Anda di halaman 1dari 18

PERENCANAAN ANGGARAN BELANJA

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Rangkaian kegiatan perhitungan anggaran berdasarkan laporan penggunaan


PENGERTIAN anggaran bahan makanan tahun sebelumnya dengan mempertimbangkan
fluktuasi harga, fluktuasi konsumen dan trend penyakit.

Untuk mengetahui perkiraan kebutuhan anggaran dana yang dibutuhkan


TUJUAN dalam setahun untuk penyelenggaraan makanan rumah sakit.

KEBIJAKAN Diketahuinya biaya kebutuhan bahan makanan untuk satu tahun kedepan.

1. Mencari atau mengumpulkan informasi mengenai ketersediaan anggaran


(sumber dana,besaran,dsb)
2. Mengelompokan bahan makanan sesuai menu dan pedoman menu
(misalnya kelompok sayuran, buah, daging, ayam, ikan, telur, susu, roti,
bumbu, makanan jadi,bahan makanan kering, dsb)
3. Menetapkan spesifikasi harga bahan makanan yang di butuhkan
berdasarkan nilai gizi, standar porsi, kualitas, keberadaan dipasar, dan
kelayakan harga.
4. Mengumpulkan informasi mengenai jenis dan konsumen yang akan
PROSEDUR dilayani (pasien, dokter, pegawai, dsb)
5. Menghitung volume kebutuhan bahan makanan. Pembulatan volume
didasarkan atas perkiraan rata-rata kenaikan konsumen dan berat bahan
makanan dalam tiap kemasan.
6. Melakukan survey harga pasar (dinas pasar, pasar tradisional,
supermarket, distributor, dsb)
7. Menyusun harga satuan berdasarkan hasil survey harga pasar.
8. Mengalikan jumlah kebutuhan bahan makanan priode yang telah
ditetapkan dengan harga satuan.
UNIT TERKAIT Instalasi gizi dan bagian perencanaan keuangan.

1
PERENCANAAN MENU

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Perencanaa mengenai serangkaian hidangan untuk setiap kali makan, yang


PENGERTIAN terdiri dari makanan biasa, makanan lunak/diet dan makanan saring serta
menu makanan dan snack untuk dokter dan karyawan dalam institusi rumah
sakit.
Dengan menu yang terencana dengan baik, akan membuat petugas dapat
TUJUAN menyajikan variasi hidangan yang menarik dan dapat membantu dalam
proses pemulihan pasien.
1. Menyajiakan makanan yang bergizi
KEBIJAKAN 2. Makanan yang menarik untuk memenuhi kebutuhan klien.
3. Dengan syarat sesuai dengan alokasi dana
4. Menggunakan siklus menu 5 hari, dengan priode waktu 6 bulan

1. Menetapkan pola makan sehari.


2. Menetapkan pola menu.
3. Menetapkan siklus menu.
PROSEDUR 4. Menetapkan daftar bahan makanan yang akan dimasukkan dalam menu
& frekuensi pemakaian dalam satu siklus.
5. Membuat master menu & menetapkan jenis hidangan dengan bantuan
catalog hidangan.

UNIT TERKAIT Ahli gizi

2
PERSIAPAN PELAKSANAAN PRODUKSI DISTRIBUSI
SEBELUM MASUK RUANG KERJA

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Persiapan yang dilakukan oleh tenaga produksi distribusi sebelum melakukan


PENGERTIAN kegiatan produksi dan distribusi.

Dengan persiapan yang dilakukan, diharapkan hygiene dan sanitasi makanan


TUJUAN tetap terjaga.

KEBIJAKAN Dilaksanakan oleh tenaga produksi dan distribusi makanan.

1. Tenaga produksi dan distribusi dating 10 menit sebelum jadwal yang


telah ditetapkan.
2. Tenaga produksi dan distribusi dating dalam keadaan rapid an bersih,
meliputi :
a. Pastikan personal hygiene (kuku, tangan, rambut, pakaian dan lain-
lain) dalam keadaan rapi.
b. Gunakan alat kelengkapan masak ;
 Tutup kepala
 Celemek
PROSEDUR  Masker
 Alas kaki
3. Siap bekerja.
4. Setelah selesai lepaskan semua stribut/kelengkapan masak.
5. Cuci celemek, tutup kepala dsb
6. Keringkan.
7. Siap digunakan untuk besok.
UNIT TERKAIT Ahli gizi,petugas produksi dan distribusi.

3
PERENCANAAN DAN PEMESANAN
BAHAN MAKANAN HARIAN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Penyusunan permintaan bahan makanan berdasarkan menu atau pedoman


PENGERTIAN menu dan rata-rata jumlah konsumen atau pasien yang dilayani dengan
memperhitungkan stok bahan makanan yang ada.

Tersediannya daftar pesanan bahan makanan sesuai dengan standar atau


TUJUAN spesifikasi yang ditetapkan.

Pemesanan dapat dilakukan sesuai dengan kurun waktu tertentu (harian,


KEBIJAKAN mingguan, bulanan)

1. Memeriksa ketersediaan stok bahan makanan basah dan kering di


tempat penyimpanan bahan makanan.
2. Melihat menu yang akan di masak di buku siklus menu untuk pasien,
karyawan dan dokter.
3. Mencatat bahan makanan yang dibutuhkan dalam menu yang akan di
PROSEDUR masak dengan memperhitungkan stok bahan makanan yang tersedia.
4. Pemesanan bahan makanan kering seperti beras, tepung, gula, dll.
Dilakukan setiap tiga hari atau satu minggu sekali.
5. Pemesanan bahan makanan harian dipesan satu hari sebelumnya.
6. Pemesanan bahan makanan dicatat dalam daftar pesanan bahan
makanan.

UNIT TERKAIT Ahli gizi.

4
PENERIMAAN BAHAN MAKANAN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Suatu proses kegiatan memeriksa, meneliti, mencatat, memutuskan dan


PENGERTIAN melaporkan waktu penerimaan bahan makanan, macam dan jumlah serta
spesifikasi bahan makanan menurut pesanan.

Diterimanya pesanan bahan makanan dalam macam, jumlah serta spesifikasi


TUJUAN yang disepakati, sesuai dengan waktu permintaan pesanan.

1. Jumlah yang diterima harus sesuai dengan yang dipesan


2. Mutu yang diterima harus sesuai dengan spesifikasi yang disepakati
KEBIJAKAN 3. Harga bahan makanan yang tercantum dalam faktur pembelian harus
sama dengan harga bahan makanan yang tercantum dalam perjanjian
jual beli

1. Memeriksa kualitas bahan sesuai spesifikasi bahan makanan yang


disepakati
2. Mengecek macam, jumlah, dan spesifikasi bahan makanan yang diterima
sesuai dengan daftar pesanan bahan makanan
3. Jika bahan makanan yang dikirim oleh rekan tidak sesuai spesifikasi
maka bahan makanan tersebut akan dikembalikan atau ditukar
PROSEDUR 4. Bahan makanan selanjutnya disalurkan kepada bagian persiapan bahan
makanan kemudian di bagi sesuai keperluan pengolahan untuk makanan
siang, sore, dan pagi hari berikutnya
5. Penerimaan bahan makanan berdasarkan pada :
a. Daftar pesanan bahan makanan
b. Spesifikasi bahan makanan
c. Macam dan jumlah bahan makanan yang diterima
d. Jadwal dan waktu pengiriman
6. Pencatatan dan pelaporan

UNIT TERKAIT Ahli gizi, petuga produksi

5
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
(BASAH DAN KERING)

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Proses kegiatan yang menyangkut penyimpanan bahan makanan serta


PENGERTIAN penyaluran bahan makanan, penyimpanan bahan makanan dilakukan untuk
menyelenggarakan pengurusan bahan makanan agar setiap waktu diperlukan
dapat dilayani dengan tepat,cepat dan efisien.

1. Mempertahankan kondisi bahan makanan yang disimpan


TUJUAN 2. Mencegah kerusakan/gangguan di lingkungannya.
3. Melayani kebutuhan macam dan jumlah bahan makanan dengan kualitas
dan waktu yang sesuai untuk unit yang memerlukan.
4. Persedian bahan makanan dalam jumlah dan kualitas yang cukup.
1. Menyelenggarakan pengurusan bahan makanan agar setiap waktu
diperlukan dapat dilayani dengan tepat, cepat dan efesien.
KEBIJAKAN 2. Tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dan tepat nilai gizi.

1. Penyimpanan bahan makanan dipisahkan antara bahan makanan basah


dan bahan makanan kering.
2. Bahan makanan basah yang tidak digunakan, langsung di simpan dalam
tempat penyimpanan bahan makanan basah :
a. Merupakan bahan makanan yang masih segar seperti daging, unggas,
sayur dan buah.
PROSEDUR b. Untuk susu cair, telur dan makanan matang disimpan dalam kulkas
dengan suhu berkisar antara 1-4OC, untuk sayuran segar kisaran antara
10-15oC, (penyimpanan segar/freh cooling).
c. Untuk daging, ikan atau ungags disimpan dengan suhu antara (-5) –
ooC, suhu ini dibutuhkan untuk penyimpanan daging, ikan atau ungags
tidak lebih dari tiga hari, (penyimpanan dingin/chilly).
d. Untuk penyimpanan daging dalam waktu yang lama disimpan dalam
suhu sekitar (-10)oC, (penyimpanan suhu beku/freezer).
3. Bahan makanan kering yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam
tempat penyimpanan bahan makanan kering :
a. Merupakan bahan makanan yang sifatnya kering seperti beras, gula,

6
tepung-tepungan, kacang hijau, minyak, kecap, makanan dalam kaleng
dan lain-lain.
b. Bahan makanan harus disusun beraturan, diberi tanggal penerimaan
dan setiap jenis bahan makanan diberi pembatas.
c. Bahan makanan yang berbau tajamseperti terasi, harus di simpan dan
tidak berdekatan dengan bahan makanan yang menyerap bau seperti
tepung-tepungan.
d. Suhu ruangan yang dianjurkan adalah 19-200C, yang harus sering
dikontrol untuk menjaga kestabilan.

UNIT TERKAIT Ahli gizi, petugas produksi

7
PERSIAPAN BAHAN MAKANAN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Serangkaian kegiatan dalam penangan bahan makanan, yaitu meliputi


PENGERTIAN berbagai proses antara lain : membersihkan, memotong, mengupas,
mengocok, merendam dan sebagainya.

1. Tersedianya racikan yang tepat dari berbagai macam bahan makanan


TUJUAN untuk berbagai hidangan dalam jumlah yang sesuai dengan menu yang
berlaku, standar porsi, dan jumlah konsumen.
2. Tersedianya racikan bumbu sesuai dengan standar bumbu atau resep
yang berlaku, menu dan jumlah konsumen.

1. Tersediany bahan makanan yang akan dipersiapkan.


2. Tersedianya peralatan persiapan.
KEBIJAKAN 3. Tersedianya standar potongan dan bentuk.
4. Tersedianya standar porsi dan standar resep.

1. Persiapan makanan pokok.


Makana pokok berupa nasi, nasi tim, bubur nasi dan bubur saring.
Persiapannya dilakukan dengan cara menyuci beras dengan air bersih
dan air mengalir untuk kemudian diolah.
2. Persiapan lauk.
 Lauk hewani seperti daging, sosis, ikan dan ayam dipotong-potong
PROSEDUR sesuai dengan standar porsi, pemotongan dilakukan secara manual
menggunakan pisau.
 Untuk pengolahan lauk hewani ayam, dari mulai pemesanan sudah
dalam keadaan bentuk potongan sesuai denganstandar porsi.
 Untuk telur tergantung dari pengolahannya, direbus, di kocok lepas
atau diceplok.
 Untuk lauk nabati seperti tempe dan tahu dipotong-potong sesuai
standar porsi dan standar resep.
3. Persiapan sayur.
 Sayuran di sortasi terlebih dahulu
 Dikupas Kemudian sayuran di cuci dengan air yang mengalir

8
 kemudian dipotong-potong sesuai menu yang akan dimasak
4. persiapan buah
 persiapan buah misalnya buah melon, papaya dan semangka, buah
dikupas, dipotong sesuai dengan standar porsi, lalu di buang isinya
kemudian dimasukkan kedalam plastic
 untuk buah pisang dipotong ujung-ujungnya, lalu dibungkus tissue
5. persiapan bumbu
 bumbu dibuat sesuai standar bumbu yang telah ditetapkan
 pembuatan bumbu dilakukan dengan cara mengiris-iris bumbu
menggunakan pisau atau dengan mengunakan mesin penghalus
bumbu
 pembuatan bumbu dilakukan sebelum pengolahan bahan makanan
 penyimpanan bumbu yang akan digunakan untuk hari berikutnya
disimpan dalam wadah tertutup dan kemudian disimpan di lemari es

UNIT TERKAIT Petugas produksi

9
PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Kegiatan mengubah atau memasak bahan makanan mentah menjadi makana


PENGERTIAN yang siap dimakan, berkualitas dan aman untuk dikonsumsi.

1. mengurangi resiko kehilanagan zat gizi bahan makanan


TUJUAN 2. meningkatan nilai cerna
3. meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, tekstur, dan
penampilan makanan (kualitas makanan)
4. bebas dari bahan potensial dan zat yang berbahaya bagi tubuh.

Dihasilkan makanan dengan kualitas yang baik seperti penampilan dan rasa
KEBIJAKAN makanan, serta bentuk bahan makanan tetap terjaga sesuai dengan resep
dan tingkat kematangan

1. pengolahan makanan pokok


 pada pengolahan nasi, beras yang sudah dicuci kemudian dimasukan
dalam rice cooker
 pada pengolahan nasi tim, nasi yang telah matang dimasukkan ke
dalam wadah kecil yang merupakan mangkok khusus nasi tim
PROSEDUR kemudian dimasukkan kedalam panci kukus
 pada pengolahan bubur, beras dimasukkan dalam panci besar
kemudian dimasak hingga matang
 pada pengolahan bubur saring, bubur yang sudah matang di
tambahkan air kemudian dihaluskan kembali dengan menggunakan
mesin penghalus
2. pengolahan lauk hewani
 pengolahan lauk hewani disesuaikan dengan menu pada hari tersebut
dan standar resep yang ada
 pemasakkan lauk hewani dipisahkan antara lauk untuk pasien tanpa
diet dengan pasien diet khusus seperti RG (rendah garam)
3. pengolahan lauk nabati
 pengolahan lauk nabati disesuikan dengan menu pada hari tersebut
dan standar resep yang ada

10
 pemasakan lauk nabati dipisahkan antara lauk untuk pasien tanpa diet
dengan pasien diet khusus seperti RG (rendah garam)
4. pengolahan sayuran
 pengolahan sayuran disesuikan dengan menu
 pengolahan sayuran dilakukan dengan cara menumis dengan minyak
atau merebus dengan banyak air
UNIT TERKAIT Petugas produksi

11
PENDISTRIBUSIAN MAKANAN PASIEN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Rangkaian kegiatan penyaluran makanan sesuai dengan jumlah porsi dan


PENGERTIAN jenis makanan konsumen yang dilayani (makanan biasa atau makanan
khusus)

Agar pasien dan karyawan mendapat makanan sesuai dengan kebutuhan gizi
TUJUAN
Diperolehnya makanan yang bermanfaat dan tidak berbahaya bagi yang
KEBIJAKAN mengonsumsi
1. distribusi makanan pasien
a. makanan yang telah diolah oleh juru masak kemudian diporsikan
sesuai dengan diet dan jenis perawatan
b. pelabelan dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam pemberian
jenis diet dan kegiatan distribusi kepada pasien dengan melihat buku
PROSEDUR diit pasien
c. pengecekan kembali oleh petugas distribusi agar tidak terjadi
kesalahan pemberian makanan
d. waktu distribusi makanan :
- makan pagi : 07.00
- makan siang : 12.00
- makan malam : 17.00
2. makanan diporsikan dalam wadah makanan khusus karyawan
3. makanan didistribusikan ke bagian FO, IGD, Ranip, kasir, dan semua unit
yang ada di rumah sakit
UNIT TERKAIT Petugas distribusi

12
PENARIKAN ALAT MAKAN PASIEN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Suatu kegiatan pengambilan alat makan pasien oleh petugas tenaga


PENGERTIAN pramusaji setelah 1 jam makanan diberikan kepada pasien.

1. pasien langsung dapat mengkonsumsi makanan dalam keadaan hangat.


TUJUAN 2. Menghindari kehilangan alat makanan

Alat makan kembali sesuai dengan jumlah yang di diastribusikan


KEBIJAKAN
1. Setelah pramusaji mendistribusikan makanan ke pasien, pramusaji
menunggu 1 jam dari pendistribusian makanan.
2. Pramusaji kembali kekamar pasien sambil melihat apakah makanan yang
diberikan telah dikonsumsi atau belum.
3. Apabila makanan telah habis dikonsumsi, alat makan pasien di ambil dan
PROSEDUR di bawa ke dapur.
4. Apabila makanan pasien belum habis, pramusaji meminta izin kepada
pasien untuk memindahkan sisah makanan yang masih ingin dikonsumsi
ke wadah makanan yang lain.

UNIT TERKAIT Petugas distribusi

13
PENCUCIAN ALAT MAKAN PASIEN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Kegiatan membersihkan atau mencuci alat makan pasien dari sisa makan
PENGERTIAN pasien.

Alat makan yang digunakan pasien bersih dari sisa makanan dan terbebas
TUJUAN dari penyakit infeksi.

Alat makan pasien bersih dan steril.


KEBIJAKAN
1. Peralatan makan pasien yang sudah di pisahkan dari sisah makanan
direndam terlebih dahulu.
2. Peralatan makan yang menular dipisahkan tersendiri dan menggunakan
obat disintektan selama 30 menit.
3. Peralatan makan pasien yang sudah direndam, dicuci dengan
PROSEDUR mengunakan sabun cuci piring.
4. Peralatan makan pasien dibilas dengan air bersih dan mengalir.
5. Peralatan makan pasien yang sudah di bilas direndam lagi mengunakan
air panas.
6. Peralatan makan pasien yang direndam dengan air panas kemudian
dikeringkan terlebih dahulu sebelum di simpan.

UNIT TERKAIT Petugas pramusaji

14
PENENTUAN DIIT PASIEN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Suatu kegiatan untuk menentukan jenis diet pasien selama dirawat dirumah
PENGERTIAN sakit.

Memberikan makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan gizi pasien.
TUJUAN
Pasien mendapatkan makanan sesuai dengan jenis diet yang dianjurkan.
KEBIJAKAN
1. Ahli gizi menerima laporan dari perawat bahwa ada pasien rawat inap
baru.
2. Ahli gizi mencari keterangan yang terkait melalui perawat dan dokter.
3. Melakukan skrining gizi awal dengan membaca status pasien yang
meliputi hasil laboratorium, pemeriksaan fisik klinis dan diagnose
PROSEDUR penyakit pasien.
4. Mengkonsulkan dengan dokter dan perawat tentang bentuk makanan
dan jenis diet pasien.
5. Mencatat dibuku diet pasien mengenai bentuk makanan dan jenis diit
pasien.

UNIT TERKAIT Ahli gizi, dokter dan perawat.

15
PEMBERSIHAN RUANG DAPUR

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Kegiatan membersihkan dapur yang dilakukan seminggu sekali.


PENGERTIAN

Menjaga kebersihan dan kerapian dapur.


TUJUAN
Dapur selalu dalam keadaan rapi dan bersih.
KEBIJAKAN
1. Membersihkan semua alat-alat masak yang lama tidak terpakai maupun
yang sering di pakai.
2. Membersihkan kompor, tempat pencucian piring dan tempat pencucian
bahan makanan.
3. Membersihkan bagian flapon.
PROSEDUR 4. Membersihkan kulkas dan tempat penyimpanan bahan makanan kering,
bahan makanan yang sudah tidak layak digunakan dikeluarkan dari
tempat penyimpanan.
5. Membersihkan meja persiapan, meja penyajian dan lantai.

UNIT TERKAIT Ahli gizi, petugas produksi dan distribusi.

16
ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN RAWAT INAP

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Suatu kegiatan pelayanan gizi RS untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien


PENGERTIAN rawat inap, untuk keperluan metabolisme tubuh, peningkatkan kesehatan,
maupun mengoreksi kelainan metabolism, dalam rangka upaya preventif,
kuratif, rehabilitative dan promotif.

1. Meningkatkan kesehatan pasien rawat inap


TUJUAN 2. Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai makanan yang
dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penyakit yang diderita.

Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai pengaturan makan


KEBIJAKAN untuk berbagai macam penyakit.

1. Ahli gizi menerima laporan dari perawat akan adanya pasien baru atau
pasien lama yang perlu penanganan diet atau secara aktif ahli gizi dating
keruangan dan menskrining yang perlu diit.
2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar asuhan gizi.
3. Membaca rekan medic pasien.
PROSEDUR 4. Mencari keterangan yang terkait melalui perawat.
5. Mendatangi pasien untuk melihat kondisinya dan melakukan pengukuran
antropometri yang meliputi berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar
lengan atas (LILA), panjang ulna (PU).
6. Melakukan anamnesa gizi pada pasien, bila pasien tidak bias
berkomunokasi maka informasi yang dibutuhkan bias digali dari keluarga
pasien.
7. Menentukan status gizi berdasarkan data antropometri dan data biokimia.
8. Memberikan konsultasi gizi kepada pasien mengenai peraturan makan
bagi pasien dengan penyakit tertentu.
UNIT TERKAIT Ahli gizi

17
ASUHAN GIZI KLINIK PASIEN RAWAT JALAN

No Dokumen No Revisi Halaman

KLINIK SFS PKU


MUHAMMADIYAH
PALU

Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,


Direktur :
STANDAR
PROSEDUR
OPRASIONAL
dr.Mariani Rasyid HS.Sp.P

Suatu kegiatan pelayanan gizi RS untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien


PENGERTIAN rawat jalan, untuk keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan,
maupun mengoreksi kelainan metabolism, dalam rangka upaya preventif,
kuratif, rehabilitative dan promotif.

1. Meningkatkan kesehatan pasien rawat jalan.


TUJUAN 2. Pasien rawat jalan mendapatkan konsultasi mengenai makanan yang
dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penyakit yang diderita.

Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai pengaturan makan


KEBIJAKAN untuk berbagai macam penyakit.

1. Ahli gizi menerima laporan dari bagian pendaftaran, bahwa ada pasien
yang ingin berkonsultasi gizi.
2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar asuhan gizi.
3. Menyapa dan mempersilahkan pasien duduk.
4. Membaca rekan medic pasien.
PROSEDUR 5. Melakukan prosedur asuhan gizi kepada pasien meliputi :
- Assessment, yaitu menanyakan biodata pasien, melakukan
pengukuran antropometri, mempelajari data penunjang meliputi hasil
tes laboratorium keadaan fisik dan klinis.
- Memberikan diagnose gizi pada pasien.
- Memberikan intervensi gizi kepada pasien dengan memberikan
konsultasi dengan media leaflet dan bahan makanan penukar.
- Monitoring dan evaluasi kepada pasien dengan cara menanyakan
kembali apa yang telah dijelaskan kepada pasien.

UNIT TERKAIT Ahli gizi

18