Anda di halaman 1dari 16

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional.

Penelitian ini mempelajari tentang dinamika korelasi partisipasi masyarakat

(variabel independen) dengan tingkat ketangguhan masyarakat (variabel

dependen) dengan cara observasi dan pengumpulan data dilakukan sekaligus pada

suatu saat (point time approach) (Nursalam, 2016). Tiap subjek penelitian hanya

diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau

variabel subjek pada saat pemeriksaan (Notoatmodjo, 2014).

3.2 Waktu Dan Tempat Penelitian

3.2.1 Waktu :

Penelitian akan dilaksanakan tiap hari Rabu selama 1 bulai yaitu tanggal 6

Februari hingga 27 Februari 2019 .

3.2.2 Tempat :

Penelitian akan dilaksanakan di Desa Pandansari Kecamatan

Poncokusumo Kabupaten Malang.

3.3 Kerangka Kerja

Kerangka kerja adalah tahapan kegiatan penelitian yang akan dilakukan

dan dibuktikan kebenarannya untuk mencapai tujuan penelitian (Sumantri, 2011).

8
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang aktif dalam kegiatan organisasi
Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kab. Malang sejumlah 415orang.

Sampel
Masyarakat anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Pandansari Kecamatan
Poncokusumo Kabupaten Malang sejumlah 200 orang.

Teknik sampling
Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling : Quota
Sampling

Desain penelitian
Penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional.

Variabel independen Variabel dependen


Variabel independen dalam penelitian Variabel dependen pada penelitian ini
ini adalah partisipasi masyarakat adalah tingkat ketangguhan masyarakat

Pengumpulan data Pengumpulan data


Lembar kuisioner partisipasi Lembar kuisioner ketangguhan
masyarakat masyarakat

Pengolahan data
Editing, koding, data entry, cleaning, tabulating

Analisa data
Uji Spearman rank

Pembahasan

Kesimpulan

Bagan 3.1 Kerangka kerja partisipasi masyarakat dan ketangguhan masyarakat.


3.4 Desain Sampling

3.4.1 Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian yang mempunyai

kesamaan karakterisiktik, objek tersebut berupa manusia, hewan, tumbuhan dan

benda mati lainnya serta peristiwa yang terjadi di masyarakat atau alam

(Notoatmodjo, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan

masyarakat Desa Pandansari Kab. Malang sejumlah 415 orang, berdasarkan

jumlah warga yang aktif mengikuti kegiatan kebencanaan di Desa Pandansari

yang didapatkan dari hasil wawancara langsung dengan Ketua FPRB Balakarcana

Tahun 2018.

3.4.2 Sampel

Sampel merupakan bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan

sebagai subyek penelitian melalui sampling (Nursalam, 2014). Sampel dalam

penelitian ini adalah masyarakat yang berpartisipasi dengan kegiatan kebencanan

di Desa Pandansari Kec. Poncokusumo Kab. Malang yang sesuai dengan kriteria

inklusi dan ekslusi.

1. Kriteria inklusi

1. Masyarakat mengikuti kegiatan kerja bakti

2. Masyarakat mengikuti kegiatan rutin desa

3. Masyarakat berumur dewasa umur 20-40 tahun

4. Masyarakat sehat jasmani dan rohani

5. Masyarakat bersedia untuk menjadi responden dan hadir

6. Masyarakat dapat baca tulis

2. Kriteria eksklusi
Masyarakat yang kurang kooperatif, tidak mengikuti kegiatan rutin kerja

bakti, dan masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan rutin desa.

3. Besar sampel

Menurut Nursalam (2016) dalam suatu penelitian, besar sampel dapat

ditetapkan dengan menggunakan rumus :

𝑁. 𝑧 2 . 𝑝 . 𝑞
n= 𝑑2 ( 𝑁−1 ) + 𝑧 2 . 𝑝 . 𝑞

415. (1,96)2 .0,5 . 0,5


= (0,05)2 ( 415−1 ) + (1,96)2 . 0,5 . 0,5

398,566
= 1,9954

= 199,7

= 200

Keterangan :

n = jumlah sampel

N = perkiraan besar populasi

z = nilai standar normal untuk α = 0,05 (1,96)

p = perkiraan proporsi, jika tidak diketahui dianggap 50%

q = 1- p (100% - p)

d = tingkat kesalahan yang dipilih (d = 0,05)

Penghitungan besar sampel dalam penelitian ini disesuaikan dengan teknik

sampling yang digunakan. Dimana teknik yang digunakan oleh peneliti

adalah purposive sampling. Purposive Sampling, yaitu metode

pengambilan sampel yang diambil atas suatu pertimbangan tertentu yang

dibuat oleh peneliti (Notoatmodjo, 2014). Sehingga besar sampel dalam


penelitian ini berdasarkan hasil penelitian yang akan dilaksanakan selama

bulan Januari - Februari di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo

Kabupaten Malang sebanyak 200 responden.

3.4.3 Sampling

Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat

mewakili populasi yang ada (Nursalam, 2014). Sampling yang digunakan dalam

penelitian ini adalah nonprobability sampling : Purposive Sampling, yaitu metode

metode pengambilan sampel yang diambil atas suatu pertimbangan tertentu yang

dibuat oleh peneliti (Notoatmodjo, 2014). Penelitian ini dilaksanakan dengan

tujuan yaitu mereka yang aktif dan tergabung dalam kegiatan kebencanaan.

3.5 Identifikasi Variabel

Hadi dalam Arikunto (2013) mendefinisikan variabel sebagai gejala yang

bervariasi. Dalam hal ini Hadi mengartikan gejala sebagai objek penelitian,

sehingga bila disimpulkan definisi variabel ialah suatu objek penelitian yang

mempunyai berbagai macam variasai.

3.5.1 Variabel independen

Variable independen (bebas) adalah variabel yang dapat mempengaruhi

veriabel yang lain atau yang menjadi penyebab (Nursalam, 2014). Variabel

independen dalam penelitian ini adalah partisipasi masyarakat dengan kegiatan

kebencanaan.

3.5.2 Variabel dependen


Variable dependen (terikat) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel

lain atau menjadi akibat (Nursalam, 2014). Variabel dependen pada penelitian ini

adalah tingkat ketangguhan masyarakat.


3.6 Definisi Operasional

No Variabel Definisi operasional Indikator Alat ukur Skala Skoring


1 Variabel Respon Masyarakat Indikator variabel partisipasi Lembar Interval 0-50
independen : tentang partisipasi berjumlah 3 kuisioner
masyarakat dengan partisipasi
Partisipasi kegiatan kebencanaan di 1. Pengetahuan dan sikap masyarakat
masyarakat Desa Pandansari 2. Peran masyarakat DESTANA
dengan kegiatan Kecamatan 3. Faktor yang mempengaruhi
kebencanaan Poncokusumo 4. Dampak partisipasi (Musimba,
masyarakat 2014)

2 Variabel Respon masyarakat Indikator untuk variabel Lembar Ordinal 0-200


dependen : mengenai ketangguhan ketangguhan masyarakat kuisioner
masyarakat. berjumlah 5 ketangguhan
Tingkat masyarakat
ketangguhan 1. Pengetahuan terhadap risiko (Debora et
masyarakat bencana al., 2018)
2. Pengkajian risiko bencana
3. Perencanaan kegiatan untuk
menurunkan risiko bencana
4. Pelaksanaan kegiatan
pengurangan risiko bencana
5. Sistem komunikasi dan
pemerintah
Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Partisipasi Masyarakat Dengan Kegiatan Kebencanaan Terhadap Tingkat
Ketangguhan Masyarakat Di Desa Kabupaten Malang.
3.7 Teknik Pengumpulan Data

3.7.1 Proses Pengumpulan Data

3.7.1.1 Tahap persiapan

1. Mengajukan permohonan izin ke pada instansi terkait (Kantor Desa, Desa Pandansari

Kecamatan Poncokusumo Kab. Malang) dengan disertai surat pengantar dari STIKes

Kepanjen.

2. Mendapat izin dari instansi Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kab. Malang

yang disertai dengan surat balasan.

3.7.1.2 Tahap pelaksanaan

1. Penelitian dilaksanakan selama 9 minggu

2. Penelitian dimulai sesuai dengan dimulainya acara kegiatan masyarakat rutin.

3. Setelah mendapat izin, peneliti mendatangi kegiatan masyarakat untuk memilih

responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.

4. Menjelaskan maksud dan tujuan penelitian. Kemuadian peneliti memberikan surat

permohonan serta lembar persetujuan (inform concent) untuk ditandatangani.

5. Setelah mendapat persetujuan responden, peneliti memberikan lembar kuisioner yang

akan diisi oleh responden serta menjelaskan tata cara pengsisiannya.

6. Responden dipersilahkan untuk mengisi data dalam kuisioner selama 15 menit

dengan didampingi peneliti. Jika terdapat hal-hal yang tidak difahami responden,

maka responden dipersilahkan untuk bertanya ke pada peneliti.

7. Setelah 30 menit peneliti mengambil kuisioner untuk validasi dari isian dan

kelengkapannya.

8. Setelah kuisioner lengkap, peneliti mengambil kuisioner dan kembali ke ruangan.


3.7.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrument merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian

(Notoatmodjo, 2012). Pada penelitian ini terapat tiga kuisioner yang digunakan kuisioner A

untuk sebagai data demografi responden, kuisioner B untuk sebagai alat ukur dari partisipasi

masyarakat, kuisioner C sebagai alat ukur untuk tingkat ketangguhan masyarakat.

Untuk kuisioner B tentang partisipasi penliti mengadopsi dari kuisioner yang digunakan

oleh (Musimba, 2014) yang sudah disesuaikan dengan responden penelitian dan diterjemahkan

serta terdiri dari empat kisi-kisi, yakni :

1. Pengetahuan dan sikap

2. Peran masyarakat

3. Faktor yang mempengaruhi

4. Dampak partisipasi masyarakat

Hasil skor partisipasi : (0 - 50)

sedangkan kuisioner C yang digunakan untuk mengukur tingkat ketangguhan masyarakat

mengadopsi dari (Debora et al., 2018).

Instrumen tersebut terdiri dari 51 pertanyaan 7 pertanyaan menunjukkan pengetahuan

terhadap risiko bencana, 9 pertanyaan menunjukkan pengkajian risiko bencana, 12 pertanyaan

menununjukkan perencanaan kegiatan untuk menurunkan risiko bencana, 16 pertanyaan

menunjukkan pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana dan 7 pertanyaan menunjukkan

system komunikasi dan pemerintahan dimana setiap pertanyaan dinilai 1 - 4 (Debora et al.,

2018).

Nilai 1 : tidak tahu


Nilai 2 : sangat tidak setuju

Nilai 3 : setuju

Nilai 4 : sangat setuju

Jumah rentang penilaian 0 - 200 dengan kesimpulan sebagai berikut :

1. Skor 0 – 50 = ketangguhan masyarakat sangat kurang

2. Skor 51 – 100 = ketangguhan masyarakat kurang

3. Skor 101 – 150 = ketangguhan masyarakat baik

4. Skor 151 – 200 = ketangguhan masyarakat sangat baik (Debora et al., 2018)

3.7.3 Uji Validitas dan Reabilitas

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan sebuah alat ukur tersebut benar-benar

dapat mengukur apa yang diukur. Sedangkan reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sebuah

sejauh mana alat pengukur tersebut dapat dipercaya dan dapat dianadalkan (Notoatmodjo,

2014). Instrumen partisipasi (Musimba, 2014) sudah disesuaikan dengan responden penelitian

dan sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

3.8 Analisa Data

Analisa data menjadi bagian penting dalam sebuah penelitian. Dimana pada tahapan ini

terjadi proses pengolahan dan analisis data yang bertujuan untuk mendapatkan hasil penelitian

dan menjadikan data tersebut sebagai informasi (Wasis, 2008).

3.8.1 Pengolohan Data

Proses pengolahan dalam penelitian ini menggunakan program computer dengan program

Statistical Package for Social Science (SPSS). Langkah-langkahnya sebagai berikut :


1. Editing

Editing adalah proses pengecekan kelengkapab dan penyuntingan dari suatu instrument

yang bertujuan untuk memudahkan pengolahan data selanjutnya (Wasis, 2008)

2. Koding

Koding adalah proses pemberian kode-kode tertentu pada jawaban responden (Wasis,

2008). Yang mana proses ini berguna untuk memasukkan data (Notoatmodjo, 2014).

3. Memasukkan Data (Data entry)

Merupakan proses memasukkan jawaban-jawaban dari masing-masing responden yang

sudah dalam bentuk kode kedalam program computer (Notoatmodjo, 2014).

4. Pembersihan Data (Cleaning)

Proses koreksi data untuk melihat kemungkinan adanya keselahan dalam memasukkan

kode-kode data, ketidak lengkapan, dan lain-lain yang kemudian dilakukan pembetulan

(Notoatmodjo, 2014)

5. Tabulasi

Tabulasi adalah proses penyajian data yang sesuai dengan kelompok dengan masing-

masing kelompok data ke dalam bentuk table tertentu (Wasis, 2008)

3.8.2 Analisis Data

1. Analisis Univariat

Analisis univariat merupakan analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan dari

masing-masing varieabel penelitian, yang mana pada umumnya analisis ini menghasilkan
distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variable (Notoatmodjo, 2014). Pada

penelitian ini variabel yang akan dianalisis adalah partisipasi masyarakat dan tingkat

ketangguhan masyarakat.

2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat adalah analisis yang digunakan pada dua variabel yang diduga

mempunyai hubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2014). Analisis ini akan

digunakan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi masyarakat dengan kegiatan

kebencanaan dengan tingkat ketangguhan masyarakat. Untuk uji statistiknya

menggunakan Spearman rank dan penghitungannya menggunakan SPSS 16 karena

bentuk skala data dari penelitian ini adalah skala data ordinal. Penarikan kesimpulan

didasarkan pada hasil perhitungan signifikasi dibandingkan dengan nilai P yang

ditetapkan yaitu 0,05. Jika nilai signifikasi P ≤ 0,05 maka data H0 ditolak berarti ada

hubungan dan jika nilai signiifikasi P > 0,05 maka data H0 diterima berarti tidak ada

hubungan (Hidayat, 2011)

3.9 Etika Penelitian

Etika membantu manusia dalam menilai atau melihat secara kritis moralitas yang dihayati

dan dianut masyarakat. Di satu sisi etika dapat membantu dalam merumuskan suatu pedoman

etis atau norma-norma yang diperlukan oleh kelompok masyarakat, termasuk kelompok

masyarakat professional. Sedangkan etika penelitian menunjuk pada prinsip-prinsip etis yang

diterapkan dalam sebuah kegiatan penelitian, mulai dari proposal penelitian sampai dengan

publikasi hasil penelitian. Secara garis besar terdapat empat prinsip menurut Milton (1999)

dalam Bondan Palestin (Notoatmodjo, 2014), yakni :

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity)


Dalam hal ini terdapat beberapa yang perlu dipertimbangkan peneliti, seperti hak-

hak subjek penelitian untuk mendapatkan informasi tentang tujuan penelitian yang akan

dilakukan, hak kebebasan subjek penelitian untuk berkenan menjadi partisipan ataupun

tidak. Dan sebagai pernyataan dari prinsip ini adalah hendaknya peneliti menyiapkan

lembar persetujuan subjek (inform concent), yang mencakup :

a. Penjelasan manfaat penelitian

b. Penjelesan kemungkinan risiko dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan

c. Penjelasan manfaat yang didapatkan

d. Persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh subjek

terkait prosedur penelitian

e. Persetujuan subjek dapat mengundurkan diri sebagai objek penelitian kapan saja

f. Jaminan anonimitas dan kerahasiaan terhadap identitas dan informasi yang

diberikan oleh responden

2. Menghormarti privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for privacy and

confidentiality)

Manusia masing-masing mempunyai hak dasar seperti hak kebebasan dalam

memberikan informasi dan hak privasi. Oleh karena itu informasi yang bersifat pribadi

dan rahasia bagi subjek penelitian harus dijaga oleh peneliti. Sebagai gantinya peneliti

dapat menggunakan kode-kode terntentu.

3. Keadilan dan keterbukaan (respect for justice and inclusiveness)

Penerapan pada prinsip keterbukaan yakni dengan menjelaskan hal yang berkaitan

dengan proses penelitian khususnya prosedur penelitian, kedua keadilan yakni menjamin

semua subjek penelitian agar mendapat perlakuan dan keuntungan yang sama tanpa
memandang status dan latar belakang. Untuk menjaga prinsip tersebut diperlukan

kejujuran, keterbukaan oleh peneliti.

4. Mempertimbangkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and

benefits)

Idealnya sebuah penelitian dapat memperoleh manfaat sesmaksimal mungkin dan

sebaliknya dapat meminimalisir kerugian atau dampak negatif pada mayarakat dan

terhadap subjek penelitian. Maka setiap penelitiannya yang dilakukan oleh peneliti

hendaknya :

a. Memenuhi kaidah keilmuan dan dilakukan berdasarkan hati nurani,moral,

kejujuran, kebebasan dan tanggung jawab.

b. Menurut SK Wali Amanah Universitas Indonesia No. 007/Tap/MWA-UI/2005

dalam Notoatmodjo (2014) merupakan upaya yang mewujudkan ilmu

pengetahuan, kesejahteraan, martabat, martabat dan peradaban manusia serta

terhindar dari sesuatu yang membahayakan sebjek penelitian.


DAFTAR PUSTAKA

Musimba, S. K. (2014). Role Of Community Participation In Drought Risk Management In Kiifi


County, Kenya. Cilivi County, Kenya.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

BNPB. (2018). Retrieved 09 26, 2018, from www.BNPB.go.id: dibi.bnpb.go.id/dibi/

Debora, O., Wahyudi, Y., Fatmawati, D. N., Susantyo, A., Sulistyono, Sardjono, R., et al.
(2018). Panduan Teknis Pengabdian Masyarakat (Panduan Kegiatan Peningkatan
Ketangguhan Masyarakat oleh Dosen dan Mahasiswa). (A. Susantyo, & M. M.
Setyaningsih, Eds.) Malang, Jawa Timur, Indonesia: Alta Pustaka.

EFE News Service, I., 2015. 27 Missing in China landslade. Wire Feed. United States, Miami:

EFE News Service, Inc.

Fauzan, E. M., Damayanti, A., & Saraswati, R. (2018). Wilayah Potensi Bencana Tanah Longsor

Dengan Metode Sinmap di Daerah Aliran Cimanuk Hulu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Prosiding Seminar Nasional Geotik, 221-231.

Fitriadi, M. W., Kumalawati, R., & Arisanty, D. (2017, 7). Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat
Terhadap Bencana Tanah Longsor Di Desa Jaro Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi), 4(4), 32-41.

Habibullah. (2013, 07 29). Kebijakan Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas: Kampung


Siaga Bencana dan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Informasi, 18(02), 133-150.

Hidayat, A. A. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Hidayat, R., & Subiyantoro, A. (2015, 10). Penanganan Longsor Pada Lereng Jalan Tol Gempo-
Pandaan KM 51, Pasuruan Jawa Timur. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia, 1(2), 15-
22.

Julimawati, Pasha, G. K., & Ruhimat, M. (2014). Partisipasi Masyarakat Dalam Menjaga
Kualitas Lingkungan Permukiman di Permukiman di Kecamatan Baleendah. GEA
(Jurnbal Pndidikan Geografi), 14(2), 29-43.

Kusumasari, B. (2014). Manajemen Bencana Dan Kapabilitas Pemerintah Lokal (1 ed.).


Yogyakarta, Indonesia: Gava Media.
Noor, A. F., Darmawan, D. S., Bhagawadita, G. P., Nugraha, I. Y., & Fadholi, D. H. (2018,
Agustus 11). Pendataan Aktivitas Masyarakat dalam Pengkategorian Desa Tangguh
Bencana dan Prioritasi Pertolongan Darurat Desa. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi
Informasi (SNATI), E63-E67.

Notoatmodjo, S. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan (2nd ed.). Jakarta: Rineka Cipta.

Noval (Ed.). (2018, 07 26). Retrieved 10 05, 2018, from memo-x.com: https://memo-
x.com/153933/153933.html

Nurjanah, R, S., Kuswanda, D., BP, S., & Adikoesmo. (2013). Manajemen Bencana. Bandung,
Jawa Barat, Indonesia: Alfabeta.

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (3rd ed.). (A.
Susila, Ed.) Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperwatan: Pendekatan Praktis (4 ed.). Jakarta:
Salemba Medika.

S, A. (2013). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sawerah, S., Muljono, P., & Tjitropranoto, P. (2016). Partisoipasi Masyarakat Dalam
Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut Di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan
Barat. Jurnal Penyuluhan, 12(01), 89-102.

Setiawan, H. (2016). Tingkat Partisipasi Masyarakat Pada Rehabilitasi Mangrove Dalam Rangka
Mitigasi Perubahan Iklim. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS, 250-259.

Shiho, Amagasa, S., Fukushima, N., Kikuchi, H., Oka, K., Takamiya, T., et al. (2017, April 07).
Types of Social Partoicipation and Psychological distress in Japanese. (T. Ojima, & H. I.
Daigaku, Eds.) Plos One, 1-12.

Stallinga, H. A., Dijkstra, P. U., Bos, I., Heerkens, Y. F., & Roodbol, P. F. (2014). The
ambiguity of the concept of participation in measurement instruments: operationalization
of participation influence research outcomes. Clinical Rehabilitation, 28(12), 1225-1226.

Sumantri, A. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan (1st ed.). (Murodi, & F. Ekayanti, Eds.)
Jakarta: Kencana.

Wasis. (2008). Pedoman Riset Praktis Untuk Profesi Perawat . Jakarta: EGC.