Anda di halaman 1dari 3

REVISI BAB 9

PENGUKURAN KINERJA DI PEMERINTAH DAERAH : TEORI DAN


APLIKASI

Pengukuran Kinerja di Pemerintah: Teori dan Aplikasi

Pendahuluan

Semua organisasi baik organisasi sektor privat maupun sektor publik pasti
memiliki tujuan yang akan dicapai, karena pada dasarnya organisasi didirikan
dengan tujuan yang jelas. Dalam mencapai tujuanya sebuah organisasi memiliki
strategi yang berbeda-beda. Untuk memastikan bahwa strategi organisasi bisa
dicapai maka dibutuhkan suatu sistem pengendalian manajemen yang tepat. Sistem
pengendalian manajemen bagaikan sebuah sistem yang dirancang guna memastikan
bahwa sebuah organisasi bisa dijalankan seseuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan saat awal organisai didirikan dan untuk memastikan sebuah organisasi
dapat berdiri secara terus menerus.

Sistem pengendalian manajemen sebagai sebuah proses dimana para


manajer mempengaruhi anggota organisasinya untuk mengimplementasikan
strategi organisasi (antony dan govindarajan, 2007). Sistem pengendalian
manajemen telah banyak digunakan saat in pada berbagai jenis organisasi yang
bebeda mulai dari perusahaan jasa maupun manufaktur. Implementasi sistem
pengendalian manajemen tidak selalu sama pada setiap organisasi karena adanya
faktor kontingensi yang mempengaruhi implementasi sistem pengendalian
manajemen pada suatu jenis organisasi. Seiring dengan reformasi pada perusahaan
maka diperlukan juga desain sistem pengendalian manajemen yang tepat bagi setiap
organisasi yang berbeda, agar terdapat kesesuaian antara desain sistem
pengendalian manajemen dan jenis organisasinya. Sistem pengendalian
maanejemen sektor publik tentu secara spesifik berbeda dari sistem pengendalian
manajemen sektor privat.
Kegagalan atau keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuanya
sangat ditentukan oleh bagaimana pengaplikasian sistem pengendalian manajemen
dalam sebuah organisasi. Lemahnya sistem pengendalian manajemen dapat
menyebabkan kegagalan dalam proses pengendalian manajemen. Sistem
pengendalian manajemen pada sektor publik lebih fokus kepada bagaimana strategi
bisa berjalan secara efektif fan efisien guna memastikan bahwa tujuan organisasi
bisa benar-benar tercapai (Mardiasmo 2009:45). Tipe pengendalian manajemen
pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: pengendalian preventif,
pengendalian operasional, dan pengendalian kinerja. Pengukuran kinerja berupa
evaluasi terhadap kinerja program dan kegiatan yang telah dilaksanakan
berdasarkan tolok ukur kierja yang telah ditetapkan sebelumnya (Halim dan
Kusyufi, 2014:122).

Penerapan sistem pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik


dipengaruhi beberapa faktor kontinjensi seperti kebijakan pemerintah pusat,
teknologi informasi dan komunikasi, dan ukuran organisasi. Ketiga variabel
kontingen cocok untuk menguji teori di arena sektor publik yang lebih luas.
efektivitas sistem pengendalian tidak bergantung hanya pada desain keseluruhan
tetapi juga cara di mana kontrol diterapkan (Woods, 2009). Ada kebutuhan untuk
melihat dalam pengendalian manajemen untuk mengeksplorasi apa praktik
bagaimana dan mengapa serta merangsang atau menghambat peluang untuk inovasi
manajerial sektor publik. Sejumlah masalah yang belum dieksplorasi jika kita ingin
memperdalam pemahaman kita tentang mekanisme pengendalian formal dan
informal yang merupakan elemen aktif dari apa yang disebut aturan campuran di
sektor publik (Barretta et., all, 2011).

Mardiasmo (2009:50) menjelaskan bahwa proses pengendalian manajemen


pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan menggunakan saluran
komunikasi formal dalam organisasi yang meliputi, rumusan strategi (strategy
formulation), perencanaan strategik (Strategic Planing), penganggaran dan
pengukuran kinerja. Jadi pengukuran merupakan bagian dari sistem pengendalian

1
manajemen. Dalam makalah ini akan dibahas secara mendetail tentang pengukuran
kinerja.

Pengukuran kinerja memiliki peran penting dalam menetapkan tujuan,


mengevaluasi kinerja, dan menentukan tindakan-tindakan yang akan diambil
dimasa mendatang (Gunasekaran, 2004). Pengukuran dan manajemen kinerja