Anda di halaman 1dari 2

PENANGGULANGAN EFEK SAMPING KOSMETIKA

Bila terjadi efek samping kosmetika maka langkah-langkah yang diperlukan adalah:

1. Eliminasi: penghentian pemakaian kosmetika yang dicurigai sebagai


penyebab, apabila reaksi berkurang atau menghilang maka diduga salah
satu jenis kosmetika yang digunakan mengandung bahan penyebab.
Kemudian dipakai lagi kosmetika tersebut satu persatu, bila timbul reaksi
maka kosmetika yang terakhir dipakai diduga sebagai penyebab.
2. Pengobatan: penderita perlu mendapatkan pengobatan secara intensif,
apabila dengan penghentian kosmetika yg dicurigai tidak ada perubahan atau
bahkan gejalanya semakin berat. Pengobatan efek samping kosmetika harus
sesuai dengan kelainan yang terjadi dan sifatnya sangat individual.
3. Mencari kosmetika penyebab: mengetahui kosmetika yang menyebabkan
efek samping sangat penting untuk mencegah terjadinya kekambuhan. Untuk
mengetahui kandungan kosmetika yang menyebabkan reaksi alergi dapat
dilakukan tes tempel yaitu dengan menempelkan bahan-bahan yang dicurigai
atau bahan yang sering menyebabkan reaksi alergi. Cara lain untuk
mengetahui kosmetika penyebab dapat pula dilakukan dengan Use test yaitu
semua produk kosmetika yang dipakai diberhentikan terlebih dahulu sampai
reaksi alergi atau reaksi iritannya sembuh, kemudian oleskan kosmetika yang
dicurigai 2 – 3 kali sehari selama 4 – 5 hari. Bila timbul kelainan kulit maka
kosmetika tersebut sebagai penyebabnya. Pada beberapa kasus alergi
terhadap kosmetika yang sudah sangat jelas tapi hasil tes tempel negatif
maka dapat dikerjakan tes provokasi yang dikenal dengan Repeat Open
Application Test (ROAT). Cara ini cukup praktis untuk mengetahui alergi
terhadap kosmetika maupun untuk mengkonfirmasi kemaknaan klinis dari
reaksi positif lemah pada tes tempel. Pada ROAT, kosmetika yang dicurigai
dioleskan 2 kali sehari dengan diameter ± 5 cm pada bagian luar lengan
bawah selama 7 hari. Bila tidak terjadi reaksi maka kemungkinan alergi
sangat kec

Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan dalam pemakaian kosmetika guna menghindari
terjadinya efek samping :

 Sebelum memilih suatu kosmetika bacalah terlebih dahulu kandungan yang


terdapat di dalamnya, bila ditemukan bahan yang menyebabkan reaksi
dimasa lalu janganlah digunakan produk tersebut.
 Kemasan kosmetika tetap dalam keadaan tertutup rapat saat tidak digunakan,
dan hindari panas serta pajanan sinar matahari langsung pada kosmetika.
 Jangan memakai kosmetika pada saat mata mengalami infeksi, dan jangan
digunakan lagi kosmetika tersebut ketika sembuh, sebaiknya pakai kosmetika
yang baru.
 Jangan menambah cairan apapun untuk membuat suatu produk kembali
kekonsistensi semula.
 Jangan memakai kosmetika bergantian dengan orang lain atau jangan
memakai kosmetika rias secara bersama-sama
 Jangan memakai kosmetika yang telah berubah warna dan berbau, karena
bahan pengawet di dalam produk kosmetika tersebut tidak dapat lagi
membunuh bakteri.
 Pakailah kosmetika sesuai dengan aturan pakainya
 Lakukan tes sebelum memakai suatu kosmetika, oleskan kosmetika pada
lipatan siku atau belakang telinga selama 24 jam. Bila tidak muncul reaksi,
maka kosmetika tersebut dapat digunakan secara aman.
 Gunakan parfum pada baju dan biarkan sampai kering baru kemudian
dipakai, jangan disemprotkan pada kulit.
 Bersihkanlah aplikator kosmetika sesering mungkin.
 Hati-hati memilih kosmetika, pilihlah kosmetika yang sudah mendapat nomor
registrasi dari Balai POM untuk menghindari kandungan bahan yang
berbahaya.

Pemakaian kosmetika yang semakin meningkat pada saat ini akibat banyaknya produk
kosmetika yang ditawarkan menyebabkan timbulnya efek samping kosmetika juga
bertambah. Efek Samping kosmetika walaupun ringan dan jarang menimbulkan efek samping
yang serius tapi sering menimbulkan ketidaknyamanan pada pemakainya. Untuk mengurangi
efek samping tersebut, produsen kosmetika sebaiknya mengganti bahan yang sering
menyebabkan reaksi alergi, reaksi iritasi, ataupun yang bersifat komedogenik dengan bahan
yang lebih aman. Produsen sebaiknya mencantumkan kandungan produk kosmetika, sehingga
konsumen dapat memilih kosmetika yang aman bagi dirinya. Demikian pula hendaknya
masyarakat harus teliti dalam memilih kosmetika, berhati-hati terhadap kosmetika yang tidak
jelas produsennya sehingga kemungkinan mengandung bahan-bahan berbahaya sangat besar,
dan hal-hal seperti ini harus dihindiri agar tidak mudah muncul efek samping.