Anda di halaman 1dari 3

DERMATITIS ATOPIK

(KECUALI RECALCITRANT)

No. Dokumen : SOP/ /BAB


IX/UKP/2018

SOP No. Revisi : 00

Tanggal Terbit :

Halaman : 1 dari 2

UPTD
ANANG SETIANA
PUSKESMAS
NIP.196912151989121001
KADIPATEN

1. Pengertian Dermatitis Atopik (DA) adalah peradangan kulit berulang dan


kronis dengan disertai gatal, Pada umumnya terjadi selama masa
bayi dan anak-anak dan sering berhubungan dengan peningkatan
kadar IgE dalam serum serta riwayat atopi pada keluarga atau
penderita,

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah petugas untuk dokter


dapat melakukan konseling dan edukasi kepada pasien dan
keluarga dan memberikan terapi dengan baik sesuai SOP,

3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Kadipaten Nomor : 445.4/


03/Admen/2018 Tentang peningkatan mutu dan kinerja
puskesmas, sasaran kinerja ukm,dan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien UPTD puskesmas kadipaten

4. Referensi  PMK No. 75 Tentang Pelayanan Kesehatan Puskesmas


 PMK No. 46 Tentang Akreditasi Puskesmas, klinik Pratama,
Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri
Dokter Gigi
 Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan
kesehatan primer, edisi I,hal 318.

5. Prosedur Penatalaksanaan dilakukan dengan modifikasi gaya hidup, yaitu:

a. Menemukan faktor risiko


b. Menghindari bahan-bahan yang bersifat iritan termasuk
pakaian sepert wol atau bahan sintetik
c. Memakai sabun dengan pH netral dan mengandung pelembab
d. Menjaga kebersihan bahan pakaian
e. Menghindari pemakaian bahan kimia tambahan
f. Membilas badan segera setelah selesai berenang untuk
menghindari kontak klorin yang terlalu lama
g. Menghindari stress psikis
h. Menghindari bahan pakaian terlalu tebal, ketat, kotor
i. Pada bayi, menjaga kebersihan di daerah popok, iritasi oleh
kencing atau feses, dan hindari pemakaian bahan-bahan
medicatedbaby oil
Pemberian Obat

Untuk mengatasi keluhan, farmakoterapi diberikan dengan:


a. Topikal (2x sehari),Pada lesi di kulit kepala, diberikan
kortikosteroid topikal, seperti: Desonid krim 0,05% (catatan:
bila tidak tersedia dapat digunakan fluosinolon asetonidkrim
0,025%) selama maksimal 2 minggu,
b. Pada kasus dengan manifestasi klinis likenifikasi dan
hiperpigmentasi, dapat diberikan golongan betametason
valerat krim 0,1% atau mometason furoat krim 0,1%),
c. Pada kasus infeksi sekunder, perlu dipertimbangkan
pemberian antibiotik topikal atau sistemik bila lesi meluas,
d. Oral sistemik

6. Diagram Alir Petugas


Petugas memanggil Petugas memeriksa
pasien, dan mencatat melakukan tanda-tanda
identitas dibuku anamnesa vital Sign
registrasi pasien

Petugas
memeriksa
fisik pasien

Pemberian Obat Penatalaksanaan

Petugas menulis hasil


Petugas
pemeriksaan, diagnose
memberikan
dan terapi direkam
edukasi kepada
medic pasien
pasien
7. Hal-hal yang 1. Identifikasi pasien
perlu 2. Anamnesa pasien
diperhatikan 3. Diagnosa pasien

No Yang diubah Isi Perubahan Tgl, mulai diberlakukan