Anda di halaman 1dari 19

KERANGKA ACUAN KERJA

PAKET PEKERJAAN
Prasarana Lingkungan Kecamatan Tapos
KONSULTANSI PENGAWASAN KEL. CILANGKAP

UPT JALAN DAN DRAINASE LINGKUNGAN WILAYAH III


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA
DEPOK
TAHUN ANGGARAN 2019
I. PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Perkembangan Kota Depok yang pesat membawa pengaruh yang cukup besar
terhadap pertumbuhan pemukiman dan peningkatan jumlah penduduk. Pertumbuhan tersebut
tentunya perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana dasar yang dapat menunjang mobilitas
penduduk.
Untuk itu perlu tersedia infrastruktur jalan dan saluran dan pelengkapnya dalam
kuantitas dan kualitas yang cukup agar pergerakan masyarakat dapat berjalan lancar. Jaringan
jalan dan Saluran yang ada perlu dibenahi sehingga memadai dari segi kapasitas, kualitas
maupun kemampuan menahan bebannya. Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan perencanaan
teknis yang baik. Namun demikian, kegiatan pengawasan / supervisi teknis juga merupakan
bagian dari proses manajemen pengelolaan proyek yang memberikan kontribusi cukup besar
dalam menentukan keberhasilan kegiatan pembangunan, khususnya pada tahap implementasi.
Dengan adanya pengawasan yang baik diharapkan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar
dan terkendali sehingga hasil pembangunan dapat optimal dan sesuai dengan spesifikasi yang
disyaratkan.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud Dari Pekerjaan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap UPT Jalan Dan Drainase
Lingkungan Wilayah III adalah untuk memperoleh hasil pembangunan yang optimal sehingga
dapat memenuhi harapan akan infrastruktur jalan dan drainase yang berkualitas dan dapat
menunjang aktifitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Tujuan dari pekerjaan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap UPT Jalan Dan Drainase
Lingkungan Wilayah III adalah memberikan bantuan teknis dan administratif pada PPK Fisik
dalam persiapan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi / fisik pada Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Depok.

3. SASARAN

a. Diperolehnya konstruksi yang sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam Dokumen
Kontrak Kerja Konstruksi baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
b. Tercapainya tertib administrasi pada proses pelaksanaan konstruksi.
c. Terselesaikannya pekerjaan konstruksi pada waktu yang direncanakan sebagaimana
ditetapkan dalam Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi.
4. LOKASI PEKERJAAN
Adapun lokasi pekerjaan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap UPT Jalan Dan Drainase
Lingkungan Wilayah III ini adalah (Terlampir).

5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya Rp. 159.640.000,00 (seratus lima puluh
sembilan juta enam ratus empat puluh ribu rupiah) Sudah termasuk PPN, yang keseluruhan
pelaksanaan kegiatannya dibiayai dari APBD Kota Depok / Dokumen Pelaksanaan Anggaran -
Organisasi Perangkat Daerah (DPA-OPD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Depok Tahun Anggaran 2019.

6. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Oki Rakhmat Jatnika, ST
NIP. 19730613200312 1 008
Satuan Kerja : UPT Jalan Dan Drainase Lingkungan Wilayah III
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Depok
II. DATA PENUNJANG

1. DATA DASAR
Untuk mengawali pelaksanaan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap harus
melakukan komunikasi dan konsultansi terlebih dahulu dengan Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, yaitu
mendapatkan konfirmasi mengenai konstruksi jalan yang akan ditangani beserta utilitasnya.
Adapun data-data yang diperlukan sebelum melaksanakan pekerjaan sebagai berikut :
a. Data – data dokumen kontrak sesuai dengan Penyedia barang/jasa yang ditunjuk untuk
melaksanakan kegiatan pembangunan.
b. Data lokasi untuk membantu proses selanjutnya.
c. Data mengenai bahan/material maupun peralatan yang digunakan sehingga dapat
menentukan jenis konstruksi yang akan ditangani.
d. Usulan – usulan teknis lain dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.
e. Studi – studi terdahulu maupun data-data sekunder lainnya yang diperlukan dan dianggap
penting.

2. STANDAR TEKNIS
Dalam pelaksanaan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap seperti yang dimaksud pada
kerangka acuan kerja (KAK) ini, konsultan pengawas/penyedia jasa harus memperhatikan
persyaratan-persyaratan serta ketentuan sebagai berikut :
a. Persyaratan umum pekerjaan
Setiap bagian dari pelaksanaan kegiatan pengawasan harus dilaksanakan secara benar
dan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dan tuntas serta memberikan
hasil yang telah ditetapkan dan diterima baik oleh Pengguna Anggaran/Kuasa pengguna
Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis kegiatan.
b. Persyaratan Obyektif

Pelaksanaan pekerjaan pengaturan dan pengamanan yang obyektif untuk kelancaran


pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas dan kuantitas dari setiap bagian
pekerjaan.

c. Persyaratan Fungsional
Kegiatan pelaksanaan pengawasan baik yang menyangkut waktu, mutu dan biaya
pekerjaan harus dilaksanakan dengan profesional dan tanggung-jawab yang tinggi sebagai
konsultan pengawasan.

d. Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas/pekerjaan di lapangan
harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur-prosedur dan peraturan yang berlaku.
e. Kriteria-kriteria lain

Selain kriteria umum diatas, untuk kegiatan pengawasan berlaku pula ketentuan-ketentuan
seperti standar, pedoman, dan peraturan yang berlaku antara lain ketentuan yang
diberlakukan untuk pekerjaan kegiatan yang bersangkutan, yaitu surat Perjanjian
Pelaksanaan pekerjaan (Kontrak), dan ketentuan-ketentuan lain sebagai dasar
perjanjiannya.

3. REFERENSI HUKUM

Adapun standar teknis dalam melaksanakan kegiatan pengawasan Peningkatan Jalan


menggunakan daftar referensi teknis sebagai dasar pelaksanaan. Referensi dimaksud adalah :

1) Tata cara pemasangan utilitas di jalan, SNI 03-2850-1992

2) Tata cara perencanaan drainase permukaan jalan, SNI T-22-1991-03

3) Standar teknis No. 019/BM/2009 tentang Pengawasan Teknis Pekerjaan Teknis

4) Pelaksanaan Perkerasan Kaku (Beton Semen), 009/T/BNKT/1990

5) Peraturan tebal perkerasan lentur jalan raya dengan metode analisa komponen,
SNI-1732-1989-F

6) Petunjuk/tata cara standar lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.
III. RUANG LINGKUP

1. LINGKUP PEKERJAAN
Adapun lingkup pekerjaan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap harus berusaha untuk
mendapatkan informasi umum menganai kondisi eksisting jalan maupun pedestriannya, melalui
gambar kerja beserta dokumen teknisnya maupun perencanaan masterplan wilayah
pengawasan.
Konsultan terdiri dari tim supervisi lapangan yang bertanggung jawab untuk melaksanakan
pengawasan pekerjaan fisik selama kurun waktu pelaksanaan yang telah ditentukan dengan
menggunakan data lapangan yang diperoleh dari Penyedia Jasa dan menggunakan standar
desain serta cara yang telah ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Depok.
Selain itu hal yang terpenting harus diperhatikan dalam lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut :
1) Pekerjaan persiapan pengawasan yang meliputi penyusunan rencana kerja, metode
pelaksanaan pengawasan, review dan pemeriksaan kelengkapan Dokumen Kontrak
Kerja Konstruksi, dan pembuatan interpretasi secara detail terhadap KAK;
2) Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pekerjaan oleh
kontraktor termasuk melakukan pengendalian terhadap kemajuan pekerjaan, tenaga
kerja, mutu material / bahan dan peralatan kerja, serta pengendalian administrasi;
3) Pemberian teguran secara lisan maupun tertulis serta perintah penghentian pekerjaan
sementara (bila diperlukan) apabila terjadi penyimpangan pelaksana pekerjaan di
lapangan;
4) Pemberian rekomendasi persetujuan / penolakan terhadap hasil pekerjaan kepada PPK
berdasarkan hasil inspeksi / pengawasan / pemeriksaan;
5) Pemberian rekomendasi dan data penunjang pada PPK bila mana terjadi pekerjaan
tambah kurang;
6) Pemberian arahan dan bantuan teknis kepada kontraktor pelaksana bila terjadi
permasalahan dalam pelaksanaan.

2. KELUARAN

Tugas supervisi/pengawasan Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap secara umum adalah


mengawasi kelancaran pekerjaan pembangunan yang dikerjakan oleh rekanan/kontraktor
pelaksana, yang menyangkut kuantitas, kualitas, biaya dan ketetapan waktu pelaksanaan
pekerjaan, sehingga wujud akhir pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan dan kelengkapannya
sesuai dengan dokumen kontrak pelaksanaan/pemborongan, dan telah diterima dengan baik
oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/pejabat
pengendali kegiatan dan kelancaran penyelesaian administrasi yang berhubungan dengan
pekerjaan di lapangan, serta penyelesaian kelengkapan dokumen pembangunan lainnya.

Konsultan supervisi diminta menghasilkan keluaran (output) yang lengkap sesuai dengan
kebutuhan kegiatan. Kelancaran pelaksanaan kegiatan berhubungan dengan kegiatan supervisi
menjadi tanggung-jawab konsultan supervisi.

Keluaran yang diminta dari konsultan supervisi berdasarkan KAK ini diantaranya:

1) Program kerja, alokasi tenaga, dan konsepsi pekerjaan supervisi.


2) Buku harian (bila diperlukan), yang memuat semua kejadian, perintah/petunjuk yang
penting dari konsultan supervisi/direksi kegiatan, yang dapat mempengaruhi pelaksanaak
pekerjaan, menimbulkan konsekuensi keuangan, keterlambatan penyelesaian dan tidak
terpenuhinya syarat teknis.
3) Meneliti laporan harian yang dikerjakan bersama dengan pelaksana kegiatan (kontraktor)
berisi keterangan tentang :
a. Tenaga kerja;
b. Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak;
c. Alat-alat;
d. Pekerjaan yang diselenggarakan;
e. Waktu pekerjaan;
f. Laporan mingguan, sebagai resume laporan harian.
4) Berita Acara kemajuan pekerjaan, untuk pembayaran angsuran.
5) Surat perintah perubahan pekerjaan, dan berita acara pemeriksaan pekerjaan
tambah/kurang, jika ada pekerjaan tambah/kurang.
6) Berita acara penyerahan I pekerjaan
7) Berita acara pernyataan selesainya pekerjaan.
8) Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as built drawing) yang dibuat oleh
kontraktor dan diteliti konsultan supervisi.
9) Laporan rapat di lapangan (site meeting) setiap minimal 2 (dua) kali sebulan.

10) Gambar perincian (shop drawing) bila perlu, dan kurva S (S curve) dari rekanan/kontraktor

3. PERALATAN, MATERIAL, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PEJABAT PEMBUAT


KOMITMEN

Pejabat Pembuat Komitmen akan menugaskan juga personil pengawasan dari Upt Jalan Dan
Drainase Lingkungan Wilayah III Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk
melengkapi pekerjaan dari konsultan pengawas. Untuk fasilitasi dari PPK hanya menyediakan
ruang untuk rapat-rapat rutin beserta perlengkapannya.
4. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI

Sedangkan Penyedia jasa wajib menyediakan segala perlengkapan dan peralatan yang
berkaitan dan tugas pengawasan sehingga tidak menggangu dan mempersulit pelaksanaan
Kegiatan Konsultan Supervisi Peningkatan Jalan.

5. LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA

Lingkup kewenangan bagi konsultan supervisi adalah pelaksanaan pengawasan Peningkatan


Jalan meliputi :

1) Pekerjaan supervisi, baik mengenai kuantitas, kualitas, maupun ketetapan waktu pekerjaan.
2) Pengamanan untuk kelancaran pelaksanaan, baik dalam hal mutu pekerjaan, ketertiban
pekerjaan, menghindari penyimpangan pelaksanaan pekerjaan, maupun penyelesaian
perselisihan yang mungkin timbul.
3) Pengaturan penggunaan bahan untuk pekerjaan, baik mengenai asal bahan,
penilaian/penelitian kualitas bahan, dan larangan/penggunaan bahan yang tidak memenuhi
persyaratan.
4) Penyelesaian administrasi di lapangan mengenai penyerahan pekerjaan, penyimpangan dari
rencana, perhitungan pekerjaan tambah/kurang, perpanjangan waktu pelaksanaan.

Konsultan supervisi bertanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan yang
dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku. Dalam hal ini pekerjaan
dilaksanakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara teknis dan administrasi, sehingga
konsultan supervisi dalam melaksanakan tugasnya harus mengacu pada ketentuan-ketentuan
yang berlaku secara profesional. Secara umum tanggung jawab konsultan supervisi antara lain
terhadap :

1) Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan Dokumen Kontrak Pelaksanaan/Pemborongan


yang dijadikan pedoman, serta peraturan, standar dan pedoman teknis yang berlaku,
diantaranya :
a. Gambar-gambar pelaksanaan.
b. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
c. Berita acara penjelasan pekerjaan (aanwijzing) sampai dengan penunjukan
pemborong.
d. Dokumen kontrak pelaksanaan/pemborongan.
e. Bar chart dan S-curve serta network planning dari pekerjaan yang dibuat oleh
kontraktor pelaksana/pemborong (setelah disetujui)
f. Pengarahan penugasan/kerangka acuan kerja (KAK) pekerjaan supervisi.
2) Kinerja supervisi yang harus memenuhi standar hasil kerja supervisi yang berlaku dan
disyaratkan.
3) Hasil evaluasi supervisi dan dampak yang ditimbulkan.
4) Ketetapan waktu pelaksanaan.

Penanggung jawab profesional supervisi adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu
perusahaan tetapi juga para tenaga ahli profesional supervisi yang terlibat.

6. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN


Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini adalah 105 (Seratus Lima ) hari
kalender, atau sampai serah terima pertama paket pekerjaan yang diawasi (apabila setelah
jangka waktu yang ditentukan tersebut pekerjaan yang diawasi belum selesai), di luar jangka
waktu pelaksanaan tersebut, konsultan penyedia jasa berkewajiban memonitor dan menilai
kondisi fisik pekerjaan yang diawasi secara berkala dan melaporkannya pada Pengguna Jasa
sampai berakhirnya masa pemeliharaan paket pekerjaan yang diawasi selama 180 (Seratus
Delapan Puluh) hari kalender.
7. PERSONIL

Personil – personil yang tercantum di bawah ini harus bekerja penuh untuk pelaksanaan
pekerjaan pengawasan ini, yang terdiri dari :
A. Tenaga Ahli
Ketua Tim (Team Leader)
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/ S1 Arsitektur dibuktikan dengan Ijazah;
- Berpengalaman pada bidang yang sama minimal 1 (Satu) tahun, tertuang terperinci
dalam daftar riwayat hidup;
- Melampirkan Surat Pernyataan Kepemilikan Sertifikat Ahli Muda Teknik Jalan (202)
yang masih berlaku;
- Melampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Untuk Ditugaskan dengan mencantumkan
Nomor KTP dan Nomor NPWP;
- Melampirkan daftar riwayat hidup, dan surat referensi pengalaman kerja dari Pengguna
Jasa yang bersangkutan;
- Siap dihadirkan saat rapat persiapan penunjukan penyedia.
Sebagai Ketua Tim, tugas utamanya adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan
anggota tim kerja dan bertanggung jawab atas kinerja tim dan seluruh sistem pelaporan baik
laporan periodik maupun laporan lainnya.
Tugas dan tanggung jawab team leader meliputi :
1) Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga bisa
menghasilkan pekerjaan seperti yang ditentukan.
2) Memahami isi dokumen kontrak dari kontraktor.
3) Memahami strategi pelaksanaan kontraktor (berdasarkan hasil PCM)
4) Memahami strategi pelaksanaan fisik.
5) Menyetujui proses dan hasil opname pekerjaan apabila kontraktor melakukan
penagihan.
6) Memberi saran dan rekomendasi serta masukan kepada pelaksana kegiatan
(kontraktor) mengenai pelaksanaan kegitan peningkatan jalan.
7) Mengarahkan pelaksana kegiatan (kontraktor) terhadap pelaksanaan pekerjaan di
lapangan.
8) Menyusun laporan pengamatan periodik yang berisi :
a) Hasil konsolidasi laporan/catatan-catatan dari pengawas;
b) Catatan-catatan apabila ada penyimpangan disertai bukti-bukti yang memadai
(foto hasil samping/copy hasil test material dari laboratorium dan lain-lain);
c) Rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan untuk perbaikan pelaksanaan dimasa
mendatang.
9) Memonitor secara seksama kemajuan dari semua pekerjaan dan melaporkannya
segera/tepat waktu bila kemajuan pekerjaan terlambat sebagaimana tercantum pada
buku spesifikasi umum dan hal itu benar-benar berpengaruh terhadap jadwal
pelaksanaan yang direncanakan. Dalam hal ini demikian, maka Site Engineering juga
membuat rekomendasi secara tertulis bagaimana caranya untuk mengejar
keterlambatan tersebut.
10) Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil pengukuran setiap pekerjaan yang telah
selesai yang disampaikan oleh Quantity Engineer/Chief Inspector.
11) Menjamin bahwa sebelum kontraktor diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan
berikutnya, maka pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang akan tertutup atau menjadi
tidak tampak harus diperiksa/diuji dan sudah memenuhi persyaratan dalam Dokumen
kontrak.
12) Memberi rekomendasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Depok pada setiap akan memerintahkan perubahan pekerjaan.
13) Mengawasi dan memeriksa pembuatan gambar sebenarnya terbangun/terpasang (as
built drawing) dan mengupayakan agar semua gambar tersebut dapat diselesaikan
sebelum penyerahan pertama pekerjaan (provisional hand over / PHO) .

14) Memeriksa dengan teliti/seksama setiap gambar-gambar kerja dan analisa/perhitungan-


perhitungan konstruksinya dan kuantitasnya yang dibuat oleh kontraktor sebelum
pelaksanaan.
15) Menyusun/memelihara arsip korespondesi proyek, laporan harian, laporan mingguan,
bagan kemajuan pekerjaan, pengukuran, gambar-gambar dan lainnya.
16) Menyusun laporan bulanan dan akhir.

B. Dan Tenaga Pendukung yang diperlukan :


• Inspektor
- Pendidikan minimal STM/SMK dibuktikan dengan Ijazah;
- Pengalaman pada bidang yang sama minimal 1 (satu) tahun , tertuang terperinci
dalam daftar riwayat hidup;
- Melampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Untuk Ditugaskan dengan mencantumkan
Nomor KTP.
Inspektor bertugas melakukan pengawasan harian terhadap pelaksanaan pekerjaan
kontraktor dan melaporkan hasil pengawasan kepada Team Leader.
• Tenaga Administrasi Umum
- Pendidikan minimal SMK/SMA dibuktikan dengan Ijazah;
- Pengalaman pekerjaan minimal 1 tahun tertuang terperinci dalam daftar riwayat
hidup;
- Melampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Untuk Ditugaskan dengan
mencantumkan Nomor KTP.

8. Persyaratan Administrasi

- Melampirkan Format Pengawasan;

- Surat Pernyataan direktur untuk kesediaan pendampingan pemeriksaan dari inspektorat dan
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada pekerjaan fisik yang diawasi.

9. JADWAL TAHAPAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pekerjaan supervisi/pengawasan ini dibagi dalam beberapa tahapan proses, yaitu :


a. Tahap persiapan
b. Tahap pelaksana pengawasan
c. Tahap penyerahan laporan;
- Laporan pendahuluan
- Laporan Lapangan
- Penggandaan Draft Laporan Akhir
- Laporan Akhir
- Gambar Pelaksanaan (As built Drawing)
Konsultan supervisi harus merinci sendiri kegiatannya dan dalam menjalankan tugasnya akan
mendapatkan pula arahan dari pengelola kegiatan secara tertulis agar fungsi dan tanggung
jawab konsultan supervisi dapat terlaksana dengan baik, dan menghasilkan keluaran (produk)
sebagaimana yang diharapkan. Secara garis besar, uraian tugas konsultan supervisi secara
bertahap di lapangan antara lain adalah sebagai berikut ;
a) Pekerjaan persiapan
1. Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi/metodologi pelaksanaan
pekerjaan supervisi
2. Memeriksa time schedule, bar chart, S-curve dan network planning yang diajukan oleh
rekanan/kontraktor pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada pengelola kegiatan
untuk mendapatkan persetujuan.
b) Pekerjaan teknis supervisi lapangan

1. Melaksanakan kegiatan supervisi secara umum, supervisi lapangan, koordinasi dan


inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi
yang dilakukan secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk
terakhir kalinya.

2. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen
bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan
atau tempat kerja lainnya.
3. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat, agar
batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan, (jadual
harus jelas mengingat waktu pelaksanaan fisik sangat terbatas).
4. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan
pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh
pada ketentuan kontrak, untuk mendapatkan persetujuan dari Pengguna
Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan.

5. Memberikan arahan perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan


biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung
disampaikan kepada rekanan/kontraktor pelaksana, dengan pemberitahuan secara
tertulis kepada owner dalam hal ini pejabat pembuat komitmen dan pejabat pelaksana
teknis kegiatan.

c) Konsultasi

1. Melakukan konsultasi dengan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/


Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan untuk membahas dan
merumuskan segala persoalan dan permasalahan yang ada yang diakibatkan dampak
dari proses pelaksanaan kegiatan selama masa pembangunan.
2. Mengadakan rapat lapangan secara berkala sedikitnya 2 (dua) kali setiap bulannya,
dengan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/ Pejabat Pembuat
Komitmen/Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan; konsultan perencana; kontraktor
pelaksana dan tim teknis dengan tujuan untuk membahas dan mendiskusikan
penyelesaian masalah yang muncul dalam pelaksanaan, untuk kemudian membuat
risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
rapat serta sudah diterima masing-masing pihak paling lambat satu minggu kemudian.

3. Mengadakan rapat di luar jadual rutin tersebut apabila dianggap perlu dan disebabkan
ada persoalan dan masalah yang sangat mendesak yang perlu diselesaikan dengan
solusi terbaik yang hasilkan dari hasil rapat.

d) Pelaporan

1. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologi kepada
Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan atau pengelola kegiatan perihal volume dan prosentase
serta nilai bobot kegiatan per sub item pekerjaan yang dilaksanakan rekanan/kontraktor
pelaksana.

2. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata mengenai volume, persentase dan nilai
bobot bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan rekanan/kontraktor pelaksana
dan dibandingkan dengan jadual yang telah disetujui.

3. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga dan alat yang
digunakan.

4. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh rekanan/kontraktor


pelaksana terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan, dan
juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh rekanan/kontraktor
pelaksana (shop drawing).

5. Melaporkan semua kegiatan pengawasan dalam laporan bulanan dan laporan akhir
kegiatan.

e) Penyiapan / pemeriksaan dokumen pekerjaan

1. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan


di lapangan, serta untuk keperluan pembayaran angsuran.

2. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan, serta penambahan atau
pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.
3. Mempersiapkan formulir laporan mingguan dan bulanan, Berita Acara Kemajuan
Pekerjaan, Berita Acara Penyerahan Pertama dan Kedua serta formulir-formulir lainnya
yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan.
IV LAPORAN

1. LAPORAN PENDAHULUAN

Laporan Pendahuluan disiapkan pada awal pekerjaan pengawasan, memuat :


1) Latar belakang penugasan
2) Maksud dan tujuan penugasan
3) Lingkup tugas
4) Rencana kerja
5) Jadwal penugasan personil pengawasan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender sejak dikeluarkannya
Surat Perintah Mulai Kerja sebanyak 5 (lima) buku.
2. LAPORAN LAPANGAN

Laporan Lapangan disiapkan pada periode pelaksanaan pengawasan / supervisi, berisi :


1) Laporan Harian;
2) Laporan Mingguan;
3) Laporan Bulanan
Laporan periodik harus diserahkan selambat-lambatnya di akhir minggu pertama setiap
bulannya sebanyak 1 (satu) buku laporan. Laporan gabungan seluruh pekerjaan diserahkan
selambat-lambatnya 15 (lima belas ) hari kalender sejak kegiatan pengawasan selesai
dilaksanakan sebanyak 4 (empat) buku.

Album Gambar ukuran A3, berisi :


1) Denah lokasi seluruh pekerjaan yang diawasi
2) As Built Drawing seluruh pekerjaan yang diawasi
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kalender sejak kegiatan
pengawasan selesai dilaksanakan sebanyak 5 (lima) album.

3. DRAFT LAPORAN AKHIR

Draft Laporan Akhir disipakan pada waktu antara laporan pendahuluan dan laporan Lapangan
serta laporan akhir, berisi :

1) Hasil pelaksanaan pekerjaan konstruksi baik kualitas maupun kuantitas per sub item
kegiatan sesuai progres pekerjaan;
2) Kesesuaian pelaksanaan setiap pekerjaan terhadap rencana (DED) baik dari segi fisik
(dimensi, volume dan kualitas) maupun dari aspek pembiayaan;
3) Evaluasi atas hasil kerja kontraktor pelaksana;
4) Permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan konstruksi beserta pemecahannya;
5) Dokumentasi yang menunjukkan proses pekerjaan yang diawasi ;
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas ) hari kalender antara laporan
Lapangan dan laporan akhir sebanyak 5 (lima) buku laporan.
4. LAPORAN AKHIR

Laporan Akhir disiapkan pada akhir pelaksanaan pengawasan / supervisi, berisi :


1) Hasil pelaksanaan pekerjaan konstruksi baik kualitas maupun kuantitas seluruh pekerjaan;
2) Kesesuaian pelaksanaan setiap pekerjaan terhadap rencana (DED) baik dari segi fisik
(dimensi, volume dan kualitas) maupun dari aspek pembiayaan;
3) Evaluasi atas hasil kerja kontraktor pelaksana;
4) Permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan konstruksi beserta pemecahannya
5) Dokumentasi yang menunjukkan proses pekerjaan yang diawasi
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 15 (lima belas hari) hari kalender sejak kegiatan
pengawasan selesai dilaksanakan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
V. HAL-HAL LAIN

1. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara
Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi
dalam negeri.
2. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN
Penyedia jasa diwajibkan melaksanakan pengumpulan data lapangan sesuai persyaratan dan
kaidah teknis maupun regulasi yang berlaku di bidang/layanan pekerjaan pengawasan.
3. ALIH PENGETAHUAN
Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa harus mengadakan pelatihan,
kursus singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam
rangka alih pengetahuan kepada staf Kegiatan Perencanaan dan Pengawasan Teknis
Jalan/Saluran.

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN


UPT JALAN DAN DRAINASE LINGKUNGAN WILAYAH III
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

Oki Rakhmat Jatnika, ST


NIP. 19730613200312 1 008
RINCIAN PERSONIL
Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap
UPT JALAN DAN DRAINASE LINGKUNGAN WILAYAH III
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA DEPOK

I. Biaya Langsung Personil

No. Personil Satuan Jumlah Volume

A Tenaga Ahli
1 Tim Leader org-bln 1 3,5

B Tenaga Pendukung Konsultan


1 Inspector org-bln 7 3,5
2 Administrasi Umum org-bln 1 3,5
Konsultansi Pengawasan Kel. Cilangkap

No. Kegiatan
1 Peningkatan Jl. RT 01 .02. 03 RW 17 Kel. CILANGKAP
2 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 14 Kel. Cilangkap
3 Peningkatan Jalan Lingkungan RW.004 Kel. Cilangkap
4 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 017 Kel. Cilangkap
5 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 005/005 Jalan Manca Kel. Cilangkap
6 Peningkatan Jalan Lingkungan RW. 009 Kel. Cilangkap
7 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 002/010 Jalan Amanah Kel. Cilangkap
8 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 007 Kel. Cilangkap
9 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 002/003 Kel. Cilangkap
10 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 016 Kel. Cilangkap
11 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 011 Kel. Cilangkap
12 Peningkatan JALAN H SAPRI DAN JALAN NURUL YAKIN RT 02 RW 16 Kel. Cilangkap
13 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 001/013 Kel. Cilangkap
14 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 016 Kel. Cilangkap
15 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 002/015 Jalan Merak 2 Kel. Cilangkap, Kec. Tapos
16 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 001, 006 / 008 Kel. Cilangkap
17 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 003/012 Kel. Cilangkap
18 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 001/012 Jl. Gang Curhat Kel. Cilangkap
19 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 001/014 Kel. Cilangkap
20 Peningkatan Jalan Lingkungan Situ Cilangkap RW 003 Kel. Cilangkap
21 Peningkatan JALAN SWADAYA DAN JALAN PONCOL RT 02. 03 RW 07 Kel. Cilangkap
22 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 001/009 Kel. Cilangkap
23 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 002/009 Kel. Cilangkap
24 Peningkatan Jalan Lingkungan RT 003/015 Kel. Cilangkap
25 Peningkatan JalanLingkungan RT 001, 002, 005 / 001 Kel. Cilangkap
26 Peningkatan JalanLingkungan RT 003, 004 /001 Kel. Cilangkap
27 Peningkatan Jalan Lingkungan RW 003 Kel. Cilangkap