Anda di halaman 1dari 6

DESKRIPSI KASUS

IDENTITAS PASIEN
Nama pasien : Mierza Farizi
Umur : 24 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Yogyakarta
No. RM :

A. Pemeriksaan Subjektif
Pasien datang atas motivasi operator untuk dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut. Terdapat
bintik-binik putih kekuningan pada mukosa bukal kanan dan kiri. Keluhan tersebut diketahui
oleh operator. Pasien tidak mengetahui apakah keluarga memiliki bintik-bintik outih
kekuningan apa tidak. Pasien tidak merokok dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga
alkohol. Pasien tidak dicurigai memiliki riwayat penyakit sistemik.

B. Pemeriksaan Objektif
Terdapat bintik-bintik ( bulat kecil ) dengan diameter < 3 mm, berwarna putih ke kuning-
kuningan pada mukosa bukal kanan dan kiri, jumlahnya multiple, konsistensi sama dengan
mukosa sekitar.

Foto Klinis Pasien


C. Assesment
Diagnosis Sementara / diagnosis kerja :
Fordyce spot / grandules : kesalahan perkembangan dengan kumpulan kelenjar sebasea pada
beberapa tempat didalam rongga mulut
Diagnosis banding :
1. Lichen Planus
2. Stomatitis aftosa herpetiform : lesi berupa erosi dengan dasar berwarna putih dikelilingi
batas merah dengan diameter 1-2 mm. Lesi multiple dan bergerombol.

D. Treatment Planning
1. Komunikasi Informasi dan Edukasi ( KIE )
2. Observasi

PENDAHULUAN

Secara teoritis, variasi dalam rongga mulut pun dibagi menjadi variasi normal dan variasi
patologis. Didalam kelainan mulut biasanya gejalanya dapat memberikan keluhan atau tanpa keluhan,
dapat terasa nyeri atau tidak nyeri, dapat merupakan kelaiann warna, kelainan yang bersifat jinak atau
ganas. Kelainan di rongga mulut tidaklah menunjukan penyakit yang terlokalisir saja tetapi dapat
menunjukan manifestasi secara sistemik dari seluruh kesahatan tubuh.
Salah satu contoh variasi normalnya adalah fordyce grandules, yaitu dimana kelenjar sebasea
mengalami ektopik dan menimbulkan bintik-bintik kekuning-kuningan pada suatu daerah rongga
mulut. Oral medicine pun terdiri dari berbagai macam variasi normal dan patologis, kita pun sebagai
tenaga kesehatan dibidang kedokteran gigi harus mampu untuk mengidentifikasinya.
LANDASAN TEORI DAN REFLEKSI KASUS

Fordyce Grandules / spot adalah kelenjar sebasea yang ektopik dan secara klinis terlihat seperti
makula atau papula yang berukuran kecil berwarna putih kekuningan. Ditemukan di berbagai lokasi
rongga mulut. Biasanya pada bagian vermilion bibir atas, retromolar dan mukosa bukal.

Perbedaan fordyce Grandules dan Lichen Planus


Fordyce grandules Lichen planus
definisi kelenjar sebaseus yang ektopik penyakit mukokutaneus kronis
pada ongga mulut yang bersifat autoimun yang
biasanya melibatkan mukosa
rongga mulut, yaitu berupa
inflamasi kronis yang mengenai
epitel berlapis skuamosa.
etiologi kelenjar sebaseus yang ektopik penyakit akibat rusaknya sel
basal dengan katar belakang
kondisi immunologis yang
penyebabnya tidak diketahui.
Gejala butiran-butiran berwarna putih retikuler, papula, bentuk plak,
kekuning-kuningan yang kecil. atropik, erosif dan bula.
Berbatas jelas dan sedikit lesi ini biasanya terjadi bilateral
menonjol yang bergabung pada mukosa bukal, mukobukal
menjadi satu kesatuan fold, gingiva, lidah dan bibir.
sering terjadi bilateran dan tipe retikular dan merupakan
simetris bentuk umum
perawatan meyakinkan pasien bahwa ini kortikostreoid
bukan merupakan penyakit phototherapy
kebanyakan pasien tidak retinoid
menjukan gejala sehingga cyclosporine
permintaan pengobatan tidak
tinggi.
pada beberapa pasien dilakukan
laser CO2 dan oral isotretionis
dapat dipertimbangakan.
KESIMPULAN

Walaupun merupakan salah satu bagian terkecil dari seluruh tubuh manusia. Rongga mulut
hingga sekarang masih menjadi acuan penting dalam hal menentukan dan menegakan diagnosa.
Penyakit mulut pada umumnya dapat memberikan keluhan atau tanpa keluhan, dapat terasa nyeri atau
tidak nyeri, dapat merupakan kelainan warna, kelainan yang bersifat jinak atau ganas.
Selain variasi patologik yang sering ditemukan pada rongga mulut, terdapat juga variasi
normal seperti fordyce grandules yaitu kelenjar sebaseus yang ektopik dan secera klinis terlihat seperti
makula atau papula yang berukuran kecil berwarna kekuning-kuningan. Ditemukan diberbagai lokasi
pada rongga mulut. Biasanya pada vermilion bibi atas, retromolar dan mukosa bukal. Variasi normal
ini tidak membutuhkan perawatan kecuali pada kasus tertentu pasien ingin dilakukan tindakan karena
masalah estetik.
DAFTAR PUSTAKA

Ji Hyum Lee, M.D, “ Clinopathologic Manifestations of Patients with Fordyce’s Spot “, 2012., hal
103-105.
Tarigan, Ravina Naomi & Setyawati, Titiek, “ Tantangan dalam Perawatan Oral Lychen Planus pada
Pasien Diabetes Melitus ( laporan kasus ), 2009, hal 8-17.
LAPORAN KASUS
MODUL ORAL LESI
FOKUS KASUS : FORDYCE GRANDULES/ SPOT

NAMA OPERATOR : Ikhsan Masyhuri


NIM : 20110340099
DOSEN PEMBIMBING : DRG. ERLINA SIH MAHANANI, M.KES

PENDIDIKAN PROFESI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2017