Anda di halaman 1dari 3

A.

TUJUAN

Untuk mengetahui kecocokan darah pendonor dengan darah resipien sehingga dapat
mencegah terjadinya reaksi hemolitik dalam tubuh resipien.

B. ALAT DAN BAHAN

Alat :
1. Spoid
2. Tabung EDTA
3. Rak tabung
4. Gunting
5. Pipet tetes
6. Wadah NaCl dan aquadest
7. Sentrifuge
8. Rotator
9. Incubator
Bahan :
1. Reagen golongan darah (A, B, Anti D)
2. Aquadest
3. Bovine albumin 22%
4. NaCl
5. Coomb serum

C. LANGKAH KERJA

D. HASIL

E. PEMBAHASAN
Pemeriksaan uji silang serasi atau uji crossmatch digunakan untuk menentukan cocok
tidaknya darah donor dengan darah penerima dalam persiapan transfusi darah. Tujuan dari
pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa transfusi darah tidak menimbulkan reaksi
apapun pada resipien serta sel-sel darah merah bisa mencapai masa maksimum setelah
diberikan. Uji silang serasi dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada antibodi pada darah
pasien yang akan beraksi pada darah donor dan sebaliknya bahkan walaupun golongan ABO
dan Rh pasien dan donor telah diketahui adalah hal mutlak untuk melakukan uji silang serasi.
Jika golongan darah ABO penerima dan donor sama, baik mayor maupun minor test tidak
bereaksi. Jika berlainan, misalnya golongan darah O dan penerima golongan darah A maka
pada tes minor akan mengalami aglutinasi.
Pada praktikum ini dilakukan crossmatching dengan metode gel. Metode gel sendiri
merupakan metode untuk mendeteksi reaksi sel darah merah dengan antibodi. Metode gel
akan lebih cepat dan mempunyai akurasi tinggi dibandingkan dengan metode tabung (Setyati
J, 2010). Pemeriksaan crossmatch metode gel dapat dilakukan dengan metode semi otomatis
dan metode otomatis. Crossmatch metode semi otomatis adalah metode pemeriksaan
crossmatch menggunakan reagen gel, dimana teknisi yang melakukan tahap analitik adanya
aglutinasi memberi hasil positif dan tidak adanya aglutinasi dinyatakan negatif
Dalam percobaan ini, kami sebelumnya telah membuat suspensi sel untuk pasien dan
donor dimana kami menambahkan 2 tetes sel dari pasien pada tabung dengan dicampur DG
Gel Sel sebagai enzim yang dapat mempercepat reaksi, begitupun pada sel darah donor
dilakukan perlakuan yang sama. Setelah itu, dimulai percobaan menggunakan tabung gel,
dimana disitu dibagi menjadi 3 yaitu :
 Mayor
Merupakan bagian yang utama/ terpenting dalam crossmatch, yaitu
mereaksikan serum pasien dengan sel darah donor. Maksudnya untuk
mengetahui apakah sel donor ituakan dihancurkan oleh antibody dalam serum
pasien
 Minor
Me r u p a k a n b a g i a n d a l a m c r o s s m a t c h y a n g d i l a k u k a n d e n g a n a l a s a n
a n t i b o d y d a l a m serum atau plasma donor akan mengalami pengenceran
didalam tubuh pasien, sehingga disini kita m e r e a k s i k a n p l a s m a d o n o r
d e n g a n s e l p a s i e n , dengan maksud apakah sel pasien akan dihancurkan oleh plasma
donor
 AC ( Auto Control )
Dilakukan pemeriksaan dengan mereaksikan serum pasien dan sel darah pasien

Kemudian dilakukan pencampuran pada setiap tabung sesuai prosedur, dan dilanjutkan
dengan inkubasi pada suhu ruangan selama 15 menit untuk melihat reaksi yang terjadi apakah
terjadi aglutinasi atau tidak. Selanjutnya dari hasilnya tidak terjadi aglutinasi pada semua
tabung, namun disini kita perlu melakukan perlakuan selanjutnya yaitu dengan melakukan
sentrifugasi dengan tujuan agara kita dapat melihat lebih jelas aglutinasi atau tidak.
Sentrifugasi dilakukan selama 10 menit dan didapatkan hasil bahwa pada ketiga tabung
gel tingkat aglutinasi yang terjadi yaitu (-) atau terjadi endapan yang terdapat pada dasar
tabung. Ini menujukkan bahwa tidak terjadi reaksi antigen-antibodi dimana tidak terjadi
aglutinasi. Reaksi ini menunjukkan hasil negatif dimana ini berarti bahwa danah pasien
compatable dengan darah pendonor, dimana pada tabung mayor, minor dan Ac hasilnya yaitu
negatif (-). Selain itu beberapa hasil yang mungkin ditemukan yaitu sebagai berikut :
 - : Aglutinasi semua sel darah merah lolos di bagian bawah microtubegel
 1+ : Aglutinasi sel darah merah berada di bawah setengah darimicrotubegel
 2+ : Agutinasi sel darah merah terlihat di sepanjang microtubegel.
 3+ : Aglutinasi sel darah merah kebanyakan berada di atas tengah dari microtube gel.
 4+ : Aglutinasi sel darah merah membentuk garis di atas microtube gel.

F. KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa dari hasil uji silang yang dilakukan , darah donor dan resipien
kompatibel atau cocok sehingga dapat dilakukan tranfusi darah dari donor ke resipien.