Anda di halaman 1dari 9

Analisis Potensi Ekonomi Mineral Berat Di Daerah Jabungan

Bagian Hulu
Achmad Zakky Robbany1
1
Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
achmadrby@gmail.com
Abstrak

Mineral berat merupakan mineral yang memunyai spesific gravity 2,9 gr/cm kubik,
dimana endapan mineral berat ini berasal dari konsentrasi mekanik parikel mineral dengan berat
jenis yang tinggi. Arus kecil dan tenang pada point bar sungai menyebabkan banyaknya mineral
yang terendapkan. Hal ini didukung oleh pola arus di sekitar daerah penyelidikan serta kestabilan
batuan pada morfologi perbukitan di sekitar Sungai Jabungan yang berhubungan dengan proses
erosi, pelapukan, dan transportasi pada daerah hulu. Diantara mineral tersebut banyak dijumpai
mineral berat, Adapun metode yang digunakan dalam paper ini adalah metode analisis mineral
berat. Didapati mineral dominan berupa magnetit, garnet, apatit, dan hematit. Dari hasil analisis
mineral berat, kelimpahan dan kegunaannya, Sungai jabungan mengandung banyak potensi
ekonomis berupa magnetit sebagai pembuatan bijih logam, apatit sebagai sistem lingkungan
biologis, hematit sebagai pelindung radiasi, dan garnet sebagai batu permata tiruan. Sehingga
dapat diketahui sungai Jabungan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Kata Kunci: Semarang, Jabungan, Sedimentologi, Mineral Berat
Pendahuluan terbentuk secara alamiah oleh proses
Kelurahan Jabungan Kecamatan anorganik. Mempunyai komposisi kimia
Banyumanik memiliki kondisi lahan dan pada batasan -batasan tertentu serta
yang relatif terjal yang termasuk ke memiliki susunan atom-atom yang
dalam satuan bentang alam struktural teratur, yaitu bentuk-bentuk geometris
berbukit terjal yang memiliki persen beraturan. Sedangkan secara umum yang
lereng rata-rata sebesar 30 %. dimaksud dengan pengertian mineral
Sungai Jabungan menjadi lokasi berat adalah mineral-mineral dengan
pengamatan keterdapatan mineral berat berat jenis lebih besar dari berat jenis
dalam paper ini, dimana pada lokasi ini kuarsa (2650 kg/m3), tetapi pendapat
diperkirakan masih terdapat tempat umum batas ini adalah 2800
dengan keberadaan mineral berat kg/m3 (Breniinkmeyer, 1978)
bernilai ekonomis tinggi. Mineral Berat yang biasa
Paper ini bermaksud untuk ditambang umumnya berupa mineral
mengetahui keberadaan mineral berat letakkan berbentuk pasir laut, yang
yang ada di sungai Jabungan bagian berdasarkan pengertian geologi adalah
hulu dengan tujuan untuk menganalisis segala material (sedimen) yang
mineral berat yang memiliki potensi berukuran pasir yang karena proses
ekonomi tinggi. transportasi akhirnya terendapkan dan
terakumulasi dalam sedimen di dasar
Studi Pustaka laut atau yang biasa disebut sebagai
mineral letakkan (Placer).
Mineral adalah suatu padatan
homogen yang terdapat di alam,
Endapan placer atau letakan pelapukan kimiawi, melepaskan butiran
(Placer Deposit) adalah daur ulang individu mineral. Secara khusus mineral
alami dan hasil konsentrasi endapan dengan berat jenis yang tinggi seperti
mineral yang lebih tua. Batuan yang emas, platinum, kalsiterit, dan berlian
pecah oleh proses mekanik dan
akan membentuk endapan placer penting.
Mineral berat dapat dikelompokkan a) Olivin, Hanya terjadi di daerah
kedalam 4 bagian: beriklim kering, mudah
teralterasi dan melimpah pada
1. Mineral Opak batuan beku
Memiliki berat jenis yang sangat tinggi b) Garnet, berasal dari plutonik,
disebabkan kandungan unsur besinya pegmatit dan batuan metamorf,
contoh mineral opak: jika melimpah berarti berasal
dari batuan metamorf.
2. Mineral Mika c) Apatit, stabilitas menengah,
menunjukkan sumber dari
Umunya mineral ini tidak batuan volkanik, tetapi bisa juga
diperhitungkan dalam studi mineral terdapat pada batuan plutonik
berat karena bentuknya yang sangat asam dan basa
berbedadan ternyata tidak membenam d) Epidot, klinozonisit, dan zoisit
saat dilarutkan dengan bromoform e) Kianit, silimanit, andalusit,
staurolit, berasal dari batuan
3. Kelompok Ultra-Stabil sumber metamorf
Zirkon, turmalin, rutil memiliki sifat
fisik sangat keras dan inert, serta bisa
bertahan oleh beberapa kali reworking.

4. Kelompok Meta-Stabil
Geologi Regional
Letak geografis Kota Semarang
Metodologi Penelitian
terletak di pantai Utara Jawa Tengah,
tepatnya pada garis 6º, 5′ – 7º, 10′ Analisis mineral berat
Lintang Selatan dan 110º,0’ – 1100,35′ merupakan salah satu metode yang
Bujur Timur dengan luas wilayah sering digunakan dalam penentuan asal
mencapai 37.366.838 Ha atau 373,7 batuan, dan penjelasan di bawah ini
Km2. terutama akan ditujukan pada berbagai
Stratigrafi daerah Semarang hal mengenai mineral berat dan
dapat dikelompokkan menjadi beberapa kaitannya dengan batuan sumber.
formasi yang secara umum termasuk Mineral berat adalah mineral yang
kelompok batuan vulkanik dan batuan memiliki berat jenis lebih besar daripada
sedimen. Formasi yang ada yaitu: medium yang digunakan untuk
Sunggai jabungan berada pada memisahkannya dari mineral ringan.
Formasi Kerek ( Tmk) dengan litologi Karena itu, sebenarnya istilah mineral
batu lempung berwarna abu-abu muda – berat tidak merujuk pada mineral dengan
tua, gampingan sebagian bersisipan batasan berat jenis tertentu. Proses
dengan batu lanau, batupasir pemisahan mineral berat dari mineral
mengandung fosil moluska dan koloni ringan biasanya dilaksanakan dengan
koral. Tersingkap di Banyumanik, menggunakan larutan berat (terutama
sebelh timur Ungaran, Lembah terdiri dengan Bromoform; BJ 2,85-2,89).
dari perselingan batu lempung napal, Karena itu,secara operasional, mineral
batu pasir tufan, konglomerat, breksi berat didefinisikan sebagai mineral yang
vulkanik dan batu gamping Kali Kripik, memiliki berat jenis ≥ 2,90 (Friedman
Kali Kreo, dan Kali Garang serta di dan Sanders, 1978). Adapun kandungan
sekitar Jabungan. setiap mineral berat (dalam persen)
didapat berdasarkan hasil perkalian Pembahasan
antara perbandingan jumlah mineral
yang bersangkutan terhadap jumlah Dari hasil pengamatan mineral
keseluruhan mineral berat yang ada berat sebanyak 300 mineral dengan
dengan persen total mineral berat. magnetit sebanyak 49,07%, garnet
Persen total mineral berat ini diperoleh sebanyak 7,95%, apatit sebanyak 8.5%,
dengan membandingkan berat mineral dan hematit sebanyak 11,67%.
berat dengan berat asal kering dan Dari data tersebut maka dapat
kemudian mengalikannya dengan diketahui kegunaan dan potensi ekonomi
perbandingan antara berat mineral 3 phi yang ada di Sungai Jabungan:
terhadap berat mineral hasil Bromoform, Magnetit berguna sebagai
tentu saja setelah dikurangi berat bahan utama pembuatan besi dimana
mineral yang bersifat magnet (dengan saat ini, sebagian besar bijih besi
menggunakan hand magnet). Analisis ditambang dari batuan sedimen
mineral berat dilakukan terhadap butiran banded yang dikenal sebagai
dengan ukuran besar butir 3 phi,
taconite, berisi campuran magnetit,
kemudian dilakukan analisis
mikroskopis secara langsung terhadap hematit, dan rijang. Taconites yang
kandungan mineral tersebut. bernilai komersial saat ini
mengandung berat 25% - 30% besi.
Hasil Analisis Bijih taconite dalam bentuk tanah
hingga bubuk halus, dan magnet
Dari hasil pengamatan didapati yang kuat digunakan untuk
mineral dengan warna hitam dan kilap memisahkan partikel magnetis yang
logam dengan persentase sebanyak mengandung mineral magnetit dan
49,07 % yang merupakan mineral hematit dari rijang tersebut.
magnetit, mineral dengan warna merah, Mineral apatite adalah salah satu
kilap lemak dan translucent dengan dari beberapa mineral yang diproduksi
persentase sebanyak 7,95 % merupakan dan digunakan oleh sistem mikro-
garnet. Didapati mineral dengan warna lingkungan biologis. merupakan
putih bening dengan kilap kaca dan komponen utama email gigi dan mineral
transparansi transparan dengan tulang.
persentase 8.5% merupakan mineral Mineral hematit memiliki
apatit. Lalu didapati mineral dengan berbagai macam kegunaan, tetapi dari
warna merah kecoklatan dengan kilap sisi nilai ekonomis, hanya sedikit
kaca transparansi translucent dan hematit yang digunakan sebagai bijih
persentase sebanyak 11,67 % merupakan utama dari besi. Hematit lebih banyak
mineral Hematit. Selanjutnya didapati digunakan untuk menghasilkan pigmen,
mineral dengan warna kehijauan dengan bahan pelindung radiasi, ballast, dan
kilap lemak, transparansi opaque dengan masih banyak produk-produk lainnya.
persentase sebanyak 7,19% merupakan Mineral garnet digunakan untuk
mineral piroksen. batu permata sintetis.Karena indeks bias
yang cukup tinggi, YAG digunakan
sebagai tiruan berlian pada 1970-an
sampai metode memproduksi zirkonia
tiruan lebih maju kubik dalam jumlah
komersial dikembangkan. Bila diolah
dengan neodymium (Nd3 +), ini Yal-
garnet dapat digunakan sebagai media
penguat dalam laser.
Kesimpulan

Dari hasil analisis mineral berat,


kelimpahan dan kegunaannya, Sungai
jabungan mengandung banyak potensi
ekonomis berupa magnetit sebagai
pembuatan bijih logam, apatit sebagai
sistem lingkungan biologis, hematit
sebagai pelindung radiasi, dan garnet
sebagai batu permata tiruan. Sehingga
dapat diketahui sungai Jabungan
memiliki nilai ekonomis tinggi.

Referensi

Hartono, D. dan Aryanto, N. C. 1996. Buku


Panduan Analisis Mineral Berat dan
Analisis Mineral Oles (Laporan Intern
PPPGL), h.3 –17

Pettijohn, F.J., 1975. Sedimentary Rocks, 3


rd ed. XII, New York, Harper & Row
Publisher, 628 h.

Geologinesia.2016.Kegunaan dan sifat fisik


mineral. Diperoleh dari
http://www.geologinesia.com/2016/09/kegu
naan-pengertian-sifat-fisik-dan-
kegunaannya.html pada hari jumat 13 april
2018 pukul 21.36 WIB
Lampiran

HILIR
MAGNETIT HEMATIT PIROKSEN GARNET APATIT KYANIT ANDALUSIT ILMENIT PIRIT ZIRKON
106 20 10 50 71 19 13 23 3 1
TOTAL 316

HULU

ZIRCO KYANI ILMENI MAGNETI HEMATI PIRI OLIVI PIROKSE GARNE ZOISI APATI TURMALI
N T T T T T N N T T T N
JUMLAH 1 14 18 185 44 3 7 27 30 14 33 2
377

PERSEN (%) 0,265 3,711 4,77 49,07 11,67 0,79 1,85 7,16 7,95 3,25 8,5 0,5
SIMPANGAN
BAKU 1% 2% 2% 3% 4% 1% 1% 4% 4% 2% 3% 1%
KOREKSI (+) 1,265 5,71 6,77 52,07 15,67 1,79 2,85 11,16 11,95 5,71 11,5 1,5
-
KOREKSI (-) -0,725 2,71 2,77 46,07 7,67 0,21 0,85 3,16 3,95 1,71 5,5 -0,5
Hilir

No. MINERAL FREKUENSI PERSENTASE SIMPANGAN BAKU NILAI TERKOREKSI (+) NILAI TERKOREKSI (-)
1 MAGNETIT 106 33,54% 5 38,54 25
2 HEMATIT 20 6,53% 3 9,53 3,67
3 PIROKSEN 10 3,26% 2 5,26 2,35
4 GARNET 50 16,33% 4 20,31 12,67
5 APATIT 71 23,20% 1 28,2 8,2
6 KYANIT 19 6,20% 4 10,2 2,2
7 ANDALUSIT 13 4,11% 2 6,11 2,11
8 ILMENIT 23 7,27% 3 10,27 4,27
9 PIRIT 3 0,94% 1 1,94 -0,06
10 ZIRCON 1 0,33% 1 1,32 -0,78

Hulu

No. MINERAL FREKUENSI PERSENTASE SIMPANGAN BAKU NILAI TERKOREKSI (+) NILAI TERKOREKSI (-)
1 MAGNETIT 185 49,07 3% 52,07 46,07
2 HEMATIT 44 11,67 4% 15,67 7,67
3 APATIT 33 8,5 3% 11,5 5,5
4 GARNET 30 7,95 4% 11,95 3,95
5 PIROKSEN 27 7,16 4% 11,16 3,16
6 ILMENIT 18 4,77 2% 6,77 2,77
7 KYANIT 14 3,711 2% 5,71 2,71
8 ZOISIT 14 3,25 2% 5,71 1,71
9 OLIVIN 7 1,85 1% 2,85 0,85
10 PIRIT 3 0,79 1% 1,79 -0,21
11 TURMALIN 2 0,5 1% 1,5 -0,5
12 ZIRCON 1 0,265 1% 1,265 -0,725

Hilir

TABEL MINERAL BERAT DI HILIR


120
100
Axis Title

80
60
40
20
0
-20
MAGN HEMA PIROK GARNE KYANI ANDAL ILMENI ZIRCO
APATIT PIRIT
ETIT TIT SEN T T USIT T N
FREKUENSI 106 20 10 50 71 19 13 23 3 1
PERSENTASE 33.54% 6.53% 3.26% 16.33% 23.20% 6.20% 4.11% 7.27% 0.94% 0.33%
SIMPANGAN BAKU 5 3 2 4 1 4 2 3 1 1
NILAI TERKOREKSI (+) 38.54 9.53 5.26 20.31 28.2 10.2 6.11 10.27 1.94 1.32
NILAI TERKOREKSI (-) 25 3.67 2.35 12.67 8.2 2.2 2.11 4.27 -0.06 -0.78

Hulu
TABEL MINERAL BERAT DI HULU
200
150
Axis Title

100
50
0
-50
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
FREKUENSI 185 44 33 30 27 18 14 14 7 3 2 1
PERSENTASE 49.07 11.67 8.5 7.95 7.16 4.77 3.711 3.25 1.85 0.79 0.5 0.265
SIMPANGAN BAKU 3% 4% 3% 4% 4% 2% 2% 2% 1% 1% 1% 1%
NILAI TERKOREKSI (+) 52.07 15.67 11.5 11.95 11.16 6.77 5.71 5.71 2.85 1.79 1.5 1.265
NILAI TERKOREKSI (-) 46.07 7.67 5.5 3.95 3.16 2.77 2.71 1.71 0.85 -0.21 -0.5 -0.725

Hilir Hulu

PIRIT
ILMENIT
7% 1%
ZIRCON
0% PERSEN MINERAL BERAT PIRIT PERSEN MINERAL BERAT
OLIVIN 1%
ANDALUSIT DI HILIR 2%
ZOISIT
TURMALINDI HULU
ZIRCON
4% ILMENIT 0% 0%
KYANIT MAGNETIT 4% KYANIT
6% 5%
33% 4%
PIROKSEN MAGNETIT
HEMATIT 7% GARNET 49%
APATIT
7% 8%
23% GARNET PIROKSEN APATIT HEMATIT
16% 3% 9% 11%