Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

YURI STONE : CANTIK MEMPESONA PEMBENTUK EKOSISTEM


AQUASCAPE BERNILAI EKONOMI TINGGI

BIDANG KEGIATAN:
PKM-KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:

Muhammad Nur Bahri Ramadhan; H11115303; 2015

Firda Amalia Haeruddin; A31115314; 2015

Nuril Hidayah; G31115306; 2015

Muhammad Ihram Reyhan Rosan; D61116304; 2016

UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017
HALAMAN PENGESAHAN

2
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
DAFTAR TABEL....................................................................................................v
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................vi
BAB 1. PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan Program.........................................................................................2
1.4 Luaran yang Diharapkan...........................................................................2
1.5 Manfaat Kegiatan......................................................................................2
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA............................................3
2.1 Kondisi Umum Lingkungan......................................................................3
2.2 Sumber Daya Tenaga Kerja.......................................................................4
2.3 Potensi Sumber Daya dan Peluang Pasar..................................................4
2.4 Peluang Keberlanjutan Usaha...................................................................4
BAB 3. METODE PELAKSANAAN.....................................................................5
3.1 Strategi Produksi.......................................................................................5
3.1.1 Waktu dan Tempat..............................................................................5
3.1.2 Alat dan Bahan...................................................................................5
3.2 Riset dan Perencanaan Pemasaran............................................................5
3.3 Pelaksanaan Produksi................................................................................5
3.4 Pengujian Produk......................................................................................7
3.5 Pemasaran Produk.....................................................................................7
3.6 Evaluasi Usaha..........................................................................................7
3.7 Analisis Ekonomi......................................................................................8
3.7.1 Penetapan Harga Jual.........................................................................8
3.7.2 Pendapatan dan Keuntungan..............................................................8
3.7.3 R / C dan Benefit Cost Ratio..............................................................8
3.7.4 Break Event Point (BEP)...................................................................8

3
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.........................................................9
4.1 Anggaran Biaya.........................................................................................9
4.2 Jadwal Kegiatan........................................................................................9
LAMPIRAN...........................................................................................................10
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Pembimbing.....................................10
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan.......................................................14
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas.............16
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana.................................................17

4
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Analisis SWOT pada Usaha Batu Yuri....................................................4


Tabel 4.1. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-K.......................................................9
Tabel 4.2. Jadwal Kegiatan......................................................................................9

5
DAFTAR GAMBA
Gambar 2. 1 Aquascape...........................................................................................3
Gambar 2. 2 Batu Yuri.............................................................................................3
YGambar 3. 1 Batu Yuri ukuran SS..........................................................................5
Gambar 3. 2 Batu Yuri ukuran S..............................................................................6
Gambar 3. 3 Batu Yuri ukuran M.............................................................................6
Gambar 3. 4 Batu Yuri ukuran L..............................................................................6
Gambar 3. 5 Batu Yuri ukuran XL...........................................................................7

6
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ekosistem merupakan satu kesatuan fungsional antara komponen biotik
(makhluk hidup) dan komponen abiotik (komponen tak hidup atau lingkungan)
yang saling berinteraksi dan saling memengaruhi dalam bentuk hubungan timbal-
balik antara satu dengan yang lain. Ekosistem dalam proses pembentukannya
terbagi menjadi dua macam, yaitu ekosistem alami dan buatan. Ekosistem alami
adalah ekosistem yang terbentuk secara alami atau tanpa campur tangan manusia,
sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia
untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan hidupnya.
Aquascape adalah seni membuat ekosistem buatan dalam sebuah akuarium.
Aquascape berasal dari dua kata, yakni Aqua yang berarti air, dan scape yang
berarti pemandangan, dengan kata lain, aquascape adalah seni membuat sebuah
pemandangan bawah air dalam akuarium kaca. Aquascape pertama kali
diperkenalkan di jepang pada tahun 1990 oleh Takashi Amano, konsep aquascape
yang diperkenalkannya adalah Nature Aquascape, yaitu meniru kondisi alam
sebenarnya dan terlihat sangat alami meskipun berada dalam sebuah akuarium.
Aquascape dikenal di Indonesia dimulai pada tahun 1993 oleh Pak Benny, seorang
pemilik akuarium terkemuka di Jakarta. Aquascape di Indonesia berkembang
sangat pesat terutama pada tahun 2014 sejak mulainya di adakan lomba aquascape
secara nasional di Bandung. Dalam pembuatan aquascape, sangat bergantung dari
hardscape yang digunakan, salah satunya adalah batu. Hingga saat ini, jenis batu
yang paling banyak digunakan oleh pembuat aquascape adalah batu Ryuoh atau
Seiryu, batu Seiryu biasa digunakan untuk aquascape bertema iwagumi, warna
abu-abu dan bentuknya mengingatkan kita pada formasi gunung berbatu yang
menakjubkan. Batu Seiryu berasal dari negara Jepang, sehingga untuk
memperolehnya harus dengan cara mengekspor batu tersebut sehingga
membutuhkan dana yang cukup besar.
Indonesia adalah negara yang mempunyai kekayaan alam yang sangat
melimpah, salah satunya adalah kekayaan akan bebatuan, dimana batuan tersebut
dapat digunakan di aquascape. Batu yang menyerupai batu seiryu adalah batu
Gamping, salah satu jenis batu Gamping yang memiliki bentuk unik terdapat di
pulau Ternate, provinsi Maluku Utara. Batu gamping tersebut kami beri nama batu
Yuri. Batu Yuri sebagai media hardscape dalam aquascape selain bentuknya yang
unik juga dapat berperan untuk menyuburkan tanaman, sehingga dapat menjadi
pilihan batu yang tepat untuk membuat aquascape.
Oleh karena itu, terdapat peluang untuk berwirausaha dengan memanfaatkan
kekayaan alam Indonesia, sehingga kami membuat program kewirausahaan
dengan bermodalkan awal batu yuri, untuk pengembangan usaha selanjutnya
dapat menggunakan jenis batu lain sebagai modal usaha dan tak hanya batu,
melainkan juga kayu dan pasir sebagai modal usaha.
2

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang dapat diambil berdasarkan latar belakang di
atas adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan sumber
daya alam Indonesia sebagai bidang usaha?

2. Bagaimana cara pemasaran batu Yuri sebagai hardscape baru di


masyarakat?

3. Bagaimana cara menjadikan program ini menjadi sebuah artikel ilmiah?

1.3 Tujuan Program


Tujuan dari program ini adalah:
1. Melatih kreativitas mahasiswa dalam melihat peluang usaha yang ada dan
tertanamnya jiwa berwirausaha sejak dini, sehingga mahasiswa dapat
menciptakan lapangan pekerjaan.
2. Memanfaatkan dan mengeksplor sumberdaya alam Indonesia yang dapat
bernilai ekonomi tinggi.
3. Dapat memperkenalkan batu Yuri kepada penikmat aquascape.

1.4 Luaran yang Diharapkan


Luaran yang diharapkan dari program ini adalah:
1. Sebuah artikel ilmiah dari program ini.

2. Adanya kerjasama dengan dinas pertambangan sehingga batu Yuri dapat di


pasarkan secara massal baik nasional maupun internasional.
3. Membangun jiwa wirausaha bagi mahasiswa, sehingga dapat melihat
peluang dan memanfaatkannya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.
4. Dapat membuka lapangan kerja.
5. Usaha berkelanjutan.

1.5 Manfaat Kegiatan


Adapun manfaat dari program kewirausahaan adalah:
1. Memanfaatkan batu alam Indonesia sehingga memiliki nilai jual yang
tinggi.
2. Adanya produk yang memungkinkan untuk dikembangkan dan diproduksi
secara lebih besar sehingga diharapkan dapat memberikan peluang usaha
dan membuka lapangan kerja.
3. Menambah profit kas negara.
3

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Kondisi Umum Lingkungan


Dalam pembuatan Aquascape, batu adalah komponen utama dalam
pembuatannya, dan tanaman sebagai pelengkap. Istilah Yin & Yang dapat
digunakan pada hubungan antara batu dan tanaman, istilah Yin mewakili batu,
menggambarkan keras dan tegas, sedangkan Yang mewakili tumbuhan yang ada
disekitarnya, terkesan melembutkan. Apabila kondisi ini tercipta, maka
harmonisasi pemandanganlah yang tercipta.

Gambar 2. 1 Aquascape
Karena banyaknya peminat batu seiryu, tetapi jumlahnya tidak sebanyak
permintaan pasar, maka batu seiryu semakin sulit untuk didapatkan, dan harganya
semakin mahal. Oleh karena itu, batu yuri hadir sebagai solusi penggganti batu
seiryu.
Batu yuri berasal dari pulau Ternate dan termasuk jenis batuan gamping,
batu gamping adalah batuan sedimen yang terususun dari kalsium karbonat
(CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Oleh karena itu batu yuri juga dapat
menjadi media pupuk dalam aquascape. Batu yuri juga mempunyai bentuk yang
unik sehingga menjadikannya kuat dan awet saat digunakan dalam aquascape.

Gambar 2. 2 Batu Yuri


4

2.2 Sumber Daya Tenaga Kerja


Pelaksana kegiatan pada program kreativitas mahasiswa kewirausahaan
merupakan kolaborasi mahasiswa Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas
Pertanian dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas
Hasanuddin. Salah satu anggota pelaksana merupakan anggota komunitas
aquascape. Pengetahuan mengenai bebatuan, ekonomi, pengembangan produk dan
pemasaran, optimisme mengenai potensi pasar serta pengujian kelayakan usaha,
menjadikan dasar yang kuat dalam menjalankan bisnis ini.
2.3 Potensi Sumber Daya dan Peluang Pasar
Kota Ternate memiliki luas 2006,77 km2 adalah satu dari sejumlah kota di
Kepulauan Maluku Utara, terdapat pulau yang berdekatan dengan kota ternate
yaitu Pulau Hiri, Pulau Tidore, dan Pulau Maitara. Ternate juga dikelilingi banyak
bukit dan gunung, terdapat beberapa bukit dan gunung yang mengandung batu
Yuri yang menjadi potensi sumber daya dalam usaha ini.
Melihat prospek pengembangan batu Yuri ini kedepannya, dilakukan
analisis melalui analisis SWOT. Penggunaan analisis ini didasarkan
pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Berikut tabel analisis
SWOT batu Yuri:
Tabel 2.1. Analisis SWOT pada Usaha Batu Yuri
Faktor Yuri Stone
1. Awet dalam penyimpanan.
2. Bentuk yang sangat unik.
Strength 3. Berfungsi sebagai pupuk tanaman.
(Kekuatan) 4. Tidak adanya kompetitor lain yang menjual batu yuri.
5. Belum ada penikmat aquascape yang mengetahui lokasi batu
yuri.
Weakness 1.Produk baru yang belum dikenal masyarakat luas.
(Kelemahan) 2.Kurangnya kesadaran masyarakat menghargai produk lokal.
Opportunity 1. Belum ada produk yang sejenis di pasar.
(Peluang) 2. Cakupan lokasi pemasaran yang cukup luas.
Threat 1. Terdapat kompetitor batu lain dengan harga lebih murah.
(Ancaman) 2. Modal usaha yang minim.

2.4 Peluang Keberlanjutan Usaha


Batu Yuri digunakan sebagai modal awal untuk memasarkan batuan
Indonesia sekaligus membentuk mitra-mitra usaha di bidang aquascape, agar
semakin mudah dalam memasarkan sebuah produk. Semakin banyak yang
bermitra dengan kami, maka semakin banyak pula batu yuri yang akan kami jual.
Tidak hanya batu-batuan yang dapat digunakan sebagai objek usaha, terdapat pula
pasir, kayu, udang, ikan, dan lain sebagainya yang sangat banyak digunakan dan
dicari oleh para penikmat aquascape.
5

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

3.1 Strategi Produksi


3.1.1 Waktu dan Tempat
Kegiatan ini akan dilaksanakan sesuai jadwal pelaksanaan yang telah
terlampir. Tempat penyimpanan produk untuk sementara adalah halaman rumah
dari anggota pelaksana kegiatan. Pemasaran dilakukan di seluruh Indonesia
terkhusus pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
3.1.2 Alat dan Bahan
Bahan utama produk adalah batu yuri tanpa campuran apa pun. Bahan lain
yang digunakan adalah kayu palet, paku, dan karung, sedangkan alat yang
digunakan adalah palu dan timbangan dibutuhkan untuk pengemasan batu agar
aman dalam pengiriman.
3.2 Riset dan Perencanaan Pemasaran
Survey pasar dilakukan kepada para produsen aquascape dan komunitas
penikmat aquascape di seluruh Indonesia terkhusus pulau Jawa, Kalimantan,
Sulawesi, dan Papua.
3.3 Pelaksanaan Produksi
Total jumlah batu yuri untuk awal pemasaran adalah sebanyak 1 ton. Batu
yuri tersebut akan dikelompokkan berdasarkan ukuran sebelum dipasarkan,
adapun ukuran yang akan diberlakukan adalah:

 Super Small (SS) = ± 5 – 8 cm

Gambar 3. 1 Batu Yuri ukuran SS


6

 Small (S) = ± 9 – 12 cm

Gambar 3. 2 Batu Yuri ukuran S

 Medium (M) = ± 13 – 15 cm

Gambar 3. 3 Batu Yuri ukuran M

 Large (L) = ± 16 – 19 cm

Gambar 3. 4 Batu Yuri ukuran L


7

 Extra Large (XL) = ± 20 – 30 cm

Gambar 3. 5 Batu Yuri ukuran XL


Setelah konsumen memesan batu dengan ukuran tertentu, kemudian akan
dilakukan pembuatan packing kayu sesuai dengan jumlah batu yang dipesan.
Paking kayu dilakukan agar pada saat pegiriman dapat mengurangi batu yang
pecah. Terkhusus untuk pemesanan wilayah Makassar, pembelian yang jumlahnya
<100 kg, maka hanya menggunakan packingan karung saja.

3.4 Pengujian Produk


Metode pengujian yang dilakukan adalah dengan membuat aquascape
dengan menggunakan batu yuri sebagai media hardscapenya, membuatkan artikel
ilmiah dan membagikan hasilnya di forum-forum aquascape baik forum Indonesia
maupun forum Internasional.
3.5 Pemasaran Produk
Metode pemasaran yang akan dilakukan untuk mengenalkan produk ke
konsumen antara lain melalui pengiklanan dan promosi. Pengiklanan akan lebih
dominan dilakukan di sosial media agar mendapat jangkauan yang lebih luas.
Untuk menunjang pemasaran, kami akan bekerjasama dengan pihak komunitas
yang bergerak di bidang aquascape.
3.6 Evaluasi Usaha
Evaluasi usaha merupakan kegiatan yang berfungsi untuk mengontrol dan
menganalisa kegiatan kami. Dengan evaluasi, maka kelemahan-kelemahan dan
kekurangan-kekurangan dalam menjalankan usaha ini akan diketahui dan menjadi
dasar pengambilan keputusan untuk mengembangkan usaha. Evaluasi direncakan
akan diadakan tiap pertengahan bulan.
8

3.7 Analisis Ekonomi


3.7.1 Penetapan Harga Jual
Harga jual batu Yuri kami tetapkan dengan cara menyesuaikan dengan biaya
yang telah ditetapkan. Harga jual yang kami tetapkan untuk satu kilogram batu
yuri di seluruh indonesia adalah minimal Rp 20.000. Adapun harga jual untuk
reseller dari luar Makassar adalah Rp 10.000 dengan ketentuan minimal
pengambilan batu yaitu sebanyak 100 kg, untuk harga reseller makassar yaitu
sebesar Rp. 12.000 dengan ketentuan minimal pengambilan batu yaitu sebanyak
100 kg dan Rp 10.000 dengan ketentuan minimal pengambilan batu yaitu
sebanyak 200 kg.
3.7.2 Pendapatan dan Keuntungan
Harga beli yang kami peroleh dari pemasok untuk satu kilogram batu adalah
Rp 5000. Untuk setiap satu ton batu akan dikenakan biaya produksi (biaya ongkos
kirim, biaya angkut, biaya operasional) sebesar Rp 3.000.000. Maka untuk setiap
satu ton batu, biaya produksinya adalah (Rp 3.000.000 + Rp 5.000.000) = Rp
8.000.000.
Keuntungan yang diperoleh merupakan selisih antara pendapatan dengan
harga beli dan biaya yang dikeluarkan. Keuntungan maksimal untuk satu ton batu
adalah (Rp 20.000.000 – Rp 8.000.000) = Rp 12.000.000.
3.7.3 R / C dan Benefit Cost Ratio
R/C ratio adalah jumlah ratio yang digunakan untuk melihat keuntungan
relatif yang akan didapatkan dalam sebuah proyek. Sebuah proyek dikatakan
layak untuk dijalankan apabila nilai R/C yang didapatkan lebih besar dari 1.
R/C = Hasil Usaha : Biaya Produksi
= Rp 20.000.000 : Rp 8.000.000
= 2,5
Didapatkan nilai R/C sebesar 2,5 yang berarti untuk setiap satu rupiah biaya
produksi yang dikeluarkan dapat menghasilkan maksimal penerimaan sebesar 2,5
rupiah.
3.7.4 Break Event Point (BEP)
Kegunaan dari menghitung BEP ini adalah untuk mengetahui kapan hasil
usaha yang dilakukan mencapai titik impas, yang meliputi sebagai berikut:
BEP Harga = Total Biaya Produksi : Produksi
= Rp 8.000.000 : 1.000
= Rp 8.000 / kilogram
Usaha batu Yuri akan mengalami titik impas ketika dalam produksi 1 ton
dijual dengan harga Rp 8.000 / kilogram.
9

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Tabel 4.1. Ringkasan Anggaran Biaya PKM-K


No. Jenis Pengeluaran Biaya(Rp)
1. Peralatan Penunjang 6.363.000
2. Bahan Habis Pakai 873.000
3. Transportasi 3.950.000
4. Lain-lain 1.000.000
Jumlah 12.186.000

4.2 Jadwal Kegiatan

Tabel 4.2. Jadwal Kegiatan


Jadwal Kegiatan
No. Jenis Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4
1. Studi Literatur
2. Survei Lapangan
3. Persiapan Usaha
4. Pemasaran
5. Produksi
6. Evaluasi dan Laporan
10

LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Pembimbing


11

A. Identitas Diri Anggota I


12

A. Identitas Diri Anggota II


13

A. Identitas Diri Anggota III


14

A. Identitas Diri Dosen Pendamping


1 Nama Lengkap Dr. Kasbawati, S.Si., M.Si.
2 Jenis Kelamin P
3 NIDN 4098003
4 Tempat dan Tanggal
Watampone, 4 September 1980
Lahir
5 E-mail kasbawati@gmail.com
6 Nomor Telepon/HP +6281355027575
B. Riwayat Pendidikan
Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Universitas Institut Teknologi Institut Teknologi
Nama Institusi Hasanuddin Bandung Bandung
Jurusan Matematika Matematika Matematika
Tahun
1998-2002 2005-2007 2011-2015
MasukLulus
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Temu Ilmiah/ Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
Seminar Tempat
The 9th East Asia SIAM
Conference (EASIAM) and Regulation Analysis of
the Newton
the 2nd Conference on Enzyme Activity
1 Hotel, Bandung,
Industrial and Applied Inhibition in Microbial
18-20 Juni 2013
Mathematics (CIAM) Fermentation Process
(Presenter)
International Conference Optimization of Ethanol
on Computer Engineering Production in a Yeast
and Mathematical Sciences Continuous Fermentation Kuala Lumpur,
2 (ICCEMS) (Presenter) Process with Reducing the Malaysia, 5-6
Flux of an Alternative Desember 2013
Pathway
Ambassador
Optimizing the Maximal City Jomtien,
East Asia SIAM
Activity of Enzymes in a Pattaya,
3 Conference (EASIAM)
Microbial Fermentation Thailand, 23-25
(Presenter)
Model Juni, 2014
International Symposium Malang, 31
on Biomathematics Metabolic Regulation and Agustus-2
4 (SYMOMATH) Maximal Reaction September, 2014
(Presenter) Optimization in the
15

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang
Harga
Justifikasi Kuantita Jumlah
Material satuan
Pemakaian s (Rp)
(Rp)
5.000.00
Batu Yuri 1 Ton 5.000
Bahan usaha 0
Untuk
Timbangan Digital
menghitung 1 buah 785.000 785.000
kapasitas 150 kg
berat batu
Untuk membuat
Palu 1 buah 78.000 78.000
packing kayu
Untuk
Box Penyimpanan
menyimpan 5 Buah 100.000 500.000
Batu
Batu
6.363.00
SUBTOTAL (Rp) 0

2. Bahan Habis Pakai


Harga
Justifikasi Jumlah
Material Kuantitas satuan
Pemakaian (Rp)
(Rp)
Bahan dasar
Kayu Palet membuat 150 buah 4.000 600.000
packing kayu
Bahan dasar
Paku Beton 5 cm membuat 3 kg 36.000 108.000
packing kayu
Karung warna Untuk
kuning ukuran 60 x membungkus 100 buah 1650 165.000
100 packingan kayu
SUBTOTAL (Rp) 873.000
16

3. Transportasi
Harga
Justifikasi Kuantita Jumlah
Material satuan
Pemakaian s (Rp)
(Rp)
Tiket PP
1.200.00
Transportasi I Makassar- 1 orang 1.200.000
0
Ternate
Pengirman
Batu Ternate –
Makassar, 3.000.00
Transportasi II 1 3.000.000
Pengambilan 0
Batu &
Distribusi
4.200.00
SUBTOTAL (Rp) 0

4. Lain-lain
Harga
Justifikasi Kuantita Jumlah
Material satuan
Pemakaian s (Rp)
(Rp)
Publikasi Promosi Produk 15 50.000 750.000
SUBTOTAL (Rp) 750.000
12.186.00
TOTAL KESELURUHAN 0
17

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

Program Bidang Alokasi


No Nama/NIM Uraian Tugas
Studi Ilmu Waktu/Jam
Muhammad Nur
Koordinator
Bahri 22
1 Matematika Matematika Pengawas
Ramadhan / jam/minggu
Usaha
H11115303
Marketing
Firda Amalia
20 dan Pembuat
2 Haeruddin / Akuntansi Akuntansi
jam/minggu Laporan
A31115314
Akhir
Ilmu dan Ilmu dan Penguji Efek
Nuril Hidayah / 18
3 Teknologi Teknologi Batu Pada
G31115306 jam/minggu
Pangan Pangan Tanaman
Muhammad Pencari,
Ihram Reyhan Teknik Teknik 18 Pengawas,
4
Rosan / Geologi Geologi jam/minggu dan Penguji
D61116304 Batu
18

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana