Anda di halaman 1dari 11

1

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
“KERAJINAN TAS“

BIDANG KEGIATAN:
PKM-KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:

Dio Prabowo 20170801118 (Angkatan 2017)

Alia Afrianti 20170502030 (Angkatan 2017)

Okta Agnesa Viana 20170502032 (Angkatan 2017)

Maya Sherina 20170502031 (Angkatan 2017)

M. Rizky Achadian 20170803088 (Angkatan 2017)

UNIVERSITAS ESA UNGGUL


JAKARTA
2019
2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Anda tau kain perca? Ya, kain sisa potongan yang sudah tidak terpakai itu,
ternyata masih bisa dimanfaatkan loh. Bahkan ditangan si kreatif, kain perca dapat
disulap menjadi barang-barang kerajinan yang trendi dan tentunya bermanfaat.
Membuat kerajinan kain perca, ternyata tidak serumit yang kita bayangkan, cukup
sedikit ketelitian dan kreatifitas kita saja. Kain perca merupakan sisa kain dari
proses penjahitan. Sepintas kain sisa ini adalah kain yang tidak memiliki manfaat,
tapi sebenarnya sisa kain ini dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang
berguna. Daripada terbuang menjadi sampah lebih baik digunakan sebagai barang
yang lebih berguna. Kain perca ini dapat dimanfaatkan menjadi barang-barang
kerajinan tangan seperti tas, sarung bantal, ataupun produk-produk yang lain.

1.2 Rumusan Masalah


Mulai dari yang berharga puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Selain tas
bermerek yang berharga mahal ada juga tas yang unik dan harganya bisa sebanding
dengan tas-tas bermerek pada umumnya, yaitu kerajinan tas atau tas hasil kerajinan
tangan seseorang.
Adapun tujuan dibuatnya proposal ini adalah untuk mengetahui:
1. Untuk memperoleh penghasilan dan memberikan kepuasan bagi pihak
konsumen.
2. Mendidik masyarakat yang terhimpun dalam usaha kerajinan tas
3. Menciptakan usaha yang sehat dan ramah lingkunagan.
4. Mengembangakan budaya kerajinan task kontol.
Perlu dilakukan pengembangan produk tas (kerajinan tas) agar penjualan dan
keuntungan dapat mencapai target yang diinginkan.

1.3 Tujuan Usaha


Tujuan membuat usaha ini adalah untuk memberikan penampilan yang modis
dengan pernak pernik sunda dalam hal tas dan menciptakan lapangan pekerjaan
didaerah
Sebagai wirausaha saya harus mampu mengetahui tentang segmen pasar mampu
mengetahui keunggulan atau kelemhan para pesaing, mampu menguasai analisis
usaha dan mempunyai semangat, percaya diri dan optimis dalam segala yang
dilakukan.

1.4 Manfaat & Kegunaan:


a. Membantu kami mengembangkan usaha yang sedang kami jalankan
b. Membantu kami untuk berpikir kritis dan obyektif atas bidang usaha yang
sedang kami jalankan.
7

BAB II
GAMBARAN RENCANA USAHA

2.1 Gambaran Umum Produk


Produk ini berbahan utama kain perca, yang pada umumnya mudah sekali
ditemukan dimanapun. Selain bahan utamanya yang mudah ditemukan, produk ini
juga unik karena berbeda dari produk biasanya yang menggunakan bahan dari
limbah sebagai bahan utamanya. termotivasi.Ide ini muncul ketika kami menyadari
bahwa produk ini memiliki banyak keunggulan selain itu produk ini juga
merupakan usaha untuk mengurangi barang-barang yang pada umumnya sulit untuk
megalami pembusukan, sehingga cara satu-satunya agar barang-barang tersebut
tidak menumpuk adalah dengan menggunakannya sebagai bahan utama untuk
membuat kerajinan. menumpuk adalah dengan menggunakannya sebagai bahan
utama untuk membuat kerajinan nya :

A. Dengan memotong-motong beragam kain sisa menjadi berbagai bentuk,


kemudian menggabungkan potongan-potongan tersebut dengan
menjahitnya kembali.
B. Perpaduan warna dan pola kain juga harus diperhatikan agar bisa tercipta
sebuah kerajinan perca yang indah.

2.2 Peluang Pasar

PELUANG KETERANGAN

Persaingan Keunikan produk (beda dari yang lain), Harga produk


yang terjangkau,

Dan dapat mempengaruhi psikologis seseorang membuat


produk ini akan menghasilkan daya saing yang tinggi,
untuk produk sejenis lainnya.

Target pasar Produk yang unik, dan bermanfaat ini akan menyebar
dikalangan masayarakat pada umumnya, terutama
kepada remaja dan mahasiswa.

Kemajuan teknologi Pemanfaatan perkembangan yang saat ini telah ada


terutama internet dapat memudahkan dalam
pengembangan kegiatan dan proses pemasaran
diberbagai daerah

2.3 Strategi Pemasaran


Seseorang dalam menentukan suatu barang yang akan ia beli, akan
dipengaruhi oleh proses psikologi yang antara lain : Persepsi, Motivasi, dan Need
7

(keinginan). Persepsi adalah proses menyeleksi, mengorganisasi dan


menginterpretasikan objek yang dilihat. Dalam arti produk yang kita pasarkan
haruslah memiliki daya tarik tersendiri sehingga menarik minat masyarakat untuk
membeli produk tersebut. Dalam melakukan strategi pemasaran, kami akan
menerapkan strategi Marketing Mix. Menurut Kotler & Armstrong (1997:48),
“Bauran pemasaran atau marketing mix adalah perangkat alat pemasaran taktis
yang dapat dikendalikan, produk, harga, distribusi, dan promosi yang dipadukan
oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan dalam pasar
sasaran”. Marketing Mix terdiri dari 4P yakni : Product (produk), price (harga),
promotion (promosi) , dan place (tempat).

1. Product (produk), Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kualitas dari
produk itu sendiri. Apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan
bagi para konsumen atau tidak. Oleh sebab itu, kami mencoba memberi varian
warna dan bentuk yang akan menambah daya tarik produk ini.
2. Price (Harga), harga juga penentu apakah konsumen mau membeli produk kita
atau tidak. Kami pun meawarkan produk ini denganharga yang terjangkau.
3. Promotion (promosi), Cara kami dalam mengenalkan produk yang kami buat ini
dengan cara membuka situs online dan memberitahu secara langsung serta
menyebar brosur dan juga poster.
4. Place (tempat), artinya pasar yang akan menjadi target untuk melakukan
penjualan produk ini. Target pasar yang telah kami tentukan yakni masyarakat
umum, terutama remaja dan mahasiswa.

2.4 Analisis SWOT & TOWS


SWOT adalah sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity),
ancaman (threat) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor
itulah yang membentuk akronim SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
SWOT “Diopbag” adalah sebagai berikut :

1) Strength
a. Bahan-bahan yang digunakan termasuk bahan yang berkualitas, sehingga tas
tidak
mudah rusak
b. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau
2) Weakness
a. Terbatasnya tenaga kerja yang dimiliki membuat waktu pengerjaan produk
menjadi
lebih lama
b. Tas tidak waterproof dan tidak dapat menahan beban terlalu berat
c. Tidak dapat custom atau sesuai dengan permintaan konsumen.
7

3) Opportunity
a. Permintaan produk tas di pasaran cukup tinggi
b. Munculnya kebutuhan untuk menyimpan barang agar tidak tercecer dan tetap
fashionable
sehingga menimbulkan trend Tas di seluruh kalangan pada saat ini.

4) Threat
a. Banyaknya pesaing yang muncul untuk membuat produk yang sama dengan
menawarkan
harga yang relatif lebih terjangkau
b. Harga bahan yang tiba-tiba naik sangat berpengaruh pada biaya produksi dan
harga jual.

TOWS adalah pemikiran akan hal-hal yang akan dapat atau hal yang lebih
dinamis yaitu faktor eksternal terlebih dahulu baru diikuti dengan faktor
internal, cara ini diyakini akan menghasilkan peluang dan dapat
mengantisipasi segala ancaman yang akan datang. TOWS
“Diopbag” adalah sebagai berikut :

1. Strenght – Opportunity
a. Untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi akan produk tas,
“Diopbag” akan terus
melakukan inovasi sesuai perkembangan zaman
b. Banyaknya peminat menjadikan “Diopbag” semakin berkembang,
sehingga menambah
jumlah produksi dan memperbanyak motif menjadi solusi yang dapat
dilakukan

2. Weakness – Opportunity
a. Untuk meningkatkan jumlah produksi, “Diopbag” mengajak investor agar
bergabung
dengan perusahaan
b. Bertambahnya pesanan konsumen membuat “Diopbag” harus
memproduksi Tas lebih
cepat dengan cara menambah tenaga kerja.

3. Strenght - Threat
a. Dalam mengatasi pesaing, “Diopbag” membuat sticker dan logo untuk
identitas dari
produk.
b. Membeli bahan yang berkualitas tinggi dan motif yang tidak pasaran.
7

4. Weakness – Threat
a. Untuk mengatasi harga bahan yang tiba-tiba naik, “Diopbag” akan
membeli bahan
langsung dari supplier sehingga tidak mempengaruhi biaya produksi dan
harga jual
produk
b. Untuk mengatasi adanya permintaan custom, “Diopbag” melakukan
inovasi totebag
menjadi lebih unik, menarik dan memiliki mutu yang tinggi lalu untuk
mengatasi
kekecewaan konsumen akan totebag yang kapasitas isinya terbatas akan
dilakukan
penambahan bahan lagi dan memperkuat jahitan.

2.5 Kelayakan Usaha

Dalam 1 periode produksi Tas dari kain perca dengan menggunakan 50


kain perca maka akan menghasilkan 100 produk kain perca. Harga untuk
satuan produk Tas adalah Rp. 55.000,- sehingga akan diperoleh pendapatan
kotor di setiap periode adalah sebesar 100 Buah x Rp. 55.000,-- = Rp.
5.500.000,-
Pendapatan per produksi = Rp. 5.500.000,-
Pengeluaran per produksi = Rp 2.925.000,-
Keuntungan per produksi = Rp 3.500.000.-

A. BEP Harga Produksi

BEP volume produksi = Rp 3.500.000 - / 55.000 = 63 Tas. Maka modal akan


kembali setelah diproduksi bingkai foto sebanyak 63 Tas. Jadi apabila dalam 1
kali produksi dihasilkan 63 tas siap jual akan diperoleh keuntungan sebanyak 63
Tas.

BEP harga produksi = 3.500.000 - / 63 Tas = Rp 55,5000,- Jadi harga untuk 1


buah bingkai foto adalah sebesar Rp 55,5000,- merupakan harga dimana
biaya/modal produksi kembali sehingga mendapatkan keuntungan harga per unit
harus diatas Rp 55,5000,- . Jadi dengan harga per kemasan Rp. 55,000-. maka
akan diperoleh keuntungan per tas dari kain perca sebesar Rp 55,000-.

2.6 Rencana Pencapaian


1. Target minimal : Usaha ini balik modal

2. Target maksimal : keuntungan yang diperoleh berkali lipat.


7

Berkembang dengan baik dan jauh dari tragedi “gulung tikar”


Disenangi masyarakat dan dapat go international.

3. Tujuan pembuatannya semakin berkembang dan lebih bernilai seni tinggi.


Bahkan
sekarang, pembuatan kerajinan kain perca tidak hanya dengan tujuan
pemanfaatan
limbah kain saja. Kerajinan perca juga dibuat dengan tujuan kenyamanan dan
keindahan
pengguna.

4. Cukup banyak juga para pengrajin kerajinan perca yang menggunakan 100%
bahan baru
yang dipotong-potong. Potongan kain tersebut kemudian dibentuk kembali
dengan teknik
kerajinan kain ini sehingga hasilnya lebih berkualitas, baik dari segi
kenyamanan maupun
nilai estetikanya.

5. Bahkan motif perca juga sering menjadi ide para desainer untuk menciptakan
karya-karya
unik dan indah yang baru

Adapula bahan-bahan kain perca yang akan dipakai yaitu :

- Kain lycra yaitu jenis kain yang bertekstur lembut


- Kain ciffon yaitu jenis kain yang sangat ringan dari bahan dasar
seperti katun, sutra atau fiber sintesis
- Kain katun merupakan salah satu jenis kain hasil rajutan yang
berbahan dasar serat kapas
- Kain denin merupakan kain yang bisa diginakan untuk membuat
berbagai macam jeans
- Kain polyester merupakan kain yang memiliki kesamaan dengan
kain katun, namun dari segi kualitas jenis ini masih dibawah satu
tingkat dari kain katun.
11

BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Bahan Pembuatan Produk

1. Bahan Baku
2. Kain percamotif
3. Bahan Penolong
- Resleting
- Benang
- Furing
- Tali polyester

3.2 Proses Pembuatan

1) Pertama tentukanlah ukuran tas kain perca yang hendak Anda buat. Setelah
Anda tentukan ukurannya, Anda bisa langsung mengukur dan memberi tanda
dengan menggunakan pensil atau kapur jahit pada kain perca yang telah
disiapkan. Ukuran tas perca sendiri antara lain: Tote bag kain perca kecil: 30 x
35 cm, Tote bag perca sedang: 35 x 40 cm, backpack perca besar: 60 x 50 cm.

2) Setelah itu jahit potongan kain perca sesuai motif yang akan dibuat sehingga
menjadi bahan yang utuh potonglah kain perca yang sesuai ukuran yang Anda
inginkan sebanyak 2 dua lembar.

3) Kemudian mulailah menjahit dengan menyatukan dua lembar kain perca tadi
secara berhadapan. Jahitlah secara lurus dan sisakan satu sisi yang tidak dijahit.
Akan lebih bagus jika setelah dijahit, Anda obras sehingga serat-serat perca
tidak mudah terurai.

4) Selesai dijahit, baliklah badan tote bag hingga bagian baliknyalah yang
berada di luar. Rapikan bagian atas tote bag dengan menjahitnya secara lurus.

5) Selanjutnya jahitlah gantungan tote bag pada badan tote bag. Sebelumnya
Anda bisa
menandai pada bagian mana gantungan tersebut dijahit dengan melipat
bagian atas tote
bag dalam tiga kali lipatan.

4.1 Metode Pra Produksi


 Sebelum kami melakukan proses produksi, kami harus melakukan observasi
dan survey keadaan pasar. Tujuan kami melakukan metode ini adalah untuk
mengetahui kondisi pasar, dan minat kosumen.
11

 Setelah melakukan observasi dan survey situasi pasar, maka langkah


selanjutnya ialah melakukan kegiatan pengadaan dan pemilihan bahan yang
berkualitas serta menyediakan tempat dan alat-alat penunjang proses
produksi nantinya.
 Langkah terakhir yang akan kami lakukan adalah melakukan kegiatan
pembuatan sampel, untuk mengetahui kekurangan dari produk tersebut.

4.2 Metode Produksi

Dalam metode ini kami melakukan dua hal yaitu pembuatan produk dan
pembuatan kemasan produk. Dalam pembuatan produk, sebelumnya kami
membuat desainnya terlebih dahulu Selanjutnya mengikuti tahapan pembuatan
produk yang dimulai dari pemotongan kain perca Untuk pembuatan nya
mengumpulkan kain berkualitas dimulai dari pembuatan desain. Setelah itu produk
yang sudah siap akan diolah.

4.3 Metode Pasca Produksi

Hasil dari proses produksi ini berupa kain kain siap di olah Dalam metode
pasca produksi kami melakukan pemeriksaan apakah ada produk atau kemasan
yang cacat atau robek jika masih ada maka akan dilakukan perbaikan untuk produk
tersebut. Melakukan pemasaran baik melalui sosial media maupun dengan cara
langsung memperkenalkan kepada masyarakat

4.4 Metode Evaluasi


Evaluasi berisikan laporan mengenai segala kegiatan yang dilakukan
apakah sudah sesuai dengan harapan yang dalam arti sesuai dengan rencana
pencapaian atau jika tidak maka kami akan mencari masalahnya dan melakukan
evaluasi yang lebih lanjut. Kegiatan evaluasi ini akan kami lakukan secara berkala
yakni setiap seminggu sekali Dengan maksud kami bisa mengetahui sejauh mana
kegiatan usaha ini telah berkembang untuk produk tersebut.
Berikut gambar produk :
11

4.4 Bagan Metode Pelaksanaan

Metode Pelaksanaan

Observasi dan survey


pasar

Pengadaan dan Pemilihan


Metode Pra Produksi alat dan bahan

Pembuatan Sampel

Pembuatan Produk
Metode Produksi
Pembuatan kemasan

Produk berupa Bingkai


foto Unik Anti Main
stream (BIFUKAM)
Metode Pasca

Melakukan pemeriksaan
terhadap produk dan

Metode Evaluasi Dilakukan sebulan sekali

Metode-metode tersebut akan kami lakukan secara berulang-ulang dengan


mengikuti prosedur yang ada. Diharapkan dengan melakukan metode-metode
tersebut, usaha ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan planning
(perencanaan) yang sebelumnya telah dibuat. Setiap kegiatan dalam usaha maupun
metode yang digunakan akan tetap kami evaluasi setiap sebulan sekali untuk
mengetahui kelemahan dan kelebihan dari setiap metode maupun kegiatan yang
kami lakukan dengan hal itu kami bisa mengetahui bagian mana saja yang harus
diperbaiki lebih lanjut untuk menunjang berjalannya usaha ini.
11

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp.)

1 Peralatan penunjang proses produksi alat dan Rp 850.000,-


bahan
Bahan habis pakai, ditulis sesuai
2 Rp 3.925.000,-
Kebutuhan

3 Perjalanan Rp 3.500.000,-

4
Lain-lain Rp 2.000.000,-

Jumlah Rp 10.275.000,-

5.4 Jadwal Kegiatan

Bulan
NO JENIS KEGIATAN
7 8 9 10 11
1 Pembuatan Proposal

2 Proses Administrasi

3 Persiapan Produksi

4 Pembuatan sampel
produk
5 Proses Produksi

6 Pemasaran Produk

7 Evaluasi Kegiatan

8. Pembuatan Laporan
Akhir