Anda di halaman 1dari 15

1

A. Judul Program
Pembuatan “DM - Fruit” Sebagai Alternative Minuman Sehat Penderita
Diabetes dan Peluang Usaha yang Menguntungkan di Kota Semarang.

B. Latar Belakang Masalah


Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Sebagian
besar produk pertanian, khususnya buah-buahan dan sayuran lebih banyak
dikonsumsi dalam bentuk segar dari pada dalam bentuk olahan. Salah satu
buah – buahan yang banyak di tanam para petani adalah bengkoang. Tanaman
ini banyak di budidayakan di jawa dan Madura. Bengkoang mempunyai cita
rasa yang khas dengan kadar air yang yang tinggiselain rasa manis juga
memberikan rasa segar saat di makan. Disamping itu umbi ini juga memiliki
efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Rasa manis berasal
dari suatu oligosakarida yang disebut inulin, yang tidak bisa dicerna tubuh
manusia. Sifat ini berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet
rendah kalori.
Semarang merupakan pusat pemasaran bengkoang terbesar di daerah
Jawa Tengah. Hasil panen bengkoang sampai saat ini hanya di konsumsi
sebagai buah segar, rujak, maupun asinan. Pemanfaatan seperti ini,
mempunyai bebarapa kelemahan, diantaranya tidak tahan lama (± 5 hari).
Berdasarkan hasil pengamatan secara langsung, masyarakat sudah mulai
bosan dengan memakan buah bengkoang secara langsung tanpa diolah
menjadi bentuk produk lain yang lebih memuaskan selera konsumen, dan
juga image dari bengkoang sendiri di masyarakat dipandang sebagai buah-
buahan yang kurang komersil dan kurang esklusif dibandingkan dengan buah
- buahan impor maupun lokal lainnya yang terpajang di supermarket atau
toko buah di kota Semarang. Para penjual bengkoang di sepanjang jalan raya
selalu terlihat sepi dari pembeli, sehingga masih banyak buah yang tidak
terjual dan menjadi layu. Kadar air yang tinggi serta kandungan zat-zat gizi
yang cukup bervariasi di dalam buah segar bisa mempermudah kerusakan
2

buah. Akibatnya warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika
misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur)
sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk
memperpanjang masa simpannya sangat penting.
Berdasarkan permasalahan di atas, dibutuhkan sebuah inovasi baru
dalam pengolahan bengkoang. Sehingga bengkoang dapat menjadi produk
yang mempunyai nilai jual dan ekonomis yang lebih tinggi, selainitu, minat
masyarakat untuk mengkonsumsi bengkoang kembali tergugah dan dapat
memenuhi selera serta permintaan pasar. Maka, kami mempunyai inovasi
baru untuk menciptakan sari buah dengan menggunakan ekstrak bengkoang.
DM - Fruit adalah sebuah nama yang kami berikan untuk ”Minuman Sehat
Untuk Penderita Diabetes Militus”.
Sari buah merupakan cairan jernih atau agak jernih yang diperoleh
dari pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar.
Pembuatan sari buah terutama ditujukan untuk meningkatkan ketahanan
simpan serta daya guna buah-buahan. Pada dasarnya sari buah dibuat dengan
cara penghancuran daging buah dan kemudian ditekan lalu madu
ditambahkan untuk mendapatkan rasa manis.
Minuman “DM - Fruit” merupakan pembuatan minuman yang
diambil dari ekstrak buah bengkoang kemudian dilanjutkan dengan
penambahan air dan madu sebagai penjernih cairan dan sebagai pengganti
gula yang baik untuk di konsumsi penderita diabetes.Selanjutnya cairan
disaring, dibotolkan, kemudian dipasteurisasi agar tahan lama.
Dengan pengolahan bengkoang menjadi minuman “DM - Fruit”,
dapat memperpanjang masa simpannya. Dengan masa simpan yang lebih
panjang, tingkat kerugian para petani dapat diminimalisir dan dengan
kemasan baru, tingkat distribusi produk ini dapat meluas ke berbagai daerah.
Sehingga produk ini dapat bersaing dengan produk minuman lainnya di
tingkat pasaran yang lebih luas. Dengan pasaran yang lebih luas, akan
meningkatkan perekonomian para petani bengkoang dan dapat menjadi
alternatif wirausaha baru dengan keuntungan besar dan berkelanjutan.
3

C. Perumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dikemukakan permasalahan yaitu :
1. Bagaimana cara membuat racikan dan modifikasi dalam pembuatan
minuman sari buah yang menarik, menggugah selera konsumen dan
bergizi tinggi?
2. Apakah minuman “DM - Fruit” bisa di jadikan sebagai alternative sehat
bagi penderita diabetes dan peluang usaha yang menguntungkan?
3. Bagaimana cara pemasaran minuman “DM - Fruit” ke tingkat pasaran
yang lebih luas?

D. Tujuan Program
Tujuan dari program kewirausahaan ini adalah :
1. Memodifikasi dan membuat racikan minuman “DM - Fruit” yang menarik,
menggugah selera konsumen dan bergizi tinggi serta layak untuk
dipasarkan.
2. Menjadikan minuman “DM - Fruit” sebagai alternatif sehat penderita
diabetes dan peluang usaha yang menguntungkan.
3. Memperoleh cara atau model pemasaran yang dapat menembus pasar
global.

E. Luaran Yang Diharapkan


Dari program kreativitas mahasiswa ini di harapkan menjadikan
mahasiswa menjadi sosok mandiri dan inovatif, sehingga mampu
berinovasi dalam membuat sebuah ide yang kreatif. Diharapkan pula
dalam pembuatan minuman “DM - Fruit” ini mendapatkan racikan spesial
yang tepat, sesuai selera konsumen, bergizi dan menarik. Tentunya, layak
untuk dipasarkan dan menghasilkan keuntungan, disamping itu, dapat
dijadikan minuman sehat bagi penderita diabetes karena dapat
menstabilkan kadar gula dalam darah.
4

F. Kegunaan Program
Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan ini pada
dasarnya sangat berguna untuk mahasiswa dalam membentuk sikap mandiri
dan kreatif. Menumbuhkembangkan jiwa usaha bagi mahasiswa. Dan tentunya
juga dapat meningkatkan pendapatan dan peluang usaha bagi mahasiswa.
Adanya minuman “DM - Fruit” yang terbuat dari ekstrak bengkoang
ini diharapkan dapat memiliki manfaat antara lain :
1. meningkatkan ekonomi di kalangan petani bengkoang.
2. menjadisalah satu minuman sehat.
3. mampu menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global.
4. menjadi salah satu alternatif bagi penderita diabetes, karena memiliki
oligosakarida yang disebut inulinyang tidak bisa dicerna secara langsung
oleh tubuh manusia, sifat ini berpengaruh pada fungsi usus dan perbaikan
parameter lemak dalam darahsehingga baik dikonsumsi oleh penderita
diabetes yang melakukan diet rendah kalori.
5. Dengan adanya usaha minuman “DM - Fruit” dapat mendatangkan
keuntungan yang besar dan berkelanjutan.

G. Gambaran Umum Rencana Usaha


1. Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah
Kota Semarang merupakan ibukota provinsi di Jawa Tengah.
Sebagai ibukota provinsi, kota Semarang menjadi parameter kemajuan
kota – kota lain di provinsi Jawa Tengah. Dengan dijadikannya Semarang
sebagai parameter, maka dapat dipastikan Semarang memegang banyak
peranan, salah satunya untuk memajukan perekonomian yang di daerah
yang berada di Jawa Tengah. Sebagian besar penduduk Jawa Tengah
bermata pencaharian sebagai petani, salah satu hasil pertanian yang
dihasilkan para petani adalah bengkoang, seperti daerah Kebumen yang
merupakan penghasil bengkoang terbesar di Jawa Tengah.
5

Gambar 1.1 Grafik Produktivitas HortikulturaKabupaten Kebumen


(kwintal)
Keuntungan dari penjualan bengkoang secara langsung hanyalah
±10% dariharga pokok penjualan sebesar Rp 3000-5000 per kilogramnya.
Hal ini tentu tidakterlalu memberi keuntungan khususnya bagi petani
bengkoang.
Semarang menjadi tempat yang strategis untuk memasarkan
bengkoang, karena lokasinya yang strategis, namun apabila panen raya
tiba, pasokan bengkoang dari berbagai daerah akan semakin meningkat,
namun tidak diimbangi dengan permintaan pasar.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah
penjualanbengkoang adalah mengolahnya menjadi minuman “DM - Fruit”
karena kandungan utama bengkuang adalah air, yaitu 85 gram per 100
gram umbi. Dengan proses yang sederhana diharapkan dapat
menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
2. Mengapa sari buah?
Sari buah merupakan cairan jernih atau agak jernih, diperoleh dari
pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar. Meskipun
carapembuatanya sederhana dan cukup mudah, namun minuman “DM -
Fruit” belum dikenal oleh masyarakat dan tidak tersedia di pasaran. Alasan
lainnya adalah sebagai alternatif minuman sehat bagi penderita diabetes
karena mengandung inulin dan baik untuk para pecinta diet, produk ini
juga cukup diminati di pasar ekspor karena merupakan produk pangan
6

yang tahan lama, sehingga mampu didistribusikan ke berbagai daerah


hingga menembus pasar global. Baik kualitas, rasa dan aromanya masih
mempertahankan dari buah aslinya, karena yang diambil adalah
ekstraknya. Peningkatan harga jual produk olahan buah segar menjadi sari
buah cukup fantastis. Misalnya buah apel yang harganya hanya Rp 6.000
per kg, bila telah diolah menjadi sari buah, 1 kg apel bisa menghasilkan 6
kemasan dengan harga Rp 5.000 per kemasan.Begitu juga hal yang sama
terjadi pada beberapa jenis buah lainnya seperti jeruk segar yang harganya
Rp 6.000 per kg, bila telah menjadi sari buah,1 kg jeruk bisa menghasilkan
8 kemasan dengan harga Rp 4.000 per kemasan. Diharapkan minuman
“DM - Fruit”mengalami peningkatan nilai jualyang tinggi dari harga buah
segar Rp 3500/kg –nya, bila telah menjadi sari buah, 1 kg bengkoang bisa
menghasilkan 9 kemasan dengan harga Rp 4.000 per kemasan, sehingga 1
kg bengkoang dapat menghasilkan Rp 36.000.
3. Kandungan dalam bengkoang
Bengkoang merupakan buah yang kaya akan berbagai zat gizi
yang sangat penting untuk kesehatan terutama vitamin dan mineral.
Vitamin yang terkandung dalam bengkoang yang paling tinggi adalah
vitamin C. Sedangkan mineral yang terkandung dalam bengkoang adalah
fosfor, zat besi, kalsium dan lain-lain. Bengkoang juga merupakan buah
yang mengandung kadar air yang cukup tinggi sehingga dapat
menyegarkan tubuh setelah mengkonsumsinya dan menambah cairan
tubuh yang diperlukan untuk menghilangkan deposit-deposit lemak yang
mengeras yang terbentuk dalam beberapa bagian tubuh.Oleh karena itu,
bengkoang dianggap dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah,
serta kandungan inulin yang terdapat dalam bengkoang mampu dijadikan
diet alternatif bagi penderita diabetes.
4. Target Pasar
Segmentasi usaha ini kepada seluruh kalangan pencinta minuman
sari buah umumnya dan khususnya pada anak-anak serta mahasiswa dan
penderita diabetes, karena minuman sari buah merupakan jajanan yang
7

disukai semua orang mulai dari anak-anak sampai dewasa. Minuman “DM
- Fruit” dijual dalam bentuk kemasan di untuk pertama kali akan kami jual
di sekitar Jalan Sidodadi Timur dan kami akan mengembangkan usaha ini
untuk di jual di Jalan Dr. Cipto serta di beberapa sekolah menengah di
kota Semarang. Semarang adalah kota yang panas maka kami yakin usaha
ini akan berlanjut.
5. Positioning
Di lihat dari nama poduk adalah ”minuman DM - FRUIT” yaitu
minuman “DM - Fruit” yang berfungsi sebagai diet alternatif penderita
diabetes. ”Minuman DM - FRUIT” ini merupakan inovasi baru dari
produk- produk minuman lainnya karena berbahan dasar bengkoang,
dengan harga yang terjangkau dan tampilan yang menarik memiliki
kandungan gizi yang tinggi, banyak mengandung serat, baik untuk
pencernaan. Mengandung berbagai vitamin dan didalamnya terdapat inulin
yang merupakan gula yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga dapat
menstabilkan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Kita dapat
merasakan segarnya ”minuman DM - FRUIT” dengan harga yang
terjangkau yaitu Rp. 3.500 /kemasan.
ROI (retrun of investment)
Target penjualan 1 bulan
Banyak ”minuman DM - FRUIT” x harga x waktu jual
150 x Rp.3.500 x 26 hari = Rp.13.650.000
Laba bersih
Laba bersih = keuntungan – biaya operasional
Rp. 13.650.000 - Rp. 100.010.000 = Rp. 3.640.000
ROI
Investasi awal / laba bersih
Rp. 3.834.000/Rp. 3.640.000 = 1,05 bulan.

Keterangan : jika menjual ”minuman DM - FRUIT” secara rutin dalam


satu bulan penuh maka modal akan kembali dalam jangka waktu 1 bulan,
8

dan akan memperoleh keuntungan pada periode kedua berjualan.

6. Manejemen usaha

KETUA PELAKSANA
SUKARMI

PRODUKSI DISTRIBUSI
ALI SUSI SUSANTI

Gambar 1.2 Manajemen Usaha

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM


1. Tahap persiapan
a. Bahan pembuatan minuman “DM - Fruit”
1) Buah bengkoang segar
Buah bengkoang yang kita gunakan, buah yang sudah masak dan
segar, sehingga masih memiliki kandungan air yang tinggi.
2) Madu
Dalam pembuatan minuman “DM - Fruit” ini, kita menggunakna
madu sebagai penjernih cairan dan sebagai penggati gula yang baik di
konsumsi oleh penderita diabetes, selain itu di dalam bengkoang sendiri
sudah mengandung gula dalam bentuk inulin yang baik untuk penderita
diabetes,karena inulin merupakan gula yang tidak bisa di cerna oleh tubuh
sehingga dapat menetralkan gula dalam darah.
3) Asam sitrat
Asam sitrat banyak terkandung dalam buah-buahan yang rasanya
asam, dan berfungsi untuk memberikan rasa segar, serta dapat menjadikan
minuman menjadi tahan lama (pengawet alami).
4) Natrium benzoate
Dalam pembuatan sari buah natrium benzoate digunakan sebagai
pengawet, dengan dosis antara 0,05% - 0,1%. Penggunaan natrium
9

benzoate pada kadar tersebut relative tidak mempengaruhi rasa dan aroma
sari buah.
5) Garam dapur
Dalam pengolahan makanan, garam dapur digunakan sebagai
penguat rasa, sehingga dalam pembuatan minuman “DM - Fruit” ini,
garam dijadikan sebagai penguat rasa.
6)Air
Air digunakan sebagai pelarut.
b. Peralatan membuat minuman “DM - Fruit”
1) Pisau
2) Panci
3) Penghancur buah
4) Pengaduk
5) Tungku atau kompor
6) Botol dan tutup yang sudah sterilkan
7) Kain saring atau kain blacu
8) Corong
9) Baskom
2. Tahap pelaksanaan
Untuk mendapatkan kualitas rasa dan masa simpan yang panjang,
berikut kami gambarkan secara umum pembuatan minuman “DM - Fruit”
sebagai berikut :
Bahan yang digunakan :
1) Buah bengkoang segar ± 5 kg
2) Madu 500 ml
3) Asam sitrat 3 gram/liter sari buah
4) Natrium benzoat 1 gram/liter sari buah
5) Garam dapur 20 gram/liter sari buah
6) Air secukupnya
1. Cara pembuatan
1. Pilih buah bengkoang yang telah tua, segar dan masak lalu cuci.
10

2. Potong buah menjadi 4 bagian


3. Parut atau masukkan dalam mesin penggiling buah hingga menjadi
bubur.
4. Tambah air, madu , natrium benzoat, asam sitrat dan garam dapur
Air
a. Perbandingan sari buah dengan air adalah sebagai berikut
untuk 1 liter sari buah campur dengan 3 liter air.
b. Aduk sampai rata.
5. Selanjutnya pengerjaan untuk pembuatan sari buah
a. Saring campuran dengan menggunakan kain saring;
b. Masukkan hasil saringan ke dalam botol dan tutup rapat.
Endapan hasil penyaringan dapat digunakan sebagai bahan
pembuatan dodol, selai, dan lain-lain;
c. Masukkan botol yang telah ditutup rapat dalam air mendidih
selama 30menit;
d. Angkat botol dan segera dinginkan.
e. Minuman “DM - Fruit” siap untuk dipasarkan.
3. Media Promosi
Pengembangan produk merupakan kemampuan kami dalam
menciptakan inovasi baru dari segi produk yang diusahakan dilihat dari
segi nilai jual. Strategi promosi yang akan kami dunakan dalam program
ini adalah melalui radio kampus, pamflet, leaflet, supermarket, iklan surat
kabar dan internet, serta pendekatan personal.

4. Strategi Pemasaran
Minuman “DM - Fruit” ini merupakan produk unggulan, maka
pemasaran dengan menggunakan strategi sebagai berikut :

a. Memberi harga jual sesuai strategi pasar.


b. Pelayanan yang baik dan ramah kepada konsumen.
c. Mutu dan kualitas produk selalu ditingkatkan.
d. Cita rasa merupakan ciri khas produk kami.
11

I. Jadwal Kegiatan Program


Untuk melakukan kegiatan program diperlukan jadwal rencana
kegiatan agar setiap melakukan kegiatan dapat terstruktur, adapun jadwal
rencana kegiatan program adalah sebagai berikut :
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Program
Nama Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4
Jenis Kegiatan
Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan Penyediaan bahan

Pembelian peralatan
utama
Pembelian peralatan
penunjang

Pelaksanaan Proses produksi

Penjualan produk
ke konsumen
Penyusunan
laporan
kegiatan
PKM

Keterangan:
Program ini akan tetap berjalan walaupun kegiatan sudah berakhir dengan
ditandai penyusunan laporan kegiatan.

J. Biaya
1. Biaya habis pakai
a. Kertas HVS kuarto 80 gr satu rim Rp. 85.000,00
12

b. Tinta printer warna @ Rp. 50.000,00 x 2 Rp. 100.000,00 +


Total Rp. 185.000,00
2. Peralatan Penunjang PKM
 Biaya Investasi
1. Mesin penghancur buah Rp1.000.000,00
2. Kompor gas + elpiji Rp. 650.000,00
3. panci@ Rp. 100.000,00 x 3buah Rp. 300.000,00
4. Pisau @ Rp. 10.000,00 x 5 buah Rp. 50.000,00
5. saringan @ Rp. 15.000 x 2 buah Rp. 30.000,00
6. sutil kayu@ Rp. 10.000,00 x 5buah Rp. 50.000,00
7. Baskom @ Rp. 10.000,00 x 10 buah Rp. 100.000,00
8. Kain saring @ Rp. 10.000 x 10 buah Rp. 100.000,00
9. Ember @ Rp. 10.000,00 x 3 buah Rp 30.000,00
10. Serbet @ Rp.5000 x 5 buah Rp. 25.000,00
11. Garpu @Rp.5000 x 5 buah Rp. 25.000,00
12. Sendok 1 lusin Rp. 34.000,00
13. Kursi @Rp. 10.000 x 4 buah Rp. 40.000,00
14. Lemari Pendingin Rp. 800.000,00
15. Meja saji Rp. 600.000,00 +
Total Rp.3.834.000,00
3. Biaya sewa tanah @ Rp. 800.000,00 x 2 Rp. 1.600.000,00
4. Biaya uji laboratorium Rp. 600.000,00+
Total Rp 2.200.000,00
5. Biaya operasional per hari
1) Bengkoang 40 kg Rp. 140.000,00
2) Madu 500 ml Rp. 100.000,00
3) Asam sitrat 1 pak Rp. 30.000,00
4) Natrium benzoat Rp. 45.000,00
5) Garam dapur Rp. 20.000,00
6) Air @ Rp. 5000,00 x 10 Rp. 50.000,00 +
Total Rp. 385.000,00
13

6. Perjalanan Usaha
a. Transport lokal persiapan Rp. 350.000,00
b. Transport lokal pelaksanaan Rp. 500.000,00 +
Total Rp. 850.000,00
7. Lain-Lain
a. Penggandaan Proposal Rp. 80.000,00
b. Pembuatan laporan hasil PKM Rp. 200.000,00
c. Biaya print Rp. 500.000,00
d. Pembelian printer Rp. 300.000,00
e. Botol kemasan 20 lusin@Rp. 30.000,00 Rp. 600.000,00
f. Biaya publikasi Rp. 500.000,00 +
Total Rp. 2.180.000,00
Total Seluruh biaya Rp. 9.634.000,00

K. Daftar Lampiran
1 Nama dan biodata ketua dan anggota kelompok.
2 Nama dan biodata dosen pendamping.
3 Fotocopy kartu mahasiswa yang masih berlaku.

1. Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok


1) Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Sukarmi
b. NPM : 09320173
c. Fakultas/Program Studi : FP MIPA/Pendidikan Biologi
d. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Semarang
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 24jam/minggu
2) Anggota Pelaksana
Anggota I
a. Nama Lengkap : Susi Susanti
b. NPM : 10320130
c. Fakultas/Program Studi : FPMIPA/pendidikan Biologi
14

d. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Semarang


e. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam / minggu
Anggota II
a. Nama Lengkap : Ali Fakhrudin
b. NPM : 10120092
c. Fakultas/Program Studi : FIP/PGSD
d. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Semarang
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 24 jam / minggu
2. Nama dan Biodata Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Henry Januar Saputra, S.Pd
b. Golongan Pangkat/ NIP : III a / 088601220
c. Jabatan Fungsional :Tenaga Pengajar
d. Jabatan Struktural :-
e. Fakultas/Program Studi : FP MIPA/ Pendidikan Biologi
f. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Semarang
g. Bidang Keahlian : Pendidikan IPA
PENGALAMAN PENGABDIAN.

1. IbM Implementasi Lesson Study Berbasis Pendidikan Karakter di SMP 1


Mranggen (2011).
2. IbM Implementasi Lesson Study Berbasis Pendidikan di MGMP Biologi
Semarang (2011).

KEGIATAN PENELITIAN
1. Implementasi Lesson Study Berbasis Pendidikan Karakter di SMP 1
Mranggen (2011).
2. Hibah Bersaing IKIP PGRI : Perbandingan antara dampak sertifikasi
terhadap peningkatan kompetensi guru sekolah RSBI dan sekolah reguler
di kota Semarang (2011).
15

DENAH DETAIL RENCANA LOKASI USAHA

Keterangan :

= Toko Penitipan Produk

= Tempat Lokasi Usaha