Anda di halaman 1dari 6

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Saya akan coba menjawab pertanyaan forum diskusi hari ini mengenai aliran struktural.
1. Konsep kesemestaan bahasa Ferdinand De Saussure
2. Konsep struktur, sistem, dan distribusi dalam linguistik struktural
3. Analisis linguistik struktural (analisis kata dan analisis kalimat)
Konsep Kesemestaan Bahasa Ferdinand De Saussure
Pandangan kesemestaan tersebut adalah (a) bahasa manusia (objek linguistic) memiliki
struktur, (2) struktur bahasa dalam kata dan kalimat, (3) setiap bahasa memiliki strukturnya
sendiri, (4) makna kata ditentukan oleh struktur
Konsep utama tentang kesemetaan yang dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure adalah:
1. Telaah Sinkronik
Contoh pengkajian bahasa secara sinkronik:
1) Bahasa Indonesia yang digunakan pada zaman Jepang atau pada masa tahun lima
puluhan;
2) Mengkaji bahasa Indonesia pada masa Balai Pustaka
3) Bahasa Jawa pada masa kini
4) Bahasa Inggris pada zaman William Shakespeare
2. Perbedaan langue dan parole
Langue mengacu pada system bahasa yang abstrak. System ini mendasari semua
ujaran dari setiap individu. Langue bukanlah suatu ujaran yang terdengar, tulisan yang
terbaca, melainkan satu sistem peraturan yang umum dan mendasari semua ujaran nyata.
Karena adanya langue, inilah maka terbentuk masyarakat ujaran, yaitu masyarakat yang
menyepakati aturan-aturan gramatik, kosakata, dan pengucapan. Kurang lebih langue itu
adalah langue = tata bahasa + kosakata + system pengucapan.
Langue ini dihubungkan dengan ucapan nyata, yaitu parole. Parole adalah situasi
realisasi langue yang bersifat idiosyncratic dan sejalan dengan situasi sewaktu proses
tutur terjadi. Parole inilah yang merupakan objek langsung teramati oleh para linguis.
Keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara
para anggota suatu masyarakat bahasa (la langage). Sifatnya abstrak. Pemakaian atau
realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa, itu yang disebut sebagai
parole. Parole sifatnya konkret karena parole merupakan realitas fisis yang berbeda dari
realitas bahasa yang satu ke realitas bahasa yang lain.
3. Perbedaan Signifiant dan signifie
Signifiant adalah bentuk bunyi/bentuk bahasa. bentuk bahasa merupakan citra bunyi
atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita (bentuk). Sementara signifie
adalah makna atau pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita. Hubungan
antara signifiant dengan signifie sangat erat, karena keduanya merupakan kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan.
Umpamanya tanda linguistik berupa (ditampilkan dalam bentuk ortografis) <meja>,
terdiri dari komponen signifie, yakni berupa runtunan fonem /m/, /e/, /j/, dan /a/; dan
komponen signifie-nya berupa konsep atau makna’ sejenis perabot kantor atau rumah
tangga’. Tanda linguistik ini yang berupa runtunan fonem dan konsep yang dimiliki
runtunan fonem itu mengacu pada sebuah referen yang berada di luar bahasa, yaitu
“sebuah meja”. Dibagankan menjadi sebagai berikut:
4. Hubungan sintagmatik dan paradigmatic
Sistem dalam bahasa ini diterjemahkan dalam dikotomi sintagmatic relationship-
paradigmatic relationship. Urutan tanda-tanda yang membentuk hubungan horizontal
antara unsur-unsur kalimat yang membentuk urutan linear, atau unsur-unsur yang saling
berhubungan atau saling bergantungan secara teratur yang membentuk suatu
keseluruhan yang terpadu disebut hubungan sintagmatik. Dia akan pergi besok
memiliki konfigurasi tanda yang diabstraksikan sebagai: pronoun/kata ganti+ kata
bantu aspek+ kata kerja/verba+adverbia waktu
Hubungan antar unsur dalam bahasa secara sintagmatik dan paradigmatik terdapat
pada tataran fonologi, morfologi maupun sintaksis. Sintagmatik adalah hubungan antara
unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan atau
bersifat linear. terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak
terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.
Tautan dalam hubungan paradigmatik mengacu kepada hubungan antara satu tanda
dalam kalimat dan tanda lain yang tidak nampak dalam kalimat tersebut. Dalam kalimat
Dia akan pergi besok , Dia mempunyai kaitan dengan kata lain yang sejenis seperti aku,
mereka, kamu; akan berhubungan dengan kata bantu aspek lain seperti belum, sedang;
pergi berhubungan dengan verba lain seperti bekerja, bertanding; besok berhubungan
dengan tahun depan, tadi. Teknik substitusi dalam hubungan pertautan tersebut pada
dasarnya mengikuti gagasan hubungan paradigmatik.

Konsep Struktur, Sistem, dan Distribusi dalam Linguistik Struktural


Struktur internal di bagi menjadi:
1. Bunyi bahasa, yaitu /m/, /e/, /j/a/.
2. Kata, misalnya: /buku/, /makan / an /, /mem /bumi /kan/.
3. Kalimat, misalnya: /dia / sedang menatap / ke arah bintang itu./
Dalam menganalisis satuan bahasa dibedakan adanya 2 jenis hubungan atau relasi
yang terdapat antara satuan-satuan bahasa, yaitu relasi sintagmatik, dan relasi asosiatif.
Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat
yang konkret tertentu. Relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa,
namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat.
1. Aliran Praha
 Aliran Praha adalah sekelompok ilmuwan Cekoslovakia dan lain-lainnya, termasuk
Roman Jakobson, yang pada tahun 20-an bersama-sama mendirikan Circle
Linguistique de Prague.
 Aliran ini dianggap sebagai sambungan terpenting dari sturturalisme yang
dikemukakan oleh de Saussure terutama di bidang sistematika bunyi dalam bahasa
yang kemudian melahirkan evaluasi terhadap teori fonem.
 Atas prakarsa Vilem Mathesius. Tokoh-tokoh lainnya Nikolai S. Trubestkoy,
Jacobson, dan Morris Helle.
2. Aliran Glosemantik
Tokohnya Louis Hjemslev yang meneruskan ajaran Fernand de Saussure.
Namanya menjadi terkenal karena usahanya untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu
yang berdiri sendiri, bebas dari ilmu lain, dengan peralatan, metodologis dan
terminologis sendirian.
3. Aliran Firthian
Nama John R. Firth terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi.
Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis
4. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika
Disebut aliran taksonomi karena aliran menganalisis dan mengklasifikasikan
unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. 1) Pada masa itu para linguis di
Amerika menghadapi masalah yang sama, yaitu banyak sekali bahasa Indian di
Amerika yang belum diperikan. Mereka ingin memerikan bahasa-bahasa Indian itu
dengan cara baru, yaitu cara Sinkronik. 2) Sikap bloomfield yang menolak mentalistik
sejalan dengan filsafat behaviorisme. Oleh karena itu, dalam memerikan bahasa aliran
strukturalisme ini selalu mendasarkan diri pada fakta-fakta objektif. Juga tidak
mengherankan kalau masalah Makna atau arti kurang mendapat perhatian. 3) Diantara
linguis-linguis itu ada hubungan yang baik, karena adanya The Linguistics Society of
America, yang menerbitkan majalah language; wadah tempat melaporkan hasil kerja
mereka.
5. Ciri Aliran Struktualis Amerika
Cara kerja mereka yang sangat menekankan pentingnya data
yang Objektif untuk memerikan suatu bahasa. Pendekatannya bersifat Empirik. Data
dikumpulkan secara cermat, setapak demi setapak. Bentuk-bentuk Satuan
Bahasa (fonologi, morfologi dan sintaksis) diklasifikan berdasarkan distribusinya.
Oleh karena itu mereka sering juga disebut Kaum Distribusionalis. Misalkan
menentukan kelas kata. Kata kerja adalah kata yang dapat diikuti oleh frase “dengan”
Kata sifat adalah kata yang dapat didahului dengan frase “sangat atau paling”

Analisis Linguistik Struktural (Analisis Kata dan Analisis Kalimat)


Aliran struktualis yang dikembangkan Bloomfield dengan para pengikutnya sering
juga disebut aliran Taksonomi. Disebut aliran taksonomi karena aliran ini menganalisis dan
mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya. Dalam
menganalisis kalimat,misalnya ,digunakan teknik Immediate Constituents Analysis (IC
analysis) untuk melihat unsur-unsur langsung yang membangun kalimat tersebut.

Hierarkhi satuan bahasa: tataran fonologi, morfologi, dan tataran sintaksis. Tataran
fonologi terdiri atas subsistem fon dan fonem, tataran morfologi terdiri atas subsistem
morfem dan kata, tataran sintaksis terdiri atasa subsistem kata, frasa, klausa, kalimat, dan
wacana. Tataran morfologi dan sintaksis dikenal dengan istilah tataran
gramatika/tatabahasa.

1) Analisis Struktur Kata (struktur morfologi)


pakai {pakai}
berpakaian {pakai} {-an} {ber-}
kehujanan {hujan} {ke-an}
Mempertanggungjawabkan
{tanggung} {jawab} {-kan} {per-} {me}
Menari-nari {tari} {me-} + R
Dikontarakan*
Mengenyampingkan*
2) Analisis Struktur frasa dan struktur Kalimat (struktur sintaksis)
Anak dukun beranak (N+FN)/(FN+N)
Anak dukun beranak. (P: N, S: FN)
Kami berjanji (S) (P),
Diambil bukunya (P) (S),
Peserta menyanyikan Indonesia Raya (S)(P)(O),
Ayahku berdagang sayuran (S)(P)(pel),
Murid mengikuti upacara kemarin (S)(P)(O)(K)

Analisis KAlimat
1. Saya membuka pintu.
(S) (P) (atribut)
Saya // membuka pintu.
membuka// pintu
Secara sistemik kalimat Saya membuka pintu memiliki konstituen saya, membuka, pintu.
semua konstituen dalam kalimat tersebut bersifat paralel karena dapat diganti oleh konstituen
lain. Konstituen saya, dapat diganti dengan ia, dia, Nisa, Bapak. Konstituen membuka dapat
diganti oleh konstituen membaca, menutup. Konstituen pintu dapat diganti dengan majalah,
surat kabar, novel.
2. Ibu membuat bolu.
(S) (P) ( atribut)
Ibu // membuat bolu.
membuat // bolu
Pada kalimat Ibu membuat bolu. Memiliki konstituen ibu, membuat, bolu. Semua
konstituen bersifat paralel.
3. Saya menyampaikan pesan kepada adik.
(S) (P) ( atribut) (F. Nominal)
Saya // menyampaikan pesan kepada adik.
menyampaikan pesan // kepada adik
menyampaikan/ /pesan kepada// adik
Kalimat Saya menyampaikan pesan kepada adik. Kalimat tersebut memiliki konstituen
saya, menyampaikan , pesan, kepada, adik. Semua konstituen pada kalimat tersebut bersifat
paralel karena dapat saling menggantikan.
4. Kita kuliah dalam rangka meningkatkan kompetensi.
(S) (P) ( F. adverbial) ( atribut )
Kita // kuliah dalam rangka meningkatkan kompetensi.
kuliah // dalam rangka meningkatkan kompetensi
dalam rangka // meningkatkan kompetensi
dalam// rangka meningkatkan// kompetensi
Kalimat Kita kuliah dalam rangka meningkatkan kompetensi. Memiliki konstituen kita,
kuliah, dalam, rangka, meningkatkan, kompetensi. Hanya konstituen rangka yang bersifat
komplementer,sedangkan yang lainnya bersifat paralel.
5. Kami mengerjakan tugas linguistik.
(S) (P) ( atribut )
Kami // mengerjakan tugas linguistic
mengerjakan // tugas linguistik
tugas // linguistik

Kalimat Kami mengerjakan tugas linguitik memiliki konstituen kami ,mengerjakan, tugas,
linguistik. Semua konstituen bersifat paralel.

Demikianlah jawaban saya untuk forum diskusi hari ini. Terima kasih
Wassalamualaikum, Wr. Wb.