Anda di halaman 1dari 15

DMDI

DEWAN MASJID DIGITAL INDONESIA


https://seruanmasjid.com

MEWUJUDKAN
KEMERDEKAAN
SEJATI

KHUTBAH PERTAMA

,ُ‫ َو َنسْ َت َعي ُنه‬,ُ‫ َنحْ َم ُده‬,‫ّلِل‬ َ َّ َ ‫إنَّ ْال َحمْ َد‬
‫ُور‬ ُ ْ‫اّلِل َمن‬ ُ ‫ َو َنع‬,ُ‫َو َنسْ َت ْغ َف ُره‬
َ َّ ‫ُوذ َب‬
َ ‫شر‬
‫ت أَعْ َمالَ َنا‬ َ ‫ َو َس ِّي َئا‬,‫أَ ْنفُ َس َنا‬
‫ُض َّل لَهُ‪َ ,‬و َمنْ‬ ‫َمنْ َي ْه َد َه َّ‬
‫َّللا ُ َفالَ م َ‬
‫ي لَهُ‪,‬‬ ‫يُضْ لَ ْل َفالَ َها َد َ‬
‫أَ ْش َه ُد أَنْ الَ َالَ َه َاالَّ َّللا ُ َوحْ َدهُ‬
‫ك لَهُ‪َ ،‬ش َها َد َة َمنْ ه َُو َخ ْي ٌر‬ ‫َال َش َر ْي َ‬
‫َّم َقا ًما َوأَحْ َسنُ َن َد ًيا‪.‬‬
‫َوأَ ْش َه ُد أَنَّ َس ِّي َد َنا م َح َّم ًدا َع ْب ُدهُ‬
‫ارا‬ ‫ار َم َك َب ً‬‫صفُ َب ْال َم َك َ‬ ‫َو َرس ُْول ُ ُه ْال ُم َّت َ‬
‫ص َب ًيا‪.‬‬
‫َو َ‬
‫ص ِّل َو َسلِّ ْم َعلَى َس ِّي َد َنا م َُح َّم ٍد‬ ‫اَللَّ ُه َّم َف َ‬
‫صا َد َق ْال َوعْ َد َو َك َ‬
‫ان َرس ُْوالً‬ ‫َك َ‬
‫ان َ‬
‫صحْ َب َه الَّ َذي َْن‬‫َن َب ًيا‪َ ،‬و َعلَى آلَ َه َو َ‬
‫يُحْ َس ُن ْو َن إَسْ الَ َم ُه ْم َولَ ْم َي ْف َعل ُ ْوا َش ْي ًئا‬
‫َف َر ًيا‪،‬‬
َ ‫ َف َيا أَ ُّي َها ْال َح‬،‫أَمَّا َبعْ ُد‬
‫اضر ُْو َن‬
،ُ‫َر َح َم ُك ُم َّللا‬
َ ‫ص ْي َنيْ َن ْف َسيْ َوإَيَّا ُك ْم َب َت ْق َوى‬
،‫َّللا‬ َ ‫ا ُ ْو‬
‫از ْال ُم َّتقُ ْو َن‬
َ ‫ َف َق ْد َف‬.
: ‫َقا َل َّللا ُ َت َعالَى‬

‫ك لَ ُت ْخ َر َج‬ َ َ‫اب أ‬
َ ‫نز ْل َناهُ إَلَ ْي‬ ٌ ‫ َك َت‬.‫﴿الر‬
‫ور َبإَ ْذ َن‬ َ ‫ت إَلَى ال ُّن‬
ُّ ‫اس َم َن‬
َ ‫الظل ُ َما‬ َ ‫ال َّن‬
﴾‫يز ْال َح َمي َد‬ َ َ ‫اط‬
‫ز‬ ‫ع‬َ ْ
‫ال‬ َ ‫ص َر‬ َ ‫َرب َِّه ْم إَلَى‬
Alif, laam raa. (Inilah) Kitab yang Kami turunkan
kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia
dari gelap gulita menuju cahaya terang-benderang
dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan
Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji (TQS
Ibrahim [14]: 1).

Ikhwani fiddin a’azzaniyallahu waiyyakum,


Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-
benarnya ketakwaan. Dengan begitu, kita akan
semakin mampu berpegang teguh dengan agama-
Nya. Sehingga kita akan mendapatkan
kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah ....

Islam diturunkan oleh Allah SWT melalui


Rasulullah SAW membawa misi utama yakni
mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah
SWT. Inilah kemerdekaan sejati. Sehingga dalam
pandangan Islam, kemerdekaan ini terwujud
ketika manusia terbebas dari segala bentuk
penghambaan dan perbudakan oleh sesama
manusia. Dengan kata lain Islam menghendaki
agar manusia benar-benar merdeka dari segala
bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan,
kezaliman, perbudakan dan penghambaan oleh
manusia lainnya.

Rasulullah SAW pernah menulis surat kepada


penduduk Najran. Di antara isinya berbunyi:
«... ‫أَما َبعْ ُد َفإَني أَ ْدعُو ُك ْم إ َلى‬
‫َّللا َمنْ َع َبا َد َة ْال َع َبا َد َوأَ ْدعُو ُك ْم‬
َ ‫َع َبا َد َة‬
‫َّللا َمنْ َوالَ َي َة ْال َع َبا َد‬
َ ‫ إلَى َوالَ َي َة‬...»
...Amma ba’du. Aku menyeru kalian untuk
menghambakan diri kepada Allah dan
meninggalkan penghambaan kepada sesama
hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar
berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan
diri dari penguasaan oleh sesama hamba
(manusia)… (Al-Hafizh Ibnu Katsir, Al-Bidâyah wa
an-Nihâyah, v/553).

Jamaah sidang jumah rahimakumullah

Misi Islam mewujudkan kemerdekaan sejati bagi


seluruh umat manusia itu juga terungkap kuat
dalam dialog Jenderal Rustum dari Persia dengan
Mughirah bin Syu’bah yang diutus oleh Panglima
Saad bin Abi Waqash ra. Pernyataan misi itu
diulang lagi dalam dialog Jenderal Rustum
dengan Rab’i bin ‘Amir, utusan Panglima Saad bin
Abi Waqash ra. Ia diutus setelah Mughirah bin
Syu’bah pada Perang Qadisiyah untuk
membebaskan Persia.

Jenderal Rustum bertanya kepada Rab’i bin


‘Amir, “Apa yang kalian bawa?” Rab’i bin
menjawab, “Allah telah mengutus kami. Demi
Allah, Allah telah mendatangkan kami agar kami
mengeluarkan siapa saja yang mau dari
penghambaan kepada sesama hamba (manusia)
menuju penghambaan hanya kepada Allah; dari
kesempitan dunia menuju kelapangannya; dan
dari kezaliman agama-agama (selain Islam)
menuju keadilan Islam…” (Ath-Thabari, Târîkh al-
Umam wa al-Mulûk, II/401).

Jamaah sidang jumah rahimakumullah

Allah SWT berfirman:

‫ار ُه ْم َورُهْ َبا َن ُه ْم أَرْ َبا ًبا‬


َ ‫َا َّت َخ ُذوا أَحْ َب‬
َّ ‫ون‬
َ‫َّللا‬ َ ‫مِّن ُد‬
Mereka (Bani Israil) menjadikan para pendeta dan
para rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain
Allah… (TQS at-Taubah [9]: 31).
Ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah SAW,
Adi bin Hatim mengatakan bahwa Bani Israil
(Yahudi dan Nasrani) tidak menyembah para
pendeta dan para rahib mereka. Saat itulah Rasul
SAW bersabda, “Akan tetapi, jika para rahib dan
pendeta mereka menghalalkan sesuatu untuk
mereka maka mereka pun menghalalkannya, dan
jika para rahib dan pendeta mereka
mengharamkan sesuatu atas mereka maka mereka
pun mengharamkannya (Itulah wujud
penyembahan mereka kepada para rahib dan
pendeta mereka, red.) (HR at-Tirmidzi).

Walhasil, Islam datang untuk membebaskan


manusia dari segala bentuk penghambaan kepada
sesama manusia sekaligus mewujudkan
penghambaan hanya kepada Allah SWT. Islam
datang untuk membebaskan manusia dari
kesempitan dunia akibat penerapan aturan buatan
manusia menuju kelapangan dunia (rahmatan lil
alamin). Islam juga datang untuk membebaskan
manusia dari kezaliman agama-agama dan sistem-
sistem selain Islam menuju keadilan Islam.
Jamaah sidang jumah rahimakumullah

Semua itu akan menjadi nyata jika umat manusia


mengembalikan hak penetapan aturan hukum
hanya kepada Allah SWT dan Rasul SAW.
Caranya pun tak sulit. Cukup dengan
memberlakukan syariah Islam secara kâffah dalam
seluruh aspek kehidupan. Tanpa itu, kemerdekaan
hakiki, kelapangan dunia dan keadilan Islam tak
akan pernah terwujud.

Ingat, selama aturan, hukum dan sistem buatan


manusia yang bersumber dari akal dan hawa
nafsu terus diterapkan dan dipertahankan, maka
selama itu pula akan terus terjadi penjajahan,
kesempitan dunia dan kezaliman.

Allah SWT telah memperingatkan hal itu:

‫ض َعن َذ ْك َري َفإَنَّ لَ ُه‬ َ ‫﴿و َمنْ أَعْ َر‬َ


‫ش ُرهُ َي ْو َم ْالقَ َيا َم َة‬ َ ‫َم َعي َش ًة‬
ُ ْ‫ضن ًكا َو َنح‬
﴾‫أَعْ َمى‬
Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku
maka sungguh bagi dia kehidupan yang sempit
dan Kami akan mengumpulkan dirinya pada Hari
Kiamat dalam keadaan buta (TQS Thaha [20]:
124).

Karena itulah Allah SWT memerintahkan kita


semua untuk menerapkan syariah Islam dalam
seluruh aspek kehidupan. Penerapan hukum
syariah Islam itu menjadi bukti kebenaran dan
kesempurnaan klaim keimanan dan penghambaan
mereka kepada Allah SWT. Pada saat yang sama,
Allah SWT mewajibkan penguasa untuk
memerintah dengan menggunakan hukum-hukum
syariah. Bahkan Allah SWT mensifati penguasa
yang tidak memerintah dengan menggunakan
hukum-hukum syariah sebagai kafir (QS al-
Maidah [5]: 44), fasik (QS al-Maidah [5]: 47)
atau zalim (QS al-Maidah [5]: 45).

Jamaah sidang jumah rahimakumullah

Kemerdekaan sejati hanya akan terwujud dalam


sistem Islam, yang dipimpin oleh seorang yang
amanah, yang mendasarkan kepemimpinannya
hanya kepada Islam. Hanya dengan itu tujuan
kemerdekaan bisa terwujud yakni kehidupan yang
adil, makmur, sejahtera, aman dan tenteram.
Tentu semua itu dalam naungan ridha Allah SWT.
Islam sebagai agama dan sistem yang berasal dari
Allah Yang Mahabijak telah didesain akan
mengantarkan ke kehidupan “terang-benderang”
untuk umat manusia. Sebab Allah SWT telah
menyatakan bahwa Islam diturunkan agar dengan
itu Rasul saw. mengeluarkan umat manusia dari
kegelapan menuju cahaya. Allah SWT berfirman:

‫ك لَ ُت ْخ َر َج‬ َ َ‫اب أ‬
َ ‫نز ْل َناهُ إَلَ ْي‬ ٌ ‫ َك َت‬.‫﴿الر‬
‫ور َبإَ ْذ َن‬ َ ‫ت إَلَى ال ُّن‬
ُّ ‫اس َم َن‬
َ ‫الظل ُ َما‬ َ ‫ال َّن‬
﴾‫يز ْال َح َمي َد‬ َ ‫اط ْال َع َز‬ َ ‫ص َر‬ َ ‫َرب َِّه ْم إَلَى‬
Alif, laam raa. (Inilah) Kitab yang Kami turunkan
kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia
dari gelap gulita menuju cahaya terang-benderang
dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan
Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji (TQS
Ibrahim [14]: 1).

Harus dicatat, mewujudkan kehidupan dan masa


depan yang “terang-benderang” sekeligus
memerdekakan manusia dari segala bentuk
penjajahan kuncinya adalah dengan menerapkan
Islam dan syariahnya secara kaffah; secara
totalitas dan menyeluruh. Itulah tanggung jawab
dan kewajiban kita sebagai hamba Allah dan
tanggung jawab kita kepada umat manusia.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufik


dan hidayahnya sehingga kita bisa mewujudkan
kemerdekaan yang sejati ini. Aamiin

[]

َ ْ‫ك َّللا لَي َولَ ُك ْم فَى ْالقُر‬


‫آن‬ َ ‫ار‬ َ ‫َب‬
‫ َو َن َف َع َني َوإَيَّا ُك ْم َب َمافَ ْي َه َمن‬،‫ْال َع َظي َْم‬
‫اآل َي َة َو َذ ْك َر ْال َح َكي َْم َو َت َق َّب َل َّللا ُ َم َّنا‬
‫َو َم ْن ُك ْم َتالَ َو َت ُه َوإَ َّن ُه ه َُو ال َّس َم ْي ُع‬
َ ‫ َوأَقُ ْو ُل َق ْولَي َه َذا َفأسْ َت ْغفَ ُر‬،‫ال َعلَ ْي ُم‬
‫َّللا‬
‫ال َع َظ ْي َم إَ َّن ُه ه َُو ال َغفُ ْو ُر الرَّ َحيْم‬
‫‪Khutbah II‬‬

‫لى إَحْ َسا َن َه َوال ُّش ْك ُر لَ ُه‬ ‫ّلِل َع َ‬‫اَ ْل َحمْ ُد َ‬


‫لى َت ْوفَ ْيقَ َه َو َامْ َت َنا َن َه‪َ .‬وأَ ْش َه ُد أَنْ الَ‬
‫َع َ‬
‫ك لَ ُه‬ ‫َالَ َه إَالَّ َّللا ُ َوَّللا ُ َوحْ َدهُ الَ َش َر ْي َ‬
‫َوأَ ْش َه ُد أنَّ َس ِّي َد َنا م َُح َّم ًدا َع ْب ُدهُ‬
‫إلى َرضْ َوا َن َه‪ .‬الل ُه َّم‬ ‫اعى َ‬ ‫َو َرس ُْول ُ ُه ال َّد َ‬
‫ص ِّل َعلَى َس ِّي َد َنا م َُح َّم ٍد َو َعلَى اَلَ َه‬ ‫َ‬
‫َوأَصْ َح َاب َه َو َسلِّ ْم َتسْ لَ ْي ًما َكثي ًْرا‬

‫أَمَّا َبعْ ُد َفيا َ اَ ُّي َها ال َّناسُ َا َّتقُ َ‬


‫واَّللا فَ ْي َما‬
‫أَ َم َر َوا ْن َته ُْوا َعمَّا َن َهى َواعْ لَم ُْوا أَنَّ‬
‫َّللا أَ َم َر ُك ْم َبأَمْ ٍر َبدَأَ فَ ْي َه َب َن ْف َس َه َو َثـ َنى‬
‫َ‬
‫َب َمآل َئ َك َت َه ْال ُم َسب َِّح َة َبقُ ْد َس َه َو َقا َل‬
‫صلُّ ْو َن َع َ‬
‫لى‬ ‫َّللا َو َمآل َئ َك َت ُه ُي َ‬‫َتعاَلَى إَنَّ َ‬
‫صلُّ ْوا َعلَ ْي َه‬
‫ال َّن َبى يآ اَ ُّي َها الَّ َذي َْن آ َم ُن ْوا َ‬
‫َو َسلِّم ُْوا َتسْ لَ ْي ًما‪ .‬الل ُه َّم َ‬
‫ص ِّل َعلَى‬
‫صلَّى َّللا ُ َعلَ ْي َه َو َسلِّ ْم‬
‫َس ِّي َد َنا م َُح َّم ٍد َ‬
‫آل َس ِّي َدنا َ م َُح َّم ٍد َو َعلَى اَ ْن َبيآ َئ َ‬
‫ك‬ ‫َو َعلَى َ‬
‫ض‬‫ك َو َمآل َئ َك َة ْال ُم َقرَّ َبي َْن َوارْ َ‬ ‫َو ُر ُسلَ َ‬
‫اش َدي َْن أَ َبى َب ْك ٍر‬
‫الل ُه َّم َع َن ْال ُخ َل َفا َء الرَّ َ‬
‫َو ُع َمر َوع ُْث َمان َو َعلي َو َعنْ َبقَ َّي َة‬
‫الص ََّحا َب َة َوال َّت َاب َعي َْن َو َت َاب َعي ال َّت َاب َعي َْن‬
‫ْن َوارْ َ‬
‫ض‬ ‫ان َا َلى َي ْو َم ال ِّدي َ‬ ‫لَ ُه ْم َب َاحْ َس ٍ‬
‫ك َيا أَرْ َح َم‬ ‫َع َّنا َم َع ُه ْم َب َرحْ َم َت َ‬
‫الرَّ ا َح َمي َْن‬
‫اغفَرْ لَ ْلم ُْؤ َم َني َْن َو ْالم ُْؤ َم َنا َ‬
‫ت‬ ‫اَلل ُه َّم ْ‬
‫ت اَالَحْ يآء َم ْن ُه ْم‬ ‫َو ْالمُسْ لَ َمي َْن َو ْالمُسْ لَ َما َ‬
‫ت الل ُه َّم أَ َع َّز ْاإلَسْ الَ َم‬
‫َو ْاالَمْ َوا َ‬
‫َو ْالمُسْ لَ َمي َْن َوأَ َذ َّل ال ِّشرْ َ‬
‫ك َو ْال ُم ْش َر َكي َْن‬
‫ك ْالم َُوحِّ َد َّي َة َوا ْنصُرْ‬
‫َوا ْنصُرْ َع َبا َد َ‬
‫اخ ُذ ْل َمنْ َخ َذ َل‬ ‫ص َر ال ِّدي َْن َو ْ‬‫َمنْ َن َ‬
‫ْن َواعْ َل‬ ‫ْالمُسْ لَ َمي َْن َو َدمِّرْ أَعْ دَا َء ال ِّدي َ‬
‫ْن‪ .‬الل ُه َّم ْاد َفعْ‬ ‫ك إَ َلى َي ْو َم ال ِّدي َ‬
‫َكلَ َما َت َ‬
‫َع َّنا ْال َبالَ َء َو ْا َلو َبا َء َو َّ‬
‫الزالَ َز َل‬
‫َو ْال َم َح َن َوس ُْو َء ْالفَ ْت َن َة َو ْال َم َح َن َما‬
‫َظ َه َر َم ْن َها َو َما َب َط َن َعنْ َبلَ َد َنا‬
‫َا ْن ُدو َني َْسيَّا خآص ًَّة َو َسا َئ َر ْالب ُْلد َ‬
‫َان‬
‫ْالمُسْ لَ َمي َْن عآم ًَّة َيا َربَّ ْال َعا َل َمي َْن‪.‬‬
‫َر َّب َنا آ َتنا َ َفى ال ُّد ْن َيا َح َس َن ًة َو َفى‬
‫ْاآل َخ َر َة َح َس َن ًة َوقَ َنا َع َذ َ‬
‫اب ال َّن َ‬
‫ار‪.‬‬
‫َر َّب َنا َظلَمْ َنا اَ ْنفُ َس َنا َواإنْ لَ ْم َت ْغ َفرْ لَ َنا‬
‫اس َري َْن‪.‬‬ ‫لخ َ‬‫َو َترْ َحمْ َنا لَ َن ُك ْو َننَّ َم َن ْا َ‬
‫لع ْد َل‬‫َّللا َيأْ ُم ُر َنا َباْ َ‬
‫َّللا ! إَنَّ َ‬
‫َع َبا َد َ‬
‫بى َو َي ْن َهى‬‫ان َوإَيْتآ َء َذي ْالقُرْ َ‬ ‫َو ْاإلَحْ َس َ‬
‫ظ ُك ْم‬ ‫َع َن ْال َفحْ شآ َء َو ْال ُم ْن َكر َو ْال َب ْغي َي َع ُ‬
‫َ‬
‫لَ َعلَّ ُك ْم َت َذ َّكر ُْو َن َو ْاذ ُكرُوا َ‬
‫َّللا ْال َع َظ ْي َم‬
‫لى َن َع َم َه َي َز ْد ُك ْم‬ ‫َي ْذ ُكرْ ُك ْم َوا ْش ُكر ُْوهُ َع َ‬
‫َّللا أَ ْك َبرْ‬
‫َولَ َذ ْك ُر َ‬