Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIK

SISTEM KONTROL ELEKTRONIK


SENSOR TEMPERATUR IAT ( Intake Air Thermosensor )

DI SUSUN OLEH :

BUDHI SUSILO 05504244006


SETIAWAN .T .S 05504244033
DEDI MARZANI 05504244012
DONI ADHA. A 05504244037

PENDIDIKAN TEKNIK TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2008
I. Kompetensi
Menjelaskan kerja pengontrolan pada engine menejemen system.
II. Sub kompetensi
Setelah praktek mahasiswa diharapkan dapat :
1. menyebutkan sesnsor – sensor suhu yang diaplikasikan pada system
EFI
2. menjelaskan karakteristik sesnsor suhu
3. mengidentifikasikan terminal – terminal pada ECU yang berkaitan
dengan sensor suhu.
4. mendiagnosis rangkaian kelistrikan, keadaan sensor suhu dan PCM.
III. Alat dan bahan
1. Engine stand / unit mobil Timor.
2. Sensor – sensor suhu ( IAT )
3. multimeter
4. thermometer
5. kompor listrik
6. panci
IV. Keselamatan kerja
1. Menggunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya
2. Berhahti –hati dalam mengerjakan praktikum
3. Melaksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja
4. Menayakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktik
5. Hati – hati dalam menghidupkan mesin.
6. hati – hati dalam menggunakan thermometer dalam permukaan air
panas.
V. Langkah kerja
1. Persiapkan alat dan bahan
2. Identifikasi posisi lokasi / tempat pemasangan intake air
thermosensor ( IAT )
3. Identifikasi nama, fungsi, kontruksi, tempat
pemasangan dan terminal – terminal pada sesnsor – sensor
4. Identifikasi nama terminal, fungsi tiap terminal –
terminal dan warna kabel pada IAT serta hubungan dengan PCM
5. lakukan pemeriksaan rangkaian kelistrikan pada IAT
serta hubungannya dengan PCM
langkah pemeriksaan kelistrikan pada intake air thermosensor ( IAT )
A. pemeriksaan terbuka pada sensor suhu
 putar kunci kontak pada posisi ON ( mesin dalam keadaan mati
)
 lepaskan socket pada terminal IAT
 periksa tegangan antara terminal 15 dan 46 pada socket. Jumper
( + ) Voltmeter pada terminal 15 dan jumper ( - ) pada terminal 46.
 Bila tegangan menunjukan antara 4,2 – 45 Volt, maka kondisi
rangkaian kelistrikan dan powertrain control modul ( PCM ) baik.
 Bila tegangan menunjukan kurang dari 4,2 maka kerusakan
biasa terjadi pada rangkaian kelistrikan / pada PCMnya.
B. pemeriksaan rangkaian terbuka pada power train control module
( PCM )
 putar kunci kontak pada posisi ON ( mesin dalam keadaan mati
)
 lepaskan socket pada terminal IAT
 periksa tegangan antara terminal 15 dan 46 pada PCM. Jumper
( + ) Voltmeter pada terminal 15 dan jumper ( - ) pada terminal 46.
 Bila tegangan menunjukan antara 4,2 – 5 Volt, maka kondisi
powertrain control modul ( PCM ) baik.
 Bila tegangan menunjukan kurang dari 4,2 maka kerusakan
terjadi pada PCMnya.
C. pemeriksaan rangkaian kelistrikan
 putar kunci kontak pada posisi OFF
 lepaskan socket pada terminal IAT
 lepaskan soket pada terminal PCM.
 periksa hubungan antara terminal 15 pada socket terminal IAT
dan pada terminal 46 pada socket terminal PCM.
 Periksa rangkaian kelistrikan terhadap hubungan singkat,
rangkaian putus atau kemungkinan kondisi kabel sudah mempunyai
nilai hambatan yang tinggi.
6. lakukan pemeriksaan pada IAT sensor
7. bersihkan alat dan training objek yang digunakan
8. laporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan
kondisi training objek.

VI. Pembahasan
Dasar teori Intake Air Thermosensor ( IAT )
Pada dasarnya IAT bias juga disebut Air Temperature Sensor (ATS) dimana
Fungsinya adalah : Mendeteksi temperatur udara yang akan masuk ke silinder
( Intake Manifold ).
• Sensor temperatur udara masuk biasanya dipasangkan pada saluran masuk
atau di rumah pengukur aliran udara.
• Sensor ini berfungsi mengukur suhu adara yang masuk ke dalam silinder
motor.
• Material sensor berupa thermistor yang bersifat NTC (Negative Temperature
Coefesient).
• Tegangan referensi 5 Volt dari Kontrol Unit Elektronis/ECU selanjutnya akan
berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi oleh suhu udara
masuk
• Spesifikasi standar tahanan IAT
Temperature °C Tahanan KΩ
- 20 15
20 2,5
60 0,603
Data hasil pratikum
 Mengidentifikasi terminal IAT
No. Terminal Warna kabel Hubungan / fungsi
1. 20 / THA Hijau strip kuning PCM / ECU
2. 44 / E2 Merah strip kuning Graund

 Memeriksa rangkaian kelistrikan IAT

No Pemeriksaan Hasil / kesimpulan


1. Rangkaian terbuka sensor IAT 4,5 volt ( baik )
2. Rangkaian terbuka pada PCM/ECU 4,4 Volt ( baik )
3. Rangkaian kelistrikan Tidak ada hubungan ( baik )

 Pemerikasaan IAT

No Suhu (°C ) Tahanan R ( KΩ )


1. Suhu ruang ( 28 ) 1,4
2. 30 1,3
3. 40 1,2
4. 50 1,1
5. 60 0,9
Kesimpulan
WTS adalah suatu alat yg berfungsi utuk mendeteksi temperatu mesin air
pendingin. Dengan cara mengirimkan signal penyensoran temperatur air yang
akan dikirimkan ke ECU dengan bentuk tegangan.sedangkan tahanan yang
dihasilkan WTS akan terlalu pada tegangan yang ada pada WTS dengan di
pengaruhi suhu air pendingin. Setelah praktikum dapat dikatakan bahwa IAT /
ATS adalah sensor pendeteksi suhu udara yang masuk kedalam intake manifold
dengan menggunakan prinsip perbedaan hambatan. Dengan proses tersebut maka
tegangan yang akan dihasilkan balik ke ECU akan memiliki perbedaan dan
tegangan tersebutlah yang menjadi dasar pengontrolan / input yang diharapkan
oleh ECU.
Tahanan yang dihasilkan oleh IAT akan selalu berubah tergantung tegangan
yang ada pada IAT dengan dipengaruhi suhu udara dalam filter udara. Prinsipnya
sederhana, apabila temperature udara meningkat maka hambatanya akan mengecil
serta nilai tahanannya secara langsung akan menurun juga. Sehingga dapat
dikatankan bahwa suhu udara akan berbanding terbalik dengan nilai hambatan
IAT dan nilai tahanan IAT juga.
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa kondisi IAT masih baik dan
masih dapat digunakan lagi, karena nilai tahanan serta tegangan selama
pengukuran masih dalam batas normal atau sesuai dengan standard yang
ditetapkan.