Anda di halaman 1dari 8

1. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah.

Iman kepada Rasul adalah salah satu rukun iman


yang ke empat. Oleh karena itu sebagai orang muslim harus meyakini dengan sepenuh hati
bahwasanya Allah telah mengutus rasul-rasul-Nya kepada ummat manusia pada setiap zaman
untuk mengarahkan manusia kejalan yang benar. Agar manusia tidak salah arah dalam
mensucikan, mengagungkan dan menyembah, maka manusia memerlukan rasul. Para Rasul
Allah mendapat tugas dari Allah SWT untuk membimbing manusia dalam kehidupannya agar
tidak tersesat.

Definisi Iman Kepada Rasul Allah

Pengertian rasul dan nabi berbeda. Rasul adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh
Allah untuk dirinya sendiri dan mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada
umatnya. Sedangkan Nabi adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah untuk
dirinya sendiri tetapi tidak wajib menyampaikan pada umatnya. Dengan demikian seorang
rasul pasti nabi tetapi nabi belum tentu rasul. Meskipun demikian kita wajib meyakini
keduanya.

2. Perbedaan Nabi dan Rasul

Nabi

 Seorang Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.
 Bertugas melanjutkan atau menguatkan syariat dari rasul sebelum nabi tersebut.
 Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman.
 Nabi yang pertama adalah nabi Ada ‘alaihissalam.
 Jumlah nabi sangat banyak bahkan sampai ratusan ribu.
 Setiap rasul adalah nabi namun tidak setiap nabi adalah rasul.
 Nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi.
 Ada nabi yang dibunuh oleh kaumnya.

Rasul

 Rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya.
 Diutus dengan membawa syariat yang baru.
 Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).
 Rasul yang pertama kali adalah Nuh ‘Alaihissalam.
 Jumlah rasul lebih sedikit dibanding dengan nabi.
 Setiap rasul adalah nabi.
 Rasul dapat menerima wahu melalui mimpi maupun melalui malaikat dan ia dapat
melihat serta berkomunikasi secara langsung dengan malaikat.
 Seluruh rasul yang diutus Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang
dilancarkan oleh kaumnya.

Sedangkan menurut Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi, Perbedaan antara nabi dan rasu adalah bahwa
orang yang diberikan perintah (wahyu) dari Allah SWT, jika dia diperintahkan untuk
menyampaikannya kepada orang lain maka dia disebut sebagai seorang Nabi dan Rasul
sedangkan jika dia tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang lain maka dia
adalah seorang Nabi dan Bukan seorang Rasul. Karena setiap rasul merupakan nabi namun
tidak setiap nabi merupakan seorang rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal
296)

Nama nama Nabi dan Rasul

1. Nabi Adam AS.


2. Nabi Idris AS.
3. Nabi Nuh AS.
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS.
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS.
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS.
25. Muhammad SAW

Sifat Wajib Bagi Nabi dan Rasul

1. Siddiq (Artinya Benar)

Nabi dan Rasul selalu di jaga oleh Allah SWT, oleh sebab itu baik secara ucapan atau pun
perbuatan senantiasa bersifat benar.

Sebagai muslim yang beriman, kita wajib mempercayai apa yang telah para Nabi dan Rasul
ucapkan.

2. Amanah (Artinya Dapat di Percaya)

Nabi dan Rasul tidak mungkin berkhianat, oleh sebab itu segala wahyu yang disampaikan
kepada Nabi dan Rasul selalu dipelihara keutuhannya sampai wahyu tersebut tersampaikan
kepada umatnya. Maka dari itu, kita sebagai muslim yang beriman wajib meyakini dan
mempercayai para Nabi dan Rasul.

3. Tabligh (Artinya Menyampaikan Wahyu Kepada Umatnya)

Setiap Nabi dan Rasul sudah diberikan wahyu oleh Allah yang bisa di sampaikan kepada
umat manusia. Untuk itu, Nabi dan Rasul tidak pernah menyembunyikan wahyu atau risalah
Allah SWT.

4. Fathanah (Artinya Cerdas)


Allah telah memberi anugerah kepada para Nabi dan Rasul kecerdasan yang luar biasa. Oleh
sebab itu, Nabi dan Rasul dapat mengajak manusia untuk selalu berada di jalan yang lurus
yang Allah ridhoi.

Sifat Mustahil Bagi Nabi dan Rasul

1. Kidzib (Bohong atau Dusta)

Sifat kidzib tidak mungkin ada pada para Nabi dan Rasul karena Allah telah menjaga mereka.
Sifat kidzib merupakan kebalikan dari sifat Siddiq

2. Khianat (Artinya Tidak Dapat Dipercaya)

Khianat adalah kebalikan dari sifat amanah. Tidak mungkin para Nabi dan Rasul memiliki
sifat khianat karena mereka selalu di jaga dan di lindungi oleh Allah untuk menyampaikan
wahyu kepada manusia.

3. Kitman (Artinya Menyembunyikan Wahyu)

Sifat Kitman adalah kebalikan dari sifat Tabligh. Tugas dari Nabi dan Rasul adalah
menyampaikan wahyu, jadi tidak mungkin para Nabi dan Rasul memiliki sifat Kitman.

4. Jahalun/Baladah (Artinya Bodoh)

Jahalun merupakan sifat yang bertolak belakgan dengan sifat Fathanah. Nabi dan Rasul di
ciptakan oleh Allah dengan memiliki anugrah kecerdasan untuk dapat menyampaikan wahyu
dari Allah, jadi tidak mungkin para Nabi dan Rasul memiliki sifat Jahalun

Sifat Jaiz Para Nabi dan Rasul

Sifat Jaiz ini hanya ada satu, namun makna memiliki makna yang banyak.

Sebagai manusia, Nabi dan Rasul memiliki sifat jaiz yang artinya mempunyai sifat seperti
manusia pada umumnya yaitu perlu makan, minum, tidur, dan lain sebagainya.
Tugas Rasul-Rasul Allah.

Sebagai utusan dari Allah Swt, rasul-rasul itu mempunyai tugas-tugas khusus. Yaitu :

1. Mentauhidkan Allah Swt., sebagai Tuhan bagi seluruh makhluk yang ada di atas
dunia. Rasul memiliki tugas untuk menjelaskan kebesaran Allah Swt di dalam berbagai
aspeknya, termasuk mengenai ketinggian kadarNya, kekuasaan-Nya, kemuliaan-Nya, dan
iradah-Nya. Rasul bertugas untuk menegaskan tentang kepercayaan manusia yang benar yaitu
hanya mengabdi pada Tuhan (tauhid) . Allah Swt berfirman :

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan
kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan ( yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah
olehmu sekalian akan Aku”.” (QS. Al-Anbiya : 25)

2. Memberikan kabar baik (basyir) dan ancaman kepada masingmasing umatnya. Kabar baik
dan ancaman tersebut, ditujukan untuk mengajak manusia supaya memiliki moral yang baik,
akhlak mulia, dan hidup beradab. Firman Allah Swt :

“Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita
gembira dan sebagai pemberi peringatan. dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada
padanya seorang pemberi peringatan”. (QS. Al-Fatir : 24).

3. Menerjemahkan pesan-pesan Allah sehingga ajaran itu menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Firman Allah Swt :

“Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam”. (QS. Al-Anbiya : 107)

Pesan-pesan itu kemudian dirumuskan dalam bentuk aturan-aturan kehidupan manusia untuk
dijadikan sebagai pedoman hidup dalam memelihara manusia dari hal-hal yang merugikan
diri sendiri. Aturanaturan itu merupakan hukum dari Allah yang harus ditaati baik yang
terkait dengan aturan pergaulan dengan sesama manusia (muamalah) , perkawinan
(munakahat), pidana (jinayah) maupun aturan lainnya.
4. Menjelaskan cara-cara kepada manusia untuk memuliakan dan membesarkan Allah Swt
dalam bentuk kegiatan ibadah dan menjauhi larangan Allah serta perbuatan jahat. Rasul
juga menjelaskan tentang pahala dan dosa.

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata
kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami
akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu)
Tuhan yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah :
133)

5. Menyeru pada umat untuk beriman kepada Allah tanpa pengkultusan terhadap para rasul
itu.

6. Mengajarkan seluruh umat agar senantiasa mempelajari kitab suci yang diturunkan kepada
rasul sebagai pedoman hidupnya.

6 HIKMAH BERIMAN KEPADA RASUL ADALAH SEBAGAI BERIKUT.

1. Makin Sempurna Imannya.


Orang yang beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. Akan sempurna keimanannya, sebab
beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt merupakan salah satu Rukun iman yang wajib di
imani.

2. Terdorong untuk Menjadikan Contoh dalam Hidupnya.


Orang yang betul-betul beriman kepada Rasul Allah Swt. Akan terdorong untuk menjadikan
Rasul Allah Swt sebagai contoh dalam kehidupannya. Sebab beriman kepada Rasul Allah
Swt bukan hanya sekedar wajib di percaya saja. Akan tetapi Rasul Allah Swt merupakan
contoh yang baik untuk kita semua dan ynag harus kita contoh.
Baca Juga:

3. Terdorong untuk Melakukan Perilaku Sosial yang Baik.


Para Nabi dan Rasul Allah Swt semuamya memiliki sifat sosial yang tinggi. Oleh sebab
itulah orang yang beriman kepada Rasul Allah Swt akan sendirinya terdorong untuk
melakukan perilaku sosial dalam kehidupan sehari-harinya.
4. Memiliki Teladan dalam Hidupnya.
Firman Allah Swt:

Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang
banyak mengingat Allah”. (QS. al-Ahzab: 21)

5. Mencintai para Rasul dengan Cara Mengikuti dan Mengamalkan Ajarannya.


Firman Allah Swt.:

Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya
Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha
Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

6. Mengetahui Hakikat Dirinya Bahwa Ia di Ciptakan Allah Swt. untuk Mengabdi


Kepada-Nya. Firman Allah Swt.

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-
Ku.” (QS. aẓ-Ẓariyat: 56)

6 PERILAKU CERMINAN DARI BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH :

1. Beribadah sesuai dengan contoh yang di laksanakan oleh rasulullah saw,


2. Membiasakan diri berlaku jujur terhadap siapapun, sebagaimana sikap jujur para Rasul.
Jujur dalam ucapan berarti mengatakan sebagaimana mestinya, tidak menambah dan
tidak pula mengurangi. Jujur dalam perbuatan berarti berbuat secara adil sebagaimana
mestinya, tidak mengurangi hak siapapun
3. Berusaha untuk dapat menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Orang
yang diberi amanah pada hakikatnya sedang diuji dengan amanah tersebut. Apakah ia
berhasil menjaganya atau tidak? Orang yang meneladani sifat wajib Rasul pasti menjaga
amanah secara baik. Ia sekali-kali tidak berkhianat
4. Memiliki etos kerja yang baik, melaksanakan tugas yang dipikulkan pada dirinya, dan
sesuai kemampuan yang dimiliki secara maksimal
5. Berusaha untuk memiliki kepekaan dalam menghadapi persoalan sehingga dapat
mengatasi secara tepat, baik, dan sesuai pertimbangan akal sehat
6. Sebagai seorang muslimin dan muslimat, kita wajib memiliki akhlak karimah
sebagaimana Rasulullah SAW, antara lain taat beribadah kepada Allah SWT,, berbakti
kepada kedua orangtua, berbuat bauk kepada sesama manusia, hormat kepada yang lebih
tua, dan dayang kepada yang lebih muda