Anda di halaman 1dari 3

Tabel 1 Pertumbuhan tanaman padi.

n,

Tinggi Tanaman Bagan Warna Daun Jumlah Anakan Jumlah Anakan


Perlakuan Total Produktif
7 MST 8 MST 7 MST 8 MST 7 MST 8 MST
IPB 3S
K0 97.33 115.00 3.50 3.47 18.20 a 17.73 8.33
K1 106.93 121.13 3.33 3.30 15.93 a 15.73 9.22
K2 103.97 115.43 3.43 3.30 14.87 a 13.80 9.89
K3 101.57 112.57 3.40 3.27 15.67 a 14.60 8.56
K4 108.63 122.57 3.43 3.27 20.00 a 17.27 9.78
K5 109.23 123.07 3.43 3.13 22.00 a 17.60 8.67
Ciherang
K0 83.90 88.33 3.47 a 3.37 23.87 21.40 13.33
K1 83.57 86.83 3.20 ab 3.10 28.33 25.00 14.67
K2 84.10 87.63 3.23 ab 3.03 26.00 24.87 14.33
K3 82.20 87.20 3.20 ab 3.07 25.07 20.67 13.67
K4 82.40 86.70 3.20 ab 3.27 30.20 25.13 13.78
K5 81.53 86.90 3.17 b 3.13 28.60 23.00 13.67
Keterangan:
K0 = Pupuk anorganik tanpa KCl
K1 = Pupuk anorganik (Urea: 300 kg ha-1, SP-36: 50 kg ha-1, dan KCl: 50 kg ha-1)
K2 = Pupuk anorganik + Pupuk K cair 7-2-21 600 gram pada 50 HST dan 70 HST
K3 = Pupuk anorganik + KCl cair 210 gram ha-1 pada 50 HST dan 70 HST
K4 = Pupuk anorganik + Pupuk K cair 7-2-21 600 gram ha-1 pada 70 HST
K5 = Pupuk anorganik + KCl cair 210 gram ha-1 pada 70 HST

Hasil analisis statistik menunjukan bahwa pada IPB 3S dan Ciherang perlakuan percobaan tidak
berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Peubah tinggi tanaman yang diberikan perlakuan pupuk
anorganik + pupuk K cair 7-2-2 600 gram ha-1 pada 70 MST dan pupuk anorganik + KCL cair 210 gram
ha-1 pada 70 HST cenderung menghasilkan tinggi tanaman yang labih tinggi dibandingkan dengan
peubah tinggi tanman yang diberikan perlakuan pupuk anorganik rekomendasi dan pupuk anorganik
tanpa KCL. Sedangkan pada Ciherang peubah tinggi tanaman yang diberikan perlakuan tanpa pupuk KCL
cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada 8 MST. Peubah tinggi tanaman
tidak berkolerasi nyata dengan peubah hasil IPB 3S dan Ciherang.

Hasil analisis statsitik peubah bagan warna daun menunjukan bahwa perlakuan percobaan tidak
berpengaruh terhdap BWD IPB 3S. Ulangan pada percobaan berpengaruh nyata terhadap BWD IPB 3S
pada 8 MST. Sedangakan perlakuan percobaan berpengaruh nyata terhdap BWD Ciherang pada 7 MST.
Perlakuan tanpa KCL menunjukan lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pada varietas IPB
3S, nilai BWD cenderung lebih besar pada tanaman yang diberikan perlakuan tanpa KCL. BWD
menunjukan kolerasi nyata terhadap gabah kering giling (GKG) IPB 3S sebesar -0.506. Nilai korelasi
tersebut menunjukan bahwa semakin besar skala BWD maka GKG semakin kecil. Hal tersebut
disebabkan karena petakan yang ternaungi sehingga nilai skala BWD besar tanpa diimbangi dengan
cahaya matahari yang cukup. Pada varietas Ciherang, BWD menunjukan korelasi yang nyata terhadap
persentase gabah isi dengan nilai korelasi sebesar -0.470. nilai tersebut menujukan bahwa semakin
besar nilai skala BWD maka persentase gabah isi semakin kecil. Hal tersebut disebabkan karena satuan
percobaan yang ternaungi memiliki nilai skala yang besar dan tidak mendapatkan cahaya yang cukup.

Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perlakuan percobaan berpengaruh nyata terhadap
jumlah anakan total IPB 3S pada 7 MST. Sedangkan pada 8 MST perlakuan tidak berpengaruh nyata
terhadap tinggi tanaman. Pada varietas Ciherang, perlakuan percobaan juga tidak mempengaruhi
jumlah anakan total. Jumlah anakan total berkolerasi sangat nyata dengan gabah kering giling (GKG)
pada varietas IPB 3S sebesar 0.608. Sedangkan pada varietas Ciherang jumlah anakan total berkorelasi
nyata terhadap GKG sebesar 0.469.

Rekapitulasi Sidik Ragam

Peubah Pengaruh Perlakuan Koefisien Keragaman (%)


IPB 3S Ciherang IPB 3S Ciherang
Pertumbuhan Tanaman
Tinggi tanaman
3 MST tn tn 7,12 7,59
4 MST tn tn 6,71 5,03
5 MST tn tn 3,57 3,68
6 MST tn tn 3,94 3,18
7 MST tn tn 4,46 4,83
8 MST tn tn 4,37 3,95
BWD
3 MST tn * 6,67 3,67
4 MST tn tn 2,66 3,83
5 MST tn tn 3,00 4,06
6 MST tn tn 2,19 5,14
7 MST tn * 2,81 2,91
8 MST tn tn 5,76 4,75
Anakan total
3 MST tn tn 18,30 15,96
4 MST tn tn 10,05 15,35
5 MST tn tn 16,18 14,01
6 MST tn tn 16,09 12,54
7 MST * tn 14,59 18,20
8 MST tn tn 14,31 16,82
Anakan produktif tn tn 9,31 13,26
GKG tn tn 8,98 10,62
% GI tn tn 3,05 6,23
Bobot 1000 butir tn tn 9,12 4,12
Berdasarkan hasil rekapitulasi sidik ragam terhadap berbagai peubah yang diamati menunjukan bahwa
perlakuan berpengaruh nyata terhadap bagan warna daun pada 3 MST dan 7 MST untuk Varietas
Ciherang dan jumlah anakan total pada 7 MST untuk Varietas IPB 3S. Sedangkan perlakuan tidak
berpengaruh nyata terhadap komponen hasil baik Varietas IPB 3S maupun Ciherang. Secara rinci hasil
rekapitulasi sidik ragam disajikan pada tabel