Anda di halaman 1dari 23

“CRITICAL BOOK RIVIEW

PENDAHULUAN FISIKA INTI”

Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur dalam


Mata Kuliah Pendahuluan Fisika Inti

Dosen Pengampu :
Drs. Jhony Panggabean, M.Si Ph.D

Disusun Oleh :

Dennis Sembiring (4162121006)


M rizki afif batubara (4161221016)

PENDIDIKAN FISIKA KELAS B (REGULAR)


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Penulis bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga penulisan makalah CBR ini dapat dikerjakan dan diselesaikan. Penulis
mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Jhony Panggabean, M.Si Ph.D
selaku dosen pengampu mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti yang telah
membimbing kami.
Makalah ini berjudul Critical Book Riview Fisika Inti. Penulisannya bertujuan
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendahuluan Fisika Inti dan meningkatkan
pemahaman pembaca.
Mungkin, makalah ini tidak luput dari kekurangannya. Oleh karena itu, saran
konstruktif yang berguna untuk penyempurnaan isi makalah ini, akan disambut
dengan senang hati.
Akhir kata, penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa
memberi motivasi dan bantuan kepada penulis sehingga penulisan makalah ini,
dapat dirampungkan

Medan, 26 Maret 2019

Penulis,

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i

DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1


1.1 Identitas Buku ........................................................................................... 1
1.2 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2

BAB II ISI BUKU .......................................................................................... 3


2.1. Tampilan Buku .......................................................................................... 3
2.2. Teori / Ringkasan Buku ............................................................................ 4

BAB III PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REVIEW ........................... 10


3.1 Penilaian .................................................................................................... 10
A. Buku Utama ....................................................................................... 10
B. Buku Pembanding .............................................................................. 13

BAB IV PENUTUP ........................................................................................ 16


4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 16
4.2 Saran ......................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Identitas Buku Utama
Judul Buku FISIKA DASAR, Edisi ketujuh Jilid 3
Penulis David Halliday, Robert Resnick, Jearl Walker
ISBN 978-602-241-736-1
Penerbit Erlangga
Edisi ke- 3
Tahun Terbit 2017
Tebal Buku 275
Jumlah Halaman yg 7 hlm
diriview
Bahasa Teks Bahasa Indonesia

1.2 Identitas Buku Pembanding


Judul Buku Fisika Inti: Teori Dan Penerapannya
Penulis Abdurrouf
ISBN -
Penerbit Universitas Brawijaya
Edisi ke- -
Tahun Terbit 2015
Tebal Buku 212 halaman
Jumlah Halaman yg 6 halaman
diriview
Bahasa Teks Bahasa Indonesia

1.3 Latar Belakang


Sebelumnya kita telah mengkaji luas tentang fisika kuantum, dimana kita
telah mengetahui electron-elektron yang terjebak didalam sumur potensial,
termasuk juga atom-atom, namun kita hamper mengabaikan bagian terpenting
yang terletak pada pusat sebuah atom- yaitu nucleus (inti). Selama 90 tahun
terakhir ini tujuan utama fisika adalah untuk mempelajari fisika kuantum dari inti,
dan juga hamper sama lamanya, tujuan utama beberapa jenis bidang teknik adalah
untuk menerapkan fisika kuantum tersebut dengan aplikasi-aplikasi mulai dari
terapi radiasi untuk mengobati kanker detector gas radon di basemen.

1
Sebelum kita mempelajari penerapan tersebut dan fisika kuantum dari inti,
pertama-tama marilah kita membicarakan bagaimana fisikawan menemukan
bahwa sebuah atom memiliki sebuah inti. Dan sekarang kita tahu dengan pasti dan
nyata bahwa atom memilikiim inti, dimana awalnya penemuan tersebut
merupakan suatu hal yang dianggap kejutan yang sangat besar (David, dkk.
2017:161).

1.4 Tujuan
Adapun Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :
1. Untuk memenuhi tugas Mata kuliah Fisika Inti
2. Untuk menambah wawasan mahasiswa terkait dengan materi yang akan
di pelajari dalam Mata Kuliah Fisika Inti
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku yang diriview
4. Untuk mengetahui perbandingan dari buku-buku yang telah diriview

1.5 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Bagi akademis sebagai kepentingan ilmiah, yaitu untuk menambah
wawasan menyangkut tentang fisika inti, khususnya Unsur-unsur
nuklir, nomor massa dan nomor atom unsure-unsur nuklir. Sedangkan
bagi penulis sebagai persyaratan formal, yaitu untuk memenuhi salah
satu tugas pada mata kuliah fisika inti.
2. Melatih mahasiswa untuk berfikir logis dan sistematis
3. Mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui Critical Book Riview
ini

BAB II

ISI BUKU

2
2.1. Penilaian Tampilan Buku
 Buku Utama

No Jenis-Jenis Atau Aspek-Aspek Penilaian


Yang Akan Dinilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Tampilan buku (tata letak) 
2. Cover / gambar buku 
3. Bentuk / jenis tulisan yang 
diguanakan

Berdasarkan apa yang telah kami lihat, tampilan buku ini lumayan bagus,
dimana jika kita tinjau dari segi tata letak pada sampul buku baik dari judul,
nama penulis buku, edisi, penerbit dan lain sebagainya, buku ini memiliki
tampilan yang sangat menarik, itulah sebabnya kami memberikan nilai seperti di
atas. Dimana tata letak dari judul buku sudah bagus, tidak terlau kebawah dan
tidak terlalu ke atas, sehingga pembaca mudah mengetahui judul dari buku
tersebut, kemudian nama penulis buku diletakkan di atas dengan ukuran yang
pas, sehingga tidak sulit menemukan siapa penulis dari buku tersebut, begitu
juga dengan tata letak penerbit dari buku tersebut. Kemudian jika ditinjau dari
segi cover, buku ini juga sangat menarik dimana warna yang dipakai tidak terlalu
banyak dan tidak terlalu mencolok. Dan yang terakhir dari segi jenis huruf yang
digunakan pada tampilan luar buku lumayan bagus, tidak terlalu bergaya
sehingga mudah untuk dibaca

 Buku Pembanding

No Jenis-Jenis Atau Aspek-Aspek Penilaian


Yang Akan Dinilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Tampilan buku (tata letak) 
2. Cover / gambar buku 
3 Tulisan yg digunakan 

Berbeda dengan buku utama, pada buku pembanding ini kami memberikan
nilai yang tidak terlalu tinggi atau sedang karena tampilan buku ini tidak
semenarik buku utama, hal ini karena buku pembanding yang kami gunakan

3
hanya berupa e-book, dimana tampilan buku tersebut tidak terlalu menarik, baik
dari segi tata letak, cover maupun tulisan yang digunakan memiliki nilai yang
pas menurut kelompok kami.

2.2. Teori / Ringkasan Buku


 Ringkasan Buku Utama
BAB 42 FISIKA NUKLIR
a). Penemuan Inti
Pada tahun-tahun pertama abad keduapuluh, tidak banyak yang
diketahui mengenai struktur atom selain fakta bahwa atom berisi electron-
elektron. Dimana electron telah ditemukan oleh J.J Thompson pada tahun
1897, dan massanya tidak diketahui pada saat itu. Pada 1911, Ernest
Rutherford mengusulkan bahwa muatan positif atom terkonsentrasi rapat
pada pusat atom, membentuk inti (nukleus), dan massa atom hampir
seluruhnya pada intinya. Pada massa Rutherford, diketahui bahwa unsure-
unsur tertentu disebut radioaktif, bertransformasi menjadi unsure lainnya
secara spontan, memancarkan partikel dalam prosesnya. Salah satunya
adalah unsure radon, yang mamncarkan partikel alfa (α) yang memiliki
energy sekitar 5,5 MeV. Partikel-partikel ini sekarang diketahui sebagai inti
helium.
b). Beberapa Istilah dalam Inti
Inti tersusun dari proton-proton dan neutron-neutron. Dimana
jumlah proton yang terdapat didalam sebuah inti (disebut nomor atom atau
nomor proton inti) yang diberi simbol Z, jumlah Neutron (nomor
neutron) disimbolkan dengan N. Jumlah total proton dan neutron di dalam
sebuah inti disebut nomor massa A; sehingga dapat dituliskan

A= Z + N

Dalam hal ini neutron dan proton disebut sebagai nucleon, jika
ditinjau secara kolektif. Nuklida-nuklida yang memiliki nomor atom Z yang
sama, tetapi memiliki nomor-nomor neutron N yang berbeda disebut Isotop.

4
Unsure emas memiliki 32 isotop, mulai dari 173Au sampai 204Au. Hanya satu
197
yang stabil yaitu Au; sisanya yang 31 lainnya adalah radioaktif.
Radionuklida yang sepertin ini akan mengalami peluruhan (atau
disintegrasi) dengan memancarkan sebuah partikel dan kemudian berubah
menjadi nuklida yang berbeda.

 Ringkasan Buku Pembanding


Ringkasan buku yang diambil pada buku Fisika Inti oleh Abdurrouf
adalah ringkasan pada BAB 1 tentang mengenai sejarah penemuan inti dan
partikel penyusun inti.
a. Sejarah Penemuan Inti
Penguat Sejarah penemuan inti tidak bisa dilepaskan dari sejarah
penemuan atom. Model atom yang pertama kali menyarankan keberadaan inti
atom adalah model atom Rutherford (1911). Model atom tersebut bermula dari
percobaan Hans Geiger dan Ernest Marsden (1909) yang dilakukan di
Laboratorium Fisika Universitas Manchester. Percobaan tersebut dilakukan
atas petunjuk dari Ernest Rutherford, dengan tujuan untuk membuktikan
kebenaran dari teori atom yang dikemukakan oleh Thomson.
Pada eksperimen tersebut, sebuah lempengan emas tipis ditembaki
dengan partikel alfa yang diemisikan oleh unsur Radium. Partikel alfa yang
telah mengenai lempengan emas kemudian dideteksi dengan menggunakan
layar yang dilapisi seng sulfida (ZnS) sebagai detektor. Rutherford berpendapat
bahwa apabila struktur atom yang dikemukakan oleh Thomson adalah benar
maka sebagian besar berkas partikel alfa yang melewati emas akan mengalami
gaya elektrostatik yang sangat lemah, sehingga partikel alfa akan diteruskan
dengan sedikit penyimpangan arah dari arah semula, atau kurang dari 1o.
Tetapi apa yang diamati Geiger dan Marsden sangat mengejutkan.
Meskipun banyak partikel alfa yang mengalami penyimpangan kurang dari 1o,
tetapi ada juga yang mengalami penyimpangan dengan sudut sangat besar.
Bahkan sebagian kecil dari partikel alfa terhambur ke arah semula.

5
Setelah merunut pola-pola partikel alfa yang ditembakkan ke lempeng
logam emas, maka Rutherford mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar
ruang dalam atom adalah ‘ruang kosong’, di mana massa atom terkonsentrasi
pada pusat atom yang bermuatan positif dengan ukuran 10.000 kali lebih kecil
dibanding ukuran keseluruhan atom. Konsentrasi massa tersebut dinamakan
inti atom (nucleus, jamak nuclei) dan bermuatan positif, sehingga medan
elektrostatik yang ditimbulkannya mampu membalikkan partikel alfa yang
juga bermuatan positif. Elektron diasumsikan mengelilingi inti atom tersebut
seperti planet-planet kita mengelilingi matahari.
Selanjutnya, hasil percobaan Geiger-Marsden dapat diterangkan
dengan menggunakan model atom Rutherford, sebagai berikut.
• Fraksi partikel alfa yang dapat melewati lempengan logam emas
dengan sudut deviasi yang kecil (kurang dari 1o) menunjukkan bahwa
berkas partikel alfa tersebut melewati ruang kosong yang ada di dalam
atom
• Fraksi partikel alfa yang mengalami deviasi menunjukan bahwa
partikel alfa tersebut berada pada posisi yang dekat dengan inti atom
yang bermuatan positif. Gaya elektrosatis antara partikel alfa dan inti
emas akan membelokkan partikel alfa, dengan sudut deviasi
berbanding terbalik dengan kedekatan berkas alfa terhadap inti emas.
• Berkas partikel alfa yang dipantulkan ke arah semula menunjukkan
bahwa partikel alfa tersebut bertumbukan dengan inti atom yang
bermuatan positif. Karena inti atom emas memiliki massa dan muatan
yang lebih besar dibanding partikel alfa, maka partikel alfa mengalami
pemantulan.

b. Partikel Penyusun Inti


Mengacu pada hasil percobaan Geiger-Marsden, diketahui bahwa inti
(i) mengandung proton dan bermuatan positif sebanding dengan nomor atomnya,
atau qinti ≈ +Ze, dan (ii) jari-jarinya dalam orde fm (10−15 m). Analisis

6
spektrometri massa memberikan info tambahan bahwa (iii) massa inti sebanding
dengan nomor massa (A) atomnya, atau minti ≈ Amp. Berdasarkan asumsi (i) dan
(iii), fisikawan mengajukan gagasan bahwa inti terdiri atas A proton dan (A−Z)
elektron. Model proton-elektron ini terlihat sangat menjanjikan karena
gabungan A proton dan Z elektron menghasilkan inti dengan muatan Ze ≈ +Ze
dan massa Amp.
Sekalipun demikian, model proton-elektron ini mengalami banyak
kesulitan terkait dengan ‘kehadiran’ elektron bebas dalam inti. Setidaknya ada 4
alasan yang menolak kehadiran elektron dalam inti.
• Alasan pertama terkait dengan spin inti, di mana nilai spin inti yang
diprediksi oleh model proton elektron tidak sesuai dengan data
eksperimen.
• Alasan kedua terkait ukuran inti, Dengan analisis energi ikat, dimensi
inti dipandang terlalu sempit bagi elektron bebas. Alasan serupa muncul
dari analisis asas ketidakpastian Heisenberg.
• Alasan ketiga terkait dengan momen magnetik, di mana momen
magnetik inti model proton elektron terlalu tinggi dibandingkan dengan
data eksperimen.
• Alasan keempat terkait dengan peluruhan beta, di mana spektrum
kontinyu dari partikel beta yang dipancarkan inti bertentangan dengan
spektrum diskrit yang disarankan model protonelektron. Alasan serupa
muncul dari interaksi nuklir elektron, di mana akan sulit memahami
bagaimana mungkin separo dari elektron berada dalam inti dan
berinteraksi dengan gaya nuklir kuat, sementara separo yang lain berada
di luar inti dan berinteraksi dengan gaya Coulumb.
Kegagalan model proton elektron menuntun Rutherford untuk
mengajukan model proton-netron pada tahun 1920. Netron dipostulatkan
(i) memiliki massa hampir sama dengan massa netron, dan (ii) bermuatan
netral. Sebagai tambahan, netron yang spinnya , bukanlah gabungan dari
proton dan elektron, karena secara teoritis tidak mungkin dua partikel
dengan spin bergabung dan menghasilkan partikel baru dengan spin .
Kita ulangi,

7
Pada persamaan di atas,
• X adalah simbol kimia atom (perhatikan bahwa X ditulis dengan
huruf kapital dan tegak).
• Z adalah nomor atom, yang menunjukkan jumlah proton dalam inti
dan menentukan muatan inti.
• A adalah nomor massa, yang menunjukkan jumlah proton dan
netron dalam inti, dan menentukan massa inti. Dengan demikian,
jumlah netron di dalam inti adalah A − Z.
Karena sebuah nomor atom (Z) bersifat unik untuk setiap atom,
maka penulisan Z bersama X seringkali dianggap tidak berguna,
sehingga sebuah inti dicirikan oleh nomor massa A, dan dapat ditulis
sebagai

atau

Terkait dengan nilai Z dan A, ada beberapa istilah yang kita kenal yaitu

• isotop, yaitu nuklida yang memliki Z yang sama tetapi A berbeda,


seperti 158 O, 168 O, 178 O, dan 188 O, serta 127 N , N, dan 157 N.
• isobar, yaitu nuklida yang memliki A yang sama tetapi Z berbeda,
seperti 178 O dan 179 F
• isoton, yaitu nuklida yang memliki A − Z yang sama tetapi Z dan A
berbeda, seperti 157 N, 168 O, dan 179 F.
• isomer, yaitu nuklida yang memiliki Z dan A yang sama, tetapi
memiliki tingkat energi yang berbeda, karena salah satu inti sedang
180 180 m
berada pada keadaan tereksitasi, seperti 73 Ta dan 73 Ta serta
23491 Pa dan 23491 mPa

8
• ‘mirror nuclei’ (inti kaca atau inti cermin), yaitu dua inti di mana
keduanya memiliki A yang sama, tetapi Z1 = N2 dan Z2 = N1. Dengan
kata lain, dua pasang inti cermin dicirikan oleh Z1 + Z2 = A. Contoh
inti cermin dengan Z berselisih 1 adalah 31H dan 32He serta 157 N dan
15
8 O, sedang contoh inti cermin dengan Z berselisih 2 adalah 188 O dan
18
10Ne

BAB III
PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REVIEW

3.1 Penilaian Terhadap Isi Buku

9
 Buku Utama

No Jenis-Jenis Atau Aspek-Aspek Penilaian


Yang Akan Dinilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Teori atau konsep-konsep dalam 
buku
2. Gambar serta penjelasannya 
3. Grafik dan Rumus-rumus dalam 
buku
4. Kelengkapan buku sesuai dengan 
materi yang ingin diriview
5. Contoh-contoh soal 
6. Tampilan isi buku 
A. Teori atau Konsep-Konsep Dalam Buku
Teori atau konsep-konsep dalam buku tersebut termasuk kedalam katagori
yang sangat bagus karena dilihat dari teori dalam buku sudah sangat
memfokuskan materi pembahasan sesuai dengan judul Bab yang dimuat dalam
buku tersebu yaitu Fisika Nuklir. Dimana materi yang dipaparkan sangat sesuai
dan lumayan jelas, sehingga mudah untuk memahaminya. Apalagi setiap
defenisi dalam buku tersebut dijelaskan secara detail, dimana kedetailan itu kami
lihat dari segi penampilan buku dalam memberikan penjelasan bahwa kalimat
itu sangat penting untuk diketahui, yaitu dengan menebalkan (Bold) tulisan
kalimat tersebut, sehingga kita tahu bahwa kalimat itu penting untuk diketahui.
Kemudian setiap rumus diberikan warna latar yang berbeda dengan yang lainnya
sehingga dapat dipahami dengan mudah. Hal ini yang menjadi penilaian yang
diberikan menjadi sangat bagus dalam hal pemaparan teori atau konsep yang ada
dalam buku tersebut.

B. Pemaparan Gambar serta Penjelasannya


Sama seperti penilaian sebelumnya terhadap teori atau konsep dalam buku,
penilian terhadap pemaparan atau penggunaan gambar dalam buku juga

10
termasuk dalam kategori tinggi atau sangat bagus. Dimana dapat kita lihat di
dalam buku terdapat gambar-gambar yang menjelaskan materi tersebut,
memiliki warna yang menarik dan bagus, sehingga dapat memudahkan kita
dalam mempelajari materi yang sedang dijelaskan, dan menambah semangat
dalam mempelajarinya karena gambar yang diberikan memiliki warna yang
sangat bagus dan menarik.Hal ini membuat penilaian yang diberikan menjadi
terkatagori tinggi.
C. Grafik dan rumus-rumus dalam Buku
Penilian terhadap Grafik yang diberikan dalam buku juga termasuk dalam
kategori tinggi atau sangat bagus. Dimana dapat kita lihat di dalam buku terdapat
Grafik yang digunakan untuk menjelaskan materi yang dipaparkan, dimana
grafik tersebut dibuat dengan warna yang bagus dan sangat mendetail sehingga
mudah dipahami. Hal ini membuat penilaian yang diberikan menjadi terkatagori
tinggi. Selain memiliki Grafik, buku ini juga memberikan rumus-rumus dengan
lambang yang familiar bagi pembaca, selain itu penulis buku memberikan
perbedaan latar disetiap rumus yang diberikan, yang menunjukkan bahwa
rumus-rumus tersebut memiliki subjudul yang berbeda.
D. Kelengkapan Buku (Kesesuaian Pada Materi yang Ingin di Review)

No Judul Sub Materi Yang Di Penilaian


Nilai 1 2 3
(Rendah) (Sedang) (Tinggi)
1. Apakah fisika Itu ? 
2. Penemuan Inti 
3. Beberapa sifat Inti :
a) Beberapa istilah dalam 
inti
b) Pengaturan nuklida 
c) Jari-jari inti 
d) Massa atom 
e) Energy ikat inti 
f) Tingkat energy inti 
g) Spin inti dan 
kemagnetan
h) Gaya inti 

11
Kelengkapan buku sesuai dengan materi yang ingin direview termasuk
kedalam katagori atau rata-rata yang tinggi karena dilihat dari sisi pemaparan
materinya, dapat diketahui bahwa buku tersebut benar-benar bagus untuk
digunakan sebagai panduan dalam pendesainan media pembelajaran fisika
berbasis pada flash. Hal ini yang menyebabkan penilaian yang diberikan rata-
rata terkatagori tinggi. Hal ini dapat kita buktikan dengan melihat tabel yang ada
di atas.
E. Contoh-contoh Soal
Berdasarkan hasil review yang kami lakukan, kami memberikan nilai tinggi,
karena buku ini sudah memberikan contoh-contoh soal yang mudah untuk
dipelajari, dan seduai dengan sub judul yang telah dipaparkan dalam buku
tersebut. Kemudian contoh-contoh tersebut disertai dengan penyelesaian yang
jelas dan menggunakan rumus yang sesuai dengan rumus yang telah dipaparkan
pada materi sebelumnya.
F. Tampilan Keseluruhan Isi Buku
Berdasarkan nilai tampilan keseluruhan isi buku, kami memberikan nilai
sedang, hal ini dikarenakan buku tersebut memang sudah sangat lengkap dan
juga disuguhkan dengan gambar dan grafik yang menarik dalam menjelaskan
materi yang ingin disampaikan, kemudian juga disertai dengan berbagai macam
contoh soal sesuai dengan sub judul yang telah dipaparkan, rumus-rumus yang
digunakan juga dapat dimengerti dan juga tidak bertele-tele. Namun alasan yang
membuat kami memebrikan nilai sedang adalah karena buku adalah buku
terjemahan yang diterjemahkan oleh penulis atau penerjemah, sehingga kadang-
kadang atau sebagian kalimat yang ada pada buku tersebut tidak sejalan atau
tidak nyambung antara satu sama lainnya. Kemudian biasanya dalam buku
penulisan nama para ahli kalau tidak di tebalkan (bold) pasti dicetak miring,
menandakan bahwa kalimat tersebut adalah nama-nama para ahli yang
mencetuskan rumus atau penemuan lainnya, namun dalam buku ini kami tidak
menemukan hal tersebut.

12
 Buku Pembanding

No Komponen Buku Kriteria Hasil Analisis Buku


yang di Analisis Baik Cukup Kurang
1 Tampilan √
2 Teori/Konsep √
3 Rumus √
4 Gambar √
5 Contoh Soal √
6 Soal Latihan √
7 Kelengkapan Buku √
a. Tampilan
Dari segi tampilan, buku sudah cukup baik. Pada buku telah memuat
informasi mengenai bibliografi buku. Misalnya seperti; judul buku, nama
penulis, nama penerbit, tahun terbit. Akan tetapi, pada buku ini tidak tertera
jilid dan edisi buku. Tata tulis termasuk penggunaan font pada buku tersebut
sudah bagus dan enak dilihat oleh pembaca.
b. Teori/Konsep
Dari segi teori/konsep materi, buku termasuk pada kriteria yang sudah
baik. Pada buku telah memuat teori-teori ataupun konsep-konsep pendukung
pada materi bab 1 yaitu tentang sejarah penemuan inti dan partikel penyusun
inti yang dimuat secara jelas dan kata-kata yang mudah dipahami oleh penulis
guna mempermudah pembaca dalam memahami materi yang terdapat pada
buku tersebut.
c. Rumus
Dari segi rumus yang ada pada buku, buku sudah baik. Pada buku telah
memuat tentang penjabaran dari rumusan dan dimuat secara lengkap pada
buku tersebut. Penulisan rumus pada buku juga sudah baik, dikarenakan
rumusan-rumusan dimuat secra jelas dan terperinci oleh penulis.
d. Gambar

13
Dari segi gambar yang ada pada buku, buku sudah baik. Pada buku telah
memuat gambar-gambah penjelas pada tiap-tiap materi untuk memudahkan
pembaca dalam memahami buku tersebut dan pada gambar-gambar tersebut
penulis telah menjelaskannya secara jelas dan signifikan agar pembaca tidak
kesulitan dalam memahami gambar pada tiap-tiap materi yang terdapat pada
buku.
e. Contoh Soal
Dari segi contoh soal, buku termasuk pada kriteria yang sudah baik.
Hal tersebut dikarenakan terdapatnya contoh-contoh soal yang dimuat penulis
pada buku tersebut sehingga buku tersebut dapat membuat pembaca lebih
mudah dalam memahami tiap-tiap materi yang terdapat pada buku tersebut.
f. Soal Latihan
Dari segi soal latihan yang terdapat ada pada buku, buku termasuk
kriteria yang sudah baik. Hal ini dikarenakan adanya soal latihan yang
dimuat penulis pada buku tersebut sehingga pembaca dapat berlatih dalam
mengerjakan soal pada tiap-tiap materi yang terdapat pada buku.
g. Kelengkapan Buku
Dari segi kelengkapan buku, buku termasuk ke dalam kriteria yang sudah
baik. Hal ini dikarenakan masih ditemukannya Laporan atau penjelasan yang
lengkap dan dimuat oleh penulis pada buku tersebut. Salah satu contohnya
yaitu kelengkapan buku mengenai sejarah penemuan inti dan partikel
penyusun inti.

3.2 Perbandingan Buku Utama Dengan Buku Pembanding

NO Aspek yang Keterangan Perbandingan buku


dibandingkan Buku utama Buku pembanding

14
Penampilan luar buku Berdasarkan review Berdasarkan review
1.
(sampul) yang telah kami lakukan yang telah kami
buku utama ini memiliki lakukan buku
penampilan yang sangat pembanding ini
bagus memiliki penampilan
yang lumayan bagus
Penampilan Isi Buku Buku utama ini Dalam hal ini buku
2.
memiliki penampilan isi pembanding ini
yang sangat bagus / baik memiliki penampilan
isi yang sangat bagus
/ baik
Kelengkapan materi Buku utama ini Buku pembanding ini
3.
yang diriview memiliki materi yang memiliki materi yang
sesuai dengan materi juga sesuai dengan
yang ingin di review materi yang akan
kami riview
Contoh-contoh soal Lumayan lengkap sama seperti buku
4.
sesuai materi yang utama, juga lumayan
dipaparkan lengkap
Soal latiham Ada, dan sesuai dengan Soal yang diberikan
5.
contoh yang diberikan pad buku ini lumayan
baik dan mudah
dimengerti

BAB IV

PENUTUP

15
4.1 Kesimpulan
Setelah mereview buku ini maka kami dapat menyimpulkan bahwa kedua ini
buku ini sangat bagus digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran fisika Inti
khususnya pada unsure-unsur nuklir, nomor massa dan nomor atom pada suatu inti
atom. Pada kedua buku ini telah menjelaskan bahwa terdapat materi yang ada teori
dan penerapannya agar kita lebih mengetahui lebih rinci lagi terhadap buku ini.
Kedua buku ini, bahasa yang digunakan juga baik sehingga memudahkan pembaca
dapat mengerti pembahasan yang telah dipaparan. Walaupun kedua buku ini
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun jika kedua buku ini
digunakan dalam pembelajaran akan saling melengkapi dan lebih memudahkan kita
mempelajari setiap materi yang ingin kita pelajari.

4.2 Saran
Semoga dengan adanya critical book review ini dapat menambah
pengetahuan kita tentang fisika inti khusunya dalam unsure-unsur nuklir, dan juga
dapat membantu dalam pembelajaran berikutnya , baik sebagai siswa, mahasiswa,
maupun sebagai calon guru untuk kedepannya.

Soal Dan Penyelesaian


1.

16
2.

17
3.

4.

18
5.

19
DAFTAR PUSTAKA

Abdurrouf. 2015. Fisika Inti Teori dan Penerapannya . Malang: Universitas


Brawijaya.

Halliday, David, dkk. 2017. Fisika dasar Edisi 7 Jilid 3 (terjemahan). Jakarta :
Erlangga

20