Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)

Disusun Oleh :

Humaira Azzahra ( P07223119025 )

D-IV Gizi dan Dietetika

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Samarinda

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai
macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan,
baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua
cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat .

Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman
sekalian yang telah membantu, baik bantuan berapa moril maupun materil, sehingga makalah ini
akan terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
serta banyak kekurangan-kekurangannya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal
pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menuruti
egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk
lebih menyempurnakan makalah-makalah kami dilain waktu.

Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang
kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin
mengambil, atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini sebagai tambahan
dalam menambah referensi yang telah ada.

Samarinda, Agustus 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................... 2


DAFTAR ISI.................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 4

A. Alasan Pemilihan Judul......................................................................................... 4


B. Latar Belakang ...................................................................................................... 4
C. Rumusan Masalah ................................................................................................. 5
D. Tujuan ................................................................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................. 6

A. Definisi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat........................................................... 6


B. Tujuan Dicanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ...................................... 7
C. Penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dalam Kehidupan Sehar-hari ....... 7

BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 12

A. Kesimpulan ........................................................................................................ 12
B. Saran .................................................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 13

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Alasan Pemilihan Judul

Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) tentu saja masih jarang terdengar
ditelinga kita. Bahkan masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) ini
merupakan salah satu pendekatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Dalam Paradigma Sehat ada dua pendekatan yang dilakukan yaitu Pendekatan Keluarga
dan Pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(GERMAS) penting untuk dijadikan tema agar kita lebih mengetahui apa itu GERMAS
dan bagaiamana peranannya bagi masyarakat.

B. Latar Belakang

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan
triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular
(PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Pada era
1990, penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit
terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi
salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). Tahun
2015, PTM seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kanker dan Diabetes justru
menduduki peringkat tertinggi.
Sebuah pembelajaran berharga di era jaminan kesehatan nasional (JKN), anggaran
banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik, yaitu: PJK, Gagal Ginjal Kronik,
Kanker, dan Stroke. Selain itu, pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada
pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar. Fakta ini perlu
ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara.
Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan
kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena

4
penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat
mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.
Penduduk usia produktif dengan jumlah besar yang seharusnya memberikan
kontribusi pada pembangunan, justru akan terancam apabila kesehatannya terganggu oleh
PTM dan perilaku yang tidak sehat, tutur Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek,
dalam sambutannya dalam rangka Hari Kesehatan nasional (HKN) ke-52 tahun 2016 di
Jakarta (14/11).
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan
masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS)
guna mewujudkan Indonesia sehat.

C. Rumusan Masalah

1. Apa itu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat?


2. Apa tujuan dicanangkannya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat?
3. Bagaimana penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam kehidupan sehari-hari?

D. Tujuan

Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut :


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kesehatan Masyarakat
2. Untuk mengetahui definisi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
3. Untuk mengetahui tujuan dicanangkannya Gerakan Masyaraakat Hidup Sehat
4. Untuk mengetahui penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah sebuah gerakan yang


bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan
perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan
memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur
dengan basis masyarakat. Dengan melakukan program CERDIK, yaitu :
1. Cek kesehatan
2. Enyahkan asap rokok
3. Rajin berolahraga dan aktivitas fisik
4. Diet seimbang
5. Istirahat cukup
6. Kelola stress
Gaya hidup sehat akan memberi banyak manfaat, mulai dari peningkatan kualitas
kesehatan hingga peningkatan produktivitas seseorang. Hal penting lain yang boleh
dilakukan dari gaya hidup sehat adalah lingkungan yang bersih dan sehat serta
berkurangnya resiko terkena penyakit mematikan yang dapat membuang lebih banyak
uang untuk biaya berobat ketika sakit.
Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi
kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang
layak huni. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan
masyarakat hidup sehat.

6
B. Tujuan Dicanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan


masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, dan
memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat
untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban
biaya kesehatan.
Gerakan ini juga merupakan gerakan bersama yang memiliki beberapa tujuan mulai
dari menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kesakitan,
kematian maupun kecacatan, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas,
menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit
dan pengeluaran kesehatan. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku ke arah yang
lebih sehat perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen
bangsa, untuk itu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi sebuah
pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan gerakan nasional yang
diprakarsai oleh Presiden RI dalam mengoptimalkan upaya promotif dan preventif,
tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif sebagai payung besar tercapainya
hidup sehat, dan penurunan prevalensi penyakit. GERMAS mulai dicanangkan pada 15
November 2016 di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) . Gerakan ini menunjukkan bahwa pemerintah
Indonesia memiliki perhatian yang besar pada upaya promotif dan preventif serta masih
berusaha mengatasi persoalan gaya hidup atau perilaku kurang sehat. Pada tahap awal
di tahun 2016–2017, GERMAS berfokus pada 3 kegiatan, yaitu dengan melakukan
aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur, serta memeriksakan
kesehatan secara rutin (Kemenkes, 2016).

C. Penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dalam Kehidupan Sehari-hari

GERMAS berusaha mendorong masyarakat Indonesia untuk dapat memulainya


dari diri sendiri dan keluarga. Gerakan ini ke depannya membutuhkan inovasi-inovasi

7
dalam kegiatan promotif dan preventif salah satunya dengan memotivasi masyarakat
untuk membudayakan gaya hidup sehat dan aktif sebagai upaya mencegah peningkatan
obesitas melalui media pendidikan kesehatan.
Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global karena terjadi hampir di seluruh
dunia. Jumlah anak-anak dan remaja yang mengalami obesitas di dunia terus
meningkat. Pada tahun 2014, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa
terdapat lebih dari 1,9 miliar orang dewasa dan remaja di dunia mengalami kelebihan
berat badan dan 600 juta orang di antaranya mengalami obesitas (WHO, 2015). Dahulu
obesitas hanya ditemukan di negara-negara maju dengan pendapatan per kapita tinggi,
namun kini obesitas juga ditemukan di negara berkembang dengan pendapatan per
kapita rendah hingga sedang, termasuk Indonesia. Di Indonesia prevalensi gemuk pada
usia 5–12 tahun masih tinggi yaitu 18,8%, terdiri dari 10,8% gemuk dan 8,8% obesitas,
sedangkan pada remaja usia 16–18 tahun terdapat sebanyak 7,3% yang terdiri dari
5,7% gemuk dan 1,6% obesitas. DIY merupakan salah satu dari 15 provinsi dengan
prevalensi sangat gemuk di atas prevalensi nasional pada kelompok remaja 16–18
tahun yaitu sebesar 9,8% yang terdiri dari 7,2% remaja yang mengalami overweight
dan 2,6% obesitas (Riskesdas, 2013). Pencegahan peningkatan obesitas pada
kelompok remaja di DIY perlu dilakukan sejak dini, terutama di Kota Yogyakarta yang
memiliki jumlah obesitas tertinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya yaitu
sebesar 14,2% pada usia 5–12 tahun (Dinkes DIY, 2015).
Menurut WHO (2014), obesitas adalah suatu akumulasi lemak yang abnormal atau
berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas menjadi salah satu masalah
yang dapat mengancam kesehatan remaja karena remaja dapat mengalami peningkatan
berat badan yang berlangsung sangat cepat pada masa pubertas (Rzehak & Heinrich,
2006). Masa remaja merupakan salah satu periode tumbuh kembang yang penting dan
menentukan pada periode perkembangan berikutnya, apabila pada masa remaja ini
telah mengalami obesitas maka terdapat kemungkinan juga akan mengalami obesitas
pada masa dewasa (Yu, 2012). Pada masa ini pula terjadi perubahan sikap dan perilaku
dalam memilih makanan dan minuman, yang dapat dipengaruhi oleh teman sebaya dan
lingkungan. Perilaku makan bagi sebagian besar remaja menjadi bagian gaya hidup,
sehingga seringkali terjadi perilaku makan yang tidak seimbang, seperti konsumsi

8
makanan cepat saji (fast food), soft drink, melewatkan sarapan pagi, dan konsumsi
serat yang tidak mencukupi (Rathnayake et al., 2014). Perilaku makan yang tidak
seimbang inilah yang dapat menyebabkan terjadinya masalah gizi lebih. Obesitas yang
timbul pada masa remaja apabila berlanjut pada masa dewasa akan sulit untuk diatasi.
Selain dapat menimbulkan masalah kesehatan, obesitas pada remaja juga dapat
membawa masalah sosial dan emosi bagi remaja. Penelitian yang dilakukan Syahrir
pada tahun 2013 menunjukkan bahwa terdapat 24 orang di SMA Athirah Makassar
(33,8%) memiliki persepsi negatif terhadap body image atau mengalami
ketidakpuasan terhadap bentuk tubuhnya.
Masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan cenderung memiliki tingkat obesitas
yang lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Perkembangan teknologi dan urbanisasi
menyebabkan masyarakat mengalami perubahan gaya hidup yang memengaruhi pola
makan dan aktivitas fisik. Sebagai contoh kini masyarakat lebih cenderung memilih
perkerjaan yang tidak banyak mengeluarkan energi, penggunaan alat transportasi yang
praktis, serta ketergantungan pada makanan olahan dan instan yang tidak lepas dari
pengaruh paparan iklan televisi. Faktor lingkungan atau gaya hidup merupakan salah
satu faktor yang berperan dalam terjadinya obesitas yang masih dapat diubah, sehingga
perlu dilakukan pencegahan dengan merubah atau menghindari gaya hidup yang
memicu terjadinya obesitas. Pencegahan peningkatan obesitas sangat diperlukan untuk
menghindari terjadinya beberapa masalah kesehatan pada remaja seperti penurunan
fungsi kognitif, gangguan psikologi, perubahan masa pubertas, dan faktor risiko
penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, resistensi insulin, diabetes melitus,
hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, bahkan kematian (Yu, 2012).
Setidaknya terdapat 7 langkah penting dalam rangka menjalankan Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat. Ketujuh langkah tersebut merupakan bagian penting dari
pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah berbagai masalah
kesehatan yang beresiko dialami oleh masyarakat Indonesia. Berikut ini 7 langkah
GERMAS yang dapat menjadi panduan menjalani pola hidup yang lebih sehat.
1. Melakukan Aktivitas Fisik
Perilaku kehidupan modern seringkali membuat banyak orang minim melakukan
aktivitas fisik; baik itu aktivitas fisik karena bekerja maupun berolah raga. Kemudahan

9
– kemudahan dalam kehidupan sehari – hari karena bantuan teknologi dan minimnya
waktu karena banyaknya kesibukan telah menjadikan banyak orang menjalani gaya
hidup yang kurang sehat. Bagian germas aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan
yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang.
2. Budaya Konsumsi Buah dan Sayur
Keinginan untuk makan makanan praktis dan enak seringkali menjadikan
berkurangnya konsumsi sayur dan buah yang sebenarnya jauh lebih sehat dan
bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa jenis makanan dan minuman seperti junk food
dan minuman bersoda sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya. Menambah
jumlah konsumsi buah dan sayur merupakan contoh GERMAS yang dapat dilakukan.
Masalah selanjutnya adalah bagaimana cara mengatasi agar anak mau makan buah dan
sayur, untuk hal ini dapat mengaplikasikan jurus tips anak mau makan buah dan sayur
sebagai berikut yaitu salah satunya dengan mengkreasikan makanan dari buah dan
sayur dengan mengubahnya menjadi tampilan yang menarik, contohnya dari karakter
kartun yang disukai anak menggunakan buah tomat dan sayur ketimun sehingga
tadinya anak susah makan sayur dan buah dapat mengkonsumsi sayur dan buah
tersebut.
Adapun salah satu kampanye GERMAS adalah kampanye makan buah dan sayur yang
memberikan informasi betapa besarnya manfaat dan kenapa harus makan buah dan
sayur setiap hari. Karena anda harus memahami pentingnya kenapa harus makan buah
dan sayur setiap hari, berikut adalah dampak akibat kurang makan buah dan
sayur untuk kesehatan tubuh, contohnya seperti permasalahan BAB, peningkatan
risiko penyakit tidak menular , tekanan darah tinggi , gampang stress atau depresi, dll.
Dengan memahami pentingnya perilaku makan buah dan sayur, diharapkan
masyarakat dapat dengan lebih aktif untuk meningkatkan kampanye makan buah dan
sayur untuk tingkatkan kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia
3. Tidak Merokok
Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan.
Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan
berdampak tidak pada diri perokok; tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya.

10
Meminta bantuan ahli melalui hipnosis atau metode bantuan berhenti merokok yang
lain dapat menjadi alternatif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
4. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol memiliki efek buruk yang serupa dengan merokok; baik itu efek
buruk bagi kesehatan hingga efek sosial pada orang – orang di sekitarnya.
5. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
Salah satu bagian dari arti germas sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah
dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Salah satunya adalah dengan melakukan
pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau
puskesmas ketika sakit saja. Langkah ini dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau
masalah kesehatan lebih dini.
6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Bagian penting dari germas hidup sehat juga berkaitan dengan meningkatkan kualitas
lingkungan, salah satunya dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan.
Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat
dilakukan dengan pengelolaan sampah. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah
menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah
perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar.
7. Menggunakan Jamban
Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat hidup sehat; salah
satunya dengan menggunakan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran. Aktivitas
buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis
penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah sebuah gerakan yang bertujuan
untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku
masyarakat yang kurang sehat. Program ini memiliki beberapa fokus seperti
membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan
masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, dan
memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat
untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya
kesehatan.Setidaknya terdapat 7 langkah penting dalam rangka menjalankan Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat, yaitu :
1. Melakukan Aktivitas Fisik
2. Budaya Konsumsi Buah dan Sayur
3. Tidak Merokok
4. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
5. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala
6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
7. Menggunakan Jamban

B. Saran

Pada saat pembuatan makalah, Saya menyadari bahwa banyak sekali kesalahan dan
jauh dari kesempurnaan. Dengan sebuah pedoman yang bisa dipertanggungjawabkan
dari banyaknya sumber, Saya akan memperbaiki makalah tersebut . Oleh sebab itu Saya
harapkan kritik serta sarannya mengenai pembahasan makalah dalam kesimpulan di
atas.

12
DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan. 1 Desember 2017. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.


http://promkes.kemkes.go.id/germas

Kementerian Kesehatan.15 November 2016. GERMAS wujudkan Indonesia sehat.


http://www.depkes.go.id/article/view/16111500002/germas-wujudkan-indonesia-
sehat.html

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.15 Januari 2019. Apa itu GERMAS ?.


https://dinkes.gorontaloprov.go.id/apa-itu-germas/

13

Anda mungkin juga menyukai