Anda di halaman 1dari 30

90

Hubungan antara Budaya Organisasi, Kecerdasan Emosional, dan Kepuasan Kerja


dengan Kinerja Dosen

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian

Dilakukannya penelitian ini mempunyai tujuan umum dan tujuan khusus.

Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan

hubungan budaya organisasi, kecerdasan emosional, dan kepuasan kerja terhadap

kinerja dosen. Sedangkan tujuan khusus penelitian iniadalah untuk menganalisis hal-

hal sebagai berikut :

1. Hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja dosen.

2. Hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja dosen.

3. Hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja dosen.

4. Hubungan antara budaya organisasi dan kecerdasan emosional secara

bersama-sama dengan kinerja dosen.

5. Hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja secara bersama-sama

dengan kinerja dosen.

6. Hubungan antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja secara bersama-

sama dengan kinerja dosen.

7. Hubungan antara budaya organisasi, kecerdasan emosional dan kepuasan

kerja secara bersama-sama dengan kinerja dosen.

B. Tempat dan Waktu Penelitian.

1 . Tempat Penelitian,
91

Penelitian ini dilakukan terhadap Dosen pada Sekolah Tinggi Theologia yang

berada di Bekasi dan Bogor.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama 9 (sembilan) bulan, yang terbagi dalam dua

bagian yaitu untuk kegiatan pengurusan ijin, ujicoba instrumen, kalibrasi, dan

penyempurnaan instrumen selama 3 (tiga) bulan. Sedangkan untuk 6 (enam) bulan

selanjutnya dipergunakan untuk pengambilan data, analisis data, dan penulisan hasil

penelitian.

C. Desain Penelitian Explanatori

1.Tahap Penelitian Kuantitatif

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey kausal dengan

teknik korelasi. Data empiris yang akan dikumpulkan adalah mengenai Budaya

Organisasi.(X1), Kecerdasan Emosional (X2), Kepuasan Kerja (X3), dan Kinerja

Dosen (Y)

2. Konstelasi Penelitian Kuantitaf.

Konstelasi penelitian menggambarkan hubungan antara Budaya Organisasi,

Kecerdasan Emosional, Kepuasan kerja dengan Kinerja Dosen dapat digambarkan

sebagai berikut:
92

Gambar 9. : Model Konstelasi Penelitian

Model tersebut memberikan gambaran bahwa terdapat 7 (tujuh) kontelasi

penelitian yang mempunyai hubungan positif, yang ditunjukkan dengan satu anak

panah searah.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi menurut Arikunto adalah keseluruhan subjek penelitian, Populasi

yang ada pada Sekolah Tinggi Theologia di Bekasi dan Bogor adalah 115 dosen,

selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2. Populasi Penelitian


93

No. Nama STT Populasi


1 STT KADESI Bogor 30

2 STT Paulus Gandoang, Bogor 25

3 STT Bethesda, Bekasi 30

4 STT Victory Legenda Wisata 30


Jumlah 115

1. Teknik Pengambilan Sampel

Sampel merupakan bagian dari suatu populasi keseluruhan yang dipilih secara

cermat agar mewakili populasi itu. Menurut Arikunto (2002), sampel adalah sebagian

atau wakil populasi yang diteliti untuk mendapatkan sampel yang reprensif. 73

Teknik pengambilan sampel sangat penting peranannya dalam penelitian. Agar

sampel yang diambil dapat benar-benar mewakili populasi yang hendak diselidiki,

maka jumlah pengambilan sampel harus representatif (mewakili populasi).

Dalam menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini, menggunakan rumus

Slovin:

Dimana :
n: number of sample (jumlah sampel),
N: Total population (jumlah seluruhanggota populasi )
e: error tolerance (toleransi kesalahan) dalam Penelitian ini ditetapkan
taraf signifikansi sebesar 5 % atau 0,05.

Berdasarkan formulasi tersebut diatas, dengan total populasi dosen sebanyak

73
Arikunto Suharsimi, op.cit, p.109
94

115 orang, dan tingkat error tolerance sebesar 0.05 maka sampel dihasilkan sebanyak

89 orang, dengan rincian sebagai mberikut:

Tabel .3 Populasi dan sampel Dosen

No. Nama STT Populasi Sampel


1 STT KADESI Bogor 30 24
2 STT Paulus Gandoang, Bogor 22 17
3 STT Bethesda, Bekasi 31 24
4 STT Victory Legenda Wisata 24 19
Jumlah 107 84

Untuk keperluan uji coba instrument diambil dari sisa sampel penelitian

sejumlah 26 dosen

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Pengukuran data yang

ada dalam kuesioner dengan menggunakan skala penilaian (rating scale) terdapat 5

skala penilaian. Yang dirancang dan dikembangkan melalui analisis teoretik untuk

menentukan validitas konstruk (construct valadity) yaitu didasarkan pada teori-teori

yang melandasi dan selanjutnya disintesiskan berupa indikator dari variabel Budaya

Organisasi, Kecerdasan emosional, Kepuasan Kerja dan variabel Kinerja Dosen,

sedangkan bagaimana definisi konseptual, operasional, kisi-kisi instrumen penelitian

dan kalibrasi instrumen masing-masing variabel penelitian dapat dijelaskan sebagai

berikut.
95

1. Variabel Kinerja Dosen (Y)

a. Definisi Konseptual Kinerja .

Secara konseptual kinerja dosen adalah unjuk kerja individu yang

memberikan kontribusi, baik kualitatif maupun kuantitatif, untuk pencapaian tujuan

organisasi.

b. Definisi Operasional Kinerja Dosen

Secara operasional dapat dikemukakan bahwa kinerja dosen adalah penilaian

ketua STT terhadap unjuk kerja dosen yang memberikan kontribusi, baik kualitatif

maupun kuantitatif, untuk pencapaian tujuan organisasi, yang diukur dengan

instrumen penelitian dengan indikator pengukurannya adalah: 1) Perencanaan

pembelajaran 2) Arah dan tujuan, 3).Ketepatan waktu, 4).Kerja sama, 5).Kuatitas

pekerjaan dan 6).Kualitas pekerjaan.

c. Kisi-Kisi Instrumen Kinerja Dosen

Kisi-kisi instrumen untuk mengukur Kinerja Dosen yang ditunjukkan pada

bagian ini adalah kisi-kisi konsep instrumen yang akan diuji-cobakan, seperti yang

dapat dilihat padatabel dibawah:

Tabel 4. Kisi-Kisi Instrumen Kinerja Dosen.


96

Setiap butir soal menggunakan Skala Rating, skor atas jawaban pernyataan

positif dengan penilaian 1-5. Setiap butir diberikan nilai 5 untuk jawaban Selalu (SL),

nilai 4 untuk jawaban Sering (SR), nilai 3 untuk jawaban Jarang (JR), nilai 2 untuk

jawaban Pernah (PR), dan nilai 1 untuk jawaban Tidak Pernah (TPR). Sedangkan

pernyataan yang bersifat negatif dengan nilai masing-masing adalah diberikan nilai 1

untuk jawaban Selalu (SL), nilai 2 untuk jawaban Sering (SR), nilai 3 untuk jawaban

Kadang-kadang (KD), nilai 4 untuk jawaban Pernah (PR), dan nilai 5 untuk jawaban

Tidak Pernah (TPR).

d. Kalibrasi Instrumen..

1) Uji Validitas Butir

Uji validitas untuk variabel Kinerja Dosen (Y), dilakukan untuk mengetahui

sejauh mana butir soal yang telah disusun mampu memenuhi kebutuhan yang

diharapkan, jika dalam pengujian ada butir soal yang tidak valid, maka butir soal

tersebut digugurkan (drop)

Arikunto menyatakan bahwa uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui

gambaran tentang adalah ketepatan alat ukur yang digunakan dan kemampuan ala

ukur mengukur apa yang akan diukur. 74 Skor atas jawaban dari masing-masing

instrumen disajikan menurut skala interval sehingga pengujian validitas instrumen

penelitian diuji melalui rumus Product Moment, sebagai berikut :

n XY   X  Y
rxy 
 n X 2

   X  n Y 2    Y 
2 2

Keterangan :
74
Arikunto Suharsimi, op.cit., p166
97

rxy : Koefisien korelasi product moment


X : Jumlah skor dalam sebaran X
Y : Jumlah skor dalam sebaran Y
X 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X
Y 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y
n : Banyaknya responden

Nilai rxy yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan nilai r tabel

dengan taraf nyata 5 %, jika nilai dari r xy > r tabel maka soal tersebut adalah valid,

dalam penelitian ini instrumen Kinerja Dosen sebelum uji coba terdiri dan 40 butir

soal, setelah diuji coba dan dianalisis terdapat 8 butir soal yang drop dan tersisa

sebanyak 32 butir soal yang valid, sehingga instrumen yang digunakan dalam

penelitian ini sebanyak 32 butir soal.75

2) Uji Reliabilitas (Keterhandalan)

Untuk pengujian reliabilitas angket variable kinerja dosen digunakan

reliabilitas internal consistency dengan rumus koefisien alpha seperti yang

dikemukakan oleh Surapranata yaitu :

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen secara keseluruhan
k = jumlah butir angket
Si 2 = jumlah varians dari skor tiap butir angket
St 2 = varian dari skor total

Kriteria penentuan reabilitas instrumen penelitian adalah jika koefesien

reliabilitas > 0,70%, dalam analisis ujicoba instrumen penelitian, reliabilitas

instrumen Kinerja Dosen didapat nilai α = 0,925 76, jadi relatif tinggi.
75
Lampiran 1 : Analisis Validitas Butir Soal Kinerja Dosen, p.227
76
.Lampiran 1, op,cit., p. 227
98

2. Variabel Budaya Organisasi (X1)

a. Definisi Konseptual Budaya organisasi.

Secara konseptual dapat dikemukakan bahwa Budaya Organisasi adalah;

Sistem makna bersama yang dianut para anggota organisasi yang membedakan

organisasi tersebut dengan organisasi lainnya.

b. Definisi Operasional Budaya organisasi.

Secara operasional dapat dikemukakan bahwa Budaya Organisasi adalah;

Sistem makna bersama yang dianut para dosen yang membedakan organisasi tersebut

dengan organisasi lainnya, yang diukur dengan instrumen penelitian dengan indikator

pengukurannya adalah: 1) inovasi dan pengambilan resiko ; (2) perhatian kerincian;

(3) orientasi hasil; (4) orientasi orang; (5) orientasi tim; (6) keagresifan; dan

(7).kemantapan.

c. Kisi-Kisi Instrumen Budaya organisasi

Kisi-kisi instrumen untuk mengukur Budaya organisasi yang ditunjukkan

pada bagian ini adalah kisi-kisi konsep instrumenyang akan diuji-cobakan, seperti

yang dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 5. Kisi-Kisi Instrumen Budaya organisasi.


99

Setiap butir soal menggunakan Skala Likert, skor atas jawaban pernyataan

positif dengan penilaian 1-5. Setiap butir diberikan nilai 5 untuk jawaban Sangat

Setuju (SS), nilai 4 untuk jawaban Setuju (S), nilai 3 untuk jawaban Ragu-ragu (RR),

nilai 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS), dan nilai 1 untuk jawaban Sangat Tidak

Setuju (STS). Sedangkan pernyataan yang bersifat negatif dengan nilai masing-

masing adalah diberikan nilai 1 untuk jawaban Sangat Setuju (SS), nilai 2 untuk

jawaban Setuju (S), nilai 3 untuk jawaban Ragu-ragu (RR), nilai 4 untukjawaban

Tidak Setuju (ST), dan nilai 5 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS).

d. Kalibrasi Instrumen.

1) Uji Validitas Butir

Uji validitas untuk variabel Budaya Organisasi (X1), dilakukan untuk

mengetahui sejauh mana butir soal yang telah disusun mampu memenuhi kebutuhan

yang diharapkan, jika dalam pengujian ada butir soal yang tidak valid, maka butir

soal tersebut digugurkan (drop)

Arikunto menyatakan bahwa uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui

gambaran tentang adalah ketepatan alat ukur yang digunakan dan kemampuan ala
100

ukur mengukur apa yang akan diukur. 77 Skor atas jawaban dari masing-masing

instrumen disajikan menurut skala interval sehingga pengujian validitas instrumen

penelitian diuji melalui rumus Product Moment, sebagai berikut :

n XY   X  Y
rxy 
 n X 2

   X  n Y 2    Y 
2 2

Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi product moment
X : Jumlah skor dalam sebaran X
Y : Jumlah skor dalam sebaran Y
 X 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X
 Y 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y
n : Banyaknya responden

Nilai rxy yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan nilai rtabel dengan

taraf nyata 5 %, jika nilai dari rxy > rtabel maka soal tersebut adalah valid, dalam

penelitian ini instrumen Budaya Organisasi sebelum uji coba terdiri dan 40 butir soal,

setelah diuji coba dan dianalisis terdapat 7 butir soal yang drop dan tersisa sebanyak

33 butir soal yang valid, sehingga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini

sebanyak 33 butir soal.78

3) Uji Reliabilitas (Keterhandalan) .

Untuk pengujian reliabilitas angket variable budaya organisasi

digunakan reliabilitas internal consistency dengan rumus koefisien alpha seperti yang

dikemukakan oleh Surapranata yaitu :

77
Arikunto Suharsimi, OpCit, p166
78
Lampiran 2 : Analisis Validitas Butir Soal Budaya Organisasi, p.244
101

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen secara keseluruhan
k = jumlah butir angket
2
Si = jumlah varians dari skor tiap butir angket
St 2 = varian dari skor total

Kriteria penentuan reabilitas instrumen penelitian adalah jika koefesien

reliabilitas > 0,70%, dalam analisis ujicoba instrumen penelitian, reliabilitas

instrumen Kinerja Dosen didapat nilai α = 0,922 79, jadi relatif tinggi.

3. Variabel Kecerdasan Emosional (X2)

a. Definisi Konseptual Kecerdasan Emosional.

Secara konseptual dapat dikemukakan bahwa dapat disimpulkan bahwa

Kecerdasan Emosional adalah karakteristik kepribadian individu yang terwujud

dalam mengenal, menggunakan dan mengelola emosi tentang dirinya dan orang lain

secara efektif dalam menjalin hubungan sosial yang produktif untuk mencapai

keberhasilan tujuan organisasi.

b. Definisi Operasional Kecerdasan Emosional.

Secara operasional dapat dikemukakan bahwa Kecerdasan Emosional dosen

adalah karakteristik kepribadian dosen yang terwujud dalam mengenal, menggunakan

dan mengelola emosi tentang dirinya dan orang lain secara efektif dalam menjalin

hubungan sosial yang produktif untuk mencapai keberhasilan tujuan organisasi, yang

diukur dengan instrumen penelitian dengan indikator pengukurannya adalah:

1).Kesadaran atas diri sendiri, 2) Mengelola emosi diri, 3) Memotivasi diri,

4).Empati, 5) Mengenali kesadaran orang lain.

79
Lampiran 2., op,cit., p. 244
102

c. Kisi-Kisi Instrumen Kecerdasan Emosional

Kisi-kisi instrumen untuk mengukur Kecerdasan Emosional yang ditunjukkan

pada bagian ini adalah kisi-kisi konsep instrumen yang akan diuji-cobakan, seperti

yang dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 6. Kisi-Kisi Instrumen Kecerdasan Emosional (X2).

Setiap butir soal menggunakan Skala Likert, skor atas jawaban pernyataan

positif dengan penilaian 1-5. Setiap butir diberikan nilai 5 untuk jawaban Sangat

Setuju (SS), nilai 4 untuk jawaban Setuju (S), nilai 3 untuk jawaban Ragu-ragu (RR),

nilai 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS), dan nilai 1 untuk jawaban Sangat Tidak

Setuju (STS). Sedangkan pernyataan yang bersifat negatif dengan nilai masing-

masing adalah: diberikan nilai 1 untuk jawaban Sangat Setuju (SS), nilai 2 untuk

jawaban Setuju (S), nilai 3 untuk jawaban Ragu-ragu (RR), nilai 4 untuk jawaban

Tidak Setuju (ST), dan nilai 5 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS).

d. Kalibrasi Instrumen.
103

1) Uji Validitas Butir.

Uji validitas untuk variabel Kecerdasan Emosional (X2), dilakukan untuk

mengetahui sejauh mana butir soal yang telah disusun mampu memenuhi kebutuhan

yang diharapkan, jika dalam pengujian ada butir soal yang tidak valid, maka butir

soal tersebut digugurkan (drop).

Arikunto menyatakan bahwa uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui

gambaran tentang adalah ketepatan alat ukur yang digunakan dan kemampuan ala

ukur mengukur apa yang akan diukur. 80 Skor atas jawaban dari masing-masing

instrumen disajikan menurut skala interval sehingga pengujian validitas instrumen

penelitian diuji melalui rumus Product Moment, sebagai berikut :

n XY   X  Y
rxy 
 n X 2

   X  n Y 2    Y 
2 2

Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi product moment
 X : Jumlah skor dalam sebaran X
 Y : Jumlah skor dalam sebaran Y
X 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X
Y 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y
n : Banyaknya responden

Nilai rxy yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan nilai rtabel dengan

taraf nyata 5 %, jika nilai dari rxy > rtabel maka soal tersebut adalah valid, dalam

penelitian ini instrumen Kecerdasan Emosional sebelum uji coba terdiri dan 40 butir

soal, setelah diuji coba dan dianalisis terdapat 9 butir soal yang drop dan tersisa

sebanyak 31 butir soal yang valid, sehingga instrumen yang digunakan dalam
80
Arikunto Suharsimi, op.cit, p166
104

penelitian ini sebanyak 31 butir soal.81

4) Uji Reliabilitas (Keterhandalan)

Untuk pengujian reliabilitas angket variable kecerdasan emosional digunakan

reliabilitas internal consistency dengan rumus koefisien alpha seperti yang

dikemukakan oleh Surapranata yaitu :

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen secara keseluruhan
k = jumlah butir angket
2
Si = jumlah varians dari skor tiap butir angket
St 2 = varian dari skor total

Kriteria penentuan reabilitas instrumen penelitian adalah jika koefesien

reliabilitas > 0,70%, dalam analisis ujicoba instrumen penelitian, reliabilitas

instrumen Kinerja Dosen didapat nilai α = 0,925 82, jadi relatif tinggi.

4. Variabel Kepuasan Kerja (X3)

a. Definisi Konseptual Kepuasan Kerja.

Secara konseptual dapat dikemukakan bahwa kepuasan kerja adalah ungkapan

sikap individu terhadap pekerjaan yang mencerminkan pengalaman yang

menyenangkan dan tidak menyenangkan berdasarkan kesesuaian antara harapan

dengan kenyataan yang didapatkan dari pekerjaaannya.

b. Definisi Operasional Kepuasan Kerja.

Secara operasional dapat dikemukakan bahwa kepuasan kerja dosen adalah

ungkapan sikap dosen terhadap pekerjaan yang mencerminkan pengalaman yang


81
Lampiran 3 : Analisis Validitas Butir Soal Kecerdasan Emosional, p.260
82
Ibid., p. 260
105

menyenangkan dan tidak menyenangkan berdasarkan kesesuaian antara harapan

dengan kenyataan yang didapatkan dari pekerjaaannya yang diukur dengan

instrumen penelitian dengan indikator pengukurannya adalah : 1) Pekerjaan,

2).Pengawasan, 3) Rekan kerja, 4) Promosi, dan 5) Upah.

c. Kisi-Kisi Instrumen Kepuasan Kerja

Kisi-kisi instrumen untuk mengukur Kepuasan Kerja yang ditunjukkan pada

bagian ini adalah kisi-kisi konsep instrumen yang akan diuji-cobakan, seperti yang

dapat dilihat pada tabel di bawah:

Tabel 7. Kisi-Kisi Instrumen Kepuasan Kerja.

Setiap butir soal menggunakan Skala Likert, skor atas jawaban pernyataan

positif dengan penilaian 1-5. Setiap butir diberikan nilai 5 untuk jawaban Sangat

Setuju (SS), nilai 4 untuk jawaban Setuju (S), nilai 3 untuk jawaban Ragu-ragu (RR),

nilai 2 untuk jawaban Tidak Setuju (TS), dan nilai 1 untuk jawaban Sangat Tidak

Setuju (STS). Sedangkan pernyataan yang bersifat negatif dengan nilai masing-

masing adalah diberikan nilai 1 untuk jawaban Sangat Setuju (SS), nilai 2 untuk

jawaban Setuju (S), nilai 3 untuk jawaban Ragu-ragu (RR), nilai 4 untuk jawaban

Tidak Setuju (ST), dan nilai 5 untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS).

d. Kalibrasi Instrumen
106

1) Uji Validitas Butir

Uji validitas untuk variabel Kepuasan Kerja (X3), dilakukan untuk

mengetahui sejauh mana butir soal yang

telah disusun mampu memenuhi kebutuhan yang diharapkan, jika dalam

pengujian ada butir soal yang tidak valid, maka butir soal tersebut digugurkan (drop)

Arikunto menyatakan bahwa uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui

gambaran tentang adalah ketepatan alat ukur yang digunakan dan kemampuan ala

ukur mengukur apa yang akan diukur. 83 Skor atas jawaban dari masing-masing

instrumen disajikan menurut skala interval sehingga pengujian validitas instrumen

penelitian diuji melalui rumus Product Moment, sebagai berikut :

n XY   X  Y
rxy 
 n X 2

   X  n Y 2    Y 
2 2

Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi product moment
 X : Jumlah skor dalam sebaran X
 Y : Jumlah skor dalam sebaran Y
X 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X
Y 2
: Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y
n : Banyaknya responden

Nilai rxy yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan nilai rtabel dengan

taraf nyata 5 %, jika nilai dari rxy > rtabel maka soal tersebut adalah valid, dalam

penelitian ini instrumen Kepuasan Kerja sebelum uji coba terdiri dan 40 butir soal,

setelah diuji coba dan dianalisis terdapat 8 butir soal yang drop dan tersisa sebanyak

32 butir soal yang valid, sehingga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
83
Arikunto Suharsimi, op. cit, p166
107

sebanyak 32 butir soal.84

5) Uji Reliabilitas (Keterhandalan)

Untuk pengujian reliabilitas angket variable kepuasan kerja digunakan

reliabilitas internal consistency dengan rumus koefisien alpha seperti yang

dikemukakan oleh Surapranata yaitu :

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen secara keseluruhan
k = jumlah butir angket
2
Si = jumlah varians dari skor tiap butir angket
St 2 = varian dari skor total

Kriteria penentuan reabilitas instrumen penelitian adalah jika koefesien

reliabilitas > 0,70%. dalam analisis ujicoba instrumen penelitian, reliabilitas

instrumen Kinerja Dosen didapat nilai α = 0,940 85, jadi relatif tinggi.

F. Teknik Analisis Data.

Prosedur analisis data dalam penelitian ini diawali dengan urutan langkah

sebagai berikut:

1. Deskripsi Data Penelitian

a.Deskripsi Statistik Data Variabel Penelitian

b. Distribusi Frekuensi data Variabel Penelitian

c.Histogram Data Variabel Penelitian

2. Pengujian Persyaratan Analisis Data Statistik

Penerapan analisis metode survey kausal dengan teknik korelasi mensyaratkan

84
Lampiran 4 : Analisis Validitas Butir Soal Kepuasan Kerja, p.275
85
Ibid., p. 275.
108

data yang akan dianalisis harus memenuhi beberapa uji statistik tertentu. Oleh

karenanya, sebelum melakukan analisis data terlebih dahulu dilakukan beberapa uji

statistik. tertentu, diantaranya:

a. Uji Normalitas data.

Uji normalitas data dimaksudkan untuk mengetahui bahwa distribusi data

sampel yang diamati berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Maka

perlu dilakukan uji normalitas data menggunakan Uji Liliefors untuk variabel

1). Budaya Organisasi (X1)

2). Kecerdasan Emosional ( X2)

3). Kepuasan Kerja ( X3 )

4). Kinerja Dosen ( Y )

b. Uji Homogenitas, Pengujian homogenitas dilakukan dalam rangka menguji

kesamaan varians setiap kelompok. Persyaratan uji homogenitas diperlukan untuk

melakukan analisis inferensial dalam uji komparasi.86

3. Analisis data kuantitatif

a. Analisis Regresi Linier Berganda

Statistika inferensial digunakan untuk menguji hipotesis, dengan menggunakan

analisis Regresi Liniear Sederhana, Berganda dan Berganda lanjutan yang

sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengujian syarat analisis. Analisis data

dilakukan dengan menggunakan teknik pengujian Analisis Regresi Linear Sederhana,

Berganda serta Regresi Linier Berganda Lanjutan yakni regresi dengan tiga atau lebih

Variabel bebas, yang digunakan untuk menganalisis hubungan masing-masing data


86
SupardiU.S.,"Aplikasi Statistik Dalam Penelitian". (Jakarta : Ufuk Press, 2012), p.138
109

variabel sebagai berikut:

1) variabel X1 dengan variable Y,

2) variabel X2 dengan variabel Y,

3) variabel X3 dengan variabel Y,

4) variabel X1 dan X2 dengan variabel Y,

5) variabel X1 dan X3 dengan variabel Y,

6) variabel X2, dan X3 dengan variabel Y ,

7) variabel X1,X2 dan X3 dengan variabel Y.

Adapun perincian Variabelnya yaitu: X1 adalah Budaya Organisasi, variabel X2

adalah Kecerdasan Emosional, variabel X3 adalah Kepuasan Kerja sedangkan varibel

Y adalah Kinerja Dosen yang merupakan variabel terikat.

4. Analisis Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi dihitung untuk menentukan variabel independen secara

bersama-sama terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi multiple diperoleh

dari jumlah kuadrat regresi dan jumlah kuadrat total dengan menggunakan rumus

sebagai berikut.

KD = r2 x 100% atau dengan rumus:

2
R =
Y - Y i
2
K

RJK regresi
Y - Yi
2
n - k -1 RJK sisa

Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen

yang digunakan secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil koefisien regresi

dari data yang sudah distandarkan akan didapat keterangan variabel mana yang
110

pengaruhnya relatif lebih penting di-bandingkan dengan variabel lainnya.

5. Hipotesis Statistik

Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap suatu masalah yang perlu

dibuktikan kebenarannya, maka ditetapkan hipotesis yang diuji dalarn penelitian ini

sebagai berikut:

1. Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρ y1 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi dengan

Kinerja Dosen.

H1: ρy1 > 0, Terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi dengan Kinerja

Dosen.

2. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρy2 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Kecerdasan Emosional

dengan Kinerja Dosen.

H1: ρy2 > 0, Terdapat positif Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan

Kinerja Dosen.

3. Hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρy3 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Kepuasan Kerja dengan

Kinerja Dosen.

H1: ρy3 > 0, Terdapat Hubungan positif antara Kepuasan Kerja dengan Kinerja

Dosen.

4. Hubungan antara Budaya Organisasi dan Kecerdasan Emosional secara bersama-

sama dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρy.12 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi dan


111

Kecerdasan Emosional secara bersama-sama dengan Kinerja

Dosen.

H1: ρy.12 > 0, Terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi dan

Kecerdasan Emosional secara bersama-sama dengan Kinerja

Dosen.

5. Hubungan antara Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja secara bersama-sama

dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρy.13 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi dan

Kepuasan Kerja secara bersama-sama dengan Kinerja Dosen.

H1: ρy.13 > 0, Terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi dan Kepuasan

Kerja secara bersama-sama dengan Kinerja Dosen.

6. Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Kepuasan Kerja secara bersama-

sama dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρy.23 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Kecerdasan Emosional dan

Kepuasan Kerja secara bersama-sama dengan Kinerja Dosen.

H1: ρy.23 > 0, Terdapat Hubungan positif antara Kecerdasan Emosional dan

Kepuasan Kerja secara bersama-sama dengan Kinerja Dosen.

7. Hubungan antara Budaya Organisasi, Kecerdasan Emosional dan Kepuasan

Kerja secara bersama-sama dengan Kinerja Dosen.

H0 : ρy.123 ≤ 0, Tidak terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi,

Kecerdasan Emosional dan Kepuasan Kerja secara bersama-

sama dengan Kinerja Dosen.

H1: ρy.123 > 0, Terdapat Hubungan positif antara Budaya Organisasi, Kecerdasan
112

Emosional dan Kepuasan Kerja secara bersama-sama dengan

Kinerja Dosen.

Keterangan :

ρ y1 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Budaya Organisasi (X1)


dengan Kinerja Dosen (Y).
ρ y2 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Kecerdasan emosional
(X2) dengan Kinerja Dosen (Y).
ρ y3 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Kepuasan Kerja (X3)
dengan Kinerja Dosen (Y).
ρ y12 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Budaya Organisasi (X1),
dan Kecerdasan emosional (X2) dengan Kinerja Dosen (Y).
ρ y13 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Budaya Organisasi
(X1), dan Kepuasan Kerja (X3) dengan Kinerja Dosen (Y).
ρ y23 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Kecerdasan emosional
(X2), dan Kepuasan Kerja (X3) dengan Kinerja Dosen (Y).
ρ y123 = Koefisien korelasi yang merupakan hubungan antara Budaya Organisasi
(X1), Kecerdasan emosional (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) dengan Kinerja
Dosen (Y).

6. Analisis Data Kualitatif.

Tahap analisis dilakukan dengan cara Metkom yaitu Metode Penelitian

Kombinasi. Metode penelitian kombinasi adalah suatu metode penelitian yang

mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode

kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama dalam suatu kegiatan penelitian,

sehingga diperoleh data yang lebih kompehensif, valid, reliabel dan obyektif.87

Tahap analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan jenis metkom

Sequental Explanatory Design dikarena pada penelitian ini diawali dengan

menggunakan metode kuantitatif dan tahap selanjutnya menggunakan metode

87
Sugiono, Cara Mudah menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi, (Bandung: Al fabeta CV, 2013), h.271,
113

kualitatif. Metode kuantitatif berperan untuk memperoleh data kuantitatif yang

terukur yangdapat bersifat deskriptif, komparatif, asosiatif, komparatif asosiatif dan

struktural sedangkan metode kualitatif berperan untuk membuktikan, memperdalam,

memperluas, memberi makna, memperlemah dan mentlgugurkan data kuantitatif

yang telah diperoleh pada tahap awal. Dengan demikian metkom dilakukan untuk

menjawab rumusan masalah penelitian kuantitatif dan rumusan masalah kualitatif

yang saling melengkapi. 88

Adapun urutan langkah-langkahnya ditampilkan dalam bentuk bagan gambar

sebagai berikut:

Metode kuantitatif, menguji hipotesis

Masalah,
Pengumpulan
potensi, Hasil Pengujian
Landasan Teori Data & analisis
Rumusan Hipotesis
dan Hipotesis data kuantitatif
Masalah

Metode Kualitatif, untuk membuktikan


88
Ibid, hh. 282, 283.
114

memperdalam dan memperluas data kuantitatif

Pengumpulan dan Analisis data


Penentuan sumber analisis data Kesimpulan
kuantitatif dan
data penelitian kualitatif dan
kualitatif
saran

Gambar 10: Bagan Langkah-langkah Penelitian dalam Desain Sequental Explanatory.


(Sumber, Sugiono, Cara Mudah menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi, (Bandung:
Alfabeta, 2013), h. 284 )

a. Penentuan Sumber Data

Titik tolak pengumpulan data metode kualitatif adalah data yang terkumpul

pada penelitian tahap pertama dengan metode Kuantitatip. Data penelitian kuantitatif

dibuktikan kembali , diperdalam , diperkuat dan diperluas dengan data kualitatif.

Untuk memperoleh data kualitatif yang kredibel, maka digunakan metode kualitatif.

Sampel sumber data dalam penelitian kualitatif bersifat purposive dan snowball,

Purposive artinya sumber data tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu atau

tujuan tertentu. Snowball artinya sumber data yang digunakan semakin lama semakin

banyak.

Penentuan sumber data dalam penelitian kualitatif diperoleh dari masing-

masing sekolah dengan ditetapkan informan kunci, informan pendamping dan

informan triangulasi, yaitu:

Tabel 8. Informan Penelitian

No. Jabatan Kode Status


1 Dosen DS Informan Utama
2 Pembantu Ketua I PK I Informan Pendukung
115

3 Pembantu Ketua II PK II Informan Pendukung


4 Ketua K Informan Triangulasi

b. Pengumpulan Data Kualitatif

Pengumpulan data kualitatif untuk membuktikan (memperkuat atau

menggugurkan), memperdalam, dan memperluas data tentang hasil penelitian

kuantitatif. Beberapa pertanyaan harus disiapkan untuk memandu peneliti dalam

membuktikan , memperluas data antara lain :

1) Pengumpulan data kualitatif tentang Budaya organisasi.

2) Pengumpulan data kualitatif tentang Kecerdasan emosional.

3) Pengumpulan data kualitatif tentang Kepuasan eerja.

4) Pengumpulan data kualitatif tentang Kinerja dosen.

5) Pengumpulan data kualitatif hubungan variabel secara bersama-sama terhadap

Kinerja dosen.

c. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meggunakan tahap observasi,

wawancara mendalam (indeepth interview) dan FGD (Fokus Group Discussion) yang

lebih terkenal dengan singkatannya FGD merupakan salah satu metode riset

kualitatif dimana diskusi terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah

tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok, dilaksanakan dengan

panduan seorang moderator. Berbeda dengan riset kuantitatif yang metodologinya

memiliki sifat pasti (exact), metode FGD yang bersifat kualitatif memiliki sifat tidak
116

pasti, berupa eksploratori atau pendalaman terhadap suatu masalah dan tidak dapat

digeneralisasi.

Adapun tahap-tahap yang dilakukan untuk memperoleh informasi sebagai

dasar penelitian ini secara rinci adalah sebagai berikut:

1) Tahap Observasi

Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung dan memperhatikan secara

seksama mengenai hubungan antara budaya organisasi, kecerdasan emosional dan

kepuasan kerja terhadap kinerja dosen sehingga dapat dikumpulkan data primer

lengkap dan mendalam sesuai dengan fakta.

2) Tahap Wawancara Mendalam (Indeepth Interview)

Mencatat hasil wawancara baik secara tertulis maupun secara digital, dengan

ketua sekolah tinggi, wakil ketua, dosen-dosen. Wawancara dilakukan guna

menghimpun data yang dapat berupa pendapat, alasan, motif, prinsip dan sikap dari

informan. Data yang diperoleh secara

langsung dari nara sumber ini diharapkan dapat mengungkap secara detail mengenai

fokus yang akan dibahas pada penelitian ini. Tahapan selanjutnya, setelah wawancara,

informasi yang diperoleh dapat diolah dan divalidasi melalui tahap trianggulasi,

sehingga diperoleh kesesuaian data dan fakta yang ada.

3) Studi Dokumentasi

Data dan informasi yang dkumpulkan dari observer dan wawancara dapat

lebih dilengkapi melalui pengumpulan data dengan mendokumentasikan sumber data

otentik lainnya berupa berkas hardcopy maupun softcopy.


117

4) Studi Literatur

Mengumpulkan data-data kepustakaan tertulis dari buku, jurnal, majalah, dan

lain sebagainya guna memperkuat dasar teoritik terkait dengan fakta yang ada di

lapangan.

d. Analisis Data Kualitatif

Proses analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu: analisis selama proses

pengumpulan data di lapangan dan analisis setelah pengumpulan data. Analisis

selama pengumpulan data dilakukan dengan cara: 1) mempersempit studi,

2).menyelaraskan fokus. 3) menyusun pertanyaan yang akan dianalisis,

4).mengumpulkan data berdasar temuan yang diperoleh dari penelitian sebelumnya,

5).membuat catatan sistematis basil pengamatan dan penelaahan, 6) menjaga

konsistensi relevansi data dengan fokus penelitian. 7) mempelajari rujukan yang

relevan selama di lapangan, 8) menggunakan konsep, analogi yang divisualisasikan,

dan terakhir, 9).meneliti ulang.

7. Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif

a. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan nilai data setiap butir

instrumen/ kategori kuantitatif dengan hasil data kualitatif yang dilakukan pada setiap

variabel penelitian, yaitu:

1) Analisis kuantitatif dan kualitatif variabel Budaya Organisasi

2) Analisis kuantitatif dan kualitatif variabel Kecerdasan Emosional

3) Analisis kuantitatif dan kualitatif variabel Kepuasan Kerja.

4) Analisis kuantitatif dan kualitatif variabel Kinerja Dosen, dan


118

5) Analisis kuantitatif dan kualitatif hubungan antar Variabel

b. Analisis data setelah pengumpulan dilakukan melalui kegiatan:

1) Reduksi data yaitu kegiatan penyederhanaan, pengabstraksian dan transformasi

data kasar yang diperoleh dari catatan lapangan selama peneltian berlangsung

dalam bentuk abstraksi, ringkasan atau uraian singkat, serta penggolongan

dalam suatu pola yang Iebih luas.

2) Penyajian tampilan yaitu kegiatan mengorganisasikan seperangkat hasil reduksi

data ke dalam bentuk display data, sehingga sosok informasi terlihat secara total

dan utuh. lnformasi tersebut disusun dalam bentuk narasi, tabel, gambar, matrik,

bagan dan diagram sehingga memudahkan dalam pemaparan dan penarikan

kesimpulan. Kesimpulan dibuat secara ringkas, jelas dan menyeluruh yang

mengambarkan konfigurasi utuh tentang substansi hasil penelitian. Selanjutnya

kesimpulan tersebut diberi makna yang relevan dengan substansi penelitian.

3) Verifikasi data merupakan kegiatan menguji kesimpulan yang telah diambil

dengan cara melakukan tinjauan ulang pada catatan lapangan, menguji

lapangan, kekokohan dan kecocokannya, secara berulang dan terus menerus

selama penelitian berlangsung.

G. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari penelitian kombinasi desain sequential

explanatory adalah merupakan kesimpulan kombinasi hasil penelitian kuantitatif dan

kualititatif
119

2. Saran

Saran berupa masukan tindakan praktis yang didasarkan pada kesimpulan yang

didapat untuk diaplikasikan pada kehidupan nyata, sehingga dapat diketahui apakah

penelitian yang dilakukan dikatakan telah berhasil atau dapat memberikan mafaat

yang besar.

Anda mungkin juga menyukai