Anda di halaman 1dari 18

KONFIDENSIAL

PUSAT PENDIDIKAN INFANTERI


DEPARTEMEN PENGMILUM

PERSIAPAN MENGAJAR

Pendidikan : SUSJUR BAWAT KESLAP T.A 2010


Mata Pelajaran : MEMBALUT DAN MEMBIDAI
Jumlah JP Seluruhnya : 20 JP ( T : 8 JP, P : 10 JP , EV : 2 : JP )
Jumlah JP untuk mencapai TIU : 8 JP ( 1 – 4 / 8 )
Tujuan Kulikuler : Agar Basis Mengerti dan dapat melaksanakan Teknik
Membalut dan Membidai
Waktu : 8 x 45 Menit
Metode : Drill dan Demonstrasi
Alins / Alongin : Peraga, Chart dan Alkap PPPK

WAKTU POKOK MATERI PELAJARAN URAIAN / KETERANGAN


1 2 3

I. PENDAHULUAN
1. Tindakan Keamanan Pelatih Mengecek Personil dan Material
2. Perkenalan Pelatihan perkenalan jati diri
3. Pengantar Cerita singkat menuju judul
4. Judul
“MEMBALUT DAN MEMBIDAI” Di tulis di Chart

5. Tujuan Intruksional Umum


Agar Tasis dapat melaksanakan Di sampaikan Sekilas
Membalut dan membidai

6. Ruang Lingkup
a. Pengangkutan orang luka Disampaikan Sekilas
b. Impropisasi

7. Referensi :
Naskah Sekolah TNI – AD No
Nomor KEP / 31 / X 2008
Tanggal 22 Oktober 2008

8. Demontrasi Keseluruhan
a. Teknik membalut Di peragakan oleh pembantu pelatih dengan aba-
b. Teknik membidai aba dari pelatih tanpa ada komentar / penjelasan

KONFIDENSIAL
2

1 2 3
II. INTI
A. Langka Pertama

1. Pokok Bahasan
” TEKNIK MEMBALUT ” Penyampaian sekilas ke judul pelajaran

2. Sub Pokok Bahasan


a. Teknik membalut pelipis post Penyampaian sekilas kepada Basis
paket ( Fascia Nadosa )
b. Teknik membalut dada
kanan/kiri, punggung kanan/kiri
c. Teknik membalut perut
d. Teknik membalut perut bagian
bawah cara plantenga
e. Teknik membalut sendi panggul
f. Teknik membalut lengan atas,
bawah, paha dan betis
g. Teknik membalut sendi siku
h. Teknik membalut telapak
tangan / punggung tangan
i. Teknik membalut tangan ibu jari
diluar / seluruh jari tertutup
j. Teknik membalut lutut
k. Teknik mTeknik mTeknik
membalut tumit
l. Teknik membalut telapak kaki
m. Teknik membalut kaki
n. Teknik membalut untuk menahan
dan menekan

3. TIK
a. Agar Basis dapat melaksanakan Penyampaian sekilas kepada Basis
membalut pelipis post paket
( Fascia Nadosa )
b. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut dada kanan/kiri,
punggung kanan/kiri
c. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut perut
d. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut perut bagian bawah
cara plantenga
e. Agar Basis dapat melaksanakan
Membalut sendi panggul
f. Agar Basis dapat melaksanakan
3

1 2 3

membalut lengan atas,bawah,


paha dan betis
g. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut sendi siku
h. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut telapak tangan /
punggung tangan
i. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut tangan ibu jari diluar /
seluruh jari tertutup
j. Agar Basis dapat
melaksanakan membalut lutut
k. Agar Basis dapat
melaksanakan membalut tumit
l. Agar Basis dapat
melaksanakan membalut telapak
kaki
m. Agar Basis dapat
melaksanakan membalut kaki
n. Agar Basis dapat melaksanakan
membalut untuk menahan dan
menekan

4. Demontrasi
Langkah Teknik membalut diperagakan oleh pelatih tanpa
Teknik Membalut dikomentari

5. Penjelasan
a. Membalut pelipis post paket Cara membalut pelipis post paket ( Fascia Nadosa )
( Fascia Nadosa ) a. Rawat lukanya terlebih dahulu.
b. Menggunakan satu buah mitella dibuat
dasi panjang.
c. Letakkan pertengahan dasi pada dagu,
kedua ujung dasi mengarah keatas
didepan telinga kanan / kiri.
d. Melalui pelipis yang tidak sakit salah satu ujung
dasi ditarik keatas kepala menuju pelipis yg luka
dan tali silangkan.
e. Putar ujung dasi sehingga ujung yg datangnya
dari atas arah nya kebelakang dan ujung yg datang
dari bawah arah nya kedepan melingkari kepala
dan disimpulkan
4

1 2 3

pada kedua ujungnya.


f. Bila luka masih berdarah maka diatas luka dapat
diselipkan benda yg padat untuk menambah
tekanan agar perdarahan dapat berhenti.

Cara membalut kepala bagian depan


( Funda Frontis )
a. Rawat lukanya terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah segitiga funda dan
dilipat menyerupai dua buah dasi panjang.
c. Letakan funda menyilang ke arah kanan/kiri di
atas dahi.
d. Tarik kedua ujung dasi yang searah dengan
muka melalui atas telinga kanan/kiri dan di
simpulkan di belakang kepala.
e. Tarik kedua dasi yang lain melalui depan telinga
kanan/kiri dan di simpulkan di bawah dagu.

Cara membalut kepala bagian atas (Funda fertisis)


a. Rawat luka terlebih dahulu.
b. Menggunakan satu buah funda dan dilipat
menyerupai dua buah dasi panjang.
c. Letakan funda menyilang ke arah kanan/kiri di
atas kepala.
d. Tarik kedua ujung dasi di bagian bawah melalui
atas telinga kanan/kiri dan disimpulkan di depan
dahi.
e. Tarik kedua ujung dasi yang lain melalui atas
telinga kanan/kiri dan di simpulkan di bawah dagu.

Cara membalut kepala bagian belakang (Funda


oscipitis)
a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah segitiga Funda dan
dilipat menyerupai dua buah dasi panjang.
c. Letakan funda menyilang kearah kanan/kiri di
belakng kepala.
d. Tarik kedua ujung dasi dibagian bawah
5

1 2 3

melalui atas telinga kanan/kiri dan disimpulkan di


depan dahi.
e. Tarik kedua ujung dasi yang lain melalui atas
telinga kanan/kiri dan di simpulkan di bawah
dagu.

Cara membalut hidung (Funda Nasi)


a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah segitiga funda dan
dilipat menyerupai dua buah dasi panjang.
c. Letakan pertengahan dasi menyilang kanan/kiri
hidung.
d. Tarik kedua ujung dasi bagian atas melalui
bawah telinga kanan/kiri dan disimpulkan di
belakang kepala.
e. Tarik kedua ujung dasi yang lain melalui ats
telinga kanan/kiri dan disimpulkan di belakang
kepala.

Cara membalut dagu ( Funda Maxilae)


a. Rawat luka terlebih dahulu.
b. Menggunakan satu buah segitiga funda dan
dilipat menyerupai dua buah dasi panjang.
c. Letakan pertengahan dasi pada dagu mengarh
keatas.
d. Tarik kedua ujung dasi bagian depan melalui
atas telinga kanan/kiri dan disimpulkan di belakng
kepala.
e. Tarik kedua ujung dasi yang lain melalui depan
telinga kanan/kiri dan disimpulkan di atas kepala.

Cara membalut mata


a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella di buat dasi
panjang.
c. Letakan pertengahan dasi diatas dari mata
yang sakit.
d. Tarik kedua ujung dasi melalui atas dan bawah
dari telinga kanan/kiri kebelakang kepala dan di
silangkan.
6

1 2 3

e. Putar kedua ujung dasi sehingga yang datang


dari kanan kembali ke kanan dan yang kiri
kembali ke kiri melalui atas telinga kanan/kiri
kedua ujung dasi di simpulkan pada dahi sambil
menekan pertengahan dasi.

Cara membalut sendi bahu.


a. Rawat luka terlebih dahulu.
b. Menggunakan dua buah mitella,satu dibuat
dasi panjang,satu di buat segitiga kecil.
c. Letakan pertengahan dasi di atas bahu yang
sakit,kedua ujungnya melalui dada dan punggung
di simpulkan di ketiak dari bahu yang sakit.
d. Segitiga kecil di letakan di atassendi yang sakit
dengan sisi alas di pangkal lengan atas dan
kedua sudut alas di balutkan pada pangkal lengan
atas kemudian di simpulkan.
e. Sudut puncak di sisipkan pada pertengahan
dasi dirapihkan dan dilipat lalu di peniti.

Cara membalut dada kanan/kiri,punggung


kanan/kiri
a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakansatu buah mitella dan di
buat Platenga.
b. Membalut dada kanan/kiri, c. Lebarkan platenga di dada dengan sudut yang
punggung kanan/kiri. sudah di belah kearah leher dan sisi
alas melintang kanan/kiri di dada.
d. Tarik kedua sudut alas kebelakang
punggung dan disimpulkan.
e. Sudut puncak yang sudah di belah
disilangkan kemudian tarik kebelakang
leher dan disimpulkan.

Cara membalut Perut


a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella di
lebarkan.

c. Membalut perut
7

1 2 3

c. Lebarkan matella di atas sudut puncak kearah


atas.
d. Balutkan kedua sudut alas melingkari
badan dan di simpulkan di samping badan.
e. Sudut puncak di rapihkan.

d. Membalut perut bagian bawah Cara membalut perut bagian bawah cara
cara platenga Plantenga
a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella di buat
platenga.
c. Lebarkan Platenga di atas luka sudut puncak
ke arah bawah.
d. Balutkan dan simpulkan sudut alas sebelah
kanan dengan sudut puncak sebelah kanan dan
sudut alas sebelah kiri dengan sudut puncak
sebelah kiri di samping panggul.

Cara membalut sendi panggul


e. Membalut sendi panggul a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan dua buah mitella
1) 1 buah mitella dibuat dasi kecil
2) 1 buah mitella dibuat segitiga kecil
(menurut kebutuhan)
c. Lingkarkan dan simpulkan dasi kecil pada
pinggang dengan pertengahan dasi di atas
panggul yang luka.
d. Lebarkan segitiga kecil pada panggul,sudut
puncak ke arah atas sisi alas melintang pangkal
paha.
e. Balutkan kedua sudut alas pada pangkal paha
dan simpulkan di sebelah depan/belakang
pangkal paha.

Cara Membalut lengan atas, bawah, paha dan


f. Membalut lengan atas, bawah, betis
paha dan betis a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella dibuat dasi
panjang.
c. Letakan pertengahan dasi di atas
luka,kemudian kedua ujung dasi dibalutkan
secara berlawanan dan di simpulkan di samping
luka.
8

1 2 3

g. Membalut sendi siku Cara Membalut sendi siku


a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella di buat dasi
panjang.
c. Letakan pertengahan dasi pada siku, kedua
ujung nya dibalutkan pada lipatan siku, arah nya
ketepi sebelah atas dan bawah kemudian
simpulkan diatas lipatan siku.

Cara Membalut telapak tangan / punggung


h. Membalut telapak tangan / tangan
punggung tangan a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella dibuat dasi
panjang.
c. Letakan pertengahan pada telapak/punggung
tangan kemudian keedua ujung dasi
punggung/telapak tangan kemudian di balutkan
ke pergelangan tangan dan di simpulkan di atas
pergelengan tangan.

Catatan : Cara ini dapat dipergunakan untuk


membalut tekan pada sendi pergelangan tangan
yang terkilir.

Cara Membalut tangan ibu jari di luar / seluruh jari


tertutup
i. Membalut tangan ibu jari di luar / a. Rawat luka terlebih dahulu
seluruh jari tertutup b. Menggunakan satu buah mitella di buat
segitiga kecil
c. Lebarkan segitiga kecil dan letakkan tangan di
atasnya telungkup,ujung jari searah dengan sudut
puncak.
d. Melipat sudut puncak ke arah punggung tangan
e. Balutkan kedua sudut alas ke atas punggung
tangan menyilang sambil merapihkan sudut
puncak.
f. Balutkan lagi kedua sudut alas kepergelangan
dan di simpulkan di atas pergelangan tangan.

Catatan:untuk membalut tangan seluruh

1 2 3
9

jari tertutup, mitella di lebarkan sedangkan


caranya sama dengan membalut ibu jari luar

Cara membalut lutut


j. Membalut lutut a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella di lebarkan
bila perlu sisi alasnya di lipat sedikit.
c. Letakan Mitella diatas lutut dengan sudut
puncak mengarah keatas dan sisi alas melintang
di bawah lutut.
d. Balutkan kedua sudut alas ke lipatan lutut
kemudian naik keatas lutut sambil menekan sudut
dan disimpulkan,sudut puncak dilipat dan di
peniti.

Cara membalut tumit


a. Rawat luka terlebih dahulu
k. Membalut tumit b. Menggunakan satu buah mitella dibuat segitiga
kecil.
c. Lebarkan segitiga kecil,letakan tumit di atasnya
dengan sudut puncak kearah tumit dan sisi alas
di tengah-tengah telapak kaki.
d. Tarik kedua sudut alas ke atas punggung kaki
menyilang kemudian dibalutkan dipergelangan
kaki sambil menekan sudut puncak disimpulkan di
atas tumit.
e. Bila masih panjang dapat dibalut lagi ke
pergelangan kaki terus ke telapak kaki kembali ke
pergelangan kaki dan di simpulkan.

Cara membalut telapak kaki


a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella dasi kecil
c. Letakan kaki di pertengahan dasi,kedua ujung
dasi di tarik ke atas menyilang kemudian di
l. Membalut telapak kaki balutkan pada pergelangan kaki,dibalutkan lagi
pada telapak kaki kemudian disimpulkan di atas
punggung

1 2 3
10

kaki.
Catatan:cara ini dapat di pergunakan penekanan
pada sendi pergelangan kaki.

m. Membalut kaki Cara membalut kaki


a. Rawat luka terlebih dahulu
b. Menggunakan satu buah mitella dilebarkan bila
sisi alasnya dilipat.
c. Lebarkan mitella dan letakan kaki di atasnya
dengan ujung jari searah dengan sudut puncak.
d. Melipat sudut puncak ke atas punggung kaki.
e. Tarik kedua sudut ke alas punggung kaki
menyilang sambil merapihkan sudut puncak.
f. Balutkan kedua sudut alas di pergelangan kaki
dan simpulkan.

Membalut untuk menahan dan menekan


a. Membalut cara ransel verband ( Fraktur
Claricula )
n. Membalut untuk menahan dan 1) Bila ada luka, rawat luka terlebih
menekan dahulu.
2) Menggunakan 2buah mitella, 1buah
dibuat dasi panjang dan 1buah
dilebarkan.
3) Beri alas dengan bahan yg empuk pada
tulang yg berdekatan dengan tulang yg
patah.
4) Letakkan pertengahan dasi dibelakang leher,
kedua ujung dasi melalui atas bahu, ketiak
kanan/kiri ditarik kebelakang punggung.
5) Sisipkan salah satu ujung dasi pada
pertengahan dasi dan buat permulaan simpul
dengan ujung dasi yg lain.
6) Tarik secara perlahan kedua ujung dasi
sehingga kedua bahu tertarik kebelakang dan
disimpulkan.
7) Tangan dan tulang clavikula yang patah
digendong dengan mitella agar tulang yg patah
benar-benar istirahat.

1 2 3
11

b. Membalut cara Zimanuskey ( Fractur Claricula ).


1) Bila ada luka, rawat luka terlebih
dahulu.
2) Menggunakan 4 mitella dibuat dasi panjang.
3) Dasi pertama dibuat ring/cin-cin dipasang
pada sendi bahu dari tulang clavikula yg patah.
4) dasi kedua dilingkarkan pd pergelangan
tangan dari tulang clavikula yg patah melalui
dada kedua ujung dasi disimpulkan pada ring
bagian depan.
5) Dasi ketiga dilingkarkan pada ujung lengan
atas tulang clavikula yg sakit melalui punggung
kedua ujung dasi disimpulkan pd ring bag
belakang.
6) Dasi keempat dilingkarkan pada pangkal
lengan bawah dari tulang clavikula yg patah
melalui punggung kedua ujung dasi disimpulkan
pada ring bagian belakang dibawah dasi ketiga.

Setelah diistirahatkan kemudian setiap Tasis


diperintahkan untuk mencoba gerakan
tersebut,pelatih dan pembantu pelatih mengoreksi

6. Mencoba Pelatih mengadakan pemeriksaan kepada Tasis


berkaitan dgn teknik membalut

Penyampaian sekilas kepada Tasis


7. Pemeriksaan

B. Langkah Kedua

1. Pokok Bahasan
” TEKNIK MEMBIDAI ”

2. Sub Pokok Bahasan


a. Teknik membidai Patah tulang
paha terbuka / tertutup
b. Teknik membidai Patah tulang
betis terbuka/tertutup
c. Teknik membidai Patah tulang
patella / lutut terbuka / atau tertutup

1 2 3
12

d. Teknik membidai Patah tulang


lengan atas terbuka / tertutup.
e. Teknik membidai Patah tulang
lengan bawah terbuka / tertutup.
f. Teknik membidai Patah tulang
siku terbuka / tertutup.
g. Teknik membidai Patah tulang
lengan atas dan lengan bawah
terbuka / tertutup.
h. Teknik membidai Patah tulang
leher terbuka / tertutup.

3.TIK Penyampaian sekilas kepada Basis


a. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang paha
terbuka / tertutup
b. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang betis
terbuka/tertutup
c. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang
patella / lutut terbuka / atau tertutup
d. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang
lengan atas terbuka / tertutup.
e. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang
lengan bawah terbuka / tertutup.
f. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang siku
terbuka / tertutup.
g. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang
lengan atas dan lengan bawah
terbuka / tertutup.
h. Agar Basis dapat melaksanakan
Teknik membidai Patah tulang leher
terbuka / tertutup.

5. Demontrasi Teknik membidai diperagakan oleh pelatih tanpa


Langkah dikomentari
13

1 2 3

5. Penjelasan 1). Patah tulang paha terbuka / tertutup


Teknik membidai patah tulang a). Menggunakan 2 buah bidai
b). Menggunakan paling banyak 7 buah
mitella
c). Bila patah tulang terbuka mengguna kan
pembalut cepat sesuai kebutuhan
d). Pelaksanaan :
(1). Bila patah tulang paha terbuka maka
lukanya harus dirawat terlebih dahulu.
(2). Ukur panjang bidai terlebih dahulu
(3). 5 buah mitella dibuat dasi kecil 2
buah mitella dilebarkan dan
disisipkan.
(4). Letakkan bidai yang panjang
disamping paha yang patah dan
yang pendek dikaki sebelah dalam
(5). Ikat kedua bidai dengan menggunakan
dasi secara berturut
turut.

2). Patah tulang betis terbuka/tertutup


a). Menggunakan 2 buah bidai
b). Menggunakan paling 5 buah mitella.
c). Bila patah tulang terbuka mengguna-
kan pembalut cepat sesuai kebutuhan.
d). Pelaksanaan :
(1). Bila patah tulang betis terbuka
Maka lukanya harus dirawat terlebih
Dahulu
(2). Ukur panjang bidai pada tubuh yang
sehat.
(3). 5 buah mitella dibuat dasi kecil
(4). Letakkan betis pada bagian dalam
Kaki/ betis yang patah.
(5). Ikat kedua bidai dengan
menggunakan dasi secara berturut
turut.

3). Patah tulang patella / lutut terbuka / atau


tertutup
a). Menggunakan 1 buah bidai
b). Menggunakan paling sedikit 2 mitella.

1 2 3
14

c). Bila patah tulang terbuka mengguna-


kan pembalut cepat sesuai kebutuhan
d). Pelaksanaan.
(1). Bila patah tulang patella terbuka
maka lukanya harus dirawat terlebih
dahulu.
(2). Ukur panjang bidai pada tubuh yang
sehat.
(3). 2 buah mitella dibuat dasi kecil
(4). Letakkan bidai dari paha samapi
tungkai dan jangan sampai
meluruskan kaki.
(5). Ikat bidai pada ujung ujungnya
dengan pertengahan paha dan
tungkai.

4). Patah tulang lengan atas terbuka /


tertutup.
a). Menggunakan 1 buah bidai
b). Menggunakan 3 buah mitellac). Bila patah
tulang terbuka mengguna-
kan pembalut cepat sesuai kebutuhan.
d). Pelaksanaan.
(1). Bila patah tulang lengan atas terbuka
maka lukanya harus dirawat terlebih dahulu.
(2). Ukur panjang bidai pada tubuh yang
sehat.
(3). 2 buah mitellea dibuat dasi kecill dan 1
buah mitella dilebarkan.
(4). Letakkan bidai pada sisi luar lengan
yang patah.
(5). Ikat bidai dengan menggunakan dasi
yang telah disiapkan
(6). Dengan manggunakan mitella,lengan
yang patah digendong

5). Patah tulang lengan bawah terbuka / tertutup


a). Menggunakan 1 buah bidai
b). Menggunakan 3 buah mitella
c). Bila patah tulang terbuka mengguna-
kan pembalut cepat sesuai

1 2 3
15

kebutuhan.
d). Pelaksanaan.
(1). Bila patah tulang lengan bawah terbuka
maka lukanya harus dirawat terlebih dahulu.
(2). Ukur panjang bidai pada tubuh yang
sehat.
(3). 2 buah mitellea dibuat dasi kecill dan 1
buah mitella dilebarkan.
(4). Letakkan bidai pada sisi bawah lengan
yang patah.
(5). Ikat bidai dengan menggunakan dasi
yang telah disiapkan
(6). Dengan manggunakan mitella,lengan
yang patah digendong.

6). Patah tulang siku terbuka / tertutup kan


pembalut cepat sesuai kebutuhan.
a). Menggunakan 1 buah bidai
b). Menggunakan 3 buah mitella
c). Bila patah tulang terbuka mengguna- kan
pembalut cepat sesuai kebutuhan.
d). Pelaksanaan.
(1). Bila patah tulang lengan bawah terbuka
maka lukanya harus dirawat terlebih dahulu.
(2). Ukur panjang bidai pada tubuh yang
sehat.
(3). 2 buah mitellea dibuat dasi kecill dan 1
buah mitella dilebarkan.
(4). Letakkan bidai menyilang dari lengan
atas ke lengan bawah dan jangan pernah
mencoba untuk meluruskan lengan ( apabila
saat terjadi patah tulang tidak lurus).
(5). Ikat bidai pada ujung ujungnya dengan
pertengahan lengan atas dan lengan bawah.
(6). Dengan manggunakan mitella lengan
yang sakit digendong.

Catatan : Apabila patah tulang siku terjadi dengan


posisi lurus,maka pembidaian dilakukan sperti
patah tulang lengan atas dan bawah.

1 2 3
16

7). Patah tulang lengan atas dan lengan bawah


terbuka / tertutup.
a). Menggunakan 2 buah bidai sepanjang
pangkal lengan atas sampai ujung jari.
b). Menggunakan 5 buah mitella
c). Bila patah tulang terbuka menggunakan
pembalut cepat sesuai kebutuhan.
d). Pelaksanaan.
(1). Bila patah tulang lengan bawah terbuka
maka lukanya harus dirawat terlebih dahulu.
(2). Ukur panjang bidai pada tubuh yang
sehat.
(3). 5 buah mitella dibuat dari dasi kecil dan 4
buah dasi kecil disisipkan pada masing
masing atas dan bawah tulang yang patah.
(4). Ikat kedua bidai dengan menggunakan
dasi yang sudah disiapkan
(5). Ikat bidai dengan menggunakan dasi
agar tidak banyak gerak.

8). Patah tulang leher terbuka / tertutup.


a). Menggunakan neck colar / penyangga leher
b). Menggunakan sebuah benda yang alasnya
keras / spine board.
c). Menggunakan Paling banyak 7 buah mitella
d). Bila patah tulang terbuka menggunakan
pembalut cepat sesuai kebutuhan.
e). Pelaksanaan :
(1). Bila patah tulang leher terbuka maka
lukanya harus dirawat terlebih dahulu.
(2). 5 buah mitella dibuat dasi kecil dan 2
buah mitella dilebarkan
(3). Letakkan korban diatas tandu, beri alas
empuk pada sisi kiri / kanan kepala agar
kepala tidak dapat bergerak.

1 2 3
17

(4). Ikat korban pada tandu dengan


menggunakan mitella pada bagian :
 Dahi
 Dagu
 Dada (dilebarkan)
 Perut (dilebarkan)
 Paha
 Lutut
 Pergelangan kaki
6. Mencoba
Setelah diistirahatkan kemudian setiap Basis
diperintahkan untuk mencoba melaksanakan
teknik membidai tersebut,pelatih dan pembantu
pelatih mengoreksi

Pelatih mengadakan pemeriksaan kepada Basis


7. Pemeriksaan
berkaitan dgn pelaksanaan teknik membidai
tersebut.

III. Penutup
- Berikan Kesempatan bertanya kepada
Basis tentang Teknik membalut dan membidai
1. Kesempatan bertanya

- Pelatih Melaksanakan Pemeriksaan kepada


Basis dengan memerintahkan melaksanakan
Teknik membalut dan membidait
2. Pemeriksaan

- Mengulangi Gerakan Pokok dari


Pengangkutan Orang Luka,Improvisasi
Pembuatan tandu darurat
3. Rangkuman
- Menekankan hal yang penting tentang
Pengangkutan Orang Luka,Improvisasi
Pembuatan tandu darurat
4. Penekanan
- Diperagakan oleh Pembantu pelatih dengan aba-
aba dari Pelatih tanpa ada komentar
5. Demontarasi Keseluruhan

1 2 3
18

6. Tindakan Keamanan - Mengadakan Pengecekan Kondisi Personil dan


Materil serta keamanan senjata yang digunakan

Mengetahui : Cimahi, Mei 2018


Komandan Pusat Pendidikan Infanteri Guru Militer,

Edi Mudah I Yogi Apriansyah


Letnan Kolonel INF NRP 571581 Sersan Dua NRP 21150019800495

KONFIDENSIAL