Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS MEDIA LEAFLET TENTANG STUNTING

MENGGUNAKAN METODE

P-PROCESS

DOSEN PENGAMPU :
Iken Nafikadini, S.KM., M.Kes.

DISUSUN OLEH :
1. Dwi sukowati (172110101020)

2. Nabila Handayani Wahyuningtias (172110101030)

3. Yanti Susilawati (172110101032)

4. Kristanti Wahyuningtiyas (172110101038)

5. Vira Ghassani N.A. (172110101045)

KELAS : C

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
2018
Analisis Leaflet “Stunting”

 TAHAP 1
1. Mengidentifikasi dan Memahami Masalah
a. Masalah kesehatan
Masalah kesehatan yang kami angkat dan kami jadikan studi kasus adalah
stunting di Indonesia.
b. Lingkup permasalahan kesehatan
Berdasarkan data, angka stunting di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 27,5%.
c. Tingkat keparahan
d. Pencegahan dan penanganan menggunakan Teori Lawrence
1) Predisposing factors
a) Mengadakan sosialisasi kepada para ibu hamil untuk memperbaiki dan
meningkatkan gizi..
b) Menerapkan intervensi untuk meningkatkan pemberian ASI ekslusif.
c) Mengadakan sosialisasi kepada ibu hamil tentang periode yang pas untuk
memberikan gizi yang maksimal pada saat kehamilan.
2) Enabling factors
Meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan pada tiap-tiap daerah.
3) Reinforcing factors
Adanya dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar.
2. Menentukan Khalayak Potensial
a. Identifikasi karakteristik khalayak
Yang menjadi sasaran primer adalah ibu hamil dan sasaran sekunder adalah
keluarga. Berdasarkan geografi, diutamakan para ibu hamil yang berada di daerah
pedesaan. Dan berdasarkan ekonomi, sasarannya adalah para masyarakat yang
memiliki ekonomi rendah.
b. Identifikasi hambatan dan pendukung
1) Hambatan
a) Kurangnya pengetahuan para ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi
yang maksimal saat proses kehamilan.
b) Kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di daerah pedesaan.
c) Banyaknya tingkat pernikahan dini.
d) Masih melestarikan budaya nenek moyang.
2) Pendukung
Dengan semakin meningkatnya angka stunting di Indonesia dan dampak yang
ditimbulkan juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak, maka para ibu
hamil mulai memperbaiki pola makan untuk sang buah hati pada saat proses
kehamilan.
c. Identifikasi pihak-pihak yang berpengaruh
1) Pemerintah
2) Petugas kesehatan
3) Posyandu
3. Mengidentifikasi sumber daya komunikasi
a. Saluran berbasis masyarakat karena yang menjadi sasaran primernya adalah para
ibu hamil, yang menjadi sasaran sekundernya adalah pihak keluarga. Keluarga
diharap mampu mendukung dan mendorong para ibu hamil untuk terus
memperbaiki asupan gizinya pada saat kehamilan.
b. Saluran media massa
Menggunakan media visual berupa leaflet yang memuat berbagai informasi
mengenai stunting mulai dari penyebab hingga pencegahan yang sangat
bermanfaat untuk dibaca para ibu hamil.
4. Melakukan penilaian lingkungan
a. Adanya lembaga PPT (Pusat Pelayanan Terpadu)
b. Adanya bidang pemberdayaan perempuan
c. Adanya Dirjen Bina Gizi
5. Merangkum kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman
a. Kekuatan
Mampu melaksanakan kegiatan sosiaisasi dengan memberikan informasi yang
sejelas-jelasnya terkait gizi dan stunting kepada para ibu hamil.
b. Kelemahan
Masih banyaknya masyarakat yang kurang peduli terhadap asupan gizi ibu hamil
dan masih berkembangnya ajaran atau kepercayaan nenek moyang.
c. Peluang
Mengadakan sosialisasi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat stunting di
Indonesia dengan melakukan perbaikan gizi pada ibu hamil.
d. Ancaman
Sosialisasi yang dilakukan kurang maksimal dan para audience kurang serius
dalam mengikuti sosialisasi sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam
penyerapan informasi.
 TAHAP 2
1. Menentukan Tujuan
a. Specific
Adanya intervensi gizi spesifik yang ditujukan kepada anak dalam 1000 hari
pertama kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting.
Kegiatan ini dilakukan pada sektor kesehatan dimulai dari masa kehamilan ibu
hingga melahirkan balita, yang meliputi pemilihan makanan pada ibu hamil,
vitamin, iniasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, serta imunisasi lengkap
pada anak.
b. Measurable
Dengan adanya program ini diharapkan dapat mengurangi risiko bayi lahir
stunting di Indonesia, gizi ibu hamil dapat ditingkatkan, serta memperrbaiki mutu
kualitas fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
c. Appopriate
Sasaran target primer adalah ibu hamil dan keluarga yang berencana memiliki
anak, dan masih minim pengetahuan tentang gizi dan stunting. Sedangkan sasaran
tersier adalah tokoh masyarakat, fasiitas kesehatan, maupun posyandu sebagai
tempat ibu hamil dan balita mendapatkan pengarahan dan informasi, serta
diharapkan bisa meningkatkan derajat kesehatan.
d. Realistic
Adanya promosi kesehatan di setiap posyandu desa dan juga adanya imunisasi
rutin.
e. Time bound
Selama penderita dan risiko stunting masih besar di Indonesia dan akan tetap
ditingkatkan baik secara finansial maupun non finansial setiap tahun.
2. Pendekatan program dan positioning
a. Pendekatan program primer
Program yang akan direncanakan adalah melalui 1000 HPK dimana dalam
kegiatan ini, hal-hal yang dilakukan adalah mulai dari suplementasi tablet besi
folat pada ibu hamil, pemberian makanan tambahan, promosi konseling IMD dan
ASI eksklusif, imunisasi, hingga obat cacing.
b. Pendekatan program sekunder
Dalam hal ini adalah kualitas remaja putri yang diberikan intervensi kesehatan
mulai dari pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah, edukasi gizi,
suplementasi gizi dan zink, hingga penyediaan akses PKPR.
c. Pendekatan program tersier
Meliputi pemberdayaan orang terdekat (suami, oran tua, guru, remaja putra)
mulai dari intervensi sosisal berupa pergerakan tokoh masyarakat dan bantuan
sosial dari pemerintah daerah untuk keluarga miskin hingga intervensi kesehatan
berupa konsultasi perencanaan kehamilan, bimbingan konseling ke bidan bersaa
suami, pendidikan kesehatan reproduksi remaja putra, hingga konseling calon
pengantin.
d. Positioning
Keuntungan yang didapat masyarakat adalah perbaikan gizi dan menurunkan
risiko anak tumbuh kerdil atau lahir stunting, meningkatkan pendidikan dan
pengetahuan remaja, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu
fasilitas kesehatan.
3. Menentukan saluran
Mencegah stunting dan melancarkan program ini dapat memanfaatkan berbagai
media dan saluran baik media cetak, internet, dan melalui edukasi langsung. Dari
media cetak, bisa memanfaatkan majalah kesehatan, poster, leaflet, serta media
massa yang lain. Dari edia internet, pencegahan stunting bisa melalui media sosial
seperti akun kesehatan ibu hamil di instagram, iklan layanan kesehatan di youtube,
dll. Sedangkan dari edukasi langsung bisa melalui promosi kesehatan di posyandu
daerah, sekolah SMP dan SMA, komunitas ibu hamil, dll.
4. Implementasi dan rencana evaluasi dan monitoring
a. Mengimplementasikan program-program pemberdayaan perempuan dan ibu
hamil, menerapkan progra 1000 HKP, intervensi kesehatan, sosial, dan juga
perbaikan gizi yang bertujuan untuk menambah wawasan ibu hamil dan orang
yang berisiko.
b. Mengevaluasi program jika berhasil dan memenuhi aspek-aspek yang
bersangkutan (perubahan perilaku).
c. Waktu monitoring dilakukan secara rutin dan terus menerus sampai program
berhasil.
 TAHAP 3
1. Pengembangan
a. Alat dan bahan yang dibutuhkan
Kegiatan yang dilakukan berupa Penyuluhan Gizi dalam rangka memperingati
hari Gizi Nasional ke-58 yang dilaksanakan oleh Tim Penyuluh dari Dosen Bagian
Gizi Masyarakat FKM Unej beserta instansi terkait seperti Persagi, dilanjutkan
dengan permainan EMO Demo. Penyuluhan difokuskan pada bahaya stunting,
mengingat masih banyak persepsi masyarakat yang menganggap stunting
disebabkan karena faktor keturunan. Tujuan dari penyuluhan ini adalah meluruskan
paradigma masyarakat tentang stunting agar masyarakat memahami bahwa stunting
merupakan masalah gizi kronis yang mengakibatkan tidak maksimalnya
pertumbuhan anak serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
gizi selama masa kehamilan dan menyusui.
Oleh karena itu, dibutuhkan alat dan bahan untuk mendukung pelaksanaan
kegiatan penyuluhan ini seperti LCD dan proyektor yang akan digunakan saat
sosialisasi materi tentang bahaya stunting, balok untuk memperagakan teknik EMO
Demo, dan banner untuk menandai bahwa sedang berlangsung penyuluhan di Balai
Kelurahan Mangli. Adapun alat dan bahan lainnya yg dibutuhkanantara lain art
paper untuk leaflet dan printer untuk mencetak serta formulir yang digunakan untuk
mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan.
b. Modul
1) Memberikan buklet materi tentang bahaya stunting
2) Menyediakan buklet materi tentang pemenuhan gizi ibu hamil, pemenuhan
gizi bayi sejak dalam kandungan hingga pada usia pemberian ASI eksklusif
selama 6 bulan
c. Media
1) Leaflet
2) website FKM Unej
2. Uji coba
Pada tahap uji coba, program yang akan di ujicoba yaitu berupa media promosi dan
metode pelaksanaan program.
a. Stakeholder yang sesuai dengan target:
1) Tim penyuluh dari Dosen bagian Gizi Masyarakat dan mahasiswa Peminatan
Gizi FKM Unej
2) Perancang media
3) Kepala Dinas Kesehatan jember
4) Ketua Persatuan Sarjana Gizi Jember
5) Kepala Puskesmas Mangli
6) Kader Posyandu Balita se Kelurahan Mangli
7) Ibu hamil dan menyusui serta Ibu yang memiliki anak dalam masa
pertumbuhan
8) Suami
b. Materi, Pesan, dan Proses
1) Mengajak masyarakat untuk menyadari dan tanggap akan bahaya stunting
2) Memberikan informasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil mis.
pentingnya asupan Fe, pemberian ASI eksklusif, dan pentingnya memantau
pertumbuhan anak
3) Mengajak masyarakat agar lebih memperhatikan asupan gizi, meningkatkan
kesadaran untuk memeriksakan kehamilan secara berkala, dan meningkatkan
kesadaran suami sebagai pendukung ibu untuk memenuhi asupan gizi selama
masa kehamilan
4) Mengedukasi kader kesehatan posyandu agar dapat meningkatkan peran untuk
memperkecil barrier dan kesenjangan ibu dan anggota keluarga lainnya dalam
menerima informasi kesehatan.
c. Sasaran
1) Primer
Sasaran primernya antara lain ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang
memiliki anak dalam masa pertumbuhan.
2) Sekunder
Sasaran sekunder yakni suami atau keluarga dari ibu hamil dan kader
kesehatan posyandu yang memberikan info tentang gizi.
3) Tersier
Sasaran tersier antara lain Kepala Desa, Kepala Puskesmas Dinas Kesehatan
Kab. Jember dan tembusan kepada Dirjen Bina Gizi Nasional.
d. Revisi
Melakukan evaluasi terhadap penyuluhan yang telah dilaksanakan untuk
mengetahui keefektifan komunikasi selama kegiatan berlangsung dan mengevaluasi
seberapa besar pesan yg disampaikan mampu mengubah perilaku sasaran primer
dengan melakukan pemantauan setelah kegiatan diadakan. Kemudian melakukan
revisi atau pembenahan kembali terhadap aspek-aspek dari kegiatan yang belum
berjalan dan revisi media promosi kesehatan jika terdapat kekurangan. Revisi dapat
dilakukan dengan cara mengubah strategi lama menjadi strategi-strategi baru yang
lebih efektif . Berikut ini merupakan contoh strategi lama dan strategi baru.
(1) Strategi lama: promosi hanya dengan menggunakan leaflet dan emo demo yang
diperagakan berupa menyusun balok masih kurang menggugah kesadaran
masyarakat untuk memperhatikan asupan gizi dan dampak dari stunting. Selain
itu, leaflet / media promosi hanya disebar melalui website yang kurang banyak
dikunjungi masyarakat luas
(2) Strategi baru: menambahkancaraberpromosi dengan menggunakan media audio
visual yang menampilkan tayangan mengenai kondisi anak yang mengalami
stunting dan akibat yang ditimbulkan serta menyebarluaskan leaflet atau poster
non cetak melalui internet messenger dan media sosial yang sedang digandrungi
masyarakat seperti whatsApp dan instagram.
e. Uji Coba Ulang
Mengaplikasikan strategi baru dengan menginformasikan tentang bahaya stunting
dan pentingnya pemenuhan gizi melalui media sosial yang lebih beragam seperti blog,
facebook, instagram, whatsApp dan lain sebagainya, serta menyebarkan informasi
melalui media cetak seperti koran dan majalah yang biasanya dibaca oleh perempuan.
Untuk menambah minat masyarakat, media promosi yang digunakan bisa ditambah
dengan video-video tayangan yang bisa disebar melalui channel Youtube.
 TAHAP IV
1. Implementasi
a. Penyebaran leaflet dilakukan di posyandu dan puskesmas dengan sasaran utama
adalah ibu hamil.
b. Pemberian informasi melalui leaflet diberikan dalam jangka waktu 2 bulan sekali
dengan metode pendekatan langsung ke sasaran.
c. Dilakukan pematangan matri terhadap tenaga kesehatan agar mampu menguasai
materi atau informasi yang akan disosialisasikan kepada sasaran.
d. Dilakukan pelatihan advokasi sehingga tenaga kesehatan dapat melakukan
pendekatan yang baik kepada stakeholder.
e. Dilakukan pelatihan promosi dengan tujuan agar tenaga kesehatan mampu
menyesuaikan diri saat dalam lingkup ibu hamil yang merupakan sasarannya,
sehingga sosialisasi yang dilakukan menarik dan sasaran mau untuk
mendengarkan.
f. Tenaga kesehatan harus mampu maerangkul tokoh masyarakat serta keluarga
yang dekat dengan sasaran.
2. Monitoring
a. Monitoring program dengan cara mengupdate data tentang stunting pada wilayah
yang diteliti serta memantau kekurangan dari program dan media yang
digunakan oleh tenaga kesehatan.
b. Mengembangkan program yang telah dijalankan dan memperbaiki kendala-
kendala yang terjadi pada program sebelumnya.
 TAHAP V
1. Evaluasi
a. Pemateri
Dalam implementasinya, pemateri dalam menyampaikan informasi tersebut
masih dinilai kurang atraktif sehingga audiens kurang memperhatikan dan pesan
tidak tersampaikan secara efektif.
b. Masyarakat
Dalam tahap pelaksanaan penggunaan media, ada beberapa masyarakat terutama
kelangan ibu-ibu maupun kaum suami tentang pemenuhan gizi yang cukup pada
ibu hamil dalam upaya pencegahan terjadinya kasus stunting.
c. Media promosi
Dalam media promosi leaflet ini belum menunjukkan data mengenai angka
kesakitan akibat stunting, sehingga masyarakat masih belum mengetahui bahaya
dari kasus stunting ini atau seberapa parah kasus stunting di Indonesia.
2. Rencana ulang
a. Program improvement
Program improvement akan terjadi ketika terdapat masukan dan evaluasi dari
program sebelumnya.
b. Masukan untuk program selanjutnya
1) Hasil dan dampak
a) Hasil
Peningkatan kualitas hidup dan gizi bagi ibu hamil.
Peningkatan kualitas hidup dan gizi pada bayi untuk mencegah
terjadinya stunting.
Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak dalam bidang
kesehatan.
Peningkatan mutu keluarga atau mewujudkan keluarga Indonesia
yang bahagia dan sejahtera karena terbebas dari stunting.
b) Dampak
Tujuan dari pelaksanaan program adalah agar menurunkan angka
kejadian stunting yang dilakukan dengan edukasi terhadap masyarakat
mengenai apa itu stunting sebagai salah satu progra prioritas nasional.
2) Sebarkan hasil
Membuat laporan pertanggungjawaban dari hasil program yang telah
dijalankan dan kemudian diserahkan ke masyarakat yang terlibat dalam
pelaksanaan program.
3) Tentukan kebutuhan akan datang
Perlu dilakukan sosialisasi mengenai apa itu stunting, baik pengertian, kasus,
dampak, dan program yang sudah dilakukan pemerintah untuk menangani hal
ini agar angka kejadian stunting tidak terus meningkat.
4) Revisi, re-design program
Kelemahan dalam program ini adalah emo-demo yang dilakukan oleh
mahasiswa dalam penyuluhan masih kurang menyasar terhadap realitas
penduduk setempat (budaya dan perilaku masyarakat setempat dalam
menyikapi permasalahan gizi) sehingga masyarakat kurang tergugah untuk
mengubah pola makan terkait gizi, khususnya ibu hamil.
LAMPIRAN
Media Promosi Kesehatan tentang Stunting