Anda di halaman 1dari 4

KEJANG DEMAM

No. Dokumen : SOP/ /BAB


IX/UKP/2018

SOP No. Revisi : 00

Tanggal Terbit :

Halaman : 1 dari 3

UPTD
ANANG SETIANA
PUSKESMAS
NIP.196912151989121001
KADIPATEN

1. Pengertian Kejang demam adalah bangkitan kejang uang disebabkan oleh


demam diatas suhu 380c rectal tanpa disertai infeksi pada system
saraf pusat atau ganguan keseimbangan elekroli takut pada anak
berumur lebih dari 1 bulan dan < 5 tahun, tanpa riwayat kejang
tanpa demam sebelumnya

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langka petugas untuk dapat


memahami dan mendiagnosa kejang demam dan melakukan
pengobatan kejang demam

3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Kadipaten


Nomor:445.4/ 03/Admen/2018 Tentang peningkatan mutu dan
kinerja puskesmas, sasaran kinerja ukm,dan peningkatan mutu
dan keselamatan pasien UPTD puskesmas kadipaten

4. Referensi  Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tentang Pelayanan


Kesehatan Puskesmas
 Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tentang Akreditasi
Puskesmas, klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter
dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi.
 Panduan praktik Klinis bagi dokter di fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer ,Edisi I, hal 218- 221.

5. Prosedur 1. Petugas memanggil pasien ( kl keadaan pasien baik )


2. Petugas mencatat identitas pasien pada buku register
3. Petugas melakukan anamnesa pada pasien
4. Petugas menanyakan apakah terdapat demam sebelum kejang,
sudah berapa kali menderita kejang, bila lebih dari 2 kali
apakah ada yang berlangsung lebih dari 15 menit, bagaimana
jenis kejang, apakah parsial atau umum, atau parsial menjadi
umum
5. Petugas menanyakan saat demam apakah diukur
menggunakan thermometer, apakah sudah diberikan penurun
demam, jika sudah sebutkan, apakah ada factor resiko
berulang nya kejang
6. Petugas menanyakan ada factor resiko menjadi epilepsy
7. Petugas menanyakan apakah disertai dengan penurunan
kesadaran, anyakan kesehatan anak sebelum sakit sekarang,
apakah disertai mencret, batuk, sesak nafas, dan bagaimana
buang air kecilnya
8. Petugas mencuci tangan terlebih dahulu sebelum kontak
pemeriksaan pasien
9. Petugas mengukur tanda vital pasien meliputi tekanan darah,
nadi, suhu dan freksuensi pernapasan
10. Petugas melakukan pemeriksaan fisik apakah terdapat mikro
atau makrosefali
11. Petugas melakukan pemeriksaan pada ubun-ubun, apakah
ada ubun-ubun menonjol
12. Petugas memeriksa conjungtiva anemis, anemis atau tidak
13. Petugas melakukan pemeriksaan sara fkania, peemeriksaan
rangsal meningeal (kaku atau tidak kuduk atau brudzinki I-II)
14. Petugas melakukan pemeriksaan jantung, paru, abdomen, apa
ditemukan tanda-tanda penyebab infeksi
15. Petugas memeriksa apakah ada kelumpuhan pada ekstremitas
atas atau bawah, reflex, fisiologis dan tonus otot
16. Petugas melakukan cuci tangan setelah pemeriksaan pasien
17. Bila diperlukan petugas membuat permintaan pemeriksaan
darah rutin/ lengkap dan urin rutin
18. Petugas mengisi formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
19. Petugas menyerahkan permintaan kepada laboratorium
20. Petugas menegakan diagnose kejang demam yang terdapat
dari gejala pemeriksaan fisik dan hasil laboratorium
21. Petugas menegakan kepada pasien bahwa pasien perlu dirawat
di Puskesmas
22. Petugas memberikan infoemed concent untuk tindakan medis
yang akan dilakukan kepada pasien dan ditanda tangani oleh
pasien atau keluarga pasien
23. Petugas memberikan terapi untuk pengobatan kejang demam :
a. Fase akut/saat kejang :
1) Perhatikan ABC
2) Putus kejang dengan diazetpam 0,5 gg/kg BB/x
prerektal, mak 2 kali, jarak 5 menit, Jika masih
kejang diberikan diazetpam 0,25-0,5 mg/kg iv, kec 2
mg/menit, makimal 10 mg, Jika masih kejang
persiapkan pasien untuk dirujuk kepelayanan yang
lebih baik
3) Pemberian cairan IV RL sesuai kebutuhan
4) Saat demam diberikan paracetamol dengan dosis 10-
15 mg/kgBB/kali berikan 4 kali sehari
5) Diazepam oral 0,3 mg/kgBB/kali, 3 kali sehari atau
diazepam rectal 5 mg untuk BB/<10kg atau 10 mg
untuk BB>10kg
6) Terapi antibiotic sesuai dengan sember infeksi : bisa
per oral maupun intervena, untuk penggunaan iv
antibiotic terlebih dahulu melakukan skin test
a) Kloramphenikol, dosis 50-100 mg/kgBB/hari
mak 2 gram selama 10-14 hari dibagi 4 dosis
b) Ampeisillin dan amoksisilin, dosis anak 50-100
mg/kgBB/hari selama 7-10 hari
c) Contimoxazole (TMP-SMX), dosis anak TMP 6-19
mg/kgBB/hari atau SMX 30-50 mg/kgBB/ari
selama 10 hari
d) Thiamfenikol, dosis 50 mg/kgBB/hari
24. Petugas memberikan penjelasan mengenai terapi kepada
keluarga pasien, Petugas mengedukasi keluarga pasien bahwa
kejang demam umum nya kronologis baik, hanya sebagian
kecil yang berkembang menjadi epilepsi
25. Petugas menulis hasil pemeriksaaan, diagnose, laboratorium
dan terapi pada rekam medic pasien
26. Petugas menulis hasil diagnose pada buku register

6. Diagram Alir Melakukan Menegakan


Melakukan
vital sign dan diagnosis
anamnesis
pemeriksaan berdasarkan hasil
pada pasien
fisik pemeriksaan

Menulis hasil
Menulis anamnesa
Memberikan
diagnose pemeriksaan
tatalaksana pada
pasien kebuku dan diagnose
pasien sesuai hasil
registrasi kerekam medic
pemeriksaan
7. Unit terkait 1. UGD
2. Rawat Inap
3. Laboratorium
4. Farmasi
Rekaman Histori Perubahan

No Yang diubah Isi Perubahan Tgl, mulai diberlakukan