Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH DIAGNOSIS KENDARAAN EFI

(Electronic Fuel Injection )

DISUSUN OLEH :
Wisnu Riza Kartika 11504247001

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF
2013

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada era globalisasi sekarang ini teknologi di bidang otomotif
perkembangannya semakin maju. Banyak sekali produk – produk kendaraan
yang dilengkapi dengan alat - alat yang lebih canggih. Kelengkapan tersebut
bertujuan salah satunya agar kendaraan memiliki tingkat keefektifan dan
efisien dalam pemakaiannya. Kendaraan juga harus memiliki tingkat
kenyamanan dan keamanan. Hal tersebut harus diperhatikan seperti
contohnya sekarang dapat ditandai dengan suatu perubahan yaitu yang
dulunya kendaraan menggunakan sistem konvensional sekarang sudah
menggunakan pengontrolan secara elektrik yang biasanya disebut dengan EFI
( Elelectronic Fuel Injection ). Kendaraan EFI dapat mengurangi kadar gas
buang beracun yang dihasilkan oleh mesin-mesin kendaraan.
Pada kendaraan yang menggunakan pengontrolan secara elektrik
memiliki sistem kontrol yang bernama ECM ( Elektronik Control Module )
yang berfungsi untuk mengolah data yang telah diterima dari sensor-sensor.
Dengan adanya komponen-komponen yang secara garis besarnya adalah
sebuah elekrik maka komponen EFI juga dapat mengalami kerusakan yang
akan mengakibatkan kinerja mesin akan turun. Oleh karena itu kita harus
mengetahui secara lebih jauh tentang kendaraan yang sudah memiliki sistem
pengontrolan secara elektrik yaitu EFI.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, sehingga dapat diperoleh rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana prinsip kerja kendaraan EFI ?
2. Apa saja jenis – jenis dan komponen pada EFI serta fungsinya ?
3. Apa gejala dan kemungkinan penyebab kerusakan pada kendaraan EFI ?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Prinsip Kerja EFI


Pada umumnya sistem injeksi bahan bakar dikontrol secara elektronik
atau yang kita kenal dengan Electronic Fuel Injection (EFI). Sistem ini
dikontrol oleh Electronic Control Module (ECM) atau disebut juga Electronic
Control Unit (ECU), yaitu berupa chips yang terdiri dari microprosessor dan
memory. ECU ini menerima input berupa sinyal-sinyal elektronik dari semua
sensor dan memprosesnya untuk menentukan jumlah bahan bakar yang
diperlukan dengan mengatur bukaan katup pada injektor. Tujuan penggunaan
dan pengembangan EFI sampai saat ini adalah untuk memperbaiki prestasi
motor bakar dan mengurangi emisi gas buang.

Pada EFI, bensin diinjeksikan ke dalam mesin menggunakan injektor


dengan waktu penginjeksian yang dikontrol secara elektronik. Injeksi bensin
disesuaikan dengan jumlah udara yang masuk, sehingga campuran ideal
antara bensin dan udara akan terpenuhi sesuai dengan kondisi beban dan
putaran mesin. Generasi terbaru EFI dikenal dangan sebutan Engine
Management System (EMS),yang mengontrol sistem bahan bakar sekaligus
juga mengatur sistem pengapian. Tujuan pengaplikasian sistem EFI adalah
meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, kinerja mesin lebih
maksimal, pengendalian/pengoperasian mesin lebih mudah, memperpanjang
umur dan daya tahan mesin, serta emisi gas buang lebih rendah (low
emissions).

Lantas bagaimana prinsip kerja sistem EFI yaitu jumlah aliran/massa


udara yang masuk ke dalam silinder melalui intake manifold diukur oleh
sensor aliran udara (air flow sensor), kemudian informasikan ke ECU
(Electronic Control Unit). Selanjutnya ECU menentukan jumlah bahan bakar
yang harus masuk ke dalam silinder mesin. Idealnya untuk setiap 14,7 gram
udara masuk diinjeksikan 1 gram bensin dan disesuaikan dengan kondisi

3
panas mesin dan udara sekitar serta beban kendaraan. Bensin dengan tekanan
tertentu (2-4 kali tekanan dalam sistem karburator) telah dibangun oleh
pompa bensin elektrik dalam sistem dan siap diinjeksikan melalui injektor
elektronik. ECU akan mengatur lama pembukaan injektor, sehingga bensin
yang masuk ke dalam pipa saluran masuk (intake manifold) melalui injektor
telah terukur jumlahnya. Bensin dan udara akan bercampur di dalam intake
manifold dan masuk ke dalam silinder pada saat langkah pemasukan.

Gambar. skema engine manajemen sisitem


B. Jenis-jenis dan komponen EFI
Pada kendaraan yang menganut sisitem EFI dapat dibedakan menjadi 3
(tiga) berdasarkan posisi atau letak penginjeksiann bahan bakarnya,cara
penginjeksian,dan cara pengukuran udara masuknya.
a. Jenis EFI berdasarkan letak penginjeksian :
- Throttle Body Injection (TBI)
Adalah penginjeksian bahan bakar dengan sistem EFI, dimana
penginjeksiaannya tidak langsung didalam ruang bakart tetapi pada
bagian bodi dari Throttle

4
- Port Injection atau Multi Point Injection (MPI)
Adalah penginjeksian bahan bakar dengan sistem EFI, dimana
penginjeksiaannya tidak langsung didalam ruang bakart tetapi pada
bagian bodi dari Throttle dan hamper atau mendekati katup masuk
(valve intake)

- Direct Injection atau Gasoline Direct Injection (GDI)


Adalah penginjeksian bahan bakar dengan sistem EFI, dimana
penginjeksiaannya langsung didalam ruang bakart.

5
b. Jenis EFI berdasarkan cara penginjeksian :
- Continues time injection
- Pulse time injection
c. Jenis EFI berdasarkan cara pengukuran udara masuk :
- D EFI : D = Druck (Jerman) yang artinya tekanan. Udara masuk yang
disensor tekanannya. Alat sensor udara masuk : MAP atau Vacum
Sensor.
- L EFI yaitu L = Luft (Jerman) yang artinya udara. Udara masuk yang
disensor volumenya. Alat sensor udara masuk : Air Flow Meter.

Pada umumnya sistem kontrol pada kendaraan EFI dibagi menjadi 3


kelompok yaitu sensor-sensor, Engine ECU dan actuator.

 Sensor – sensor dan fungsinya


a. Manifold Pressure Sensor berfungsi untuk mensensor tekanan
dimanifold.
b. Air Flow Meter berfungsi untuk mensensor udara yang masuk.
c. Throttle Position Sensor berfungsi untuk mendeteksi sudutbukaan
katup gas.
d. Water temperatur sensor berfungsi untuk mendeteksi temperatur
air pendingin.
e. Intake air temperatur sensor berfungsi untuk mendeteksi suhu
udara yang masuk.
f. Oxygen sensor berfungsi untuk mensensor kerapatan oksigen di
dalam gas buang.
g. Speed sensor berfungsi untuk mensensor kecepatan kendaraan.
h. Ignition switch berfungsi untuk saat mesin dihidupkan.
i. Neutral start switch berfungsi untuk mensensor apakah transmisi
pada posisi P atau N atau posisi lainnya.
j. Air conditioner berfungsi untuk mensensor apakah A/C on atau off.

6
 Engine ECU
Mengevaluasi/menghitung/mengkalkulasi segala masukan dari sensor
selama mesin beroperasi. Dengan berbagai perangkat yang ada di dalamnya
ECU mengatur keluaran untuk injektor, pengaturan putaran idel, saat
pengapian atau keluaran yang lain.
 ACTUATOR
a. Injector berfungsi untuk menginjeksika bahan bakar ke dalam intake
manifold sesuai dengan sinyal dari Engine.
b. Igniter berfungsi untuk bila sinyal IGT dari engine ECU off arus
primer ke igniter terputus dan bunga api terbentuk oleh busi-busi.
Igniter kemudian mengirim sinyal IGF ke Engine ECU.
c. Idle speed control valve berfungsi untuk menontrol putaran idle
dengan merubah volume udara yang melalui by-pass throttle sesuai
dengan sinyal dari engine ECU.
Dari jenis dan komponen sistem EFI dapat di hasilkan sebuah sistem
yang bermanfaat dan memmiliki keunggulan dibandingkan dengan
konvensional. Adapun keunggulan dari EFI yaitu :
1. Memungkinkan pembentukan campuran yang homogen pada
setiap silinder.
2. Perbandingan udara dan bahan bakar dapat diperoleh pada
semua RPM mesin.
3. Memiliki respon yang baik sesuai dengan perubahan
throttle.Efisiensi pemasukan campuran udara dan bahan bakar
C. Gejala Kerusakan Pada Kendaraan Sistem Efi
Dalam teknologi yang sangat maju dan mutahir sudah oasti
memilikikelebihan dna kekurangan, walau mungkin prosentase dari
kekurangannya sangat sedikit. Hal itu tidak melepas kemungkinan akan
adanya ganguan atau kerusakan pada sisitem maupun komponennya. Berikut
ini adalah jenis gangguan dan kerusakan pada sisitem EFI

7
Kemungkinan Penyebab
Gangguan
Sistem Komponen Tipe gangguan
Switch Hubungan tidak
Sistem suplai pengapian baik
tegangan Relay utama
Tidak bekerja
EFI
Relay
pembukaan Tidak bekerja
sirkuit
Pompa bahan Tidak mau
bakar bekerja
Sistem bahan Tidak
Injektor
bakar menginjeksikan
Pressure Tekanan bahan
regulator bakar rendah
Mesin tidak Tidak ada
Saringan,
dapat hidup pembakaran
salurang Tersumbat
bahan bakar
Injector start Tidak
Sistem start dingin menginjeksi
pendingin Start injector Tidak bekerja
time SW On terus
Igniter
Tidak ada
Sistem Koil
loncatan bunga
pengapian pengapian
api
Distributor
Sistem Distributor
Sinyal G dan
kontrol (sinyal G dan
NE tidak keluar
elektronik NE

8
Kemungkinan penyebab
Gejala
Sistem Komponen Tipe gangguan
Relay
pembuka Tidak bekerja
sirkuit
Bocor, tidak
Injektor menginjeksi,
Sistem
menginjeksi terus
bahan bakar
Pressure
Tekanan rendah
regulator
Saringan
saluran Tersumbat
Pembakaran bahan bakar
ada tapi Injektor start Tidak
Mesin mesin tidak Cold start dingin menginjeksikan
tidak dapat bisa hidup ( system Start injektor
Tidak bekerja
dihidupkan pembakaran time SW
tidak Sistem
Busi Misfire
sempurna) pengapian
Selang udara Bocor
Sistem Tidak membuka
induksi penuh/ tidak
Katup udara
udara membuka sama
sekali
Tegangan atau
Sistem MAP sensor tahanan tidak
kontrol benar, sirkuit
elektronik terputus/ terhubung
WTS
langsung

9
Kemungkinan penyebab
Gejala
Sistem Komponen Tipe gangguan
Pompa
Rusak
bahan bakar
Tidak
Injektor
menginjeksi
Sistem bahan
Pressure
bakar Rusak
regulator
Saringan,
saluran Tersumbat
bahan bakar
Body
Idling
Sistem induksi throttle
Idling kasar tidak
udara ISC valve
stabil Rusak
Katup udara
Pengapian Rusak
Sistem Coil (singgungan
pengapian pengapian tidak baik )
Busi Misfire
MAP sensor Rusak
Idle kontak tidak
Sistem kontrol TPS
bekerja
elektronik
Sensor
Rusak
Oxygen

10
Kemungkinan penyebab
Gejala
Sistem Komponen Tipe gangguan
Pompa
Rusak
bahan bakar
Tidak
Injektor
menginjeksi
Sistem bahan
Pressure
bakar Rusak
regulator
Saringan,
saluran Tersumbat
bahan bakar
Jalan
Akselerasi Pengapian Rusak
kendaraan
tersendat Sistem Coil (singgungan
tidak nyaman
pengapian pengapian tidak baik )
Busi Misfire
MAP sensor Tegangan atau
WTS tahanan tidak
ATS benar, sirkuit
Sistem kontrol
terputus atau
elektronik TPS
tidak terhubung
Sensor
Rusak
Oxygen

11
Kemungkinan penyebab
Gejala
Sistem Komponen Tipe gangguan
Pompa Volume aliran
bahan bakar turun
Volume injeksi
Injektor
turun
Sistem bahan
Pressure Tahanan bahan
bakar
regulator bakar rendah
Saringan,
saluran Tersumbat
bahan bakar
Jalan
Igniter Rusak
kendaraan Backfiring
Sistem Coil (singgungan
tidak nyaman
pengapian pengapian tidak baik )
Busi Misfire
MAP sensor Tegangan atau
WTS tahanan tidak
ATS benar, sirkuit
Sistem kontrol
terputus atau
elektronik TPS
tidak terhubung
Sensor
Rusak
Oxygen

12
Kemungkinan penyebab
Gejala
Sistem Komponen Tipe gangguan
Pompa Volume aliran
bahan bakar turun
Volume injeksi
Injektor
turun
Sistem bahan
Pressure Tahanan bahan
bakar
regulator bakar rendah
Saringan,
saluran Tersumbat
bahan bakar
Kendaraan Tenaga
tidak nyaman kurang Sistem
Busi Misfire
pengapian

MAP sensor
WTS Tegangan atau
tahanan tidak
Sistem kontrol
TPS benar, sirkuit
elektronik
terputus atau
tidak terhubung

13
Kemungkinan penyebab
Gejala
Sistem Komponen Tipe gangguan
Relay
pembukaan Volume aliran turun
Sistem sirkuit
Mesin
bahan bakar Bocor, menginjeksi
segera mati
Injektor terus, tidak
setelah
menginjeksikan
dihidupkan
Bocor,
Sistem start Injektor
menginjeksikan
dingin start dingin
terus
Mesin mati Sistem MAP
Tegangan atau
bila pedal kontrol sensor, Air
tahanan tidak benar
gas ditekan elektronik valve
Mesin mati
Sistem TPS Rusak
Mesin mati induksi
bila pedal udara Katup udara Menutup terus

gas Sistem
Tegangan atau
dibebaskan kontrol MAP sensor
tahan tidak benar
elektronik
Sistem
induksi Katup ISC Rusak
Mesin mati udara
bila AC ON Sistem
kontrol Switch AC Sinyal tidak keluar
elektronik

Gangguan pada sistem EFI dapat diketahui dengan berbagai cara yang
akurat untuk mengetahui gangguan dengan menggunakan engine scanner.
Alat iniu tersedia dengan berbagai macam merk di pasaran. Namun apabila

14
tidak ada maka pada kendaraan dilengkapi dengan MIL (Malfunction
Indicator Lamp) baik yang sudah tersedia di dushboard ataupun dengan
mengggunakan SST (Special Service Tools), fasilitas ini ada dengan
menjumper E1 dan TE1 pada kotak diagnosis untuk mesin timor.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem EFI merupakan bentuk teknologi pengembangan sistem
karburator, semakin banyak sistem yang diaplikasikan maka kemungkinan
yang terjadi dalam pendiagnosisan serta trouble yang terjadi akan semakin
besar, dibutuhkan ketelitian dan transfer teknologi serta dibutuhkan
pemahaman yang cukup untuk mengetahui bagaimana sistem dapat bekerja.

16