Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Pembahasan
Keluarga Tn W dilakuan pengkajian keluarga sebagai keluarga
binaan. Pada hasil pengkajian ditemukan Ny S menderita Hipertensi
dengan riwayat selama 6 tahun. Penangan dan penanggulangan Hipertensi
Ny. S tidak diimbangi oleh gaya hidup sehat .
Hipertensi merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan
kematian secara langsung, melainkan dapat berakibat fatal bila
pengelolaan yang dilakukan tidak tepat (Anani, 2012). Sehingga Hipertensi
memerlukan perawatan medis dan self management yang
berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. tindakan yang
dapat dilakukan antara lain melalui manajemen diet, farmakologi, dan
dukungan oleh keluarga. Keluarga merupakan unit dasar dalam sebuah
masyarakat, disamping itu keluarga juga memiliki peranan penting bagi
kesehatan individu, dimana masing-masingg anggota keluarga saling
memiliki ketergantungan guna meningkatkan dan menjaga kesehatannya.

Beberapa intervensi diatas telah dilakukan kepada keluarga sesuai


dengan prioritas diagnose keperawatan keluarga yang telah diangkat, yaitu
:
1. Diagnosa: Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Diagnosa ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga berfokus
pada Tn. W memiliki beberpa intervensi yang dilakukan kepada
keluarga yang berfokus kepada manajemen Diabetes Mellitus.
Intervensi yang diberikan antaralain berupa edukasi mengenai diabetes
mellitus, dan juga manajemen diabetes mellitus. Pada diagnose ini juga
dilakukan diskusi bersama keluarga terkait pentingnya dukungan
anggota keluarga lain, dan pentingnya kontrol rutin gula darah yang
dilakuan di fasilitas kesehatan terdekat.
2. Diagnosa: Defisit Pengetahuan
Diagnosa perilaku kesehatan cenderung beresiko berfokus kepada
Ny. S yang mana masih kurang pengetahuan terkait hipertensi yang
dideritanya. Intervensi diberikan kepada keluarga Ny S berupa edukasi
mengenai apa itu hipertensi, tanda gejala, dan berbagai cara untuk
mempertahankan tekanan darah dalam batas normal, serta
menyarankan untuk senantiasa control rutin.

Dari beberapa intervensi di atas didapatkan hasil cukup dimana.


Ny S juga sudah mampu menerapkan pembuatan jus seledri dengan
cukup tepat. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa
diagnosa pertama sudah teratasi sebagaian. Hal ini disebabkan
berdasarkan TUK keluarga, pada TUK ke-4 masih belum teratasi
dikarenakan tekanan darah Ny S masih diatas dari batas normal.
Meskipun tekanan darah Ny S belum sepenuhnya turun, keluarga
sudah mampu untuk memberikan dorongan kepada Ny. S untuk selalu
hidup sehat. Untuk diagnose yang kedua terkait Defisit Pengetahuan,
dapat disimpulkan bahwa diyatakan sudah tercapai, karena seluruhnya
sudah tersampaikan dan perlahan sudah mulai dilaksanakan.

4.2. Implikasi
Setelah dilakukan pertemuan dan intervensi kepada keluarga Tn W dan Ny
S selama 4 kali pertemuan menghasilkan penurunan tekanan darah namun
tidak bertahan lama karena pada 2 pertemuan terakhir tekanan darah Ny
S meningkat kembali meskipun tidak setinggi saat pertemuan pertama. Hal
ini dikarenakan Ny S mengaku pada minggu terakhir memiliki stressor yang
cukup meskipun. Hal ini membuktikan bahwa selain menerapkan 4 pilar
sebagai manajemen hipertensi dan peran keluarga, faktor eksternal lain
juga perlu diperhatikan mengingat dapat mempengaruhi secara langsung
ataupun tidak langsung pada peningkatan tekanan darah. Hal yang dialami
oleh kasus Ny S ini setara dengan yang disampaikan oleh Kusmadewi
(2011), bahwa stresor dapat mengakibatkan perubahan kulaitas hidup
pasien dengan hipertensi ini sehingga berdampak pada peningkatan
tekanan darah
BAB V

KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
1. Pada diagnosa Ketidakefektifan manajemen kesehatan Tn W
dinyatakan sudah teratasi sebagian. Hal yang belum tercapai pada
diagnose ini adalah belum stabilnya kadar gula darah pada Tn. W.
2. Pada diagnosa deficit pengetahuan, dapat disimpulkan sudah tercapai
semua dengan tujuan keluarga dapat memahami mengenai bagaimana
dan apa itu hipertensi dan cara menanggulanginya
5.2. Saran
Keluarga perlu meningkatkan keterbukaan dan saling mendukung
satu sama lain dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan
keluarga. Selain itu, perawat dapat membantu mengadvokasi keluarga
perihal kontrol gula darah pada faskes terdekat dan melakukan sosialisasi
mengenai pentingnya asuransi kesehatan kepada keluarga.