Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kata semantik dalam bahasa Indonesia (Inggris: semantics) berasal dari bahasa
Yunani sema (kata benda yang berarti “tanda” atau “lambang”) (Abdul Chaer. 2013:2).
Arti dari tanda atau lambang adalah semantik berkaitan dengan tanda atau lambang. Bisa
berupa bentuk bunyi ataupun makna.
Menurut Abdul Chaer kata semantik ini kemudian disepakati sebagai istilah yang
digunakan untuk bidang linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Semantik dapat
diartikan ilmu linguistik yang membahas mengenai makan atau arti dalam bahasa.
Ada beberapa sub bab yang membahasa mengenai semantik. Sebagai contoh peniruan
bunyi atau yang lebih sering digunakan dalam bahasa linguistik adalah onomatope.
Onomatope adalah kata-kata yang dibentuk berdasarkan tiruan bunyi (Abdul Chaer.
2013:45). Banyak kita jumpai bunyi-bunyi yang sama seperti apa yang didengar.
Onomatope adalah bunyi-bunyi suara yang berasal dari benda hidup ataupun benda mati.
Pada dasarnya onomatope adalah bentuk dari tiruan bunyi yang tidak persis sama seperti
aslinya.
Dalam bahasa Jepang onomatope dibagi menjadi lima, yaitu giongo, giseigo, gitaigo,
giyougo, dan gijoudo (Staf Pengajar Bahasa dan Sastra Jepang. 2017: xvi). Giongo adalah
bunyi berasal dari benda mati, giseigo adalah bunyi berasal dari benda hidup, gitaigo
adalah bunyi gerakan benda mati, giyougo adalah bunyi berasal dari keadaan benda hidup,
dan gijougo adalah bunyi yang berasal dari pikiran perasaan manusia. Giongo dan giseigo
termasuk ke dalam kata – kata yang merupakan peniruan bunyi secara alami. Sedangkan
gitaigo, giyougo, dan gijougo termasuk ke dalam kata-kata yang merupakan peniruan
gerakan.
Onomatope dalam bahasa Jepang terdapat di lagu anak-anak ataupun pada komik.
Lagu anak-anak di Jepang terdapat banyak tiruan bunyi seperti tiruan bunyi-bunyi hewan
ataupun kendaraan. Sedangkan pada komik lebih menekankan bunyi-bunyi dari benda
mati, perasaan seseorang ataupun bunyi dari alam. Dalam makalah ini akan membahas
mengenai onomatope yang ada didalam komik one piece vol 16.

1
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah
1. Apa saja onomatope yang ada didalam komik one piece vol 16?
2. Apa makna onomatope yang terdapat didalam komik one piece vol 16?

1.3 Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari penulisan maklah ini adalah
1. Untuk mengetahui onomatope yang terdapat dalam komik one piece vol 16
2. Untuk mengetahui makna onomatope yang ada didalam komik one piece vol 16

2
BAB II

ISI DAN PEMBAHASAN

2.1 Penelitian Relevan


Skripsi Ardiani Putri Utami (2018) yang berjudul Analisi Bentuk dan Makna
Onomatope yang Berbunyi Panjang pada Komik, dalam skipsi ini mendeskripsikan
menegnai bentuk dan makna yang ada pada komik. Metode yang digunakan dalam
skripsi ini adalah pendekaran deskriptif . Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah metode teknik sadap dan catat. Data pada skripsi ini berasal dari komik
Kocchimuite! Miiko dan Meitantei Conan. Berdasarkan pada analisi data dapat
disimpulkan bahwa terdapat bentuk onomatope yang berbunyi panjang pada komik
dan makna paling banyak adalah tiruan suara benda.
Naskah publikasi Sutarni (2012) yang berjudul Deskripsi Semantik
Onomatope Komik Serial Inuyasa, menjelaskan mengenai struktur onomatope, fungsi
onomatope, dan makna onomatope dalam komik serial Inuyasa. Metode pengumpulan
data yang ada dalam naskah ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat.
Metode analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Berdasarkan
penelitian tersebut dapat disimpulkan struktur onomatope dapat diklarifikasikan
menjadi tiga macam, fungsi onomatope ada lima, dan makna yang ada di komik serial
Inuyasa ada empat macam.

2.2 Onomatope dalam Komik One Piece vol 16


Onomatope adalah tiruan bunyi yang berasal dari benda hidup dan benda mati.
Menurut staf pengajar bahasa dan sastra Jepang Universitas Negeri Surabaya dalam
buku berjudul ungkapan dan ekspresi onomatope bahasa Jepang terdapat dua jenis
pola, yaitu
(1) Kata kata yang merupakan peniruan dari suara atau bunyi secara alami.

a) 擬音語 Giongo, yaitu kata-kata yang menggambarkan bunyi benda tak hidup.

Contoh: じいじい jii – jii, yang menggambarkan bunyi alat-alat listrik atau

mesin yang sedang bekerja.

3
b) 擬声語 Giseingo, yaitu kata-kata yang menggambarkan suara/bunyi benda

hidup.

Contoh: かあかあ gaa – gaa, menggambarkan suara burung gagak.

(2) Kata-kata yang merupakan peniruan gerakan atau aksi.

a) 擬態語 Gitaigo, yaitu kata-kata yang menggambarkan keadaan gerakan benda

mati.

Contoh: ころころ goro – goro, untuk menggambarkan keadaan kelereng yang

menggelinding.

b) 魏溶語 Giyougo, yaitu kata-kata yang menggambarkan keadaan benda hidup.

Contoh: ぶるぶる buru – buru, untuk mengambarkan gerak orang yang gemetar.

c) 魏 情 語 Gijougo, yaitu kata-kata yang menggambarkan pikiran perasaan

manusia.

Contoh: くし ゃくしゃ kusha – kusha, untuk menggambarkan perasaan tidak

tenang, rasa kurang sennag pada suatu hal, hingga memutuskan untuk diam.
Dari hasil dari mendata onomatope yang ada di komik one piece vol 16 terdapat 2
buah giongo, 9 buah giseigo, 18 buah gitaigo, 7 buah giyougo, dan 2 buah gijougo.
Berikut ini adalah pengelompokan onomatope yang ada di komik one piece vol 16
berdasarkan jenisnya.

2.2.1 Giongo

Giongo berasal dari bunyi benda mati

No. Onomatope Halaman Jenis Keterangan


1. ど―ん Hal 21 Giongo Menggambarkan munculnya sesuatu

2. ニコニコ Hal 153 Giongo Menggambarkan tertawa tanpa


mengeraskan suara

2.2.2 Giseigo

Giseigo berasal dari bunyi benda hidup


4
No. Onomatope Halaman Jenis Keterangan
1. バキバキ Hal 10 Giseigo Menggambarkan suara monster
yang sedang berlari turun dari
bukit bersalju
2. ドドト Hal 21 Giseigo Menggambarkan suara kuda nil
lari didaerah bersalju
3. ズドドドドドッ Hal 22 Giseigo Menggambarkan suara kudal nil
membuka mulut
4. ばっばっば Hal 30 Giseigo Menggambarkan suara
hembusan nafas kuda nil
5. ラパ―ン Hal 38 Giseigo Menggambarkan suara rapan
(nama kelinci salju dikomik)
6. まっはっはっは Hal 46 Giseigo Menggambarkan suara tertawa

7. そ― Hal 59 Giseigo Menggambarkan suara


hembusan nafas yang sangat
kecil
8. ガチャ Hal 136 Giseigo Menggambarkan suara berteriak

9. うおおおおお Hal 151 Giseigo Menggambarkan suara orang


beteriak dari atas bukit

2.2.3 Gitaigo

Gitaigo berasal dari bunyi gerakan benda mati

No. Onomatope Halaman Jenis Keterangan


1. ゴゴゴゴゴゴゴ Hal 10 Gitaigo Menggambarkan suara salju
longsor
2. ゴオッ Hal 12 Gitaigo Menggambarkan gumpulan salju
turun dari bukit
3. ヒュオオオ Hal 24 Gitaigo Menggambarkan angin
bercampur salju
4. ハクンッ Hal 24 Gitaigo Menggambarkan longsoran salju

5
menerjang desa yang ada
dibawah bukit
5. ごくん Hal 25 Gitaigo Menggambarkan sesuatu yang
masuk kedalam lubang
6. とととととと Hal 32 Gitaigo Menggambarkan suara kaki
berlari diatas salju
7. ボワン Hal 36 Gitaigo Menggambarkan seseorang
menghindari ancaman
8. ガツドタバター Hal 59 Gitaigo Menggambarkan suara gemuruh
karena keributan
9. ボコオン Hal 83 Gitaigo Menggambarkan kekuatan super

10. キラキラ Hal 86 Gitaigo Menggambarkan keadaan yang


indah
11. ずどんっ Hal 90 Gitaigo Menggambarkan suara pedang

12. ポアンポアン Hal 122 Gitaigo Menggambarkan ancaman

13. ボカボカ Hal 123 Gitaigo Menggambarkan situasi orang


berkelahi
14. ガンッ Hal 137 Gitaigo Menggambarkan suara tubuh
terbentur pohon
15. ざっくっざくっ Hal 143 Gitaigo Menggambarkan suara rusa
besar yang berlari
16. ガキイン Hal 143 Gitaigo Menggambarkan suara adu
tandung rusa
17 うきうき Hal 153 Gitaigo Menggambarkan kehilangan
ketenangan karena terlalu
bergembira
18. バキバキ Hal 162 Gitaigo Menggambarkan suara tangan
yang memukul orang dibagian
tubuh

6
2.2.4 Giyougo

Giyougo bunyi berasal dari keadaan benda hidup

No. Onomatope Halaman Jenis Keterangan


1. オオオ Hal 11 Giyougo Menggambarkan keadaan panik

2. ガキン Hal 16 Giyougo menggambarkan keadaan


menghindari sesuatu
3. ぎょっ Hal 59 Giyougo Menggambarkan keadaan ingin
bersembunyi
4. ぐびっ Hal 60 Giyougo Menggambarkan keadaan terkejut

5. ポロ Hal 107 Giyougo Menggambarkan keadaan


menangis karena sakit
6. ガチャ Hal 136 Giyougo Menggambarkan suara

7. ぶんぶんぶん Hal 163 Giyougo Menggambarkan keadaan


kebingungan

2.2.5 Gijougo

Gijougo bunyi berasal dari pikiran perasaan manusia

No. Onomatope Halaman Jenis Keterangan


1. ばっ Hal 11 Gijougo Menggambarkan ide bagus

2. ッガ―ン Hal 15 Gijougo Menggambarkan perasaan kaget

7
2.3 Makna onomatope dari komik One Piece vol 16

1. ニコニコ

Gambar 1. Giongo

Pada gambar 1 sebelah kiri atas terdapat percakapan berupa kata “HEHEHE”.
Dari situ menunjukkan bahwa suasana pada gambar tersebut terlihat tertawa.
Namun, tertawa pada gambar tersebut tidaklah keras hanya pelan saja sehingga

menimbulkan bunyi ニコニコ yang termasuk ke dalam onomatope jenis giongo.

2. うおおおおお

8
Gambar 2. Giseigo

Dalam gambar diatas dapat dilihat bahwa tokoh yang ada dicerita itu menemukan

keajaiban daun ceri bersemi diatas bukit. Karena merasa bahagia dia berteriak う

おおおおお dari atas bukit untuk menandakan bahwa dia sedang berbahagia karena

akan dapat menciptakan ramuan keajaiban. Bunyi うおおおおお termasuk ke dalam

giseigo karena berasal dari bunyi benda hidup.

3. ゴゴゴゴゴゴゴ

Gambar 3. Gitaigo

Suasana yang terjadi pada gambar 3 adalah keadaan dimana salju dari atas bukit
akan longsor. Tokoh yang ada dalam gambar tersebut panik dan harus

menyelamatkan diri. Dari longsoran salju tersebut menyebabkan bunyi ゴゴゴゴゴ

9
ゴゴ, karena bunyi yang dihasilkan dari benda mati maka termasuk onomatope

jenis gitaigo.

4. ぶんぶんぶん

Gambar 4. Giyougo

Pada gambar diatas menceritakan keadaan bingung akibat lupa. Bunyi yang

muncul pada kondisi saat merasa kebingunan adalah ぶんぶんぶん. Pada gambar

diatas terdapat dua gambar wajah rusa yang menengok ke kanan dan kekiri,
ditambah dengan baris berupa setengah lingkaran yang ada dibawah kepala. Hal

itu menunjukkan bahwa bunyi ぶ ん ぶ ん ぶ ん adalah bunyi pada saat kondisi

kebingunan. Bunyi ぶんぶんぶん termasuk ke dalam jenis giyougo.

5. ッガ―ン

10
Gambar 5. Gijougo

Pada gambar 5 bunyi ッガ―ン termasuk dalam gijougo karena pada tokoh tersebut

merasa kaget bercampur takut. Sambil menaiki pohon cemara, tokoh tersebut
kaget melihat sekumpulan kelinci dan takut karena kelinci-kelinci tersebut
berukuran besar seperti monster. Kelinci-kelinci tersebut berlari dari atas bukit
sehingga menyebabkan salju longsor.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

11
Bahasa Jepang onomatope terbagi menjadi 5 jenis, yaitu giongo (bunyi dari
benda mati), giseigo (bunyi dari benda hidup), gitaigo (bunyi dari gerakan benda
mati), giyougo (keadaan benda hidup) dan gijougo (menggambarkan pikiran
perasaan manusia). Dalam komik one piece vol 16 ditemukan banyak sekali
onomatope dari berbagai jenis. Terdapat 2 buah giongo, ada 9 buah giseigo, ada
18 buah gitaigo, ada 7 buah giyougo, dan ada 2 buah gijougo.

Makna dari setiap onomatope yang ditemukan kebanyakan bunyi yang


dihasilkan dari benda mati atau disebut dengan gitaigo. Dari hasil mendata
onomatope, Bunyi-bunyi yang ada dalam komik one piece vol 16 memiliki
makna yang berbeda.

3.2 Saran

Onomatope adalah bunyi-bunyi yang berasal dari semua jenis benda.


Onomatope yang terdapat dikomik berfungsi untuk menghidupkan cerita yang
ada didalamnya. Namun, ada beberapa onomatope yang tidak kita mengerti
maknanya.

Oleh karena itu, saran bagi pembaca yang akan melakukan penelitian ataupun
membuat tulisan mengenai onomatope haruslah memahami semua bunyi yang
ada terutama onomatope bahasa Jepang. Karena onomatope bahasa Jepang adalah
bahasa asing, maka harus mempelajari secara rinci berbagai bunyi agar
mengetahui makna yang ada didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA

Staf Pengajar Bahasa Jepang Universitas Negeri Surabaya. 2017. Ungkapan


dan Ekspresi Onomatope Bahasa Jepang. Surabaya: Bintang Surabaya

12
Chaer, Abdul. 2013. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT
Rineka Cipta

Oda, Eiichiro. 2003. One Piece. Sumatera Utara: Printed in Indonesia

Sutarni. 2012. Deskripsi Semantik Onomatope dalam Komik Serian Inuyasa.


(http://eprints.ums.ac.id/20874/9/11._NASKAH_PUBLIKASI.pdf) diakses pada
18 Mei

Ardiani Putri Utami. 2018. Analisi Bnetuk dan Makna Onomatope yang
Berbunyi Panjang pada Komik.
( http://eprints.undip.ac.id/63464/1/ANALISIS_BENTUK_DAN_MAKNA_ON
OMATOPE_YANG_BERBUNYI_PANJANG_PADA_KOMIK.pdf) diakses
pada 18 Mei

Soviyan, Aden Rahmad. 2018. Analisis Makna Onomatope dalam Komik


“Furiizaa Yori Ai Wo Komete”.
(http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/2972/160722011.pdf?seq
uence=1&isAllowed=y ) diakses pada 18 Mei

13