Anda di halaman 1dari 1

Salah satu karakter TUHAN adalah SETIA. Kesetiaan Tuhan tidak perlu diragukan lagi.

Tuhan setia menguatkan hati kita dan memelihara kita terhadap ancaman si jahat. Pada umumnya
manusia hanya mampu setia pada awal-awalnya, namun lama-kelamaan manusia bosan dan
akhirnya lupa dan lalai serta meningingkari.
Apakah yang dimaksud dengan “setia”? Setia berarti dapat dipercaya. Allah itu setia.
Artinya, Dia adalah Allah yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Dia senantiasa memegang
dan menepati janji-Nya. Setiap firman yang diucapkan-Nya pasti digenapi. Karena itu, kita tak
perlu ragu atau kuatir akan penggenapan janji Allah dalam hidup kita. Kita dapat dengan tenang
bersandar kepada-Nya dan mempercayai kesetiaan-Nya yang tak pernah berakhir.
Saat ini kita diperkenalkan bahwa Tuhan adalah setia. Kesetiaan-Nya berlaku sampai hari
ini. Walaupun kita tidak setia, Dia tetap setia (2Tim.2:13). Nama Yesus adalah Yang Setia dan
Yang Benar. Pada Alkitab terjemahan lama, nama-Nya adalah Setiawan. Kesetiaan-Nya dapat
kita baca dalam Wahyu 1:5, bahwa Yesus Kristus adalah Saksi yang setia, yang pertama bangkit
dari antara orang mati dan berkuasa atas semua raja-raja di bumi. Dia telah melepaskan kita dari
dosa kita oleh darah-Nya (bnd. 1Ptr. 3:18). Dan kesetiaan-Nya kepada kita yang tidak setia, juga
telah dibuktikan dengan Dia yang rela mati telah bangkit kembali. Selayaknya kita bangga
kepada-Nya, karena hal ini bukanlah suatu kebetulan. Semuanya telah berada dalam rencana-
Nya, untuk melepaskan kita dari dosa dan mengangkat kita kembali supaya menjadi sama
dengan Kristus.
Bagaimanakah kesetiaan Allah itu dinyatakan? Pertama, kesetiaan Allah dinyatakan
dengan memelihara janji-Nya. Dia tak pernah mengingkari janji-Nya dan selalu menepati setiap
perkataan yang diucapkan-Nya. Kedua, kesetiaan Allah dinyatakan dengan menjaga dan
memelihara kita dari segala yang jahat. Dia tak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan
kita. Sebaliknya, Dia akan senantiasa menyertai kita dan memberikan pertolongan kepada kita
saat kita mengalami pencobaan atau kesusahan.vKetiga, kesetiaan Allah dinyatakan dengan
menyelamatkan umat-Nya dari kebinasaan. Keempat, kesetiaan Allah dinyatakan dengan
mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan. Dia juga menguduskan serta
memelihara hidup kita agar hidup kita tak bercacat pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus
yang kedua kali.
Demikianlah, kesetiaan Allah nyata dalam segala hal yang dikerjakan-Nya. Bila kita
sungguh-sungguh mengenal dan menyadari kesetiaan Allah, tentu kita akan dapat menjalani
hidup kita dengan tenang. Kesetiaan Allah akan senantiasa menjadi penghiburan dan kekuatan
bagi kita saat pencobaan dan kesusahan datang. Kita dapat bersandar dan mempercayakan hidup
kita sepenuhnya kepada-Nya, karena kita tahu bahwa Dia tak mungkin mencelakakan atau
berlaku curang kepada kita.
Kita adalah manusia yang lemah karena ketidaksetiaan kita. Contohnya: dalam ibadah,
doa, dan pelayanan. Seringkali kita tidak setia karena kesibukan, bisnis, dan lain-lain. Namun
apapun yang terjadi, kita harus belajar setia dalam hal patuh atau taat, tetap dan teguh hati,
maupun teguh pada pendirian dan janji. Karena itu, marilah kita membalas kesetiaan Allah itu
dengan senantiasa berlaku setia di hadapan-Nya, setia dalam iman, setia dalam ketaatan, setia
dalam kasih, dan setia dalam pengharapan kepada-Nya. (rsnh)
Selamat berkarya untuk TUHAN