Anda di halaman 1dari 7

TUGAS INDIVIDU

BIOFARMASI DAN FARMAKOKINETIKA KLINIK


“ANTIBIOTIK AMINOGLIKOSIDA”

OLEH :

NAMA : AHRI JUSTIAWAN


NIM : 3351181474
KELAS : PSPA XXVII B
DOSEN : Prof. Dr. Ahmad Muhtadi, MS., Apt.

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2018/2019
LIDOKAIN

Lidokain adalah suatu agen anastetik local dengan sifat antiaritmia yang
digunakan untuk pengobatan aritmia ventricular parah yang akut. Lidokain juga pada
saat ini banyak digunakan sebagai profilaksis pada infrak miokardium akut dan
digunakan juga sebagai pengobatan kejang neonatus yang tidak memberi respon pada
antikonvulsan konvensional. Lidokain mempuanyai bioavaibilitas orang yang buruk,
hamper semua dimetabolisme dihati dan memiliki durasi yang pendek. Hal ini menjadi
alasan mengapa lidokain selalu diberikan dengan rute pemberian bolus intravena 1,5
mg/kg dan diikuti infus 1-4 mg/menit. Lidokain memiliki indesk terapi yang sempit
sehingga toksisitas yang terjadi umumnya dikarenakan durasi atau dosis terlebih pada
kondisi gagal jantung kongestif, disfungsi hati, trauma parah, penyakit kritis dan
kombinasi obat dapat mengubah farmakokinetik lidokain.

Konsentrasi Terapeutik dan Toksik dalam Plasma


Konsentrasi lidokain dalam plasma dari 1 sampai 5 mg/L biasanya dikaitkan
dengan pengendalian terapeutik pada aritmia ventrikular. Efek samping pada SSP
seperti pusing, kebingungan mental, dan pandangan kabur dapat diamati pada pasien
dengan dosis serendah 3 smapai 5 mg/L. Walaupun kejang dapat terjadi pada
konsentrasi plasma serendah 6 mg/L, kejang biasanya dihubungkan dengan konsentrasi
melebihi 9 mg/L.

PARAMETER UTAMA : Lidokain


Konsentrasi 1-5 mg/L
Terapeutik dalam
Serum
F 1,0 (IV)
S 0,87
Normal CFU Sirosis
V1 0,5 L/kg 0,3 L/kg 0,61 L/kg
V 1,3 L/kg 0,88 L/kg 2,3 L/kg
α t1/2 8 menit 8 menit 8 menit
β t1/2 100 menit 100 menit 300 menit
Cl 10 ml/kg/menit 6 ml/kg/menit 6 ml/kg/menit
Fu (fraksi tidak 0,3
terikat dalam
plasma)

Volume Distribusi (V)


 Lidokain adalah suatu obat basa lemah yang sebagian besar terikat pada asam
α1-glikoprotein (AAG).
 Volume distribusi awal (V1) tampak kira-kira 0,5 L/kg, dan volume akhir
setelah distribusi (V) kira-kira 1,3 L/kg.
 Volume distribusi tampak meningkat sebanding dengan berat.
 Mengawali terapi lidokain dengan dosis bolus 1 sampai 1,5 mg/kg
 Dosis bolus selanjutnya biasanya setangah kali dari dosis bolus awal atau dalam
rentang 0,5 sampai 1 mg/kg.
 Pada CHF, kedau volume distribusi lidokain diturunkan V1 adalah 03, L/kg
dan V 0,88 L/kg.
 Pad pasien trauma berat dan pasien sakit kritis dengan V1 kira-kira 0,25 L/kg
dan V kira-kira 0,75 L/kg

Klirens (Cl)
Klirensnya 10 mL/kg/menit (700 mL/menit/70 kg) mendekati aliran plasma ke
hati. Kurang dari 5% dibersihkan melalui rute ginjal. Karena efek lintas pertama yang
tinggi, bioavailibilitas (F) setelah pemeberian oral cukup bervariasi dan F sekitar 0,37.
CHF dan sirosis hati menurunkan klirens lidokain menjadi sekitar 6
mL/kg/menit. Oleh sebab itu, pengurangan 40% dari infus pemeliharaan adalah untuk
pasien dengan kondisi ini. Pasien dengan insufisiensi ginjal berat (klirens kreatainin
<30mL/menit) dan tidak menerima hemodialisis mempunyai klirens lidokain rerata 6
mL/kg/menit. Klirens Non-Renal
Waktu Paruh Eliminasi
Waktu paruh distribusi (α t1/2) lidokain 8 menit tidak tampak diubah oleh
jantung, penyakit hati atau gagal ginjal. Waktu paruh eliminasi (β t1/2) lidokain adalah
fungsi dari volume distribusi dan klirensnya seperti ditunjukkan oleh persamaan
berikut ini.

Waktu paruh eliminasi βt1/2 lidokain umumnya sekitar 100 menit. Β t1/2
lidokain tidak berubah pada pasien sakit kritis dan pasien dengan CHF atau trauma
parah karena volume distribusi dan klirens dikurangi menjadi sama besarnya padi
individu-individu ini.

Pasien dengan penyakit hati mempunyai β t1/2 sekitar 300 menit yang
disebabkan oleh peningkatan volume distribusi dan penurunan klirens. βt1/2 lidokain
sekitar 200 menit diamati pada subjek sehat setelah pemberian infus yang bertahan
lebih dari 24 jam.
Studi Kasus
1. Pasien A.M adalah seorang laki-laki berusi 66 tahun, berat badan 50 kg, didiagnosis
gagal jantung, kemungkinan infrak miokardium dan secara hemodinamis dicurigai
kontruksi ventricular premature (PVC). Hitung dosis bolus lidokain sehingga dapat
mencapai respon segera untuk pasien PM ?
Dik :
V1 = 0,3 x 50 = 15 L
C = 3 mg
S = 0,87
F = 1,0
Dit : Dosis Bolus Lidokain
Penyelesaian :

(𝑉1)(𝐶) (15)(3)
𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑏𝑜𝑙𝑢𝑠 = = (0,87)(1)= 52 mg = 50 mg
(𝑆)(𝐹)

2. Berdasarkan kasus pasien A.M hitunglah laju infus pemeliharaan yang akan
mencapai keadaan tunak 2 mg/L
Dik :
Css rerata = 2mg/L
τ = 1 menit
Cl = 6 x 50 = 300 ml/menit = 0.3 L/menit
S = 0,87
F = 1,0

(𝐶𝑙)(𝐶𝑠𝑠 𝑟𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎)(τ) (0,3)(2)(1)


𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛 = = = 0,68 mg/menit
(𝑆)(𝐹) (0,87)(1)
3. M.P adalah seorang laki-laki 70 tahun dengan berat 56 kg ditetapkan didiagnosis
enselopati hepatic dan sirosis. Pada saat perawatan pasien mengalami aritmia
ventricular sehingga dokter memutuskan untuk memberikan lidokain hitunglah
dosis bolus dan dosis pemeliharaan untuk mencapai keadaan tunak 2 mg/L?
Dik :
V1 = 34,16 L
Cl = 0,33 L/menit
Css rerata = 2mg/L
S = 0,87
F=1
Dit : Dosis bolus dan dosis pemeliharaan untuk mencapai keadaan tunak 2 mg/L
Penyelesaian :

(𝑉1)(𝐶) (34,16)(3)
𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑏𝑜𝑙𝑢𝑠 = = = 117 mg = 120 mg
(𝑆)(𝐹) (0,87)(1)

(𝐶𝑙)(𝐶𝑠𝑠 𝑟𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎)(τ) (0,33)(2)(1)


𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑙𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑎𝑛 = = = 0,75 mg/menit
(𝑆)(𝐹) (0,87)(1)

4. Berdasarkan kasus pasien M.P hitunglah waktu paruh dari lidokain setelah
pemberian infus.
Dik
Cl = 0,33 L/menit = 19,8 L/jam
V = 2,3 L/kg x 56 = 129 L
Dit :
t1/2 = …….?
Penyelesaian :
(0,693)(𝑉) (0,683)(129)
t1/2 = = = 4,5 jam
(𝐶𝑙) 19,8
Daftar Pustaka
Winter, Michael, 2012. Farmakokinetika Klinik Dasar. Penerbit Buku Kedokteran
EGC.