Anda di halaman 1dari 7

Ringkasan penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang penelitian, tujuan dan

tahapan metode penelitian, luaran yang ditargetkan, serta uraian TKT penelitian yang diusulkan.

RINGKASAN
Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar merupakan Institusi Pendidikan yang menyediakan
jenjang studi Diploma III. Salah satu kegiatan yang dilakukan setiap tahun ajaran baru adalah
penerimaan mahasiswa baru. Ujian penerimaan mahasiswa baru tersebut dilakukan dengan model
ujian konvensional yang menggunakan pena dan kertas. Model ujian yang konvensional sangat
memakan waktu dan biaya serta sangat tidak efektif karena harus di periksa secara manual. Setiap
tahunnya Calon Mahasiswa Politeknik Bisnis Indonesia yang mengikuti Ujian Saringan Masuk
lebih kurang 500 orang setiap tahunnya. Selain membutuhkan waktu yang agak lama untuk
mengetahui hasil dari ujian juga dimungkinkan untuk terjadi kesalahan dalam proses pemeriksaan
jawaban. Dalam kemajuan teknologi yang semakin pesat, semakin banyak hal yang dapat di-
komputerisasi, termasuk ujian. Istilah yang digunakan untuk Ujian yang menggunakan Komputer
disebut Computer Based Test (CBT) atau Computer Assissted Test (CAT). Aplikasi ini bertujuan
untuk mengembangkan sebuah Aplikasi Computer Based Test (CBT) sebagai sarana Ujian
Penerimaan Mahasiswa Baru di Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar, untuk menggantikan
model ujian konvensional tersebut.

Kata kunci maksimal 5 kata


Computer Based Test, Aplikasi Web, Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru

Latar belakang penelitian tidak lebih dari 500 kata yang berisi latar belakang dan permasalahan
yang akan diteliti, tujuan khusus, dan urgensi penelitian. Pada bagian ini perlu dijelaskan uraian
tentang spesifikasi khusus terkait dengan skema.
LATAR BELAKANG
1.1 Latar Belakang
Ujian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu
sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dsb). ujian pada umumnya menggunakan cara
tertulis, yaitu pena dan kertas. ujian model seperti ini sudah tak lazim ditemui di berbagai
instansi, mulai dari sekolah, universitas, hingga badan pemerintah.
Pada zaman dimana perkembangan teknologi elektronik dan internet begitu pesatnya, berbagai
jenis interaksi manusia yang dulunya melibatkan objek yang tidak interaktif, seperti membaca
buku, telah bergeser menuju sarana yang interaktif seperti komputer. Lingkungan yang
disediakan oleh pemanfaatan teknologi seperti itu membuat interaksi sedemikian menjadi lebih
hidup dan tidak monoton. Hal ini semakin berkembang seiring dengan semakin bertambahnya
pengguna yang melek teknologi.
Politeknik Bisnis Indonesia memiliki Lab Komputer memiliki 2 Lab yaitu Lab 1 yang terdiri dari
Laptop sebanyak 40 unit dan Lab 2 sebanyak 50 unit dengan masing masing labtop memiliki
spesifikasi prosesor setara dengan core i3, RAM 4 GB, hardisk 500 GB, hub sebanyak 2 unit per
masing masing Lab Komputer yang masing-masing hub terdiri dari 32 Port yang terhubung
dengan Server. (Data Laboratorium Politeknik Bisnis Indonesia)
Memperhatikan perkembangan teknologi saat ini dan keadaan di lingkungan Politeknik Bisnis
Indonesia yang setiap tahunnya melakukan Ujian Saringan Masuk berkisar 500 orang setiap
tahuunya, sudah sepantasnya sebagai sebuah institusi pendidikan yang berlandaskan pada
Teknologi Informasi untuk menerapkan suatu sistem yang terbarukan dalam proses kegiatannya.
Termasuk didalamnya kegiatan ujian, agar menggantikan sistem lama yang masih menggunakan
pena dan kertas. Selain lebih fleksibel, ujian dengan berbasiskan komputer lebih hemat dan
efisen dalam praktiknya.
Berdasarkan Latar Belakang diatas, penulis tertarik membuat penelitian “Aplikasi Computer
Based Test (CBT) Berbasis Web Dalam Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru Studi Kasus
(Politeknik Bisnis Indonesia)”

1.2 Pemasalahan
Ujian dengan pena dan kertas memiliki kendala. Beberapa kelemahan yang disebabkan oleh
sistem yang masih manual ini seperti: kesalahan cetak, kerusakan kertas, jawaban yang sulit
dikoreksi, hingga tata cara pelaksanaannya yang hanya dapat dilakukan sesuai jadwal secara
serentak. Ujian tertulis membutuhkan waktu dan sumberdaya yang tidak sedikit. Lebih lagi,
kerentanan untuk terjadinya tindakan kecurangan ketika ujian berlangsung sudah sering terjadi.

1.3 Tujuan Penelitian


Pembuatan Aplikasi Ujian model Computer Based Test (CBT) bertujuan agar kedepannya
metode ujian konvensional dapat ditinggalkan, sehingga digantikan dengan Ujian model
Computer Based Test (CBT), yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaannya.

Tinjauan pustaka tidak lebih dari 1000 kata dengan mengemukakan state of the art dalam bidang
yang diteliti. Bagan dapat dibuat dalam bentuk JPG/PNG yang kemudian disisipkan dalam isian
ini. Sumber pustaka/referensi primer yang relevan dan dengan mengutamakan hasil penelitian
pada jurnal ilmiah dan/atau paten yang terkini. Disarankan penggunaan sumber pustaka 10 tahun
terakhir.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penilaian (Assessment)

Penilaian adalah inti dari pembelajaran dan pengajaran. Apa yang dinilai mendefinisikan apa yang
diajarkan dan bagaimana hal itu dipelajari. Proses dari penilaian itu, selanjutnya, membentuk
praktek institusional dan mempengaruhi cara pandang pelajar terhadap nilai dari partisipasi dalam
kegiatan pembelajaran. Menciptakan penilaian yang tepat sangat penting terhadap kesinambungan
pelajar dan institusi, dan merupakan instrumen dalam pencapaian strategis nasional terhadap
perluasan partisipasi pembelajaran. (diterjemahkan dari JISC, Effective Practice with e-
Assessment; 2007; 7)

2.2 Computer Based Assessment (e-Assessment)


e-Assessment adalah penilaian langsung secara elektronik menggunakan Teknologi Informasi dan
Komputer untuk merepresentasikan aktivitas penilaian dan penyimpanan informasi dari respons.
Hal ini termasuk proses penilaian dari perspektif Peserta, Pengajar, Lembaga Pendidikan, Badan
Sertifikasi, Pengambil Kebijakan, dan khalayak. (diterjemahkan dari JISC, Effective Practice with
e-Assessment; 2007; 6)
Penilaian didalam berbagai aspek dapat menjadi lebih baik dengan adanya visualisasi soal
pengujian. Dibandingkan dengan ujian tertulis menggunakan kertas, Penilaian kompetensi
berdasarkan ujian berbasis komputer menjadi lebih akurat karena stimuli yang bervariasi dapat
dipresentasikan kepada penerima ujian.
Beberapa contoh media pengujian berbasis komputer memiliki tuntutan kognitif yang lebih sedikit
dibandingkan media pengujian konvensional. (Olson-Buchanan et al. 1998; Drasgow et al., 1999)
menggunakan video sebagai metode ujian untuk menilai kapasitas manajer perusahaan untuk
mengatasi masalah lingkungan kerja. Ujian ini sama sekali tidak ada hubungan dengan
kemampuan kognitif (dalam konteks tuntutan bagi para manajer untuk menjawab pertanyaan, yang
berarti pengetahuan teoritisnya) namun lebih menuju ke ranah afektif dan interpersonal. Dengan
teknik yang sama, Donovan et al. (1998) mengembangkan ujian kemampuan kepempimpinan yang
menilai kemampuan performa seorang manajer tanpa memperhitungkan kemampuan kognitif.
Korelasi antara kemampuan kognitif dan kemampuan interpersonal memberikan bukti validitas
dari metode ujian berbasis komputer dapat memberikan suatu pengertian dari struktur kemampuan
manusia. (Craig N. Mills . . . [et al.]. Computer Based Testing – Building the Foundation for Future
Assessment; 2002; 21-22)

2.3 Sejarah Computer Based Test (CBT)


Kolokium "Computer-Based Testing: Building the Foundation for Future Assessments" yang
diselenggarakan di Philadelphia, 25-26 September 1998, menggarisbawahi pentingnya pendekatan
baru untuk pendidikan dan tes psikologi. Tujuh peneliti terkemuka mempresentasikan makalah
meninjau penelitian dan praktik sehubungan dengan beberapa aspek kritis CBT dan CAT. Pada
seminar tersebut, Sarjana Psikometrik diberikan angket komentar dan menawarkan ide-ide
maupun usulan mereka kedalam agenda penelitian. Peserta seminar juga memberikan masukan
untuk agenda penelitian dengan berpartisipasi dalam diskusi kelompok kecil.
Kesimpulan Kolokium tersebut akhirnya rampung. Kolokium itu memberi kesempatan kepada
komunitas psikolog dan psikometrik untuk membentuk masa depan dari CBT. Diskusi yang intens
dan luas terhadap masalah kritis, menyimpulkan bahwa CBT memerlukan riset ke ranah program.
Banyak ide terhadap masalah ini dicetuskan dan pendekatan riset teoritis maupun empiris diajukan
untuk dievaluasi. Waktu itu adalah kesempatan emas bagi komunitas sarjana psikometri dan
praktisi menciptakan Kerangka untuk penelitian yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan
CBT. (Diterjemahkan dari Craig N. Mills ... [et al.] Computer-Based Testing Building the
Foundation for Future Assessments, 2002; 1-2)

2.4 e-Learning
e-Learning adalah proses pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komputer.
Digunakan secara harafiah untuk mendeskripsikan konten pembelajaran yang disampaikan
melalui layar, dan bermacam penggunaan umum dari Teknologi Informasi dan Komputer terhadap
kontribusinya di dalam proses pembelajaran. (diterjemahkan dari JISC, Effective Practice with e-
Assessment; 2007; 7)
Mengembangkan e-Learning tentunya lebih mahal daripada mempersiapkan materi kelas dan
pemberdayaan sumber daya manusia, terutama bila multimedia dan metode-metode interaktif
lainnya juga digunakan. Namun biaya penyelesaian dan biaya fungsional untuk maintenance dan
keperluan pengembangan bisa lebih murah karena tidak terikat oleh fasilitas, waktu, dan sumber
daya manusia. Namun, metode e-Learning lebih terbatas pengembangannya, hanya pada
pengembangan kemampuan kognitif. Pengembangan kemampuan interpersonal dapat ditunjang
dengan pengadaan metode-metode khusus, misalnya bermain peran (didalam ranah e-Learning)
lalu meminta feedback yang sesuai. Tetapi di dalam ranah psikomotorik, e-Learning tidak dapat
digunakan. (Beatrice Ghirardini, e-Learning Methodologies; 2011; 8-9)

2.5 Aktivitas e-Learning


Didalam praktiknya, ada 2 jenis aktivitas e-Learning, yaitu :
a. Synchronous Learning (Pembelajaran Tersinkronisasi)
Aktivitas pembelajaran tersinkronisasi adalah pembelajaran yang kegiatannya dilaksanakan secara
bersamaan pada waktu yang sama. Artinya, pembelajaran ini memerlukan keberadaan pengajar
dan pelajar berada pada waktu yang sama. Contoh aktivitas pembelajaran tersinkronisasi adalah
percakapan, ataupun video/audio conference.
b. Asynchronous Learning (Pembelajaran tak terikat waktu)
Aktivitas pembelajaran yang tidak terikat waktu memberikan kebebasan bagi pelajar untuk
menentukan kecepatan belajarnya masing-masing, pembelajaran ini dapat dilakukan kapan saja.
Contoh aktivitas pembelajaran ini adalah melalui email, dan forum diskusi.

Namun, pembelajaran tersinkronisasi juga dapat dibuat menjadi tidak terikat waktu dengan cara
direkam, maka materi tersebut dapat diakses kapan saja. Sehingga kedua aktivitas ini dapat dibuat
sefleksibel mungkin sesuai kebutuhan.

2.6 Teknologi yang digunakan e-Learning


Didalam pengembangan e-Learning, banyak teknologi dan perangkat lunak yang dapat digunakan,
beberapa memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan e-Learning. Mulai dari teknologi
email dan perpesanan instan (Instant Messaging), forum, media sosial, dan sebagainya. Namun
didalam teknisnya, e-Learning sangat bergantung pada database, Manajemen Konten (Content
Management) dan perangkat lunak yang digunakan sebagai media penyimpanan pembelajaran,
hasil studi, dan data pelajar.

2.7 Ujian Online


Menurut Dewi (2012) secara umum dikatakan online adalah bila terkoneksi/terhubung dalam suatu
jaringan ataupun sistem yang lebih besar. Menurut Winarto dan Yunus (2010) mengemukakan
bahwa ujian online merupakan proses yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek tertentu dari
informasi, yang digunakan untuk serangkaian tujuan di lingkungan dimana penilaian itu dilakukan
melalui computer yang terhubung dengan jaringan, kebanyakan penilaian tersebut merupakan tipe
dari evaluasi pembelajaran di dunia pendidikan. Kenneth (2010) mengemukakan bahwa ujian
online dapat meningkatkan standar ujian siswa sedangkan system ujian tradisional dengan
menggunakan pena dan kertas membutuhkan usaha lebih untuk siswa dan pengawas ujian. Ujian
secara manual juga membutuhkan waktu lebih lama karena peserta ujian harus menyiapkan
peralatan (buku, pena/pensil, penghapus dsb) untuk mengikuti ujian secara tertib.
Menurut Thurlow, Lazarus, Albus, dan Hodgson dalam Computer-based Testing: Practices and
Considerations (2010), ada beberapa manfaat ujian online diantaranya:
a. Administrasi yang efisien
b. Meningkatkan kemampuan peserta ujian
c. Hasil ujian dapat langsung diketahui
d. Pengembangan item soal dapat dilakukan secara efisien
e. Tingkat keaslian/originalitas test dapat ditingkatkan.
Sedangkan dalam Converting to Computer-Based Testing (2006) yang diterbitkan oleh
Professional Testing Inc. menyebutkan tantangan-tantangan dan permasalahan yang dihadapi
dalam pelaksanaan ujian online, antara lain:
a. Sumber daya ujian online
b. Bank Soal (Item banks)
c. Metode penyampaian ujian online
d. Penjadwalan ujian online
e. Lokasi ujian online beserta software
f. Pertimbangan keamanan ujian online
g. Menginformasikan pemangku
kepentingan ujian online
8. Analisis kelayakan ujian online

2.8 LMS Moodle


Menurut I Kadek dan I dewa (2014) LMS MOODLE adalah perangkat lunak yang di gunakan
untuk menyampaikan materi pembelajaran dan resources multimedia secara online berbasis web,
mengelola kegiatan pembelajaran serta hasilhasilnya, memfasilitasi interaksi, komunikasi,
kerjasama antar pengajar dan peserta didik. Menurut Peny (2015) dijelaskan bahwa ada beberapa
fitur-fitur aplikasi moodle diantaranya:
a. Uploading Bahan kuliah
b. Forum dan Chat
c. Quiz dan Survey
d. Pengumpulan dan Review Assignments/tugas
e. Penyimpanan Nilai

I Kadek dan I dewa (2014) Kelebihan aplikasi moodle terletak pada sistem jaringan dan juga
keamanan yang dapat diatur sendiri untuk ruang akses di batasi oleh luas jaringan yang di buat,
serta system pembelajaran fleksibel sesuai kebutuhan user dan banyak fitur yang lengkap.
Namun ada kekurangan diantaranya membutuhkan pemahaman yang lebih tentang system yang
ada pada moodle, perlu nya kebutuhan tenaga ahli dalam membangun e-learning system ini juga
membutuhkan biaya dan memerlukan hardware khusus untuk server maupun user yang
memenuhi.

Metode atau cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan ditulis tidak melebihi 600 kata.
Bagian ini dilengkapi dengan diagram alir penelitian yang menggambarkan apa yang sudah
dilaksanakan dan yang akan dikerjakan selama waktu yang diusulkan. Format diagram alir dapat
berupa file JPG/PNG. Bagan penelitian harus dibuat secara utuh dengan penahapan yang jelas,
mulai dari awal bagaimana proses dan luarannya, dan indikator capaian yang ditargetkan. Di
bagian ini harus juga mengisi tugas masing-masing anggota pengusul sesuai tahapan penelitian
yang diusulkan.
METODE
3.1. Lokasi dan Objek Penelitian
Kegiatan penelitian dilakukan di Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar
3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan menerapkan perancangan sistem melalui tahap-tahap Siklus Hidup
Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle - SDLC). Tahapannya :
a. Tahap Komunikasi terhadap Objek Penelitian Peneliti melakukan wawancara dan
mengumpulkan data berupa tahapan persiapan ujian mulai dari bank soal sampai kepada
tahap penilaian dan teknis pelaksanaan ujian.
b. Tahapan Perancangan Sistem
Perencanaan sistem dilakukan berdasarkan data dan permasalahan pada waktu tahap
komunikasi, dengan mempertimbangkan atribut dan kebutuhan pendataan objek yang ada.
c. Tahap Analisis Sistem
Tahap ini untuk menentukan kebutuhan (requirement) yang dimungkinkan ada di dalam
Aplikasi Computer Based Test (CBT) sebagai sarana Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru di
Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar. Hasil dari analisis berbentuk sebuah Desain
Output, input dan proses untuk menggambarkan kebutuhan dari user.
d. Tahap Pembangunan Sistem dan Implementasi
Pada tahap ini Aplikasi Computer Based Test (CBT) sebagai sarana Ujian Penerimaan
Mahasiswa Baru di Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar disusun berdasarkan
tahapan tahapannya kemudian dilakukan custom desain antarmuka, konfigurasi sistem, dan
tahap implementasi.
e. Tahap Uji Coba
Pengujian dilakukan menggunakan pengujian black box, yaitu pengujian dengan melihat
input dan output yang akan di hasilkan. Dan proses pengujian white box, yaitu pengujian
dengan melihat alur uji untuk melihat kompleksitas logis dari desain yang terdapat pada
sistem tersebut.
f. Tahap Evaluasi
Evaluasi dilakukan menggunakan wawancara kepada Panitia Pelaksanaan ujian apakah ada
dampak secara signifikan terhadap Pelaksanaan Ujian Saringan Masuk.

3. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data meliputi:
a. Metode Wawancara
Dalam penelitian ini narasumber adalah Panitia Ujian Saringan Masuk dan Direktur
Politeknik Bisnis Indonesia
b. Studi Pustaka
Dengan mempelajari buku-buku kepustakaan, jurnal ilmiah, dan informasi dari internet,
serta referensi terkait mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan
penelitian ini

Jadwal penelitian disusun dengan mengisi langsung tabel berikut dengan memperbolehkan
penambahan baris sesuai banyaknya kegiatan.
JADWAL

No Nama Kegiatan Bulan


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pelaksanaan persiapan penelitian
(Pertemuan awal anggota peneliti,
1 Penetapan bentuk rancangan penelitian, √
Persiapan penyusunan instrument
penelitian)
2 Sosialisasi dan Penetapan √
3 Pelaksanaan Studi Pustaka √
4 Pengambilan Data Lapangan √ √
5 Pengadaan Alat Barang √
Perancangan dan Analisis Sistem √ √
6
Informasi
7 Konfigurasi √ √ √
8 Testing dan Impelementasi √ √ √
9 Sosialisasi dan Pelatihan √
10 Penyusunan Laporan √
11 Publikasi hasil √

Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.
Hanya pustaka yang disitasi pada usulan penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.

DAFTAR PUSTAKA
Craig N. Mills … [et al.], 2002, Computer Based Testing – Building the Foundation for Future
Assessments, Lawrence Erlbaum Associates, Inc., Publishers
Ghirardini, B., 2011, E-learning methodologies - A guide for designing and developing e-
learning courses, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO Trust Fund
Project)
I Kadek dan I dewa (2014) E-Learning berbasis moodle. Yogyakarta. Graha ilmu
Joint Information Systems Committee (JISC), 2007, Effective Practice with e-Assessment,
www.jisc.ac.uk (digital copy)
.