlilancarfcan
"l"ur,gannya
1'ang tidak pernah lelah dan men"\'erah terhadap keadaan apapun.
PKI iekitar 45 tahun lalu. Sedangkan Ketua DPR Akbar Tanjung
semangat kejuangan tersebut ulendorong miiitansi HMI- untuk yang turut'memberi kata sambtrtan untuk buku setebal 182
nrencapai tujuan dan cita-citanya. Untuk memahami kiprah dan ir"t"r""" ini memandang Dahlan sebagai pribadi yang sangat
kejuangannya secara komprehensif kader HMLharus membaca menarik. Sebagai seorang tokoh nasional, Dahlan dianggap masih
u, k@.ide dan pemikirarury, bisa mempertahakankan kesederhanaan dar-t kebepahajaannya'
@,ang
r.r'aktu yang lalu telah diluncgrkan ke pu6iikl-
beberapa
"Dahlan iuga dinyatakannya sebagai tokoh yarrg kons-igten
dengan t"y.tit"t din'pe1langalnYa tentang berbagai hal,
fr
A. Dahlan Ranuwihardjo
ft terutama tenlang *uc"r,i Islarn dan nasionalisme'" Adapun
* wawetsan kebangsaan atau paham kebangsaan adalah paham
$"
Kecintaan aktivis yang akrab disapa'pak De' Dahlan ini terhadap
yang mengaj"rkt" b"h*h kesetiaan individu harus diserahkan
FIMI memang tak bisa dipungkiri. "Dahlan ialah seorang muslim kebangsaan (definisi Hans Kohn, dikutip A'
luplau
nasionalis", ungkap Roeslan Abdulgani. pendapat ,".,rdu yrgu ";g;
Dahlen Ranuwihardjo, sH dalam buku sQarah Lahirnya Pancnsila,
dilontarkan wakil Presiden Hamzah Haz. Dalam pandangannla lanjut A. Dahlan Ranuwihardjo,
rAPETA Pusat, Maret1995). Lebih
Dalrlan ialah tokoh yang penuh dengan dedikasi. .,Hirrggi ai uiio
SH menyatakan bahwa rambu-rambu paham kebangsaan-adalah
sttrjo ia tctao bersentmgat berbagi ilmu. la patut menjadi teladan,"
pro kemerdekaan, anti penjajahan, kemerdekaan adalah hasil
ungkap Hamzah Haz ketika memberi sambutan dalam peluncuran
pe4uungqg, pro ketuhanan, anti atheisme, Pro tujuan nasional'
dua buku karya Dahlan Ranuwiharjo diJakarta. Meski kini Dahlan
pr" au*oi.uii, pto republik, pro IJUD, pro Pancasila yang salah
telah tiada sejumlah sahabat memprakarsai terbitnya buku-buku
satunya persatuan Indonesia.
karva terakhir Dahlan. Melatui buku 'Bung Karno dan HMI Datam

114
115
r
Hllll Eandcadirnuka M o rra slswa
Hllll Eandradirnuka Mahasiswa
Buat Pak Dahlan visi politiknya
yang penting. pandangan
visionemya itulah jrang iuar biasa.'Terutama
pemahamarurya pemeluknya, terutama kaum terpelaiar untuk beragama
te nt an g i deo o gi pancasi
ia. Datam Mi ba ue n j io,;
I
il;;;' fi ;*" secara sosial. Pemahaman ini kemudian rnengesankan Islam
Io"i::ir_frUl) menfarwakan bahwa Uentut< N".g; K";""
Republik lndonesia
itu kampungao jorok, sarungan dan sebagainya. Siswa dan
ryKRI) dan dasar negara pancasila mahasiswa zaman itu harus sembunyi-sembunyi kalau mau
finat. Dan tidak boreh
"Deklarasi Hubungan 1s""ss_"
gusa;. i,?h
prnciJa iu?. irt*,,
;Jffi; ffi",
"aai' melaksanakan sholat di sekolah atau di kampus. Di lain pihak
yang.dirumuskan agama lain, sebut saja kaumnasrani, begitu bangga menggrrnakan
oleh para ulama NU pada 2L Desember
{
fggg di Sii"U""a"J"*" pakaian modefn, gaul menenteng Al-kitabnya ke mana-mana
Timur, ditegaskan bafrwa pen"ri-uan
merupakan perwujudan dari upaya
a* pu.gu*"t* pancasila dengan bangga; tanpa canggung. Hakikat didirikannya HMI
I t urf, Ldo*;;rk oleh Lafran Pane sebenarnya.antara laih juga untuk mengatasi
'r ,
I'lI
r menjalankan syariat agu*rr,y". "-"t lebih
N*rr, jauh lagi;;';* kezumutan itu. Lafran niemasukkan tiga pilar'Islarn' Iman,
ytatl pandangan pat pafrtan seU.ruu.nyu HMI telah menerima Islam dan Ihsan ke kampus-kampus perguruan tingg terutarna
t{
dan_ tidak pernah *"*p".rouil.r*yu-.
adalah instruktur ,,T,riyT,, p"al
ird-i#;;i;ril* universitas-universitas umum. Menurut pandangannya kampus-
p"f"ti"" p"til fprriot
tentang ideologi, politik dan organisabi. penulis
kampus umumlah yang perlu di-"islamkan" ugar HMI di
I ".t1rr"1!) kampus umurn tidak "malu'1 menjalankan syariat agamanya.
,1,,
pertama kenal dan merrem..i pal
nalrlan pada tlggal ZOt,"L Pangajar di kampus-kampus umtun mesti berkaliber nasional
1965 di rumahnya di
falan Sumatra ZS
maksud ketika itu sebagai utusan ?lrr"r;;*"
-lut*uyogyakarta
dan intemasional seperti Prof Rasyidi, Prof Osfian Ralibi, Prof
HMI C-abang ingin A Mukti AIi dan lain sebagainya karena guru besar-guru besar
nrencari tahu situasi nasional terakhir
seteht aifJ,u,.,rffi" tersebut selalu mendapat pertanyaan kritis dari para mahasiswa
jenazah Pahlawan Revolusi
ili Lubang Buaya. Ketika itu di kampusnya. Di Universitas Gajah Mada, Ir. Syahirul Alim
berk-umpul di rumah tokoh_tokoh
fffrn aun umat Islam. pak membuktikan bahwa Islam tidak bertentangan dengan ilmu
Dahlan menceritakan tentang Front
Nasibnal dan perlu dibentuk pengetahuan. Sambil mengawasi ujian mahasiwa di fakultasnya
di seluruh [ndonesia. Di yo"gyakarta tu*"aiu. Syahirul Alim selalu menenteng dan menrbaca {<itab suci al-
dibentuk Front
Nasion3l O*- bergab;i ai Jufumrya antara Iain ormas_
Irr,,
ornas Islam. Menurut key., ,"y" Quran. Di C-abang HMI Yogyakarta seiak tahud 60-an tidak
waktu itu istilah danide Front pernah terpilih Ketua Umum dari kalangan mahsiswa Agama
Nasional itu dari pak Dahlan
i"am. lA"ksud penrlis;;;; seperti IAIN atau Universitas Muhammadiyah. Satu dan lain hal
hrlisan ini bagi kader muda HMI
sekarang harus membaca dan karena memang HMI didirikan terutama pada waktu itu untuk
mempelajari tulisan dan buku_butu
tarya pak Dahlan terutama perguruan unum. Demikianjuga di tingkat Pengunrs Besar selalu
Buku 'Bung Karno dan
yl[t D2tlm frrjiirton Sgaratt,yang diedit
oleh Viva Yoga Mauladi. Bagi HlvflpJDahl""
yang terpilih dari kalangan mahasiswa urnuln. Akan tetapi ketika
Kongres keS HMI di Solo tahun 1965 dalam pemilihan yang
politik yang menjadi rujukai sampai "a"frf,rU"!u,,ori;
attir trayarrya. demikian ketat, Nurcholis Madjid, mahasiswa Fakultas Adab I.AIN
Ciputat ]akarta terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI. Cak Nur
Prof. Dr. H. Nurcholish Madjid sapaannya se$'rartg bahkan terpilih dua penode sebagai Ketua
Umum PB.HMI 196GL971. Tokoh mahasiswa Islam yang sangat
Saarpai dengan tahun L970an, Islarn fasih berbahasa Arab dan Inggris ini kemudian terpilih sebagai
sangat dipahami secara
errrosional, rigrt alias kaku yang Presiden PEMIAT (Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara)
kemudian menyulitkan
1967-L969. Perumus NDr']-HMI ini pernah merasa lontangtrantung
116
117
Hllll Eandradimuka Ma has i swa
Hml Eandradirnuka Mahasl swa
karena hanya rnenurut istilalurya sendiri menjadi seorang
"generalis" sampai akhimya ia digaet oleh LIpl yang kemudian keilmuan, Negara menganugerahkan gelar Pahlawan RI; Gema
mengirimnya untuk studi ke university of Chicigo, di Amerika Cak Nur bukan hanya di Indonesia tetapi di,manca negara, baik
serikat. setelah kembali dari Amerika dengan rneraih gelar Doktor duniabarat maupun dunia timur (negara-negara Islam). ]ika ada
' dari universitas ternama di Amerika seriil rru, N*.f,"i" rra"iiia pembicaraan tentang Islam di tingkat-intqmasional, Cak Nur
sangat produktif mengekspresikan ide dan,pernikir*yu y*g ielalu'diminta untuk harus hadir. Penulis mengenal Cak Nur
,, : orisinil ke tataran yang I ebihluas,, beyondHMl, yakni untuk umat, sejak 1969 ketika Penulis sering ke lakarta baik terkait dengan
ba1Ss1 dan negara. Cendekiwan Muslim tokoh fnrrU ini sangat siiang PERSAMI mauP un kangkout-kongkoar Alumni HMI hingga
sofistikatif menserasikan tiga tema besar "keislamar; kemoderrin penulis menetap di )akarta 7972 melalai diskusi-diskusi yang
dan keindonesian, rg9z.'Menurut prof Dr.M.Dawam Rahardjo dimlenggarakan di kediaman Prof Dr.M.Dawam Rahardjo atau
,l ,li di kediaman Cak Nur sendiri di Jakarta. Suatu waktu tahun 2005
I
' rtlf lI9sT pembaruan pemahaman keislaman di Indonesia pada era Bung Utomo Danandiaya mengundang beberapa rekannya atas
L970 dan 1980-an tidak pernah lepas dari peran Cak Nur
'l lsapaan
?rof. Dr. H. Nurcholish Madjid). Grg"suo_g"gasan segar permintaan Cak Nur unfuk menemani Cak Nur makan siang
It 1l.1ub
Cak Nur tentang keislaman, kemodeman, dan keinaonesiaL ai rcaia*aor,ya. Perurlis sendiri datang beserta isteri. suasana
sampai kini masih menginspirisi dan mewamai corak pemikiran cukup santai menyenangkan ketika itu, Cak Nur masih duduk di
,y'
beberapa generasi muda ftrdonesia. Hanya saja seb&apa jauh kursi'roda t"*puk *firp cerah. namun tidak beberapa bulan
relevansi gagasan-gagasan tersebut uiltuk kontets kekinian masih sesudah itu Cak Nur, dengan narnnya yang indalS Nurcholish
harus terus diuji. Sebab, setiap gagasan tidak pemah terlepas Madjid dipanggl ke Rahmatullarv-- menqhadap Sang Khaliq-nya'
dari konteks dan iklim yang dihadapi oleh seorang pemikir aiau gila i{MI muda membaca pemikiran Cak Nur yang telahbanyak
penggagas ide. largon "Islam, \*s! partai Islam, No!-,, yang pernah dibukukan oleh YayaGan Paramadina, HMI muda akan mendapat
dilontarkan Cak Nur pada tahun 1921, misalnv", ,rr,git t"rk"it pencerahan yang luar biasa tentang keislaman dan keindonesiaan.
dengan problem keislaman dan afiliasi politik umat IsLm ketika itit" Crt Nur merupakan salah satu tokoh besar yang mendolong
itu. Kritikan-kritikan beberapa tokoh Islam seperti prof. Dr. H. demokratisasi di Indonesia maka kader HMI., berkewajiban
M. Rasjidi atas ide- ide Cak Nur, juga tidak dapat dilepaskan memelihara kehidupan demokrasi yang sebahagilm besar telah
dari prasangka-prasangka politik yang berkembang di n*rr,yu. dinikmati bangsa Indonesia sekarang ini.
Tokoh HMI yang satu ini bukan saji dikenal seiagai p."rii.i,
Kembali ke pangkalialan fthitah) dimaksudkan kembali kepada
Islam yang merumuskan "wajah Islani Indonesia ykg'empati
cita<ita besar HIrn untuk menebarkan "keimhnAn, keislaman dan
dan inklusif" dengan tiga tema besar keislamao kemodemandan
keihsanan" di kampus-kampus Perguruan ti.Sgr umum. Adaqun
keindonesiaan'nya ih1 melainkan juga ia memberikan konkibusi
merujuk kepada tokoh-tokoh besar HM bukan {-4*lqY,
,vang luar biasa besamya bagr bangsa dan keseluruhannya. Dia untui memasung pengelolaan organisasi H141 kepa da rule of cadre,
Cijuluki sang beg,awan, Soesilo Bambang yudoyono adalah
melainkan untuk menjadikannya sebagai sumber inspirasi. Ditulis
petinggr yang kerap konsult"asi dengan Cak Nur.
,a1a13eora1$ buku ini olehMas Solichinmenuruthemat Penulis tentu tiqakhin
Sebaliknya Cak Nur juga mengagumi Soesilo Bambang yudoyono
adalah agar prganisasi HMI dikeloia berdasarkan sistem (ideologi)
1'ang disebutnya sebagai pemimpin masa depan, dikatakannya yang telah disepakati secara nasional dan tidak melenceng dari
di suatu diskusi di _]alan Indramayrr 14 jakarta menjelang iau.tir*" didirikannya HMI 5 Feberuari 1947, Tokoh-tokoh besar
lengsernya Presiden soeharto 1996. Karena jasanya di bidan!
HMI yang ditampilkan di sini sebahagian dari kader HMI yang

118
tI9
Hllll Eandcadimuka M a hasiswa.

secara kreatif dan sofistikatif mengharmonisasikan tiga tema


besar HMI :lman. lslam dan lhsan, yLg diideologikan ii a,rriu
"kecil"kampus-kampus perguman tinggi, meryiai,,keislaman,
kemodernan dan keindonesiaan , yang diideotgikan di ,,bur*,,
drrr,iu
negara untuk kdpentingan umat dan bangsa Indonesia keseruruhan.
Banyak tokoh-tokoh besar HMI lainnyi bila ditambahkan
di sini
seperti : Akbar Tanjung (politik narsional), Muhammad Amin
Rais
holitik um4t), Sulastomo, (pers dan social), M.Dawam Rahardjo
(Ekonomi lslam dan Kerakyatan), Solichin (keorganisasian),
r ll sularso (social dan koperasi), Marie Muhammad
lrl fiok'oh Bersihj,
A.Malik Fadjar (tokoh pendidikan), Ferry Mursyidan Baldan
l,'ti (Sistem Pemilu), Marwah Daud (pemimpin wanita),
Uarun Kamil
lr I
(Iokoh Golongan-Notariat), Fachry Aly (pengamat politik), Nazar
E. Nasution (Luar negeri), Syafei Anionio (Ekonomisyariah),
Agussalim Sitompul (Sejarahwan HMI), dan banyak lagi kadei_
,i
kader HMI yang dimungkin disebutkan di sini.

't
\i

120
t

Htlll Eandiadimuka Manasiswa

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM


CATATAN UNTUK MASA DEPAN

Sularsoa

Solichin, seorang tokoh yang aktif sebagai fungsionaris


HimpunanMahasiswalslam(IlMl)CabangYogy danlerus
rlI n karier di lingkungan Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa
J, "oiti
Tengah hingga menjadi Wakil Ketua Pengurus Besar (PB)-HMI
(
di likarta. S"tutrtt menyelesaikan pendidikan di Fakultas Sosial
Politik universitas Gajah Mada dan menjadi alumni HMI solichin
bergabung dala4 lingkungan birokrasi pemerintahan di jakarta'
Kariernya terus menaniak hingga mencaPai puncak se-b_agai pejabat
eselon f yaitu menduduki jabatan selret4{s Menteri Koordinator
Pendayigq.iT AqTt"t N:gT:'
Pengawasan Pembangunan dan
pasci pensiun sampai memasuki usia tujuhpuluhan Solichin
masih aktif memfuntu Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negarayang dijabat olehTaufik Efardi, juga seorang alumni HMI
Vogyak;ta. Solichin adalah seorang tokoh yang tekun dan cermat
cocok sebagai pembawaan seor:Lng administrator, gan memllg
jabatannya di HMI maupun di pemerintahan adalah selalu
menjadi sekretaris.

Periode situasi politik Indonesia ber-


alfiir'50 dan'60
gejolak dengan dahsyat, yang bersumber pada- pertentangan
idiologis berkait permasalahan Penentuan dasar negzua,
antara Islam dan Pancasila. Keduanya bertanding dalam forum
konstituante yangidalam voting masing-masing tidak memperoleh
dukungan yang-cukup. Hal itu mgrisaukan Presiden soekarno
yang kemudian mengambil keputusan d"ngun- le5e-llTkan
but it presiden 5 Juli 1959 yang mmetapkan kembali berlakunya
UUD 1945 yang dijiwai Piagam Jakarta. Perkembangan politik
4 s|.,,r*, ,..1". r"tua HMI cabang Yogyakarta pedode 1961-1962, mantan Ulqen Koperasl,
Departemen Koperasi

123
Hflll Eandradimuka Mahasisw a
H[Ill EaMradimuka Mahaslswa
selanjutnya didominasi oleh kekuasaan presiden Soekarno .,
dengan gagasan demokrasi terpimpin dan mewujudkan persatuan umat Islam dalam suatu negara kebangsaan plural (bhineka
nasional dalam bentuk gabungan kekuatan golongan nasionalis, tunggal eka) untuk mengimplementasikan prinsip Islam sebagai
agama dan komunis (Nasakom). Perkembangan ini memberi 'rottin nn iil 'olo*in.' Pemikiran terbebut berkemb4ng kearah
peluang Partai Komunis Indonesia (pKI) untuk menampilkan wawasan ideologis.iebagai wacana inkhrsif YlnS- menegT$
kembali peran"politik setelah hancur akibat memberontak di cita-cita *"r,u*pilkurr anlgota HMI sebagai kader bangsa'-Irbih
Madiunpada tahun l.94ti. sementara itu tekanan-tekanan diberikan dari sekedar *""u.," eksiusif tianya sebagai kader umat Islam. -
kepada partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia
ESI) yang Pemikiran ideologis tersebut ketnudian berkembang meluas' yang
dianggap tidak sejalan dengan arus demokrasi terpimpin dan secara intensif dilakukan olehDawam Rahaldio, DjohanEfendi
dan

ri bertnsil dipgsa untuk membubarkan diri (19d0). posGi umat Ahmad Wahib di Yogyakarta dibawah asuhan A' Mi*ti Ali, dan
) Islam menjadi sulit dan dalam kehidupan politik hanya diwakili di Jakarta dilakukan oleh Nurcholis Madjid. Dibalik tT, t*qY
/i oleh partai Nahdhatul Ulama (NU). dan ancaman tersebut menjadi semacam kawah. candradfunuka
I yang menemPa kac{er-kader HM menjadi tangguh dan tahan uji
HMI berada dalam posisi sulit sebagai bagian dari umat
LUigai bekatuntuk memainkal peran di kernudian hari'
Islam yang-sedang kurang baik posisi politikny+ ditambah dengan
tekanan;tekanan sebagai organisasi mahasiswa Islamyang dituduh Pemikiran ideologis tersebut berpengaruh terhadap
anak (ondirbow)partai Masyumi sehingga juga harus dibibarkan. pemantapan jatidiri HM, yang didiseminaSikan melalui program
HMI secara interuif
Padahal sejak berdiri tahun 1947,}{Mr adalah organisasi mahasiswa
i"f"Ofr"ri kader. Gerakan-pendidikan kadgr
Is]am yang independen tidak menjadi onderbout partai politik dilaksanakan dalam b"rb"gui tingkata+ dasar'menengah-lanjut,
Islam manapun. Tekanan terhedap HMI terutama dilancarkan dan di berbagai lapisan organisasi, komisariat{abang-Badko'
oleh Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang Pengurus n*Ir tpgl. oapaidikatakan bahwa F*PT seluruh
dikenal sebagai sayap mahasiswa dari pKI. Tekanan dalam ang[ota fnn telah mengikuti pelatihan -k{"t ls1ai denqan
bentuk ejekan, intimidasi dan ancaman termasuk ancaman fuik tinlfat"noya masing-masing. Dengan pendidikan \1der tersebut
sampai desakan kepada Presiden Soekarno untuk membubarkan dapat dimantapkan iatidiri HMI dan organisasi'berkembang
HMI. Namun dengan manuver HMI yang didukung oleh para semakin solid.
senionrya seperti antara lain Dahlan Ranuwihardjo mantan Ketua
Umum PB HMI, dan solidaritas organisasi-organisasi dan partai- iada tahun 1965 PKI kembali melakukan pemberontakan
partai trslam akhirnya Presiden Soekarno dapat diyakinkan dan dengan melancarkan Gerakan 30 September '(Gestapu/PKl)
HMI tidak dibubarkan. Malahan hubungan FIMI dengan presiden au{* membunqh hampir selurutr pimpinan Angkatan Darat
berdirinya-lewan
Soekamo menjadi semakin baik. 1eOJ. C.trt*" ini sudah mendeklarasikan
ievolusi -Sorf,rrto
yang akan mengambil alih kekuasaan negara' Namun'
Tekanan dan ancaman tersebut memaksa HMI untuk sebagai Panglima Kostrad mengarrbil alih
lenderal
berusaha mempertahankan diri dengan tetap berperan dalam pimpinan AD danberhasil menumpas Gestapu/PKL Persoalannya
dinarnika politik yang berlangsung. Bukan semata-mata menolak lu"*aiun beralih ke Presiden Soekarno, yang tidak mau
tuduhan bahwa HMI merupakan onderbow partai Masyumi; tetapi memenuhi tuntutan rakyat membubarkan PKI, sehingga dituduh
lebih dari itu mendorong pengembangan pemikiran'tentang ikut terlibat dalam gerakan pemberontakan tersebut' Mahasiswa
masalah keislaman dan keukgru;'". s,rut i p"n"urian posisi politii< melancarkan Tiga TLtutan Rakyat (Tritura) yaii."r bubarkan PKI,
retool kabinet dan turunkan harga. Mahasiswa didukung AD
124
125
Hllll Eandcadimuka Maha.sisw
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
:

menggerakkan demonstrasi rakyat besar-besaran dan melalui


proses politik yang cukup panjang berhasil menurunkan presiden tetapi berkiprah dalam berbagai partai politik sesuai dengan
soekarno dan mengangkat Jenderal soeharto menjadi presiden teyatinar-ya masing-masing. Yang PlhS banyak berada di
RI. Dalam gerakan tersebut HMI bersama gerakan mahasiswa Cottar sebagai partai penguasa, dimana bifokrat da4 afRI har-us
menjadi ataupendukungnya. PPP juga banyak dimasuki
lang lain memainkah peran yang menentukan. Meskipun tanpa alumni
"hggot"
H}rtr, a"t Is*ail Hassan Metarium mantan Ketua Umum
disadari kekuasaan pemerintahan negara beralih ke tangan AD
PB HMI pemah menjadi ketua umumnya. Meskipun ada tetapi
yang akhirnya berhadapan dengan mahasiswa sendiri, yang
I sedikit alumni Htr,tl yarrg masuk menjadi anggota PDI/PDIP'
pemah terjadi konfrontasi secara terbuka.
I

l
I
Di masa Orde baru pengembangan pemikiran ideologis |ika pada masa yang lalu golongan'priyayi' yang lebih
| 'r'l yang dilakukan oleh kader dan alumni HMI semakin berkembang. memperd,leh kesempatan pendidikan modqrn menjadi sumber
daya manusia birokrasi yang umurnrlvl beraliran nasionalis
llr Nurcholis Madjid berada di depan sebagai ikon pembaruan
pemikiran dalam Islang dan pengaruhnya tidak ierbatas di dan menjadi anggota Partai Nasional Indonesia (PI{D' Sedang
[,, lingkungan HMI tetapi juga di lingkungan umat Islamdanbangsa golongan umat GIam yang tidak mempunyai kesempatan yang'
lndonesia. Mukti AIi dan Munawirsadzari sebagai Menteri Agama sama umunnya men;adi padagang atau saudagar' lalam fe19d9
t"lrl ini golongan-muda Islam terdidik terutama para'alumni HMI
serta tokoh-tokoh dari Insritut Agama Islam NIgeri (uuNI) slarif
t,r,.
,,
Hidayatullah y*g sekarang jadi Universitas Islam Negeri (UIN) *"iri *"i.*uki lingkunganbirokrasi. Dimulai oleh para dumni
HMI yang dekat dengan [<elompok teknokrat yang dipercaya oleh
Jakarta memberi dukungan terhadap pengembangan pemikiran
ideologis tersebut. Fresiien Soeharto untuk menialankan pemerintahan terutama di
bidang ekonoml seperti Bintoro Tjokroamidjoyo, Barli Halim dan
Perkembangan politik'pada masa Orde Baru berubah sebagainya. Dankemudiandiikuti oleh alumniHMI angkatanyang
dari demokrasi terpimpin dengan poros nasakom dengan tiga lebilimuda termasuk Solichin. Cukup banyak alumni HMI yang
partai menjadi lebih bebas dengan demokrasi pancasila yang duduk dalam posisi pemerintahan dan mencapai:karier puncak
nampaknya mentolerir adanya banyak partai. Namun rehabiiitasi pada iabatan eselon I pemerintahan, sepe{i Selaetaris l1$e1al,
pY3 Masyumi yang diidamkan oleh para pemimpirurya ternyata biretciur lenaeral, Kepala Badan dan jabatan lain setingkat. ]abalan
tidak diizinkan oleh penguasa baru. Konsep demokrasi pancisila eselon I merupakan karier puncak birokrasi karena Menteri adalah
dengan massa mengambang yang diusung presiden Soeharto jabatan polis&.4lffig pemilihan dan pengangkatannya tergantung
mengarah ke penyederhanaan pafrai politik yang akhimya hanya iup,rto"ur,p"t grasapolitik yang pada waktu itu berada di tangan
menjadi tiga partai politik. Peserta pemilihan Umum pemilu) C"Xut yang pada hakikatnya berada di tangain fgtua-fe1!1a
pertama setelah orde Baru sebanyak 10 partai politik dipaksa untuk Golkar yaitu soeharto yang selalu terpilih me5rjadi Presiden RI. Di
berfusi menjadi tiga partai politik, yaitu Golongan Karya (Golkar; waktu kemudian alumni FIM mulai menduduki jabatan Menteri
,r'ang tidak mau menyebut dirinya sebagai partai politik), partai yang semakin lama semakin banyak jumlahnya' Hubungan
Persatuan Pembangunan (ppp) hasil fusi partai-paitai Islam, dan i'.es--ider, Soeharto dengan umat Islam termasuk para alumni HMI
Partai Demokrasi Indonesia (pDI) hasil fusi partai-partai nasional meniadi semakinbaik
termasuk partai Kristen dan Katolik. pDI karena konflik intemal
kemudian berubah menjadi PDI perjuangan (pDIp). Alumni HMI Presiden Soeharto ingin memantapkan demokrasi
-Pancasila
pancasila dengan menetapkan sebagai satu-satunya
sebagai kader bangsa tidak berpihak salah satu partai politik,
asas berbangsa, bermasyarakat dan bernegara yang dikena!
126
i27
u
Hllll Eandradimuka Ma h a s i srara
Hftll Eandradimuka Mahasiswa
dengan 'asas tungg4l', yang harus dijadikan asas bagi semua
partai politik dan organisasi masyarakat (ormas). Terjadilah masyarakat Islam berasas Pancasila sebagai pencerminan sikap
perbedaan pendapat atau pro kontra di kalangan HMi-yang inklusif yahg dimungkinkan menerima non muslim sebagai
memicu terjadinya perpecahan. PB HMI secara formal menerima anggota. Seperti Partai Amanat Nasional (PAIII) yang berlatar
asas tunggal sedang sebagian yang lain'menolak dan membentuk belakang masyarakat Muhammadiyah dan Partai Kebangtitan
kelompok yang dikenal dengan Majelis penyelamat organisasi Bangsa (PKB) yang.berlatar belakang masyarakat NU. Dalam
(YfOl Meskipun perpecahan tersebut sifatnya terbuka, tetapi Pemilu terakhir h"ti" 8 partai Politik yang berhasil memenuhi
MPO semacam bergerak 'di bawah tanah, karena pemerintah parlementary threshhold, termasuk empat partai politik Islam atau
sangat sensitif terhadap kelompok-kelompok yang menentang yang berlatar belakang masyarakat Islam yaitu Partai Keadilan
asas tunggal. Kekuasaan Presiden Soeharto yangierlJu hma, lebih Suiutturu (PI(S), PPP, PAN dan'PKB. Para alumni HMI sebagai
30 tahun,-bersami.,Golkar, birokiasi dan AB{I tanpa imbangan :
;
kader bangsa tersebar pada berbagai partai politik, baik partai
oposisi sehingga ta({*eta.check arid balance. Ktisis eiono^i yilg politik Islam maupun partai politik lainnya- Kadang-kadang
l,{
teriadi telah menghancurkan sendi-sendi kehidupan ekonomi, ironis, karena konflik teriadi antar alumni HMI baik yang berada
Ir r ,
dalam satu partai maupun antara partai.
sosial dan politik, yang memicu terjadinya gerakan rakyat besar-
*i
besaran yang memaksa Presiden soeharto qntuk mengakhiri
tl Setelah berjalan sekitar satu dekade reformasi belum
kekuasaan.
I mencapai tujuanhya. Demokratisasi kehidupan masyarakat yang
Lengsernya Presiden Soeharto diikuti dengan gerakan diartikan sebagai kebebasan tanpa batas, termasuk Penggun4an
reformasi untuk menciptakan kehidupan yang tebih aeriotraus segala .rtu .rtfuk mencapai kekuasaan. Politik uang dan
bebas dari Kolusi, Korupsi dan gepotis*e pembelian jabatan terjadi di hampir semua lingkungan, eksekutif,
6fXX;. Sebagai reaksi
terhadap akibat buruk masa pemerintahan presiden soeharto legislatif dan yudikatif. Tujuan mengenyahkan KKN justru
vang dianggap diktatorial represif marak dengan KKN yang menjadi sebaliknya, KKN menjadi semakin dahsyat terutama
merugikan negara dan masyarakat. Meskipun Amin Rais, alumni korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK\ yang diberi
HMI, sebagai salah satu pemimpin gerakan reformasi, ruunun wew€nang peryelidikan dan penyidikan dengan' penyadapan,
peran HMI tidak terlalu vokal. Disebabkan karena selama orde serta penuntutan dan pengadilan telah berhasil menangkap
Baru tidak ada isu yang dianggap menjadi tantangan atau ancaman
i basah iioa* kotupsi penyuaPan yang mencengangkan. Banyak
dan tidak mengalami keadaan seperti periode re.,io*yr. LSM lain t para anggota DP& pejabat eksekutif berbagai tingkatan, dan
justru lebih vokal dengan menampilkan tema-tema periuangan p"r,ug"t hukum yang tertarigkap melakukan tindak pidana
torupsi telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan. Jika kehidupah
yang Iebih membela kaum ndskin yang tertindas. l demokratis yang sehat tidak dapat ditegakkan dan KKN tidak
Demokrasi di alam reformasi diartikan sebagai kebebasan dapat dienyahkan, maka keadaannya tidak menjadi lebih baik
tanpa batas, termasuk di bidang ideologi dan politik. Asas dibanding waktu-waktu yang lalu dan cita-cita untuk menciptakan
tunggal ditinggalkan serta Pancasila diabaikan, dari orang bebas kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
nrendirikan partai politik. Telah berdiri lebih dari seratui partai sulit dapat dicapai.
politik termasuk puluhan partai politik Islam. partai politil dur,
Perjalanan demokrasi yang tidak sehat dan maraknya KKN
$

ormas di kalangan umat Islam sebagian kembali berisas Islam.


sementara sebagian partai politik baru dari latar belakang merupakan tantangan masa kini yang harus dapat ditanggulangl'
Perlu ditumbuhkan nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai
128
129
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka' Mah a s iswa

dasar untuk menanggulangpyti, yaifu iman dan taqwa, akhlaqul


karimah, kejujuran absolut, transparanii, akuntabilitas, dan HMI Harus Kembali ke Khittah
prinsip-prinsip good goveinance. Tantangan masa kini itu perlu
digunakan untuk menyempurulkan materi ideologis, yang
difadikan bahan pendidikan kader HMI. Sekaligus melakukan
reorientasi pendidikan kader sesuai dengan tantangan masa kini, Kehadiran dan Sikap HMI .,

yang mampu menciptakan kader HMI yang benar-benar menjadi


insan akademis pencipta dan pengabdi yang bemafaskan Islam, Kehadiran dan perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam
serta mainpu berperan dalam membangun lndonesia sebagai (HMD sudah tentu tidak terlepas dari sejarah bangsa Indgnesia'
negeri dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, Terbentuknya HMI terpaut dua tahun -dgngan Proklamasi
meniadi suatu negeri yang sehat demokrasinya serta modern, kemerdekaan Negara Kesatuan Republik tndonesia (NTII,
Negara kita lahir pada77 Agustus 1941 maka HMI lahir pada 5
berkesejahteraan dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat,
Februari 1947. Oleh karena itu keberadaan HMI identik dengan
bebas KKN dan bermartabat di bawah lindungan dan ampunan
pe4uangan bangsa Indonesia.
AllahSWT.
tl Kaderisasi dalam HM adalah unsur yang terpenting dalam
Pengalaman, pandangan dan tuIisan Solichin serta alumni
,1,, mengembangkan kepemimpinan yang berkelaniuht. Sekaligus
t HMi se angkatannya dapat dimanfaatkan udtuk merencanakan menfadi ciri khas HM. Ke1erhasilan kaderisasi bukan saja
pe.ngembangan HMI di masa depan.
diraiakan oleh para anggotanya tetapi mewamai kehidupan
kampus di mana anggota-anggota itu berada. kbih jauh,
keberadaan HMI iuga berdampak luas terhadap kehidupan
berbangsa danbemegara. Di samping itu, sikap independenHMl
ikut membantu kader-kadernya berkiprah di berbagai biddng'
Sekarang ini banyak anggota HMI berhasil di bidalrgnya masing'
masing. Sikap independen ini harus tetap dijaga, karena dengan
sikap i*lah kita bisa mencapai cita<ita HMI, yaitu terbinanya
insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan
bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur
yang diridhoi Allah SWT.

Oleh karena itu keislaman dan keindonesiaan dalam HMI tidak


dapat dipisahkan satu dengan yang lain, menyatu di- dalam
r"ii"p rot gg" tubuh Para anggota-anggota HMI. Ini pula yang
mewamai-kehidupan HMI, sehingga tidak dapat lepaskan diri

Gaung gerakan-gerakan HMI sudah terasa di awal-awal


kemerdekaan yang pada akh,lrnya ikut menentukan sejarah bangsa
5 H*, lGm',|, lVl*t nWakil Se(enPBHMl,AnggotaMPHRl, l'lotaris'

130
131
Hllll Eandradimuka Mah asi srnza . Hflll Eandradirnuka Manasiswa

dan negara ini. Sebagai contotL kerjasama HMI dengan Tentara


dengan hati nurani saya. selain menjadi sarana bersilaturrahmi;
Nasional Indonesia (IND, sejak dulu sudah dipupuk dengan bagi masa dePan saya' Misalrrya
baik. Bahkan di antara pengurus HMI ada pula yang berasal dari iuga ai HMI banlrak bermanfaat
-Uigrir*
cara berorganigasi dengan !qik, bagaimana mencari
TNI, seperti Letjen Eurn) Achmad Tirtosudiro yang menjadi "
rolLi jika muncul sebuih permasalahan hingga bagaimana
Ketua Umum Pengurus Besar HMI, period'e Tg4l.Jugasering ada
beretika dan menjaga soPan santun. HMI adalah organisasi
pertemuan-pertemuan di SESKOAD atas inisiatif Letnan Jenderal
mahasiswa, pemuda, kader, ummat danbangsa'
Sudirman.
Ketika saya menjadi anggota HML mernang lingkungan bangsa
Sejarah bangsa mencatat ketika HMI dan TNI bersatu
ini tidak begrtu mendukung. Pada waktu,itu pemuda-pemuda
. menlmbangkan Partai Komunis lndonesia EKI). Sempat terjadi kita cenderung kebarat-baratan, tetapi ba4yak pula di antara
konfrontasi antara HMI dan PKI. PKI menginginkan agar HVtt
mahasiswa haus akan ilmu agama. HMI ikut menawarkan
dibubarkan, karena menjadi hambatan bagi perjuangan mereka.
keseimbangan pengetahuan umlun dan agama' Waktu itu
Oleh karena itu, sering berita-berita surat kabar waktu itu
menyudutkan HMI. HMI dikatakan sebagai kontra revolusi, HM
tahun 196l-7965, saya terdaftar di Pengurus Besar sebagai
agen CIA, HMI antek Badan Pendukung Soekarno, HMI kaki
Wakil Sekretaris Jenderal Pada waktu itu ada Pengurus rayon
tangan Mas;rumi, HMI terlibat Darul Islam. Tetapi semua itu HML Sebuah pendekatan yang dilakukan anggota HMI dengan
tidak membuat gentar HMI. Tidak jarang, tuduhan ini ditentang masyarakat. Upaya ini bagus sekali, sehingga anggota'anggota
dengan berbagai unjuk rasa oleh-para arrggota HMI. Akhimya HVti dengan masyarakat bisa berbaur menjadi satu, melakukal
perjuangan bahu membahu antara HMI dan TNI mencapai aksi sosiJ dan lain-lain. Sedangkan komisariat dibentuk untuk
kemenangan. Partai Komunis hdonesia dibubarkan Soeharto mengurus anggota-anggota di kampus-kampus' Pada waftu
yang kelak menjadi Presiden RI kedua, menggantikan llesiden
I
itu firanan fnfl ai kampus-kampus sangat terasa' Di sam-ping
Soekamo. Sementara HMI tetap eksis hingga hari ini. Awalnya belum ada.pernisahan kegiatan internal dan eksternal, sekaligus
hesiden Soekamo ikut terpancing untuk membubarkan HMI, anggota HM adalah warga kampus yang aktif sskali' Berbeda
namun setelah mendengar saran.dari Menteri Agama Saifuddin kef,L NKK/BKK diberlakukan, karena sudah ada pemisahan

Zuhn, akhirnya HMI tidak dibubarkan. ,i organisasi intemal dan eksternal


*
j
Kader-kader HMI memang terlatih memimpin organisasi'
I shat bersamaan dianggap berbahaya oleh sebagian
Masuk IIMI dengan Kesadaran I Tetapi pada
-seperti
terjadinya Peristiwa Malapetaka 15lanua;i 7974
Kebesaran HMI ini kemudian memotivasi saya untuk menjadi I
J,
"rur,i
(Mul"ri) iio aiU".,t t tah NKK/BKK y"t'g Pldl akhirnya
Setelah
anggota HMI. Pertanyaannya mengapa saya masuk HMI ? Apakah I -"r,grrau.* kegiatan HMI di kampus-kampus.
olehtarena itu,
saya diajak orang lain atau karena melihat sesuatu, apakahkarena pand-angan saya ke depan terhadap anggota-anggotaHMI' iangan
ada faktor-faktor lain, Tidak. Saya masuk HMI karena panggitan Lulry* I"rg*-tor,g kepada senior_senior. Lakukan sesuatu dengan
hati nurani saya, kesadaran dan bukan didorong atau dipen[Jruhi kemandiriin, kuaiai ilmu dengan baik dan berperanlah di segala
oleh teman-teman yarrg lain. bidang. Menurut saya jalan satu-satunya agarHMlbisa elaSdan
tetap Lenyandang nama besar, yaitu kembali ke khittah' Tetap
Saya masuk mer{adi anggota HMI tahun 19d1, ketika usia independen dan mandiri. |angan sampai ada permainan uang
organisasi itu baru 14 tahun. Saya merasa, organisasi HMI cocok
di dalam memilih jabatan-iabatan tertentu di HMI. Utamaka4
132 133
Hllll EaMradimuka Mahasisw a
flll Eandeadimuka ruanas isvua

idealisme dan jangan terjdbak dengan hal-hal yang pragmatis.


MAS SOLICHIN YANG SANTUN
Lakukan tugas-tugas dengan profesional. Anggota HMI di daerah
ikut mengurus masalah-masalah yang bersifat nasional, yang Oleh: DR. Harry Azhar Azis, MA6
sebetulnya ditangani HM pusat Bertugaslah menurut fungsi
masing-masing.
KesanPertama ;

Sayamengenal Drs. Solichin, yangseringsayapanggil MasSolichin,


sejak menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan
Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 1981-1983. Kesan pertama
ketika bertemu di rumahnya kawasan Tebet fakarta bersama
;r Ketua Umum PB HMI Ahma dZacky Sradj dan senior HMI Yusul
Hariri pada awal tahun 1980-an adalah tutur bicaranya yang
t
:i,
lembut, santun, dan murah senyum serta sekaligus pendmgar
a
yang pengh perhatian. Tidak ada kesan ingin mendominasi,
! memotong pembicaraan, maupun membatasi lawan bicara. Dalam
1,,
, kesernpatan lairu ketika berdialog dengannya, saya memperoleh
I
kesan kuat bahwa Mas Solichin tampaknya boleh dirnasukkan
dalam kategori senior HMI yang mempraktekkan toleransi ti"Sg,
atas ierbedaan pandangan maupun perbedaan perilaku yang
muncul di organisasi maupun maiyarakat. Latar belakang anggota
HMI yang heterogen memungkinkan munculnya perbedaan,
baik ditutupi .maupun terbuka, yang tidak j"ratg berlanjut
ketika mereka telah menjadi alumni. Keanekaragaman karakter
anggota dan alurrini HMI memang menjadi kekayaan tersendiri
organisasi ini, dan organisasi alumninya yang tercermin pada
gerak dinamisnya pertemuan-pdrtemuan organisasi, lebih-lebih
bila dalam pertemuan itu +an dipilih kepemimpinan baru.
Dinamisnya musyawar'ah dan .pertemuan untuk meiebut
kepemimpinan organisasi memang tidak selalu berbanding
lurus dengan dinamisnya pelaksanaan program kerja ketika
suatu kepengurusan terbentuk. Fenomena ini menyigrpulkan
bahwa fase perebutan jabatan kepemimpinan dalam suatu
organisasi pelalu lebih menarik dibanding fase berikutnya yaitu
pelaksanaan program dari kepemimpinan terpilih. Yang menjadi
6 DR. HarryAzharAzis, MA.'Ketua Badan Anggaran DPR Rl, mantan KetuaUmum PB HMl.

114 :

*,F 135
€:
A
t
Hflll tiandradimuha Mahasiswa
Hml Eandradimuka Ma hasisrara
pertanyaary sejauh mana keanekaraganum dan perbedaan yang
muncul dalam organisasi tetap dianggap positif dan pada tingkat seorang birokrat yang sangat aktif di Departemen Perindustrian
13na
ia menjadi negatif. Dalam konteks ini, saya melihat posisi RI beliau juga dikenal sebagai tokoh Golkar di lingkungan
Mas- Solichin menghendaki harmoni dalam oiganisasi, ,itirryu kerianya. Memang pada rnasa itu, perpolitikan Indonesia
menjadi tanggungjawab kita bersama agar perbedaan tidak tidaklah sepetti )r?ng kita kenal sekarang, yang banyak partai
sampai berubah menjadi perpecahan.Sr),a melihat ini sebagai politik. Kita hanya mengenal tiga part{ politi-k- yaitu Golk?
sikap mulia, yakni bagaimana membuat perbedaan daiat ppp a* PDI, yang semuanya dikendalikan oleh sistem Orde
tr ,l' menjadi rahmat bersama bukan menjurus kepaia kerusakan dan
I Baru. Tidak seperti Partai Golkar sekarang,'Golkar masa itu
I kehahcuran. didukung birokrasi dan tentara sehingga mendominasi hampir
I
semua lapisan perpolitikan nasional dan daerah. Sebagai aktivis
Perhatian Perkaderary Bukan politik mahasiswa masa ihr, hampir i**g saya temui senior HMI yang
tidak bicara politik, apalagi dengan para alumni yang telah aktif
Selama berhubungan dengan Mas Solichin, saya.merasa belum di partai politik. Bahkan isu dan masalah politik boleh dikatakan
lt,i' pernah mendapat'tekanan' baik ketika sebagai *kretaris
Jenderal telah menjadi bumbu pemikat dalam hampir setiap pembicaraan
,
tr,
t. maupun ketika terpilih di Kongres HMI dan menjabat Ketua di antara sesama anggota, Pengurus ruruPun alumni YM, y*g
lr,, Umum PB HMI periode 1983-1986. pesan harmoni dan terus aktif terlihat baik dalam kegiatan.perkaderan mauPun dalam acara
melaksanakan kegiatan HMI, terutama kegiatan perkaderan, keorganisasian lainnya. Pembicaraan non polifrk bukan tidak
tampak selalu mendominasi pembicaraan kami. Bagi Mas ad4 tetapi tidak sebanding bila dibanding dengan dominannya
Solichin, dalam suatu percakapan, perkaderan HM adalah kunci pembicaraan politik di lingkungan aktivis HMI.
kesinambungan organisasi. Karina itu, pengurus HMI harus aktif
bertanggungiawab menyelenggarakan perkaderan organisasi DenganMas Solichiru paling jauhyang saya ingat ketikaberkaitan
dan kunci keberhasilan kepengur,rsu.,r,ya justru terliliat dari dengan topik politik adalah politik perwayarigan. Saya mengetahui
kemampuannya menyelenggarakan kegiatan perkaderan di setiap kemudian bahwa Mas Solichin ternyata seorartg dalang di
jenjangnya. Melihat perhatiarurya yang besar atas perkaderan hampir banyak pertujukan wayang yang disbtenggarakan
HMI, kesan saya pada beliau adalah lebih sebagai pendidik beberapa pihak. Mungkin latar budaya P:mmmmmrrwayangan Jawa ini
,'me.mbuat
$,
daripada politisi. Hampir tidak pernah saya memp"rot& pesan_ gaya komunikasi sosialnya terlihat soPtrn, lembut,
gentle dan tidak sombong. Walau saya tidak mengenal banyak
l"r-r" politik, apalagr yang bersifat politik praktiq dalam-setiap
t'erkomunikasi dengannya maupun ketika beriau menyampaikan
&
tentang dunia perwayangan, figur Mas Solichin yang demikian
bantuannya untuk kegiatan perkaderan HMI. Saya *u**g Uark ifu membuat saya mempunyai persepsi yang sama Pada semua
pernah melihat beliau tampiisebagai pembicara atau narasumber d datang perwayangan. Saya tidak tahu apakah ada dalang yang
dalam perkaderan HMI, saya tidak tahu mengapa, tetapi sombong dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam konteks Mas
perhatiarurya dan sumbangsihnya yang besar atas kegiatan rutin Solichin, saya berani bersaksi beliau adalah tokoh dalang y4ng
dan perkaderan organisasi ini menernpatkamya sebagai senior d lembut. Saya ingat pesan moral dalam politik pewayangan Bharata
1'ang cukup disegani di kalangan HML Dengan Mas Sotichiru $, Yudha yang disampaikan lvlas Solichin. Katanya, bagairrlanapun
hampir jarang saya berbicara soal politik. padahal semasa saya & suatu nilai kebenaran harus diperiuangkan dengan cara yang
mcnjabat PB HMI, Mas Solichin disamping dikenal sebagai benar pula, karena cara beriuang yang benar bila berhasil akan
mengokohkan nilai kebenaran itu. Suatu ketidakbenaran bisa
136
137
HIIII Eandeadimuka Mahas iswa Hflll Eandradimuka Mahasiswa

saja berhasil diperjuangkan dengan cara tidak benar tetapi itu


Ko4gres HMI tahun 1983 d.i lvledan Suasana menjelang dan ketika
tidak akan berlangsung lama. Ketidakbenaran akan terlihat juga
tentunya sebagai ketidakbenaran dan kekuasaan yang mendukung Kongres itu berlangsung memanS-penuh dengan perdebatan
panas tentang Azas Tunggal Pancasila, Sepanjang saya pahami
atau didukung oteh ketidakbenaran akhirnya akan jatuh dengan
hingga saat ini, hasil Kongres fffvII itu memang sama sekali tidak
sendirinya. Contoh-contoh dalam kisah pewayangan diceritakan
untuk menyampaikan pesan-pesan moral ini. Yang menarik, bila p"^"t secara tegas memutuskan HM rnenolak Azas Pancasila.
sudah sampai cerita perwayanga& Mas Solichin terlihat amat fia* saya temui kata-kata menolak dalafn ketetapan-ketetaPan
antusias dan tahan berbincang-bincang dengan lama. Kongres. Yang jelas, Kongres HMI tetap memutuskan dasar Islam
sebagai dasar organisasi dalam Anggaran Dasar (AD)nya' Karena
Bagi Mas Solichin, penegakkan nilai-nilai kebenaran tidak boleh keputusan Kongles seperti itu, bisa saja satu penafsiran muncul
ll dilakukan dengan cara salah. Cara berjuang yang salah justru tentang hasil Kongres itu yang kemudian menyatakan bahwa
i,l, mengaburkan atau bahkan menghilangkan nilai-nilai kebenaran Kongris HMI telah memutuskan "menolak" azas Pancasila
Ir yang sedang kita perjuangkan. Salah satu cara terpenting dalam sebagai azas organisasinya. Tetapi penafsiran lain yang
,1
perjuangan di masa modern ini adalah cara berkomunikasi, menyatakan bahwa HMI 'belum" memutuskan penerimaan
tlt berbicara dan menuiis, sehingga meyakinkan para pihak tentang azas Pancasila juga tidak dapat disalahkan, karena Kongres HMI
f,,
apa yang seharuinya dibela, ditegakkan atau diwujudkaru C-ara berikutnya iahun 1986 di Padang ternyata menetapkan-Pancasila
bicaranya yang santun, yang itu saia telah menimbulkan
I
sebagai azas organisasi ini. Walaupun pada Kongres HMI di Jambi
kekaguman tersendiri, telah membuat saya inerasa mendapat tahun L999; 13 tahun kemudian, HMI kembali ke lJrittahnya
penghormatan besar, yang sampai saat ini tidak terlupakan. Di menetapica4 azas atau dasar Islam sebagai dasar organisagrlyl,
banding beberapa senior HMI yifng saya kenal Mas Solichin sama tetapi lonteks perdebatarrnya pada Kongres Iambi tidaklah
lekali tidak terkesan menggurui apalagi mendikte pembicaraan. sehangat Kongtes Medan tahun 1983 mauPun Kongres
Sebagai pendidik, beliau lebih pada posisi menganjurkan bukan "1dPg
tah;1986. Perpo[tikan era Orde Baru tampaknya tidak lagi
urendikte pandangan. Istilah sekarang adalah mewacanakarL mendominasi kegiatan Kongres HMI di fambi, setehh kejatulnn
memberi gambaran teritang berbagai hal dan membiarkan kita era ini dengan beralihnya kepemimpinan Presiden Soeharto tahtrn
untuk menelusuri sendiri mana yang terbaik di antara pilihan 1998 kepada Presiden BJ. Habibie
fenomena yang ada. Sejauh yang saya ingat, bila beliau
menginginkan sesuatu atau ingin memberi tekanan pembicaraan Seingat saya tidak Pexnah ada peinbicaraan khusus saya denqan
umumnya selalu diakhiri dengan kata-kata seperti " . . apakah tidak
. tvtas-sotichin berkaitan dengan isu azas Pancasila. Bahkan boleh
sebaiknya seperti iht"
suatu cara meyakinkan yang mengandung dikatakan hubungan kami terputus begttu saya ter.pilih sebagai
tekanan yang berbeda bila diakhiri tutur bahasa seperti"...kan Ketua Umqm PB HMI tahun 1983. Saya dapat memahami posisi
harusnya begitu!" Mas Solichin ketika itu baik sebagai birokrat mauPun tokoh
Golkar yang tentu, saya kira, berharap Kongres HMI di Medan
dapat memutuskan Pancasila sebagai azas HMl.Terpilihnya saya
Azas Tunggal Pancasila
sebagai'Ketua umum HMI ddak dapat terhindai dali konotasi
HMI menjadi topik pembicaraan hangat dalam dunia politik bahia saya adalah representasi dari kongres yang menolak azas
Indonesia ketika saya terpilih sebagai Ketua Umum dalam Pancasila itu. Upaya saya memberikan pengertiar lie2hda p"!l+
bahwa Kongres HMI sesungguhnya tidak membicarakan masalah

r38 139
Hflll Eandradimuka Mahasisw a Hml Eandradimukd Mahasisvrra

azas Pancasila sbhingga secara harafiah tidak dapat dikatakan


.:
kehidupan demokrasi di HMI dan bahkan kehidupan demokrasi
bahwa HMI menolak atau menerirnanya menjadi tidak reievan. di Lrdonesia. HMI menjadi primadona bagi mereka yang
Citra politik yang terbentuk bahwa HMI menolak azas pancasila menentang sistem Orde Baru, tetapi sekiligus mgnjadi pembawa
tampaknya lebih dominan. S"y" memang juga menyampaikan "virus pbnyakit" bagi orde Baru.
bahwa bagi HMI, nafas Islarrv adalah esensial dalam kehidupan
organisasi mahasiswa Islam ini, tetapi Pancasila telah pr da menjadi Kepemimpinari saya di PB HMI berdarha seluruh pengurusnya
pedoman dasar kehidupan berorganisasi FIMI seperti tercantum sejak terpilih.di Kongres sampai Sidang MPK HMI di Ciloto
dalam Mukadimah AD HMI. Karena itu, secara substansial tidak pertengahan tahun 1985 penuh dengan warna dan gejolak yang
ada permasalahan bagi. HMI dalam membela dan menegakkan tidak kunjung reda. Pemerintah, melalui Menteri Pemuda dan
l'l' Pancasila sebagai aasar teniaupan bernegar4 berbangsa dan Olafuaga telah menyampaikan kepada saya bahwa HMI tidak
bermasyarakat. Tetapi politik Orde Baru masa itu memang mungkin memperoleh izin melaksanakan Kongres birikutrya,
14.' menghendaki lain, menghendaki bentuk harafiah pencantuman yang seharusnya dilakukan pada tahun 1,985 karena periode PB
It ,
Pancasila sebagai azas organisasi sehingga penempatan posisi HMI dua tahun, bila tidak ada ketegasan sikap bahwa Kongres
li

Pancasila dalam Mukadimah AD HMI dianggap tidak memenuhi HMI yang akan diselenggarakan itu dapat nrenerima Pancasila
It selera politik penguasa masa itu. sebagai azas organisasi. Dalam suatu Sidang Pleno PB HMI, yang
I
dilaksanakan bersamaan dengan Sidang MPK Cilirto, kepada
Ketua Umurn PB HMI seirelum Kongres Medan, Ahmad Zacky teman-teman sesarna PB HMI dan juga Pengurus Badko HMI se
Skadj, menyatakan pada saya bahwa beliau didampingi anggota Indoneiia yangketikaitu masihgbadko HMI, saya menyampaikan
PB HMI, Muhammad Yamin TSwary, terpaksa menandatangani beberapa pilihan tentang kemungkinan pelaksanaan Kongres
surat pernyataan bersedia memasukkan agdnda az:rs pancasila HMI. Pertama, Kongres III4I akan diadakan secara."diamdiam"
sebagai salah satu agenda resmi Kongres Medan. Menurut Ahmad tanpa perlu memberitahu' pemerintah. Pilihan ini tampakrrya
Zacky, itu prasyaratyang harus dilakukannya dihadapan Menteri tidak mungkin dijdankan karena Kongres HMI sdperti ini pasti
Pemuda dan Olahraga waktu itu, Dr Abdul Gafur, tok;h HMI,66, akan diketahui oleh aparat keamanan yang bertariggungjawab
agar diperoleh izin pelaksanaan Kongres HMI itu. Kongres HMI dan akan membubarkan suatu pertemuan yang tidak ada
di Medan memang kemudian memperoleh izin resmi, sehingga izin pertemuannya. Kedua, melakukan estafeta peralihan
tidak dapat dianggap sebagai kongres 'liay', tetapi agenda itu kepemimpinan PB HMI seperti saya melimpahkan kekuasaan
ternyata tidak dapat disisipkan ke dalam agenda resmi yang kepada kader HMI yang ditunjuk. Pilihan inipun'didak mungkin
telah diperslapkan sebelumnya oleh Majelis pekerja Kongres dilakukan karena tidak ada landasan hukumnya dalam AD/ART
(MPK) HMI, instansi di bawah Kongres yang memang bertugas
HMI. Ketiga, merumuskari suatu ranczlngan tentang azas Pancasila
mempersiapkan rancangan materi-materi pembic€uaan Kongres, yang akan diputuskan oleh Sidairg MPK HMI. Akhimy+ pilihan
termasuk materi agenda Kongres. Kehadiran dan dialog yang i^i y*g disepakati'sehingga Hasil Sidang MPK HMI di Ciloto
disampaikan oleh Dr Abdul Gafur di hadapan peserta Kongres, tahun 1985 inemtttuskan menerima Pancasila sebagai azas HMI
seperti yang telah banyak dicatat dalam buku-buku sejarah HMI, untuk diajukan agar ditetapkan pada Kongres HMI berikutnya,
telah menjadi drama tersendiri yang mempercantik demokrasi yang kemudian diputuskan dilaksanakan di kota Padang tahun
Kongres HMI ketika ihr. Di tengah srrasana politik yang terkendali
7986.
masa itu, Kongres HMI di Medan telah memberi wama dalam

r40 141
Hllll Eandrariimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimqka Mahastswd
Keputusan Sidang MPK HMI inipun kemudian menjadi polemik
vang berkepanjangan yang imbasnya masih terasa hingga hari menjadi .dnggota DPR RI. Beruntururya ajakan itu, terutama
ini, yakni dengan rirasih adanya HMI MpK (Majelis peryelamat ketika dicalonkan meniadi anggota DPR RI, membuat saya berada
Kongres). HMI MPo sebenarnya tidak langsung muncul setelah di persimpangan jalan.
keputusan MPK HMI tersebut, tetapi sekitar seminggu sebelum Di satu sisi, saya tidak ingin timbul kesan saya memperoleh manfaat
pelaksanaan Kongres HMI di Padang dengan beberapa kaaer r*t dari penerimaan azas Pancasila pada (ongres HMI di Padang.
l:' sebagai penggeraknya seperti Eggi Sudjana MS Kaban dan Tamsil
Karena memang ada kesepakatan dengan teman-teman PB HMI
lhf9ng: Yang menarik, dalam suatu percakapan dengan Eggi
Sudja4a, ia menyatakan seharusnya HMI MpO dilebur kembali
dan pimpinan Badko HMI, ketika kita mengambil keputusan
dalafn Sidang MPK HMI Ciloto, untuk paling tidak selama 10
ke dalam HMI setelah Kongres HMI di ]ambi menetapkan tahun kita tidak akan terjun ke dalam dunia politik praktis, apalagi
kembali Islam sebagai azas HMI. pandangan EgSr ini tampai<nya menjadi anggota DPR RI. Karena tujuan rtr*" kami ketika itu
ll,; berbeda dengan pandangan pengurus HMI MpO yang teiap aia lebih ditujukan untuk menyelamatkan organisasi HMI dari
It t, ,
sampai sekarang. Yang menarik, Kongres HMI yang teraltrir di kemungkinan dibubarkan karena melawan keinginan penguasa
I Palembang tahun 2008, yang dibuka oleh Wakil presiden Mlusuf daripada menggunakan HMI untuk tahgga mencapai kekuasaan
Kalla, alumni HM, justru berhasil membangun wacana baru
I dengan disepakatirrya suatu bentuk rekonsiliasi antara HMI dan
pribadi. Integritas kesepakatan itu yang saya jaga sehingga secara
\, I halus saya menyatakan kepada almarhum Soekarton bahwa saya
HMI MPO, yang tentu masih akan kita tunggu realisasinya di sebenarnya lebih ingin melanjutkan studi 52 saya, yang kebetulan
rnasa datang.
saya telah diterinia di Universify of Oregon, Amerika-serikat pada
Setelah Sidang MPK HMI di Ciloto, saya mulai kembali akhir tahun 1987 itu. Ketika menyelesaikan PhD saya tahun 2000
*'
berhubungan dengan Mas Solichin. Beliau termasuk yang di Oklahoma State University, Amerika Serikat, saya mendapat
bergembira menerima berita tentang keputusan sidang iv{pK ajakan lagi dari Mas Solichin untuk kembali rnenjadi pegawai
HMI itu. Pembicaraan kami mulai mengalir lagi seperti aui tahun di Departemen Perind'ustrian. Kebaikan dan ajat<A3 Mas Solichin
sebelumnya. LagiJagi Mas solichin men,njukkan perhatiannya ini ddak pernah akan saya lupakan sbumur hidtip saya, tetapi
yang tinggi atas perkaderan HMI, yang sampai berakhimya saya lebih memilih mengajar di perguruan tinggi dan ternyata
kepengurusan saya, PB HMI merasakan manfaatnya aias akhimya kembali ke dunia politik ketika saya memenuhi ajakan
perhatiannya itu. Tidak hanya sampai disitu, Uas -Solictrin $
Akbar Tandjung menjadi calon anggota legislatif dan kemudian
juga menawarkan saya untuk menjadi pNS di Departemen terpilih sebagai anggota DPR RI pada pemilu 2004. Pilihan Akbar
Perindustrian setelah menyelesaikan kepengurusan pB HMI Tirdjung di Pemilu 2004 dan juga kini pilihan M lusuf Kalla untuk
tahun 1985. Akbar Tandjung sebagai pimpinan Golkar ketika siya tetap dicalonkan pada Pemilu 2009 ini, sebagai Caleg Nomor
itu, juga mengajak saya uniuk masuk menjadi anggota Golkar, urut 1 Dapil Kepulauan Riau dari Partai Golkar, sesungguhhya
yang kemudian saya tercatat menjadi anggota partai ini sejak
..
masih sulit saya pahami apakah karena saya mantan Ketua
tahun 1986, tidak berapa lama setelah saya menyerahkan jabaLn Umum PB HMI ataukah saya seorang Doktor bidang ekonomi.
Ketua Umum PB HMI pada Kongres HMI di Fadang. Iirhku.,, Apapun, saya cenderung setuiu dengan Mas Solichin, bahwa cara
menjelarrg Pemilu 7987, saya diajak oleh almarhum soekarton, perjuangan yang benar akan mengokohkai'r nilai-nilai kebenaran.
ketika itu sekretaris Dewan Pembina Golkar, untuk dicalonkan. Kesan inilah yang membuat saya merasa terpanggil untuk
menulis tentang Mas Solichin melalui tulisan ini, begitu beliau
142
143
Hllll Eandcadimuka Ma hasiswd

menulis SMS ke saya, yang membuat saya seolah mendapat


suatu kehormatan berpartisipasi dalam menuliskan tulisan ini
sebagai penghormatin saya kepada senior yang saya kagumi,
Mas Solichin

r1l

lili
ll ,,
I
\
f;
[,i

.f
t" I
I

1M
I
(

Hflll Eandradimuka Mahastswa


I
I
t\
I NASKAH 5 DOIORIN PERIUANGAN HMI
1r
,rl Berikut ini dipaparkan 5 Doktrin Perjuangan HMI, yaitu :
.t
,t
I

1. Pemikiran Keislaman - Keindonesiaan HMI


2. Memori penjelasan tentang Islam sebagai asas HMI
3. Tafsir Tujuan HMI
1l

4. Tafsir Independensi HMI


I 5. NDP (Nilai-nilai Dasar Perjuangan) HMI
'lr I
4J
1,, i
I

It
,t
J

I
1

I
ll
I

;d

147
Htlll Eandtadimuka Mdhasisrrya

1. PEMIKIRAN KEISLAMAN- KEINDONESIAAN HMI


(Ditulis dari Disertasi S-3 Prof. Dr. H..A,gusdalim Sitompul)

A. Wacana Pemikiran Keislaman - Keind6nesiaan HMI


Pemikiran manusia tentang berbagai aspek kehidupan
berpotensi unfuk berkembang secara . terus-menerus.
Perkembangan pemikiran manusia. itu distimulasl baik ,oleh
ide yang berkembang dalam dirinya sendiri maupun dari luar.
{ Manusia hidup dalam sejarah, dan selalu berkembang karena
i$
potensi yahg dimilikinya. Kesadaran historis dalam diri manusia
, memungkinkan dia memahami bahwa segala sesuatu mengenai
tatanan hidup manusja ada sangkut paubrya dengan perSedaan
zarnan dan tempat.

Pemikiran keislaman - keindonesiaan HMI adalah bugrrn


dari dinamika sejarah intelektual Islam di Indonesia. Sejarah
intelektual di sini menyangkut soal hubungan antara apa, yang
dikatakan orang dan apa yang dilakukannya. Sejarah intelekfuaL
mencoba menilai -sifat dan efek suatu ide atau kumpulan,ide
yang menyebabkari manusia harus memberi penllaian terhadap
persoalanyangberlangsung di masa lalu. Suatu unCur dari sejarah
intelektual ialah memberi penjelasan kepada rakyat tentang ide-
ide sehingga mampu mempengarirhi pengertian dan pemikiran
mereka tentang apa-apa yang teriadi'di masa lalu. Tindakan ini
akan memperkaya bahan dan atau interpretasi dalam penulisan
.:1_. I sejarah.
d
t Belajar dari narasi di atas, dapat dikemukakan bahwa
perkembangan' gagasan pemikiran keislaman-keindonesiaan FlMl
adalah,sebagai stirdi tentang hubungan'antara apa yang pemah
-l dikatakan dan dilakukan'orang lain. Studi atas gagasan-gagas€ul
<J
yang sugestif di masa lalu dapat memunculkan ide atau gagasan
baru yang dirumuskan generasi yang datang kemudian, unfuk
memenuhi tuntutan kebutuhan manusia seperti dicita-citakan.

149
Hllll EaMradimuka M ahasi swa
Hml Eandradim$d Mahasisra,ra

B. Perkembangan Pemikilah Keislaman - Keindonesiaan fnvtt


pemikiran organisasi Islam terdahulu terhadap pemikiran yang
, Sudah dibahas hubungan HMI dengan organisasi Islam dikembangkan HMI. Setelah HMI berdiri, berlangsung Proses
terdahulu. Akumulasi sejarah intelektual yang diungkapkan di pelembagaan ide atau pemi$*
dalagmy+ tampak memberi isyarat adanya hubungan historis
ttT organisasi yang membuat
pemikfuan tersebut terus hidup. Realitas dunia ini, juga sejarah
antara_organisasi Islam, sepertiSDI,IIB, MAI, dan Masyumi, dan manusia sesungguhnya hanya merupakan pengejawantahan ide-
berdiiinya HMI. Kemiripan itu juga dapat dikenali dalam sifat ide.
dan karakter pemikirannya. Karena'itu, HMI berdiri bukan dalam
suasana hampa sejarah. Bagi HMI, sifat dan karakter pemikiran
organisasi-organisasi keislamatr ikut menjadi latar belakang
Pemikiran manusia memiliki potensi untuk berkembang.
dirumuskannya tujuan HMI :
Sebagai gagasan manusia, dengan sendirinya pemikiran
a) "mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia keislaman-keindonesiaan HMI jirga memiliki potensi untuk
dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, di dalamnya berkembang. Sebagai sebuah sejalah perkembangan intelektual,
' tekandung waw:rsan atau pemikiran keindonesiaan, dan .
pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI selama 50 tahun
b) "menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam' pasang surut. Untuk melihat dan membahas Pasang
di dalamnya terkandung pemikiran keislaman. surut perkembangan pemikiran tersebut, pemikiran keislaman-
keihdonesiaari HMl.dapa't dibagr menjadi tiga periode. Fertama,
Dalam perspektif historis, tebentuknyaflB merupakan awal periode L947 - X965; Keil.ua, periode L966 '1984; Ketiga, periode
penghubung secara inspiratif dan aspiratif bagi berdirinya partai- \985 -7997. Akair tetapi yang dijelaskan di sini hanyalah periode
partai Islam, Studmt Studie CluCIlW, PII, dan lain-lain. B"grtu ketiga, yaitu L985 - 1997 sebagai berikut.
pula dengan mencerrnati pemikiran keislaman-keindonesiaan
FMI, pemikiran itu tanpa ada pertalian kesejarahan dengan ide
sebelumnya. Pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI muncul P ertam a,Sumber-sumber Pemikiran Keislaman - I(pindonesiaan
dalam ruang sejarah, terkait dengan kondisi sosiokultural dan HMI
lingkungan historisnya. Pemikiran keislaman-keindonesiaair
IMI terdewasakan oleh proses sejarah yang kait-mengkait dalam Walaupirn tidak sedinamis seperti perkembangan
sebuah proses timbal balik dan saling mengisi antara kehidupan
sumber-sumber pemikiran keislaman-keindonesiaan IIMI 1965 -
19&[, tetapi pada 1985 - 1997 pemikiran HMI tetap menuniukkan
nyata dan idealisme HMI. Pemikiran keislaman-keindonesiaan
HMI yang dirumusan selaras dengan tuiuan HMI, bukanlah suatu
I
dinamika yang berarti. Hasil penelitian di lapangan menunjukkao
pemikiran yang seketika jadi. Pemikiran tersebut termatangkan bahwa sumber-sumber pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI
, periode 1985 - 1997: $) Paircasila sebagai satu-satunya 3sas HMI
setelah melalui proses sejarah yang rumit terkait dengan berbagai Irt
,E berserta penjelasannya yang diputuslan Kongres-16 HMI di
aspek pemikiran yang ada pacla organisasi-organisasi Islam yang
I Padang 1986 menjadi rujukanpemikirankeislaman- keindonesiaan
sudah ada sebelum HMI berdiri. Pemikiran HMI tidak tumbuh
dengan sendirinya tetapi menyambung dengan pemikiran HMI. (2) Pasal 3 AD HMI tentang Identitas $ganisasi HMI
organisasi dan atau pemikiran tokoh terdahulu sebelum HMI yang menghimpuh mahasiswa yang beridentitiskan Islam dan
berdiri. Ada proses transnrisi dari gagasan tokoh dan atau bersumber pada Al-Quran dar! Sunnah. (3) Naskah Pidato Dies
Nataies HMI 1985 L997 sebanyak 8 buah. Naskah tersebut adalah

1i0
151
Hftll Eandradimuka Mahasiswa Htltl EaMt'adimuka ruanasiswa
.

Pidato Dies Natalies ke-38 (1.985), Pidato Dies Natalies ke-39 fungsional dan implementatif dalam segenap aspek kehidupan.
(1986), Pidato Dies Natalies ke42(1989), Pidato Dies Natalies ke- lslam adalah ajaran yang hak dan sempurna untirk mengatur umat
4zgoeo1, Pidato Dies Natalies ke45(L992), Pidato Dies Natalies manusia bbrkehidupan sesuai dengan fitrahnya sebhgai khalifah
ke47(194), Pidato Dies Natalies ke-49(1"996), dan Pidato Dies di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan difi semata-
Natalies ke-50(1997). (4) Rekomendasi Kongres sebagai sumber mata kehadirat-Nya. Kehidupan yang sesuai dengan fitrahnya
keempat sebanyak enam buah, yaitu.Rekomendasi Kongres ke'16 adalah perpaduan yang utuh antara aspat duniawi dan ukhrowi,
HMI(1986), Rekomendasi Kongres ke-17 HMI(1988), Rekomendasi individual dansosial sertaiman, ilmu, danamal yang menjadi syarat
Kongres ke-18 HMI(1990), Rekomendasi Kongres ke-19 HMI(1992), mutlak bagi pencapaian kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
Rekomendasi Kongres ke-20 HMI(1995), dan Rekomendasi kelak. Selain itu, bagr HMI, Islam merupakan sumber motivasi
Kongres ke-21 HMI(L99}.(5) Buku-buku tentang HMI yang dan inspirasi yang senantiasa memberikan gairah untuk hidup
menjadi sumb6r kelima pemikiran keislzrman-keindonesiaan HMI dan berjuang yang tidak habis-habisnya sesuai tuntutan AlQuran
sebanyak 18 buah. dan As-Sunnah seperti digambarkan lebih terinci dalam ketentuan
organiiasi berupa Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NIDP) HMI.
Kedua, Pengertian Pemikiran Keislaman - Keindonesiaan HMI In*ip sosio-aspiratif keindondsiaan dalam HMI, yang mewamai
dan membentuk paham kemasyarakatap dan kebangiaan,'dapat
Memasuki periode 1g8il1g97, pengertian pemikiran dimengerti karena tempat kelahiran, kedqdukaru serta keberadaan
keislaman-.keindonesiaan HMI mengalami perkembangan. peran HMI di bumi tercinta ini. Untuk itu pula HMI berkewaiibari
Selain sumber-sumber pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI mengambil tanggung jawab ikut mewuj udkan nilai-nilai berbangsa
sebagaimana telah disebut di gtas, berbagai ungkapan yang dan bernegara sebagai tugas utama dalam menjalankan fungsinya
disampaikan para pengurus dan alumnus HMI tampak ikut di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Pemyataan ini diyakini
memberi isi terhadap proses perumusan pengertian keislaman- HMI dengan sesungguhnya; bukan hanya panggrlan kewajiban
keindonesiaan HMI. Ungkapan-ungkapan tersebut, beberapa di sebagai wargi negara tetapi bahkan merupakan parig$lan agama
antaranya dapat disimak berikut. yang mengharuskan mencintai dan membangun.tanah tumpah
darahnya."
Pada peringatan Dies Natalis ke-'38 HMI5 Februari 1985,
Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana sosio-aspiratif
Ketua Umum PB HMI, Harry Az)tar Azis, menyatakan:
yang terkandung dalam akar sejarah sebagai diungkapkan di
"Dalam akar seiarah tersebut terkandung prinsip-prinsip I muka, HarryAzhar Azis mengatakan:
aspirasi yang menjadi jiwa, bentuk, dan sifat "masyarakat" HMI
. "Sosio-aspiratif yang berdimensi keislaman sesungguh-
dalam lifigkungan masyarakat bangsa Indonesia. Prinsipprinsip
yang merupakan sosio-aspiratif organisasi ini, sejak awal ber-
nya merupakan perwujudan kehendak HMI untuk dapat
ig
mengimplementasikan ajaran Islam dengan sebaik-baiknia di
dirinya telah terpancar dan sekaligus menjadi citra kedirian HMI. !
€s kalangan para anggotanya sehingga benar-benar ajaran Islam
Prinsip-prinsip yang telah menjadi sosio'aspiratif HMI tersebut:
dapat diterapkan seperti tuntutan Al-Quran dan As-Sunnah,
keislaman, keindonesiaan, kemahasisvraan, dan independensi.
yaitu sebagai pemberi rahmat serta manfaat pada lingkungan
Bagi HMI, Islam merupakan ciri utama. Karena Islam diyakininya
kehadirannlra. Berarti Islam akan tercermin dari tingkah laku
sebagai suatu sistem nilai absoiut yang sekaligus memiliki nilai
para anggota sebagai pembawa keselamatan. Karena ajaran

I53
H{lll Eandradimuka Mahasi swa Hllll Eandradimuka Mahasiswa

Islam sesungguhnya dituunkan bukanlah untuk mendatqngkan keindonesiaan dan kemahasiswaan, HMI iuga, harus talr1Pil,
malapetaka apalagr'bencana, bukannya pula untuk mencipt kurr sebagai pendukung nilai-nilai keislaman. SekaliPun duku4gan
l

suasana ketakutan apalagi kekacauan. Begitulah keyakinan HMI, paaa nitai-nilai keislaman itu tetap dalam format yang tidak.dapat
da4 keyakinan ini se^quai dengan kemuliaan dan kesucian ajaran aipir"tk"t dari keindonesiaan dan kemahasiswaan Artinya,
Islam itu sendirl irntuk mendatangkan suatu, masyarakat'ad.il, penghayatan HMI pada nilai-nilai keislaman tentu'tidak dapat" -

rakmur, damai, sentausa, selamat, dan sejahtera, seperti yang i"pu! a*i fingkungan keindonesiaan. Dan juga tidak lepas dari
digambarkan AlQuran yaitu Batdatun Thoyyibat n Wa nobbun niiai kemahasiswaan. Karena keindonesiaannya itu HMi tampil
Ghofur." sebagai organisasi Islam dalam format dan citra yang sedikit
banyak berbeda dari organisasi Islam dalani kawasa4lingkungan
Sosio-aspiratif yang berdimensi keindonesiaan
budaya besar Arab."
I sesungguhnya merupakan paham kemasyarakatan dan
kebangsaan yang dapat dipahami sebagai perwujudan kehendak
J
HMI membangun bangsa dan negaranya sesuai dengan Tentang hubungan keislaman-keindonesiaan dalam'
i, pandangan dan falsafah hidup bangs4 yaitu pancasila. HMI, Ahmad Syafi i Maarif menulis:
"Proses IslamGasi itu haruslah ditempuh dengan jalan
Tentang pengertian spesifik pemikiran 'keislaman-
T
damai melalui saluran ko#Utusi.dan Peraturan-Peraturan'yang
keindonesiaan Nucholish Madjid dalam salah satu turisannya berlaku. HMI tampaknya cukup sadar akan hal ini Ini merupakan
mengatakan bagian dari persepsi keislaman HMI daldm sebuah negara yang
berdasarkan Pancasila. HUi ini "membangun identitasnya dalam
Dalam HMI, keislamgl-keindonesiaan telah terpadu
secara kerangka lndonesia". Jika cara irri yatg kita tempuh dalam
sehingga dalam mengekspresikan keislar"anoya
ld, sekaligus
HIv[ telah mencapai tufuan benturan-benturan antara nilai-nilai keislarrtan
menyatakan keindonesiaEnnya. Dalam'
pandangan HMI, komitmen kepada keindonesiaan merupakan dan nilai-nilri y*g dijumpainya dalam kultur atau subkultur
kelaniutan dari sistem keimanannya. HMI mengindonesia llrena ' Indonesia akan dapat menjirnkkan unsur-unsur yang kurang
hendak mengejawantahkan nilai-nilai luhur yang diserapnya dari sehat, jika bukan destruktif, yang mungkin teidapat dalam
subkultur bangsa kita."
ljgan-ajaran Islam. Maka dalam mengislar+ HM rnengislam
dalam wldah yang dikaruniakan Tuhan kepadanya yaitu Pandangan lain mengenai hubungan keislaman-
tanah air lridonesia. Keislaman-keindonesiaan Ua$ Hfr-A b-ukan keindonesiaan dikemukakan'Akbar Tandjung, Ketua Umum
masalah altematif satu sama lain, tetapi dua sisi dari sekeping PB HMI periode 797't - 1974. Akbat memberikan kontribusi
mata uang." pemikiran tentang Islam dan Indonesia sebagai satu kesatuan.
Rumusan tujuan HMI yang petama, menurut Akbar,,tergambar
Dalam tulisannya ya_ng
mengatakan, ' r ---o lain, Nurcholish Madjid bahwa sejak awal HMI berbicara tentan-g Islam dan Indonesia
sebagai satu kesatuan yang integral. Islam dan Indonesia tidak
boleh dipisah-pisahkan. Faktor inilah juga yang mendasari
"selain keind.onesiaan atau kebangsaan dan kemahasiswa-
kepribadian HMI yar,g memadukan keislaman dan keindonesiaan
aru kualffikasi HMI sebagai gerakan pemuda adalah keislaman.
dalan komitmennya. Bagi HlvII, rnemisahkan Islam dan Indonesia-
Maka, selain harus tampil .sebagai pendukung nilai-nilai

154 155
Hml Eandradiniqka Mahasiswa
Hml Eandradimuk? Mahasiswa

justru akan membelah visi, misi, komitmen, dan kepribadian Menyadari plttralisme sebagai kondisi oUiekli{
bangsa Indonesia dan kec-end:T"g* te
"dur,y" arah konvergensi
HMI; Kelahiran HMI dan pe4uangannya bukan' ,"*o beqpendapat bahwa penyaran
unfuk kepentingan martabat umal Islair, tetapi sekaligus bagi nasional yang mantap, Nurcholish
pemahaman
peningkatan derajat banpa Indonesia. Jur, f"trl"*6u"g* Itir* di Indonesia memerlukan
dia mengaiukan argumen
aun strategi yang matang. Kemudian
Sekalipun nilai"
:Sementara
itu, Ahmad Syafi,i Maarif berpendapal p*i""y" ii,"graii keislaian d11 kernfoysiaan' petatsanaan
tetapi
lif"i aL 4ar"an lstam itu bersifat univeisal'
"Bahwa masa depan Indonesia harus disiapkan dengan ug"*u Islam menuntut penggtahuan -da1 pemahaman
"iirur, "lingkungan sosial-kultural bangsa Fdoi:"-: secara
ltrategi
yang mantap, agar masyarakat pancasila yang diinginian ,1r,,*g
politik'
itu menyatu dengan citra dan tata sosio-poritik yang dlcita-citakan keseluirhanl TermErsuk di dalamnya Tasalah -dd"+
Islam.lslam merhang tidak mungkin dipisahkan d"engan cita-cita kerangka korsep negara-bangsa' Hal itu disebabkan karena
kemasyarakatan karirn hal iti,riu.prt r, bagran y#g *u.y"to bangsa lndonesia tt:"*o;d :-"tg .bangsa
yang memiljki
itu'.'menurut
dengan struktur ajarannya." heteiogenitas tertinggi secara fisik' Heterogenitas
Nurcholish, bukan slia merupakan sesuatu
yarrg $:!ah Ftry'
fakta ini ia
Adapun Fachry Ali berpendapat sebagai berikut ieta-pl id harus diperhitungkan,Jvtelerrratikan
berijtihad dengan *l"gtFk; setiap.'3g6 ryta|.sanatl
:

' kondisi sosial


"Terdamaikankah ketegangan islam dan nasionalisme?
4r.lo r"f"- di"Indonesil harus memperhitungkan
Di lndonesia kita menernukan kenyataan lain. Islam, oleh brduya y"r,g ciri utamanya adalah pertumbuhan'
perkembang
karena rentangnya terah melintasi Latas etris dan kulturar
aahl struktughorizontal masyarakahrya telah
-tegetaragaman
Pada 1986, Nurcholish Madjid' dua kali
meniadi akar yang palingfundamental ba6 tumbulurya semangat meny-ampaikan
nasionalisme. Tapi mungkin juga karena-kecendurungar, se;aiarr p.emikiran pemikinan keislaman
pendapatnya tentang pengertian
telah tertransformasikan ke aaam bauak baru. Dan peniuarkny+ I t"i.,aor."riaan HMi. lama,keik'amemberikan-kata pengantar
per
Y*g *qApakan bagian terbesar pemeluk age.m4lsUm ai dunia dengan Seiarah
dalam buku Pemikiran HMI dan itelevaniinya
tidak melihat adanya pertentangan itu.,, berikut ini:
n".io"rrg"o Bangsa Indonesia, sepefti {ikutip
Nurcholish Madjid menolak jika keindonesiaan semata- 'Dari lontaran-lontaran pikiran itu kita
memperoleh
mata bertitik tolak dari ikatan primordiar dan emosionar yang dan geialalndonesia'
gambaran bahwa HMI adalah gelila tstam
didasarkan pada titik temu semangat kedaerahan serta olsesi terpadu secara utulu ""ftittggu tiAam mengekspresikan
kejayaan Indonesia masa lampau. Bagi Nurcholistu masalah t"i"t.muonya itu, I{MI teLaft sekaligus -*""y1**
D{am
kegfonesiaqn erat kaitannya dengan sifit mental yang dibentuk keindonesiaannya, dan dengan demikian
pula sebaliknya
melalui pendidikan Menurutnya, hasil pendidikan iiilah yang pandangan ko*itrnen kepada keindonesiaan meruPaxan
fil'it,
memberi kesadaran kepada sejumlah orang yrr,g rr.uar,til kelanjutan dari sistem kepercayaannya: HMI
mengindonesia
perjuangan kebangsaan, membukakanjalanmen'u keriercrekaan.
karena hendak -mengejawantahkan nilai-nilai
luhiir yang
paling besar dampaknya adalah menyelenggarakan HMI
Calam mengislarru
I*S diserapnya dari aiaran'aiaran agama' Maka
Kongres Pemuda, dengan Sumpah pemudanya.
mengislam dalam wuduh yu't! a*""tiakan Tuhan kepadanya'

157
156
FlCIl Ea.ndradimuka MahasiEwa
Hllll Eandradimqka M ana s iswa

hal-hal yang
yaitu tanah air lndonesia. Keislaman dan Keindonesiaan tawaran kultural itu tidak semata-mata menunjukkan
d.llam suatu format yang
bagi
HMI bukanlah masalah alternatif satu sama Ufr,; i"t"pir.Urgrr ,"*pit, tetaPi kultural yang mencakup
h?rus responsif
dua sisi dan sekeping mata uxrg.',
*ffiu t"*"a aspek. Xrair,tawaran-kultumlitu
terhadap tuntutan'untuk memenuhi tgUututq
kontemporer'
Xriigo,ir*** kultural yang tampil itu merupakan tryit {ia-tog
h {Ttua,ditulisnya untuk Wawasan Asasi yayasan Wakaf
Paramadfura, substansi yang a""i"" t"uutuhan ruan; aan ivattu' Kiempat' penamt'ilan Islam
dihrlisnyl untuk fffr,ff y*g pemah
dipimpurnya selama dua pJriode, d.;;"" yang ditorehkannya di Iidonesia harus secaia inklusif dan mengakhiri penampilan
I i, Yayasan Wakaf pdramadina yang dipi-mpir,ryi
di
yang eksklusif.
ru.,gga sekJrar,g
adala! sama. yang membeaikanny" f,*y" to#uUsi tata_
11u
kata, seperti dikutip berikut ini :
Ketika tampil menyarnpaiknn orasinyl--di-hu9"P.T
Kongres te-iO fnrn di Surabaya
januari 1995' Nurcholjsh
peserta
1r 'mengataka.I bahwa selain keindoneiiaan atau kebingsaan dan
ilJ , . . "Sebanding - dengan kesejajaran manunggal antala kemfhasiswaan, sebutan HMI sebagai gerakan
pemuda-'d{+
keislaman dan keindonesiaan, *r*rr* keisliiran pada HMI harus tamPil sebagai penegak rular-
lt,l", keislaman. selain
I
]nkikatnya menyatu dengan wawasan asasi keindonesiaan nilai keindonesiaan dan kemahasiswaan' HMI
juga \aru1 maiu
berdasarkan nilai-n,ai dalampancasil4 yang terah keislaman' Dukungan k9f3da
Ir
mantap sebagai i"ra"pur, mendukung nilai-nilai
nilai-nilai kesepakatan luhur bangsa hioneiia itu. Kese,alaranitu saling berkaitan
rg, keindonesiaan - keiJlaman - kemahasiswaan
menyatatan diri dalam bertuk hu-bungan saling nilai-nilai'keislaman'
mg"op*g ;i"r" erat. Artinya, bahwa penqhayalan Htvtt pada
keduanya, yaitu bahwa ajaran_ajaran lgr*u menyeaiaUi
yang kaya dan tak habis-habisny" .r.tt pengisian
bahan iia* Ui""iupas dari nilai kemahasiswaan' sebagai insan akademis'
nyata nilai_ Keindonesiaan HMI tampil sebagai organisasi
Islam
-{afam
nilai Pancasila, dan pancasila rhlmberi t e.an[ta kons'tusionat Islam
format dan citra yang berbed'a dari penampilan organisasi
bagr pelaksana€ul keisraman di lndonesia irungg" hgt"ngL budaya besar Arab mauPu{ Peisi6"
relevandengan+asl{f+-rSsa dannegara. Lebih ali i*,
;rkt" ;;k;;";rt
orang Muslim meyakini bah;
**g_
"gur.ru;y,
dapat menjaal ,rrr,Ul, Pemikiran keislaman-keindonesiaan-HMl terungkap
PeFSmlangan pelestarian kelembagaan nilai-nilui pur,""riiu ito dr*i",ai atas. Setelah djelabofasi terumuskanlah
melalui berbagai pranata--granata keigamaan a"frr" dalam berbalui
r"rry*"t"t. il;erti* feislaman-keindonesiaan HMI periode \985-1997
lGrena itu Pancasila, khususnya iari segi nilai-nilai
yang sebagai berikut :
dikandungnya, akan lebih kukuh dan lestari ri"tutri
pelaksaruan
ajaran-ajaran agama, secara bgnar, tepat, dan autentik,
khususnya "Terintegrasinya antara pemikiran keislaman dah
ajaran-ajaran Islam.,, keindonesia*rturai,tastitikternuPancasiladalamkehidupan
Tidak
BUgr Nurcholistr, persoalan teologi Isldm I .U"**y-"tat, berbangsa dan bernegara yang harmonis' antara
_ lrdonesia ialah terdapat kesenjangan at'tu'u keislaman-keindonesiaan'
bagaimana menjadikan umat Islam Inionesia tidak
merihat t lslam^aan Pancasill, selaras dengan realitas
sosial budaya- bangsa
lagr a$ajar=ak antara keislaman dan keindor,"riu*
Ull;rrt;; ;utama pertumbuhan' perkembangan'
Indonesia dengan ciri
ierwujud jika Islam juga bisa tampil dengan tawaran_tawaran a* t"*u1"*rrfrrt. Corak pemikirll keislaman-keld9n3si1an
kultural yang produktif serta tonstrukur. Tawaran-tawaran
HMI adalah substantif, proaktit inklusif intggratift ilmiah'
dan
tersebut, setidal--tiJaknya ada empat persyaratan.
;rr;;,
I
159
158 I
I
Hllll Eandradimuka Hml Eandradimuka Mahasiswa
Mahas iswa

modem. Pemikiran. keislaman-keindonesiaan Komentar para tokoh dan atau alurmus HMI tentang
HMI merupakan pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI dirumuslan melalui
ideologr HMI, menampilkan Islam yu.,g b"r"orak
khas Indonesia. serangkaiart wawanc;lra sebigai berikut : Mengenai keislaman
Pemikiran itu mampu:melakukan pIrubahan,
sesuai d"r,*_.,
-keindonesiaan HMI, A. Zacky Siradj mengungkapkan bahwa
111qta" kgntemporer mAn$y *ury:*ukut ,ai _rt_", ;i;f Islam itu memiliki nilai univelsal sesuai'dengan fitrah manusia.
diridhai Allah swr - masa dup* "rndonesia baru
bagairiianr
Di mana saja manusia itu berada selalu bejalan dengan nilai-nilai
Islam. Nilai Pancasila juga universal dan tidak bertentangan
Pengertian pemikiran keisraman-keindonesiaan dengan Islam. Begitu juga dengan nilai-nilai keindonesiaan.
mencakup
- HMI
aspek-aspek sosiologis, historis, dan filosofis. Mali-a substansi keiilaman-keindonesiaan itu terletak pada nilal-
-
Pemikiran HMI tersebut merupa[an ideologi
alternatif, aJi.o
-ai nilai universal yrng memihak pada nilai kebenaran. Pemikiran
kehidupan bermasyarakat, b".buogra afu
,I
Indonesia- Ideologi yang pernah ditlwarkan
U"*"i*u keislaman- keindonesiaanbisabertemu karena sejakkelahiran HMI
Soekarno tahun terjadi perkembangan pemikiran, peinahaman, keagamaan yang
J .1-926, yaita Nasionalisme, Iilamisme dan Marxisme tidak cocok dinamis. Luasnya wilayah geografis Indonesia; perlu dipersatukan
dengan realitas kondisi masyarakat Indonesia
yang berlanarrUo rnenjadi satu identitas budaya. Dari perspektif lndonesia baft
Pancasila. Malah ideorogi yang diintroduksi
I
menjlrys k9 Nlasionat -
fu"ia* so"t*o secara kultural maupun politis, identitas budaya menjadi sapgat
_ Komunis N;;J;i',ia"t konstruktif. Adalah kewajibarr seorang \Marga negara dan juga
llr
_As".".
sesuai lagi karena unsur KOM yelas_yelas
bertentantan;";;; sebagai lvlu-slim untuk selalu menyatu dalam memperjuangkan
Pancasila.
nilai-nilai universal. Bagi HMI, tidak ada dikotomi ataupun
r_^j_ r -
M*", d1g3.t dikemukakan bahwa pemikiran keislaman kesenjangan antara keislaman dan keindonesiaan, tetapi berada
-xernd.onesiaan HMI setagai; suatu ideologi merupakan dalam satu tarikan nafas yang sama.
_
flir;1"t jT^ll-:r,"sNasioniiJ*".irrurr,ir*u,Marxisme,yans Menurut Amir Radjab Batubara, HMI harus bisa membawa
orcetuskan lioekamol926
yyp,r., Nasional _ Agama _ tcorriunis nilai-nilai Islam kepad" umat manusia sebagai rahmat
(Nasakom) 196L, terbukti bahwa Marxisme
maupun Komunis ""t.r.ut
bagi alam semesta. Tentang implementasinya, hal itu sepenrrturya
f$ neryldiunggulkan di Indonesia dilaranj U".aur"rt*
Ketetapan MPRS No. XXV/1967. Dalam tergantung kepada HMI dan umat Islam sebagai khalifah di
pada iio, p"*iki;; muka bumi, dengan memanfaatkan teknologi dan metodologi
keislaman - keindonesiaan Um a"[t airrgk"t
menjadi ideolirgi
HMI berdasarkan beberapa pertimfangan bJrik piU*o,iiiu yang tepat, dan payung iman yang kuat. Menurut Amir Radjab,
rt,
ilp9gi itu digali dari realitas koidisi pendekatan yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai Islam untuk
ff "1
r\caua,
*;;yrr.kJ#;d.
dr antara dua uruur irr.eologi itu terdapaikonvergensi bangsa yang majemuk adalah pendekatan kultffal. Pemikiran
atau
*-rr,", yaitu pancasit" stuguYa;r* riugr", dan keiJaman-keindonesiaan sebagai ideologi HMI, bukan lagi
IS y*g.:
pandangan
sebagai siinbol. Pemikiran HMI harus mamPu menyuguhlSan
3*f lTl
rqeologr rni memiliki Td+ menfiakan kons"*rs r,asional. Ketiga,
daya lentur. Keempat, karena penduairk isi dan substansi untuk dapat menyapa bangsa Indonesia yang
Indone-sia mayoritas beragama Isram, dan
agama Islam itu sendiri pluralistik, sementara Islam sendiri harus mempunyai nilai
seluruh umat manusia, tanpa terlebih yang universal dan substansial. Berarti pelaksanaan pemikiran'
1e;t-L1,_1q,a,t,bagi
sanulu masuk Islam. Ke_lima, ideologi ini hanya
membicarakan keislaman-keindonesiaan HMI menjadi satu na-fas dalam
pemikiran yang bercorak substanslui y*g kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dilihat dari
menjadi kebutuhan
pokok manusia pada umumnya, dapat aitui*u
.*ry".rt",.-'*'
160 I6l
Hllll Eandradimulra Mah asi swa Hfill Eandcadimuka Mahasiswa

perspektif Indonesia, pemikiran keisraman-keindonesiaan HMI rrrcngisi. Kondisi ini berlangsung sampai kolonialBelanda datang
adalah satu nafas karena nilai Islam itu pada saat yarg ,.-r yrgu ke Indonesia. Kedatangan kolonialisme tidak saja mengganggu
nilai [ndonesia. Jika ditinjau dari perspektif tslamipemitiiran lslam di Indonesia, misalnya melalui kegiatan kristenisasi,
tersebut membahtu umat Isram daram menjalankan peranannya tetapi iuga memorak-porandakan nilai keindones-laan' B"q1u
sebagai khalifah di muka bumi. hi karena'pemil.iran keislaman tndonesia merdeka,Islani dan Indonesia kembali saling mengisi.
-keindonesiaan HMI yang bersifat universal, sehingga bisa Kesatuan Islam - Indonesia harus diakui setagai satu kenyataarr
menyapa seluruh umat manusia sekalipun non_musfim]-aduht dan harus diterima sebagai pembawa dampak positif, sehingga
tugas HMI untuk menciptakan kharifah-kharifah di muka bumi, menimbulkan saling pengertian dalam masyarakat. Atas dasar
yang mengemban amanah mengembangkan pemikiran fffrfl
ai kondisi seperti itulah, HMI memunculkan pemikiran keislaman-
pada level afapun dan kapanpun.b"r,g* keindonesiaan sebagai suatu ideolos yang dapat diterima oleh
'l TT^prn, derhikian,
HMI bertugas mencetak pemimpin-pe-i*pi" p.*irr,pir, seluruh bangsa Indonesia.
I bangsa, dan sekaligus sebagai pemimpin global. "rriut,
Ismail Hasan Metareum meiihat secara komprehensif
Ridwan Saidi melihat bahwa pemikiran keislaman_ pemikiran keislaman-keindonesiaan dengan cara
I
keindonesiaan HMI adarah sarah satu cara untuk menyatukan menghubungkan dengan Pancasila. Keislaman-keindonesiaan
t; bangsa Indonesia dalam nasior.alism", rlhir,ggu ini iremperkuat visi, orientasi, dan dasar negara Indonpsia'
-kerangka
pemikiran tersebut. serasi dengan posisi Istm-Indonesia yang seperti ini harus dikembangkan
Negara Kesatuan nep"6iit
' Infgnesia OIKRI) Memaksakan Istam sebagai dasar negara HMI. Karena ittr, warna p"q*r"rtgur, HMI lebih diterrtukan oleh
nt
tidak realistis, karena beberapa provinsi dan atau daerih ada mainstream ini. Ismail Hasan melihat bahwa pemikiran keislaman
yang mayoritas penduduknyalnon_muslim. HMI Iahfu dalam -keindonesiaan HMI relevan dengan neg?ra lndonesia -yang
pluralistik. Karenanya, keberadaan HMI mendaPat temPat di hati
l9nlisi seperti itu - kemajerr,ukan. Karenanya, suatu Islam yang
yytr l, tetapi tidak eksklusif harus dihadirkan di masyarakat luas. Untuk mengkombinT+""- Pj"getahuan. dan
pun ikit* Islam yang dikembangkan di Perguruan Tittgtr
fghidupan bermasyarakat Indonesia yang berd.r-turipur,"rjU. "gu*a
Menurut Ridwan Saidi, dalam pancasila, HMI ingrn ig*u dengan pengetahuan pemikiran-umum yartg dipelajari
""g"ru=
membangun suatu sistem Islam. Sesungguhnya upaya i"i t"iuf, di" Perguruan fing6 umurnT pada 1959 HMI mengadakan
dilakukan oleh Imaduddro Egry Sua;ar,i)arif nafrffi dan lain_ pendidikan dasar Hlvfl. Gabungan antar dua. tradisi keilmuan
liain, tetapi usaha mereka masuk dalam subsistem Isram.
sementara ii utu. ditindakianjuti.HMl deirgan jahn hrerumuskan Sistem
Nurcholish Madjid, menurut Ridwan Saidi, ingin tampil beda. PendidikanDasar HMl.
Umat Islam harus berada dalam sistem bangsa lndonesia yang
berdasarkan Pancasila, bukan membangun ,rib"i"t"- Islam yang Munculrrya pemikiran keislaman-keindonesiaan !IMI'
ditempelkan dalam sistem nasional. menurut Sulastomo, k*"ttu para pendiri HMI menyadari benar
bahwa lndonesia itu pluralistik. Mempertirnbangkan kondisi
Keislaman-keindonesiaaru bagf Deliar Noer, tidak bisa sosiologisyang plural itu, HMI mengambil sikap independen- Sikap
dipisahkan. Islam di Indon€sia sudah ada sejak berabad-abad, inaepeiden dlambil agar HNII dapat menempatkan diri sebagai
dan sudah membumi dengan keindonesiauo. Irlr- masuk ke pemersatu, perekat din mediator di tengah-tengah masyarakat
Indonesia secara damai, dan ini merupakan satu kekuatan. yang mulem.tk. HMI mengambil gikap- itu dengan meletakkan
Antara keislaman dan keindonesiaan iau titit temu saling poriii HN1I dalum kerangka umat dan bangsa Indonesia' Peran
163
162
Hllll Eandradimuka Ma hasisrnza Hfill [andradirnuka Mahasiswa

fungsi pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI, Anas Urbaningmm mengatakan bahwa konsep pemikiran
lan kata
.Sylaltomo,
ibarat pendulum, yang terus_menerus bergerak ke keislaman-keindonesiaan HMI mesih menjadi kerangka yang
kiri dan ke kanan. Untuk dapat mengimplementasikun pfmikirun rclevan dan terus berkembang di. HMI. Pemikiran Islam yang
keislaman-keindonesiaar, rnat, sehiuh aktivitas HMI
dt*fi;^ climaksud ialah pemikiran tanpa label Islam simbotk, pemtklran
unfuk mgnopang pelaksanaan pemikiran tersebut rupurq..,g yang lebih substaruial, dan lebih berupa spirit Islam. Kalakter
waktu. Pemikiran keislaman-keindonesiaan bagi uul^adarah pemikiran jeiris ini lebih strategis dari pemikiran yang hanya
sebagai satu kesatuan yang berkesinambungan tJ.,pu mengusung simbol-simbol. Pemikiran ydng lebih mengedepankan
p,rfrr, aur.,
menempatkarulya sebagai sebuah ideologi ge.ukun. spirit Islam ini, relevan dengan perkembangan kontemporer,
keadaan dunia yang senantiasa membutuhkan partisipasi yang
- Perspektif dan wawaffln pemikiran keislaman_ serius. Pemikiran seperti itu, sekali lagi, memiliki potensi yang
keindonesiaan HMI, menurut Sulastomo, merupakan
sebuah besar untuk masuk pada wacana-wacana paling utama dalam
ideologr yang paling cocok untuk Indonesia. Wr*rru.,
,io, konteks' politik ekonomi, demokrasi, membangun budaya
pemikiran HMI merupakan rumusan terbajk, karena
meng_ yang emansipatoris, politik yang egaliter, juga tradisi oposisi,
arahkan semua aktivis HMI sebagai seorang Nasionalis_Islam.
berpikir alternatif, yang dibingkai kerangka teologis. Dalam
seorang nasionalis-Isram akan mudah ait"rii',, hidup
di negara konteks politik misalnya, politik itu bukan pertarungan merebut
yang mayoritas penduduknya memeluk Islam. Dalam
padjtu, kekuasaan, tetapi bagaimana .politik (demokrasi) membawa
komposisi nasionalis - Islr- *musan paling baik ian tepai manfaat untuk t"p"ttitgur, u-irm. Pada konteks seperti. itu,
ultuf dagat diterapkan di negara
"duluh
yang berdaiarkai pancasila da., substansi pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI dapat
pluralistik seperti Indonesia.
masuk dengan mengedepankan semangat dasar Islam, seperti
Bagi Nursal, landasan Lrpilak atau dasar pemikiran keadilan politik dan ekonomi. Semua konsep itu bersifat derivatif.
keislaman-keindonesiaan HMI aaatarr tujuan Dengan membangun pemikiran keislaman-kein(onesiaan FtrMI
HMi sendiri. yang lebih substantif, suatu agenda vertikal, yaltu hubungan
Rumysan tujuan HMI secara transparan menggambarkan
pemikiranitu. Sesungguhnya, implement-asi rumusanlirnafaskan dengan Tuharu senantiasa dapat berjalan sepanjang masa, seperti
Islam agak berat dan- rumiL ietapu tujuan i* memberi tuntunan dalam kehidupan- Hanya, agenda horizontal
pendorong, sekaligus konsekuensi logis karena
*"rrfrtr" oleh Anas dianggap iauh lebih PentinS. Misalny+ bagaimana
HMI harus mengembangkan dimensi sejarah HMI yang berada di wilayah
mencerminkan Islam sebagai salah satu identitas
mendasamya.
Perspektif pemikiran keislaman_keindonesiaan yang muatrnlah. Pemikiran Islam jenis ini cenderung mengembangkan
berhasil Islam yang holistik dan akgmodatif. dan sikap moderasi
dikembangkan HMI merupakan salah satu indikator -Tema
keLrhasilan
symber daya manusia yang ditempa HMf. Karakter Islam sangat strategis untuk membangun interaksi wacan l
keislaman
-keindonesiaan begitu kuat tertanam di dalam diri aktivis yang inklusif dalam zarnan modern Inilah uPaya-;uPaya yang
Hlr4I, dan karakter itu tetap terbawa pada saat mercka dilakukan HMI untuk mengembangkan pemikiran-pemikiranya
menjadi di tengah-tengah masyarakat pluralistik sehingga HMI marnPu
alumnus.yang berperan di berbagai medan kehiarpun.
dam menemukan keislaman-keindonesiaan menjadi sebangun.
aiunurus itu, juga para aktivis HMI, dapat memberi
vvarra Islam
dan kebangsaan di manapun mereka berada. Dengan
deinikian, Implementasi pemikiran keislaman-keindonebiaan HMI,
pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI reratif berhasir
dan menurut Anas Urbaningrum, salah satunya adalah memproduksi
berdaya guna bagi kepentingan bangsa Indonesia.

164 16s
Hllll EaMeadimutra Mahas Eandradimuka M ah a s i swa
iswa

Darmin P. Siregar melihat bahwa semangat kebangsaan


:u?*$ f"lgkil gagasan-gagasan kritis, sebagai respons
tl HMI, yang kemudian mewujud menj adi pemikiran
n keislaman
.Tfrei. masalah-
:1*:.1ip bahwa HyI mengembangkan
rertatna,
if",
berkembang." rurir.ui.,y.,
a

kr:islaman-keindonesiaan HMI, dimensi Islam dan dimensi


berpikii akademik, Indonesia. Dimerrsi.tslam bersumber dari akar umat Islam di
yang penjadi kerangka da9ar, sikap; dan perilat,, o.gJ;i.
lndonesia sebagai penduduk mayoritas. Semeirtara dimensi
T.pifl tanpa paradigma akan *"r"a,rki p.miti.ar,.pelr"ikirn lndonesiaberasal dari Pincasila sebagaiideologi negara di tengah-
t 3T":.0* itu
Ketnhsan .l"rilly." _tanpa arah. Kedua, beisikapGi il;;;"" tengah masyarakat yang majemuk. Keduanya teriadi integralisasi
adalah terjeniahan amar ma,ruf nahi mungkar.
Menurut pengamatan Anas, perspektif pemikiran yang harmonis.
keislarian_
keindonesiaan HMI- rn"tut"t u., derivasi lebih ke u"wrrr, Berdasar pada pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI,
I yang telah diproduksi1*,g1"
oreh umat Islam terdah,rtr. r"rrout*;"
adalah bagaimana pemikiran teistaman_tei^a"i*ir; membuat posisi perjuangan HMI menjadi sangat relevan, terutama
I

t, ::]<1r3g untuk membumikan ajaran Islam di Indonesia dalam kondisi


HMI bisa menjadi sociat theoiy dalam. masy*uUt fiaor,";.'*'
masyarakatnya yang sangat majemuk. IGrakter pemikiran HMI
Pemikiran keislaman dan keindonesiaan HMI sangat relevan diterapkan dalam situasi pluralis seperti lndonesia.
tidak bisa
dipisah, karena sudah-menjadi kesatuan. Dari persp"k,if Pluralisme bangsa Indonesia menyebabkan pemikiran HMI tidak
premikiran HMI tersebut dilaksanakan G;;; mengalami dikotomi. Pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI
untuk -u_r;"t* po
mikhan Islam dan rakyat Indonesia yang majemut rur,git berpotensi mempertemukan berbagai pemikiran yang
IsJam sebagai golongan mayoritas.
a"rig*-;;t
Tiia kida split perror*i7{,'il^ berkembang, guna' membangun Negara Kesatuan Republik
ideologi keislaman-keindonesiaan HMI. iGdu*yu lndonesia dengan wawasan yang sesuai dengan kondisi Indonesia
#"rrfr*
fbrgri runus dan konsekutnsi kemajemuk*1**y*itua
lndonesia' substansi pemikiran keisraman-keindonesiaan
yang majemuk.
HMI,
menurut Akbar Tandjung adalah membuat f"fr* Pendapat yang sama dikemukakan H.$. Nur Said
*"ryuai
dapat berinteraksi pli;I. dan Gurzal dalam sebuah wawancara di Pontiarnk. Keduanya
11*l*r{, .y*g dengan masyarakat
Dengan demikian,Islam dapat diterimal"-,r,
pi't* ai *ir"Ufit mengatakan bahwa sebenamya pemikiran keislaman-
'seperti keindonesiaan HMI sangat cocok dengan kondisi Indonesia
Tri ybagai rahmatan ril arimin.Isram inklusif id;;r.h
{n"lopori Nabi Muhammad SAW, ppda awal dakwah Islam. yang nnjemu! baik sekarang mauPun di masa mer-rdatang.
Nabi Muhammad,meTp:fatikan'sepenuhnya t"p".,tirrg* Kedua tokoh awal HMI di Pontianalg Kalimantan Barat, ini
Yahudi, Kristeru dan^ terjad intera.si meriyatakan bahwa rintisan pemiJciran HMI tersebut, baik
f:T:tuf iq3e
harmonis. Walaupun umat Islam mayoritas, fig
tidak berarti akan langsung maupun tidak langsung, telah terlihat lrasilnya. Namun
memp_eroleh berbagai prioritas dan-keistime*"ur,.
-au"
fffraf keduanya juga berharap agar pemikiran HMI yang inklusif itu
umat Islam harus menjadi pelopor berbuat sebanyak
unttrk kepentingan bangs4 yur,glrgu berarti telah
ilr* lebih dimanfaatkan sedemikizln ruPa, agar berhasil dan berdaya
berbuat...jtrt guna, supaya ditingkatkan implementasinya ke tengahtengah
kepentingan umat Isram Jika.ftidi maupun
berbuat unlk kepentingan kelompok Isllm,
;; iril^-r;; masyarakat. Semestinya yang diutamakan adalah realisasi dari
akan bisa mengJit pemikiran, dan tidak sekadar menggagas, tetapi juga harus
dengan sendirinya, perdahal orr,ui I"lr* itu
besar. X"r"rru"ito, cekatan memperjuangkan dan rnelaksanakan secara nyata:
secara substansial HMI maupun umat Islam
harus U".uj. Ji
dalam dan memasuki semua tehidupan bangsa
Indonesia.

167
166
H{Ill Eandradimuha Mahaslswa
Hflll EaMradimuka Mahastswa
merupakan elaborasi dari tujuan HMI. Ketika itu HMI ditantang
Jika kembali pada awal mula berdirinya HMI, menurut ,"*u ideologis. Untuk menjawab tantangan tersebut, harus
Nurcholish Madjid, l,afran pane merupakan personifikasi dari dijawab to"ti konkret dan secara ideologi pula'
pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI. Dikatakan demikian,
-
Nurcholish berpendapat bahwa pemikiran keislaman-
lengan melihat keteguhan iman dan amal perbuatan Iafran
Pane yang sangat tulus, jujur, dan tawadtr, dan demokrat. Amal keindonesiaan HMI memiliki nilai universal dan realistis dalqm
perbuatan tersebut oleh Nurcholish Madjid dikatakan sebagai konteks Indonesia. Dalam kaitan ini, HMI dapat dikatakan
t,l] kumpulan dari akhlak pribadi yang sangat terpuji, dan sanlat merupakan miniatur lndonesia yang dapat mempresentasikan
dihayati beliau. Lafran Panq, di samping sebagai-Muslirn juga berbagai hal, seperti asal kedaerahan dan pemikiran'- Elika
seordng nasionalis, yang mempunyai wawasan sendiri; berbeJa keban!:saan berdasarkan Islam yang dimiliki HMI belum dj"lryI*
dengan partai politik yang ada pada waktu itu. perbeddan secara"tuntas, karena ketika itu belum aktual. Yang paling efektif
itu tampak, karena L^afran Pane ketika mendirikan HMI lebih dilakukan HMI adalah mensosialisasikan pemikiran HMI
mengutamakan kepada semangat kebangsaan. Karena ketika tersebut, yang meliputi seluruh strata sosial dalam masyarakal
mendirikan HMI pada saat itu usaha mewujudkan kebangsaan HM harus mendukung setiap gagasan secura universal, lqd'gr
Indonesia baru berusia 2 tahun. Hal ini tergambar dari r"rrr-jusan gagasan itu tidak bertentangan dengan Islam. Melalui pendekatan
Lp'etti itu, yang menjadi fokus masalah adalah bagaimana Islam
lujuan $tn brrtir a), yaitu : "Mempertah.*r" Negara Kesatuan
Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia". y"ng berar it" menjadi persoalan nasional. Ia tidak hanya telbltas
Setiap sikap yang menunjukkan semangat dan duicungan kepada ii tltr,rg* umat Islam sendiri, tetapi menjadi wacana.ld*
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, k:"1
lebalgs,aan sangat besar arti dan pengaruhnya Ua6 Negara
Republik lndonesia yang dipSoklamasikan baru dua tui".,. corak iemikiran teistaman-keindonesiaan HMI itu substansial
sikap dan perbuatan Iafran Pane ini diikuti tokoh HMI lainnya, dan masyarakat Indonesia lebih condong ke corak seperti itu,
seperti Achmad Tirto'sudiro dan A. Dahlan Ranuwihardja, yar.irg maka pelaksanaannya disesuaikan dengan lingkungan setempat'
dengan penuh kesadaran mempertautkan pemikiran teistaman
Sebagai akibat logis dari pemikiran te,rs-1111-
-keindonesiaan HMI, Achmad Tirtosudiio mendirikan Corp
keindonesiaui-r fnn, maka HMI masuk dalam tipologi Muslim
ltghasiswa (CM) dan frlt memelbpori berdirinya ppMi Nasionalis. Dengan tipologi seperti itu, HMI menjadi mer'Iyatu
sementara A. Dahlan menyelenggarakan disk'rsi tentang neg.*a
nasional dair menolak neg:ra Islam. sikap kedua toton rrur dengan kehidupan nasional bangsa Indongsil' Tipologr pemikiran
bukanlah suatu hal yang aneh. r"pJti itu, pada perkembangan selanjutrrya- berintegrasi
d"r,gun seluruh pola kehidupan bangsa, bersatu dengan neg'rra
Nurcholish berpendiLpat, HMI lahir bukan secara ke- merientang federalism€, berintegrasi dengan ideologi nasionalis,
yaitu Panc-asila sebagai landasan ideologi-dan ULrD 1945; Ia juga
Td* tetapi merupakan kelanjutan dari aspirasi nasional secara Lerintegrasi dengan-kebudayaan rrasional dan sekaligus dengan
fslrak.Semangat nasionalisme Indonesii dikumandangkan -dan
bersatu dengan pemerintahan nasional.
soekarno dan Muhammad Hatta melalui proklamasi 17 Agristus budaya" Islam,
1945. l-aftan Pane mengartikulasikan pemikiranny" r""rruLdu, Dengan teriniegrasinya HMI secara total dengan Negara Kesatuan
dan bersifat konseptual Karena itu, pemikiran itu tidak muncul RepiUtit Indoiesia, dengan sendirinya tidak ada lagi. dikotomi
*orp.rn kesenjangan antara keislaman dan keindonesiaan dalam
Egr* saja, tetapi telah mengalami suatu proses. Kepribadian
HMI yang dirumuskan pada 1962 dan disyahkan tahun 1963, buVr, apatagi antara Islam dan Pancasila' Inilah'kontribusi HMI

r69
r68
Hllll Hflll Eandradimuka Mahasiswa
Eandradimuka Ma hastsrnr

keislaman
yang paling strategis dalam pembentukan wawasan kebangsaan kt,beragamaan dan ideologi yang beragam' Pemikiran.
realitas bangsa
*:"yatu dengan wawas€u:r keislamaru bagi terwujriar,yu - keind"onesiaan HMI adallh merupakan cerminan
IAg
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pluralirUt itr.
t lndonesia yang plural, dalam suatu l:q*u yang berda:*.Iuo
t,ancasita dan ifiiO fq$. HMI memiliki kewajiban untu\ ikut
'

menuniukkan kepada bangsa Indoriesia bahwa,aqlla


Cairnya antara pemikiran keislaman _ keindonesiaan atau Islam
-.
integrasi antara keisiaman dan keindonesiaaru disebabk adalah rahmat bagi seluruh umat manusia maka dari itu' sangat
kencenderungan umurn bangsa kita yang mengarah kepada ";;;;"satu f.""a"rif sebagai 6asis ajaran untuk mewuiudkan masyarakat adil
konvergensi nasional. y*& dimaksud ?""gr" konveigensi r""t*"r yu.,i aitianoi euur, SWT. Islam iuga mgmuiqkTlT
di HMI
sini adalah -pancasila, yaitu dasar negara dai pandang#
lil"p ;A ,outo"togur kerja kemanusiaan. Pemikirur dan sifat
ti b*qy [$onesia, fa"g:ugrh me4a& konsensus Nasiinal, sept yu.,g"irdup"nd"i *embuat HMI mampu menemPatkan diri qlda
:l awal Proklamasi Kemerdekaan Bangs4 Indonesia 1945.
;ffiit;Jg tepat di tengah-tengah masyarakat yang pluralistik'
I
Dinamika berpikirT bersikap, dan berperilak-11 ::lur-fr
aktivis HMI mencerminkan watik asasi Fd"1 HMI' dan '

C Corak Pemikiran Keislaman - Keindonesiaan HMI teraktualisasi secara riil melalui watak dan kepribadian,serta
,itup-tit"p yang (1) cendei'ung keqadl kebenaran (huni$; (2)
bebas terbuka dan merdeka; (3) obiektif, rasional'
dan kritis; (4)
- Corak pemikiran tidak lahir dengan sendirinya, tetapi
terbentuk dan ditentukan faktor internar dir eksternal. progresif dan dinamis; (5) demokratis, jujur, dan adil'
bemitiar,
luga dengari corak pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI. StatusHMI sebagai organisasi mahasiswa menempatkan
Faktor intemal ditentukan din berkaitan dengan visi,
mahasiswa sebagai tetompot elit dalam masyarakat'
orieniusi, FIMI
dan pergulatan internal dalam organisasi fnft y*g:temudian tangEng,ia*1b,y,ul8
berfungsi sebagai dasar berpryak ke mana arah dan .corak memandang bahia mahasiiwa memiliki
kaunr
besar dalair melaksanakan Tungsi generasinya' sebagai
Sedangkan yang dimaksud dengan f.aktor eksternal dan
ryT|<ir*ya.
adalah unsur-unsur di luar organisasi HMI yaig it"t*"mu".,tot muda terdidik. Karena itu, mereki harus sadar akan
kebaikan
Dengan sifat
karakteristik atau jati diri utrru. s"Jarrr, rr".,g"titro kebahagiaanmasyarakat hari ini danke masa depan'
dan watatcnya yang kritis, mahasiswa dapat berPera
bahwa faktor scbagai
eksternal ikut menibentuk dan *"*"rnJi proses berdtinya fungsi sosial kontr<ll'
moral force yang senantiasa melaksanakan
HMI, begitu juga pada perkembangan berikutnya sehir,gga yang tidak tenkat pada
Uiat Muf,*ir*u'huiirs menjadi kelompok
mengakomodasi prinsip-prinsip wawasan keislamary
keindonesiaan,-tujlan HMl-sifat idependen, berstatus
;;**; t"f""tit gu" apapun keoiali kepentingan menegakkan kebenaran

organisasi mahasiswa, berfungsi sebagai organisasi ""t"g"i dan oqeitivitas iemi kesejahteiaan masyarakat'
tad"e+
berperan sebagai organisasi po;"u"g"; aun JeUagai
s,rrnbu, Sebagai organisasi kader, HMI menempatkan kader
insani pembangunan bangsa, dan rienjadi sebua."o.g;;J sebagai lapiian dalam organisasi dan sebagai orang-
modern. ",r"i,paling sadar akan tanggung jawabnya terhadap
o.u.,[ yang
dan tanggunq i-awa! untuk
Dengan berwawasan keisraman-keindonesiaanHMlharus -*y:urrtui irMI memikul tugas yang- berhasil dan berdaya
senantiasa menempatkan Islam yang bersifat universal
*utit irt rr. pemikiran-pemikiran
guna bagi diri *urp,- masyarakat' HMI memiliki
sobaJai kualitas
sumbermotivasi dan inspirasi di teigah_tengahp"rgr*rlu.put
i*
171
170
Hflll Hml Eandradimukd Matras iswa
Eandradimuka Mahasisvva

untuk senantiasa mengambil inisiatif, prakars4 dan usaha-usaha Islanu terdapat juga pemeluk agama Kristen, Hindu, Budha, dan
yahg bersifat kemanusiaan. Ia juga selalu berupaya mencegah Khong Hu Cu, maupun paham lain sebagai bagran yang tidak
terjadinya sesuatu yang berlawanan dengan kemanusiaan. HMI terpisahkan dari bangsa lndonesia secara keseluruhan.
.selalu memimpin untuk menegakkan keaditaru yaitu menjaga Untuk mengetahui dan memahami realitas masyarakat
agar setiap orang memperoleh hak asasinya. HMI. memandang
Indonesia yang sesungguhnya, langkah awal yang harus
bahwa penghormatan akan hak asasi.manusia adalah manifestasi
kesadaran akan Qnggqng jawab sosial. Adapun sebagai organisasi
dilakukan adalah menganalisis situasi masyarakat Indonesia
-pemikiran-pe-ikirun sebagai khalayak sasaran dari pemikiran HMI. Analisis atas
periuangan, HMI' mengisyaratkan agar
HMI dapat mendatangkin suatu perubahan ke arah perbaikan situasi masyarakat, sepefi diungkapkan Sy"fti Mangkuprawira,
dan kesejahteraan. Ini sesuai dengan hakikat perjuangan itu akan ikut membantu HM dalam memetakan dan merumuskan
,t
'l '
sendiri, yaitu melakukan perubahan perombakan, perbaikan,
dan penyempurnaan terhadap segala sesuatu yang tidak sesuai
m;isalah yang dihadapi masyarakat menentukan kebutuhan-
kebutuhan yang harus dipenuhi, dan mengidentifikasi potensi- "

J
lagi dengan tuntutan zarnan sehingga lebih baik dari masa potensi yang akan dibangun atau dikembangkan..Analisis atas
,|, ,

sebelumnya situasi masyarakat juga dapat dijadikan sebagai bahan kajian


t' hubungan antara tuiuan dan tindakap-tindakan altematif
lr Naskah NDP menyebutkan bahwa manusia itu akan pemecahan masalah atau antara tindakan dan implementasinya.
memperoleh ganjaran sesuai dengan ikhtiar yang dilakukannya Informasi-informasi yang dibagi adalah yang relevan dan
baik ketiha hidup di dunia ini (sejarah) *",rprr, di kehidupan berkaitan dengan pilihan-pilihan nilai yang akan diambil dalam
kemudian (sesudah sejarah). Seseorang yang memiliki basis penentuan kebijakan pemecahan masalah masyarakat.
kesadaran itu akan semakin bersgnggUh-sungguh dalam berjuang
masyarakat yang'diimpikannya. Manusia yang Pemikiran apaPun yang muncul di masyarakat akan
mengenali dirinya sebagai rrakhluk yang bernilai dan bermartabat terseleksi secara alami oleh sejarah. Heterogenitas dan daya
akan memiliki komitrnen bahwa jika ia mempunyai kemerdekaan, kritis masyarakat akan senantiasa menjadi saringin bagi suatu
tentu di samping ia akanmenyatu denganhidupnya sendiri, ia juga pemikiran, apapun watak dan karakter pemikiran itu. Pemikiran
akan memperbaiki hubungan sesarna manusia dalam lingkungan yang teruii akan ikut mengarahkan perubahan dan perkembangan
masyarakat. masyarakat melampaui dimensi ruang dan' waktu. Begttuljuga
dengan pemikiran HMI. ta akan membumi di masyarakat,
Faktor ekstemal yang juga ikut membentuk dan jika rnasyarakat menerimanya sebagai suatu kebutuhan- HMI
menentukan corak pemikiran HMI adalah masyarakat Indonesia mengemban tugas untuk ikut berpartisipasi membangun
yang majemuk, sekaligus objek sasarannya. Masyarakat di luar masyarakat lewat pemikiran-pemikirannya- Ia harus menyadari
HMI memiliki kekuatan yang menentukan untuk menerima dan selalu meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi
atau menolak suatir gagdsan yang muncul dari berbagai pihak. tantangan zarnan yang ada. Bukti kesiapan dan kemampuan itu
Bagaimanaoun corak suat': pemikiran, hendaknya harus sesuai harus termanifestasi dalam kemampuarurya menganalisis situasi
dan dapat diterima masyarakat Indonesia yang majemuk itu. masyarakat yang maiemuk. Kesiapan tersebut sangat diperlukan,
Fakta menunjukkan, di sahi pihak realitas menunjukkan bahwa dan HMI berrrntunS karena dari pengamatan empiris, pemikiran
mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Akan tetapi, di yang dikernbangkan HMI, sungguh pun sering harus berbenturarr
ptuk lain kenyal:art juga menunju(kan bahwa di samping umat dengan keyakinan masyarakat, tetapi corak pemikiran keislaman

173
172
: Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Maha s iswa
Hflll Eaodradimuka
Prunavt tts i+ '.n r.*trl€"nt F aiL
-keindonesiaan HMI dapat rnereka pahami. Adapun corak (takdir); (4) Ketuhanan Yang Maha Esa dan Prikemanusiaan;
(s; maiviau dan Masyaraka! (6) Keadilan sosial dan Keadilan
Ekonomi; (7) Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan'

l. . Substantif HMI juga memiliki pemikiran substantif yangberkenaan '-


i:>
denganbidang politik. Hul Lerpendapatbahwu pl*iiitt*umum
Artinya, corak pemikiran HMI hanya membicarakan hal- adatah salah iatu sarana demokrasi sekaligus juga merupakanr -

lt.
rlr /,t hal yang mendasar dan pokok, bukan masalah teknis. pemikiran pendidikan politik, dalam usaha menyadarkan rakyat untuk tahu
keislaman - keindonesiaan HMI bertolak dari asumsi bahwa suatu .r.".,gg.r:r"t hak
r, dan kewajibaruryaseb agaiwatgane-gara' \7Y:;1{ .,
pemikiran yang bercorak substantif, cenderung akan diterima *"r.[t r"pt "t keqtenangal kualitatif kepada pemilih, yaitu
masyarakat. corak dan karakter pemikiran y"r,g a"-it ian akan tegafnya itli* a"*okrasi yang sehat. Karena itu, pemilu harus
menyentuh kebutuhan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan dilaksanakan secara jujur, bersih, bebas, dan rahasia' Sementara
b_ernegara, sebaliknya pemikiran yang bersifat teknis operasional itu, pemikirin substantif HMI di bidang ekonomi terkait dengan
:k1n ry9* menyulut rgaksi dan pandangan yang berbeda- kerja sama ekonomi AFTA dan NAFTA. HMI mengajulian gagasan
beda bahkan kemungkinan akan ditolak sebagian masyarakat. bahwa untuk memacu perekonomian nasional yang kon:stusional
femiliran HMI yang demikian merupakan sumbangan HMI kompetitif, d anmarketable, perlu segera memb-uat Undqng Undang
kepada masyarakat guna ikut meringankan berbagai-masilah antimonopoli, untuk mencegah teriadinya penumpukan aset-aset
sedang dihadapi, di samping mencoba memberikan jalan ekonomi pada individu dan kelompok tertentu. Maka, orientasi
f$B
keluar secara substantif. Masyarakat tetap memiliki kebebasan kebijakan demokrasi ekonomi pemerintah harus ditekankan pada
yang penuh untuk mengelaborasi dan atau menterjemahkannya pemerataan dan keadilan secara konkret dan nyata bagi
ke dalam bentuk aktivitas konkret.' "rp"k
masyarakat. -
':
Ilustrasi umum tentang pemikiran yang substantif terlihat Perumusan pemikiian keislaman-keindon&iaan HMI
pada kutipan pendapat Hatta beiikut ini. pada arus substantif untuk menghindari perbedaan pendapat
"Dengan . perkataan laur, Hatta tidak melihat perlu
yang tidak perlu dan dapat menjurus kepada perpecahan'
ir,aependensi HMI ikut membantu menghindari benturan yang
didirikannya sebuah negara agiuna atau negara y"r,g r""*" i"i-i
berlandaskan agama. Bagi beliau, masalah yang terpenting adalah
tidai perlu itu, sehingga mudah bagi HMI untuk menempatkan
sublansrny+'yaitu keadilan, yang harus diperjuangkan untuk posisi di tengah-tengah bangsa dan uma! Islam yanq majemuk'
dilaksahakan oleh sebuah negara. Dan orang *r"li-,Irr,pa perlu
Tentang bigaimana'implementasi pemikiran keislaman-
menamakan negara merekd sebagai ,,Negara tslam (Indonesia), keindoiesiaan HMI s"p"t rrhrrya diserahkan kepada masyarakat'
mungkin akan mendapati basis etis substansi ini dalarn alaran Pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI bercorak substahsial
Islam". lebih mendahulukan isi dari bentuk. Berbeda dengan pemikiran
legal-formal yang lebih mengutamakan simbol-simbol Islam,
Pemikiran keislaman-keindonesiaan substantif HMI selerti pendiiian negara Islam dan hukum Islam, sebagai dasa5
seperti terdapat dalam NDP meliputi beberapa hal : (1) Dasar_ negara.
Dasar Kepercavaan; (2) Pengertian Dasar tentang Kemanusiaan;
(3) Kemerdekaan Manusia (ikhtiar) dan Keharusan Universal

175
174
H{Ill Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Mahasisrara

perubahan sikap dan karakter perjuangan |}fl l*: Pafa,mlsa


2. Pro:aktif
awal Orde Baru perjuangan HMI lebih bersifat fight against a|1
' Corak pemikiran keislaman-keind.onesiaan HMI ini "berjuang melawani dapat dimaklumi. karena ketikl ltu I:1*t
ditegaskan oleh Ketua Umum pB HMI TauIik Hidayat pada negara iedang terancirm dengan berkembangnya wac?rl&r
iae] dan g"tutlt anti-Pancasila dan anti-Agama, $* tetapi'
peringatan Dies Natalis ke.50 HMI. Ia menyatakan bahwa iTMI
tantangan- perjuangan sekarang lebih menuntut kemampuan
dengan sifat kritisnya yahg bersifat konsiruktif dan proaktif
akan menghindarkan diri dari, dan melawaR, sikap_sikap untuk"f ghtiorit^u;b.4uanguntuk''strateSrf {ft*g:"-d*1j1
apriori, reaktif, dan destruktif. Corak pemikiran HMI adalah ini meniUuLhkan sikap-sikip proaktif (positif) daniauh dari sifat
pemikiran yang bersifat membangun. pemikiran itu diberikan reaktif (negatif)' |ika Hf"U *a*pu melakukan periuangan dengan
atas inisiatif Hlvil, bukan karena diminta. Aktif mengambil sitap-sitai proaktif-positif tersebut, dgnqan sendirinya raison
prakarsa untuk mengajukan pendapahrya untuk kemaslahatan de'eieT\tttakan tetap terjaga dengan kukuh' HMI dituntui untuk
mengasah kemampuannyi""t"li beradaptasi agar bisa
suruival
masyarakat. Pemikiran itu diajukan sebagai cermin dari fungsi
kekacleran dan peranHMl seba$ai organisasi perjuangan. Ht{I tanpl harus bersikap optttrtittik, .seg9rti dikonotasikan.lf*
berpendapat bahwa berhubung banyaknya p;g"*; Ti"gg ,r,gt^pro " adaptasi' dan " suraioal" dalarn tataran perpolitikan'
yang muncul, maka untuk penyempurnaan dan peningkai;n Ad"aptasi di sini merupakan cara cerdas-
t3t"l
"rrqk {1n"t
kualitas supaya diikuti dengan pertambahan kuqr-,titas. i-*u berkiprah-berpartisipasi dan terus memberi kontribusi dan saham
itu, HMI mendesak supaya Undang Undang perguruan Tinggi tanpa aminta, serta tanPa pamrih untuk kemaslahatan misyarakat
harus segera dikeluarkan sesuai dengan terrenaa'k rr.*y"""i"t dan bangsa s6cara positil serta penuh tanggung jawab'
dan pertukarim zaman. HMI memand:rng bahwa UU per"guruan
Pemetaan karakter perjuangan menjadi dua' "berjuang
Inggt yang lama (darura t) sepe*i Hooger bnitmtijs Ordonaitie dan melawan'1 dan "berjuang untuk' tidak berarti inginmengatakan
unioersiteits Reglementtahunlg5O dan uu Darurit NomorT
sudah tidak memadai lagi. HMI mendesak pemerintah untuk
/19s0 bahwa satu dari keduanya tidak penting, tetapi hanyi tg''
menegaskan bahwa tantangan zarnan yang sedang dihadapi
Tg€"t mengajukan RUU ferguruan Tinggr ke parlemen. Dengan telah berubah. Pemetarn ito juga dapat diartikan sebagai
{:TH*, mayarakat tidak dapat *engrt"kun bahwa dasar ylng
dipakai pemerintah adalah kehendak seorang Menteri. penegasan bahwa dua jenis Perigangal itu hanya berbeda
dalam

:..
i."a"i dan karakter. Bisa ladi bahwa dua pola periuangan dup- ut
dilaksanakan secara serempak, tetapi pada saat dan kondisi
.-
Mttatui dua contoh ini, teibukti bahwa fffvff per"afr
mengajul6a pemikiran agar pendidikan agama .UU.rif.ri *rrt yang laio salah satu di antara keduanya lebih diutamakan'
dariSekolfi Dasar sampai perguruan fi"gF. pendidikan bi"Jr,totk* oleh Nucholish pada 1960 dan awal 1970-an
tidak sekadar pelajaran, tetapi dapat meilbimbing anat"g";
iiait bahwa perjuangan fn{t tuUitt menekankan pada "berjuang
sehingga mereka menyadari bahwa agama adalah kebutuhan mel"*ari" keloipok pendukung ideologi anti-Agama da1 anti-
hidup. Dari dua contoh ini dapat dikatakan siapapun akan Pancasila, terutama ptct.
putu aktivis HMI dengan bimbingan
menerima pemikiran itu, karena pemikiran ifu bersifat umum dan para seniomya, secara canggih dapat menerapkan teori-teori
substantif. p"4rutgurr melawan musuh-musuh negara dan bangsa' Strategi
p"4"un!at HMI yang canggrh dikemas dalam bentuk perjuangan
Pada forum Kongres ke-20 HMI di Surabay a 1995, perjuangan
yuog t;io.,ul, m"todologs, dan sistimatis, akhirnya
Nurcholish Madjid mengatakan bahwa sudah waktunya ada
177
176
HIIII Eandradimuka Mahasiswa Hllll Eandeadimuka Mahasiswa

HMI menghasilkan efektivitas yang tinggr. Secara jujur siapapun kepada Allah SWT. Atas dasar itu, M. Syafi'i Anwar dan Ekky
ketika itu mengetahui dan meyakini bahwa peranan HMI sangat syanruaain menganiurkan agar umdt Islam menjauhkan diridari
menentukan sejarah perjalanan bangsa. Pada waktu yang elsklusivisme keigamaan mauPun politik. Ekky menganj'lkun
HMI juga tidak ketinggalan perjuangan dengan tema "berjuang"rma agar umat Islam meniralin komunikasi dengan -Sololgan -.I-ain'
untuk" yang lebih menekankan sikap proaktif dan beipikir K-epada HMI dianjurkan supaya melepasfan diri da{i identifikasi
positif. sebagai "anak Masyumi".. Untuk itu, sifat eksklusivisme HMI
rl harui dihilangkan, karena sejak awal HMI memilih independen.
Pola perjiangan yang bersifat "berjuang melawan,, sangat HMI harus menempatkan diri sebagai "prttra" seluruh rakyai
kental pada awal sej*ah HMI karena ketika itu HM berhadapan Indonesia.
langsung secara fisik melawan PKI, terutama karena pKI dan
Dalam konteks kemajemukan bangsa Indonesia,
t organisasi massa pendukungnya menuntut pembubaran HMI.
Pengalaman HMI ini barangkali tidak dialami oleh organisasi lain. inklusivitas pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI tetap dij aga.
Tantangan yang dihadapi berbeda, maka respons yang diberikan Pemikiran keislaman-keindon6siaan HMI dibangun dengan
HM juga berbeda. Hanya perlu ditekankan di sini bahwa secara harus memperhatikan kenyataan-kenyataan di luar dirinya. Dia
ideologis, semua organisasi dan atau kelompok rnasyarakat harus memperhatikan berbagai pemikiran yang diguarlkan oleh
nonkomunis melihat PKI sebagai musuh bersama yung trrot golongan yang ada, sehingga pemikirankeislaman - keindonesiaan
dilawan. ill'n "auput diterima dan bermanfaat b.g sernua Pihak'
Konsekuensi corak pemikiran HMI yang,inklusif ini merupakan
salah satu inti sistem pemikiran HMI. Mengabaikan aspirasi
3. Inklusif dan kepentingan Penganut agarna dan atau golon-gan yang ada
t di Indonesia mer,rpukan sikap melawan realitas kemajemukan
Sesungguhnya corak pemikiran yang inklusif bukan Indonesia. untukbisa diterima dalamrealitas yangplural itu, HMI
menjadi milik HMI saja. lnklusivisme HMI tetah menjadi bagian dituntut untuk mengenali dengan benar konteks ruartg dan waktu
yangtak terpisahkandari sejarahperjuanganbangsa ini ketikaHMI Indonesja modern. 6"r,gur, *"rr,"gangi universitalitas kebenaran
bersama-sama dengan kekuatan-kekuatan dan atau komponen Islam, HMI harus selalu memiliki kemampugn beryrdaptasi kepada
bangpa lain menegakkan martabat bangsa. Dalam perjuangan lingkungan di mana ia tumbuh dfiberkgTbu"q' Corhkpemikiran
itu, HMI berhasil menempatkan diri sebagai aset bangsa yang teiitamin-teindonesiaan HMI yang inklusif dengan sendirinya
ikut berpartisipasi aktif serta mendorong Jemi sutsesiiya pem- akan mempertalikan semua golonga$ mauPun Pelgalut agarna
bangunan dalam rangka mengisi Proklamasi Kemerdekaan 17 -berbangsa, dan bemegara
dalam kehidupan bermasyarakat,
Agustus 1945. Inkiusivitas itu pula yang membuat HMI menjadi sebagai satu kesatuan
bagian dari totalitas. kehidupan bangsa Indonesia. erti"ya
cora( pemikiran keislaman - keindonesiaan yang dimajukan Dengan demikian FIMI rn"rr,urrdang keahekTugql*
HMI didasarkan pada kepentingan seluruh Uurrda Indonesia, kelompok-kiompok sosial budaya Indonesia !"k"!'t'
tanpa nrembedakan agama, suku, ras, daerah, dan golongan. *urrpukun hambatan untuk terwuju dnya persatuan dan kesatuan
Pemikiran tersebut juga sesuai dengan Islam sebagai agama nasional. Bersatu bukan berarti harus menghilangkan perbedaan-
kemanusiaan, yang memandang semua manusia sama. Bagi FIMI, perbedaan yang ada, di sarnping karena Bl Y Tltj{l i"qu
yang membedakan kedtidukan manusi- iranyalah taqwanya Lrru.,u bertentangan dengan kodrat yang ada' Biarlah Indonesia

I78 179
Hllll Eandradimuka Ma has iswa
Htlll Eandradimufia Mah astsrnra

tidak terdapat kesenjangan antara keislaman dan keindonesiaan.


dipersatukan dalam keragaman pandangan dan golongan, dan Samsurizal Panggabean mengatakan bahwa' dalam budaya
itu merupakan modal yang kuat untuk mempersatukan bangsa Indonesia tercakup budaya Islam. De4gan kata lain, Islam telah
Indonesia. Itulah persatuan yang indah, sebagaimana perpaduan menjadi bagian integral dari budaya Indonesia. Corak pemikiran
wama-warni pelangr yang serasi. Sesungguhny+ corak pemikiran yang mengintegrasikan antara keislaman-keindonesiaan, t
keislaman-keindonesiaan HMI yang inklusif itu rnerupakan sesungguhnya HMI menginginkan Indonesia sebagai suatu
representasi sekaligus cermin dari kondisi masyarakat Indonesia negara yang bersatu dan kuat. Keinginan HMI itu tercermin
yang majemuk. Lrklusivisme juga dibangun atas dasar prinsip dalam pemikiran keislaman - keindonesiaannya yang menyentuh
ajaran Islam yang ingin menerapkan hubungan sosial di tengah hampir berbagai persoalan bangsa misalnya di bidang politik,
pluralitas masyarakat, sehingga ajaran Islam bisa diterima oleh pendidikan, ekonomi, dan pembinaan generasi muda. Dalam hal
mereka yang memiliki bentuk kepercayaan yang beragam. ini pemikiran HMI berfungsi sebagai kekuatan dan atau sebagai
#
Corak pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI yang sebuah usaha untuk mengintegrasikan seluruh kehidupan bangsa
inklusif itu diusung HMI untuk memperlihatkan kepada publik Indonesia, sehingga meskipun berbeda-beda akan tetap dalanr
pemikiran itu didedikasikan kepada seluruh ralsyat dan kesatuan.
,bahwa
b-angsa Indonesia, tanpa membedakan agama, golongan, dan guku.
Pemikiran HMI /ang bercorak integratif relevan dengan
Pemikiran itu dirumuskan demi mengamankan kepentingan keanekaragarnan agama, etnik, kultur, dan sebagainya. Karcna
seluruh bangs4 bukan hanya dituiukan kepada satu golongan, itu, tidak menjadi halangan bagi HMI untuk melakukan usalra-
apalagl hanya untuk kepentingan umat Islam. l^awan dari corak usaha dalam rarigka mewujudkan cita-cita bangsa Indoncsia
inklusif adalah eksklusif, yaIF memandang pemikiran yang di berbagai bidang. Nilai yang diperjuangkan HMI aclalah
dikemukakannya atau yang didukungnya lebih benar atau lebih meningkatkan harkat rakyat dalam mengisi "kemerdelaarr
tinggi dari pemikiran yang diusung pihak lain. Eksklusivisme Republik Indonesia. Memperjuangkan kemerdekairu bagi t{Ml,
terperangkap d"l"T pola-pola yang absolutis. .Orang yang misalrrya membebaskan nilai-nilai kemanusiaan. HMI hadir denri
menganut corak pemikiran ini akan melihat golongan atau terjaganya harkat dan martabat rakyat. Membebaskan rakyat dari
penganut agarna lain harus mengikuti pemikiran yang dianutnya,
segala beban yang memberatkan hidup, merupakan perjuangarr
karena agama dan atau pemikiran lain dianggapnya tidakbenar.
HMI dalam rangka mengisi kemerdekaan Karakter ini dibawa
HMI sebagai warisan nilai-nilai 7945, yang pada hakikatnya
4. Integratif merupakan usaha perjuangan bangs4 pembebasan dari setiap
belenggu dan tirani kekuasaan yang melingkarinya. Karena
Corak pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI tentu ihr, pembangunan. menurut HMI, merupakan proses sekaligus
saja bersifat integratif. HMI sebagai organisasi mahasiswa pembaruan tata nilai. Bagi HMI, pembangunan menempati posisi
yang idependen dan berada di tengah-tengah masyarakat yang yang sangat mendasar, mengingat tujuan pembangunan itu
majemuk, rnemiliki corak pemikiran yang integratil. Pemikiran sendiri adalah pembangunan manusia seutuhnya. Pembangunan
keislaman-keindonesiaan HMI menyatu dan terintegrasi dengin di mata HMI yang merupakan proses modernisasi, hendaknya
kondisi sosial politik dan kultur masyarakat Indonesia yang ditekankan pada pembangunan nilai kemanusiaan. Pembentukan
mejemuk. Sifat integratif dalam pemikiran HMI membuakrya
181
180
Hml Eandcadimuka Mahasiswa
Hffil Eandradimuka Mahasi srnza

-5. Modernis
, manusia dengankualifikasimodem, dalampandanganHMl, dapat
{ijadikan pendukung bagi terwujudnya peradaban kemanusiaan Salah satu faktor yang menjadi latar belakang berdirinya
sebagaimana dirumuskan dalam lima prinsip nilai Pancasila. HMI dan berbagai pemikiran yang digulirkannya adalah adanya
tuntutan ke arah modernisasi di masa depan.. Karena berdiri
Corak pemikirari keislaman - keindonesiaan HMI yang dalam setting sosio-histoiis seperti ihi, maka karakter pemikiran
integratif antara lain terlihat dari lontaran pemikiran FilVII yang HMI dengan sendiri4ya adalah modernis, yaitu suatu pemikiran
disampaikan pada peringatan Dies Natalis ke-2L HMI, tentang yang ingin merombak berbagai pemikiran usang yang tidak sesuai
Partai Nasional Indonesia ENI). Menurut HMI, bahwa konstelasi lagi untuk dijadikan dasar bagi perkemba1gan waktu dan tempat.
dankonsolidasi dalamtubuh PM dapat diberiarkaru asalkansesuai Pembaruan dalam arti modernisasi selalu merupakan kebutuhan
dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-niiai Pancasila perlu ditekankan manusia yang tidak dapat dielakkarL karena sudah merupakan
di sini, untuk menjamin bahwa PNI dapat benar-benar bersih dari bagian dari'kehidupan manusia.
unsur Marxisme - lrninisme dan Soekarnoisme. ]vlanifestasinya,
pendekatan kepada prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa harus Manusia hidup dalam zamanyangterus bergerak menuju
secara nyata ditekankan. Kekuatan agama, khususnya Islam, modern Sebagai khalifah yang diserahi tugas mengelola dunia,
manusia harus bekerja sesuai dengan kebutuhan modern. Ia harus
dalam tubuh PM harus diutamakan.
mengarahkan orientasi berpikir ke depdn, menuju kemodernan
Dari berbagai pemikiian di atas, tampak bahwa yauit1, antara lain, diwarnai kemajuan ilmu pengetahuan
pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI diterapkan dalam dan teknologi. Islam harus menempatkan diri sesuai dengan
wadah keindonesiaan di mana bangsa ini sedang dalam masa perkembangan waktu dan zaman, yang juga akan bergerak ke
pertumbuhan dan perkembfigan dalam wujud kemajemukan. arah kemodern€ul. Islam diyakini akan dapat menyesuaikan diri
Dalam konteks ini, setiap perbedaan dan perbenturan sedapat dengan tunfutan modem, karena lslam itu sendiri mengandung
mungkin dihindari. Sikap komplementarisme harus ditekankan, nilai-nitai yang mendrk*g modemisasi. Islam secara inheren
dan aslinya adalah agama yang selalu modem. Begitu juga dengan
keislaman berarti keindonesiaan, atau dengan kata lain,
keislaman harus sudah berhasil disesuaikan dengan kondisi pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI yang dalam setiap
aspek pemikirannya, mengandung nilai-nilai modem; seperti di
kultuml bangsa lndonesia yang majemuk. Terlihat di sini bahwa
bidang politik, pendidikao e-konomi, kebudayaa+ pembinaan
Islam itu merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta. Begitu
generasi muda, dan kemahasiswaan.
juga dengan pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI, ia harus
menjadi rahmat bagi seluruh bangsa Indonesia. Itulah setabnya Kecenderungan modernisme dalam pemikiran keislaman
mengapa sejak awal kelahirannya HMI sudah menyatakan -keindonesiaan HMI membuat pemikiran yang diartikulasikan
menjadi organisasi mahasiswa yang independen. Pemikiran- HMI adalah pemikiran yang tidak teriebak dalam kondisi
pemikirannya pun harus mencerminkan idependensi pemikiran kekinian, tetapi berorientasi ke masa depan. Pemikiran HMI
HMI, sehingga dapat menyatu dan diterima seluruh rakyat dan iersebut da pat dikenali, antara lain, p ada : P e r t ama, pemikiran HMI
bangsa Indonesia. tentang perekonornian Indonesia. Menurut HMI, perefonomian
Indonesia tampak mengarah kepada sistim kapitalistik, yang
ditandai oleh free market competition yang berakar pada kebijakan

183
182
Hflll Eardeadimuka Mahasiswa Hml Eandradimuha Mahasiswa

free market. Kapital merupakan determinan utama dalam sistim Karena demokrasi ekclnomi tidak mungkin berjalan'secara sehat
ekonomi ini. Dampak langsung dari kebijakan sisteri ini sangat jika suasana keikhlasan tidak tampak dengan jelas di antara para
dirasakan oleh anggota masyarakat yang tidak merniliki modal/ pelaku ekonomi ya4g ada. Saling kerja sama merupakan landasan
kapital. Mereka adalah kelompok masyarakat yang sedikit sekali pokok dalam berusaha, dan kebangunan ekonomi bangsa yang
kemgngkiniurnya untuk mendapatkan kesejahteraan ekonomi, dicita-citakAn akdn benar-benar menuju kepada kesejahteraan
apalagr dapat merasakanhasil dari demokrasi ekonomi. Sistemini bersama, di mana semua pihak merasa bahagia hidup dalam
hanya akan memperbesar kemungkinan terberituknyd kelompok kebersamaan
kecil bermodal, yang akan semakin leluasa menekan kelompok
di bidang pendidikan HMI berpendapat bahwa
Kedua,
besar tidak bermodal. Kelompok yang disebut.terakhir i"itah
sangat mendesak unfuk segera dilaksanakan berupa suatu
sebagian besar tnasyarakat brdonesia berada. Sistem perekomiair
Undang Undang Pendidikan NaSional sejak dari Taman Kanak-
yang kapitalistik akan semakin berkembang ketika modal asing
semakin meluas pengaruhnya di Indondsia. Pehanaman modal
Kanak sampai Perguruan Ti.ggr. Undang-undang itu agar
mencakup antara lain tujuan pendidikan, sasaran pendidika+
asing yang menguntungkan or.rng asing sendiri merupakan salah
penyelenggaraan penertiban pelaksanaan, dan penyelenggaraan
satu faktor yang akan merusak ketahanan perekonodrian Indonesia
pendidikan. HMI menyarankan agar Undang'IJndang Pendidikair
iangka panjang" Menurut HMI, secara perlahan tetapi pasti, jika Nasional menghilangkan dualisme pendidikan, yaitu antara
modal asing tersebut berjalan tanpa kontrol, ddak mustahil akan
sekolah-sekolah negeri dan pendidikan pesanken/ma&asah.
menguasai seluruh aset perekonomian bangsa Indonesia. |ika hal
Akibat dualisme pendidiktn dirasakan kurang memenuhi harapan
itu terjadi, negara kembali dijajah dalam bentuk "kolonialisme
baru" melalui jaringan ekonomi, pembangunan dewasa ini. Dua contoh itu memperlihatkan
bahwa pemikiran yang:dilontarkan HM bercorak modern sesuai
Untung saja usaha membangkitkan potensi ekonouii dengan tuntutan masyarakat sekarang, dan diprediksikan
nasional tampak menggembirakan, walaupun kebijaksanaan memenuhi kebutuha4 jangka Panjang. I
hasil-hasilnya tidak cukup meyakinkan Akibatnya
ekonomi masyarakat bawah masih terasa pasif, karena modal yang
Himpunan Mahasiswa Islam GIMD yang lahir di era
modern sekaligus sebagai bukti bahwa HMI merupakan salah satu
ada tetap tidak merangsang masyarakat yang tidak bermodal kuat.
Kebijaksanaan serracam ini akhimya hanya cenderung menjadi
mata rantai gerakan modernisasi atau pembaruan-di Indonesia.
Pemikiran pembaruanHMl bertujuan membawa bangsa Indonesia
hadiah, dan potensi masyarakat lemah tetap belum terentaskan.
Kebijaksanaan demokrasi ekonomi dirancang pemerintah tampak
kepada satu kehidupan baru yang lebih baik dari kehidupan
gagal untuk mengentaskan kehidupan ekonomi masyarakat sebelumnya, sehingga harkat dan martabatnya dapat terangkat
sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
bawalu Yang lemah tetap lemah, sementara yang kuat semakin
kuat. Menghadapi permasalahan ini, HMI memandang, tidak
mungkin diselesaikan hanyh dengan mengandalkan kepada 6. Ilmialt
kebijakan yang berorientasi pada masyarakat ekonomi lemalu tetapi
lebih-lebih harui dimanifestasikan dalam praktik keteladanan. HMI berstatus sebagai organisasi mahasiswa dengan
Semua pihak harus saling kerja sama, bukan saling menindas. ciri keilmuan yang kuat. Dengan demikian, HMI selalu mencari,
Semua pihak harus saling menumbuhkan, bukan meruntuhi.en. menuntut, kemudian menyebarkan kebenaran yang diperolehnya.

184 i85
Hfill Eandradimuka Ma has i svr,,a H[Ill Eandradimuka M ahas i s'unra

Status itu membawa konsekuensi bahwa pemikiran keislaman - pengetahuan tumbuh subur dan berkembang dengan Pqmt.
keindonesia* y*g ditawarkan HMI berlandaskan pada kaidah- Keyakinan ini dikemukakan Harry Azhil Azis pada peringatan
kaidah ilmiah yang. dapat dipertanggungjawabkan, baik sebagai Dies Natalies ke-37 HMI di ]akarta 5 Februari 7984.Harry, dalam
individual maupun komunal. Kegiatan keilmuan sebagai bentuk pidatonya menyoroti kegunaan ilmu pengetahuan dan perlunya
prakarsa intelektualitas dilakukan HMI untuk menemukan menegakkan kebenaran oleh HMI.
pemikiran-pemikiran altematif. HMI tidak hanya mementingkan
Pemikiran keislaman - keindonesiaan HMI yang bercorak
citra keilmuan, tetapi juga terpanggil untuk membuktikan dalam
realitas, kreatifitas, idealisme, dan iktikad baik. Manakala semua
ilmiah dapat dilihat pada pemikirarrnya di bidang politik.
sirna, maka hadirnya tfuani intelektual tid'ak dapat dihindari. Khususnya, mengenai penyederhanaan struktur kepartaian serta
fungsionalisasi lembaga-lembaga kepartaian; Pernikiran itu antara
h Lahirnya pemikiran keislaman-keindonesiaan HMI lain mengemuka ketika HMI meminta supaya status dan fungsi
I melalui suatu proses ilmiah sebagaimana lazimnya suatu Golkar diperjelas. HMI melihat bahwa sudah teriadi campur aduk
yang ada. Beberapa pertimbangan berikut ini dapat kewenangan dalamGolkar. Di satu pihakGolkar berfungsi sebagai
partai politik, di l4in pihak'tidak
I

dijadikan jawaban mengapa pemikiran keislaman - keindonesiaan dirinya sebagai


HMI masuk kategori bercorak ilmiah: (1) Pemikiran keislaman- "partai pemerintah", tetapi mengesankan diri sebagai bagian dari
keindonesiaan mrt Ufrir aahm latar belakang ilmiah; (2) Memiliki aparat pemerintah (eksekutif)., Melihat perkembangan Golkar
tujuan dan manfaatnya; (3) Realistis; (4) Didukung oleh faktor seperti ini, maka HMI mengajukan pemikiran sebagiri berikut.
pendukung dunia ilmiah; (5) Ada implikasinya bagi'rnasyarakaq Pertama, Golkar diproporsikan kembali menjadi golongan karya
(6) Berorientasi jangka panjang dan ke depan, bukan kepentingan murni, yaitu menjadi golongan organisasi nonafiliasi partai, tetapi
sesaaq (f Dibicarakan secara itrdah dalam suatu forum khusus berdasarkan kekaryaan dan profesi. Representasinya di DPR/
seperti Kongres, Konferensi Cabang Seminar, Siu-.posium, dan MPR merupakan representasi golongan fungsional dan kuanti =tatif .

Lokakarya; (8) Diputuskan secara kolektif dalam musyawarah Kedua, Golkar supaya dilepaskan kaitannya dengin pemerintah
serta ABRI sebagai kekuatan efektif, dan ABRI bisa merupakan
HMI hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sebagian dari Golongan Karya dan memiliki representasi dalam
yang menjadikan Perguruan Ti"gg sebagai pusat orientasinya. DPR/MPR. Ketiga, Aspirasi politik yang ada dalam suatu partai
Perguruan TinSB mernang wilayah yang strategis. dalam politik harus setaraf dengan partai-partai lainnya. Proses itu,
struktur masyarakat maju, bukan karena kedudukan politiknya menurut FIMI, bisa dilakukan sama dengan Proses pembentukan
tetapi justru karena wawasan iLniahnya. Perguruan Tirgg Partai Muslimin Indonesia melalui Surat Keputusan Presiden No.
menempatfan nilai-nilai kebenaran sebagai pertimbangan utama, 70/1968, tertanggal 20 Februari 1968. Atau memilih altematif lain,
sehingga pemikiran lain yang dapat merusak.nilai kebenaran yaitu meningkatkan posisi Golkar sebagai Partai politik,
secara otomatis akan ditolak. Hubungan antara dunia ilmiah dan
nilai kebenaran begitu erat, maka nilai-nilai kebenaran ilmiah Pemikiran yang ditawarkan FIMI itu dapat dikategorikan
dapat dipercaya sebagai dukungan akan tegaknya kebenaran sebagai pemikiran ilmiah, karena fakt4 argumentasi, dan jalan
di tengah-tengah masyarakat. Ilmu pengetahuan adalah motor keluar yang ditawarkannya dapat dipertanggungiawabkan secara
penggerak pembebasan di mana nilai kebenaran terancam ilmiah. Sebagai wacana pemikiran, maka corak berpikir ilmiah
dan sekaligus berf''mgsi sebagai pemeliharanya. Di mana nilai .pemikiran HMI sangat menarik, baik ditinjau dari aspek politik
kebenaran tegak dapat diterima dengan baik di situ pula ilmu maupun aspek akademisnya. Terlepas dari apakah pemikiran

186 187
Hflll Eandradimuka Mahasisrara :

itu akan menjadi kenyataan atau tidak. Dengan pendekatan dan


argumentasi yang akurat dan ilmiah, pemikiran apa saja akan
mendapat peluang untuk diterima oleh akal sehat siipapun.

Ungkapan-ungkapan di atas memperlihatkan bagdimana


HMl-memandang dan menempatkan ilmu pengetahuai dalam
kehidupan manusia, serta tanggung jawab mahasiswa
dan ilmuwan untuk *"r,"*p-u-tkun ieber.*an ""orr"g
di atas segara-
galanya. Dalam konteks itulatu HMI mendasarkan pandaigan
dan atau pemikirannya pada pakem-pakem dunia ilmiah. KarIna
stafusnya sebagai mahasiswa yang senantiasa mencari, menuntut,
serta menyebarkan kebenaran, maka konsekuensinya pemikiran
HMI harus selalu berpijak kepada kaidah-kaidah- ilmiah yang
dapat dipertanggungia-;Ukan, baik sebagai individ,al maupun
I
komu.al. Tafsir Tujuan HMI, khususnya pada ,,kualitas irLan
akademis", terdiri atas 3 indikator. salah satu di antaranya adalah
sarlggup berdiri sendiri dalam lapangan ilmu pengetahuan sesuai \{
dengan spesialisasi ilmunya, sorang aktivis Htrrtt, Uaii< sec.*a
teoritis maupun teknis, harus sanggup bekerja secara ilmiah.
)

.
.-i')
.,- J.
"t{-,e
.i{

188
Hml Eandradimuka Mahasisrrya

2. MEMORI PENJELASAN TENTANG ISLAM


SEBAGAI AZAS HMI

"Hari ini telah Kusempurnakan bagi kamu agarnamu,


dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai
lslam itu jadi agama bagimu : (QS. Al-Maidah:3).

"Dan mereka yang berjuang di jalan-Ku ftebenaran), maka


pasti' Aku' tunjukkan jalannyi(mencapai tujuan) sesungguhnya
Tuhan itu cinta kepada orang-orang yang selalu berbuat
(progresif)". (QS.Al-Ankabut:69).

Islam sebagai ajaran yang haq dan sempurna hadir di


bumi diperuntukkan untuk mengatur pola hidup manusia agar
sesuai fitrah kemanusiaannya yakni sebagai khalifah di muka
bumi dengan kewajiban mengabdikan diri semata-mata ke

Iradat Allah Subharnhu Wata'ala, kesempurnaan hidup


terukur dari personaliti manusia yang integratif antara dimensi
dunia dan ukluawi, individu dan sosial, serta iman, ilmu dan
amal yang sdmuanya mengarah terciptanya kemafiahatan ru*dup
di dunia baik secara individual mauPun kolektif.
Secara normatif Islam tidak sekedar agama ritual yang
cenderungindividual akan tetapi merupakansuatu tata nilai yang
mempunyai komunitas dengan kesadaran kolektif yang memuat
pemahaman/ kesadaran, kepentingao stmktur dan pola aftsi
bersa[u demi tujuan-tujuan politik.
Substansi pada dimensi kemasyarakatan, agarna
memberikan spirit pada pembenhrkan moral dan etika. Islam
yang menetapkan Tuhan dari segala tujuan menyiratkan perlunya
meniru etika ketuhanan yang meliputi sikap rahmarz (Pengasih),
barr (Pemula\, ghnfur (Pemaaf), rahim Penyayang) dan (Ihsan)
-r;L berbuat baik. Totalitas dari etika tersebut menjadi kerangka
pembentukan manusia yang kafah (tidak boleh mendua) antara

191
Hml Eandcadimukz Malrasiswa
Hllll Eandeadimuka Ma hasisw
proses trartformasi poliUk bangsa yang membutuirkan suatu
aspek ritual dengan aspek kemasyarakatan (politik, ekonomi dan jawab
perekat serta ditopang akan kesaderan sebuah tanggung
sosial budaya). tanqgal
i."bur,gsurn, maka pada kongres ke-X HMI di Palembang'
Adanya kecenderungan bahwa peran kebangsaan Islam 10 - 17 Oktober 1971'teriadil-ah proses iustiiikasi Pancasila
dalam

T"4g-4r*i_marginalisasi dan tidak mempunyai feran yang mukadimah Anggaran Dasar.


signifikan dalam mendesain bangsa *u*p^k* implikasi"dari
proses yang ambigiutas dan distorsif. Fenomena ini ditandai Orientasi aktifitas HMI yang merupakan penjabaran
dengan mutual understanding antara Islam sebagai dari tujuan organisasi menganjurkan teriadinya Proses adaptasi
-terjadinya
agama dan Pancasila- seba-gai ideologi. ienempatan posisi yang paaa lamannlra. Keyakinan Pancasila -sebagai keyakinan
antagOnis seriag t".jud1 karena berbagai kepentingan po[tik iauotog t pada kenyataannya mengalami Proses stagnasi'
penguasa dari politisi-politisi yang mengalami split pisonaiity. "g*i
Halinimemberikantuntunan.strategibarubagilahirnya
metodologi aplikasi Pancasila.. *oT*tusi' Pancasila' dalam
Kelahiran HMI dari rahim pergolakan revolusi fisik menjadi suatu kelarusan
setiap kerangka dasar organisasi lSar
barigsa pada tanggal 5 Februari 19+z diiasari pada semangat '
mampu mendukung bagi setiap institusi kemasyarakatan dalam
mengimplementasikan nilai-nilai ke-islaman dalam berbalai
aspek ke-indohesiaan. mengimplementasikan tata nilai Pincasila'

Semangat nilai yang menjadi embiolahirnya komunitas Konsekuensi yang dilakukan HMI adalah ditetapkannya
Islam sebagai interest group (kelompok kepentingan) danpressure Islam sebagai identitas seperti terhrang pada pasal 3 AD- HMI'
gt r? -(kglompok penetan). Dari sisi kepentingan sasaran yang y*rg mrisibordinasi Pancasila sebagai azas pada Kongres XVI di
hendak diwujudkan adalah terttangnya nilai-niIai tersebut *ara Padang, Maret 1986.
normatif pad-a gefi-ap tevel kemasyarakatan, sedangkan pada posisi
penekan adalah keinginan sebagai pejuang Tuh;
- Islam yang senantiasa memberikan enerqt perubahan
lsaiitittail a*, mengharuskan- Para Penganutnya untuk ilrelakukan inovasi'
pembelaan mu s t a ilh' afm
interiralisasi, eksternalisasi maupun obiektifikasi' Dan yang
Tosej-rnterrylisasi dalam HMI yang sangat beragam dan paling fundamental peningkatan gradasi -umat diukur. dari
:uTana inleraksi yTg sangat plural menyebabkan tii.,bolr,yu kualitas keimanan yang datang.,dari kesadaran q+tinS dalam
berbagai dinamika ke-islainan- dan ke-iirdonesiarn denglr,
u bukan dari pengaruh'eicstemal Perubalun bagi HMI memqakan
didasari rasionalisasi menurut subjek dan waktunya. suatu keharutut, d"tgrr, semakin meningkatnya keyakinan
Pada tahun 1955 pola interaksi potitik di dominasi akanlslamsebagailandasanteOlogisdalamberinteraksiSecara
vertikal rn",rpr., horizontal, maka pemilihan Islam sebagai
ryPyiq"" ideologrs- antara nasionalis, komunis dan agama
(Islam). Keperluhn sejaiah (histoicat necessity) memberikan fpirit azas meruPakan pilihan dasar dan bukan implikasi
dari sebuah
proses ideologisasi brganisasi. Eksternalisariyu.g *.,.,"u aaiah dinamika kebangsaan.
kepercayaar, diri organisasi unfuk,,bertarung; de-ngan komunitas
lain yang mencapai titik kulminasinya padaiahun 1965. Demi tercapainya idealisme ke-islaman dan ke-
indonesiaan, maka HMI bertekad Islam dijadikan sebagai
Seiring dengan kreatiritas inrele!:tual pada kadei,HMl cloktrin yang mengarahkan pada peradaban secara integralistik'
yang menjadi ujung tombak pembaharuan pemikiran Islam dan
193
192 197
Hllll Eandradirnuka Mahasiswa

transedental, humanis dan inklusif. Dengan demikian kader-


kader HM harus berani menegakkan nil;nilai kebenaran dan
keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat perbedaan
keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai
sumo-er kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan se*,r,
demi ridho-Nya.
.,|

I ll
,lli

,I

194
Hftll Eandradimuka ru anas lswa

3. TATSIR TUIUAN HMI ', '

I. Pendahuluan

Tujuan yang jelas diperlukan untuk suatu organisasi,


hingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasitersebut dapat
dilaksanakan dengan teratur. Bahwa tujuan suatu organisasi,
dipengamhi oleh suatu motivasi dasar pembentukarl status dan
fungsinya dalam totalitas di mana'ia berada. Dalaqr totalitas
kehidupan bangsa Indonesia, maka HM adalah organisasi yang
menjadikan Islam sebagi sumber nilai. Motitasi dan inspirasi
bahwa HMI berstatus sebagai organisasi mahasiswa berfungsi
sebagai organisasi kader dan yang berperan.sebagai organisasi
periuangan serta bersifat indepenilen.'

Pemantapan fungsi kekaderan HMI ditambah dengan


kenyataan bahwa bangsa Indonesia sangat kekurangan tenaga
intelektual yang memiliki keseimbangan hidup yang terpadu
t antara pemenuhan tugas duniawi dan ukhrrowi, iman dan ilmu,
individu dan masyaraka! sehingga peranan kaqm intelektual
yang semakin besar di masa mendatang meruPrkbt kebutuhan
yang pal.ing mendasar.

Atas faktor tersebut, maka HMI menetapkan tujuannya


sebagaimana dirumuskan dalam pasal4 AD ART HMI yaitu:
,TERBINA}.IYA INSAN AKADEMIS, PENCIPTAV PENGABDI
YANG BERNAFASKAN ISLI\M DAN BERTANGGI,'NG
JAWAB ATAS TERWU'I.'D\IYA MASYARAKAT ADIL
MAKMTIRYANG
DIRIDHOI ALLAH S-IATT'.
Dengan rurnus;rn tersebut, nlaka pada hakekalrYa qry
bukanlah organisasi massa dalam iiengertian fisik dan kualitatif,
sebaliknya HMI secara kualitatif merupakan lembaga pengabdian
dan pengembangan ide, bakat dan potensi yang mendidik,

197
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Hflll EaMradimuka Mahasiswa , ..
':
,: i

memirnpin dan membimbing anggota-anggotannya untuk Bentuk kehidupan yang ideal secara sederhana kita rumusk4n
mencapai tujuan dengan cara{ara perjuangan yang benar dan
efdktif. Untuk menciptakan kehidupan yang demikian, anggara:l
Dasar men€gaskan kesadaran mahasiswa Islam lndonesia unfuk
merealisasik-an nilai-nilai KetuhananYang Maha Esa, Kemanusiaan
II. Motivasi Dasar Kelahiran dan Tujuan Organisasi Yang Adil dan Beradab, Persatuan lndonesia, Kerakyatan Yang
Dipimpin oleh Hikmah dalam Permusyawaratan Perwakilan
Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan Islam serta dengan mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh--l4yu'
sebagai agama yang haq dan sempurna untuk mengatur umat Indonesia dalam rangka mengabdikan diri kepadd Allah SWT'
rnanusia agar berkehidupan sesuai dengan fihahnya .sebagai
Perwujudan dari pelaksanaan nilai-nilai tersebut adalah
I

khalifatullah di muka bumi dengan kewajiban mengabdikan diri


I burrpu u*"Isuiet atau ke4'a kemanusiaan. Dankerja kemanusi3an
semata-mata kehadirat-Nya.
I
ini aian terlaksana secara benar dan semPurna apabila dibekali
Kehidupan yang sesuai dengan fitrah manusia tersebut dan didasari oleh iman dan ilmu pengetahuan. Karena inflah
adalah kehidupan yang seimbang dan terpadu antara pemenuhan hakikat tujuan HMI tidak lain adalah pembentukan manusia
akal dan kalbu, iman dan ilmu, dalam mencapai kebahagiaan yang beriman dan berilmu serta mamPu menunaikan tugas kgri-a
hidup di dunia dpn ukhrowi. Atas keyakinan ini, maka HMI Lemlanusiaan (amal sateh). Pengabdian dan bentuk- amal saleh
menjadikan lslam selain sebagai motivasi dasar kelahiran iuga inilah pada hakikabrya tujuan hidup manusia, 9e!a! dgngan
eebagai sumber nilai, motivasi $an inspirasi. Dengan demikian
melalui kerja kemanusiaan, manusia mendapatkan kebahagiaan.
Islam bagi HMI merupatan piiatan dalam menetapkan tujuan
dari usaha organisasi HMI. i
IIL BosicDemanilBangsalndonesia
Dasar motivasi yang paling dalam bagi HMI adalah
ajara. Islam. Karerur Islam adalah ajaran fitralt maka pada Sesungguturya kelahiran HMI dengan rumus'rn tuiTn
dasamya tujuan dan misi Islam adalah juga rnerupakan tujuan seperti pasd l-enggaran Dasar ters-ebut adalah. ddq rangka
daripada kehidupan manusia yang fitri, yaitu tunduk kepada mer,pwaU dan meiienuhi kebutuhan dasar (basic ncedl bangsa
fitrah kemanusiaannya. Indonesia setelah mendapat kemerdekaan pada tanggal 17
Agustus 1945 guna memformulasikan dan merealisasikan cita-cita
Tujuan kehrdupan manusia yang fitri adalah kehidupan . hiiupnya. Untut memahami kebutuhan dan tuntutan terselut
yang menjamin adanya kesejahteraan jasmani dan rohani secara maka kita perlu melihat dan memahami keadaan masa lalu dan
seimbang atau dengan kata lain kesejahteraan materil dan kini. Sejarah lndonesia dapat kita bi6 dalam 3 (tiga) periode
kesejahteraan spirituEl. yaitu:

Kesejahteraan yang akan terwujud dengan adanya amal .a) Periode (Masa) Penjajahan
saleh (kerja kemanusiaan) yang dilandasi dan dibarengi dengan
keimanan yang benar. Dalam amal kemanusiaaan inilah manusia Penjajahan pada dasarnya adalah perbuda-kan' Seba-Sai
akan dapat kebahagiaan dan kehidupan yang sebaik-baiknya. bangsa terjaiah sebenarnya bangsa Indonesia pada waktu itu telah

199
198
Hflll [andradimuha r"r a nas iswa
Hltll 'Eandradimuha Mahasisw a

keseluruhan basic dernand bangsa lndonesia adalah terwujudnya


kehflangan kemauan dah kemerdekaan sebagai hak asasinya. bangsa yang merdeka b9rs1t1 dan berdaula! menghargai HAM'
Ideali.sme dan tuntutan bangsa Indonesia pada waktu itu adalah
,".tI meojuLjung tinggilnilai kemanusiaan dengan tegas tertulis
kemeidekaan. Oleh karena itu timbullah pergerakan nasional di dalam Pembukaan UUD 1945 dalam alenia kedua'
mana pimpinan-pimpinan yang dibutuhkan adalah mereka yang
{n4mpu menyadarkan hak-hak asasinya sebagai suatu bangsa. Tujuan formal telah kita capai tetapi tujuan
1 dan 2 secara
ke-3 sekarang sedang kita perjuangkan. Suatu masyarakat atau
b) Periode (Masa) Revolusi kehidupanying adil dan makmur hariya akan terbina dan terwujud
dalam suatu pembaharuan dan pembangunan terus-menerus
, Periode ini adalah masa merebut dan mempertahankan yang dilakukan oleh r4anusia-manusia yang ber-imanl berilmu
kemerdekaan. Berkat rahmat Allah Yang Maha kuasa serta p""i"tut dan berkepribadian, dengan mengembangkan nilai-
didorong oleh keinginan yang luhur maka bangsa Indonesia "*
nilai kepribadian bangsa -

rnemperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus L945.


Dalam periode ini yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia adalah
adanya persatuan solidaritas dalam bentuk mobilitas kekuatan
fisik guna melawan dan menghancurkan penjajah. Untuk itu ry. Kualitas Insan Cita HMI
dibutuhkan adarrya" solidanry tnakingj' di antara seluruh kekuatan Kualitas insan cita HMI adalah merupakan dunia cita
nasional sehingga dibutuhkan adanya pimpinan nasional tipe yang terwujud oleh HMI di dalam pribadi seorang manusia yang
sofiikng maker. turii.u. dan berilmu pengetahuan serta mampu melaksanakan
tugas keria kemanusiaan. Kualitas tersebut sebagaimana dalam
' c) Periode (Masa) fvfembalgun puia tq"u" (pasal4 AD HMD adalah sebagai berik;l
Setelah Indonesia merdeka dan kemerdekaan itu mantap 1. Kualitas Insan Akademis
berada di tangannya maka timbullah cita-cita dan idealisme
sebagai manusia yang bebas dapat direalisir dan diwujudkan.
. BerPendidikan Ti"8S, berpengetahuan' luas'
berpikir rasional, objektif, dan kritis'
IGrena periode ini adalah periode pengisian kemerdekaan,
yaitu guna menciptakan masyarakat atau kehidupan yang adil r Memiliki kemampuan teoritis, mamPu
dan makrnur. Maka mulailah pembangunan nasional. Untuk memlormulasikan aPa ydng diketahui dan
melaksanakan pembangunan, faktor yang sangat diperlukan dirasakannya. Dia selalu berlaku dan menghadapi
adalah ilmu pengetahuan. suasana sekelilingnva dengan Penuh kesadaran'

Pimpinan nasional yang dibutuhkan adalah negarawan . Sanggup berdii sendiri dengan lapang-an ilmu
yang "problem soloey'' yaitu tipe"administrator" di samping ilmu pengetahuan sesuai Cengan ibnu pilihannya'
pengetahuan diperlukan pula adanya iman/akhlak sehingga baik secara teoritis maupun teknis dan sanggup
mereka mampu melaksanakan tugas kerja kemanusiaan (amal bekerja secara ilmiah yaitu secara bertahap' teratur'
saleh). Manusia yang demikian m€mpunyai garansi yang objektif mengarah, pada tujuan sesuai dengan prinsip-
untukmengha:ta, kanbangsa Indonesia ke dalamsuatukehidupan prirciP Perkembangan'
yang sejahtera adil dan makmur serta kebahagiaan. Secara
201
200
Hllll [andradimuka Mahas isvva ' H[Ill [andeadimuka Mahaiiswa

2. Kualitas fnsan Pencipta: Insan Akademis, pencipta dan mencipta sejalan dengan nitai-nilai universal
Islarn Dengan dernikian Islam telah menafasi dan
. Sangglpmelihatkemungkinan-kemungkinanlain menjiwai karyanYa.
yang lebih dari sekedar yang ada dan ber[airah besar
meryiptakan bentuk-bentuk baru yang lebih . Ajaran tslam telah berhasil membentuk "unity
.unluk pirsonatit{' dallm dirinya. Nafas Isldm telah
baik dan bersikap dengan bertolak dariapi yang 'm"mUentot
ada (ciptaan All"h). Berjiwa penuh dengan pribadinya yang utuh tercegah dari splif
Sugir""I personality tidak pernah ada dilema pada dirinya
gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan
pembaharuan. sebagai warga negara dan dirinya sebagai muslim'
o Kualitas insan ini telah mengintegrasikan masalah
Bersikapindependendanterbuka,tidakisolatif,insan
suksesnya pembangunal nasional bangsa ke dalam
Iang menyadari dengan sikap demikian potensi, . suksesnya perjuangin umat Islam Indonesia dan
kreatifnya dapat berkembang dan menentukan
sebaliknya.
bentuk yang indah-indah.
. Dengan ditqpang kemampuan akademisnya dia 5. Kualitas Insan bertanggung iawab atas terwuiudny-a
mampu melaksanakan kerja kemanusiaan yang masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah
disemangati ajaran Islam. SWT.

3. Kualitas_.Inian Pengabd"i : Insan Akademis, pencipta,


. Insan Akademis, pencipta dan pengabdi yang
Pengabdi bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas
i terwujudnya masyarakat adil makmur yang
. Ikhlas dan sanggup berkarya demi kepentingan diridhoi oleh Allah SWT.
, orang banyak atau unfuk sesama umat manusia. . Berwatak, saiiggup memikul akibat-al*bat yang dari
o Sadar membawa tugas insan pengabdi, bukannya perbuatannya sadar bahwa menempuh jalan yang
hanya membuat dirinya baik tetapi juga membuat Uenar aipertukan adanya keberanian moral'
'
kondisi sekelilingnya menjadi baik. o Spontan dalam menghadapi tugas, responsif dalam
o menghadapi persoalan-persoalan dan jauh dari
Insan Akdemis, pencipta dan pengabdi adalah yang
sikap apatis.
bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita dai
ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan . Penuh rasa tanggun g jawab, taqwa kepada Allah
sesamanya. SWT, yang menggugah untuk rnengambil P9-t*
aktif dalam suatu bidang dalam mewrjudkan
Kualitas Insanyangbernafaskan Islam : InsanAkademis, masyarakat adit dan makmur yarlg diridhoi Allah
pencipta dan pengabdi yang bernafaskan Islam. SWT.
o lslam yang telah menjiwai dan memberi pedoman o Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan
pola pikir dan pola lakunya tanpa memakai merk dalam usaha mewujudkan masyarakat yang adil
Islam. Islam akan menjadi pedoman dalam berkarya dan makmur

203
242
Htlll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Candradimuha Mahasiswa
. senantiasa memperdalam hidup kerohanian agar menjadi
. Percaya pada dfui sendiri dan sadar akan luhur dan bertaqwa kepada Allah SWT'
kedudukannya sebagai " khatifah }rrrus
fil
melaksanakan fugas-fugas kemanusiaan-
arf,,, y artg
. Selalu tidak puas dan selalu mencari kebenaran'
. Teguh dalam pendirian dan objektil rasional menghadapi
pokoknya insan cita HMI merupakan ,,man offuture,,
P_ada
insan pelopor yaitu insan yang berfikiran luas dan u".p""aar,gao
r.l ilh bersikap terbuka, terampil atau ahli dalam bia*gnla . Bersifat kritis dan berfikir bebas kreatif'
dia sadar apa yang menjadi cita-citanya dan tahu Uagaiirana . Hal tersebut akan diperoleh antara lain dengan jalan:
mencari ilmu perjuangan untuk secara kooperatif 'bekerji sesuai
dengan yang dicita-citakan. Ideal tipe dari hasil perkadeian HMI * Seriantiasa mempertinggi tingkat pemahanian ajaran
f,I adalah "man of inwatoy'' (duta-duta pembaruan)-. penyuara,,idea
'o[
Islam yang dimilikinya dengan penuh gafuah'
progress' insan yang berkepribadian imbang dan padu, kritis, 't' Aktif berstudi dalamfakultas yang dipilihnya'
{gm11 adil dan jujur tidak takabur dan bertiqr,r,a klpada Allah * Mengad akan tmtir club untuk studi ilmu jurusannya
, [i

SWT. Mereka itu manusia-manusi, yaog beriman berilmu dan dan llub stud.i untuA masalah keseiahteraan dan
,I marhpu beramal soleh dalam kualitas yang maksimal (insan kenegaraan. '

ka-il).
* Selalu hadir'dalam forum ilmiah'
Dari Iima kualitas insancita tersebut pada dasamya harus + Memelihara kesehatan badan dan aktif mengikuti
memahami dalam tiga kualitas insan cita yaifu kualitas insan karya bidang kebudaYaan. .
akademis, kualitas insan pencipta dan kualitas insan pengabdi.
Ketiga insan kualitas pengabdi tersebut merupakan insan-tstam * Selalu berusaha mengamalkan dan aktif dalam
yang terefleksi aahm sikap senantiasa bertanggung jawab atas mengambil Peran dalam kegiatan HML I
terwujudnya masyarakat adil dan makmur yr"g airidh"i Allah * Mengadakan t<halnqah-tJwlaqah petkaderan di masjid-
swT. masjidkamPus.

Bahwa tujuan HMI sebagaimana dirumuskan dalampasal


4 AD HMI paaa nanUtnya adalah merupakan tujuan qd'*
V. TugasAnggotaHMl setiap anggola H]t. Insan cita HMI adalah gambaran-masa.depan
Setiap anggota HMI berkewajiban berusaha mendekatkan rrul sutsesnya seorang anggota HM dalam membina dirinya
k"uli$ dirinya pada kualitas insan cita HMI seperti tersebut di untuk mencapai Insan Gta HMI berarti dia telah mecapai tujuan
atas- Tetapi juga sebaliknyaHMI berkewajiban untuk memberikan HMI.
punpinan:pimpinan, bimbingan dan kondusif bagi perkembangan
Insan cita HMI pada suatu lvaktu akan merupakan
potensi kualitas pribadi-pribadi anggota-anggota dengan "lntelectual Communi$" atau kelompok intelegensi yang mampu
memberikan fasilitas-fasilitas dan kesempatan-kesempalan.
merealisasi cita-cita umat dan bangsa dalam suatu kehidupan
untuk setiap anggota HMI harus mengembangkan sikap mentar
masyarakat yang sejahtera spiritual adil dan makmur serta
pada dirinya yang independen untuk itu:
bahagia (masyarikat adil makmur yang diridhoi Allah SWT)'

205
204
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
H[Ill Eandradimuka Mahasiswa
B. Status Dan Fungsi HMI
4. TAFSIR INDEPENDENSI HMI
Status HMI sebagai .organisasi mahasiswa memberi
petunjuk di mana HMI berspesialisasi. Dan spesialisasi tugas
A. Pendahuluan inilatr y4ng disebut fungsi HMI. Kalau tujuan menuniukkan
dunia cita yang harus diwujudkan maka fungsi sebaliknya
' Menurut fitrah kejadiannya, maka manusia diciptakan menunjukkan gerak atau kegiatan (aktifitas) dalam mewujudkan
I
bebas dan merdeka. Karenanya "kemerdekaan pribadi uarrur (finat goal). Dalar4 melaksanakan spesialisasi tugis tersebut,
it
hak yang pertama. Tidak ada sesuatu yang lebih berharga dari t*"t Htrrtt sebagai organisasi mahasiswa maka sifat serta watak
pada kemerdekaan itu. sifat dan suasanul bebas dan kemeriekadn "
mahasiswa harus menjiwai dan dijiwai HMI. Mahasiswa sebagai
I seperti di atas, adalah mutlak diperlukan terutama pada fase/saat kelompok elit dalam grasyarakat pada hakikatnya memberi
manusia berada dalam pembentukan dan pengembangan. Masa/ arti bahwa ia memikul tanggung jawab yang besar dalam
fase pembentukan dari pengembangan bagi-manusii terutama melaksanakan fungsi generasinya sebagai kaum muda terdidik
dalam masa reg4aja atau generasi rnuda. harus sadar akan kebaikan dan kebahagiaari masyarakat hari ini
dan ke masa depan. Karena itu dengan sifa! dan wataknya yang
Mahasiswa dan kualitas-kualitas yang dimilikinya kritis itu mahasiswa dan masyarakat berperan sebagai'flekuatan
menduduki kelompok elit dalam generasinya. sifat kepelopor;&
moral" atau "moral forces" yang senantiasa melaks.anakan firngsi
keberanian dan kritis adalah ciri dari kelompok elit dalarn generasi
" socrai control" . Untuk itulah maka kelompo! rnahasiswa harus
yaitukelompok mahasiswa itu sen&ri. Sifat kepel"oporan, rnerupakan kelompok yang bebas dari kepentingan aPaPun
Tla+
keberanian dan kritis yang did3sarkan pada objektif yungharu" tecuati kepentingan kebenaran dan objektifitas demi kebaikan
diperankan mahasiswa bisa dilaksanakan dengan baik "apabila dan kabahagiaan masyarakat hari ini dgn ke masa depan'-Dalam
mereka dalam suasana bebas merdeka dan detokratis rangka penghikmatan terhadap spesialisasi kemahasiswu"' iT,
rasi-onal. Sikap ini "ilptur *an aaam-dinamitanya HMI harus menjiwai dan dijiwai oleh
{an ldalah yang progresif (maju) sub"gui ciri
dari pada seorang intelektual. sikap atas kejujuran ieadilL dan sikap independen.
obiektifitas.
Mahasiswa setelah sarjana adalah unsur yang paling
Atas dasar keyakinan itu, maka HMI sebagai organisasi sadar dalam masyarakat. )adi fungsi lain yang harus diperankan
mahasiswa harus pula bersifat independenl feiegasan mahasiswa adalah sifat kepeloPoran dalam bentuk dan proses
ini dirumuskan dalam pasal 5 Anggaran Dasar HI\,fl yang perubahan masyarakat. Karenanya kelompok mahasiswa
mengemukakan secara tersurat bahwa "HMI adalah organisasi krfungsi sebagai dutaduta pembaharuan masyarakat atau
yT-gF*ifrt independen" sitat dan watak independen U.gi i{MI "agentif social ihange". Kelompok mahasiswa dengal sikag $an
adalah merupakan hak azasi yang pertama. *utuk tersebut di atas adalah merupakan keiompok elit dalam
' totalitas generasi muda yang harus mempersiapkan diri untuk
Unluk lebih memahami esensi independen HMI, maka
menerimi estafet pimpinan bangsa dan generasi sebelumnya
harus jrrga ditinjau secara psikologis keberadaan pemuda
pada saat yang akan datang. oleh sebab itu fungsi kaderisasi
mahasiswa Islam yang tergabung dalam Himpunan MJhasiswa
mahasiswa sebenarnya merupakan fungsi yang paling pokok'
Islam yakni dengan rr,emahami status Jan fungsi dari HMI.
sebagai generasi yang harus nrelaksanakan fungsi kaderisasi

207
205
Hml Eandradimukd Mahasiswa
Hllll Eandcadimqka Mahasiswa'
C. Sifat Independen HMI
demi perwujudan kebaikan dan kebahagiaan masyarakat, bangsa
dan negaranya di masa depan maka kelompok mahasiswa harus Whtak independen HMI adalah sifat organisasi
senantiasa memiliki *atak yang progresif dinamis dan tidak statis: secara etis merupakan karakter dan kepribadian kader HMI.
Mereka bukan kelompok tradisionalis akan tetapi sebagai "duta- Implementasiirya harus terwujud di dalam bentuk pola pikir dan
duta pembaharuan sosial'i dalam pengertian harus menghendaki pola laku setiap kader HMI baikdalam dinamika dirinya sebagai
perubahan yang terus menerus ke arah kemajuan yang dilandasi kader HMI maupun dalam melaksanakan "Hakikat dan Mission"
,l oleh nilai-nilai kebenaran. Oleh sebab itu mereka selalu mencari organisasi HMI dalam kiprah hidup berorganisasi bermasyarakat
kebenaran dan kebenaran itu senantiasa menyatakan dirinya berbangsa dan bernegara. Watak independen HMI yang tercermin
i
serta dikemukakan melalui pembuktian di alam semesta dan secara etis dalam pola pikir pola sikap dan pola laku setiap kader
dalarh sejarah umat manusia. Karenanya untuk mengemukakan HMI akan membentuk "Indep€ndensi Etis FIM[", sementtra
lr watak independen HMI yang teraktualisasi secara organisatoris
kebenaran demi mereka yang be+adab bagi kesejahteraan umat
I di dalam kiprah organisasi HMI akan membentuk "Independensi
manusia maka mahasiswa harus memiliki ilmu pengetahuan
li yang dilandasi oleh nilai kebenaran dan berorientasi pada masa Organisatoris HMI".
depan denganbertolak dari kebenaran lllahi. Untuk mendapatkan Independensi etis adalah sifat independensi secara etis
,t ilmu pengetahuan yang dilandasi oleh nilai-nilai kebenaran'demi yang pada hikikatnya merupakan sifat yang sesuai dengan fitrah.
mewrijudkan peradatan bagi kesejahtefaan masyarakat bangsa kemanusiaan. Fitrah tersebut membuat manusia berkeinginan
dan negara maka setiap kademya harus mampu melakukan suci dan secara kodrati cenderung pada kebenarar, (hanrel). Watak
fungsionalisasi ajaran Islam. dan kepribadian kader sesuai dengan fitrahnya akan membuat
kader HMI selalu seiia pada hati nuraninya yang senantiasa
Watak dan sifat mahrisiswa seperti tersebut di atas memancarkan keinginan pada kebaikan, kesucian dan kebenaran
mewarnai dan memberi ciri HMI iebagai organisasi mahasiswa adalah AI-I-AH SUBHANAHU WATA'ALA. Derrgan dernikian
yang bersifat independen. Status yang demikian telah memberi melaksanakan independensi etis bagi setiap kader HMI berarti
petunjuk akan spesialisasi yang harus dilaksanakan oleh HMI. pengaktualisasian dinamika berpikir dan bersikap dan berprilaku
Spesialisasi tersebut memberikan ketegasan agar HMI dapat bark "hahlumminallalt" maupqn dalam "hablumminannas" hanya
melaksanakan fungsinya sebagai organisasi kader, melalui tunduk dan patuh dengnn kebenaran.
aktifitas fungsi kekaderan. Segala aktifitas HM harus dapat
membentuk kader yang berkualitas dan komit dengan nilai-nilai Aplikasi dari dinamika berpikir dan berperilaku secara
kebenaran. HMI hendaknya. menjadi wadah organisasi kader keseluruhan merupakan watak azasi kader HMI dan teraktualisasi
yang mendorong dan memberikan kesempatan berkembang secara rill melalui; watak dan kepribadian serta sikap-sikap
pada anggota-anggotanya demi memiliki kualitas seperti ini yang:
agar deagan kualitas dan karakter pribadi yang cenderung pada . Cenderung kepada kebenaran (haniefl
kebenaran Qwniefl maka setiap kader HMI dapat berkiprah secara
tepat dalam melaksanakan pembaktiarurya bagi kehidupan bangsa
o Bebas terbuka dan merdeka

dan negaranya. . Objektif rasional dan kritis


. Progresif dan dinamis
. Demokratis, jujur dan adit.

209
208
Hllll Eandradimuka Mahasiswa

Independensi organisatoris adalah waiak independensi . Mereka tidak dibenarkan mengadakan komitmen-komitmen
HMI yang teraktualisasi secara organisasi di dalam kiprah dengan bentuk apapun dengan Pihak luar HMI selain segala
dinamika HMI baik dalam kehidupan intem organisasi rnaupun sesuatu yang telah diputuskan secara organisatoris.
dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
r Alumni HMI senantiasa diharapkan untuk aktif berjuang
hrdependensi organisatoris diartikan bahwa dalam meneruskan dan mengembangkan watak independensi etis
t keutuhan kehidupan nasional HMI secara organisatoris senantiasa di manapun mereka berada dan berfungsi sesuai dengan
', 'il
'F,r melakukan partisipasi aktif, konstruktif, korektif dan konsti- minat dan potensi dalam rangka membawa hakikat dan
I
tusional agar perjuangan bangsa dan segala usaha pembangunan mission HMI. Dan menganjurkan serta mendorong alumni
demi mencapai cita<ita semakin hari semakin terwujud. Dalam untuk menyalurkan aspiiasi kualitatifnya secara tePat
melakukan partisipasi-partisipasi aktif, konstruktif, korektif dan dan melatui semua jalur pembaktian baik jalur organisasi
konstitusional tersebutsecara organisasi HMI hanya tunduk serta profesional kewiraswistaan, lermbaga-lembaga sosial, wadah
komit pada prinsip-prinsip kebenaran dan objektifitas. ispirasi politik lembaga pemerintahan ataupun ialur-jalur
Dalam melaksanakan dinamika organisasi, HMI secara lairurya yang semata-mata hanya karena hak dan tanggung
jawabnya dalam rangka merealisir kehidupan masyarakat
organisatoris tidak pernah " committe{' dengan kepentingan pihak
manapun ataupun kelompok dan golongan rulupun kecuali adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Dalam menjalankan
tunduk dan terikat pada kepentingan kebenaran dan o$ektifitas garis independen HM dengan ketentuan-ketentuan tersebut
di atas, pertimbangan HMI semata-rhata adalah untuk
' memelihara mengembangkan anggota serta peranan HMI
Agar secara organisato$s HMI dapat melakukan dan dalam.rangka ikut bertanggung iawab terhadap negara
menjalankan prinsip-prinsip independensi organisatorisnya, dan bangsa. Karenanya menjadi dasar dan kriteria setiap
maka HMI dituntut untuk mengembangkan "kepemimpinan sikap HMI semata-mata adalah kepentingan riasional bukan
kuantitatif" serta beriirn a independen sehingga perkembangan, kepentingan golongan atau partai dan pihak Penguasa
pertumbuhan dan keitaksarulan organisasi mampu diembirn sekalipun. Bersikap independen berarti sangguP berpikir
selaras dengan hakikat independensi HMI. Untuk itu HMI dan berbuat sendiri dengan menempuh resiko' Ini adalah
harus mampu menciptakan kondisi yang baik dan mantap bagi suatu konsekuensi atau sikap pemuda. Mahasiswa yang
pertumbuhan dan perkembangan kualitas-kualitas kader HMI. kritis terhadaP nusa kini dan kemampuan dirinya untuk
Dalam rangka menjalin tegaknya "prinsipprinsip independensi sanggup mewarisi hari depan bangsa dan negara.
HMI" maka implementasi independensi HMI kepada anggota
adalah sebagai berikut :
D. Peranan Independensi HMI Di Masa Mendatang
o Angota-anggota HMI terutama aktifitasnya dalam
melaksanakan tugasnya harus tunduk kepada ketentuan- Dalam suatu negara yang sedar,g berkembang seperti
ketentuan organisasi serta membawa program perjuangan Indonesia ini maka tidak ada suahl investasi yang lebih besar
HMI. Oleh karena itu tidak diperkenankan melakukan dan tebih berarti riaripada investasi manusia (human inoestment).
kegiatan-kegiatan dengan membawa organisasi atas Sebagaimana dijelaskan dalam tafsir tujuaru bahwa investasi
kehendak pihak luar manapun juga. manr]sia kemudian akan dihasilkan HMI adalah manusia yang

210 21r
H[Ill Eandradimuka Mahast swa

berkualiths ilmu dan iman yang mampu.melaksanakan tugas-


tugas manusia yang akan menjamin adanya suatu kehidupan
yang sejahtera materiil dan spiritual adil makmur serta bahagia.

Fungsi kekaderan HMI dengan tujuan terbinanya


manusia yang berilmu, beriman dan berperikemanusiaan seperti

I
tersebut di atas maka setiap anggota HMI di masddatang akan
menduduki iabatan dan fungsi pimpinan yang sesuai dengan r{AItr$ II
,l
bakat dan profesinya.
d iSlr
I Olehkarena itu hari depan HMI adalah luas dan gemilang ..,i;t. r{irA'+., n
j.. i*
I
sesuai' status fun$si dan perannya di masa kini dan masa
mendatang menuntut kita pada'masa kini untuk benar-benar I
dapat mempersiapkan diri dalam menyongsong hari depan HMI
yang gemilang.
l'
Dengan sifat dan garis independen yang menjadi
rvatak onganisasi berarti HMI harus mampu mencari, memilih
dan menempuh ialan atas dasar keyakinan dan kebenaran.
Maka konsefuensinya adalah b,gntuk aktifitas fungsionaris dan
kader-kader HMI harus berkualitas sebagaimana digambarkan
dalam kualitas insan cita HMI. Soal mutu dan kualitas andalan
konsekuensi logis dalam garis independen HMI harus didasari
oleh setiap pimpinan dan seluruh anggota-anggotanya adalah
suatu modal dan dorongan yang besar untuk selalu meningkatkan
mutu kader-kader HMI sehingga mampu berperan aktif pada l.t
masa yang akan datang
,

212
Hfill Eandradimuka .M a ha sl swa

5. NILAI.NILAI DASAR PERIUANGAN HMI,

Untuk mengetahui, memirhami; menghayati dan


mengamalkan NDP secara utuh dan benar ada 4 dokumen
keislaman yang harus dipegang yaitu,
,l
,!
1) Latar Belakang Perumusan NDP

lt ' oleh: Nurcholish Madjid


I
Saya disebut-sebut sebagai orang yang rherumuskan
I NDP, meskipun diformalkan oleh Kongres Malang. Itu terjadi
17 tahun yang lalu. Jadi sebagai dokumen organisasi, apalagi
organisasi mahasiswa, NDP itu cukup tua' Oleh karena itu, ada
t' teman berbicara tentang NDP @n kemudian mengajukan gagasan
misalnya udttrk tidak mengatakan mengubah mengembangkan
dan sebagainya, maka saya selalu meniawab, dengan sendirinya
mernang mungkin untuk diubah dalam arti di\embangkan.

Values (nilai-nilai) tentu saja tidak berubah-ubah. Kalau


di situ niisalnya ada nilai Tauhid, tentu saja tidakberubah-ubah.
Akan tetapi pengungkapan dan tekanan pada implikasi NDP itu
mungkin bahkan bisa diubalu Sebab sepanjang sejaralu Tauhid
pun wujudnya sama, yaitu pada Kefuhanan Yang Maha Esa. Akan
tetapi tekanan implikasinya itu berubah-ubah.
. Kita bisa lihat tekanan misi pada rasul-rasul, itu
berubah. Misalnya Isa Al-Masih (Yesus Kristus) datang itu
untuk mengubatrTaurat. (Agar dihatalkan bagi kamu xbagan yang
diharamkan bagi kamu). Nabi Isa datang menghalalkan sebagian
yang diharamkan pada Perjanfian Lama. ]adi, irnplikasi Tauhid
ito iiru berrrbah-ubah mengikuti perkembangan zaman. Sebab
itu jrrgu- menyangkut masalah interpretasi. P"-ngungkaPan
nilai itu sendiri rnemang tidak mungkin berubatu tetapi harus
diperfahankan apalagi nilai seperti Tauhid. Akan tetapi karena

215
H[Ill Eandradimuka Ma h asiswa
Hllll Eandradimuka Mahasi svrra

berbahasa Lrggts, sehingga saya menjadi orang yang mendapat


ada kemungkinan mengubah tekanair dan implikasinya, maka ada
kesempatan pertama.
ruang untuk pengembangan-pengembangan. Dengari sendirinya
juga ada ruang dan kesempatan untuk suatu dokumen semac€un Kunjqrgan saya ke Amerika, sesuai dengan Undangan,
NDP. Tidak hpnya narurnya saja diubah NDP ke MK (lalu NDp hanya berlangsung satu bulan seminggu atau satu bulan dua
kembali-pen). Dan adalah tugas/pikiranyang sah dari adik-adik minggu. Sistemnya semua dijamin; ada uang harian, uangperdiefi.
HMI. Maka dari itu saya persilahkan, kalau misalnya memang Waktu itu dolar belum inflasi; sehingga uang yang saya peroleh
ada yang ingin menggarap bidang ini. itu cukup besar, dan saya tentu bisa menghemat. Uang inilah yang
tl,, saya pergunakan untuk keliling Timur Tengah. Saya lakukan itu,
I
NDP, Kesimpulan Suatu Perialanan secara sederhana.

lr Saya ingi4 bercerita sedikit. Mungkin ada'gunanya, walau Kita di Indonesia selama ini selalu mengaku muslim
I cerita ringan saja. Yaitu bagaimana NDP itu lahir. dan mengklaim diri sebagai pejuang-pejuang Islam. Untuk
I
terlaksananya aiaran Islam, sekarang perlu melihat sendiri
Ahmad Wahib dalam bukunya Pergolakan pemikiran bagaimang wujud Islamsebagai praktik.-Bggifulahmotif saya pergi .
lslam yang sangat kontroversial itu menulis bahwa saya dalam ke Timur Tengah. Meski kita tahr+ Indonesia ini merumg negara
,l tahun 1968 diundang untuk mengunjungi universitas-universitas
''
Muslim yang terbesar di bumi, secara geogralis paling jauh dari
di Amerika yang waktu itu merupakan pusat-pusat kegiatan pusat-pusat Islam, yaitu Timur Tengah, sehingga menghasilkan
mahasiswa. Dan kepergian saya ke Amerika itu mengubah banyak beberapa haf misalnya Muslim Indonesia itu adalah termasuk
pendirian saya hgitu kata Wahib dalam bukunya. rtu, maaf saja, yang paling sedikit ter"Arab"kan:
tidak benar.Iadi di siniAhmad Vyuhib salah. Memang perlawatan .

yang dimulai dari Amerika itu banyak sekali mempengiruhi saya, Barangkali kita tidqk menyadari banyak keunikan kita
bt"pi bukan pengalaman di Amerika itu yang mempengaruhi sebagai bangsa Indonesia. Boleh dikatakan inilah banilsa Asia satu-
saya, melainkan justru di Timur Tengah. satunya yang menuliskan bahasa nasionalrrya dengan huruf Latin-
' Semua bangsa Asia menggunakan huiuf nasionalnya masing-
Begini ceritan;;a. Waktu itu terus terang saja sebehrlnya masing. Hanya kita yang menggunakan huruf Latin: Filipina
pemerintah Amerika sudah lama melihat potensi fn4t ai sini memang, tetapi Filipina belum bisa mengklaim mempunyai
(entu saja pemerinfah Amerika seperti yang diwakili oleh bahasa nasional, Bahasa Tagalog masih merupakan bahasa Manila
Kedutaan Besar Amerika di sini). Mereka sudah tahu situasi I
saja.
politik di Indonesia pada zaman Orde Lama ketika Bung tGmo
mempermainkan atau sebehrlnya boleh saja dikatakan melakukan Kemudian Indonesia satu-satunya bangsa Muslim juga
politik d@ide at hnpeia, antara komunis dan ABRI terutama di menggunakan huruf Latin untuk bahasa nasionalnya. Semua
tubuh AD. Bagaimana AD itu sangat banyak bekerja sama dengan
ili' bangsa Muslim itu menggunakan huruf Arab, kecuali tiga:
kita. Ini banyak dibaca oleh pemerintah seperti Amerika. Dan ,l Turki disebabkan revoluisi Kemal, Bangladesh karena seperti
karena itu banyak sekali pendekatan-pendekatari orang-orang bangsa Asia lain mempunyai huruf sendiri yaitu huruf Bengali
kedutaan Amerika itu ke PB HMI. SebetuLrya sudah lama mereka dan Indonesia karena penjajahan. Jadi kita itu unik. Dari sudut
,l
merrginginkan supaya acia tokoh-tokoh Hii,II yang melihat-lihat pandangan dunia islam. Indonesia unik. Inilah bangsa Mu-slim
Amerika" tetapi memang waktu itu belum banyak orang yang bisa

217
216
Hllll Eandradimuka Ma'has iswa
Hllll [andradimqka Ma has isrrya

mereka tidakmendapatkan kebebasan polifrk' Karena orang |:ldi


yang kurang tahu huruf Arab, kira-kira begitu. Jangankan orang sikap politik-mereka' Akan tetapi dari
juga tidak suka teriiadap-mereka
Islam Pakistan, Afghanistan dan sebagainya, Sedangkan orang banyak sekali dihargl M3t9ka
Indiayang.Islamnya minoritas, di sana pun mereka menggunakan
r"[i if-" pengetahuan
keilud.ian me{adi staf pengajar di Universitas Riyadh. Sejak dari
huruf Arab untuk menuliskan bahasa Urdu, bahasa mereii. Se*ru diskusi-diskusi lcritis.
begrtu. Dari situ saja boleh kita ambil satu kesimpulan bahwa -maui"toii mengadakan
Istamtul saya tanyak
Tentu saya tidak hanya mendengarkan saja' tetapi iuga
kelsldman di Indonesia itu masih demikian dangiaf sehingga
masih ada persoalan yaitu bagaimana menghayati nilai-nilai Islam
*"]rrU*t t, rhenanyakan dan menentanp termasuk menentang
dari segi literatur.
itu. Itulah yang mendorong saya pergr ke Timur Tengah.
Di Turki saya sampai berkenalan dengan suatu ge-try
Waktu saya hendak ke Amerika, saya merasa ogah-
yang betul-betul di bawah tanatt, yang di Istambul mereka itu
ogahan. Akan tetapi biarlah barangkali dari Amerika saya bisi ke
terierak untuk membangki&an Islam, tetapi dengan -t*1TTa
Timur Tengah. Oleh karena itu biar pun di Amerika, saya sudah
kontak dengan orang-orang dari Timur Tengah.yang kelak ketika
yr^i ttt"t rtot sebagian kita agak kedengaran sedikit kolot' Yaitu
melalui sufisme atau gerakan-gerakan tarekat' Suatu tral'am
saya ke Timur Tengah memang banyak sekali yang menolong
Dr. Mustafa di Riyadh meng4ak saya ke Universitas Riyedlu
saya. Kunjungan saya ke Timur Tengah saya mulai dari Istambui
ke Fakultas Farmasi yang akan mengadakan wisuda tamatan
kemudian ke Libanon. Waktir itu tentu saja Libanon masih arnan.
Fakultas Farmasi, di- mana Menteri Pendidikan hadir, yaitu
[-alu ke Syiria, kemudian ke Irak. Di Irak untuk peitama kalinya
syeh Hasan bin Abdullah Ali ketururun Muhammad bin Abdul
saya bertemu Abdurrahman Wahid. Dia yang menyambut. Karena
Wuh"b, salah seorang PeloPof pembaharuan di Arabia yang anak
terus terang, walau pun sama-Fama orang ]ombang, saya belum
turunannya selalu meniaai Menteri bidang pengetahuan seperti
pemah kenal. Karena keluargf saya Mas5rumi, keluarga dia NU.
Menteri Pendidikan, Minteri Ilmu Pengetahuan dan sebagainya
Jadibarubertemudi Bagdad. Diabaik sekali,mengorganisir teman- di Saudi Arabia.
teinan Indonesia unfuk mengambil dan menemui saya ke stasiun
bus dari Damaskus. [,alu saya ke Kuwait, dari Kuwait ke Saudi Saya tidak tahu apa yang terjadi, pokoknya Dr' MusJafa
Arabia melalui Timur. Banyak sekali kenangan <ii situ. Ketika di mengenalkan ,"y" ,**i berbisik-bisik kepada Menterl lalu
Riyadh, saya bertemu seseorang yang pernah saya kenal sejak di Menleri itu minta suPaya saya menceritakan tenlang pergerakan
Mahasiswa Islam di trio.,"ii". Setelah saya ceritaka+ tentu
Amerika, Dr. Farid Mustaf+ seorang tokolu Doktor Engineering. saja
banyak tahu
Itulah satu-satunya pengalaman saya menjadi tamu keluarga auigun bahasa Arab - Alhamdulillah saya sedikit
Arab, di sini kalau makan siang dan medam semua keluarga ikut bahlsa Arab karena belajar di pesantren Gontor' sebuah proiect
termasuk istrinya. Biasanya orang Arab tidak demikian. Saya gabungan antara sistem pendidikan Sumatera Barat (KMI-
tinggal satu minggu di situ dan banyak berkenalan dengan banyak iy4 iu" |awa (>esanhennya) yang Tya kira menjadi ploiect
pelarian Ikhwanul Muslimin. y*i t rrgut tukt"t yang sekarang-berkembang di mana-mana' lalu
iuturit"ri iL a.*itiut t**gtyu dengan keterangan yya'
Kita mengetahui, Ikhwanul Muslimin umumnya ia mengundang 10 orang teman kita, HMI, untuk naik haji pada
beranggotakan orang-orang Mesir dan orang-orang Syiria.
tahun ito l"guls"tanjufrya, dari Riyadh saya menuju Madinah'
Mereka dikejar-kejar oleh rezim yang ada di negaranya masing- dengan
terus ke M"tf.uf,, kemudian ke Kharthum untuk bertemu
masing, dan kebanyakan Lrinya ke Saudi Arabia. Bukan untuli
Dr. Hasan Turabi dari Umful Durman University' tokoh'yang
mendapatkan kebebasan politik, karena di Saudi Arabia sendiri
219
218
Hllll Eandradimuka Mahasiswa Hllll Eandradimuka Ma h as i srrrza

sekarang menjadi pusat perhatian di Strdan, oleh karena dialah kalau ketahuan, Saudara akan mengalami kesulitan, ditahan dan
konseptor dari Islamisasinya Numeiry yang sekar*g sebagainya'l. Akan tetapi saya senang sekali menerima buku itu
i"*h
digulingkan. Dari situ saya pergi ke Mesir,-kemudian teriuuti dan kemudian saya baca.
te
Waktu di Mekkah saya menggunakan waktu paling
Pokoknya dari semua ter-npat itu saya mengadakan diskusi banyak dua minggu, saya baca semuanya. Akan tetapi maaf saja,
mac.6un-fiurcam. Dan konklusinya begini: saya k&ewa
terhadap r"yi Uduk mendapat kElebihan dari tulisan-tulisan orang itu. Ya,
,l tingkat intelektuaritas kalangan tslail di rimur Tengah saat
,
itu. dengan segala ke\aguman saya kepada Hasan al-Bana, tetapi saya
,l
i
Sehingga saya lalu.ingat Buya Hamk4 ketika suati
saat Buya harus banyak sekali tidak setuju dengan isinya. Kebanyakan isinya
minta izin kepada K.H. Agus Salim untuk pergi ke Timur hanyalah.slogan-slogan loyalistik. Bukan pemecahan masalah.'
,"' Tengah,
f belajar. |awab K.H. Agus Salim seperti y"r,g dimuu t di Gema
Iilam Oleh karena itu, saya tidak merasa begrtu sesuai dengan buku
I dahulu. "Malik, kalau kamu mau pergi te Ue*afr atau Timur itu. Kemudian di Mekkah saya berusaha untuk mengkhatamkan
I f""S1tt b-oleh saja. Kamu akan fasih berbahasa arab barangkali. Al Quran dengan teijemahan dalam bahasa Inggris untuk
T"jrli paling-paling kamu akan jadi lebai, kalau pulang. i?irpi pengecekan. Kemudian setelah melakukan berbagai diskusi'tadi,
sebaliknya kalau kamu mau mengetahiri Islarn secara saya littat beberapa hal yang relevan untuk kita. Sampai sekarang
interek,
,l Iebih baik di sini. kl"iT srma
"
Dan saya setuju Juig"" Al Quran itu saya simpan dan saya coreti dengan komentar-
K.H. Agus Salirr itu. ""i",,: komentar saya. - ,

''.pendapatPrdahar di sini, di Indonesia, kita sudah bergumul rJengan Kemudian saya ke Sudan dan pulang. Dan ketika
Marcisme, dengan rnc.un-macam di sini. Indolnesia t"i!r, mendengar janji Mmteri Pendidikan Saudi Arabia untuk naik
pergumulan ideologi yang pulirr[ seru pada zanran Orde haji saya memang diingatkan oleh Dr. Mustafa orang di ibukota
Lima
dan kita sunsioe. Kita'sudah biasa berdiilog dengan o.ur,g_orrrrg Riyadh itu. " Ini ianj i Arab" , katanya. "Oleh karenaitu, anda h:rrus
lgTdr dengan forum-forum mereka, bukan foirum+orulm kit . rajin menagih". )adi, ketika sampai di Mekkah, saya mengirim
Oleh karena itu kita lebih banyak teriatih dari pada or*g_o.ung surat. Saya sampai di Madinah, iuga begitu. Dan akhimlra
yang saya temui di negara_negara Timur Tengah beikenaan alhamdulillah, terealisir. Alfiir Januari 1969 saya pulang ke
dengan cara melihat apa paling relevan dalai.tslam ini yang Indonesia untuk kemudian untuk merealisir ianii dari Menteri
1,ang
luy_tfta kembangkan. Sampai-sampai waktu di Riyadh, dengan Pendidikan Saudi itu untuk naik haji yang waktu itu iatuh bulan
Dr. Mahmud Syahwi mrffiIa, salah seorang tokoh Ikhw;ul Maret. Berarti Cuma ada waktu satu bulan, jadi habislah waktu
Muslimin, kgtika sy! mgysa jengkel dengan-kekecervaan saya untuk menyiapkan teman-teman naik haji. Sampai di sana
saya,
saya bilang begini saj+ .Dari pada Anda-kuliahi saya semua teman ikut sakit karena tidak cocok dengan makanan
a""i"r,
macam-macam yang tidak masuk akal say+ tebih Uaii< kecuali saya. Kebetulan saya sudah terbiasa dengan masakan
aiaa
kasih saya bahan bacaan yang menurut Anda paling
O"*, orang r*i. Sr*pui Zaitun yang disebut di dalam Al Qtiran saya
dan kalau saya memba:T{u r_ry" mendapat ja*rU*,,.'Ltu makan. Karena perlu diketahui bahwa buah itu walau pun tidak
saya
diFri blkl fang berj_1dul Majmu Rasail Hasan al-Bana,kumpulan enak dan agak pahit bagi yang belum biasa, tetapi gSznya titgg
tulisan risalah-rialah Hasan ar-Bana, yang waktu itu sekali dan dapat menghilangkan rasa mual dan sebagainya. Dan
adalahlbuku
terlarang di saudi Arabia. Buku itu aiue"i"tun kepada sava mendapat seraice dari seseorang di kedutaan San Fransisco,
saya, sambir
mewanti-wanti, "Jangan sampai ketahuan o.urg Saudi, seorang novelis yang terkenal di Amerika, bernama fohn Bali,
karena

220 221
H[Ill Eandradimuka Mahasiswa
Hlil. Eandradimuka Mah a siswa

tentu saja agak sulit dibicarakan karena persoalannya demikian


yang salah satu bukunya difilmkan dan mendapat hadiah besar.
luas hingga. tidak mungkin suatu Kongres membicarakannya'
Dia mengatakan begini, "saudara harus tahu, berkat Zaitun inilah
I,atu aiseiafrtan pada kami bertiga; Saudara Endang Saifudin
orang Yunani dahulu berfilsafat. Karena Zattunitu tanamanyang
Anshari, Sakib Mahmud dan saya sendiri. Nah, itulah kemudian
tahan lama sekali dan tetap berbuah". Pohon itu bisa ribuan tahun
lahir NDP, yang namanya diubah lagi oleh Kongres ke-16 HMI
bertahan, dengan gizi buahnya yang begitu tinggi, sehingga orang
menjadi NIK (Nilai Idenfitas Kader).
Yunani itu dulu boleh dikatakan tidak lagi memikirkan masalah
",1;
,.\ sumber gziyau,:rg tingg.Cukup menanam zrrrfr:r;rsaja dan sampai
sekarang zaitun merupakan komoditi yang penting negara-negara Inti NDP: Beriman, Berilmu, Beramal
seperti Itali, Yunani dan sebagainya.u Kalau teman-teman melihht NDP, tentu saja dibagi-bagi
f'1 Setelah pulang dari haji, saya ingin menulis sesuatu menjadi beberapa bagian. Yang Pertama "Dasar Kepercayaan",
I " Kemanusiaan", "Kemerdekaan Manusia"r "lkhtiar dan Takdir"'
tentang nilai-nilai dasar Islam. Seluruh keinginan saya untuk
bikin NDP saya curahkan pada bulan April, untuk bisa dibawa Ini tentu saja banyak sekdi unsur dari tulisan H. Agus Salim;
ke Malang pada bulan Mei. Jadi NDP itu sebetulnya merupakan Filsafat tentang Tahuid, Takdir dan Tawakal, misalnya. Kemudian
kesimpulan saya dari perjalanan yang macam-nulciln di iimur "KefuhanairYang Maha Esa dan Perikemanusiaano, lalu "lndividu
t,l' Tengah selanra tiga bulan lebih itu. Jadi sama sekali salah kalau dan Masyarakato, "Keadilan Sosial" dan ."Keadilan Ekonomi",
Ahmad Wahid mengatakan itu adatah pengaruh kunjungan saya "Kemanusiaan dan llmu Pengetalruan', lalu kesimpulan dan
Amerika. Begrhrlah singkatnya cerita. Namanya s"j" fVOp, penutup. Saya tidak akan menerangkan semua isi NDP. Saya akan
!]
Nilai-Nilai Dasar Perjuangan. Tentu saja baharurya itu macam- ioncat saia, kesimPulan NDP itu adalah bahwa "ilmgan demikian
sikap hidup manusia meniadi sangat xderhana, Yaitu beiman, beilmu
rruc€un. Saya ingin mencerita[an, mengapa rulmanya NDp.
sebetulnya teman-teman pada waktu itu dan saya sendiri berpikir dan beramal". Ya biasa, kalau suatu ungkapan yang sudah penjadi
untuk memberikan nama NDI, Nilai-Nilai Dasar Islanr Akan klise, itu tidak menggugah apa-apa. Apa maknaberiaran, berilmu
tetapi setelah saya berpikir, kalau disebut Nilai-Nilai Dasar Islam, dan beramal, saya kira itu telah menjadi kata-kata harian.
maka klaim kita akan terlalu besar. Kita terlalu mengklaiq inilah Saya kira hidup beriman, tentu saia P"1*-"* niU3fi
Nilai-nilai Dasar Islam. Oleh kare.a itu, lebih baik disesuaikan sifatnya. Setiap manusia ltu harus menyadari, tidak-bisa tduk,
dengan aktivitas kita sebagai mahasiswa. Lalu saya mendapat harus punya nilai. Oleh karena itu iman adalah primer' It*
ilham dari beberapa sumber. Pertama adalah willy Ei"h"r, reor"ng adalah."gul"r,ya. Oleh karena iman di situ adalah sandaran
ideolory Partai Sosial Demokrat Jerman yang membikin buku, TIl€ nilai-nilai tit". tti kemudian diungkapkan secara panjang lebar
Fundamental values and Basic Demand of Democratic sociarism. Nilai- dalam Dasardasar Kepercayaan. Kenapa manusia mirniliki
nilai Dasar dan Tuntutan-tuntutan asasi sosialisme Demokrat. kepercayaan. Di situ, misalnya kita menghadapi satu dilema;
Nah, ini ada "nilai-nilai dasar". Kemudian,,perjuangan,,-nya dari satu dilema pada manusia, yang dikenrbangkan dalam Syahadat
mana? Dari karya Syahrir mengenai ideologi sosialisme Indonesia l_a iuaha itatLah. Tiada Tuhan melainkan Allah. Di sini kita bagi
yang termuat Calam"Perjuangan Kffa. Dan temyata Syahrir juga dalam dua, nafsu daurr itsbat. Artinya negasi dan afirmasi' Jadi
tidak orisi,al. Dia agaknya telah meniru dari buku Hitler, Mein tidak ada Tuhan melainkan Allah. Mengenai soal ini, saya pemah
Kamf.Jadrlah Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDp) itu. Kdmudian terlibat dalam polemik tentang Allah ini, bisa +idak diteriemahka-n
saya bawa ke Malang, ke Kongres IX, Mei 1969. Tetapi di sana

223
222
Hfill [andradimuka Mahasiswa Hfill Eandradimuka Mahasiswa

Sala berpendapat bisa; tapi banyak setali orang Bangsa Muslim yang pertama bukan Arab dan sampai
.dengan-Tuhan?
berpendapat tidali bisa. Kemudian ada polemik-yang saya tidak sekarang tidak berhasil di-Arabkan adalah b4ngsa Persi. Padahal
begitu suka. secara geografis itu paling dekat dengan dunia Arab. Mengapa?
Karena latar belakang kebudayaan Persi yang besar itu, sehingga
Memang para ulama berselisih mengenai makna Allah mereka tidak bisa di-Arabkan, Oleh.karena itu, bangsa Persi-
ini. Maksudnya ada yang berpendapat bahwai Allah ini suatu isin lah yang pertama kali menghadapi masalah terjemahan ini.
jamid, yaitu bahwa memang Allah itu begtu adartya; ada yang Sebab Islam dateing dengan berbahasa Arab. Sehingga'mazhab
berpendapat bahwa ini sebetulnya berasal dari al-ilaah,kemudian Hanafi yang Abu Hanifah itu sendiri orang Persi - berpendapat,
menjadi AllalL fadi marurutmereka yang berpendapatisim jamid sembahyang dalam teriemahan itu boleh. Itulah sebabnya
\ tidak dapat. diteriemahkan Allah. alhh tetip A[ah. Dan itu mengapa orang-orang Persi selalu menggunakan Knda untuk
Allah. Kita mengetahui bahwa bahasa Persi itu adalah satu
I

i
banyak pengikutnya.
rumpun dengan bahasa ]erman, Inggttri dan Sansekerta' Sehingga
Buya Hamka juga pemah mempunyai persoalan, ietika
_
d]*yl orurn&, 'lMengapa Buya Hamka-suka bilang Tuhan, kan
Baitullah misalnya, mereka terjemahkan menjadi Khanih-e Khaila.
Maka dari itu, ketika zarnan modem sekarang ini umat Islam
tidak boleh? Dan mengapa suka bilang sembahlang, bukan mulai menyebar ke mana-mana termasuk ke riegeri-negeri Barat,
Attut it *u*urig Tuhan,
shalat? Hamka menjawab, "boleh, sebab maka ada persoalan, yaitu kalau Al Quran diteijemahkan ke
dan shalat juga bisa diterjemahkan menjadi sembahy*g;. B.liu., dalam bahasa Inggris; misalny+ bagaimana menerjemahkannya?
Tengutip
bahwa duludi Malaya Aliahiru diterjemahkin dengan Apakah Allah harus diterjemahkan menjadi God, ataukah tidak.
Dewata Raya danpara ulama tidak keberatan. Itu sudah ada dua perrdapat. Misalnya, The ivleaning of the Gloious
Quran tidak menerjemahkan perkataan Allah. Sama sekali
Tetapi sebelum Buy, flrrrrt u atau orang [rdonesi4 yang tidak. Tetapi sebalil.rrya Yusrrf Ali yang orang Pakistan, yang
menghadapi masalah teriemahan ini orang Fersi seberuinya. ta{sirnya juga diterbitkan oleh Rabithah Alam Islqmi di Mekkah,
Sebab bangpa Muslim yang pertama bukan or"r,g Arab itu yang meneriemahkan Allah dengan God. Sehingga dalarn terjemahan
besar adalah,orang Persi. Memang sebelum iti orang Sirf.i.; dia, itu tidak ada sama sekali perkataan Allah, karena jadi "God"
Mesu, semua bukan Arab. Tetapi mungki4 karena tat"" tht ang semua. Dan Khomeini yarrg sekarang mendirikan negara Islam di
kultural mereka itu tidak b"$tu kuat, iraka mereka ter-Arabkan Iran, Konstitusinya dalam versi bahasa Lggrt, menerjemahkan
31a sekali. Sehingga orang Mesir sekarang sudah tidak ada la ilaaha illa-Allah dengan " there is no god but God" . Ini penting,
lagi. Mereka semua menjadi orang Arab. Termasuk Khadafi mengapa ulasan ini agak Paniang karena ada implikasinya.
y_ang keturunan Kartago itu juga"menjadi orang Arab. KJau Yaitu salah satu problem kita di Indonesia ini ialah bahwa tradisi
dari sejarah, I(hadafi itu lebih dekat dengan orang-orang yunani, intelektual Islam kita masih muda sekali, sehingga grang sering
orang Romawi dan sebagainya sebagai keturunan Xartago. Lybia kehilangan jejak, akhirnva bingqng. Buku Yusuf Ali yang saya
itukan tempatnya orang-orang Kartago dulu danmereka-itu lebih beli di tvlekkah yaitu ketika saya mengadakan kunjungan ke
plfaf orang-orang Quraisy. Tetapi rnereka menjadi Arab dan beberapa negara ke Timur Tengah diberi Pengantar dari sekje4
berbahasa Arab. Maka yang disebut bangsa-ba-ngsa Arab itu, Rabitah Alam Islami. Kita bisa lihat sekarang di sini misalnya
secara darah sebetulnya sebagian besar bukan orang-orang Arab, perkataan la-ilnaha illa-Allah bagaimana dia teriemahkan. Begitu
tetapi orang-orang berbahasa Arab. juga dalam tafsiran Muhammad Asad atau dalam Konstitusinya
Khomeini. Kita boleh tidak setuju dengan ajaran Syr'uh, tetapi

224 225
M \Tt?f*
"1T,1\ [.tu
lY Pe<"fW.^R.trc.'*-
(C",11\,tu4 l/{424
aQ^,t
iu-l.rr, l.O-lrrlru,,-
Hllll Eandradimuka Mahasiswa l-i; Mah;;is;/;
p*t* t+floi'Hllll Eandcadimuka

janganphabi. lustru bobot NDP sebetuLrya untuk menghilangkan "^'w


Ada betulnya juga meskipun tidak selurulurya. Suatu :

itu. Sedangkan Islam itu sendiri berada di tengah umat manusia.


saat Pak Takdir konon rnenggugat H. Agus Salim. Katanya beginf,
Jadi kita ini harus Muslim di tengah umat Islam itu sendiri. Oleh 'Pak Haji, pak haji ini kanbranq terpelajar sekali, masa-masih
karena itu, mungkin saudara-saudara iuga tahu bahwa saya selalu
sembahyang. artinya kok' masih memPercayai agama? Lalu
mengatakan tidak setuju dengan sensor. Ora.g boleh tidak setuju
dibilang otJn g. Agus Salirn, "Maksud-s,audara apa? "Maksud'
dengan suatu pahanr, tetapi jangan mensensor.
say4 sebagai seorang terpelajar saya tidak membenarkan sesuatu
'
1
,,*l
Karena itu sebenamya, di Indonesia kata Allah itu bisa keCuafi kalau saya paham betul". Betul, memang begitu. Quran
diterjemahkan menjadi kataTuhan. Menurut saya bisa. Ktromeini sendiri menyataican-hgrt".Akan tetapi begini, kita kan terbatas,
saja bisa kok, mengapa kita tidak bisa. Itu Yusuf Ali bisa, bahkan karena terbatas kalau rasio kita sudah polbegltu, maka sebagian
kita serahkankepada imano. Jadi dahiman itu adatahBgian
ll, l itu diterbitkan oleh Rabitah Alam Islami. ladi tiada Tuhan dalam
dari pada hidup dan itu adalahkewajiban dari pada tT'9"{ry:'
lr , kecil (tulun), kecuali Tuhan itu bisa. Waktu itu saya tidak tahu,
bahwa Buya Hamka pernah menerangkan hal hi, sehingga ketika Rupanya Tak&r belum puas dengan jawaban itu' Lalu Salim
t,l mernUuat jawaban yang lucu-lucu dan berrar. Dia bilang begini,
saya terlihat dalam polemik itu ada seorang teman yang bersuka
rela memberikan kepada saya copy dari polemik Buya Hamka "Begini 4a aelr, T;kdir kan oiang Minang. f.".f& Prrlqg
"Minangkabau,
ke pulang Lampung, naik hpa? "naik kapal"
I 'l ' dengan seseorang mltatoi surat menyurat. Oan sekarang sudah
diterbitkan dalam sebuah buku, yaitu, Hatnka.Molauab Mosaloll- jarvab Takdir. Rupanya waktu itu.beluft bisa naik Pe€jwa!,
maxlahAgana pesawat belum t'uhtrpanyakr "Nah,.IGj3 Agus Saliru "Kamu
naik kapal itu menyalahi prinsipmu". "Kamu akan menerima
Dalam ps&ologi aganu ada yang disebut rcntoert sesuatu kecuali kalau paham selurulurya. Jadi asumsir.y+ kalau
ampl*. Convert artinya slang ylng baru saja memeluk agama. kamu naik kP"t, adalah kalau sudah paham tentang seluruhnya
Lalu kompleks, perasaan selagai agaurawan baru. Misalnya di yang ada dalim kapal itu. Termasuk bagaimana kapal dibikin,
masyarakat ada saia bekas tokoh yang kurang senang pada agama, tugui*t menjalankanny4 bagaimana kompasnya, -b:gqql
lalu menjadi fundamentalistik sekali.
"
ini-dan sebagainjya. Kalau b"gt" kedka kamu mengifriakkan kaki
ke geladak [upl ai frti*d'Priok, itu kan sudah ada nnsalah
Nalu karena tradisi intelektual kita itu begrt muda, i*i.r. K.-,, percaya kepada nalfioda kamrl percly-akepada yang
b"gtu rapulr, kita sering kehilangan jejak. Kemudian bingung. bikin kapal itti Urt *u iti ,,"nU tidak pecah di Selat Sunda dan
Ada cerita menyangkut dua orang Minang: H. Agus Salim dan kamu kemudian tenggeiam. Percaya, Percaf dan semua deretart
Sutan Takdtu Alisyahbana. Sudah tahulah Takdir Alisyahbana kepercayaan".
seorang yang mengaku sebagai orang yang modern dan sangat
rasionalistik. Oleh karena itu, dia pengagum Ibnu Rusd. Dia selalu Agus Salim melanjutkan -Sed'ikit seklli yang- hly
bilang, dunia ini kan persoalan pertengkaran Ghazali dan Ibnu ketahui teitang k"p"l. Paling-paling bagaimana tiketn-ya aiju,al {i
Rusd. Karena di dunia Islam.Ghazali yang menang dan di dunia loketnya saja y-angkamu tahu. Pembuatan tiket juga-kamu-tidak
Baraf Ibnu Rusd yang menang, maka akhirnya lbnu Rusd yang tahu" katanyu. i"l" Agus Salim bilang beg,.,i, "Seandainya kamu
merrjajah Ghazali. |adi Indonesia dijajah Belanda itu sebetulnya konsisten dengan ialan pikiran kamu hai Takdir, mestinya kamu
Ghazdi dijajah Ibnu Rusd, menurut Takdir Alisyahbana. Karena pulang ke Minang berenang. Ya, begitu, sebab berenang itu yang'
apa? Ghazali mewakili mistisme, intuisme, sedangkan Ibnu Rusd puli.rg= memungkinkan usahamu. Itu saja masih banyak gekali
mewakili rasionalisme. masaluh. Bagaimana gerak tangan kamu saja mungkin kamu
tidak paham;, k"turtyu. Lalu ini yang menarik, "nanti kalau kamu

226 227
Hml Eandradimulra Mah asiswa Htlll Eandradimuka Mahasiswa

berenang, di SelatSunda kamu diombang_ambingkan itu tidak mungkin hiqqP


krT: ombak dan fadi masalahnya begini, manusia
akan berpegang pada .+ y*g ada. Dalam keadaan kecuali kalau memp,riy"i i"p"tcayaan' Akan tetapi
kalay *fiy
panik, kamu "p"
akan beiplgang pada upu
;; ;;G
y;"g ;;"y"k y""g dipercayai, akan menierat manusia sendin' dan tidak
katau kamu ketely brl;+ffd;""g .ri;u
Akan tetapi kalau kamu ;kui #y"i. m"muu"t kemajuan.'sementara itu manusia tidak
ketemu ranting, itupun akan kamu
barang kuning juga kamu pegang,,. pegung. Ketemu barang_ ;;gki"'hidup tanpa kepercayaa+ Oleh karena itu dari sekian
i; kata Agus Salim. U*ylt kepercayaan harus d.isisaican yang paling-be-nar' yaitalaa
Nah inilah yang saya maksudki ilb-Atlah int.Ini keterangan yang banyak sekali' akan tetapi
;taaila
saya mau meloncat sedikit kepada isolasi agama'

Agama Islam itu satu rumpun fengan igry Yahudi


*ii*:l$1;*E'fi*,m'rmu*
Iadi kembari Iagi taa,ia7ta ira-Afiai ii s,.,i *"**g'"1"
sebagaimana sudah *"lrai iiil*r.
dan Kristln yang disebut agama
,,,"*u.i,i 4aran N"aui rurar.i.'.,
'irriit*ir.ati
-y.ito
lbrahim' Nah' kita masih
htni Wajj ahtu w aihia lillaadzii
?tl",Tl.yu,
itu hidup tidak mungkin.tanpa-k;;;;"uy"*. rc"yr1"""", .ri"rrrr" wal ardhn, Hanrfam muslima wama ana minal
TyS Itu problemanya. Jadi sebetirr,nyu karauTertalu banyak musyikin.Ini suatu pemyataan lq1lrifn setelah "e-ksprimennya"
Al-Quran, probremanya itu u"gri*L kita membaca dalalm mencari Tuhan. Itu dalam Al-Quran, yaitu
ketika Ibrahim
percaya pada Tuhan, ,"ju-pi bagai"mana
membikin manusia bintang itu hilan& dia bilanp ah, tidak mungkin lu'han
membebaskan manusia -["t,"rrgg"f.*"i"i
melihat
ke*"qiT
dari percaya kepada terlalu Ur"]r"tT"ian. UuUn luhan. Seteiah meli]ratbulan;
Karena it, *"_rg itu lebih besar' Dia pun !il*g inilah
ada tema atheisme dalam jaitu *""J"p'i'.t. matahari
sekati. Atheisme itu satu n +l_a;;
dahriyyalz tapi kecil r.nafahari'
f y.i[-iia"i myngkin. Jusrru yang irt "r,. pokoknya eksperimen melaluibintan& bu131 dan pembebasan'
ada masalah
ada dan sangat banyak t"4aa'ipu?a
ilanusiu ialah politheisme. f"it" gq"h-e{+ahm. 6atay di-sini manusia itu cendequng
Problema manusia^seUet"i"yr'U"tan
atheisme yang utama, r"rofl( ,,ug-"Uf, masalah nafyru, karena
tetapi politheisme.Oleh karbna it" t"*r_t"*a Al_eur#itu untuk meryiaitan apa saja yang memenuhi syarlt sepagai misteri
dicerminkan dalamperka taan laa yang y4ng mengandung kehebatan' sesuatu
ajaran menghancurkan politheir*".
it onoito_eUrh, ialahusaha dun / sebagai tuhan; seiuatu sebuah gunung yang
Kalau
ou" .kalau';;;h;il;" yang I',"ngandung rasa
'r*iip
ingin tahu'
diterangkan
politheisme kita pergunatan pori*,ei*i' Ui"*"t"t rJa"o *"ribu*u lencrina tidak bisa
akan berbunyi,-,'bibaskan
menjerat dirimu sendi-i.. Sebab
i;iir-'iii auu* bahasa sekarano
u;r"ii*iii*ii-;rf; ;t"h'orang, maka mereka melihatnya sebagai
tentang syirik
misteri
sebehrlnya'
dan
kepercayaan dan sistem t"*"ai"" Lunyembahnya' lnilah akar
kepercayaan itu membere"g". ""..,,,u
T";;i ilau manusia tidak mem,iki mitologr' Barangkali
kepercayaan sama sekali
i"g" il'rk';;gkin. oreh karena itu |adi, syirik itu sebetulnya kelanjutan
r* kepercayaan, *jri k"p"rcayaan itu harus sedemikian
9*r sehingga tidak membeLnggu kita sudah mempelajari bagaimana lahimya mitologi'
Oleh karena
rupa
[,'u, i"rrr.*;""rilr-;i; itu, mitologi sec-ara'bahas" Uot"tt dikata lbagai keclndl*']q*
ki ta. Itulah kepercayaan tepaa
JX t Ub-Ll_satunya Tuhan, yang manusia untuk menuju sesuatu yang tidak dipaframi-ne-sttu.kira-
berkembang
AIIah ini adatah th; High ira f"i""-r*,
maha Tinggi. Tuhan kira. Pemimpin yang iatu ug"og-ug"tgkan, akJrirnya
menjadi miiologi tJrn"a"p'p"t"i*pi" kita itu' Nah'
Yang lvlaha Esa' Karena itu AIIah kalau-kita
lain dengan Zeus dan rndra vanq
Kalau
menianut mitoli gi, maka *"to *ltot
merupakan mitolosi. Orang yunani itu pasti menjerat kita'
Zeus. Dan z,et,s ii ru*u iu-u
k"#lt";;ffir"* ;#: kemungkinan
aJr*'* ttologi mereka. orang mirinya kita me-mitoskan guntrng, Tufl tertutuP-
Mesir, Ro, t",..riii.,-.oru.grndia,Indra. i"gi til *umpelajari apa seletutnya hakikatnya' Gunung itular'r
228 229
Htlll Eandradimuka Mahasiswa
Hflll EaMradimuka Mahasiswa
, NalL jadi meskipun matahari itu sampai sekarang
mengandung sebuah kekuatan riristerius, yang setiap kali rneletus belum seluruhnya kita iahami, artinya masih
mengandung
akan menghancurkan sekian banyak ora4& sawah ladang dan . irt"ri, ada potlnsi ""ttit P"lorrt K-"tta itu matahari. tidak
sebagainyi. Oleh karena itu pendekatan kitti kepada gulungitu sebagui r"hun' karena suatu tult- +P
mengarah kepada pendekatan keagamaan; disembah. Nah, itulah -"*""irf,i syarat seluruh d,,am H g:silutah kiia
;id;;;*ia.
"irrr- nusit";"ia
bisarnelihatmenga?aiU"tit""aq-tiiir-an:"IGmiP"ry.ly:-:::!:
iiao-X" ili xluih dat dalam dii mereka
calctaasala seniltt' serungga
]adi artinya, suatu mitologi menutup kemungkinan 'i*t*i-tiisl
suatu objek untuk diteiiti secara ilmiah. Seorangahli vulkanologi
mereka uiwa euah itu b-1-u/" Artinyl orang
bila seluruh alam ini sudah
tT
hnaaul uakia bahwa Allali ifu'benar
misalnya melihat itu se-bagai sesuatu yang biasa, tidak lagi
I

I
#H#;;[" atr"t"-', sehingga tidak tersisa misteri lagi'
mengandung misteri. Begitulah kira-kira. Sebab untuk syarat buh*u airlt' it" Allah oleh karena Dia
I
I
sebagai Tuhan haruslah misteri, tidak bisa dipahami. |angan lupa
#;;;A;'hi.
I
;;j,aIk;ilo*t# manusia. Tuhan itu adalahyang tidak
bahwa kita masih banyak mewarisi mengaPa hati itu tujuh' Dan
';,f&;;ip;r".imanusi+dansebetulny'k""]:9l"3TT
*51
Tuhan itu diandaikan bintang-bintang atau benda-benda langit. konteks *:lg"Y
*"",t"t fiufria itu adalah yang fl:'
ladi yang paling besar adalah matahari, kemudian yang kedua ;;ihffi ,yo un(tiada sesuar'r sebandrng dmgan Di1)'J1di
adalah rembulan, kemudian bintang seperti tnars, venus, yupiter A[ah itu'
n 'll
dan sebagainya. Itu sebabnya kemudian orang{rang Babilonia
ot; ua"t Uta dijambarka+ tidik dlpat drpatrami' seUau tetminu*
mutlak Perkataan ;;'h;s..i Tuhail itu iontradiks i in-
menyediakan setiap hari satu tahun. Nah, itu masih bisa dilihat ladi kaiau
sampai sekarang. Misalnyanamanyadalambahasa hrggeris, seperti
il;t memahami berarti mengetahui bahwa Tuhan itu terbatas'
batas-batasrrya'
*"*"f,"tt i f"hu" berarti sudaf, apriori
Sunday, itu aitinya hari matahari. Waktu itu orang menyembah
matahari. Monday artinya rem$ulan. Kalau dalam bahasa Prancis
itn lebih kentar alagp: Mardi (hari mars), /Vfarcredi (hari merkurius), Oleh karma itu, kalau A[ah itu memang
mutl& maka
tama
Dia tidak dapat dipJami' Sebetulnya ini
fenur (hari jupiter),.Vmdredi (hari venus) , Saturilay (hari satumus).
kontrovbrsi rynp
;iil;g"" iror"t itf"*' Yaitu anta;a Mu'tadlah dan Asy'ariyah
Baru ketika bangsa Semit, bangsa Semit yang sudah manusia itu bisa melihat Tuhan
mengenai iso mengenJ
bertauhid yang dimulai oleh Ibrahim mengambil alilu mitos.itu "p"O+ Mu'tazilah tetap tidak bisa'
atau tid& ai
dihapus dan kemudian nama hari yang tujuh diganti dengan "*g.;d,Menurut
sedangkan menurut Asy'aiyah bisa m3skiPuf
sel.alu ditutup
angka. Ahad Senin, Selas+ itu maksudnya satu, dua, tig+ dst. antara
Tetapi hari Sabtunya tetap dipertahankan' ]adi artinya kalau
J""s"?.:bil, kaifu, tanpa bagaimana' .Jadi sebetulnya
bagaimanl hld
Ibrahim dahulu itu ada pikiran atau usaha begltu, ada pikiran
il;""y" tidakida pouta""i'u Kalau tanpa tanpa bisa diketahui'
untuk menyembah bintang, itu sebetulnya karena ia memang
ir.r" U'it" dik*ahui'sendiri' Mengetahui
ffi;I;ff*l]r"P; bi"u *""g"tahriyang bagaimana mengetahui itu'
orang Babilonia. Tetapi kemudian lihat kesimpulannya ketika banyak dianut seb4gi'an
matahari tenggelaru dia bilang "ah masa Tuhan tdnggelam". Nah,
i:;firknifa dansistem esy'iriyan
<iaii kita y-ang berPaham Sunni'
lalu diapun bilang, "lnni waijahtu waihia lilladzi fatharassamrana-h .

uJal ard". Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Yangielasadalahbahwa6l-Quraru"i"tT-yil-g^3tfl I*


Tuhan yang menciptakan langit dan bumi (alam semesta) ini. itu bukan tentang mengetahui Tuhan, tetapi. mend"Yl.t-TT'
ladi, "langanlahkamu bersujud kepada matalui dan rembulan, tetapi Jaditaqarrubit , *""i"i"ti Tuhan' Allah asal
*i"AlTt-:9"1'
itu' pe{alanan ruouP
bersujudlah kepadn Allah y ang menciptakanny a" . yr"g Ja, dalam hidup ini' Oleh karena

231
230

=-.,-4
Hllll Eandradimuka Mahas iswa
Hflll EaMradimuka Mahasiswa.

kita sebetulnya menuju kepada Allah. Maka dari itu sebutlah Anak kesadarannya sendiri. Ini sebetulnya sebuah kisih {ilosofis
di sini dalam bahasa yang sedikit kontemporer, kesadaran berdasarkan konsep tentang fitrah itu' Karena manusia itu -
mengorientasikan hidup kepada Allah. Oleh karena itu, seluruh seperti dikatakan hidtts'atialadu ywladu '1ty !-ftraV- '.dilalikl
perbrratan kita haruslah I itlaqhrta' ata.ladi justru harus menuju pada dalam keadaan suci. Maka seorang fitsuf Muslim ini membuat
Allah Subhannahu Watqlala. Dan ini yang kita ungkapkan dengan iif",*" kalau seandainya manusii itu Td"P d:tST kgnsisjel
berbagai ungkapan, termasuk ridha, ri.diaAllah. O"fir e,fOulurr mlndengarkan kesadararmya sendiri dan bebas aaf pgtqi
disebutkan "mencari muka Tuhan". Jadi kita ifu.memang mencari budaya,"polusi kultural (orang ini dikatakal hidup di sebuah
muka, yaifu mencari muka Tuhan, artinya bagaimana.rielrtot"r, p,rtu, t"fi sendirian)' Kalau orang-rni Td"p seperti itu' dia akan
sesuatu yang berkenan pada Tuharl mendapatkan ridha-Nya. menjadi'rnanusia sempuina; insai kam{t, maka sebetulnya novel
ini y4g berurusan dengan persoalan in san knmil dalam konsep
Kitarnenuju kepada Allah, jadi selalu mendekat, taqarnfi s,rfi itu] brilah yang ailUgiat oleh Daniel Deboe dan- menjadi
kepada Allah. Nah, kita mendekaii. Tuhan itu adalah dinamis, Robinson Croso. Sebetulnyi ada urusannya dengan fitrah ini'
iman itu dinamis, bisa berkur"r,g drn bisa ditambah. Artiriya
dinamis, sebab manusia itu dengan segala keterbatasannya |adi fitrali itu kemudian d'iperkuat oleh agama' Nah
kemungkinan besar dia membuat tesaurran oleh karena itu dia agaru ini yang kemudian memberi keSadaran tentangbagaimana
Y.T-11*gt"ti garis yang lurus membentang antara dirinya ejUf, itofrrt"t dipersepsi, misalnya dengan ayat-ayat {anJautt'$
dal AUatr, yaitu Al-shirot al-mustaqiim. lalan yanf f"rus, lurus itu dan sebagainy" ilto. Ourr manusia harus be{alutt 81dt
jdl"id.'
terhimpit denganhatinurani kita dengan fitrahkita. sudahbanyak menuju i"p"au A[ah. Tetapi karena A1l4l itu mutlak' maka Dia
dijerangkan dalam NDP tentang per:u1an hati nurani yang bakalan tidak bisa dicapai. kta tidak akan bisa mencaPar Tuhan
-*$,1i
kadang-kadang disebut juga dturykr dan sebagainya
iat. Dhamiu, dalam arti menguasai. seuat itu akan berarti Tuhan itu terbatas.
fitrah atau hati nurani ibr adalah [<esadaran y"og iul"- pada diri Tuhan' Ini mempunyai
fadi kontradltcsitagi dengan pemutlakan
kifa-teltang apa yang baik dan butuk, dan api yang benar dan i*fruri bahasa tluuu"uiut yang ada Pid: be.+1tl manusia itu
salah. Itu tentu saja tidak bisa dibiarkan sendirian,Ietapi harus tidak pemah merupakan kebsraran mutl& sebab keterbatasan
ditolong oleh suatu ajaran. Di sini kemudian ajaran ug"r- untuk kita. ikan tetapu tidak berarti bahwa kebenaran yanq {a
p1d.a
menguatkan apa yang ada pada hati nurani. Oleh karena itu iiri li." itu hft kita buang b.grt" saja karena relatif. Itu tidak
1en1rut-Ibnu
fai{yyah agama itu tiada lain adalah fitrah yang bisa tidak. Misalnya sala kita a"i Jat"tu ini mau ke Bandung'
liryatr1utan, ltau fitrah yang diturunkan. Selain ada finah yani .Tentu saja sebagai analogi, Bandung meniadi tuiuln
kita' Tetapi
diciptakan pada diri kita, juga ada fitrah yang diwahyukaru Ihd; kita loncat-t9
dari lak;ta tidlk bisa Uugr* saja
-melalui PTd*q'fo
]adi artinya agama itu adalah fitrah yang diturunkan dari harus melalui Cibinong, Bogor, melalui Puncak dan
sebagainya. Nah itulah yang kita-alP ddT hidup'
langit oleh Allah subhanahu wata'al4 untuk niemperkuat fitrah yaitu
yang ada dalam diri kitl sendfi. Mungkin teman-teman juga dan sebagainya'
pernah mendengar cerita Robinson Cruso.
Gbfion& Bogor, Cianjur, sampai Padaiarang
Akan telpi tldak berarti karena itu kita tahu Cibinong bukan
^*utu
Robinson Cruso adalah novel yang dikarang oleh Daniel Bandung sudahlah kita tak us4h ke Cibingr]& karena
Deboe menceritakan tentang seseorang yang terdampar di pulau tujuann.ia Bandung. Soalnya ialah tsandung tida\ bisa dicapai
dicapai
sepi dan hidup sendiri dengan segala romuntikunya. Iri sebetulnya kecuali melalui Ciiinong. i<eb"n*u., mutlak tidak bisa
k".rrli dengan ekspreriinen relatif, kecuali dengan mengalami
plagiat dari seorang filsuf Muslirn, namanya Ibn Thufayl. yaiL
aPaPun yang
suatu kar11a yang namany a " Al-Hay lbnu yiqd.zan, . Oraighidup, kebenaran-kebenaran relatif. ]adi kebenaran relatif

233
232
H0ll Eandradimuka Mahasiswa uanasiswa
Hllll EaMradimuka

|adi, masalah agzuna adalah masalah hukurn' Ada yang


ff #Edtrrffi
memegangnya ffi nffi
*p,
s?nH:H;:fil#ffi: purr"pri.ryu teolo gis, mitokatlimun, ada y aurrg persepsinya masalah
iircrfut dan banyak sekali jalan-jalannya menuju Tlh ini' J*'a
sedemikian
il;il;.
kita tahu cibinong bukan tujrianr.l[,rciui"*g
"uhiriggu"h*gu A"*
tetapi kita harus s:.gera menuju harus kita rewati, disebutkan, jalan menuju Tuhan itu subussalam, "berbagar ialart
Padalarang dan seterusnya. o-''
Bogor,
- segera menuju puncak,
ke menuju keselamatan". lv{engapa begrt"? Jadi dmgan iman kita
menglrientasikan hidup kita kepada Altah. lnna lillahi wainna
Nah, oleh karena itu dinamis. ilaihi rojiun.
bergerak terus-menerus. Itulah Di sini lalu kemudian
*u"u"#r"l"3j:"::i:, Kemudian, berilmu,:karena perialanan menuju Allah ini,
us;, rsram teruiam+ ;;,il"i .tI#llo[ffi ffiffi
sekali. Kita melihat, ,gr* Irr;il.-;.d,,
jalan' shirar itu artinla pr"".
[ [U"g"i
meskipun mengikuti al-shirot- al-mustaqim dan berhimpit de1qa1
hati nurani kital tetapi di'situ ada masalah perkembangan Oleh
iiJ""-ada ""i"Ifi;"#
dongeng ar-shirot ar- karena itu hanrs berilmu,harus mujahadah. ]ihad ataumujahadah
mustaqim ituadalali titian rambut
di-iJri-, qrr, yir,g"*u-bu.l.,g
antara dunia dan surga dan di sini ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan. semua itu tentu
di bawahnya
dari persi, dari azama-Zoro*t"-i"r.],Iian api neraka, itu berasal saja tidak mempunyai ,f, up"-upi tui"to* kita aririlka4, kita
Kemudian a datJs,, mastaklilGia-"* tadi syari,ah itu ialan. wujudkan dalam amal perbuatan itu. IvIaka dari itu ideologi
l"di agama itu dilukiskan misalnya, tidak bisa menjadi mutlak. Ideo198: itu berkembanp
sebagai jalan oreikarena
jadi, tetapi hanrs berproses.
*rialticirt* itu fidak harus sekali ilmu pengetahuan punberkembang tidak ada yang TY.t"c3'
Oarm p."# inilah pentingnya
Ivfaka dari itu kemudian ijtihad. mutlat. Lihat saja itu dulu, pada zamansahabat, itu tidak ada sifat
Karena, Tuhanhdak p"*r^
trh"d iil;?*, *"r,"*s dilakukan. dua puluh. Mai<a sifat dua puluh itu muncul oleh Asy'ari oleh
iir*'iiJ'ar""pai tetapi kita harus
dituntut untuk *"1,.i.1rt1r_Uirt*p"? karena ada persoalan yaitu bagaimana membendung pengaruh
maka ada proses dinamis, ar"
fgf,*, semakin dekat, d,arihellenisme melalui iilt.fut Y,rr,utti, yang pada waktu itu mulai
i* piiilnn"a gejala menghancurkan Islam itu sendiri. Maka kemudian dia
Sebetulnva.akar iitihad iu*pif aeniansifatduapuluhitu. ..:
densan iihad. *i *q f11;;;itu ffi. ialah i, h, darrd.
Jadi sama
i:Y,-lr:.densan *irt drt:;;;s',selu,"^*akar juga densan Saya terangkan begitu, dengan kata lain kita harus
crengan jihad. ladi menqan{uirg itu sebeturnv" sri* menyejarjr, bersatu dengan suatu korsep historis dan karena itu
dengan sungguh_sungg;h.
;J; outq" t"il,r;G, kita
"menjadi
dinamis, terus berkembanp tidak ada yang harga
U"jfirffi. ;d" di ,,walhdziina
j aaludu fma knahdiyaniihu*
riii#,;nl"*g srm, mati. Oleh karena itu, orientasi hidup kepada Allah yang dalam
sungguh berusahauntuk -*a"uuu'fiiur,, maka
ri"pa bersungguh_ bahasa agamanya beriman kepada Allah itu sering kati daln Al-
Quran iti a*otttutut dgngan beriman kepada Thagut'
tunjukkan kepada mereka akan
arQn Tuhan
luha Thagut
t.l-l1lr^l*L':''Y
rherprra jalan-jalan".-
Nab t"U"*r-f
Ci#;irrt ,:,fi: l" itu siapa? Thagut itu tiada lain adalah tirani, sikap-sikap tirini
iti-;r;i"i;,,;iit\!;;;i/1?ff
yang sudah matane o11m Isiam,
"lli:tT:FffiJtil Tiraniime. Keriapa disebut tkani? Yang disebut tfuani ialah sikap
memaksakan rrito k"h"r,dak kepada orang lain. Oleh sebab itu,
or*g ir,
y.ang versi"k"_Irlu*r.y" "arlJ,i.,"r,l"i".li]Ijr;
;"-#;ile Nabi atau Rasulullah sendiri sudah diingatkan, kamu jangan
apakah anda akan
meagatakan bahwa orang_orang
sufi iadi tiran. ,,llnnama anta muzakkir, lasta alaihim bi-mushaitir'!. Hai
itu sesat? Saya kira tidak 'Muhammad,
b"gfi. aau'y*g pJ.r"pri.,yu kamu itu cuma memPeingatkan, tidak untuk ffiengancam
,H'l*mgatakan kepada rstam orang, memaksa orang. Muhammad itu manusia biasa, maka itu

234
235
Hllll Eandradimuka uanasisvva

suatu saat juga tergoda untuk memaksakan


pahamnya kepada
orang lain. l^altr Allah pun turun dengan firman_Nya
r**-6".u,
sekali pada surat yunus ayat 101,. r,Kalau ,;;"dri"y;*r;;;*"
yay hai Muhammad, menghendaki semua manusia tanpi kecaari akan
apakah kamu akan memaksa setiap orang
leriman, supaya mmjadi
beriman?" Tidak boleh, sebab walaupun
dia,".riaUrf,, t"fr"li"
sudah memaksa, dia sudahterjerembab te
aufam Ura;.Ih;;a.
saja tirani yang paling berbahaya ialah ttuani politik.
I
Try
*.Iyu tirani yang asasi betur. oieh karena itu tokoh"i-u'ot a".i
pada tiranisme dalam Aleuran itu selalu
Ir
Fir,";. A;;;-Irl"_
:11"h egfya yang sama sekali tidak membenarkur,"tir*i,
oLh
I Karena salah satu konsekuensi berorientasi
hidup kepada Allah
itu adalah sikap-sika.p sikap bermirry#;rh ;;
sebagainya. Iadi, be€itu {1m1!atis,
I
kira-kira c"tuprn seluruhirya ir,, fiit
arggment NDpltu sebetulnya aemitian. Di
lrqt dalam NDp kita
tidak berbicara mengenai bagai;una orang ;ilil;;;;;;,
l"t'
9ra.g zakat dan sebagainya, tetapi tita -urib"t""i p"aEi*r"""
\"p"dl hal-hal prinsipil dan strate$s- yaitu nilai_nilai dasaryang
3}-,an l**ung
hidup kita.
mempengaruhi ;" Lrpiki, til, ;""dri;""
i
Seperti yang- te-lah disinggung di awal tulisan
. ini, NDp
ihr tsbuka ,ntuk diubah.aan"a'iteirUangtan. U"t k-itu ;;"
yang dilakukan Sdr. Azhari Akmal Tarigan
seperti yang terlihat
dalam buku ini adalah upaya ""r,t"t. r"*i""iU""g;
Tby* pi"uL_pe"an
dan memberi tekanan terhaa"p
shategis yang ada
di dalam NDp. Untuk itu upaya'inifi;idihargai
dan mudah_
mudahan
lpaya ini dapat ditumUrngkun la6 p"aaa *a*_-*"
yang akan datang.

Kendatipunbuku ini dimaksudkanuntu kmengembangkan


PTg*p"-:"o strategis yang terdapat dalam NOp-fUrA, fiaat
tertutup_kemungkinan buk; ini dapat juga dibaca
k lan;;
1o1
HMI,
lengrngat pesan_pesan universal y""g "l"h
dik";;;;;.
Terlepas dari kelebihan gfo
menerobos kebekuan berpikir di l*g""garmya"but,r ini ?r,fin
karangL umat Isram. Justru"di
sinilah letak signifikansi karya penulis b"uku ini.

236
Hllll Eandradimqka Mahas iswa

2) Pengantar Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam

F3fli{t*
Anggaran Dasar Himpunan Mahasiswa Islam Pasal III
menyebutkan "Organisasi rm berdasarkan Islam" -

. Dasar Organisasi merupakan sumber motivasi,


pembenaran dan ukuran bagi gerakJangkah organisasi itu'
K"r"r,u kualitas inilah maka HMI selain merupakan organisasi
!'students needs I student
kemahasiswaan yang memperhatikan
interes{' juga merupakan organisasi perjuangan yang mengemban
statu" mission sacree" .Secara ringkas dapat dikatakan bahwa tugas
suci HMI ialah berusaha rnenciptakan masyarakat yang adil dari
sejahtera. Sebab Islamyang menjadi dasar periuingartnya memrrat
ajaran pokok bahwa "sesungguhnya Allah memenntahkan akan
Keadilan dan Ihsan (usaha perbaikan rnasyarakat)"'

Dasar periuangan itu diuraikan dalam Uutf' rc"1 "Nila!


nilai Dasar Perjuangan' (NDP) ini. NDP merupakan Peaumusan
tentang ai aran-aj aran pokok agama Islam, yaitu nilai-nilai dasarnya'
sebagaimana tercantum dalam Al-Kitab dan As-Sunnah'

Semula sebagar kertas keria PB HM


periode 1966-L969
kepada Kongres X ai.Vtatan& Perumusan NDP ini kemudian
mendapatkan pengesahan dari Kongres tersebut, dan atas
mandai Kongres itu pula tiga orang telah dituniuk untuk
-"r,y"*pr*"kannya. Ketiga mereka itu ialah Nurcholish
Vtaalla, indang Saifuddin Anshari dan Sakib lvlahmud' Yang ada
sekarang ini adalah hasil penyempurnaan itu'

Kepada setiap anggota HMI, terutama Para aktivisnya'


diharapkan membaca NDP. Pemahaman terhadap nilai-nilai itu

239
.{
Hllll Eandradimuka Mahasisw Hflll Eandradirnuka Mahasiswa

drharapkan dapat menafasi periuangan kepada


kitar dewasa ini dan f,khirnya semoga Allah SWT menganugerahkan
seterusnya.
. kita keteguhan Iman dan keluasan Ilmu pengetahuari

Sistematika dalam menceramahkan


NDF ini kepada Wabillahit Taufieq Wal HidaYah'
para trainees (peserta-peserta ratihan
atau training) terganLng
kepldr tingkat pengetahuan pesert. tersebut
pendekatan yang dipilih oleh penceramah
a* tIp"J""r""tla"
send.iri. oleh sebab
I,l',11 itu dimintakan kreativitarrryu ruti"p penceramah
atau instruktur ]akarta, 4 Zulhiiah 1390 H
latihan-latihan untuk a"put *u*urrra
*"a*' rrri*, -lotl^ r* 31]anuari7977 M
Y"ui -d*g"rr keperluan. Dan mengingat perumusan NDp ini
dibuat begrtu rupa sehingga"Erqh
merupakan semata_
t\ mata pegangan ,,noro.ati(,, *"t" "i""Lf.*
t
"puia
penceramah juga diharapkan keterampilannya
para i""t ott* aiu, PENGURUS BESAR
,l i
;;i. d;;", HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
mengemukakan conto_h-corrtoh nyata
daram tlniaupan r.i;t-
hari, baik yang positif (yaitu berses""i""
,l' ' dimaksud) ataupun yang negatif
a"rg;;;rJ;;;
firaitu yang bertentangan).
Dengan bugto penghayatan io.rnJnor*" Ridwan Saidi
mendalam.
itu akan semakin Nurcholish Itladiid
Kefua Umum Sekretaris ]enderal
Dua syarat utama bagi suksesnlA
perjuangdn ialah:
(1)
I"*gh"" innn atau keyakinan kepada dasar, yaitu
idealisme kuat, yang Ue.arti harus
memahami dasar
perjqanganitu.

(2) Ketepatan penelaahan_kepada medan


perjuangan guna
dapat menetapkan langkah-langk"h
yr"g h;, jit"*irf,,
berupa program perjuangan rL" t*;rlyar_
. luas.
rf-"-tIrIS

Idaka perumusan NDp ini adalah


suatu usaha guna
syarat pertama tersebut. Sedangkan
3uT:""hi
bersifat dinamis, artinya disesuaikan
sy*ut tua,r" Lbn
d;;;* keadaan. Untuk ini
Kongres IX teiah memutuskan tentang
fiogru* KA; N;;r;
(PKI.I). Maka diharapkan kepaa,
3"iup warga Himpunan
memahami kedua dokumen itu sebaik_baiknya. .

240 241
Hllll EaMradimutra Mahasiswa Hllll [andradirnuka Mahasiswa

3) Nilai-Nilai Dasar perjuangan HMI Oleh karena itu pada dasamy+ guna perkeinbangan
peradaban dan kemajuannya manusia harus selalu bersedia
meninggalkan setiap bentuk kepercayaan dan tata nilai-yang
tradisional, dan menganut kepercayaan yang sungguh-sungguh
I. DASAR-DASAR KEPERCAYAAN
merupakan kebenaran. Maka satu-satunya sumber dan pangkal
nilai itu haruslah kebenaran ifu sendiri. Kebenaran merupakan
Manusia 'memerlukan suatu bentuk
Kepercayaan itu akan melahirkan tata
kspryel asal dan tujuan segala kenyataan Kebenaran yang Muttak adalah
l,1,,ll nilai TuhanAllah.
,
,t r
I*l,j:H"ffi-s1t?.@'r#
f IJH: y:* ITqg d"p"i t"4,ii.
r"i"pi,"r,_ t"p3*"i.li
e_.tnenoPang
Perumusan kalimat Persaksian (Syahadat) Islam yang

I *:;1IT"11 {"t"+*", a"r,i *Jt" fr.f ,"*,1"* ffi' kesatu : Tidak ada Tuhan selain Allah mengandqng gabungan
antara peniadaan dan pengeoralian. Perkataan "tidak ada Tuhari"
4rl mgniadakan segala h$+--LgPelsaya*ur,, sedangkan perkataan
rl, bu\an saja tidak dikehendaki"at* '#mn=mil" mempei-kecualikan satu kepercayaan kepada
'

ffl,Iflg^rrlah,
berbahaya.
t"t pi ili; kebenaran. Dengafpairidilaffi-iS' dimaksudkan agar manusia
membebaskan dirinya dari belenggu segenaP kepercayaan
rl''' Disebabkan kepercayaan itu diperlukan, maka yang ada dengdn segala akibabrya dal dengal pengl3alian
dalam
t kenyataan kita temui. U.r,tot_U"r,toi kepercavaan vane itu dimaksudkan agar manusia hanya tunduk kepada Ukuran
ragam di kalangan * ry*ur"i. x*;i"Ei"i. *i.frri Kebenaran dalam menetapkan dan memilih nilai-nilai. Hal itu
ke-percayaan itu berbeda,"tu
au"junyrrrg fuiry maka sudah tentu berarti tunduk kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta
ada dua kemungkinan: kesemu*]"
i{,,i"^ segala yang ada termasuk manusia.. Tunduk yang pasrah itu
di antaranya yang benar. Oi,rgfi"S ito "ilil;;;;"
*ri.g_*"sing bentuk disebut "Islam". :
kepercayaan mungkin *".g*/rr.g "rr**-*ur
kebenaran dan Tuhan itu ada dan yang ada secar. a *rlOrO hanyalah
Kepasuan yang tercampur baur.
Tuhan. Pendekatan ke arah pengetahuan akan adanya Tuhan
Sekalipun dapat ditempuh manusia dengan berbagai jalan, baik yang bersifat
-kepercayaan 9".T-kar.r kenyataan menunjukkan
itu merebirkan
bahwa
ir, d[.
nilai-irilqi. Nit"i-.,it.i itu kemudian
lelembaga dalarn t uE6i_t rai]]uoFai**irt"o turun_temurun Tetapi ir5t karena kemutlakan Tuhan dan kenisbian
*::"1*:^-'q@J@t yans mendukungnya. manusia, maka manusia" tidak mungkin menlangkau sendiri
kecenderungan tradisi untut
did terhadap kemungkinan perubahan tetap-
^rirena n1glpertafuffi kepada pengertian akan hakikat Tuhan yang sebenarnya. Namun
tata nilat,.maka dalam demi kelengkaPan kepercayaannya kepada Tuhan, manusia
Enyataan ikatan-ikati t uai"i tentang Ketuhanan dan
menjadi penghambat memerlukan pengetahuan secukupnya
perkembggan
[::"#iffi ffi 'l#,:ilff ffiH,ffi Hl*:mt
4glaban dan kemajuair manusia. Di sinilah tata-nilai yang bersumber kepada-Nya.
sesuatu yang lain yang lebih ti.gg
Oleh
nzunun
sebab itu diperlukan
tidak bertentangan
'iE#i|ryl:Ieno datarn
g pe'l- bm ma"u
PT
d
"
s h, tetap i"p u'ilEi--a i- dengan akal. Sebagaimana a$|{tlr seldiri adalah perlengkapan
membeku dan mengikat, manusia yang lebih ti.gg tetapi dengan
maka jusF,r r-rerugikan
ir,'!"{ai*a *b5_93ften!44&an

Yy"'":-l:o'_d)aP-r ar l1<) qtsq\ 0


t0or-r f. \ seac c 6 qf^fdfit \*,r\r
242 243
Hllll Eandradimuka Ma h a s isrnza
Hfill Eandradimuka Mahasisvva

Sesuatu yang itu ialah ,,Wahyu,,,


.diperlukan
pengajaran atau pemberitahuan yaitu Katakanlah: Dia itu adalah AllahYang MahaEsa'
yang rangsung dari ruiransu'r,airi
kepada r-nanusia. Tetapi s"Uuguimanl Dia itu adalah Tuhan' Tuhan terupat metraruh segala
k;"E4pgg!*nerima ilmu haraPan,

[r'iffii;:ilffffin'n,#f,im
orang. Wahyu itu hanya diberik;
orr"g_o;[!l;r*,
yang memenuhi syarat dan dipilih
melalui
Tiada la berpu tera dnn tiada pula la berbapa'
Serta tiada sesuatupun yang bagl-Nya sepadan' 2\
oleh Tuhan
Nabi dan Rasul atau Utusan t' f,"".
,#ai+
,i"ir, ,*" Selanjutnya Dia adalah Maha Kuasa, Maha Mengetahui'
O"
Rasur itu,rt* *Lr,yampaikannya Maha Adil, Muflu n!"t"ana, Maha Kasih dan Maha Sayang'
Maha
u"orTili:"Ifl
Nabi dan Rasul itu:telah lewat i"frri l*li* if:
,"prrf,, semenjak Adam, Pengampu& dan seierusnya dari pada segala sifat kesemptunaan
Nuh, Ibrahim, Musa, Isa atau V"r"r
rnuf. Maryam sampai kepada y""i t""y"*ya bagi Yang Maha Agung dan Maha Mulia' TYhan
Muhammad. Muhammad adalah Seru Sekalian Alam.
Rasul Allaliy-€;;;H;.",
jadi tiada Rasur lagi sesudahnya. "Yang Pgrtala
adatah manusia gLgi genga; {"i;it* 1"ai-p*u Nabi dan Rasul itu Juga diterangkan bahwa Tuhan adalah
3)' qT
.menerima wahyu dari Tuhanl
bahwa mereka itu dan Vanj?enghabirL", "Yuog Iahir dan Yang Bathin"
"kemana" juap:un manusia U"+fti"g maka di sanalah walah
T"hrr,' a;, aan 'Oia itu bersama-kamu kemanapun kamu berada'l
. --Wuhy,, T*3n yang diberikan kepada Muhammad 5). ]adi Tuhan tidak terikatoleh ruang dan waktu'
S**I[*:T"1 Q,- a;
u:"r"ir''""v, xr,"u s;;
Sebagai "Y"r,g Pertama dan Yang Penghabisan"' maka
termasuk
ffi",,xH,,#:fl#ffi Hfl+HrHi:iHr":tl$ sekaligus Tufian adalaf, asal dan tuiuan segala yang-ada'
tata-niai. Artinya: sebagaimana iata-nilai harus bersumberkan
.vang secara singkat naTun meliputi mengandung k"["."";;_ puJ" t"U""rran dan derdasarkan kecintaan kepada-Nya' la
tentang segala
Id:.TS- sampai kepida -sryuatu sejak oari sekitar alam dan p.rr, setatigrrs menuiu kepada kelenaral dan menlarah ke-pada
manusia, hal_hal gf,'riU yur,g tidak mungkin atau
/ridha--NYl Inilah kesatuan antara asal dan
diketahui manusia dengan fui".ii-,- 'puo"*;rrlt'
tuluan niaup yang sebenhrnla Gutran seUaga tujuan hidup yang
""r,
Jadi untuk memalga(eluhanan yang Maha U"r,"t diterangkan di bagian lain)'

tr*rf*
ajaran-ajaran-Nya, mTrusi" Esa dan em P(r( S
hrF@legelg kepada Tuhan alam raya ini dengansebenamya' dan
*".taittflin
Aleuran,
mensatumYa dengan'pasti 6). Oletr-karena itu' alam mempunyai
pada kepercayaan vang harus:di*"i"*.i
:i##ffi
manusia, yaitu bahwa
"t"r"I"*i ,;g objekiif, serta berialan nrenq*u{
tii'd;
hukum yang tetaP' Dan sebagai ciP-taP
h*:*-
dari pada sebaik-baik
"Muhammad adalih Rasul
:
dlah,,. p.Jpd -itu iu*rr,"ttgurr-d"'q pada dirinya dan
f*ik*
Kemudian di dalam Al_euran i"r.to secara harmonis nIRltm ini diciptakan untuk manusia
Ianjut tentang Tuhan yang Maha
didapat keterangan Iebih bagi keperluan perkembangan peradabannya 8)' Maka alam
i;;;;;*an_Sjaran_Nya, yang
merupakan garis besar jalan hidup a"i".i"" harus'dijadlkan oblek-penyelidikan qunldi djTengerti
manusia. Tentang
yung _"rU diikuti oleh umat h"i"*-h"tum Tuhan (Sunnai-ullah) yang berlaku dalamnya'
Tuhan antara tri","ri't al_Ik,r; ;;;;"d;; Kemudian manusia memarJaatkan alam sesuai dengan
hukum-
secara singkat:
hukumnya sendiri 9).
244 245
Htlll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Mahasisw a

satu-satunya yang
dari Tuhan dan menuiu kepada Tuhan. Maka
- Iadi kenyataan alam ini berbeda dengan persangkaan tuiua:
Idealisme maupun agama Hindu yang mengat"trr,'UuL*" t"t **g*A purub"han hanyalah Tuhan lendiri' Tal.danmanusia
tidak mempunyai eksistensi riil aan oqercif, melainkan semua, "tu* *gut, ,!rrr* 16). Di dalam memenuhi tugas seiarah' itu me'nuju
palsu atau maia, dan sekedar emanasi utu, p*.r.un dari ha?rrs berbuat sejahn dmgan :rus perkembangan
pala bahwa'manusia harus selalu
lain yang konqkrit keoada kebenaran. Hal itu"berarti
ldee ataupunNirwana 10).irgu itu harus mengetahui
9rl1rr"
seperti dikatakan filsafat ;trrril;;it"f"a" kebenaran, dan untuk
-b"lu" 'yai\t Agnosticisme yang *"g;t"k; itu 14' Dia tidak selalu mesti mewarisi
bahwa alam tidak mungkin dimengerti oreh manuJia. pai
setJi ;ri* *""";" ke kebenaran dengan
pun filsafat Materialisme mengatakan bahwa alam ini U"gii";^r. *lai-nilai tradisional yang tidak diketahuinya
,tll mempunyai k"f"narannYa 18)'
eksistensi ril dan objektif serta dapat dim.engerti oletr p"iU
rnanusia "t"rl
namun filsafat itu mengatakan bahwa alamadarengansendirinya.
Oleh sebab itu kehidupan i*S baik ialah yang
i
I

Iman
I
Peniadaan Pencipta atau peniadaan Tuhan adahh iatu-sudut
d,*i air"**gui'oleh Iman dan diterangi oleh Ilmu 19)' Bidang
dan percabangannya menjadi *9*"n*g ***'- ::,1T.*T
pada filsafat Materialisnie
untuk
Manusia adalah puncak ciptaan makhluk-Nva y.ms Uia*g ifrypegetalruan'meniadi *"*"airng--tnosia d*iu
kehidupan
j.flSgg-r...S"Uagai makhtuk terringgi 11), manusi" ii;rdiGi menzusahakan dan riengurnp"it"o"yu dalam
ini. Iff,mmeliputi ilmu tentang alam dan ilmu tentang marrusla
"khalifah" atau wakil Tuhan di bumi12). Manusia aito*6rf*.r,
dari bumi aan dilrahiffiu*"r.-*t"r,oy"'igJ. M;" Geiarfr)
ufl,rsan dunia telah diserahkan Tuhan kepada man,sia.
lrrlanusia Untuk memperoleh Ilmu pengetahuan tentang nilai
dan
lqenutnya be@SSg3gi4llab 4tas segala perbuatannya ffiia.
sepenuhnya ue@gSgsgi3ylub
t"U""*u. "g"t f, **gkitt manusia harus melihat alam
Perbuatan manusia di d-unia ifi i-#n",
,,ru*Ue.,iut-*=-;t peristiwa kehidupan ini sebagainiana adanya, tanpa
rnelekatkan padanya
yang disebut "sejarah". Dunia adalah wadah bagi sqarah,
di mana kualitas-kualitas yang tersifat ketuhanan'- Sub"q
t"Bgil:l'
manusia menjadi pemilik atau,, raja,, rry a. wuiud yang
diterangkan di muka, alam diciptakan dengan
tidak menyerupai
Setenamya terdapat hukum_hukum Tuhan yang pasti ;il; dr" objektif sebagaimana adanya' Alam seluruhnya' tidak
(Sunnatullah) yang menguasai sejaratr, sebagaimana ;fi; Tuhan dan Tuhan pu-ri utttut sebagian atau
hytum yang menguasai alam. Tetapi berbeda dlngar, d;y""t ,u*" a".,g"r, alam- Sikap *"tttp"tt'hartican d1 lensuA\a-1
telah secara otomatis tunduk kepada sunnat,nah itu, manusia ir*'alt*il haruslah hanva tui:t'. kepada T$It.::"gi'i
Yang Mah; fsa ZO;' Ini disebut 'Tauhid"
dan
karena kesadeiran danke-arr,puan,ya unfuk mengadrk -Tuhan A[ah
pilih; yaitu
tt*"rrry" disebut'6yttiU" artinya mengadakan tandingan atau
tidak selalu tunduk kepada hukum-i.rt "
rchid;p;y;;"J;
- seluruhnya
**g.d"k " tandin[an terhadap. Tuhao baik perkernbangan
J4l Ketidakpatuhan itu disebabkan sikap menentang atau karena ;;"4"". Maka jelas"bahwa syirik menghalangi
kebodohan.
yang menuju kebenaran'
dan kemaiuan peradaban kemanusiaan
Hukum dasar alami dari pada segala yang ada ialah ik iahh "Hari
"-perubahan dan perkembangan,,:Sebab : segala r"r,r"lto Kesudahan seiarah atau kehidupan duniawi
(berubah) kecuali ruhan". Hal itu dikarenakan segara
itu rusak ( Kiamat-?. Kiamat mert'pakun permulaan bentuk kehidupan'yang
sesuatu ini kehidupan Akhirat'
adalah ciptaan Tuhan dan pengembangan oleh_Nla dalam tidak lagi bersilat selarutt atauduniawi' yaitu
-r__r./
di
Dien"'
proses yang tiada henti-hentinya 15). Segala sesuatu
suatu
ini berasal
Kiamat disebut ,";;^A;;i egu^u" aiau "Yaum-ud
247
246
Hflll Candradimuka M a hasiswa
Hffl EaMradimuha Mahastsw a

mana Tuhan meniadi safir-satunya pemilik dan Raja 21). amaliah yang konkret 4). Nilai hidup manusia lergaltung kepada
Di situ
tidak lagi terdapat kehidupan hLtous seperti kebebasan, usaha nilai keianfa. Di dalam dan melalui amal perbuatan yang
t,erperikemanusiaan (filg! - sesuai dengal tuntutan-h?ti= nyrTu)
9T *-.T."yarakat Tetlni yang ada ialah pertangungawat
indiiddual manusia yang bersifat-mutlak di hadapan"It# ,r.u^rsia mengecaP lebahagiaan, dan sebaliknya di dalam dan
",r,,
se6ala perbuatannya'dahulu di dalam sejarah 2Z). Selan;utnya melalui amal perbuii* y"iE-Ei!!4k l5=rtUkgpqatcel"an (ahat) ia
karena Kidmat merupakari'Hari Agama') makaadak ada menderita kePedihan 5).
vaig
mungkin kita ketahui selain dari pida yang diterangk d#
, it,, penuh dan berarti ialahyang dijalani dengan
Hidup yang-dan
lr
,rl Alhirat yang non historis manusia hanya ailu*rt / "
wahyu. Tentang FIal Kiamat Can kelinjutarmya kehidupan
,,rngguh-sungguh semPurrra, yang di dalamnya manusia
\ tanpa kemungkinan mengetahui keiadian_kejadiannya
p"rJuf,
" r dapllmewul"aU" dirinya dengan mengembangkan keca]cPT-
I
23f. kecakapan dan memenuhi keperluan-keperluannya' Manusia
I yang hidup berarti dan berharga ialah dia yang -merasakan
Leblhagiaan dan kenikmatan dalam kegiatan-kegiatan yang
II. PENGERTIAN-PENGERTIAN DASAR TENTANG perubahan ke arah kemajuan - baik yang menge4ai
^embaiva
alam maupun masyarakat - yaitu hidlP- beriuang {alam arti
yang selrrasJuasnya 6). Dia diliputi oleh semangat mencari
Telah disebutkan di muka, bahwa manusia adalah puncak
l"Ui'itut, keindaharu dan kebenaran n'Dia menyerap segala
lPjaao merupakan maklduk yang tertinggr. Di" adalJ;rk] sesuatu yang baru dan berharga sesuai dengan perkem-b'angan
Tuhan di bruni. dan
temanusiaan, dan menyatakannya dalam hidup berperadaban
berkebudayaan 8). Diaaktif, kreatif dan kaya akan kebijaksanaan
yang membuatiranusia menjadi manusia bukan "hikmah)
lesuatu (wisdom - 9). Dia berpengetahuan luas, berpikiran bebas,
hanya beberapa sifat atau kegiatan yang ada padanya
meraiG b".purrdurrgan lapang dan terbuka, bersedia mengikuti kebenaran
suatu keseluruhan susunan sebagai 1it"t_iif"t dan keeiatan_
ai -*"i*aitangnya f0). Dia adalah manusia toleran dalam
Y:n*:.*S::,1*5y*iasajav"i*.qtam]ri",i
membuat manusia berkeinginan suci dan sec"i" ko5lhf6-aerql,g arti kata yang benar, penahan amarah dan pema# 11)' 5":11*1u"
kepada tglenggn ito merupa[n kekayaan kemanusiaan yang menjadi milik dari
@S0- !)."Dlamiey', atau hati nurarii adalah pribadipribadi yang senantiasa berkembang dan selamanya
tumbuh ke arah Yang lebih baik.
Kebenaran /*g Te]gkhir, yaitu TuIiln Vang fvfE Seorang manusia seiati (Insan-Kamil) ialah yanq kegatan
dan fisiknya merupakan suatu keseluruhan' Keria
jasmiini
Fitrah merupakan bentuk mental
diri dan kerja rohani bukanlah dua kenyata4n yang terpisah'
Malahan
lnanusia yang. secara asasi dan pri dari antara kerja dan kesenangan; kerja
makLt"ko"athtuk yfi7-ghin. ^, dia tidak mengenal perbedaan
baginya adalr.tt"r".,r.,gan, dan kesenangan ada dalam dan melalui
seseorh!-trcraaa dalam-fitrahnya ai *ury"ai manusia seiati.
t"iu.'Dia berkepribadian, merdeka, memiliki dirinya sendiri'
- Kehidupan manusia dinyatakan dalam kerja atau amal menyatakan keiuar corak perorangannya dan rnengembangkan
.perbultarlyl 3). Nilai-nilai tidak dapat ciikatakan hidup dan kep.ibadian dan wataknyr,"t*u harmonis' Dia tidak mengenal
berarti sebelum menyatakan diri daldm kegiatan_kegiatan f"iU"arut antara kehidupa4 individual dan kehidupan komunal'

249
248
Hilll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuha Mahas iswa.

Keikhlasan adalah gambaran terpenting dari pada kehidupan


tidak membedakan antara diasebagai perseorangan dan sebagai
manusia sejati.
angggtl mayarakat. Hak d4n kewajiban serta kegiatan-kegiafu
unfuk dirinya adalah juga sekaligus untuk sesama umat manusia. Kehidupan manusia mengenal dua aspek, yaitu yang
.naqinra
tidak ada pembagian dua (dictatomy) antara kegiatan- temporer berupa kehidupan-sekarang di duni+ dan juga yang
kegratan rohani dan jasmani, pribadi dan **y"r"t"t, ,g"fi"
J", abadi (etemal):berupa kehidtipan kelak segudah mati di akhirat.
rylitik ataupun dunia dan akhirat. Kesemuanya dimanilestasikan Dalam aspek pertama manusia melakukan amal perbuatan dengan
l,r'
dalam suatu kesatuan k9rla yang tunggal pancaranniatnya,
yaitu .oakibat baik dan buruk yang harus dipikul secara individual dan
mencari kebaikan, keindahan dan kebe-naran 12). komunal sekaligus 1). Sedangkan dalam aspek kedua manusia
I \,,S. tidak lagi melakukan amal perbuatan, melainkanhanya menerima
. ."r
Dia adalah seorang yang, ikhlas, ardnya seluruh amal \u' ukibu, 6"it au" buruk y-ang harus dipikul secara individual
perbuatannya benar-benar. berasal dari dirinya sendiri dan
semata-mata. Di akhirat tidak terdapat pertanggungan jawab
merupakan pancaran
yang suci dan murni 13). lTgr_*S daripada kecenderungannya bersam& tetapi hanya ada pertanggungan jawab perorangan yang
Suatu pekerjaan dilakukan kar; mutlak 2). Manusia dilahirkan sebagai individu. Hiduq di tengah
keyakinan akan nilai pekerjaan itu senam bagi kebaikan
kebenaran, bukan
JL alam dan masyarakat sesarnanya, kemudian menjadi individu
hTffi mqrnperoleh fo"* hin yang kembali.
nilainya lebih rendah.(qamdh) 1a). Kerja yang it tt""
-*gurrgk t
yla3.teugnusiaan pelakunya, dan membeririya kebaha6lurrisy.. ]adi individualitas adalah kenyataan asasi yang pertama
T{ i* akan menghilangkan sebab-sebab suat-u jenis ieke{aan
ditinggalkan, dan kerja atau amal af.an ,iieiqadi'kegi;;
dan terakhir difrlidl temanusiaan, serta letak sebenamya nilai
t"*" *i"" itu sendiri. Karena individu adalah PenanSSung
kemanusiaan yang paling berbarga. Keikhlasan,adalah "t jawab terakhir dan mutlak dari pada amal perbuatannya, maka
r,"i
*{"0_ manusia; Udaklda kebahagiaan sejaU tanfa temerdekaan pribadi adatah haknya yang Pertama-tama dan
I*Ygr"r".
keiktrlasan" dan keikhlasan selalu menimbulkan-kebahagiaan.' asasi.

be(git-seqqqj*lrel'ang Tetapi individualitas hanyalah kenyataan yang asasi dan


-*,""TlH ;:ffiH;*r'arah primer saja dari pada kemanuslaan. Kenyataan lain, sekalipun
Lersifat seiunder, ialah bahwa individu hidup dalam suatu bentuk
hubrTg3n-lertentu $:ngan dut ia-qg$talnya,-baik dengan alam
III. KEMERDEIGAN MANUSIA (IKHTIAR) DAN maupun manusia sekitarnya. fanusia hidup ditengah atarn, dan
KTHARUSAN UNTVERSAL GAQDIR) hidup di tengah sesalnanya. Dari segi ini
sebagai makhluk sosial
manusia adalah bagran dari keseluruhan alam yang merupakan
i""Sg itu tidak mungkin ada tanpa
tce11ggg!s&13l!Kemerdeka-il-dalampengertianke.;lsuUref
=g
paksaan yang didorong oleh kemau*
atunia
Oleh karena itu kemerdekaan harus diciptakan untut
i*g*rn,i. Kemerdekaan
dalam pengertian kebebasan pribadi dalam konteks hidup di tengah alam dan masyarakat.
,lgldlii. ,Jfrir,gg, p"t"4uu" ito s"tutiprrr, kggtrdekaSn adaleih essensi dari pada kemanusiaan
benar-benar aiumt n@. -manila Keikhlasan tidaklah berarti bahiva manusia selalu dan di mana saja-
Typt"" gernyataal trrilatif tehidupan .,ang berasal
dari perkembangan tak terkekang dari patta kemauan ."irit"yi.
251
250
Hllll Htlll EaMradimuka Mahasisvrza
Candradimuka Ma has.l sw
Manusia tidak dapat berbicara mengenai taqdir suatu
A.dgyg--U",""-U",""
*11j.Y- Eatas-batas tertentu bagi
Kenyataan.
kelrerdekaan adatah suatu
itu dikaiEi*an adanya hukum-
ktjadian sebelum kejadian itu menjadi kenyataan. Maka percaya
kcpada taqdir akan membawa keseimbangan jiwa tidak terlalu
h"kqqygg-Eqti dan retap yang mengu"r;i;;
menguasai benda-benda maupun nusyarakat
:li;ffi ; Irrputus asa-karena suatu kegagalan dan tidak pula terlalu
yang tidak tunaut q*,ig"k p"ru uoi*tung
**uri"ru"-jii _ membanggakan diri karena suatu kemujuran. Sebab segala
manusia Hukum-hukum itu mengakiUltUn aiany;;i;;;""
kepada k;* $esuatu tidak hanya tergantung pada dirinya sendiri, melainkan
juga kepada keharusan yang universal itu 5).
,l , l,'
Universal" atau ,,Kepastian Umu;,, alau faqdir3). :

,l ,

ir ]adi kalau kT"&k"g!---psbadi diwujudkan


|ofets rua
dalam
||
'I
\]

keharusan
ai'-* turfi"t
uff Grsa@g'EGt tertakluft ;;il-aka apatah
tV. KETI,'HANAN YANG MAHA ESA DAN
li ql.ungan-Fq-qaru6 iigunyai oi"i-r"r*.*g
ffi t PERIKEMANUSIAAN
kepada dunia
\, sekitamya? Sudah tentu bukan hubungan penyerahao Telah jelas bahwa hubungan yang benar antara individu
sebab
berarti pmiadaan terhadap kemerdekaan manusia dengan dunia sekitarnya bukarthubungan'penyerahan.
rnyTahan itu sendiri.
Sebab penyerahan meniadakan kemgrdekaaq keiktrlasan dan
Pengakuan akan adanya keharusan'""i;;;-yd;;;*
iro
sebagai sebelum suatu usaha dilakukan kemanusiaan. Tetapi ielas pula bdhwa- tujuan manusia: hidup
Uerrri
Pengakuan akan adanya kepasti@hr"y"Irh;.b"dJ"r. merdeka dengan segala kegiatarrnya ialah kebenaran. OIeh karena
pengakuan akhn adanya bitas.bil;EEd'ffi itu, sekalipun tidak tunduk kepada sesuatu aPaPun dari dunia
sebarikn;u
suatu.persyaratan yang positif sekelilingnya, narnun manusia merdeka masih dan mesti tunduk
,dari pada k;;;k;;r;^
pengetahuan tentang adanfa kemungkinan*;;;ki""" kepada kebenaran. Karena menjadikan sesuatu sebagai tujuan
kreatif manusia. yaitu tempat bi6 adanyu adalahberarti pengaMiankepada-Nya:
'
y*g b"b";;; ,,
bertanggung jawab. j"" ,i"ut "
u"r*ig,;d;;b it, Jadi kebenaran-kebenaran menjadi tujuan hidup- Apabila
dinamakan'Wti.a{,, .rtirry, "pifff,r. merdeka. Ikhtiar adalah
-Usahiy.angLb.,
demikian maka sesuai {engan pembicaraan terdahulu, maka
kegiatan merdeka gir| inltvii", jt g" berarti
manusia merdeka. nahgar *"rrputori usaha
t"Sr"t""-d*i tujuan hidup yang terakhir dan,mutlak ialah Kebenaran Terakhir'
yr"g"dii"rrtok r, dan Mutlak yang tiada lagi kebenaran sesudahnya. Tidak ada
sendiri di mana
-r.yr" Fbuat scbagai pribadt G;J;;yr"g
integral dan bebas, dan di kemerdekaan hakiki tanpa menjadikan Kebenaran Terakhir dan
*r,." r._r,.-i*i. ua"t arplU"Jit?"f, Mutlak sebagai tujuan dan tempat menundukkan diri. Adakah
sesuatu yang tain kecuali oleh keinginan
a"" Ul"t Kebenaran Terakhir dan Mutlak itu? Ada, sebagaimana tuiuan
untuk berbuat""y,
kepada kebridkan Tanpa adanya dr"-fut* "e"airi
berikhtiar, manusia menjadi tidak merd"ru
atau akhir dan mutlak dari pada hidup itu ada. Karena sifatnya yang
J"" *"";;dr;;ffi" terakhir (ultimate) dan mutlak, maka srrdah pasti kebenaran itu
dimengerti untuk
-TT+r" pertanggunganj"*"L;;;';;
amal perbuatarulya. Kegiatan merdekJtrarti hanya satu secara mutlak pula. Dalam perbendaharaan bahasa
p"rUruir. **r"i" dan-kultural, Kta sebut Kebenaran Mutlak itu: Tuhan' Kemudian
yang mengubair dunia dan nasibnya sendiri-4).
terdapat keharusari universal atau taqdir, Jadi
sekarioun sesuai dengan uraian Bab I, Tuhan itu menyatakan diri kepada
dengan
;:_;;#; rnanusia sebagai ALLAH 1). Karena kemutlakany+ Tuhan bukan
lrk ,y" untuk berikhtiar -mp.iiyri peranan aktif dan
menentukan bagi dunia dan dirinya,u.di"i. saja tujuan segala kebenaran, akan tetapi sekaligus juga asal dari

2s3
252
Hlil Hml Eandradimska Mahasiswa
Eandradimuka Mahasiswa
selaras dengan
1). Maka dia adalah yang Maha Pembagian kemanusiaan yang-.tidak
Tgala kebenaran Benar. Setiap
totali$) itu antara lain ialah
qikiran Yang Maha Benar adalah pada hakek-atnya pikiran tentang .tasar kesaturr,"t"*"r,rrc iaan (human
moral manusia' antar
Tuhan Yang Maha Esa. nemisahan antara eksistensi ekonomi dan
ffiilffirJ ar" ,h*i,.. antara tugas-hlg1s peradaban
manusia
Oleh sebab it-u sgorang manusia merdeka ialah yang ber- ;;-;;*". Demikian pula sebaliknya' anggaPanl+*"
reffiTT Yang Maha Esa. Keikhlasan tiada lain ialah-kei*u" membelah kemanusiaan
;ri"f,-*,"an pada dirinya tuttai'i. kegiatan dan manusia
yang dilakukan semata-mata bertujuan pada Tuhan yang"uur,a
lr,
;;;;;*g'-"njadi: manusia sebagai pelaku pecah berlawanan
,
,I
Esa, yaifu Kebenaran Mutlak, guna memperoleh: pe.rsefujuan"
'
atau ;;t** ili"ti kegiatan' Kepribldian yang tgtality) yang homogen
daripada-Nya. Sebagaimana kemanusiaan tapai karena ;"d; kepribadiin kesatuan (humanjadi
1dho"
g{1fa kemerdekaan, dan kemerdekaan ada karena adanya dirinya sendiri; berlawanan dengan
I
I dan harmoiris pada
I keikhlasan, maka keikhlasan ialah disebabkan pemumian tujuan kemanusiaan
kepada Tuhan semata-mata. Hal itu berarti bahwa segala rentut
I
perbuatan
ll kegiatan hidup dilakukan hanyalah karena nilai kelenaran itu Oleh karena hakekat hidup adalah 'amal
dikatakan ada sebelum
yarlg terkandung di dalamnya guna mendapat persetujuan atau atau kerl+ maka nilai-nilai tidak dapat
konkret dan nyata
ridho Kebenaran Mutlak. Dan'hanya peke4aan "karena Anah- menvatakan diri dalarn kegiatan-kegi4an
Keindaha* dan
itulah yang bakal memberikan r"*r.air,g bagi kemanusi;rt ;i:ffi;; t"p"ai ruharisebagaikebaikan'
Kebenaran Yang tvtutlak denganlendirinya T""t'"Y-1ry
Kata "[man" trerarti percaya. Dalam hal ini percaya l"tiarpurt sehiri-hari dalam hubungarury' O"1qT^1fl^::'
kepada Tuhan sebagai tujuan hidup yang mutlak dan tempat berupa usaha-usaha yang nyata guna mencrDtaKan
mengaHikan diri'kepada-Nya- Sikap menyerahkan airi dun -"ty"tut*,
yang membawa kebaikkan' keindahan dan kebenaran
sesuatau
pekeriaan yang
mengabdi kepada Tuhan itu diJribut Islam. Islam menjadi nama
bagi sesama manusia' "Amal Saleh' (harfiah:
lap.segenag
ajaran peng3bdian kepada Tuhan yang Maha Esa 4). selaras-dalam hal ini selaras dengan
telalirsila[),'""t"p311"
Yang
Pelakunya disebut "muslirn". Tidak ragi diperbudal oleh sesarna
p*aut"" langsung daripada Iman 4 .|adi Ketuhanan
manusia atau sesuatu yang Iain dari dtrnii sekelilingnya, manusia Sebaliknya karena
Malta Esa memancar dalam Perikemanusiaan'
muslim adalah manusia yang merdeka y"rrg mer,y""aht rr drr, kecintaan kepada
nerikemanusiaan adaiah kelaniutan daripada
menghambakan diri kepada-lfrl Vang lvIaia t Sl. Semanjat
Tauhid (memusatkan pengabdian hanyikepada yani " M"t rlrl
ff#ffi;;; ;d'k ;;rikemanuiiaan tanPa 5:t."r.t*
pJk;r""siaan tanpa Keturranan adalah tidak
i;;;;;-il.
menimbulkan kebatuan tujuan hidup, kesatuan kepribadian" dan sejati 8). Oleh karenalt' ***gtt
KetuhananYang Maha ET 9""
adalah dasar peradaban
semangat mencari .ianu a*i iadaNya
kerusyarakatan. Kehidupan bertauhid tidak la6 berat sebelah,
partial dan terbatas. Manu-"ia tauhid adalah manusia sejati dan pasti Soyah dan akhimya
vans benar dan kokoh. Dasar tut"it itu
1"-*p,r1rta,
yang kesadaran akan dirinya tidak mengenal batas. '*"riur*u keruntuhan Peradaban 9)'
Dia pribadi manusia yang sifat perorangannya dari
-adaiah
keseluruhan (totalitas) dunia kebudayaan ar'. purlarUl. Oi, 'syirik' merupakan kebalikan dari Tauhid' secara harfiah
hal ini kepada Tuhan'
memiliki seluruh dur-ua ini dalam arti kata mengambil bagian artinya *ungua*urr tandingan' dalam
sepenuh mungkin dalam menciptakan dan menikmati kebaifan- Syirik adalah ,itup *uttyu'uit d* menghambak* qiti keflda
sesilna manusia mauqun
kebaikan peradaban dan kebudayaan. sisuatu selain kebenut*, bult kepada
kemerdekaan asasi' syirik
alam. Karena tifr*y" y*g meniaiakan

255
254
HIIII Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka M ahas is.ura

lr.rhwa manusia hidup dalam suatu benttrk hubungan tertentu


terbesar kepada kemanusiaan 10). pada tlcngan dunia sekitamya. Sebagai makhluk $osial, manusia tidak
tgTp*"l,kejah4tan
bentuk kejahatandilakukan orang karena syirik rrrurigkin memenuhi kemanusiaannya dengan baik tanpa berada
Bl}:*flsegala
11). sebab dalam melakukan kejahatan itu dia me"gfo urk* di.i .I i,tengah sesamanya dalam bentuk-b6ntuk hubungan tertentu'
kepa{a motif ya4g mendorong dilakukannya ke;afratan tersebut
yang bertenta4gan dengan prinsip-priruip kebenaran. Demikian Maka dalam masyarakat itulah kemerdekaan asasi

pula karena syirik seseorang mengadakan pamrih atas pekerjaan tliwujudkan. Tetapi justru karena adanya kemerdeklan pribadi
dilakukahny d tz'|. oiabekerja buka, k""ur," nilai pekerjaan iru maka timbul perbedaan-perbedaan'antara satu pribadi dengan
l,
,l
1,,
r
I*s
itu sendiri dalam hubungannya dengan kebaikan, keind-ahan dan lainnya 1). Sebenarnya perbedaan-perbedaan il a.9alah.unj{(
,t kebaikannya sendiri, sebab kenyataa4 yanS P"t ti.,q dan prinsipil,
kebenaran tetapi karena,f"rdrk
,\
-"*f"roleh sesuatu yang lain. ialah bahwa kehidupan ekonomi, $osial dan kultural menghendaki
I
"Musyrik" adalah pelaku ddri syirik. Seorang yang pembagian kerja yang berbeda 2)' Pemenuhan suatu bidang
I
menghambakan diri kepada-sesuatu selain Tuhan baik iian"sia legiati guna kepentingan masyarakat adalah suatu keharusan,
tl mlupln alam disebut musynk, sebab dia mengangkat sesuatu seialipun hanya bleh sebagian ariggotanya sajl 3)' Namun
selain Tuhan menjadi setingkat dengan Tuhan ra)l oe'mitian puta sejalan dengan prinsip kemanusiaan dan kemerd:\"* dalam
rrf
seseorang yang memperhamba manusia (sebagaimana dengan kehidupan yang teratur.tiap-tiap orang harus diberi kesempatan
Tiran atau Diktator) adalah musyrik, sebab iia *"r,gurrfk"t unhrk memilih''clari beberapa kemungkinan dan untuk berpindah
dirinya sendiri sama atau setingkat dengan Tuhan r+)IKe"dua dari satu tringkungan ke lingkungan lainnya 4). Peningkatan
yellaluan itu merupakan pertentangan terhadap kemanusiaan, kemanusiaa., Lduk duput terjadi tanp-a memberikan kepada setiap
baik dari dirinya sendiri, maupun bagi orang lain orang kgleluasaan untuk mengembangkan kecakaparurya melalui
aktifi-tas dan kerja yang sesuai dengan kecenderurigannya dan
sikap berpetkemjnusiaan adalah sikap yang adif bakatnya.
yaitu sikap menempatkan sesuatu pada tempat"ya yang irajar. \
ft*g yang adil (just,wajar) ialalL yang *"*u"aung i.ranusia Namun inilah kontradiksi yang ada pada manusia, dia
sebagai manusia, tidak merebihkan r"rri.[ga menghamiakan
diri adalah mahluk yang dengan kecerdasan dan kemerdekaannya
pada-Nya dan tidak mengurangkan ,u-hLgg, ilu-p".t"*U._ dapat berbuat baik kepada sesarumya, tetapi pada waktu yang
Nya.-Dia
llalu menyimpan idka; baik kepiia *r" roy" *i, ,u*, iu merasakan ,da.lyu pertentangan yang konstan dengan
membuat baginya ke arah yang baik dan lebih baik (I}isan). Maka keinginarmya yang tak terbatas di bawah sadar yang iika di-
Ketuhanan menimbulkan sikap yang adil dan baik kepada sesama lakulan pisti-merugikan orang lain. Keinginan tak terbatas
manusia 15). sebagai h^iwa nafsu. Hawa nafsu cende.-q \" arah merugikan
o.ur,! hin (kejahatan) dan kejahatan dilakukan orang karena
mengikuti hawa nafsu 5).
V. INDIVIDU DAN MASYARAKAT Ancaman atas kemerdekaan masyarakat, dan karena ifu
Telah diterangkan di rnuka, bahwa pusat kemanusiaan juga berarti ancaman terhadap kemerdekaan pribadi -TqSotT{u
adalah masing-masing pribadinya, dan bahwa kemerdekaan iuLn t"ir,gnan tak terbatas atau hawa nafsu tersebut. Maka selain
y1!a-ai aaatah hak asasinya yang pertama. Tidak ada sesuatu yang kemerdekian, Persama;rn hak antara sesarna manusia adalah
lebih berharga daripada kemerdekdan itu.
Juga telah dikemukakan
257
256
Hllil Eandradimuka vtahasiswa
Htttl Eandeadlmuka Mahasi swa
ialah kesetiakawanan dan kecintaan sesama manusia dalam
esensi kemanusiaan yang harus ditegakkan. Realisasi persarnaan pengakuan akan adanya Persamaan dan kehormatan biigr setiap
dicapai dengan membatasi kemerdekaan. Kemerdekaan tak orang L0).
terbatas hanya dapat dipunyai satu orang, sedangkan untuk lebih
dari satu orang kemerdekaan tak terbatas tidak dapat dilaksanakan
dalam waktu yang bersamaan. Kemerdekaan seseorang dibatasi VI. KEADILAN SOSIAL DAN KEADILAN EKONOMI
oleh kemirdekaan orang lain. Pelaksanaan kemerdekaan tak
, t\,,
terbatas hanya berarti pemberian kemerdekaan kepada pihak Telah kita bicarakan tentang hubungan antara individu
yang kuat dalam masyarakat dan dengan merugikan pihak yang dan masyarakat, di mana kemerdekaan dan pembatasan
,l lemah. Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya yang tak kemerdekaan saling bergantungan, din di mana perbaikan kondisi
\
I
terbatas tidai< dapat difUndariperbudakan oleh yang i r"i"t* masyarakat tergantung kepada perencanaan manusia dan usaha-
I
yang lemah (perbudakan dalam segala bentuknya). Sudah tentu usaha bersamanya. Jika kemerdekaan didirikan dalam bentuk
hal itu bertentangan dengan prinsip keadilan. Kemerdekaan dan yang tidak bersyarat (kemerdekaan tak terbatas), maka sudah
keadilan merupakan dua nilai yang saling menopang. Sebab harga terang bahwa setiap orang diperbolehkan mengejar dengan bebas
diri manusia teletak pada adanya tanggung jawab pribadi dan se gala keinginan pribadinya.
kebebasannya sebagaimana juga pada pengaktannya pada adanya
hu& bug, orang lain untuk mengembangakan kepribadiarurya. Akibatnya ialah pertarungan antara keinginan yang
Sebagai kawan hidup dengan tingkat yang sama, anggota.anggota bermacam-macam itu safu sama lain, dan kekacauan atau anarkhi'
masyarakat harus saling menolong dalam membentuk masyarakal 1). Sudah barang tentu hal itu menghancurkan masyarakat dan
yangbahagia 6). meniadakan kemanusiaan. Oleh sebab itu harus ditegakkan
!- keadilan dalam masyarakat 2).
Sei*"h dan perkembangannya bukanlah sesuatu yang
tidak mungkin diubah. Hubungan yang benar antara manusia Siapakah yang harus menegakkan keidilan, dalam
dan sejarah bukanlah penyerahan pasif. Tetapi sejarah ditentukan masyarakat? Sudah pasti ialah masyarakat sendiri. Tetapi
oleh manusia sendiri. Tanpd pengertian ini, adanya azab Tuhan dalam prakteknya diperlukan adanya suatu kelompok dalam
(akibatburuk) dan pahala (akibat baik) bagi suatu amal perbuatan masyarakat yang karena kualitas-kualitas yang dimilikinya
mustahil ditanggung manusia 7). Manusia merasakan akibat senantiasa mengadakan usaha menegakkan keadilan itu dengan
amal perbuatannya sesuai dengan ikhtiamya dalam hidup ini jalan selalu menganjurkan sesuatu yang bersifat kemanusiaan
(dalam seiarah), dan dalam hidup kemudian (sesudah sejarah) 8). serta mencegah terjadinya sesuatu yang berlawanan dengan
Semakin seseorang bersungguh-sungguh dalam kegiatan yang kemanusiaan 3). Kualitas terpenting yang harus dipunyainya,
g jarvab dengan kesadaran yang terus meneruS akan ialah rasa kemanusiaan yang tit ggr sebagai pancaran dari
tuiuannya di dalammembentuk masyarakat, semakinia mendekati kecintaannya yang tak terbatas kepada Tuhan. Di samping itu
tujuan 9). Manusia mengenali dirirrya sebagai mahluk yang nilai diperlukan kecakapan yang cukup. Kelompok orang-orang itu
dan martabatnya dapat sepenuhnya dinyatakan hanya jika ia adalah pimpinan masyarakati atau setidak-tidaknya mereka
mempunyai kemerdekaan tidak saja untuk mengatur hidupnya adalah orang-orang yang seharusnya memimpin masyarakat.
sendiri tetapi juga untuk memperbaiki hubungan sesama manusia Memimpin ialah menegakkan keadilan, menjaga agar setiap
dalam lingkungan masi'erakat. Dasar hidup gotong-royong ini *l orang memperoleh hak asasinya, dan dalam waktu yang

259
258
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Mi h as isrnra

sama menghormati kemerdekaan orang Iain dan martabat tingkungan ketaatan kepada. Tuhan ftebenaran mutlak) dan
Raiut-Nya (pengajar tentang kebenaran). Pemerintah yang benar
kemanusiaannya sebagai manivestasi. kesadaran akan tanggung
jawab sosial. dan harus ditaati ialah yang mengabdi kepada kemanusiaan,
kepada kebenaran, dan akhirnya kepada TuhAn Yang Maha Esa
Negara adalah bentuk masyarakat yang terpenting, 8).
dan pemerinfirh adalah susunan pimpinan masyarakat yang
Perwujudan menegdkkan keadilan yang terpenting dan
terkuat dan berpengaruh. Oleh sebab itu pemerintahlah yang
ll pertama-tama berkewajiban menegakkan keadilan. Malsud berpengaruh ialah menegakkan keadilan di bidang ekonomi
I semula dan fundamental daripada didirikannya negara dan atau pembagian kekayaan di antara anggota masyarakat.
Keadilan menuntut agar setiap oralrg dapat memperoleh bagian
pemerintahan ialah guna melindungi manusir yang menjadi
warga neg:rranya daripada kemungkinan perusakan terhad.ap yang wajar daripada kekayaan atau rejeki. Dalam masyarakat
kemerdekaan dan harga diri sebagai manusia. sebaliknya setiap y"og tia* mengenal batas-batas individual, seiarah melupakln
orang harus mengambil bagian yang bertanggung periembangan dialektis yang berjalan tanpa kendali daripld-a
lawab dalam pe*entangan-pertentangan . golongan yang didorong oleh
masalah-masalah negara atas dasar persa*rur, yur,g dipbroleh
Letidakserasian antara pertumbuhan kekuatan produksi di satu
melalui demokrasi. Pada dasamya masyarakat dengan masing_
pihak dan pe4gumpulan kekayaan oleh golongan-golongan kecil
masing pribadi yang ada di dalamnya haruslah memerinta-h
dur,g"., hak-hak istimewa, di lain pihak 9). Karena kemerdekaan
dan memimpin diri sendiri 4). Oleh karena itu pemerintah
haruslah merupakan kel-.uatan pimpinan yang lahir dari tak ierbatas akan menyatakan dirinya dalam bentuk kebetasan
kalanga,n masyarakat sendiri. Pemerintahan harus demokratis, bagi pihak yang kuat untuk memaksakan persyaratan keria dan
terasal dari rakyat, oleh rakyat;dan untuk rakyat. Menjalankan friJ"p tertentu bagi pihak yang lemah, maka kemerdekaan tak
kebiiaksanaannya atas persetujuan rakyat melilui musyawarah terbatas mendorong timbulnya iurang pemisah antara kekayaan
tiarr di mana rasa keadilan dan martabat kemanusiaan tidak dan kemiskinan yang semakin dalam. Dalam proies selaniutnya
terganggu. Kekuatan yang sebenarnya di dalam negara ada di -yaitu bila sudah mencapai batas maksimal-pertentangan
talgan rakyat dan pemerintah harus bertanggung jawab kepada golor,g"n itu akan menghancurkan sendi-sendi tatanan sosial dan
rakyat. membindsakan kemanusiaan dan peradabannya 10).

Menegakkan keadilan mencakup penguasa:rn atas


Dalam masyarakat yang tidak ad'il, kekayaan dan
_ kemiSkinan akan teriadi dalam kualitas dan proporsi yang
keinginan-keinginan 5) dan kepentingan-t"purrtlgun pribadi
yang tak mengenal batas (liawa nafsu); Adalah kewajiban tidak wajar. Sekalipun realitasnya selalu menunjukkan adanya
perbedaan-perbedaan antara manusia dalam kemampuan fisik
daripada negara sendiri dan kekuatan-kekuatan sosial, untuk
tidak saja menguasai serta mengatasi kemerosotan sosial itu, rulupun mental, ruururn kemiskinan dalam masyarakat dengan
pe*"tittat yang tidak menegakkan keadilan adalah merupakan
tetapi iuga untuk menjunjung tingg prinsip kegotong_royongan
dan kecintaan sesama manusia. Menegakkan keadiian-aaa'iatr perwujudan daripada adanya kezaliman. Orang-orang kaya
amanat rakyat kepada pemerintah yang mesti dilaksanakan menjadi p6laku daripada kezaliman itu se<langkan orang-orang
6). Ketaatan rakyat kepada pemerintah merupakan ketaatan miskin dijadikan sasaran atau korbannya. Oleh karena itu sebagai
kepada diri sendiri yang wajib dilaksanakan. Didasari oleh sikap yang menjadi sasaran kezaliman, oranS-orang miskin berada
hidup yang benar, ketaatan kepada pemerintah termasuk dalam di pihak yang henar. Pertentar-3ar. antara kaum kaya dan kaum

261
260
Hllll Eandcadimuka Mahasiswa Hfill [andradimuka M ah as isrrva

fislrin meniadi pertentanganantara kaum yang menialankan nllai tidak dapat dikatakan hidup sebelum menyatakan diri
kezaliman dengan yang dizalimi. Dikarenakan kebenaran pasti rl.rlam amal perbuatan yang nyata L5).
T.T"g terhadap kebathilan, maka pertentangan itu ;kan
disldahi dengan kemenangan tak terhindarkan bagi kaum Dalam suatu masyarakat yang tidhk menjadikan Tuhan
miskin, kemudian mereka memegang tampuk kepemimpinan Ht.tragai satu-satunya tempat tunduk dan menyerahkan diri,
dalam masyarakat 11). ruirnusia dapat tliperbudak antara lain oleh harta benda. Ti.dak
llgi seorang pekerja menguasai hasil pekerjaannya, tetapi justru
,lr\,
,l ,
Kejahatan di bidang ekonomi yang menyeluruh adalah tlikuasai oleh hasil pekerjaan itu. Produksi seorang buruh
"t penindasan oleh Kapitalisme. Dengan IGpitalisme dengan rncmpertresar kapital majikan, dan kapital itu selanjutnya lebih
mudah segeorang.{apat memeras orangrrang yang U"ri*g nrcmperbudak buruh. Demikian pula terjadi pada majikan': bukan
r'l
mempertahankan'hidupnya kaiena kemiskinin, -lemudian ia yang menguasai kapital tetapi kapital itu yang menguasainya.
ll merampas hak-haknya secara tidak sah, berkat kemampuannya Ka pi tal atau kekayaan telah menggenggam dan memberikan sif at-
li rl untuk memaksakan persyaratan kerja dan hidup kepadimereka. sifat tertentu seperti keserakahan, ketamakan dan kebengisan.
oleh karena itu menegakkan keadilan mencakup pemberantasan
Kapitalisme' dan segenap usaha aicumulasilkekayaan pada Oleh karena itu menegakkan keadilan bukan hanya
i* stkelompok kecil masyarakat 12). Sesudah syirit, qafratan dengan "amf,r ma'ruf nahi munglanl' sebagaimana diterangkan di
terbesar kepada kemanusiaan adalah penumpukkan- harta rnuka, tetapi juga melalui pendidikan yang intensif terhadap
beserta penggunaannya yang tidak benar, menyimpang pribadi-pribadi agar tetap mencintai kebenaran dan menyadari
tel*
dari kepentirigan umrun, tidak mengikuti jalan Tuhan fS). M.k" secara mendalam akan adanya Tuhan. Sembahyang merupakan
merregakkan keadilan ialah ryembimbing manusia ke arah pendidikan yang kontinyu, sebagai bentuk folmal peringatan
kepada Tuhan. Sembahyang yang
tbenar akan sangat efektif
pelaksanaan tata masyarakat yang akan memberikan kepada
setiap:.1"9 kesempatan yang sama untuk mengatur hiduinya dalam meluruskan dan membetulkan garis hidup r4anusia sebab
secara bebas dan terhorurat ('amar ma'ruf) danpertentangan ious ia mencegah kekejian dan kemungkaran 16). ladi sembahyang
merupakan penopang hidup yang benar 17). Sembahyang
Inenerus terhadap segala bentuk penindasan kepada manusia menjelaskan masalah-masalah kehiduParL termasuk pemenuhan
kepada kebenaran isasinya dan rasa kemanusiaan(natri munrcar).
Dengan perkataan. lain harus diadakan restriksi-restriksi atas kebutuhan yang ada secara intrinsik pada rohani manusia
cara{ara memperole}9 mengumpulkan dan menggunakan yang mendalam, yaitu kebutuhan spiritual berupa keinginan
kekayaan itu. Cara yang tidak bertentangan dengan keriirusiaan pengabdian yang bersifat mutlak 18). Pengabdian itu jika tidak
diperbolehkan (yang ma'ruf dihalalkan), sedangkan cara yang tersalurkan secara benar kepada Tuhan Yang }vlaha Esa tentu
bertenlangan dengan kemanusiaa4 dilarang -(y""g **,k* tersalurkan ke arah sesuatu yang lain, dan membahayakan
diharamkan) 1a). kemanusiaan. Dalam hubungan ini telah terdahulu keterangan
tentang syirik yang merupakan kejahatan fundamental terhadap
, Pembagian ekonomi secara tidak benar itu hanya kemanusiaan
ada dalam suatu masyarakat yang tidak menjalankan prinsip
Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam hal kri mengakui Ketuhanan Dalam masyarakat yang adil mungkin masih terdapat
Yang Maha Esa tetapi tidak melaksanak*yu adalah sarna pembagian manusia menjadi golongan kaya dan miskin. Tetapi
nilainya dengan tidak berKetuhanan sama sekali. sebab nilai- hal itu terjadi dalam batas-batas kewajaran dan kemanusiaan,

262 263
Hflll Eandradimuka Ma has i srnza

Hflll Eaniradimuha Mahasiswa dalam masyarakat disebabkan membekunya sebagian dari


kekayaan umtxn yang dapat digunakan untuk mantaat bersama
denga4 perpautan kekayaan dan kemiskinan y*q i:id"I"| 25).

iait" tqufuo dengan diGnarkannya pemilikan-nribadi lirl:ate Hal itu semuanya merupakan kebenaran karena pada
iiersnipi atas hart-a kekayaan dan adanya perbedaan-pe***
fisik hakekatnya seluruh harta kekayaan ini ldalah milik Tuhan 26).
tak terhindarkan daripada kemampuan-kemamPuan Pribadi'
Manusia seluruhnya diberikan hak yang sama atas kekayaan itu
maupun mental lg). dan harus diberikanbagian yang wajardari padanya 27). Pemilikan
Walaupun demikian, usaha-usaha ke arahperbaikan-d1"* oleh seorang.(secara bett r) hanya bersifat relatif sebagai amanat
tl
pembagian releti te arah yanglebil.r 1e1ata tetap harus aijqlan\an dari Tuhan. Penggunaan harta itu sendiri harus sejalan dengan
.zay,at
it"t ,iury"rut<at. putu* hal ini adalah penyelesaian yang dikehendaki Tuhan, yaitu untuk kepentingan umum 28).
i*utt i. "i.salah perbedaan kaya dan miskin itu' Zafut dipunguti Maka kalau terjadi kemiskinan orang-orangmiskin diberi hak atas
dJ orung-orutg k yu dalamludah persentase tertentu untuk atas
sebagian hartaorang-orang kaya, terutanuyang masih dekat dalam
dibagikan-kepud'" ot*g miskin ZO)' la\at dikenakan hanya hubungan keluarga 29). Adalah kewajiban negara dan masyarakat
t*iyu.,g diperoleh 6r, benar, sah dan'halal saja' Se{angkan untuk melindungi kehidupan keluarga dan memberinya bantuan
harta kekayian yang haram tidak dikenakan zak-ai tetapi dan dorongan negara yang adil menciptakan persyardtan hidup
irrt* ai;uait"rr ,oilik-o*,* guna manfaat bagi -r'icyat dengan yang wajar sebagaimarra diperlukan oleh pribadi-pribadi agar
penyitaan oleh Pemerintah. OIeh karena itu sebelum penarikan dia dan keluarganya dapat mengatur hidupnya secara terhormat
iot l, aiUt"t"n terlebih dahulu harus dibentuk suatu masyarakat sesuai dengan keinginannya untuk dapat rneirerima tanggung
y""g uail berdasarkan Ketuhanan.Yang Maha Esa' di mana tidak jawab atas kegiatan-kegiatannya. Dalam praktelrrya hal itu
tgi?iaup"ti ciua memperolef -kekayaan.secara haram' di mana berarti bahwa Pemerintah harus membuka jalanyangmudah dan
p"I',i"ar"urr atas manusia oleh manusia dihapuskan 21)' keserrtpatan yang sama ke arah pendidikan kecakat'iSn yang wajar
kemerdekaan beribadat sepenuhnya dan pembagian kekayaan
Sebagaimana ada ketetapan tentang lagaimana bangsa yang pantas.
berharta kekayaan itu diperoleh, iuga ditetapkan bagaimana
harta 'kekayaan itu' Pemilikan pribadi
-u-p"rgrort "rr jika
dibe;k;n hanya penggunaan hak itu tidak bertentangan
VII. KEMANUSIAAN DAN ILMU PENGEf,AIIUAN
dengan kepenirngan masyarlkat'- Dfam hal bertentangan'
p"-:i""" p.iUual meniadi batal, dan Pemerintah berhak Dari seluruh uraian yang telah dikemukakan, dapatlah
mengajukan PenYitaan disimpulkan dengan pasti bahwa inti daripada kemanusiaan yang
suci ialah Iman dan kerja kemanusiaan atau amal saleh 1). Iman
Seseorang dibenarkan mempergunalal harta
dalaq pengertian kepercayaan akan adanya Kebenaran Mutlak
kekayaannya dJam batas-batas tertentu' Yaitu dalam
batas
yaitu Tuhan Yang Maha Esa, serta lnenjadikan satu-satunya
tidak kurang tetapi iuga tidak melebihi rata-rata Penggunaan tujr* hidup dan tempat mengabdikan diri terakhir dan mutlak-
atau
dalam *"rylraUi fi;. f""gg"naan yang berlebihan {tafsir
Sikap itu menimbulkan kecintaan tak terbatas pada kebenaran,
israf) bertentang* d"t gu., perikemanusiaan 23)' Kemewahan kesucian dan kebaikan yang menyatakan dirinya dalam sikap
dalam
selalu menjadi piovokasit"t'nuaup pertentangan golongan
masyarakat yang berakibat destruktif 24)' Scb;liknya Penggunaan
sendiri
kurang dariiata-rata masyarakat (taqtier) merusakkan diri 265
Hml EandradimukE Mahasiswa
H[l Eandradimuka Mahasisw a

oleh ilmu pengetahr;an dapat berjalan di atas kebenaran-kebenaran


rylJremanusiaan. Sikap perikemanusiaan menghasilkan amal yang menyampaikannya kepada kepatuhan tanpa reserve
saleh; artinya amal yang bersesuaian dengan dan me4ingkatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa 6). Dengan iman dan keluasan
kemanusiaan. Sebaik-baik manusia ialah yang berguni'untuk
ilmu pengetahuan manusia mencapai puncak kemanusiaan yang
sesamanya. Tetapi bagaimana amal. itu harus dilakukan
'manusia? tertinggi 7).

Ilmu pengetahuan ialah pengertian yqng dipunyai oleh


lt, manusia secara benar tentang dunia sekitamya dan dirinya sendiri.
,1, ialah gerak ke depa+ demikian perjalanan umat manusia atau
,l r
Hubungan yang benar antara manusia dan da4 sglelilingnya
seiarah bergerak maju ke depan. Maka semua nilai dalam
ialah hubungan penguasaan dan pengarahaiT ldanusia harus
kehidupan ini relatif adanya berlaku untuk sesuatu tempat dan
menguasai alam dan masyaraka! guna dapat rnengarahkannya
sesuatu waktu tertentu. Demikianlah segala sesuatu itu berubalu
pada yang lebih baik. Panguasaan dan.kemudian pengarahan
tidak langgeng , kecuali tujuan akhir daripada segala yang ada,
yaifu Kebenaran Mutlak atau Tuhan 2). jadi ,"rr=.r, .,it"i"yrr,g
itu tidak mungkin dilaksanakan tanpa pengetahuan tentang
hukum-hukumnya yang tetap (Sunnatullah). Manusia harus
benar adalah bersumber atau dijabarkan dari ketentuan-keter.ituan
memahami alam dengan hukum-hukumnya yang berlaku agar
hukum-hukum Tuhan 3).
dapat mengua.sai dan menggunakarny4 bagi ker-nanusiaan.
Oleh karena itu manusia yang berikhtiar dan merdeka, Sebab alam tersedia bagi umat manusia bagi kepentingan
yang bergerak. Gerak itu tidak lain daripada gerak maju ke pertumbuhan kerunusiaan. Hal itu tidak dapat dilakukankecuali
Tlah dengan mengerahkan kemampuan intektualita atau rasionya 8).
depan (progressi$. Dia adalah dinamis, Uaat itatis.bia bukanlah
seorang tradisionalis, apalagi 4paksioner 4). Dia menghendaki Demikian pula manusia harus memahami sejarah dengan hu\um-
prubahan yang terus-menerus sejalan dengan *at y"rrg hukumnya yang tetap 9). Hukum sejarah yang tetap (Sururatullah
rnenuju Kebenaran Mutlak. Dia senantiasa mencari kebenaran- untuk suj*"h) yaitu pada garis besamya ialah bahwa manusia
kebenaran selama perjalanan hidupnya. Kebenaran-kebenaran itu akan menemui keiayaan iika setia kepada kemanusiaan loi"yu
-merryatakan dirinya dan diketemukan di datam alam dan sejarah dan menemui kehancuran jika menyimpang daripadanya dgnqan
umat manusia. menuruti hawa nafsu 10). Tetapi cara-cara perbaikan hidup
,i sehingga terus menerus maju ke arah yang lebih baik sesuai
' Ilmu pengetahuan adalah alat manusia untuk mencari I
dengan fitrah adalah masalah pengalaman. Pengalaman ini harus
dan menemukan kebenaran-keber-raran itu. Dengan menggrrnakan ditarik dari masa lampaq untuk dapat mengerti rasa sekarang
kekuatan intelegensiirya dan dengan dibimbing orcf, hati I dan memperhitungkan masa yang akan datang 11). Menguasai
nuraniny+ manusia dapat menemukan. kebenaran-kebenaran dan mengarahkan masyarakat ialah mengganti kaidah-kaidah
dalam hidupnya. sekalipun relatif, narnun kebenaran-kebenaran "t
T1 umunnya dan membimbi.g yu ke arah kemajuan dan kebaikan.
itu merupakan tonggak sejarah yang mesti dilalui oleh manusia I

dalam perjalanan menuju Kebenaran Mutlak. Dan keyakinan I

akan adanya Kebenaran Mutlak itu sendiri pad.a suatu saat dapat
il
dicapai oleh manusia, yaitu ketika mereka telah memahami benar
seluruh alam dan sejarahnva sendiri 5). ]adi ilmu pengetahuan I
adalah pesyaratan dari amal saleh. Hanya mereka yang dibimbing

267
266
I
Hllll Eandeadimuka Mahas lswa
Hllll Eandradimuha Mahqsisw a

keseluruhan, baik dalam ukuran ruang mauPun waktu. Yaitu


VIII. KESIMPI.'LAN DAN PENUTUP menegakkan keadilan dalEun masyarakat sehingga setiap orang
memperoleh harga diri dan martabatnya sebagai manusia. Hal
Dari seluruh uraian yang telah lalu dapatlah diambil
itu berarti bahwa usaha yang terus menerus harus dilakukan
kesimpulan secara garis besar sebagai berikuf : l guna mengarahkan masyarakat kepada nilai-nilai yang
,. ry_O"O
yang benar dimulai dengan percaya atau Iman kepada lebih baik, lebih maju dan lebih insani; usaha itu ialah amar
't,
Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan leinginan mendekat serta ma'ruf,'di samping usaha lain untuk mencegah segala bentuk
l,l.
.,' kecintaan kepada-Nya, yaitu taqwa. Iman dan taqwa bukanlah kejahatan dan kemerosotan nilai-nilai kemanusiaan atau
',t ,'
lI 't'I
nillyang stltis dan abshak. Nilai-nilai itu memancar dengan nahi mungkar. Selanjutnya bentuk kerja kemanusiaan yang
\
sendirinya dalam bentuk keria nyata bagi kemanusiaan aiau lebih nyata ialah pembelaan kaum lemah, kaum tertindas
ri amal saleh. Iman tidak memberi arti apa-apa bagi manusia dan kaum miskin pada umumnya serta usaha-usaha ke arah
ll jika tidak disertai dengan usaha dan kegiatan yan[ sungguh- peningkatan nasib dan taraf hidup mereka yang wajar dan
il I r
j

s.*gg"t untuk menegakkan perikehidup* yi"g t"u, layak sebagai manusia.


dalam berperadaban dan berbudaya.
IV. Kesadaran dan rasa tanggung jawab /ang besar kepada
\i'l II. Iman dipelihara dan diperkuat kemanusiaan melahirkan Jihad, yaitu sikap hidup beriuang.
,,,
9* Fqw1 dengan
melakukan ibadah atau pengabdian formal kepada Tuhan. Perjuangan itu dilakukan dan ditanggung bersama oleh
Ibadah merididik individu aiar tetap ingat dan'taat kepada manusia dalambentuk gotong rbyong atasdasar kemanusiaan,
TST dan berpegang teguh kepada kebenaran sebagaimana dan kecintaan kepada Tuhan. Perjuangan menegakkan
dikehendaki oleh hati nurani yang hanief. Segata*sesuatu kebenaran dan keadilan menuntut ketabahan, kesabaran
yang menyangkut bentuk dan cara beribadah menjadi dan pengorbanan. Dan dengan ialan itulah kehidupan yang
wewenang penuh daripada agama tanpa adanya hak bagi berbahagia dapat diwujudkan dalam rnasyaiakat manusia-
manusia untuk mencampurinya. Ibadah yang terus menerus Oleh sebab itu persyaratan bagi berhasilnya perjuangan
kepa{a menyadarkan manusia atcan kJduaukannya di adalah adanya barisan yang merupakan bangunan yang
Juhan
tengah alam dan masyarakat sesarnanya. Ia tidak melebiikan kokoh kuat. Mereka terikat satu sama lain oleh persaudaraan
diri sehingga mengarah kepada teaua*an Tuhan dengan dan solidaritas yang tingg, dtm oleh sikap tegas kepada
merugikan kemanusiaan orang lairu dan tidak mengurangLn musuh-musuh kebenaran dan kemanusiaan. Tetapi justru
kehormatan dirinya sebagai makhluk tertinggi denlan ulibut demi kemanusiaan mereka adalah manusia yang toleran.
Sekalipun mengikuti jalan yang lulus dan benar, mereka tidak
t*9id"ka" diri kepada alam maupun oor,g lain. Oengan
ibadah manusia dididik untuk memilih kemerdekaann]+. memaksakan kepada orang atau golongan lain.
kemanusiaannya dan dirinya sendiri; sebab ia telah berbuat
ikhlas, yaitu pemurniaan pengabdian kepada kebenaran V. Keria kemanusiaan atau amal soleh itu merupakan Proses
semata-mata. pericembangan yang Permanen. Perjuangan kemanusiaan
berusaha agil perubahan dan perkembangal dalam
m. Kerja kemanusiaan atau amal saleh me:rgambil bentuknya masyarakat selalu mengarah kepada yang lebih baik, lebih
yang utama dalam usaha yang sungguh-sungguh sec€ua benar. Oleh sebab itu manusia harus mengetahui arah yang
essensiil menyangkut kepentingan manusia secara benar daripada perkembangan peradaban di segala bidang'
il
269
268
Hml Eandradimuklt M a h a s i swa
Hllll Eandradimuka Maha.s tswa
I. DASAR.DASAR KEPERCAYAAN
Dengan perkataan lain, manusia harus mendalami dan selalu
mempergunakan ilmu pengetahuan. Keria manusia dan kerja
kemanusiaan tanpa ilmu tidak akan mencapai tujuannya, 7. Al-Quran, s. An-Nahl (XVI);89
sebaliknya ilmrr tanpa rasa kemanusiaan tidak a-kan membawa
kebahagiaan bahkan mungkin menghancurkan perSdaban.
Ilmu pengetahuan adalah karunia Tuhan yang besar artinya F)ifliN*
bagi manusia. Mendalami ilmu pengetahuan harus didasari
), dengan sikap terbuka. Mampu menangkap perkembangan
pemikiran tentarig kehidupan berperadaban dan berbudiya.
Kemudian mengambil dan mengamalkan di antaranya yang (^1 d-xl)
terbaik.
"Dan Kami (fuhan) telah turunkan kepada engkau (Muhammad)
Dengan demikian tugas fudup manusia menjadi sangat sebuah Kitab (Al-Quran) sebagai keterangan tentang segala
sederhana, yaitu ber-Iman, ber-Ilmu, dan ber- Amal. sesuatu serta sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang muslim."

Wabillahit taufiq wal hidayah 2. Al-Quran, s. Al-Il*ilas GXU) ;1'4


Waihamdu UIahi Robbil'Alamin. ,'i iKii - ai?-t +-"i . '';*:*ti'ifr '?t'ii; a
a

(i- \ur>ri)\13;i ti,-L


.Katakanlah: Dia adalahTuhanYang Maha Eso Dia adalah Tuhan
tempat menaruh segala harapan. Tiada berputera dan tiada pula
berbapa. Serta tidak satuPun yang bagi-Nya sepadaru"
t
1 3. Al-Quran, s. eLUaaiit (LVII) ;3
I
!,
(r 1:-rr) * ,G * ii*;yrlii i&is';fii J":'.fi i
"Dia adalah yang pertama dan yang terakhir, yang lahir dan yang
batin."

271
270
Hflll Eandeadimqka Hml f,andcadirnukE Mahasiswa
Mahasiswa

4. Al-Quran, s. Al-Baqarah gI) ;1L5 7. Al-Qutan, s. Al-Ma'ikum (XXil);74

-u4fr i{t a't6


(r 'r o a aJ1; "(ri
ES,;r i;i ,*J.G (\ { o*r*!r) J?i
jua kamu berpaling, "Maka Maha Ivlulialah Tuhan, sebaik-baik Pencipta'"
:Y"k"..kemanapun
Tuhan."
di sanalah wajah

8. Al-Quran, s.Luqman WXI);20


5. Al-Quran, s. Al-Hatliil (LWI);4

(r + Jrr) "-;.* C i-i ;?;; iS


(r.o-D +US{*:^;;:€1;
"Dan ia (tuhan) itu beserta kamu bagi
di manapun kamu berada.,, 'Tidaklah kamu memperhatikan bahwa Allah menyediakan
kamu segala sesuatu yang aq1 d *d jan langrt {an segala

6. Al-Quran, s. Al-An,am (VI);73


Nya baii yuig r,*p"k maupun 1'ang tidak nampak'"
.L
(YY rLiYr) ,i:V 3*ljis e,'-r::Ji dt -:;fr is g. Al'Quran, s.Yunus (X) ;101
\
"fan dialah yang menciptakan' Iangit dan bumi
sebenarnya." dengan '$
ti c:Ais,t,fi * ci",i'r!{tl +'"t;-ui ittttl;$i S
(r .1 cp-r) o;i-
Al-Quraru s. Al-Furqan
0C(g;2 dilangit dan
"Katakanlah : perhatikanlah olehmu aPa yang ada
itu
aDa vans ada di bumi tanda-tanda danperingatan gelingatan
( Y dF-irr
) (tF ,irLi ,-a;,,JL dr3 berguna bagi golongan manusia yang udak Percaya'
ti'aat atin

"Dan
_ia Guhan) menciptakan segala sesuatu
mengaturnya dengan peraturan yang kemudian 10. Al-Quran, s. Shod (XXXVlll):27
plsti.,,

(yv .r) "lrli'u-ifr t ,t':"i+;. c#. u't i?")q; luii r:Al c't

272 273
HIIII [andradimuka uanasiswa
Hllll Eandradimuka Ma has I srva
akibat
"Tirlaklah Kami (Tuhan) menciptakan langif Maha PengamPun dan Maha Penyayang (memberikan
dan bumi dan segala
u}-rurrg traik atas pltUrit* manusia yang lenar)
Tt ada di antara keduanya iti sec"r" palsu, r..r
hal rlL
itu
hanyatah perang prasang*a orrrrg_orur,g
k"fir;t;
-13.
Al-Quran, s.Hud (Xl);61
ll. Al-Quran, s. At-Tim (XCV) ; I

i,
('r I .:e) t4 frj;'*t1 r,?'.r:fi C lUi i
,fi.i;,:yi
ftrL

.(t
oF) L,& in "Dia (tuhan) menumbuhkan kamu (umat manusia) dari
bumi
"Sungguh Kami $uhan) telah menciptakan manusia "e
dalam
dan menyuruh kamu memakmurkannya'"
bentuk yang sebaik-baiknya.
n\ 74. Al-Quran, s. Al-Ahzab (XXXlll);72
.Al-Quran, s. Al-Isra (XWI);70
(Suatu lukisan simbolis)

(')
(Y. .ry)r) i*it tlrJr ;i * 50 ;lifrs <;G 44ii cil$3,v"r,ai iL .tcqt 6:b?
oi

"Dan kami lebihkan mereka ie (umat manusia)


di atas banvak (yy qrj,r)r )t#'Jrtt e( ,il ;*yt q;S+;;ieitAr"
dari segala sesuatu yang Kamitipt trrr deng;k"ilr#;;g
amanat (akal
nyata." "sesungguhnya Kami Ouhan) menawarkan sebuah
pif.ira"i"t"pada langit-langit bumi dan kepada Sunung-gunung
dan merasa
12. AIQuran, s. Al-An,am (VI);1OS maka mereka itu.menolak untuk menang8ungnya
yang menangg-unflya;
keberatan atas amanat itu, dan manusialah
sendiri dan bodoh'
sesungguhnya manusia itu mempersulit diri
*'s,-* iti'# {:s r.tiii q .&,s.ifi k
(rlod,iyr) . b3:-;.u;-,ili16 15. Al-Quran, s. Al-Ankabut (XXIX);20
b;u:,ol,;jj:t;c a,€.g
"Dan Dia-lah G"hrr,l
]Tg menjadikan kamu sekalian (umat ii.zii :G*'ii, "'ifr i'"; a', z' lrpu e'r\it i1;* A
manusia) sebagai khalifah di bumi,
serta melebll*r" ;"dE;
dari kamu atas sebagial yang lain bertingkat_tingkat,
,rria"f. (r..3 ..,$D ,p,i Jb;Y jt(lllSt
menguji kamu dalam hal_hal yang telah aiir.""iriuo'k"p;; I

g,g"hria Tuhan *r, itrl"put siksa_Nja ("kiil;;;i "Katakanlah: mengembaralah kamu di muka bumi
ini' kemudian
fy :"r"perbuatan
qanpada manusia yang salah) dal bia itu pastilah { Allah memulai penciptaanNya
p"rt,u,it"rltah oleiimu bagaii::ar'a
275
274
Hllll Eandradimuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Mahasi suza
19. Al-Quran, s. At-Mujadalah (LVill);l-l.
kemudian mengembangkan pertumbuhannya yang kemudian;
sebungguhnya Allah itu-MahtKuasa atas segala sesriutu.,,

16. Al-Quran, S. At-Qasas (XXWfi); 8S

,,1.,
(^^ uF-lD ",:,1+-, sle:u-c
r),
'1,, ,c :s 20. Al-Quran, s. Al-Fushilat (XLI);37
\ "Segala sesuatu itu rusak (berubah) kecuali Diri-Nya (tuhan).

17. Al-Quran, Al-lsra' (XVil);


( rv,.,' rr)
LiiL ,sifr &,r',i;ii Alt {
"A.triii
l
s. 72 'l
,l' "Janganlah kamu bersujud kepada matahari atauiun bulan tetapi
l r
Uersuludtatr kepada Allah yang menciptakannya.
(yr erJ.)r) * 3+ri aJi .{h<rt a-#;#l:,y 41r( u;
'Dan barang siapa di sini (dunia) buta (tidak berilmu), maka di 21. Al-Quran, s. At'Fatihah (I);4
nanti buta pula dan lebih sesat lagi jalannya.,,
-akhirat
,. (ru:ur1
18. Al-Qiran, s. Al-tsra' (XVil);36 *,-1iliry
"(Tuhan adalah) pemilik atau Raja Hari Agama'"
spii;.1,i €4i'o)"+ -t jn jd cai {s \*:'*
i
Al-Quran, s. Al-Haj (XKl); 56
.o,!$)i'B fr
(r1 erJs)r) '1H,* ,

"Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang engkau tidak


mempunyai pengertian tentang hal itu; sebab sesungguhnya
1or sJr f"g.'# fi #"" ;tt:tr
pendengaran, penglihatan dan hati nurani itu ,u*"""j- "Kerajaan pada hari itu harrya bagi Allah' Dia mengadili
bertanggungiawab atas hal hal tersebut.,, antara manusia."

Al-Quran, s. Al-Mu'min (XL);16

(rT gxji^l ) -,14;)i


y,ii &"|Ai iM1 f,
277
276
Hml Eandradimukzl Mahasiswa
Hllll Eandradimuka Mahasisw a

II. PENGERTIAN DASAR TENTANG KEMANUSIAAN


kerajaan hari ini? Bagi Allah yang Maha Esa dan
- 9lg $qffi
Maha Perkasa.

l. Al-Quran, s. Ar-Rum (XXX); 30 .

22. Al-Quran, s. Al-Baqarhh (ID; aB


"r#
4n;,fr
A i[.rJ,tiQ,* * fr ,st{(it66 1r. 1..,-tr) J"Ai';{t 6 fi6h"G q-g,!4254?
t,
"l-Iadapkanlah dengan seluruh dirimu itu kepadl Agama (Itl11)
((^ rritt) Iri;;- r.! i; I:a u;, Li- $s ,.,bagaimana engk-au adalah hanief (secara kodrat memilih
itutah fitrah yang telah memfitrahkan manusia.
kebe"naran);
"Dan berjaga-jagalah kamu sekalian terhadap masa di mana padaNya.
seseorang tidak dapat sedikitpun membela orang lain, dan di
mana tidak diterima suatu pertolongan dan tidak pula suatu
tebusan, serta tidak puLa mereka itu akan dibantu.,, 2. Al-Quran, s. Adz-Dzaiyaat (XU);56
-:
23. Al-Quran, s. At-A'raf (VIl);787 . (o1 d,r,Jh!r) is.s+).ll..Jlii rfiJiv c't
bu
1-j, "Aku (tuhan) tidaklah jin dan manusia kecuali
"t W dlU,*lOts-i-^'r-si Ge6i4
menciptakan
untuk berbakti kePada-Ku.

(r,rv.l.,,cl,l ;" {t w.Lq+* Al Qur'an s. Al-Baqarah QI);1'56

l'Mereka bertanya kepada engkau Muhammad tentang hari


kiyama! kapan terdjadinya? Jawablah: sesungguhnyapengetahuan
tentanghari kiyamatitu hanya ada pada Tuhan; tidak seorangpun
(r016-f{rD ;)J+ s il'uli &(,1
dapat menjelaskan waktunya selain Dia sendiri.,,
"sesungguhnya kita (manusia) ld{uh milik Tuhan dan
r""rngfiiht yi kita semuaoya kembali kepada-Nya'

3. Al-Quran, s. At-Taubah (IX);105

(r . o :q,lr)?; TIii,li;, *Yt'ei c;*r l;Gi,t3


.I
*l
*.t
"*ti
*J
279
278
*
Hflll Eandradimuka Mahasi swa
llflll Eandradimuka Mahasi swa
Al-Qur on, s. An-N isa (lV ) ;LL7
"Katakanlah: bekerjalah kamu sekaliirn! Tuhan akan
melihat
kerjamu demikian juga dengan Rasul-Nya dan orang-orang
yang u-*r-
beriman (masYarakat). (t \ I et-ilr) Ub ,:4#5-*1lt:i11:.;3
"Barang siapa berbuat kejahatan maka dia telah memperbuatnya
Al-Quran, s. An-Najm (LilI) ;39 dengan merugikan dirinYa sendiri.

6. Al-Quran, s. Al-Ankabut (XX]X);6

"Manusia tidaklah memperoleh sesuatu kecuali aPa yang


telah dikerjakannYa. ( ldr-e+sll l"++ll.'t1rr1Ap'+ ;i
"Barangsiapa berjuang maka sebenamya dia beriuang untuk
4. Al-Quran, s. As-Shaf (LXl);2-3
kebaikan dirinYa sendiri."

{+ * Cib .6i,# i c1rtit, P.lr-t; u-;fr (tt


7. Al-Quran, s' An-Nisa (lV); 125
( Y-r, r n) . 3rjrt.l cijra:i
a
'G L €tt"e k &':Gi #i # $ i,;i o.
'Hai orang-orang yang beriman mengapakah kamu mengatakan
sesuatu ying tiaai kamu kerjakan? Besar dosanya bagi '
Tuhan' ('rto ctJl)
jito kut"; mengatakan sesuatu yang tidak kamu keriakan'
"siapakah yang lebih baik dalam hal agama daripada olanqy3g
,rrunye"uhkurr iiti d"t grt seluruh pribadinya kepada f$tan
5. Al-Quran, s. An-Nahl (XVl);g7 dun diu itu berbuat baik (cinta kebaikan) serta mengikuti ajaran
Ibrahim secara Hanief?"
"+;t, :^ig.:tt "u:f k 6i ti frt u t r*J* A
8. Al-Quran, s. Az-Zimar (XXXIV);l8

sedangkan
"Barang siapa berbuat baik lelaki mauPun PeremPuan'
dia berinuru maka pasti Kami (tuhan) berikan kepadanya hidup
yang bahagia, darpasti Kami berikan berikan pahala
kepada ( r^ -r i) !+J!i iriie
-".-"t"dengan seUait-Uaitcnya aPa yang telah mereka kerjakar''
281

280
Hml Candradimuka uahasiswa
H0ll Eandradimuka Mahastswa

"Mergfa
"(Orang-orang y{tg bertaqwa itu)...'....mereka yang dapat
.yang mgnd,engarkan perkataan (pendapat) berusaha rnenahan amatah dan suka memaafkan kepada sesama manusia;
mengikuti yang terbaik (benar) daripadanya, mereka itulah orang_
tlan Tuhan cinta kepada oranS-orang yang selalu berbuat baik."
o.rang yang men{apat petunjuk Tuhan, dan mereka itu,lah o.rrig

12. AI-Quran, S. At-Bayyinah (XCVilI);S

9. Al-Quran, Al-Baqarah (II);269


s.
|
;:ij i iai r:4i
1 ; ri:L s.li :{ 1#L'ti 1 t'r;x. $ I t
i "i
65" ($ ,1, A ii . 'Zqi ;i- o-r" i$;- u. 't:,ertt 6;:- i4r) -r:- b>
(o l-U;iS"r;fli
(y1.1 6Ji+l)
erli ijl,tl JL'JJ- "Mereka tidaklah diperintahkan kecuali untuk berbakti kepada
't-uhan dengan mengikhlaskan agama ftebaktian) semata-mata
'Tuhah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang
dikehendakinya m"t U-ar,[ siapa mend"pu*.r, teUij"t"rira"i., kcpada-Nya secara hanief (mencari kebenaran), menegakkan
itu s,ngguh dia telah memperoleh kebaikan-yang melirnpatr" dan sembahyang dan mengeluarkan zakat. Itulahialan hidup ("g"*.)
tidaklah memikirkan hal itu kecuali or"ng-"ar,g yrng beiakal,,. yang benar.

10. Al-Quran, s. Al-An'am (VI);125 73. Al-Quran, S. Al-Baqamn d\;ZaZ

-J:+,u- oi-,;0., La ,i'ri; "dii-,:ili;


*y. oi ni ,1- ,,i >Q\3:i, ff5'fi -;G*i.',-k 6*u"*ff 3-'t
=LLi
";Ai A:G-Z:diL A; (Y . v 6JiJr)
(rro rrijyr)
W ,i.rj;
"Barang siapa yang Tuhan mengehendaki untuk diberikan "Di antara manusia ada yang menierahkan dirinya (seluruh
kep,adanya peturijuk ftepada kebenaran). Maka Tuhan hidupnya) untuk memperoleh persetujuan (ridha) Tuhan. Dan
lelapangkan-dadanya untuk Islam fteberrararr). Tetapi barang Tuhan mencintai hamba-hamba-Nya."
s-rapl yang dikehendaki Tuhan untuk disesatkan maka- dadanyl
dijadikan sempit dan sesak, seakan-akan dia sedang naik ie
langit." .\l-Quran, S. Al=lnsan (LXXW); S-9

(Di sini digambarkan sikap orang-orang baik)


11. Al-Quran, S. Ali lmran (lll);134 .r*ii CAi LS+ -* ;t" i6i i*2L';,
ae';5i $ iti r' qai
*,wctii yJi'uo+aiii (^ -1 oL*ryt ) fr&.titl? *. '-i'l ii :+-5.*rE dl
(\f { OlJ,e cli)
283
282
H[Ill Eandradimuka Mahasisrwa
Hftll Eandradimuka Mahasiswa
III. KEMERDEKAAN MANUSIA DAN KEHARUSAN.
'Dan merika memberi makan kepada orangmiskiru anak UNTVERSIL
yatimdanorerngyangtertawanatas dasarzukareh. Merekaberkata:
Kami memberi makan kepadamu semata-mata hanya karena Diri
Tuhan (mencari Ridha-Nya) bukan karena mengharapkan balasan
atau ucapan telma kasih." L Tersimpul dalam Al-Quran, s. Al-Anfal (Vill) ;25

74. Ditaik kesimpulan dai gambarun Al-Qu;ran, S. Al-Baqarah 1vo .Iri:yr)


"'^L-, "€.4,;b'u-)fr "G S
t,, (It);26a ^4i-fits
r#'";\j* i ir-r;'u-it til-k"
''li,.rhati-hatilah kamu sekalian terhadap malapetaka yang benar-
,F- ,s,ii'r: utfis dV lx.rrar tidak hanya menimpa orang-orang jahat di antara kamu."

.or;; JtK ,'i;-',i";fi riii iiV bi- $s nrLsi ;G, ,'ac ',t Al-Quran, s. Al-Baqaralt (ll) ;4S
t, it itb (-i& $"t1* ;'^atrilr6,.^3J;G +G'#b
n-,li a :f.rJ si €* ./_ * ciLfits
(ylr -oJiJt) lj'r: Z_ .i.^ * F ,s-#

e *SLi; q
'.Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menggugurkan (r^
sedekahmu dengan makian dqn cercaan, sebagaimana dengan
eri+!r) irj;,J_ L3j_ S3
orang yang mendermakan hlrtanya karena pamrih kepada "ll,'rhati-hatilali kamu sekalian akan hari (akhi5at) di mana
sesarla manusia serta tidak percaya kepada Tuhan dan hari r,(.r;(forang tidak dapat membela orang lain sedikitp\:n, dan tidak
kemudian. Maka perump€unaan baginya adalah bagaikan batu
l,trla dapat diterima'pertolongan dan tebusan daripadanya, sertd
yang'di atasnya ada debu kemudian disapu oleh hujan leb.at dan titlak pula orang-orang itu akan dibantu."
kemudian batu itu tertinggal licin. Mereka itu tidak sedikitpun
menguasai apa yangtelah mereka kerjakan."
At-Quran, s. Luqman (XXXI):33
15. Disimputkan itari Al-Quran, S. Faathir (XXXV);10

* )qi\j;$s -:ts* 4rs:*$ e;-r,*i'


€-i ZAi ',;>i;l tt;i,hI $i--"gi L+3(; (r r ouil)'t::, i. -.-4t3
(r . Jr t,,7J3r- U,ili itAi, "lrrgatlah selalu akan hari (kiamat) di mana seseorang ayah tidak
rrr(, n anggung anaknya dan tidak p ula seseorang akan menanggung
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka seluruh
, ry.rlrnya sedikitpun."
kemuliaan itu ada pada Tuhan. Kepada-Nya ucapan yang baik
menuju, dan pekerja* i*g baik diangkat-Nya."
285
284
Hflll Eandradimulia Mahas1sn
Hfill Eandradimuka Maha siswa "
ry. KETI.IHANAN YANG MAHA ESA DAN
3. Al-Quran, s. Al-Hadid (XVil) ;22 PRIKEMANUSIAAN

"r^ifi ;'i ;q,; # a J1'**.-Li A *i *tfi a-r;l u q*iu


1. Al-Quran, s. Luqman (XXXI) ; 30
(rr rr*'l)!i ;ri,* 4,ti,o1
Lis 'lyfii ys3 c.e 'ot"i- c'ois $li ;'ffr'o ctt's
\ -\
i\ "Tidaklah terjadi sesuatu keiadian di muka bumi ini dan pada
't':,,1
diri kamu sekalian (masyarakat) melainkan ada dalam catatan yj1j,"
sebelum kami membeberkannya, sesungguhnya hal itu bagi G. owr) ;g:i ..ui
Tuhan perkara yang mudah."
"Demikianlah, sebab sesunggyhnya Tuhan itulah kebe1ry2p,
lr sedang apa yang mereka puja selain-Nya adalah kepalsuax, 6a1
4. Al-Quran, s. At-Rad (Xm) ; fi sesungguhnya Tuhan itu Maha Tir,gp dan Maha Agung".
l

(r, --,r';';j,+ 6 i#- ;" i* (,


;rt t -fr Ll 2. Al-Quran, s. Ali lmran (lll ; 60

"sesungguhnya Tuhan tidak mengubah sesuatu ("usrb) yang ada


pada zuatu bangsa sehingga mqreka mengubah sendiri apa yang (r . 6r.l^c crl)'ur$i G * Aj ry |ti
ada pada diri (iiwa) mereka." "<1
"Kebenatan itu dari Tuhan, maka janganlah kainu terrnasuk
oranS-orang y arrg t aga.."
5. Al-Quran, s. Al-Hailid (LWI) ;23

-#=s 3. Al-Quran, s. Al-l,ail (XCIE;\}-20-21


0r qdD v tL.t;'i .ti.r*S r
U;VA tK.
'AgN kamu tidak menjadi putus asa atas kemalangan yang . g;V *; erlg S) A'i t**i-,y |o:s t-\ c',
menimpamu, dan tidak pula terlalu bersuka ria dengan kemujuran
yang datang kepadamu." (yt -\1,1r$D.Lli OiS
-Tidaklah bagi seseorang suatu kebahagiaan itu dianugerahkan
oleh-Nya Guhrn) kecuali $ika amal perbuatannva) semata'mata
untuk mencari (ridha) Tuhan Yang Maha Tinggu dan tenh66 i3
akan meridhaiNya."

287
286
Hllll Eandradimuka Mahas iswa Hltll Eandcadimuka Mahasiswa

4, Al-Quran, s. Ali Imran (Il); 19 8. Al-Quran, s. An-Nur (XilV);39

":-Lli F',t1'ol$)i'^*
t1)
-# yW "Aqi i;a aio6
i

('r t 6r-yc Ai ;ti '",, <:-li,ol


"_Sesung_guhnya agama itu bagi Tuhan ialah penyerahan diri (r1 i\e;fi*i,i;V
(Islam)."
"Orang-orang kafir itu amal perbuatan mereka bagaikan
fatamirgana di suatu lembah; orang yang kehausan mengiranya
5. t{l-Quran, s. Al-Ahzab (XXXilI) ;39 air, tetapi setelah didatanginya tidak didapatinya sesuatu
apapun."

"i{t $! Gi i;;b *3 :o-&, fi:i.; j,:",


-.rr#"
O_irt 9. Al-Quran, s. Al-Bara'ah (IX);1'09

(rr ,_rtj,rYt) L* {v ;ss fi


"Mereka yang menyampaikan ajaran-ajaran Tuhan dan Fi # i'* g"*i:fi 3r e'rt:;* '*'i i;i
menghambakan diri kepada-Nya; mereka tidak menghambakan
diri kepada siipa pun kecuali kepada Tuhan, dancukultah Tuhan (1 . 1 \A\'4& ).b A -r r\.G **i t"j" u;,iti;"'
yang memperhitungkan (amal mereka),,.
"Apakah orang yang mendirikan bang-unannya di atas dasnr
a
oq*u kepada-Tlhu. aur, mencari ridha-Nya itu lcbih. t,rik,
6. jurnnp"
Al-Quran, s. As-Syu'ara (XXVI) ;226 ataukah ot*g yang mendidkan bangunannya pada tepi
(Penilaian terhadap kaum s5ru,ara - idealis - zaman
yang retak t"i',"aiit t"t t"t bersamanya masuk ke dalam ncrukit
jahiliyah). iatranam ?"

!0. Al-Quran, s. Luqman (XXXI) ;13


(YYl erJ.it\ _a ,ri;,i,-,1C _ili $,
"Dan- sesungguhya mereka itu mengatakan hal-hal y*g (r. or-il) MrEi !;ri L))
mereka tidak kerjakan."
"sesungguhnya syirik itu sesuatu kejahatan yang besar'"
7. Tmtang rangkaian tak terpisahkan daipafia iman dan amal saleh ,'{:
d*pat_ dilihat dai pengulangan tidak kurang ilari timapuruh
kali
kata-kata; Aamanu wa' amilus srmtihnat dan ter dap a t dimana-mana
didalam Al-Quran.

289
288
;$
Hllll Eandradimuka uahasiswa
Hfill Eandradimuka Ma h a s isrnra

kecuali kepada Tuhan Yang Maha Esa dan $ta liaaf sedikitpun
LL. Iman tak mungkin bercampur dengan kejahatan, sebagaimana
rriembuat iyirik kepada-Nya, dan tidak pula sebagian dari kita
tersimpul dari Al-Quran, s. AI-An'am (VI) ; g2
mengangkat sebagian y"t g t"in menjadi teman-teman (rlengan
keku"asain-kekuasaan dengan wewerurng seperti yang ada pada

e; ;,ii'& +iil * 4l i
r:rt; i t ;v u,iit
i
Tuhan Yang Maha Esa), selain Tuhan Yang Maha Esa' Kemudian
jika mereki mengelak katakanlah : jafilah kamu sebagai saksi-
saksi bahwa kami-ini orang-orang muslimin (haty" mengabdikan
(^Y fr4jYt) ar3jij diri kepada Tuhan saja)".
"Mereka yang beriman dan tidak mencampur Iman mereka
-dengan
kejahatan, mereka ituJah o.".,g-orrng yang mendapat L4. Tersimput ilatam penil-aian k podo Fit'aun dalam AI-Quran, s' Al-
ketentramary dan mereka itulah o.ur,g-o.urrg yang mendapat (XXVll) ;4
Qasas
petunjuk."

t2. At-HadrtsNabiSAW:
,eiL* ,3r1t5-,14,tibi e,-. i4tii 4\e -r?1'o)
(t r-ill)
e l;_,,!l; n - yl dl j,.ill fJc ,_i Lj. lL., ; Al Ol
(Cr^"* J U- t+ .:^=l a-r 5l) "sesungguhnya Fir'irun itu telah menjadi sombong di bumi ini din
"Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa menjadiian rakyatnya berkelompok-kelompok (deuiile et imyera)
kamu sekalian ialah syirik keji, ylit" riyu (pamrih). J dan menindas sebagian dari mereka."
i
13 . D isimpulkan dai titik pertemuan dan. titik pemisahan antara orang- L5. Al-Quran, s. An-Nahl (XVl);90

It
orang islam dnn orang-orang kafir pemegang kitab (Kisten itin

)xi\';IJ ii'ol
Yahudi) dalam Al-Quran, s. Ali lmran lttg;U
. drsil)
,1
B
(1
*iii
ii -i; *
*t <ti
iat
# ilii* ysji "J,
tq. J; JLL;.
'1 "sesungguhnya Tuhan memerintahkan untuk mengerjakan
keadilan dan mengusahakan perbaikan."
tii ott"fli o;3 sa Qli $:. t*. '4. is 6 -y ar* ii I

(1f urJ.' d\ -.-:,r:!:J 6L,irl6i iiri;


"Katakanlah: Hai kaum pemegang kitab suci (I{risten dan
Yahudi), marilah kamu sekalian menuju titik persamaan antara
kami (umat islam) dan kamu, yaitu bahwa kita tidak mengabdi

291
290
Hllll Eandradirnuka Mahasiswa
Hllll Eandradimuka MahasIsvya
Al-Quran, s : Az-Zumar (XXXIX) ; 3,9
V. INDTVIDU DAN MASYARAKAT
b
9'**'SrG. ;,'€4K, ;* \;Gi rF.'"ii
l. Al-Quran, s. Az-ZuWrruf (Xilil);32
rl jl)._r,Jj,ii
( -)"
(ry -iJrjr)"qii6yji 41fu; ri|t;J l? . "Katakanlah hai rakyatku, kerjakan sesuai dengan kebiasaanmu!
Akupun bekerja pula dan kamu kelak akan mengetahui
(hasilnya)."
"Kami ffuhan) rhembagi-bag, di'antara mereka (manusia)
kehidupanmereka selama di dunia." Apayang dixbutkan dnlam ayat-ayatno. L,2,3 dan4 di atasmenunjukan
difeiensiasi dan syesialisasi kerj a y ang harus dikeri akan dengan sukarela,
tanpapaksaan.
2. Al-Quran, s. Al-Maiilah (V) ; aS

5. Al-Quran, s. Yusuf (Xil) ; 53


({^ 6r5rrD'aw-, bn.e w ";*:.
, i; @.- o)
1.,u-.- - . . t11l,,A\!:C:.t
"Bagi setiap golongan di antara kamu telah kami tetapkan suatu
tse Ly -q) FiL;G,,|,"'Jui
cara dan jalan hidup tertentu'f.
(or ' '"
, "lg)
3. Al-Quran, s. Al-I-ail (XCD;a "sesungguhnya nafsu itu mendorong kepada keidhatan, kecuali
yang mendapatkan ralfimat dari Tuhanku."

(€ &uD [px;,rt
'sungguh usahamu sekalian (manusia) sangat beraneka ragam.,,

4. Al-Quran, s. Al-Isra' (XWl


(\1 ?ilt;.Db)ra i;r;,il-* o-iir a ,t
; Sa
"sebenamya saja orang-orang jahat itu mengabdi kepada hawa
r', . t *'
yt- &ri!
,.t
t
t<-f
-*,?, *r";*s -$v.
)s-. . -
u? l:a-ua-Jt #
nafsu mereka tanpa ilmu pengetahuan."

#
(At'lYYt) F,
,' 6. Al-Quran, s. Al-Maiilah (V) ;2
"Katakanlah; setiap orang bekerja sesuai dengan pembawaannya.