Anda di halaman 1dari 11

PENGUKURAN TOTAL SOLIDS

(Laporan Rekayasa Pengolahan Limbah)

Disusun oleh :

Ade Tiya Apriyani


1314071001

LABORATORIUM REKAYASA SUMBER DAYA AIR DAN LAHAN


JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia
dan digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan
pertanian, perikanan, peternakan, industri, pertambangan, rekreasi, olahraga dan
sebagainya. Dewasa ini, masalah utama sumber daya air meliputi kuantitas air
yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat dan
kualitas air untuk keperluan domestik terus menurun khususnya untuk air minum.
Sebagai sumber air minum masyarakat, air harus memenuhi beberapa aspek yang
meliputi kuantitas, kualitas dan kontinuitas (WHO, 2004).

Zat padat yang berada dalam air (solid) dapat didefinisikan sebagai materi yang
tersisa (residu) jika contoh air diuapkan dan dikeringkan pada temperature 103-
105o. Untuk senyawa-senyawa yang mudah menguap pada waktu penguapan
ataupun pada waktu pengeringan pada temperature tersebut tidak termasuk dalam
definisi diatas. Residu dari penguapan dan pemanasan tersebut dapat berupa
senyawa organik atau anorganik, baik dalam bentuk terlarut ataupun yang
tersuspensi dalam air. Adapun pengukuran solid dalam air dibedakan atas : Total
Solid (TS), Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), Fixed
Total Solid (FTS), Fixed Suspended Solid (FSS), Fixed Dissolved Solid (FDS),
Volatile Total Solid (VTS), Volatile Suspended Solid (VSS), Volatile Dissolved
Solid (VDS). Pada percobaan kali ini, kita hanya akan membahas mengenai Total
Solid (TS), Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS).

Pada praktikum rekayasa pengolahan limbah pada air kolam dilakukannya suatu
pengukuran tentang total solids. Total padatan (total solids) adalah semua bahan
yang terdapat dalam contoh air setelah dipanaskan pada suhu 103°-105°C selama
tidak kurang dari 1 jam. Bahan ini tertinggal sebagai residu melalui proses
evaporasi. Total solid pada air terdiri dari total padatan terlarut (total dissolved
solids) dan total zat padat tersuspensi (total suspended solids). Karena itulah zat
padat menjadi parameter kualitas air yang penting.

1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui kadar Total Solid dalam sampel
air yang diteliti yaitu pada air limbah kolam
II. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum Rekayasa Pengolahan Limbah tentang pengukuran total solids


dilakukan pada hari Jumat, 9 Oktober sampai 12 Oktober 2015 pukul 09.30-11.30
WIB di Laboratorium Rekayasa Sumber Air dan Lahan Jurusan Teknik Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

2.2 Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan yaitu beaker glass, cawan, rubber bulb, Oven,
timbangan analitik, penjepit, dan desikator. Sedangkan bahan yang digunakan
yaitu air limbah kolam.

2.3 Prosedur Penelitian

Praktikum kali ini dilakukan dengan prosedur sesuai diagram alir sebagai berikut:

Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Diambil cawan sudah dioven dan
didinginkan menggunakan desikator selama ± 10 menit. Ditimbang cawan dengan
timbangan analitik. Setelah itu dicatat beratnya yaitu dengan hasil W1.

Dituangkan air limbah kolam pada beaker glass. Lalu, diambil air kolam
tersebut menggunakan rubber bulb dan diletakkan pada cawan sebanyak 25 ml.
Setelah itu, dimasukkan kembali cawan yang berisi sampel didalam oven, dan
lakukan pengovenan selama ± 24jam.

Diambil cawan dari oven dan didinginkan di dalam desikator selama ± 10 menit.
Setelah dingin cawan + residu (W2) ditimbang dengan timbangan analitik.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan

Dalam praktikum Rekayasa Pengolahan Limbah tentang pengukuran Total Solids


(TS) diperoleh data sebagai berikut.

Tabel pengukuran Total Solids (TS)


No. Pengukuran Hasil

1. Berat cawan kosong (W1) 30,8504 gram

2. Berat cawan + residu (W2) 30,8758 gram

Diperoleh hasil Total Solid dengan volume sampel yaitu 25 ml.

𝑊2−𝑊1
Total Solids = 𝑉𝑜𝑙.𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 (mg/L)

( 30,8758− 30,8504 )∗10^6


Total Solids = (mg/L)
25

= 1016 (mg/L)
3.2 Pembahasan

Dalam praktikum ini, kita menggunakan sampel air yang berisi padatan yang terlarut
dan yang tersuspensi. Pada uji coba pertama, kita menentukan Total Solid dengan
langsung menuangkan sampel air limbah kolam sebanyak 25 mL yang terlebih dahulu
diaduk ke dalam cawan , kemudian diuapkan agar senyawa organik menguap dan
yang tersisa adalah senyawa anorganiknya. Selanjutnya dikeringkan dalam oven dan
didinginkan di dalam desikator tujuannya agar pada saat penimbangan, tidak ada
gangguan berat dari air yang tersisa. Setelah ditimbang dan setelah dimasukan
kedalam perihtungan maka didapatkan hasil nilai konsentrasi Total Solid yakni
sebesar 1016 (mg/L).
IV. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui suatu nilai pengukuran total solids dengan Nilai konsentrasi
Total Solid sampel air limbah kolam yakni sebesar 1016 mg/L
DAFTAR PUSTAKA

WHO. (2004). Guidelines for Drinking Water Quality. Third edition. Geneva. l.
LAMPIRAN
Gambar 1. Cawan + sampel air kolam

Gambar 2. Cwan kosong (W1) ditimbang dengan timbangan analitik dengan hasil
30,8504 gram

Gambar 3. Cwan + Residu (W2) ditimbang dengan timbangan analitik dengan


hasil 30,8758 gram