Anda di halaman 1dari 5

KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS] 1

PENGELOLAAN PANEN DAN PASCAPANEN


BUAH JERUK LEMON (citrus limon)
DI UD X-YOGYAKARTA
M. Mainurin
1
M.Mainurin, 2 Ir. Bina Unteawati, M.P, 2 Sri Handayani S.P.,M.E.P
1
Mahasiswa Program Studi Agribisnis,2 Dosen Program Studi Agribisnis, Politeknik Negeri Lampung

ABSTRAK

Buah jeruk lemon adalah salah satu jenis hasil tanaman hortikultura. Pertumbuhan konsumsi
jeruk lemon tahun 1995-2014 mencapai angka rata-rata 11,65%/tahun. Peningkatan konsumsi jeruk
lemon diimbangi dengan pertumbuhan luas lahan panen jeruk lemon yang mencapai angka
1,26%/tahun. Buah jeruk lemon merupakan buah yang harus dilakukan pengelolaan produk agar
buah jeruk lemon yang dihasilkan sampai ke konsumen dalam kondisi baik. Pengelolaan panen dan
pascapanen lemon perlu dilakukan oleh UD X-Yogyakarta untuk menjaga kualitas buah yang
dihasilkan. Dari analisa yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif diketahui bahwa: (1)
pengelolaan panen dan pascapanen buah lemon di UD X–Yogyakarta yang terdiri dari pengelolaan
panen (perencanaan panen dan pelaksanaan panen), dan pengelolaan pascapanen (penimbangan,
pembersihan, sortasi, pemberian label, pengemasan, pengiriman, dan pengolahan), (2) pengelolaan
panen dan pascapanen lemon di UD X-Yogyakarta mampu menghasilkan 205,5 kg/bulan buah lemon
yang layak jual dan 7,4 kg/bulan buah lemon yang tidak layak jual.

Kata Kunci: Lemon, Panen, Pascapanen.

PENDAHULUAN naga yang sudah mendapatkan Surat Keputusan

UD X-Yogyakarta terletak terletak di Jalan Menteri Pertanian pada 26 mei 2010 dengan

Kaliurang. Lokasinya berada di desa nomer Surat Keputusan (SK) untuk buah naga

Pakembinangun Kecamatan Pakem, Kabupaten sabila merah 2105/Kpts/SR.120/5/2010 dan

Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. nomer Surat Keputusan (SK)

Kecamatan Pakem merupakan lingkungan berupa 2103/Kpts/SR.120/5/2010 untuk buah naga sabila

lereng gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. putih.

Kabupaten Sleman berada di ketinggian 500 Seiring dengan penambahan luas lahan UD

meter sampai dengan 1000 meter di atas X-Yogyakarta juga menambah komoditi buah

permukaan laut. Sebagian besar masyarakatnya yang ditanam, salah satunya adalah buah lemon.

merupakan petani karena daerah tersebut masih kandung per 100 gram buah jeruk terdiri dari

memiliki lahan yang luas (Pemkab Sleman, 86,0gram air, 0,8gram protein, 0,3gram lemak,

2017). 12,3gram karbohidrat, 40mg kalsium, 22gram

UD X-Yogyakarta merupakan kebun buah posfor, 0,6mg zat besi, 0,04mg vitamin B1, 27mg

yang didikan pada tahun 2005 yang pada vitamin C, dan 37 kalori energi (Sarwono, 1993).

awalnya hanya seluas 1 hektar. Komoditi Buah jeruk lemon dikenal sebagai obat

unggulan dari UD X-Yogyakarta adalah buah herbal oleh masyarakat. fungsinya untuk
KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS] 2

mengobati beberapa penyakit di antaranya adalah Metodologi Pelaksanaan


untuk menyembuhkan sakit tenggorokan, Data yang digunakan berupa data primer dan
meningkatkan kekebalan tubuh, menghilangkan data sekunder. Data primer dan data sekunder
ketombe, menurunkan berat badan dan juga diperoleh dengan tiga metode yaitu metode
sebagai terapi untuk mengobati kanker (Hidayah, dokumentasi, metode pengamatan langsung di
2010). UD X-Yogyakarta, dan metode literatur. Data
Data Susenas (Survei Sosial Ekonomi primer merupakan data yang didapat langsung
Nasional) menyebutkan bahwa konsumsi buah dari lapang dengan alat pengambilan data. Data
jeruk di Indonesia mecapai angka 2,69 sekunder adalah data primer yang didapat dari
kg/kapita/tahun. Hal ini sejalan sejalan dengan sumber lain (Sugiyono, 2009).
pertumbuhan produksi dan luas lahan yang terus
meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2011-2014 Metode Analisis Data
tercatat bahwa peningkatan produksi buah jeruk
Metode analisis data yang digunakan adalah
rata-rata per tahun sebesar 1,26% atau sebesar
metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan
1.752.998ton/tahun (Kementerian Pertanian,
metode yang digunakan untuk menggambarkan
2015).
atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi
Peningkatan produksi dan konsumsi jeruk
tidak digunakan untuk membuat kesimpulan
harus diimbangi dengan perbaikan terhadap
yang lebih luas.
kualitas buah jeruk yang dihasilkan. Salah satu
cara agar buah yang dihasilkan berkualitas perlu Panen dan pascapanen
dilakukannya pengelolaan terhadap panen dan Panen adalah pemetikan hasil dari proses
pascapanen (Sarwono, 1993). bercocok tanam dengan cara yang baik dan
Pengendalian atau pengelolaan produk benar. Pada saat proses panen akan diketahui
sangat penting untuk dilakukan agar kerusakan baik atau buruk hasil yang diperoleh (Tim
terhadap produk dapatdiminimalisir (Fitriyani, Penulis Penebar Swadaya, 1994).
dkk, 2016). Selain untuk mengurangi resiko Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
kerusakan buah, pengelolaan panen dan pasca 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya
panen yang dilakukan terhadap buah lemon Tanaman Hortikultura pasal 31 menyebutkan
adalah untuk menjaga kualitas buah agar dapat bahwa pascapanen meliputi: kegiatan
bersaing di pasar terutama bersaing terhadap pembersihan, pengupasan, sortasi, pengawetan,
produk buah impor. pengemasan, penyimpanan, standarisasi mutu,
dan transportasi hasil produksi budidaya
Tujuan
tanaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
(1) Menjelaskan proses pengelolaan panen dan
meningkatkan mutu, menekan tingkat kehilangan
pascapanen jeruk lemon di UD X-Yogyakarta, dan/atau kerusakan, memperpanjang daya
(2) Menganalisis hasil pengelolaan panen dan simpan, dan meningkatkan daya guna serta nilai
pascapanen jeruk lemon di UD X–Yogyakarta.
KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS] 3

tambah hasil budidaya tanaman (Kementerian buah menggunakan kain yang telah dibasahi
Pertanian, 1992). sampai bersih. Pada saat pembersihan buah
lemon dilakukan, kegiatan sortasi juga dilakukan.
Hasil dan Pembahasan Sortasi buah yaitu memisahkan buah yang layak
Proses pengelolaan panen dan tidak layak untuk dijual. Buah yang tidak
Pengelolaan panen yang ada di UD X- layak adalah buah yang memiliki lubang cukup
Yogyakarta meliputi beberapa proses dalam sampai terkena daging buah lemon, buah
diantaranya: (1) perencanaan panen meliputi tersebut kemudian akan masuk ke proses
penyiapan alat panen dan penyiapan tenaga kerja. pengolahan yaitu dengan diambil airnya. Sortasi
Tujuan dari perencanaan adalah sebagai yang dilakukan UD X-Yogyakarta menghasilkan
pengendali pada saat proses pelaksanaan panen buah lemon yang layak jual rata-rata sebesar
berlangsung, (2) pelaksanaan panen yang 205,2kg/bulan dan 7,4kg/bulan buah yang tidak
dilakukan di UD X-Yogyakarta meliputi layak dijual, (3) pemberian label dan pengemasan
pemetikan buah yang sudah masak dengan ciri yang dilakukan oleh UD X-Yogyakarta adalah
fisik hijau kekuningan, pemetikan dilakukan label yang terbuat dari bahan kertas stiker yang
dapat dengan tangan secara langsung atau ditempelkan pada buah, label tersebut berbentuk
menggunakan gunting pangkas. Pemetikan buah bulat dengan ukuran 2 cm. Kemasan yang
lemon dengan luas lahan 9180m² dilakukan oleh digunakan oleh UD X-Yogyakarta adalah
3-7 orang pekerja. Cara pemetikan buah yaitu kemasan yang terbuat dari bahan kardus yang
pemetikan dilakukan pada pagi hari dengan memiliki standar kemasan ekspor dengan
menyisakan tangkai pada buah dengan ukuran kapasitas setiap kemasan yaitu 5 kg.
panjang 1-2 cm. Label dan kemasan adalah sesuatu yang
penting bagi konsumen untuk memutuskan
Proses pengelolaan pascapanen membeli atau tidaknya konsumen tersebut,
Proses pengelolaan pascapanen di UD X- karena label dan kemasan adalah penilaian dari
Yogyakarta adalah kegiatan pascapanen pada kualitas produk. Label dan kemasan yang
umumnya. Kegiatan alur pengelolaan pascapanen bersertifikat merupakan garansi atau jaminan
yang dilakukan oleh UD X-Yogyakarta meliputi: yang menunjukkan bahwa produk yang dibeli
(1) penimbangan setelah panen adalah kegiatan merupakan produk yang di produksi dengan
penimbangan buah lemon yang telah selesai memperhatikan keramahannya terhadap
dipanen dengan menggunakan timbangan skala lingkunga, memiliki keamanan pangan yang
besar. Buah hasil timbangan akan dicatat pada bebas dari bahan berbahaya (Sutarni, dkk, 2017),
buku catatan yang fungsinya sebagai alat kendali, (4) pengiriman, penyimpanan, dan pengolahan
(2) pembersihan dan sortasi adalah kegiatan yang adalah proses akhir dari pasca panen di UD X-
dilakukan pada buah lemon yang telah melalui Yogyakarta. Proses pengiriman yang dilakukan
tahap penimbangan. Pembersihan yang dilakukan UD X-Yogyakarta yang berada diluar daerah
UD X-Yogyakarta yaitu dengan cara mengusap yogya akan menggunakan bus, pemasaran buah
KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS] 4

lemon UD X-Yogyakarta sudah sampai ke daerah buah yang dihasilkan UD X-Yogyakarta.


Jabodetabek. Pengiriman menggunakan bus Pengelolaan panen dan pascapanen UD X-
dipilih karena ongkos kirim yang relatif murah, Yogyakarta ini mampu menghasilkan buah yang
dan untuk pengiriman yang berada di Yogya tidak layak rata-rata sebesar 2-5%/bulan atau
akan dikirim oleh karyawan UD X-Yogyakarta sebesar 7,4kg/bulan, dan buah yang layak dijual
menggunakan transportasi kantor. Proses rata-rata sebesar 95-98%/bulan atau sebesar
pengolahan yaitu proses pengambilan air jeruk 205,2 kg/bulan buah yang layak dijual. Buah
lemon yang tidak layak hasil sortasi dan juga lemon yang layak dijual memiliki kriteria fisik
buah yang tidak terjual atau sisa buah. Buah yang tidak cacat atau berlubang dengan warna
yang tidak terjual kemudian akan disortasi hijau kekuningan atau kuning, berat buah lebih
kembali untuk memisahkan buah yang masih dari 50 gram, diameter buah lebih dari 4cm.
layak untuk dijual dengan buah yang tidak layak, Buah yang tidak layak adalah buah yang tidak
buah yang masih layak dijual yaitu buah yang memiliki kriteria layak jual.
masih terlihat segar. Proses pengambilan air
jerul lemon dilakukan dengan menggunakan alat Kesimpulan

perasan buah lemon manual, caranya yaitu Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat

dengan membelah jeruk lemon kemudian diperas. disimpulkan bahwa:

Air hasil perasan tersebut kemudian akan 1. Pengelolaan panen buah lemon UD X-

dimasukkan kedalam plastik PE (plastik es balon) Yogyakarta terdiri dari perencanaan panen

yang kemudian akan disimpan kedalam lemari es (persiapan alat, tenaga kerja dan

pembeku. Air jeruk lemon yang telah beku pelaksanaan panen ), dan pengelolaan

tersebut nantinya akan dijual kembali sebagai pascapanen buah lemon UD X-Yogyakarta

sirup dan juga dijual secara langsung. terdiri dari penimbangan setelah panen,
pembersihan dan sortasi, pemberian label
Kriteria jeruk yang dihasilkan dan pengemasan, dan pengiriman,
UD X-Yogyakarta dalam menjaga kualitas penyimpanan, dan pengolahan.
buah lemon yang dihasilkan yaitu dengan cara 2. Pengelolaan panen dan pascapanen buah
menerapkan pengelolaan panen dan pascapanen. lemon di UD X-Yogyakarta mampu
Kriteria buah lemon yang dihasilkan di menghasilkan buah yang layak jual rata-
antaranya: bentuk fisik buah lemon berwarna rata sebesar 205,2 kg/bulan, dan buah yang
hijau kekuningan dengan bentuk buah yang tidak tidak layak dijual rata-rata sebesar 7,4
rusak atau berlubang, diameter buah lebih dari kg/bulan. Kriteria buah yang layak jual
4cm, berat satu buah lemon lebih dari 50 gram. yaitu tidak cacat atau berlubang dengan
warna hijau kekuningan atau kuning, berat
Hasil pengelolaan buah lemon
buah lebih dari 50 gram, diameter buah
Pengelolaan panen dan pascapanen buah
lebih dari 4cm. Buah yang tidak layak
lemon merupakan salah satu cara mengendalikan
KARYA ILMIAH MAHASISWA [AGRIBISNIS] 5

adalah buah yang tidak memiliki kriteria Perkebunan. Politeknik Negeri Lampung.
Lampung.
layak jual.
Pemerintah Kabupaten Sleman. 2017.
REFERENSI Http://Www.Slemankab.go.id, Diakses
Pada Desember 2017.
Hidayah, Agustina Nurul. 2010. Efektivitas Air
Sarwono, B. 1993. Jeruk Nipis dan
Perasan Jeruk Lemon (Citrus limon Burm)
Pemanfaatannya. Penebar Swadaya.
25% dibandingkan Ketokonazol 2%
Jakarta.
terhadap Pertumbuhan Malassezia Sp.
pada Ketombe. Fakultas Kedokteran. Sutarni, Bina U, Teguh Budi T. 2017. Preferensi
Universitas Diponegoro. Konsumen terhadap Atribut Produk
Sayuran Organik Di Kota Bandar
Kementerian pertanian. 1992. Undang- Lampung. Jurnal penelitian pertanian
Undang Republik Indonesia Nomor terapan. Politeknik Negeri Lampung.
12 Tahun 1992 tentang Sistem Lampung.
Budidaya Tanaman.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Kementerian Pertanian. 2015. Statistik Produksi Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Holtikultura Tahun 2014. Alfabeta. Bandung.
Www.Pertanian.go.id. Diakses Pada
Oktober 2017. Tim Penulis Penebar Swadaya. 1995.
Peluang Usaha dan Pembudidayaan
Laras Fitriyani, Fitriani, Rachmad Edison. 2016. Jeruk Siam. Penebar Swadaya.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk
Jakarta.
SIR 3L di PT Perkebunan Nusantara VII
Unit Usaha Way Berulu. Jurusan