Anda di halaman 1dari 3

Dimana τt adalah besarnya tegangan puntir (N/m2), Mt adalah momen puntir (torsi) dan Wp

adalah momen tahanan puntir (mm3). Berikut pada Gambar 2.26 ditunjukkan gambar dari
tegangan punter.

Gambar 2.26 Tegangan puntir (Beer dkk, 2015).

1. TeoripKegagalan

Dalamasuatuarekayasaateknik,ahalayangamendasaraadalahamenentukanabatasanateganga
nayangamenyebabkanakegagalanadariamaterialatersebut.aDalamamenggunakanateoriakegagalan
ayangaterpentingaadalahamenentukanateganganautamaa(principal
stress).aTeganganayangatelahadihitungadibandingkanldengan
teganganayangadiijinkanpolehpkekuatanamaterialayangadidapatadariahasilapengujian.aJikaatega
nganayangadihitungamelebihiateganganayangadiijinkanaolehamaterialamakaakegagalanadariam
aterialaakanaterjadi.aAdaatigaateoriakegagalanayang seringadigunakan,ayaitu :
a. TeganganpNormalpMaksimum
Teoripinipmenyatakanpbahwapkegagalanpterjadiabilaasalahasatuadariateganganautamaa(
principalastress)asamaadenganakekuatanadariamaterial.aSebagaiacontohauntukateganganautam
aasetiapakeadaan disusunadalam bentuk : σ1 > σ2 > σ3
Jikaakriteriaakegagalanaadalahatitikaluluha(yield), teori ini memperkirakan kegagalan
akan terjadi bila :
σ1 = Syi atau σ3 = - Syc (2.18)

Dimana Syi dan Sycaadalahakekuatanaluluhaterhadapagayaatarikadanagaya


tekan.aKalauayangadipakaiaadalahakekuatanaakhir,asepertiapadaabahanayangarapuh,amakaake
gagalanaterjadiajika :

σ1 = Sui atau σ3 = - Suc (2.19)

b. TeganganaGeseraMaksimum
Teoriainiamengatakanabahwaakegagalanaakanaterjadiabilaateganganageseramaksimuma
padaasetiapaelemenamesinasamaadenganakekuatanageseradariamaterialadalamabentuk σ1 > σ2 >
σ3 teoriateganganageseramaksimalamemperkirakan bahwaakegagalanaakanaterjadiabila :.
Jikaateganganautama disusun
𝜎1 −𝜎3 𝑆𝑦
𝜏𝑚𝑎𝑥 = ≥ atau σ1 – σ3 ≥ Sy (2.20)
2 2

Teoriainizmenyatakanabahwaakekuatanaluluhapadalkekuatanlgeseradiberikanaolehapers
amaan :
Ssy = 0.5 Sy (2.21)

c. TeganganaVonaMises
Teoriainiamemperkirakanasuatuakegagalanlmengalahidalamateganganageser yang
memadai lebihabesaradariayangadiperkirakanaolehateoriateganganageser
maksimal.aUntukaanalisisaperancanganaakanllebihamudahajikaakitaamenggunakanateganganaV
onaMises,ayaituapersamaanayangaberkaitanadenganasuatuateganganadalamatigaasumbu.
1
𝜎 ′ = √2 [(𝜎1 − 𝜎2 )2 + (𝜎2 − 𝜎3 )2 + (𝜎3 − 𝜎1 )2 ] (2.22)

Hal ini akan terjadi kegagalan jika :


𝜎 ′ ≥ 𝑆𝑦 (2.23)

Dariapercobaan-percobaanayangatelahadilakukan,amenunjukanabahwa
teoriaenergyadistorsia(VonaMises)amemperkirakanakegagalanadenganaketelitian
tertinggiapadaasemuaakuadrana(Budynas-Nisbett, 2008).

2. FaktoraKeamanan

FaktorakeamananaatauaSafetyaFactora(SF)aadalahasuatuahalayangasangatapentingadala
maanalisisadanaperencanaanastrukturasecaraakeseluruhan.aPermasalahan
iniasudahamenjadiasubyekapenelitianadanatelahabanyakadibicarakan
khususnyaadiabidangarekayasaastruktur.aFaktorakeamananaelemenadanasistem
strukturasangatatergantungapadaaketahananastruktura(bahanadanageometri) serta
bebanayangabekerjaa(beban mati, beban hidup, beban gempa, beban angin, dan sebagainya).

Untuk memperhitungkan adanya ketidak sempurnaan dalam penetapan tegangan ijin, maka
peraturan perencanaan mengharuskan diterapkannya suatu faktor keamanan.
𝑆𝑡𝑟𝑒𝑛𝑔𝑡ℎ 𝑜𝑓 𝑀𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 (𝑆𝑚 )
𝑆𝑎𝑓𝑒 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑠𝑠 (𝑆𝑠 ) = (2.24)
𝑆𝑎𝑓𝑒𝑡𝑦 𝐹𝑎𝑐𝑡𝑜𝑟 (𝑆𝑓 )

Pada umumnya, nilai strength of material berdasarkan besarnya yield strength untuk
material elastis (ductile), ultimate strength untuk material getas (brittle) dan fatigue strength untuk
material yang dikenakan tegangan puntir. Tegangan batas ijin (safe stress) diperoleh dari pengujian
lab dan sebagainya, tegangan yang direncanakan atau berdasarkan perkiraan dari analisa tidak
boleh melebihi besarnya tegangan batas ijin. Jika nilai tegangan yang diperoleh dari hasil analisa
lebih kecil dari nilai tegangan batas ijin maka desain dan material yang digunakan untuk membuat
bucket teeth dapat dikatakan aman. Tabel 2.7 memperlihatkan aturan nilai faktor keamanan.

Tabela2.7 Faktorpkeamananamenurutatipeapembebananadanamaterial.

Cast irons,
Steel,aDuctileametals Timber
Brittleametals
Type of load Basedaon Based on
ultimate elastic Based on ultimate stress (σu)
stress (σu) limit (σy)
Dead 3a–4 1,5a– 2 5a– 6 7
Repeated,aOne
directional,aGradual 6 3 7a– 8 10
(mild shock)
Repeated,aReserved,
Graduala(mild 8 4 10 – 12 15
shock)
Shock 10 – 15 5–7 15 – 20 20