Anda di halaman 1dari 16

PENGARUH PERENCANAAN PAJAK DAN BEBAN PAJAK

TANGGUHAN TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN


MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017
Reza Hangga Dewa Kumala Putra1), Ketut Sunarta2), Haqi Fadillah3)

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan

Email : Rezahangga08@gmail.com

ABSTRAK

Reza Hangga Dewa Kumala Putra. 022114015. Pengaruh Perencanaan Pajak dan Beban Pajak Tangguhan
Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dibawah
bimbingan Ketut Sunarta dan Haqi Fadillah. 2019.

Manajemen laba merupakan upaya manajer perusahaan untuk mengintervensi atau mempengaruhi informasi-
informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui kinerja
perusahaan. Salah satu motivasi perusahaan melakukan praktik manajemen laba adalah motivasi pajak. Pajak
merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa
berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan
Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemerintah ingin memungut pajak semaksimal mungkin untuk
membiayai keperluan negara. Sedangkan perusahaan ingin membayar pajak seminimal mungkin karena bagi
perusahaan pajak dapat mengurangi kemampuan ekonomis perusahaan. Karena itu perusahaan melakukan
perencanaan pajak untuk meminimalkan beban pajak yang harus dibayar ke pemerintah. Semakin tinggi tingkat
perencanaan pajak suatu perusahaan maka semakin besar pula peluang manajer melakukan praktik manajemen laba
dengan cara meminimalkan beban pajak nya. Kemudian pada penelitian ini dimasukkan variabel beban pajak
tangguhan, karena menurut teori yang dikemukakan oleh Philipis et al. (2003) yaitu peningkatan beban pajak
tangguhan dan perencanaan pajak meningkatkan peluang pengelolaan laba untuk menghindari penurunan laba, yang
mendukung bahwa beban pajak tangguhan berguna dalam memprediksi manajemen laba.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara perencanaan pajak dan beban pajak tangguhan
terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI
periode 2013-2017. Metode analisis datanya adalah menggunakan uji regresi linear berganda. Pengumpulan data
dihasilkan dengan mengunduh laporan keuangan dari situs www.idx.co.id dan www.sahamok.com.
Hasil Penelitian ini menunujukkan bahwa secara parsial perencanaan pajak memiliki pengaruh terhadap
manajemen laba. Kemudian beban pajak tangguhan juga memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Sedangkan
secara simultan perencanaan pajak dan beban pajak tangguhan secara bersama-sama berpengaruh terhadap manajemen
laba. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis memberi saran untuk para pemakai laporan keuangan agar dapat
mengambil keputusan yang tepat berdasarkan laporan keuangan yang berkualitas, handal dan dapat dipercaya
sehingga informasi yang di dapat akurat atau tidak menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan. Bagi peneliti
selanjutnya penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan pada penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan
perencanaan pajak dan manajemen laba.

Kata kunci : Perencanaan pajak, beban pajak tangguhan, manajemen laba.


1) Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan
2) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan
3) Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan
I. PENDAHULUAN kinerja keuangan dan biasanya dilakukan
secara tersembunyi.
Manajemen laba merupakan upaya Banyak kasus yang terkait dengan
manajer perusahaan untuk mengintervensi manajemen laba, baik terjadi di dalam negeri
atau mempengaruhi informasi-informasi maupun luar negeri. Contoh kasus
dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk manajemen laba diluar negeri yaitu terjadi
mengelabui stakeholder yang ingin pada perusahaan elektronik asal Jepang
mengetahui kinerja perusahaan (Sulistyanto, Toshiba. Seperti yang dimuat
2008). Praktik manajemen laba dalam money.cnn.com oleh Yan pada tahun (2015)
perusahaan merupakan hal yang logis karena Toshiba mulai menyelidiki praktik akuntansi
fleksibilitas akuntansi memungkinkan di divisi energi. Menurut sebuah komite
manajer dalam mempengaruhi pelaporan. independen, perusahaan menggelembungkan
Mulford (2010) menyatakan bahwa untuk laba usaha Toshiba sebesar ¥151,8 miliar
dapat menilai baik buruknya manajemen laba atau sekitar $1,2 miliar selama 7 tahun.
tergantung pada sifat langkah-langkah Akibat skandal akuntansi yang mengguncang
manajemen laba yang dilakukan dan tujuan perusahaan, saham Toshiba telah turun
dari manajemen laba tersebut. Langkah- sekitar 20 persen sejak awal april ketika isu-
langkah manajemen laba bisa berada dalam isu akuntansi ini terungkap. Nilai pasar
rentang mulai dari yang paling hati-hati perusahaan hilang sekitar ¥1.673 triliun
dengan menggunakan fleksibilitas dalam ($13,4 miliar) dan para analis
batasan SAK, menggunakan fleksibilitas memperkirakan saham Toshiba masih akan
yang hampir diluar batasan SAK, sampai terus turun.
pada melanggar SAK dengan membuat Contoh kasus terkait praktik
laporan keuangan bermuatan kecurangan. manajemen laba di dalam negeri di antaranya
Ada berbagai pandangan mengenai adalah terjadi pada PT Indofarma Tbk, PT
manajemen laba itu sendiri. Biasanya Kimia Farma Tbk, PT Elnusa Tbk dan PT
akademisi berpendapat bahwa manajemen Agis Tbk. Pada tahun 2004 PT Indofarma
laba itu tidak buruk dengan mengasumsikan Tbk melakukan praktik manajemen laba
bahwa laporan keuangan telah dengan menyajikan laba bersih dengan cara
mengungkapkan seluruh manajemen laba menaikkan overstated laba bersih senilai
yang dilakukan, atau dengan kata lain Rp28,78 miliar, sehingga dampak dari
manajemen laba yang baik adalah yang penilaian persediaan barang dalam proses
masih dalam batasan aturan SAK dan yang lebih tinggi dari yang seharusnya,
diungkapkan secara penuh mengenai sehingga hpp tahun tersebut overstated.
dampaknya terhadap kinerja keuangan tahun Target yang ingin dicapai dalam praktik
berjalan dan yang akan datang. Sedangkan manajemen laba ini adalah menaikkan laba
manajemen laba yang buruk adalah (www.tempo.co, 2004). Fenomena adanya
menyajikan kinerja keuangan yang praktik manajemen laba pernah terjadi di
menyesatkan pembacanya dengan tidak pasar modal Indonesia. Khusunya pada
mengungkapkan seluruhnya maupun emiten manufaktur di BEI Jakarta, yaitu pada
sebagian mengenai dampaknya terhadap
PT Kimia Farma Tbk. Berdasarkan hasil pihak eksternal dan perusahaan yang
pemeriksaan Bapepam (Badan Pengawas mempunyai laba besar direkayasa menjadi
Pasar Modal,2002) diperoleh bukti bahwa lebih kecil agar beban pajak yang harus
terdapat kesalahan penyajian dalam penialian dibayarkan oleh perusahaan menjadi
persediaan barang jadi dan kesalahaan seminimal mungkin. Berikut ini adalah hasil
pencatatan penjualan,dimana dampak perhitungan manajemen laba yang dihitung
kesalahan tersebut yang mengakibatkan menggunakan proksi scaled earning changes
overstated laba pada laba bersih untuk tahun pada 8 perusahaan yang dijadikan sampel
yang berahir pada 31 dsesmber 2001 sebesar dari total 20 populasi perusahaan, yang
Rp32,7 miliar (Kompas, 21 November 2002). dipilih dengan menggunakan metode
Kemudian kasus manajemen laba purposive sampling. Pada perusahaan
terkait dana cadangan pernah terjadi pada manufaktur sub sektor makanan dan
PT Elnusa Tbk. Pada tahun 2011 cadangan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
dana perusahaan yang mencapai Rp111 Indonesia periode 2013-2017.
milyar disalahgunakan oleh pihak Tabel 1.
manajemen sehingga tampak luar perusahaan Data Perhitungan Manajemen Laba
memiliki potensi meraih keuntungan yang Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor
cukup tinggi, namun sebenarnya perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar di
dalam kritis (detik.com, 2011). Pada tahun BEI Periode 2013-2017.
2007, berdsarkan pemeriksaan Bapepam Kode 2013 2014 2015 2016 2017
(Badan Pengawas Pasar Modal) telah Emiten
ditemukan bukti bahwa PT Agis Tbk DLTA 0,013 0,002 -0,015 0,015 0,006
INDF -0,026 0,031 -0,025 0,034 -0,001
memberikan informasi laba yang secara MLBI 0,046 -0,014 -0,011 0,028 0,013
material tidak benar yang seharusnya total ROTI 0,001 0,005 0,011 0,001 -0,017
pendapatan sebesar Rp466,8 miliar, namun STTP 0,028 0,004 0,016 -0,002 0,010
ULTJ -0,007 -0,003 0,022 0,016 0,0001
disajikan sebesar Rp800 miliar. Dengan MYOR 0,020 -0,027 0,044 0,005 0,006
motivasi agar pihak eksternal menganggap CEKA 0,017 -0,069 0,146 0,356 -0,177
PT Agis Tbk menyajikan laporan keuangan Sumber : Data yang diolah penulis (2018)
yang dinyatakan baik dan sehat
(Ningsih,2018). Pada penelitian ini peneliti Berdasarkan tabel 1, perusahaan-
telah melakukan pengujian terhadap perusahaan manufaktur sub sektor makanan
perusahaan manufaktur untuk mendeteksi dan minuman selama periode 2013 sampai
adanya praktik manajemen laba. 2017 diindikasikan melakukan praktik
Dari beberapa kasus mengenai manajemen laba, karena memiliki nilai
manajemen laba diatas dapat disimpulkan, scaled earning changes yang berada diatas
bahwa manajemen seringkali memanipulasi nilai nol atau diatas batas earning thresholds,
laporan keuangan agar terlihat baik oleh untuk menghindari nilai negatif. Sedangkan
pihak eksternal dimana perusahaan yang untuk perusahaan yang memiliki nilai scaled
mempunyai laba yang kecil direkayasa earning changes yang berada dibawah nilai
menjadi lebih besar agar terlihat baik oleh nol atau dibawah batas earning thresholds
diindikasikan tidak melakukan praktik teori keagenan, dalam hal ini pemerintah
manajemen laba. (fiskus) sebagai pihak principal dan
Kesimpulan yang dikemukakan oleh manajemen sebagai pihak agent masing
peneliti ini mengacu pada teori yang masing memiliki kepentingan yang berbeda
dikemukakan oleh Philips et al. (2003). Yaitu dalam hal pembayaran pajak. Perusahaan
mengidentifikasikan batas pelaporan laba (agent) berusaha membayar pajak sekecil
(earnings thresholds) dan menemukan mungkin karena dengan membayar pajak
bahwa perusahaan yang berada di bawah berarti mengurangi kemampuan ekonomis
earnings thresholds atau nilai nol akan perusahaan. Di lain pihak pemerintah
berusaha untuk melewati batas tersebut (principal) memerlukan dana dari
dengan melakukan manajemen laba. Philips penerimaan pajak untuk membiayai
et al. (2003) menyatakan bahwa para manajer pengeluaran pemerintah. Dengan demikian
melakukan manajemen laba dengan terjadi konflik kepentingan antara
pendekatan scaled earning changes perusahaan dengan pemerintah. Sehingga
dikarenakan manajer sadar bahwa pihak memotivasi agent meminimalkan beban
eksternal, khususnya para investor, bank, dan pajak yang harus dibayar ke pemerintah.
supplier menggunakan batas pelaporan laba Berdasarkan uraian tersebut, mengindikasi
dalam menilai kinerja manajer. adanya pengaruh positif antara perencanaan
Motivasi pajak pada manajemen laba pajak dengan manajemen laba yang juga
dapat dipenuhi dengan cara melakukan dapat menjadi celah bagi para manajemen
perencanaan pajak. Salah satu cara untuk untuk merekayasa laba, sehingga laporan
meminimalkan beban pajak yang harus keuangan akan terlihat baik dan sehat,
dibayar adalah dengan cara perencanaan kemudian para manajer mendapatkan bonus
pajak atau tax planning. Menurut Suandy atas hasil merekayasa laba tersebut.
(2011) perencanaan pajak adalah tahap awal Penelitian mengenai manajemen laba
dalam manajemen pajak. Pada tahap ini banyak menggunakan proksi dan variabel
dilakukan pengumpulan dan penelitian yang berbeda-beda, diantaranya dengan
terhadap peraturan perpajakan agar dapat mempertimbangkan perencanaan pajak,
diseleksi jenis tindakan penghematan pajak pajak tangguhan dan akrual. Pajak tangguhan
yang akan dilakukan. Pada umumnya lebih menekankan pada peranan beban pajak
penekanan perencanaan pajak adalah untuk tangguhan tersebut dalam pengaruhnya
meminimumkan kewajiban pajak. Oleh terhadap manajemen laba. Maka insentif
karena itu, perencanaan pajak merupakan pajak memainkan peran penting dalam
tindakan yang legal karena diperbolehkan perilaku manajemen laba perusahaan (Lin et
oleh pemerintah selama dalam undang- al. 2012). Philips et al. (2003) menemukan
undang perpajakan yang berlaku di bahwa beban pajak tangguhan lebih berguna
Indonesia. dalam mendeteksi manajemen laba
Hubungan perencanaan pajak dalam dibanding total akrual dan abnormal akrual.
praktik manajemen laba secara konseptual Hal ini dijelaskan dalam teori yang
dapat dijelaskan dengan teori keagenan. Pada dikemukakan oleh Philips et al. (2003) yaitu
peningkatan beban pajak tangguhan dan yang telah dilakukan menunjukan variabel
perencanaan pajak meningkatkan peluang bebas yang terdiri dari perencanaan pajak dan
pengelolaan laba untuk menghindari beban pajak tanggguhan secara bersama-
penurunan laba, yang mendukung bahwa sama berpengaruh terhadap manajemen laba
beban pajak tangguhan berguna dalam pada perusahaan manufaktur yang bergerak
memprediksi manajemen laba. Penelitian ini dibidang makanan dan minuman.
merupakan pengembangan dari penelitian Oleh karena itu, terkait dengan
yang dilakukan oleh Khotimah (2014) fenomena dan gap penelitian terdahulu
tentang pengaruh perencanaan pajak mengenai pengaruh perencanaan pajak dan
terhadap manajemen laba, menyatakan beban pajak tangguhan terhadap manajemen
bahwa perencanaan pajak memiliki pengaruh laba, maka peneliti termotivasi untuk
positif dan signifikan terhadap manajemen meneliti penelitian yang berjudul “Pengaruh
laba. Pada penelitian ini, perencanaan pajak Perencanaan Pajak Dan Beban Pajak
diukur menggunakan proksi Tax Retention Tangguhan Terhadap Manajemen Laba
Rate (TRR). Kemudian beban pajak Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor
tangguhan diukur menggunakan proksi BPTit Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar
yang dalam penelitian Philips et al. (2003) Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-
ditemukan hubungan yang signifikan dengan 2017”
manajemen laba. Berdasarkan maksud penelitian di atas
Penelitian mengenai pengaruh yang sebelumnya telah dijabarkan, maka
perencanaan pajak terhadap manajemen laba dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian
sudah pernah dilakukan oleh Aditama dan ini adalah sebagai berikut:
Purwaningsih (2014) menyatakan bahwa 1. Untuk mengetahui pengaruh perencanaan
berdasarkan hasil uji regresi, perencanaan pajak pada perusahaan manufaktur sub
pajak ternyata tidak berpengaruh secara sektor makanan dan minuman yang
signifikan pada perusahaan nonmanufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
yang terdaftar di BEI. Kemudian penelitian 2. Untuk mengetahui pengaruh beban pajak
mengenai pengaruh perencanaan pajak tangguhan pada perusahaan manufaktur
terhadap manajemen laba pada PT Mayora sub sektor makanan dan minuman yang
Indah Tbk dilakukan oleh Putrianingsih terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
(2016). Hasil penelitian ini menyatakan 3. Untuk mengetahui pengaruh perencanaan
bahwa variabel perencanaan pajak terhadap pajak dan beban pajak tangguhan terhadap
variabel manajemen laba memiliki hubungan manajemen laba pada perusahaan
yang lemah. Peneliti Astutik (2016) meneliti manufaktur sub sektor makanan dan
tentang pengaruh perencanaan pajak dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
beban pajak tangguhan terhadap manajemen Indonesia.
laba pada perusahaan manufaktur sub sektor
II. TINJAUAN PUSTAKA
makanan dan minuman yang terdaftar di
Perencanaan Pajak
Bursa Efek Indonesia dengan hasil
penelitiannya menyatakan bahwa pengujian Perencanaan pajak adalah proses
mengorganisasi usaha wajib pajak orang
pribadi maupun badan usaha sedemikian rupa terdapat perbedaan konsep pendapatan, cara
dengan memanfaatkan berbagai celah pengukuran pendapatan, konsep biaya, cara
kemungkinan yang dapat ditempuh oleh pengukuran biaya, dan cara alokasi biaya
perusahaan dalam koridor ketentuan antara Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
peraturan perpajakan (loopholes) agar dan Peraturan Perpajakan. Aturan perpajakan
perusahaan dapat membayar pajak dalam tetap menggunakan data dan informasi
jumlah minimum (Pohan, 2013). Sedangkan akuntansi yang telah diatur oleh Standar
menurut Suandy (2014) menyatakan bahwa Akuntansi Keuangan sebagai dasar untuk
perencanaan pajak adalah langkah awal menentukan koreksi-koreksi tersebut
dalam manajemen pajak. Pada tahap ini berdasarkan aturan perpajakan yang berlaku.
dilakukan pengumpulan dan penelitian Sumomba (2010) menyatakan bahwa
terhadap peraturan perpajakan agar dapat beban pajak tangguhan merupakan beban
diseleksi jenis tindakan penghematan pajak yang timbul akibat perbedaan temporer
yang akan dilakukan. Pada umumnya antara laba akuntansi yang disusun
penekanan perencanaan pajak (tax planning) berdasarkan SAK dengan laba fiskal yang
adalah untuk meminimumkan kewajiban disusun berdasarkan peraturan perpajakan.
pajak. Pengertian lain mengenai beban pajak
Dari beberapa pengertian diatas dapat tangguhan adalah jumlah beban
disimpulkan bahwa perencanaan pajak (penghasilan) pajak tangguhan yang muncul
adalah upaya yang dilakukan oleh wajib akibat adanya pengakuan atas liabilitas atau
pajak untuk meminimalkan beban pajaknya aset pajak tangguhan, beban pajak tangguhan
dengan cara yang legal dan tidak melanggar akan menimbulkan liabilitas pajak
undang undang. tangguhan. Koreksi fiskal dapat berupa
koreksi positif dan koreksi negatif (Sari,
Beban Pajak Tangguhan
2016).
Beban PPh terdiri atas beban pajak kini Koreksi fiskal yang mengakibatkan
dan beban pajak tangguhan atau pendapatan pengurangan biaya yang diakui dalam
pajak tangguhan. Pajak kini merupakan Laporan Laba Rugi Komersial menjadi
jumlah PPh terutang atas Penghasilan Kena semakin kecil, atau yang berakibat adanya
Pajak (PKP) pada suatu periode. Pajak penambahan penghasilan. Berbeda dengan
penghasilan diperlukan sebagai biaya bagi koreksi negatif yang berakibat dengan
perusahaan. Oleh karena itu pajak adanya penambahan biaya yang telah diakui
penghasilan harus diasosiasikan dengan laba dalam Laporan Laba Rugi Komersial
dimana pajak penghasilan tersebut dikenakan menjadi semakin besar, sehingga
atau diperhitungkan. menyebabkan penurunan laba. Koreksi
Beban pajak penghasilan dihitung negatif inilah yang akan menimbulkan beban
dengan menggunakan aturan perpajakan atas pajak tangguhan (Muljono, 2009).
hasil usaha perusahaan selama periode tahun Berdasarkan penjelasan diatas dapat
yang bersangkutan. Aturan-aturan disimpulkan bahwa beban pajak tangguhan
perpajakan tersebut mengharuskan dengan indikasi koreksi negatif
perusahaan melakukan koreksi fiskal karena
menimbulkan adanya kewajiban pajak Hipotesis Penelitian
tangguhan sedangkan pendapatan pajak Hipotesis merupakan suatu asumsi atau
tangguhan dengan indikasi koreksi positif dugaan sementara yang digunakan untuk
akan menimbulkan aset pajak tangguhan. menjelaskan dugaan tersebut dengan menguji
kebenarannya lebih lanjut. Berdasarkan
Manajemen Laba
kerangka pemikiran penulis menarik
Terdapat beberapa definisi mengenai hipotesis:
manajemen laba, diantaranya adalah definisi H1: Perencanaan pajak berpengaruh terhadap
dari Sulistyanto (2008) menyatakan bahwa manajemen laba pada perusahaan
praktik manajemen laba adalah upaya manufaktur sub sektor makanan dan
manajer perusahaan untuk mengintervensi minuman yang terdaftar di Bursa Efek
atau mempengaruhi informasi-informasi Indonesia.
dalam laporan keuangan dengan tujuan untuk H2: Beban pajak tangguhan berpengaruh
mengelabui stakeholder yang ingin terhadap manajemen laba pada perusahaan
mengetahui kinerja dan kondisi perusahaan. manufaktur sub sektor makanan dan
Sedangkan menurut Islahuzzaman (2012) minuman yang terdaftar di Bursa Efek
praktik manajemen laba adalah Proses Indonesia.
penyusunan laporan keuangan bagi pihak H3: Perencanaan pajak dan beban pajak
eksternal sehingga dapat meratakan, tangguhan secara bersama-sama berpengaruh
menaikkan dan menurunkan lapporan laba. terhadap manajemen laba pada perusahaan
Dimana manajemen dapat menggunakan manufaktur sub sektor makanan dan
kelonggaran penggunaan metode akuntansi. minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Pengertian lain tentang manajemen laba Indonesia.
adalah suatu tindakan yang mengatur laba
sesuai dengan yang dikehendaki oleh pihak III. METODE PENELITIAN
tertentu atau terutama oleh manajemen Jenis Penelitian
perusahaan (company management). Jenis penelitian ini termasuk kedalam
Tindakan earning mangement sebenarnya jenis penelitian verifikatif dengan metode
didasarkan oleh berbagai tujuan dan maksud- explanatory survey. Jenis penelitian
maksud yang terkandung didalamnya verifikatif itu sendiri adalah jenis penelitian
(Fahmi, 2013). yang bertujuan untuk menguji hipotesis, yang
Dari beberapa pengertian manajemen umumnya merupakan penelitian yang
yang sudah disampaikan diatas, peneliti menjelaskan fenomena dalam bentuk
mengambil kesimpulan, bahwa manajemen hubungan antar variabel. Penelitian ini
laba merupakan upaya yang dilakukan pihak bertujuan menguji dan memberikan bukti
manajemen untuk melakukan intervensi empiris tentang pengaruh antar variabel
dalam penyusunan laporan keuangan dengan independen yaitu perencanaan pajak dan
tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri, beban pajak tangguhan terhadap variabel
yaitu pihak perusahaan terkait. dependen manajemen laba pada perusahaan
manufaktur sub sektor makanan dan
minuman yang terdaftar di Bursa Efek (mendownload) laporan keuangan
Indonesia. emiten yang diperoleh dari Bursa Efek
Indonesia melalui akses www.idx.co.id.
Objek Penelitian
Objek penelitian yang dilakukan pada Metode Pengolahan/Analisis Data
penelitian ini adalah perencanaan pajak dan Analisis data merupakan bagian dari
beban pajak tangguhan yang merupakan proses pengujian data yang hasilnya
variabel independen/variabel bebas yang digunakan sebagai bukti yang memadai
merupakan variabel yang mempengaruhi untuk menarik keimpulan penelitian. Agar
atau sebab perubahan timbulnya variabel hasilnya memberikan bukti yang
terkait. Sedangkan manajemen laba meyakinkan, umumnya peneliti
merupakan variabel dependen/variabel yang menggunakan teknik statistik untuk
dipengaruhi akibat adanya variabel menganalisis data penelitian. Teknik-teknik
independen. statistik yang digunakan tergantung pada
konteks jawaban atau pemecahan masalah
Metode Pengumpulan Data
yang diinginkan dalam penelitian. Metode
Metode pengumpulan data yang analisis data yang digunakan dalam
digunakan oleh penulis melalui beberapa penelitian ini yaitu menggunakan software
jenis metode pengumpulan data dan SPSS. SPSS merupakan sebuah program
informasi, yaitu dengan cara penelitian data untuk olah data statistik yang paling popular
sekunder. Dalam membuat penelitian ini, dan paling banyak pemakaiannya di seluruh
metode pengumpulan data yang digunakan dunia dan banyak digunakan oleh para
adalah sebagai berikut: peneliti untuk berbagai keperluan seperti riset
1. Riset Kepustakaan (Library Research) pasar, untuk menyelesaikan tugas penelitian
Riset kepustakaan yakni riset dengan seperti skripsi, tesis dan sebagainya.
mengumpulkan bahan atau data-data
yang ada kaitannya dengan objek Uji Asumsi Klasik
pembahasan, yang diperoleh melalui Sebuah model regresi akan dapat
penelitian kepustakaan, yaitu dengan dipakai untuk prediksi jika memenuhi
mempelajari, meneliti, mengkaji, serta sejumlah asumsi, yang disebut dengan
menelaah buku-buku, jurnal akuntansi. asumsi klasik. Dalam praktik, sebuah model
Riset kepustakaan juga mempelajari regresi akan sulit untuk memenuhi semua
literatur-literatur serta membaca catatan asumsi yang ada. Walaupun demikian,
perkuliahan yang berhubungan pelanggaran yang signifikan terhadap asumsi
permasalahan untuk mendapatkan teori, yang ada akan mengakibatkan prediksi
definisi, dan analisa yang dapat menjadi bias.
digunakan dalam penelitian ini.
2. Dokumentasi Uji Hipotesis
Melakukan pengumpulan data dengan Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara
cara menggandakan data yang ada atau menguji signifikaninya. Untuk menguji
dengan cara membuat salinan signifikan atau tidaknya hubungan lebih dari
dua variabel dapat menggunakan uji satatistik dengan menggunakan metode purposive
regresi linear berganda. Uji signifikan sampling.
variabel independen dan variabel dependen
Pembahasan
baik secara parsial maupun secara simultan
atau bersama-sama.dapat dilakukan dengan Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen
uji statistik t (t-test) dan uji F (F-test). Laba
Tax Retention Rate (TRR) H0.1 jika
Pengujian Regresi Berganda Sig. < 0,05 maka perencanaan pajak yang
Adalah analisis untuk mengukur besarnya dihitung dengan TRR secara parsial
pengaruh antara dua atau lebih variabel berpengaruh terhadap manajemen laba. H1.1
independen terhadap satu variabel dependen jika Sig. > 0,05 maka perencanaan pajak TRR
dan memprediksi variabel dependen dengan secara parsial tidak berpengaruh terhadap
menggunakan variabel independen. manajemen laba. Variabel perencanaan pajak
IV. HASIL PENELITIAN (TRR) (X1) terhadap manajemen laba (Y)
memiliki nilai signifikan 0,001 lebih kecil
Gambaran Umum Lokasi Penelitian dari taraf nyatanya 0,05 atau (0,001 < 0,05).
Data yang dikumpulkan berupa laporan Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik
keuangan yang telah diaudit dari perusahaan- yang membandingkan antara t hitung dengan
perusahaan manufaktur sub sektor makanan t tabel, dimana nilai t hitung sebesar 3,555
dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek dan t tabel yaitu sebesar 2,02619 maka (t
Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Langkah hitung > t tabel) atau (3,555 > 2,02619). Oleh
pertama yang dilakukan dalam penelitian ini karena itu, variabel perencanaan pajak yang
adalah pemilihan sampel dengan metode dihitung menggunakan proksi tax retention
purposive sampling atau penentuan sampel rate (TRR) memiliki pengaruh secara parsial
yang diambil berdasarkan kriteria-kriteria terhadap manajemen laba.
tertentu yang telah dirumuskan terlebih Beban Pajak Tangguhan Terhadap
dahulu oleh peneliti terhadap sampel Manajemen Laba
penelitian yaitu perusahaan-perusahaan
manufaktur sub sektor makanan dan Variabel beban pajak tangguhan (X2)
minuman yang terdaftar di Bursa Efek memiliki nilai signifikan 0,004 lebih kecil
Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Total dari taraf nyatanya 0,05 atau (0,004 > 0,05).
perusahaan-perusahaan manufaktur sub Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik
sektor makanan dan minuman yang terdaftar yang membandingkan anatara t hitung
di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013- dengan t tabel, dimana nilai t hitung sebesar
2017 berjumlah 20 perusahaan dan 3,086 dan t tabel yaitu sebesar 2,02619 maka
perusahaan-perusahaan manufaktur sub (t hitung > t tabel) (3,086 > 2,02619). Oleh
sektor makanan dan minuman yang akan karena itu, variabel beban pajak tangguhan
dijadikan sampel pada penelitian ini yang dihitung dengan proksi BPTit memiliki
berjumlah perusahaan 8 perusahaan. Hasil pengaruh secara parsial terhadap manajemen
tersebut didapatkan dari pemilihan sampel laba.
Perencanaan Pajak Dan Beban Pajak memperkecil beban pajaknya, secara
Tangguhan Terhadap Manajemen Laba otomatis akan meninjau labanya. Karena laba
tersebut merupakan dasar pengenaan pajak.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,
Jika didapatkan laba yang tinggi, perusahaan
variabel perencanaan pajak yang diproksikan
cenderung melakukan praktik manajemen
menggunakan Tax Retention Rate (TRR),
laba dengan meminimalkan laba (income
dan variabel beban pajak tangguhan yang
minimization) yang diperoleh agar beban
diproksikan dengan BPTit dinyatakan
pajaknya rendah.
berpengaruh secara simultan terhadap
Hasil ini sejalan dengan pendapat yang
manajemen laba. Hal ini sesuai dengan
dikemukakan oleh Scott (2003) yang
pengujian statistik uji f, jika tingkat
menyatakan bahwa ada beberapa motivasi
signifikansi 0,05 dengan df 1 adalah jumlah
yang mendorong manajemen melakukan
varibel dikurang satu (3 – 1 = 2), dan df 2
manajemen laba, salah satunya adalah
adalah jumlah sampel dikurang variabel
motivasi pajak. Manajemen termotivasi
independen dikurang satu (n – k – 1 ) atau (40
untuk melakukan praktik manajemen laba
– 2 – 1 = 37). Maka diperoleh hasil untuk F
untuk mempengaruhi besarnya pajak yang
hitung sebesar 13,321 dan F tabel sebesar
harus dibayar oleh perusahaan dengan cara
3,25. Jadi F hitung > F tabel (13,321 > 3,25)
menurunkan laba sebelum pajak untuk
dan signifikansi kurang dari 0,05 (0,000 <
mengurangi beban pajak yang harus dibayar.
0,05), maka H0 ditolak, jadi dapat
Hasil ini juga mendukung hasil penelitian
disimpulkan bahwa perencanaan pajak dan
yang dilakukan oleh Astutik (2016),
beban pajak tangguhan berpengaruh secara
Khotimah (2014) dan Sumomba (2010) yang
simultan atau bersama-sama terhadap
menunjukkan perencanaan pajak mempunyai
manajemen laba.
pengaruh signifikan terhadap manajemen
Interpretasi Hasil Penelitian laba.
Pengaruh Perencanaan Pajak Terhadap Pengaruh Beban Pajak Tangguhan
Manajemen Laba terhadap Manajemen Laba
Hasil pengujian menunjukkan Hasil pengujian menunjukkan beban
perencanaan pajak mempunyai pengaruh pajak tangguhan mempunyai pengaruh
terhadap manajemen laba pada perusahaan- terhadap manajemen laba pada perusahaan-
perusahaan manufaktur sub sektor makanan perusahaan manufaktur sub sektor makanan
dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Hasil ini mengindikasikan bahwa Indonesia. Hasil ini mengindikasikan bahwa
semakin tinggi tingkat perencanaan pajak semakin besar beban pajak tangguhan yang
yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dimiliki oleh perusahaan-perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia maka semakin besar pula peluang Indonesia maka semakin besar pula peluang
perusahaan melakukan praktik manajemen perusahaan melakukan praktik manajemen
laba. Karena perusahaan yang ingin laba.
melakukan perencanaan pajak guna Karena beban pajak tangguhan
merupakan salah satu bagian dari beban pajak 1. Hasil pengujian menunjukkan
penghasilan seperti beban pajak kini. Yang perencanaan pajak mempunyai pengaruh
berarti bahwa semakin besar beban pajak terhadap manajemen laba pada
tangguhan sebuah perusahaan maka beban perusahaan-perusahaan manufaktur yang
pajak yang harus dibayar oleh perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil ini
juga akan semakin besar. Karena motivasi mengindikasikan bahwa semakin tinggi
pajak inilah manajer termotivasi untuk tingkat perencanaan pajak yang dilakukan
melakukan praktik manajemen laba. oleh perusahaan-perusahaan manufaktur
Hasil penelitian ini konsisten dengan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
penelitian yang dilakukan oleh Herdawati maka semakin besar pula peluang
(2015), Astutik (2015), Khotimah (2014), perusahaan melakukan praktik
Sumomba (2010). manajemen laba. Karena perusahaan yang
ingin melakukan perencanaan pajak guna
Pengaruh Perencanaan pajak dan Beban
memperkecil beban pajak, secara otomatis
Pajak Tangguhan Secara Simultan
akan meninjau labanya. Karena laba
terhadap Manajemen Laba
tersebut merupakan dasar pengenaan
Berdasarkan hasil penelitian yang pajak. Jika didapatkan laba yang tinggi,
dilakukan, variabel perencanaan pajak yang perusahaan cenderung melakukan praktik
diproksikan menggunakan Tax Retention manajemen laba dengan meminimalkan
Rate (TRR) dan beban pajak tangguhan yang laba (income minimization) yang
diproksikan dengan BPT dinyatakan diperoleh agar beban pajaknya rendah.
berpengaruh secara simultan terhadap
2. Besar kecilnya beban pajak tangguhan
manajemen laba.
tidak menjamin tindakan manajemen laba
Hasil penelitian ini konsisten dengan
oleh perusahaan. Karena kemampuan
penelitian yang dilakukan oleh Herdawati
beban pajak tangguhan yang hanya dapat
(2015), Astutik (2015), Khotimah (2014),
mencerminkan efek pajak yang
Sumomba (2010) yang menyatakan terdapat
ditimbulkan oleh perbedaan temporer
pengaruh antara perencanaan pajak dan
antara laba akuntansi yang disusun
beban pajak tangguhan secara simultan
berdasarkan SAK dengan laba fiskal yang
terhadap manajemen laba.
disusun berdasarkan peraturan
V. KESIMPULAN DAN SARAN perpajakan. Beban pajak tangguhan tidak
Berdasarkan hasil penelitian dapat mendeteksi aktivitas manajemen
perencanaan pajak dan beban pajak laba tersebut. Dan karena beban pajak
tangguhan terhadap manajemen laba pada 10 tangguhan tidak dapat merefleksikan
perusahaan manufaktur yang terdaftar di penghasilan kena pajak (PKP) seperti
Bursa Efek Indonesia pada periode 2013 beban pajak kini. Jadi dapat disimpulkan
sampai 2017, dari hasil analisis dan bahwa beban pajak tangguhan tidak
pengujian data serta pembahasan pada bab- memiliki pengaruh secara parsial terhadap
bab sebelumnya, maka dapat ditarik manajemen laba.
kesimpulan sebagai berikut: 3. Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan, variabel perencanaan pajak berkualitas, handal dan dapat dipercaya
yang dihitung menggunakan proksi tax sehingga informasi yang di dapat akurat
retention rate (TRR) dan beban pajak atau tidak menyesatkan bagi para pemakai
tangguhan yang dihitung menggunakan laporan keuangan. Pemakai laporan
proksi BPTit dinyatakan berpengaruh keuangan harus dapat melihat dari
secara simultan terhadap manajemen laba. berbagai laporan keuangan serta harus
Jadi dapat disimpulkan bahwa dapat membandingkan laporan keuangan
perencanaan pajak dan beban pajak dari setiap periode maka dapat terlihat
tangguhan berpengaruh positif secara peningkatan atau penurunan dari setiap
simultan atau bersama-sama terhadap tahunnya atau setiap periode.
manajemen laba.
3. Bagi akademis
Saran Penelitian ini diharapkan bisa menjadi
Berdasarkan hasil analisis dan acuan pada penelitian selanjutnya yang
kesimpulan mengenai pengaruh perencanaan berhubungan dengan perencanaan pajak
pajak dan beban pajak tangguhan terhadap dan manajemen laba. Agar menambah
manajemen laba pada perusahaan jumlah sampel dan variabel. Serta
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek memilih sektor perusahaan yang lain
Indonesia periode 2013-2017, maka saran selain manufaktur.
untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai 4. Bagi penulis
berikut : Bagi penulis penelitian ini dapat
1. Bagi masyarakat membantu penulis untuk memenuhi tugas
Memberikan petunjuk bagi para manajer akhir skripsi dan memberikan
atas perlunya kendali terhadap perbedaan pengetahuan bagi penulis.
temporer dan perbedaan permanen yang DAFTAR PUSTAKA
menghasilkan aktiva pajak tangguhan atau
Aditama, Ferry & Purwaningsih, Ana (2014),
menjadi kewajiban pajak tangguhan hal
Pengaruh Perencanaan Pajak
tersebut dapat mencerminkan laba
Terhadap Manajemen Laba Pada
akuntansi tetap sehingga menarik para
Perusahaan Manufaktur Yang
investor untuk berinvestasi di perusahaan
Terdaftar di Bursa Efek
tersebut. Untuk menyajikan laporan
Indonesia, MODUS Vol.26 (1): 33
keuangan sesuai dengan keadaan yang
50, 2014.
sesungguhnya pada perusahaan atau
laporan keuangan yang disajikan harus Antony, R.N, and Govindarajan, Vijay
dapat mencerminkan keadaan atau kondisi (2005), Management Control System.
dari perusahaan tersebut. 12th ed. New York: McGrawHill.
2. Bagi Pemakai laporan Keuangan Astutik, Ratna Eka Puji (2016), Pengaruh
Pemakai laporan keuangan dapat Perencanaan Pajak Dan Beban Pajak
mengambil keputusan yang tepat Tangguhan Terhadap Manajemen
berdasarkan laporan keuangan yang Laba, Jurnal Ilmu dan Riset
Akuntansi : Volume 5, Nomor 3, Islahuzzaman (2012). Istilah-istilah
Maret 2016. Akuntansi & Auditing. Edisi Kesatu.
Jakarta:Bumi Aksara.
Enny Endrianti (2013) meneliti “Pengaruh
Perencanaan Pajak Terhadap Jensen, Michael. C., & Meckling, William H
Manajemen Laba”. (1976), Theory of the firm:
Managerial behavior, agency costs
Fahmi, Irham (2011). Analisis Laporan
and ownership structure. Journal of
Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Financial Economics, V. 3, No. 4, pp.
___________ (2013). Analisis Laporan 305-360.
Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Khotimah, Husnul (2014), Pengaruh
Ghozali, Imam (2016). Aplikasi Analisis Perencanaan Pajak Terhadap
Multivariate Dengan Program IBM Manajemen Laba, Jurnal Bisnis dan
SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan VIII. Manajemen Vol.4, No.2.
Semarang : Badan Penerbit
Kompas (2002). “Kasus Kimia Farma
Universitas Diponegoro
Kesalahan Manajemen Lama”.
Herdawati (2015) “Analisis Pengaruh Kompas, 21 November 2002.
Perencanaan Pajak dan Beban Pajak
Kurniawan, Willi Agus, (2015). Pengaruh
Tangguhan terhadap Manajemen
Asimetri dan Ukuran Peusahaan
Laba Pada Perusahaan Manufaktur
Terhadap Manajemen Laba
Yang terdaftar di BEI (Bursa Efek
Perusahaan Manufaktur.
Indonesia)”.
Lin, Bingxuan., Lu, Rui dan Zhang, Ting
Hutomo, Sigit (2009), Pajak Penghasilan.
(2012), Tax-induced earnings
Penerbit Universitas Atma Jaya
Management in emerging markets:
Yogyakarta. Yogyakarta.
evidence from china. The Journal of
http://www.tempo.co/read/news/2004/11/1 the American Taxation Association,
5651010/komite-audit-indofarma 34(2).
terima-keputusanbapepam
Mardiasmo (2011), Perpajakan. Edisi Revisi
http://m.detik.com/finance/bursa-dan 2011. Andi Yogyakarta. Yogyakarta.
valas/d-1624186/kronologi Muljono, Djoko (2009), Pemotongan
pembobolandeposito-elnusa-rp-111 dan Pemungutan PPh Pasal 25/29.
miliar-di-bank-mega Yogyakarta: Andi Offset.
http://www.sahamok.com Mulford, Charles W, and Eugene E.
http://www.idx.co.id Comiskey (2010), The Financial
Numbergame: Deteksi Kecurangan
Ikatan Akuntansi Indonesia (2009),
Akuntansi. dialih bahasakan oleh
Pernyataan Standar Akuntansi
Aurolla SaparinaHarapan, Jakarta
Keuangan.Jakarta: Salemba Empat.
Pusat, PT Ikrar Mandiri Abadi.
Ningsih, Tri Wahyu (2018) “Pengaruh Beban __________ (2011), Hukum Pajak Edisi 5,
Pajak Tangguhan,Aktiva Pajak Jakarta, Salemba Empat.
Tangguhan dan Akrual Terhadap __________ (2014). Perencanaan Pajak.
Manajemen Laba”. Salemba Empat: Jakarta.
Phillips, Jhon., Pincus, Morton., & Rego, Sugiyono. 2013. Metode Penelitian
Sonja Olhoft. (2003), Earnings Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
management: new evidence based on Kualitatif, dan R&D. Bandung:
deferred tax expense. The Accounting Alfabeta.
Review, Vol.78, No.2, pp. 491-521.
Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metode
Pindiharti, Dewi (2011). Pengaruh Aktiva Penelitian: Lengkap, Praktis, dan
Pajak Tangguhan, Beban Pajak Mudah Dipahami. Yogyakarta:
Tangguhan Dan Akrual Terhadap Pustaka Baru Press.
Manajemen Laba.
Sulistyanto, Sri (2008), Manajemen Laba:
Pohan, Chairil Anwar (2013). Manajemen Teori dan Model Empiris, Jakarta,
Perpajakan – Strategi Perencanaan Grasindo.
Pajak dan Bisnis. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama. Sumomba, Christina Ranty (2010). Pengaruh
Beban Pajak Tangguhan dan
Putrianingsih, Ines (2016), Pengaruh Perencanaan Pajak terhadap Praktik
Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan
Manajemen Laba Pada PT Mayora
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa
Indah Tbk Periode 2001-2015. Efek Indonesia.
Sukrisno, Agoes (2007), Auditing Susyanti, Jenny dan Dahlan, Ahmad (2015),
(Pemeriksaan Akuntansi) oleh Kantor Perpajakan Untuk Praktisis dan
Akuntan Publik, Jilid 1. Jakarta: Akademisi, Empatdua Media,
Lembaga Penerbit Universitas Malang.
Indonesia.
Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2007
Sari, Esti Mustika (2016), Pengaruh Aset Tentang Perubahan Ketiga atas
Pajak Tangguhan, Beban Pajak Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983
Tangguhan, Perencanaan Pajak, Tentang Ketentuan Umum dan Tata
Asimetri Informasi, Dan Leverage
Cara Perpajakan.
Terhadap Earnings Management.
Wahono, Sugeng (2012), Mengurus Pajak Itu
Scott, William R. 2003. Financial Mudah. PT Elex Media Komputindo.
Accounting Theory 3rd Edition. Jakarta.
Prentice Hall Canada Inc.
Wardani, Dewi Kusuma & Santi, Desifa
Suandy, Erly (2008), Perencanaan Pajak. Kurnia (2018). Pengaruh Tax Planning,
Jakarta: Salemba Empat, Edisi Ukuran Perusahaan, Corporate Social
Keempat. Responsibility (CSR) Terhadap
Manajemen Laba, Jurnal Akuntansi
VOL. 6 NO. 1 JUNI 2018 p-ISSN:
2088768X | e-ISSN: 2540-9646 |
10.24964/ja.v6i1.536
Watts, R. L., and Zimmerman, J. L. (January
1990), “Positive Accounting Theory:
A Ten Year Perspective,” The
Accounting Review. 65(1), 131-158.
Wild, John J., K. R. Subramanyam and
Robert F. Hasley. (2004). Financial
Statement Analysis, 8th ed. Boston:
Mc.Graw-Hill.
Yan, Sophia. 2015. Toshiba CEO resigns
over $1.2 billion accounting scandal.
http://money.cnn.com/2015/07/21/i
vesting/toshiba-ceo-resigns/.
Zain, Mohammad (2007), Manajemen
Perpajakan. Jakarta: Salemba Empat,
Edisi Ketiga.