Anda di halaman 1dari 3

Karangan Asli

Karakteristik demografi
penderita kandidiasis vulvovaginalis pada wanita hamil

Riska Afrianty, Irwan Fahri Rangkuti. Yostoto B Kaban


Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/
Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan

ABSTRAK
Pendahuluan : Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) pada kehamilan merupakan infeksi vagina pada wanita hamil yang
disebabkan candida albicans atau spesies Candida lainnya yang menginfeksi vagina dan atau vulva sehingga menimbulkan
keluhan berupa duh tubuh pada vagina. Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan data karakteristik demografi
penderita kandidiasis vaginalis yang bervariasi. Namun karakteristik demografi KVV pada wanita hamil belum pernah
dilakukan penelitian. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi penderita kandidiasis vulvovaginalis pada
wanita hamil Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan
November 2012 – Februari 2013, melibatkan 54 orang wanita hamil dengan KVV .
Hasil: Jumlah penderita KVV pada ibu hamil umumnya berusia 26 – 30 tahun sebanyak 16 orang (29.6%), pendidikan SMA
sebanyak 20 orang (37%), pekerjaan ibu rumah tangga berjumlah 33 orang (61.1%), 46 orang (85.2%) yang status menikah,
suku Batak dan Jawa merupakan suku terbanyak ( berturut-turut 33% dan 27.8%). Kunjungan usia kehamilan terbanyak
adalah pada trimester ketiga yaitu sebanyak 26 orang (48.1%), kadar pH vagina bertururt-turut 4.5, 5, dan 5.5 berjumlah
sama yaitu 18 orang (33.3%).
Kesimpulan: Distribusi KVV pada ibu hamil umumnya berusia 26 – 30 tahun, pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah, status
menikah, suku Batak dan Jawa merupakan suku terbanyak. Kunjungan usia kehamilan terbanyak adalah pada trimester
ketiga, kadar pH vagina bertururt-turut 4.5, 5, dan 5.5 berjumlah sama 18 orang.
Kata kunci : karakteristik; kandidiasis vulvovaginalis; hamil

ABSTRACT
Introduction : Candidiasis vulvovaginalis (KVV) in pregnancy is a vaginal infection in pregnant women caused by candida
albicans or other candida species that infect the vagina and or vulva, giving rise to the complaints of vaginal discharge in the
body. Several studies in Indonesia shows the demographic characteristics of patients with vaginal candidiasis were
varied.However KVV demographic characteristics in pregnant women have not been done the research.
Purpose : To determine the demographic characteristics of patients with candidiasis picture vulvovaginalis in pregnant
women Methods: The study was descriptive cross sectional study that was conducted in November 2012 - February 2013,
involving 54 pregnant women with KVV.
Results: The number of patients KVV in pregnant women aged from 26-30 years as many as 16 people (29.6%), high school
education were 20 people (37%), housewives work totaling 33 people (61.1%), 46 people (85.2%) were married status,
ethnic Batak and Javanese are the largest tribe (respectively 33% and 27.8%). Gestational age is the most visits in the third
trimester as many as 26 people (48.1%), vaginal pH levels participate bertururt 4.5, 5, and 5.5 amounts to the same, namely
18 persons (33.3%).
Conclusion : Distribution KVV on pregnant women aged from 26-30 years old, high school education, work-home mom,
married status, tribe Batak and Javanese are the largest tribe. Gestational age most visits are in the third trimester, vaginal
pH levels participate bertururt 4.5, 5, and 5.5 amounts to the same.
Keywords : characteristics; candidiasis vulvovaginalis; pregnant

The Journal of Medical School, University of Sumatera Utara | 119


Riska Afrianty, dkk

PENDAHULUAN Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah


Kandidiasis vulvovaginal (KVV) adalah infeksi vagina yang kasus KVV terbanyak pada ibu hamil berusia 26 sampai
disebabkan Candida albicans atau spesies candida lainnya.1 dengan 30 tahun adalah sebanyak 16 orang (29.6%).
Candida albicans adalah jamur dimorfik, komensal pada Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Paramitha
genital dan saluran gastrointestinal. Menurut penelitian penye- (2012) pada penderita KVVR ditemukan bahwa subjek
bab yang utama KVV adalah candida albicans, yaitu antara 80- terbanyak adalah pada kelompok usia 21 sampai dengan 30
90%.2 Jamur candida dapat tumbuh dengan variasi pH yang tahun, yaitu 43.3% dengan usia rerata 29.6 tahun.3
luas, tetapi pertumbuhannya akan lebih baik pada pH 4.5-6.5. Data lain menyebutkan dari hasil penelitian Andriani ,
Pada penderita kandidiasis vulvovaginalis kadar pH vagina Sawitri, Suyoso pada penelitian yang dilakukan di RSU Dr
biasanya normal berkisar 4.0-4.5. Soetomo Surabaya pada tahun 2005 dengan subjek yang
Pada kehamilan terjadi peningkatan kerentanan terhadap sama bahwa kelompok usia terbanyak adalah kelompok
infeksi candida, terutama pada trimester ketiga. Hal ini diperki- usia 25-44 tahun.4
rakan karena meningkatnya kadar hormon reproduksi, yaitu Menurut literatur diketahui bahwa KVV memang paling
estrogen yang menyebabkan konsentrasi glikogen yang tinggi sering dijumpai pada wanita usia seksual aktif, yaitu usia
pada epitel vagina sehingga menjadi substrat yang baik reproduksi yang berkisar pada masa dewasa muda sampai
(karbon) untuk pertumbuhan jamur candida.1 umur pertengahan. KVV ini mulai banyak dijumpai pada dekade
Informasi tentang prevalensi KVV belum diketahui dengan kedua dan mencapai puncaknya pada dekade keempat. Hal ini
pasti namun, merupakan infeksi tersering di seluruh dunia disebabkan pada usia prepubertas dan pascamenopause
dengan insidensi yang meningkat beberapa tahun ini. Di Ame- vagina dalam keadaan estrogen yang rendah sehingga jarang
rika serikat KVV merupakan penyebab kedua tersering infeksi menderita KVV. 1,5-7
vagina setelah vaginosis bakterialis.1,2 Di Indonesia, data dasar Pada penelitian ini dapat dilihat bahwa pendidikan respon-
mengenai prevalensi KVV masih sedikit dan terbatas. Beberapa den terbanyak adalah SMA yaitu sebanyak 20 orang (37%)
penelitian di Indonesia menunjukkan data karakteristik pada kelompok ibu hamil dengan KVV. Hal ini sama dengan
demografi penderita kandidiasis vaginalis yang bervariasi. penelitian oleh Minarni pada tahun 2003 yang mendapati
Namun, karakteristik demografi KVV pada wanita hamil belum pendidikan penderita KKV yang simtomatis dan asimtomatis
pernah dilakukan penelitian. adalah SMA, baru kemudian diikuti dengan perguruan tinggi
dan yang sederajat.8
METODE Tingkat pendidikan berhubungan dengan persepsi
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan penderita akan penyakitnya, sehingga penderita lebih paham
secara cross sectional yang dilakukan dengan wawancara, dan mengerti untuk segera memeriksakan diri ketika keluhan
pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan laboratorium. Jumlah KVV timbul. Penderita dengan tingkat pendidikan yang lebih
sampel minimal pada penelitian ini adalah 28 orang dengan tinggi akan memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik
metode consecutive sampling. mengenai penyakit KVV itu sendiri.8
Data-data yang terkumpul ditabulasi dan disajikan dalam Pada penelitian ini didapati sebanyak 46 orang sampel
bentuk tabel distribusi frekuensi dan dianalisis secara deskriptif. (85.2%) yang menikah. Berdasarkan kepustakaan status
HASIL DAN PEMBAHASAN pernikahan berhubungan dengan kehadiran dan peran
Karakteristik demografi suami terhadap kehamilan.
Karakteristik subjek berdasarkan umur, tingkat pendidikan, Penelitian yang dilakukan oleh Mulyanti (2010) didapati
pekerjaan, status pernikahan dan suku dapat dilihat pada tabel 1. dari 17 ibu hamil yang tidak didukung oleh suaminya, sebagian
besar (64.7%) melakukan ANC secara tidak baik dan dari 13
Tabel 1. Karakteristik responden Perguruan Tinggi Trimester II ibu hamil yang mendapat dukungan suaminya, sebagian besar
Karakteristik responden n = 54 (84.6%) melakukan ANC dengan baik.9
Umur n (%)
Pekerjaan terbanyak dari sampel penelitian ini adalah
≤ 20 tahun
21 – 25 tahun
2 (3.7)
10 (18.5)
ibu rumah tangga berjumlah 33 orang (61.1%). Penelitian
26 – 30 tahun 16 (29.6) sebelumnya yang pernah dilakukan oleh Yosi (2007) dan
31 – 35 tahun 15 (27.8)
36 – 40 tahun 9 (16.7) Minarni (2003) menemukan bahwa insidensi KVV terbanyak
> 40 tahun 2 (3.7)
Pendidikan, n (%) adalah pada wanita dengan pekerjaan ibu rumah tangga.8,10
SD
SMP
10 (18.5)
8 (14.8)
Pada penelitian ini, banyaknya penderita ibu rumah tangga
SMA 20 (37) mungkin disebabkan karena sampel adalah pasien yang datang
Perguruan Tinggi 16 (29.6)
Status Pernikahan, n (%) berobat ke unit rawat jalan RSUP H.Adam Malik Medan yang
Menikah 46 (85.2)
Tidak menikah 8 (14.8) memberikan pelayanan pagi hingga siang hari sehingga pasien
Pekerjaan, n (%)
Ibu rumah tangga 33 (61.1)
yang bekerja akan lebih sulit untuk datang berobat.
PNS 4 (7.4) Kunjungan usia kehamilan terbanyak dalam penelitian ini
Swasta 12 (22.2)
Wiraswasta 5 (9.3) adalah pada trimester ketiga yaitu sebanyak 26 orang (48.1%).
Usia Kehamilan, n (%)
Trimester I 10 (18.5) Berdasarkan kepustakaan untuk melihat wanita hamil yang
Trimester II 18 (33.3) sudah melakukan Ante Natal Care (ANC), yaitu dari hasil
Trimester III 26 (48.1)

120 | Majalah Kedokteran Nusantara • Volume 46 • No. 3 • Desember 2013


Karakteristik demografi Penderita kandidiasis vulvovaginalis pada wanita hamil

pencapaian indikator cakupan pelayanan K1 dan K4. K1 adalah dengan pH yang bervariasi, tetapi pertumbuhannya akan
kunjungan pertama wanita hamil ke fasilitas pelayanan lebih baik pada pH 4.5-6.5. Hal ini karena candida albicans
kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC yang dilakukan dapat memproduksi enzim protease yang bekerja optimal
pada trimester pertama kehamilan (sebelum minggu ke 14). pada pH normal vagina.6
Sedangkan K4 adalah kunjungan wanita hamil untuk
mendapatkan pelayanan ANC minimal 4 kali, yaitu 1 kali KESIMPULAN
pada trimester pertama,1 kali pada trimester kedua (14-28 Penderita KVV pada wanita hamil berjumlah 54 orang dan
minggu), dan 2 kali pada trimester ketiga (29-36 minggu). distribusi KVV pada wanita hamil terbanyak berusia 26 – 30
Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2010, tahun 16 orang (29.6%), pendidikan SMA sebanyak 20 orang
hasil pencapaian indikator K1 sebesar 95.26% dan K4 (37%), pekerjaan ibu rumah tangga berjumlah 33 orang
sebesar 85.5%. Sedangakan hasil pencapaian indikator (61.1%), 46 orang sampel (85.2%) yang status menikah.
cakupan pelayanan K1 di Sumatera Utara pada tahun 2010 Suku Batak dan Jawa merupakan suku terbanyak ( berturut-
sebesar 88 % dan K4 sebesar 51.5%. turut 33% dan 27.8%). Selanjutnya distribusi KVV pada wanita
Penelitian yang pernah dilakukan oleh Sembiring (2013) hamil berdasarkan kunjungan usia kehamilan terbanyak adalah
selama 1 tahun di suatu rumah bersalin di kota Medan dari 54 pada trimester ketiga yaitu sebanyak 26 orang (48.1%).
wanita hamil didapati 68.52% yang tidak patuh melakukan Distribusi KVV pada wanita hamil berdasarkan kadar
ANC.11 pH vagina bertururt-turut 4.5, 5, dan 5.5 berjumlah sama
yaitu 18 orang (33.3%).
Distribusi subjek berdasarkan suku
Tabel 2. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan suku DAFTAR PUSTAKA
1. Sobel JD. Vulvovaginal candidiasis. In: Holmes KK, edtor.
Suku Sampel Sexually transmitted protozoa, fungi and ectoparasite. 7th
n % ed. New York: McGraw-Hill; 2008. p. 823-36.
Aceh 6 11.1
2. Musafirah ST, Djawad K, Amin S. Kandidosis vulvovaginal.
Batak 8 33 In: Amiruddin MD, editor. Penyakit menular seksual. LkiS
Jambi 1 1.85 Pelangi aksara; 2004. p. 253-62.
Jawa 15 27.8 3. Paramitha DA. Analisis kadar zinc plasma pada penderita
Karo 2 3.7 kandidiasis vulvovaginalis rekuren di RSUP H.Adam Malik
Melayu 8 14.8 Medan [Thesis]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara;
Minangkabau 2 3.7 2012.
Sunda 2 3.7 4. Andriani T. Penyebab kandidiasis vaginalis [Thesis].
Total 54 100 [Surabaya]: Universitas Airlangga; 2004.
5. Trush candidiasis. 2010.
Pada penelitian ini didapati bahwa suku Batak dan Jawa 6. Sobel JD. Microbiology. In: Vulvovaginal candidiasis.
merupakan suku terbanyak (berturut-turut 33% dan 27.8%). New York: Revan Press LTD; 2007. p. 1961.
Berdasarkan kepustakaan tidak ditemukan perbedaan 7. Soedarmadi. Kandidasis vulvovaginal. In: Penyakit
prevalensi KVV pada berbagai suku. Dimana, KVV ini banyak menular seksual. Jakarta: FKUI; 2007. p. 87-9.
ditemukan pada wanita usia reproduksi terutama pada wanita 8. Minarni L. Hubungan antara candida spesies pada
onikomikosis dengan kandidiasis vagina di RSUP
hamil.6
H.Adam Malik dan RSUD Dr.Pirngadi Medan [Thesis].
Distribusi berdasarkan kadar pH vagina [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2004.
Tabel 3. Distribusi subjek penelitian berdasarkan kadar pH 9. Mulyanti L. Hubungan dukungan suami pada ibu hamil
vagina dengan kunjungan ANC dirumah bersalin Bhakti IBI kota
Semarang [Thesis]. [Semarang]: Universitas Diponegoro;
Sampel
2010.
Kadar pH vagina N %
10. Yosi A. Proporsi spesies candida dan faktor predisposisi
4.5 18 33.3 yang mempengaruhinya pada penderita kandidiasis
5 18 33.3 vaginalis di RSUP H.Adam Malik Medan [Thesis].
5.5 18 33.3 [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2007.
Total 54 100 11. Sembiring A. Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang
tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan
Pada penelitian ini didapati kadar pH vagina bertururt- ANC di klinik Dina Bromo Ujung Lingkungan XX
turut 4.5, 5, dan 5.5 berjumlah sama yaitu 18 orang (33.3%). [Thesis]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2013.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh Erliana (2008) di 12. Erliana I. Akurasi dan reliabilitas eksterna pH vagina
Semarang menunjukkan hasil pengukuran pH vagina pada dalam menapis bacterial vaginosis pada ibu hamil di
ibu hamil dari 82 sampel ternyata didapati 73 orang Puskesmas Poncol Semarang [Thesis]. [Semarang]:
(89.02%) memiliki pH • 4.5.12 Universitas Diponegoro; 2008.
Berdasarkan kepustakaan jamur candida dapat tumbuh

The Journal of Medical School, University of Sumatera Utara | 121