Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan

rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang

berjudul: “Wanita Berwirausaha.”

Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan

Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini

penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak

yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari

kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya

dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik

dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima

masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Metro, 24 November 2015

Penyusun

1|Page
MOTTO

1. Ingatlah bahwa kesuksesan selalu disertai dengan kegagalan

2. Jadilah diri sendiri dan jangan menjadi orang lain , walaupun dia terlihatlebih baik dari kita

3. Selalu berfikir besar, dan bertindak mulai sekarang

4. Jangan takut untuk melangkah , karna jarak 1000 mil dimulai dengan langkah pertama

5. Percayalah , tuhan tak pernah salah memberi rezeki

6. Ketika anda tidak pernah melakukan kesalahan , itu artinya anda tidak berani untuk

mencoba

7. Kita akan sukses jika belajar dari kesalahan

8. Tiada hari tanpa belajar, tiada hari tanpa prestasi

9. Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia

10. Mau jadi anak pintar ? ayo rajin belajar

11. Pendidikan merupakan perlengkapan terbaik bagi kita untuk masa depan

12. Pendidikan bukan mwrupakan sesuatu yang yang diterima, melainkan sesuatu yang didapat

13. Raihlah cita – citamu setinggi angkasa

2|Page
DAFTAR ISI

Kata pengantar ...................................................................................................1

Motto ..................................................................................................................2

Daftar Isi ............................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................4

a. Latar Belakang ........................................................................................4

b. Identifikasi Masalah.................................................................................5

c. Rumusan Masalah ....................................................................................6

d. Tujuan Masalah ........................................................................................7

BAB II LANDASAN TEORI ..............................................................................8

a. Teori Tentang Wanita Berwirausah .........................................................8

BAB III PENUTUP ..............................................................................................19

a. Simpulan....................................................................................................19

b. Saran..........................................................................................................20

Daftar Pustaka .................................................................................................21

3|Page
BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa

visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih

baik dalam menjalankan sesuatu] Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha

baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena

berbeda-beda titik berat dan penekanannya .

Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja

sendiri (self-employment) Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga

tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi

definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau

ketidakpastian.

Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan

mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut

Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk

menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau

belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui

sepenuhnya. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.Muncul

pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang

berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa,

persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai

manusia unggul.

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya

kreativitas yang tinggi.Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang
4|Page
maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah

ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh

ruang, bentuk ataupun waktu.]Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-

terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif

yang kelihatannya mustahil.

b. Identifikasi Masalah

Para peneliti juga mengidentifikasikan faktor penarik seorang wanita berwirausaha, yaitu

adanya faktor kebebasan, kemandirian, pendidikan, dan keamanan keluarga. Motivasi adalah salah

satu faktor untuk meningkatkan kinerja. Dengan adanya motivasi akan mendorong semangat kerja

dan inspirasi dari aktifitas kerja seseorang untuk bekerja lebih baik untuk mencapai tujuan

organisasi (Stoner, 1978 dalam Suswati 2005). Bartol dan Martin(1991: 446) berpendapat bahwa

yang mempengaruhi kinerja salah satunya adalah motivasi disamping kemampuan (ability) dan

kondisi lingkungan (environmental condition), Nadler dan Lawler (1979:8) berpendapat bahwa

kinerja yang tinggi dipengaruhi oleh kemampuann kerja dan motivasi. Pada penelitian ini kinerja

disimbolkan sebagai kesuksesan pengusaha wanita. Kesuksesan pengusaha wanita atau wirausaha

yang sukses pada umumnya adalah mereka yang memiliki kompetensi. Kompetensi adalah

seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang meliputi sikap,

motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/kegiatan (Muhyi,

2010). Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan individu yang

langsung berpengaruh pada kinerja, Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang ingin dicapai.

Pada penelitian ini tujuannya pengusahaadalah meraih kesuksesan.

5|Page
c. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dapat dirumuskan yaitu : bagaimana seorang wanita

tertarik kedalam dunia usaha baik dari faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi,

minat atau keinginan, pendidikan, kebutuhan, motivasi, modal, ide. Faktor eksternal meliputi,

lingkungan, kebutuhan masyarakat, teman dan keluarga serta sumber modal.

secara terperinci rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik wirausaha wanita dikota ?

2. Faktor-faktor penyebab wanita untuk berwirausaha di kota ?.

3. Bagaimana faktor-faktor internal yang meliputi minat, pemberdayaan diri,

motivasi, berpengaruh terhadap pengambilan keputusan wanita untuk berwirausaha di kot?

4. Bagaimana faktor-faktor eksternal yang meliputi peran suami dan sumber modal yang

berpengaruh terhadap pengambilan keputusan wanita untuk berwirausaha ?

6|Page
d. Tujuan Masalah

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah antara lain sebagai berikut:

1. Ingin mengkaji dan menganalisis karakteristik pengusaha wanita

2. Ingin mengkaji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

wanita untuk berusaha

3. Ingin mengkaji dan menganalisis pengaruh faktor-faktor internal yang meliputi minat,

pemberdayaan diri, motivasi terhadap pengambilan keputusan wanita untuk berwirausaha

4. Ingin mengkaji dan menganalisis pengaruh faktor-faktor eksternal yang meliputi peran

suami dan sumber modal terhadap pengambilan keputusan wanita untuk berwirausaha

5. Ingin menguji dan menganalisis diantara faktor internal dan eksternal tersebut mana yang

berpengaruh dominan terhadap pengambilan keputusan wanita untuk berwirausaha

7|Page
BAB II

LANDASAN TEORI

a. Teori tentang wanita berwirausaha

1 Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). defenisi UMKM Dalam perekonomian

Indonesia, usaha mikro, kecil dan me nengah (UMKM) merupakan kelompok usaha yang memiliki

jumlah paling besar. Selain itu kelompok ini terbukti tahan terhadap berbagai macam goncangan

krisis ekonomi. Maka sudah menjadi keharusan penguatan kelompok usaha mikro, kecil menengah

dan melibatkan banyak kelompok. Criteria usaha yang termasuk dalam usaha mikro kecil dan

menengah telah diatur dalam paying hokum berdasarkan undang-undang. Berdasarkan undang-

undang nomor 20 tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ada beberapa

criteria yang dipergunakan untuk mendefenisikan pengertian dan kriteria usaha mikro, kecil dan

menengah. pengertian-pengertian UMKM tersebut adalah :

a. Usaha mikro criteria kelompok usaha mikro adalah usaha produktif milik orang

perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi criteria usaha mikro sebagaimana

diatur dalam undang-undang ini.

2. Usaha kecil Criteria usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang beridir sendiri, yang

dilakukan oleh seorang perorangan atau badan usaha yang

bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perushaan yang dimiliki,

dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau

usaha besar yang memenuhi criteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini.

3. Usaha menengah Criteria usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri,

yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak cabang

8|Page
perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung

maupun secara tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih

atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.

Kriteria UMKM Kriteria usaha mikro, kecil dan menengah menurut UU no 20 tahun 2008

digolongkan berdasarkan jumlah asset dan omset yang dimiliki oleh usaha. Kriteria UMKM no

Usaha kriteria Asset omzet .

a) Usaha mikro Maks. 50 juta Maks. 300 juta

b) usaha kecil > 50 juta – 500 juta > 300 juta 2,5 Miliar

c) Usaha menengah >500 juta- 10 miliar > 2,5 Miliar – 50 Miliar

Entrepreneur (wirausaha) dan Entrepreneurship (kewirausahaan) .Defenisi Entrepreneur

(wirausaha) Istilah wirausaha (entrepreneur) sudah dikenal dalam

sejarah ilmu sekonomi sejak tahun 1755. Richard cantilon, ahli ekonomi perancis, dalam Essai

Sur La Nature Du Commerce en General, menyatakan seorang wirausaha sebagai seorang yang

membayar harga tertentu untuk produk tertentu, untuk kemudia dijualnya dengan harga yang tidak

pasti (an Uncertain Price), sambil membuat keputusan-keputusan tentang upaya mencapai dan

memanfaatkan risiko usaha (The Risk of Entreprise) (winardi, 2003). Secara sederhana arti

wirausaha (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha

dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani

memulai, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. Kegiatan

wirausaha dapat dilakukan seorang diri atau kelompok. Seorang wirausahawan dalam pikiranya

selalu berusaha mencari, memanfaatkan serta menciptakan peluang usaha yang dapat memberikan

keuntungan (kasmir, 2006).

Mas’ud Machfoedz (2005) menyatakan bahwa seorang wirausahawan adalah pribadi yang

mandiri dalam mengejar prestasi, ia berani mengambil risiko untuk mulai mengelola bisnis demi
9|Page
mendapatkan laba. Karena itu, ia lebih memilih menjadi pemimpin daripada pengikut, untuk itu

seorang wirausawan memiliki rasa percaya diri yang kuat dan mempertakan diri ketika menghadapi

tantangan pada saat merintis usaha bisnis. Dalam menghadapi berbagai permasalahan, seorang

wirausahawan senantiasa dituntut kreatif.

Definisi Entrepreneurship (kewirausahaan) Istilah entrepreneurship berasal dari kata

entrepreneur. Entrepreneurship (kewirausahaan) merupakan sebuah alat dari pandangan hidup

seorang yang menginginkan adanya kebebasan dalam ekonomi untuk menciptakan sesuatu yang

baru dengan menggunakan sumber data yang ada. Untuk mencapai tersebut tentunya harus pandai

memanfaatkan peluang peluang melalui berbagai kesempatan bisnis, kemapuan manajemen

pengambilan risiko yang tepat untuk mencapai kesempatan, dan melalui kemampuan komunikasi

dan keahlian manajemen dalam menggerakan manusia, keuangan dan sumber daya materi untuk

menghasilkan proyek dengan baik (Ranto, 2007). Menurut zimmerer (1996) dalam dzisi (2008)

“entrepreneurship is the result of a disciplined, systematic process of applying creativity and

innovations to needs and opportunies in the marketplace”. Jadi kewirausahaan merupakan hasil dari

proses-proses dalam penerapan kreativitas dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan dan peluang

yang dipasar. Schumpter (1934) dalam dzisi (2008) mendefinisikan “entrepreneurship as the

innovator who introduces something new into an economy”. Dimana entrepreneur sebagai

innovator yakni kegiatan bisnis yang dilakukan inovasi dan mengenal suatu yang baru pada

perekonomian. Dalam hal ini meliputi produk baru, metode baru untuk proses produksi atau sumber

bahan baku baru untuk struktur industry baru dan menciptakan organisasi baru untuk berbagai

industry. Dalam pemikirianya, Schumpeter lebih menekankan entrepreneurship sebagai proses dari

entrepreneur tersebut menjadi actor dan penerjemah dari penemuan dan ide-ide baru menjadi

produk yang komersil.

Meskipun terlihat sederhana, penciptaan inovasi sangatlah sulit untuk diciptakan. Tidak banyak

orang yang mampu dan mempunyai pemikiran yang kreatif, sehingga kebanyakan orang hanya

10 | P a g e
dapat meniru hasil ciptaan orang lain. Hal inilah yang membuat entrepreneur menjadi istimewa dan

berbeda. Ciri dan watak wirausaha Sikap dan perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang

dimiliki oleh seorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan

sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan tersebut dapat maju dan sukses.

Geoffrey G. Meredith (1996) mengemukan cirri dan watak wirausaha sebagai berikut: No Ciri-ciri

watak 1 Percaya diri Keyakinan, ketidak tergantungan, individualisme, dan optimisme. 2

Berorientasi pada tugas hasil Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi, berorientasi laba,

ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.

Pengambilan risiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan 4

kepemimpinan Prilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran saran dan

kritik. 5 keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel 6 Berorientasi ke masa depan Pandangan

kedepan, perspektif 7 Jujur dan tekun Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sma dengan kerja

Kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama

dengan cara-cara baru. Menurut hagen (1992) ciri-ciri innovational personality adalah sebagai

berikut :

a. Openness to experience (terbuka terhadap pengalaman)

b. Creative imagination (memiliki kemampuan untuk bekerja dengan penuh imajinasi).

c. Confidence and content in one’s own evaluation (memiliki keyakinan atas penilaian dirinya

dan teguh pendirian).

d. Satisfaction in facing and attacking problems and resolving confusion or inconsistency (selalu

memiliki kepuasan dalam menghadapi dan memecahkan persolan).

e. Has a duty or responsibility to achieve (memiliki tugas dan tangguhng jawab untuk

berprestasi).

11 | P a g e
f. Inteligency and energetic (memiliki kecerdasan dan energik).

Sedangkan menurut Alma(2003), jalan menuju wirausaha sukses adalah:

1. Mau bekerja keras

2. Bekerja sama

3. Penampilan yang baik

4. Yakin

5. Pandai membuat keputusan

6. Mau menambah ilmu pengetahuan

7. Ambisi untuk maju dan

8. Pandai berkomunikasi.

berbagai macam profil wirausaha Menurut zimmerer dan scarborough (2008), jika diperhatikan

entrepreneur yanga ada dimasyarakat sekarang ini maka dijumpai berbagai macam profil yaitu: a.

Young entrepreneur Orang-orang muda yang mengambil bagian dalam memulai bisnis. Didoroang

kekecewaan akan prospek pada perusahaan .pemerintah dan keinginan untuk memiliki peluang

menentukan nasib mereka sendiri, banyak generasi muda lebih memilih kewirausahaan sebagai

jalur karir merek. Women entrepreneur Banyak wanita yang akan terjun kedlam dunia usaha atau

bidang bsinis, alasan mereka menekuni bidang bisnis ini didorong oleh faktor-faktor antara lain

ingin memperlihatkan kemampuan prestasinya, membantu ekonomi keluarga, frustasi terhadap

pekerjaan sebelumnya dan sebagainya. Yang mana dalam tulisan ini akan dikhusukan membahas

wirausaha wanita ini. Minority entrepreneur kaum minoritas di Indonesia kurang memiliki

kesempatan kerja di lapangan pemerintahan sebagaimana layaknya warga Negara pada umumnya.

Oleh sebab itu, mereka berusaha menekuni kegiatan bisnis dalam kehidupoan sehari-hari.

Demikian pula para perantau dari daerah tertentu yang menjadi kelompok minoritas pada suatu

daerah, mereka juga berniat mengembangkan bisnis, kegiatan bisnis ini semakin lama semakin

12 | P a g e
maju, dan arena mereka membentuk organisasi minoritas di kota-kota tertentu. d. Immigrant

entrepreneur kaum pedagang yang memasuki suatu daerah biasanya sulit untuk memperoleh

pekerjaan formal.

Oleh sebab itu, mereka lebih leluasa terjun dalam pekerjaan yang bersikap non-formal yang

dimulai dari berdagang kecil-kecilan sampai berkembang menjadi perdagangan tingkat menengah.

e. Part time entrepreneur Memulai bisnis dalam mengisi waktu lowong merupakan pintu gerbang

untuuk berkembang menjadi usaha besar. Bekerja paruh waktu tidak mengorbankan pekerjaan

dibidang lain misalnya seorang pegawai pada sebuah kantor bermaksud mengembangkan hobi yang

menarik. Hobi ini akhirnya mendapat keuntungan yang lumayan. Ada kalahnya orang ini berlaih

profesi, dan berhenti menjadi pegawai dan beralih bisnis yang merupakan hobinya. f. Home-based

entrepreneur Ada pula ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga,

misalnya ibu rumah tangga yang membuat kerajinan tangan seperti pernak-pernik, hiasan rumah

dari kaleng bekass, ibu-ibu yang pandai membuat kue dan aneka masakan, hingga ia bisa mengirim

kue-kue ke took eceran ditempatnya. Akhirnya usaha semakin lama makin maju. Usaha catering

banyak dimulai dari rumah tangga yang bisa masak, kemudian usaha ini berkembang melayani

pesanan untuk pesta. Family-owned business sebuah keluarag dapat membuka berbagai jenis

cabang dan usaha. Mungkin saja usaha keluarga ini dimulai labih dahulu oleh bapak, setelah usaha

bapak ini maju dibuka cabang baru dan dikelola oleh ibu. Kedua perusahaan ini maju dan membuka

beberapa cabang lain mungkin jenis usahanya berbeda atau lokasinya berbeda. Masing-masing

usaha ini bisa dikembangkan atau dipimpin oleh anak-anak mereka.

Dalam keadaan sulitnya lapangan pekerjaan pada saat ini maka kegiatan ini perlu dikembangkan.

Copreneurs adalah wirausaha yang bekerja sama-sama sebagai pemilik bersama dari mereka.

Copreneurs dibuat dengan cara menciptakan pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masing-

masing. Orang-orang yang ahli dibidang ini diangkat menjadi penanggung jawab divisi tertentu dari

bisnis-bisnis yang sudah ada. wirausahawan wanita (women entrepreneur) Wirausahawan wanita

13 | P a g e
didefinisikan sebagai pemilik bisnis yang memiliki inisiatif, menerima segala resiko dan keuangan,

bertanggung jawab secara administrasi dan sosial efektif memimpin dalam manajemenya (meng &

Liang, 1996). Definisi umum dari wirausahawan wanita adalah pemilik bisnis yang juga

menjalankan bisnisnya sendiri atau bersama rekan bisnisnya, baik yang membayar maupun yang

tidak membayar pegawai (Meng & Liang, 1996). Menurut Zimmerer dan scarborough (2008),

meskipun telah diperjuangkan selama bertahun-tahun secara legislative wanita tetap mengalami

diskriminasi ditempat kerja. Meskipun demikian, bisnis kecil telah menjadi pelopor dan

menawarkan peluang di bidanag ekonomi baik kewirausahaan maupun pekerjaan. Semakin banyak

wanita yang menyadari bahwa menjadi wirausaha adalah cara terbaik untuk menembus dominasi

laki-laki yang menghambat peningkatan karir waktu ke puncak organisasi melalui bisnis mereka

sendiri. Faktanya, wanita yang membuka bisnis 2,4 kali lebih banyak daripada pria. Meskipun

bisnis yang dibuka wanita cenderung lebih kecil dari yang dibuka pria.

Meskipun bisnis yang dibuka wanita cenderung lebih kecil dari yang dibuka pria, tapi

dampaknya sma sekali tidak kecil. Perusahaan perusahaan yang dimiliki wanita memperkerjakan

lebih dari 15,5 juta karyawan atau 35% lebih banyak dari semua karyawan fortune diseluruh dunia.

Wanita memiliki 36% dari semua bisnis. Meskipun bisnis mereka cenderung tumbuh lebih lambat

daripada perusahaan yang dimiliki pria, wanita pemilik bisnis meiliki wanita yang terpusat dalam

bidang eceran dan jasa, wirausahawan wanita berkembang dalam industry yang sbelumnya dikuasai

oleh laki-laki, seperti pabrik, konstruksi, transportasi, dan pertanian. Kondisi wirausawan wanita di

Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Kondisi tersebut dapat terlihat dari banykanya

koperasi-koperasi perempuan baru dan beragam bisnis usaha kecil menengah yang terbentuk dan

sukses (SMECDA, 2006). definisi motivasi istilah motivasi (motivation) berasal dari perkataan

bahasa latin, yaitu movere yang berarti menggerakkan (winardi, 2002). Menurut robbins (1996)

motivasi sebagai kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi kearah tujuan-tuuan,

yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi kebutuhan individual. Sedangkan gray

(1983) menyatakan bahwa motivasi adalah hasil sejumlah proses yang bersifat internal atau
14 | P a g e
eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi

dalam melaksanakan hal-hal tertentu. R. heru kristianto, dalam bukunya menyebutkan berbagai

macam teori motivasi juga mampu mampu menjelaskan motivasi orang melakukan kegiatan usaha

sebagai seorang wirausaha :

a. Motif berprestasi kewirausahaan ( teori david McClelland, 1961) seorang wirausaha

melakukan kegiatan usaha didorong oleh kebutuhan untuk berprestasi, berhubungan dengan orang

lain dan untuk mendapatkan kekuasaan baik secara financial maupun secara sosial. Wirausaha

melakukan kegiatan usaha dimotivasi oleh : - Motif berprestasi (need for achievement). orang

melakukan kegiatan kewirausahaan didorong oleh keinginan mendapatkan prestasi dan pengakuan

dari keluarga mapun masyarakat. - Motif berafiliasi (need for affiliation) Orang melakukan kegiatan

kewirausahaan didorong oleh keinginan mendapatkan kekuasaan atas sumber daya yang ada.

Peningkatan kekayaan penguasaan pasar sering menjadi pendorong utama wirausaha melakukan

kegiatan usaha.

b. Motif kebutuhan maslow (teori hirarki kebutuhan maslow, 1970). teori hirarki

kebutuhan maslow mampu menjelaskan motivasi orang melakukan kegiatan usaha. Maslow

membagi tingkatan motivasi kedalam hirarki kebutuhan dari kebutuhan yang rendah sampai yang

berprioritas tinggi, dimana kebutuhan tersebut akan mendorong orang untuk melakukan usaha. -

Physiological Need motivasi seorang melakukan kegiatan kewirausahaan didorong untuk mampu

memenuhi kebutuhan sehari-hari, fisiologi seperti: makan, minum, kebutuhan hidup layak secara

fisik, rest and refreshment breaks, physical comfort on the job, and reasonable work hours. -

Security need Motivasi melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi rasa aman atas sumber

daya yang dimiliki,

seperti: investasi, perumahan, asuransi, dan lain-lain. Social need Motivasi seseorang

melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk memenuhi kebutuhan sosial, berhubungan dengan orang

lain dalam suatu komunitas. - Esteem need Motivasi melakukan kegiatan usaha, bisnis untuk
15 | P a g e
memenuhi rasa kebanggaan, diakuinya potensi yang dimiliki dalam melakukan kegiatan bisnis. -

Self actualization need Motivasi melakukan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi

diri. Keinginan wirausaha untuk menghasilkan sesuatu yang diakui secara umum bahwa hasil

kerjanya dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.

b.Teori motivasi Herzberg menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong

seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor

itu disebutnya faktor hygiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsic). Faktor

hygiene memotivasi seorang untuk dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar

manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor

motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya

adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsic). Dari beberapa

definisi motivasi diatas, dapat disimpulkan motivasi adalah suatu faktor yang mendorong seseorang

untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu, sehingga motivasi untuk melakukan

sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu,

sehingga motivasi dapat diartikan sebagai pendorong perilaku seseorang.

b. Motivasi orang melakukan bisnis, wirausaha sering berbeda keanekaragaman ini menyebabkan

perbedaan dalam perilaku yang berkaitan dengan kebutuhan dan tujuan. Motivasi pada

wirausahawan wanita Dalam jurnal pengkajian koperasi dan UKM No.1 tahun 1-2006 menyebutkan

ingin mengurangi pengangguran, atau menciptakan lapangan usaha, meringankan beban keluarga,

mengubah nasib dan ingin menjadi diri sendiri sebagai motiovasi wanita melakukan usaha. Menurut

penelitian yang dilakukan Zhu dan Chu (2010), motivasi wirausahawan wanita untuk memulai dan

menjalankan adalah : 1. Personal growth factor yang meliputi : - To prove I can do it - To be able

yo use my past experience and training - For my own satisfaction and growth - To gain public

recognition 19 2. Family factor meliputi - To increase my income - To protect my job security - To

be my own boss Sedangkan dalam penelitian tentang investigation of woment entrepreneurs in


16 | P a g e
Lesotho yang dilakukan oleh merwe (2010) menyebutkan faktor-faktor motivasi wanita menjadi

wirausaha adalah :

1. Need for independence

2. Need for flexible svhedule

3. Need for a challenge

4. Dissatisfaction with salaried jobs (job/career frustration)

5. Social status (personal achievement, to be recognized in the community)

6. Role models and other people’s influence (friends and family members)

7. Insufficient family home 8. Brings high income

8. Redundancy (lost your job)

9.Ensure high job security

10. Difficulty in finding a job

11. Develob hobby

12. Entered the family business

13. Family tradition

Penelitian mengenai motivasi wirausahawan wanita sangatlah beragam, akan tetapi untuk

memudahkan penelitian yang dijalani, maka penulis menggunakan faktor-faktor motivasi menurut

Zhu dan Chu (2010), dan merwe (2010). faktor motivasi dari penelitian terdahulu yang memiliki

persamaan arti. Penulis melakukan pembangunan faktor-faktor motivasi dari hasil penelitian Zhu

17 | P a g e
dan Chu (2010) dan merwe (2010) yang kemudian digunakan sebagai variable motivasi dalam

penelitian ini

Penulis menemukan ada beberapa faktor motivasi dari kedua penelitian tersebut yang

memiliki persamaan arti, dan untuk menghindari terjadinya pengandaan pada faktor motivasi yang

memiliki persamaan arti, maka penulis hanya menggunakan satu faktor motivasi untuk setiap faktor

yang memiliki persamaan arti dari dua penelitian tersebut. Penjelasan mengenai faktor motivasi

yang memiliki persmaaan arti dari kedua penelitian tersebut dijelaskan pad tabel berikut. Hasil

penelitian Lei Zhu dan Hung M. Chu (2010) Hasil penelitian Stephan P van der merwe (2010)

Faktor motivasi yang memiliki persamaan arti :

1.to prove I can do it

2.to be able to use my past experience and training

3. for my own satisfaction and growth

4.to gain public recognition

5. to maintain my personal freedom

6. to be closer to my family

7. to build a business to pass on

8. to provide jobs for family members

18 | P a g e
BAB III

PENUTUP

a. Simpulan

kesimpulan penelitian Penelitian ini disusun sebagai usaha untuk memberikan jawaban atas

research question (pertanyaan penelitian) seperti yang telah dijelaskan di atas hasil data kesimpulan

yang diperoleh :

1. Hasil analisis faktor motivasi terhadap beberapa responden wirausaha wanita yang diteliti

terbentuk 6 faktor motivasi, yaitu growth (pengembangan diri), family (keluarga), need for

achievement (kebutuhan berprestasi), income-job (pendapatan), physiological drive (dorongan

fisiologis), dan faktor hygiene (faktor ekstrinsik) sebagai faktor motivasi wirausahawan wanita

dalam menjalankan usahanya pada industry sanjai di bukittinggi.

2. Dari analisis data menyatakan bahwa motivasi mempunyai korelasi sangat rendah dan

tidak signifikan dengan pertumbuhan usaha hal ini dapat disimpulkan bahwa motivasi bukan

merupakan faktor utama dalam pertumbuhan usaha wirausahawan wanita pada industry sanjai dan

tenun di bukittinggi, namun ada faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan yang

tidak dimasukan dalam penelitian ini, salah satunya yaitu kemampuan manjerial. keterbatasan

penelitian Keterbatasan penelitian adalah sebagai berikut :

a) Penelitian ini mengambil objek dengan jumlah populasi dikota bukittinggi, penelitian ini

tidak sepenuhnya dilakukan, melaui hasil karya orang lain, melalui telepon dan kurang

terjun langsung kelapangan.

b) Keterbatasan waktu hingga penyebaran kuesioner tidak sempurna dilaksanakan keberbagai

tempat yang telah direncanakan.

19 | P a g e
c) Karena terbatasnya waktu maka banyak tulisan hasil referensi dari berbagai sumber yang

telah berpengalaman di bidangnya.

d) Penelitian ini hanya menggunakan variable untuk mengukur pertumbuhan usaha, karena

penelitian ini hanya korelasi terhadap pertumbuhan usaha, sedangkan variable lain yang

memiliki korelasi terhadap pertumbuhan usaha, sedangkan variable lain yang memiliki

pengaruh terhadap pertumbuhan usaha tidak digunakan dalam penelitian ini.

b. Saran

untuk Universitas STKIP Darma Wacana Metro, kami bertrima kasih telah memilih kami untuk

bisa bergabung di Univesitas STKIP Darma Wacan Metro, tidak ada saran apapun untuk

Universitas STKIP Darma Wacana Metro dan dosen pengajar. ucapan terima kasih untuk dosen

pembibing mata kuliah karna sudah menyalurkan ilmu kepada kami , hingga kami menjadi

mahasiswa yang terdidik .

20 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

http://prop-usaha.blogspot.com/2011/06/pengertian-inovasi.html
http://id.wikipedia.org
http://www.promolagi.com/tips_det.php?tip=231
http://www.scribd.com/doc/24797582/Pemunculan-Gagasan-Produk-Baru
http://the-marketeers.com/archives/tips-menjadi-pengusaha-pemula.html

21 | P a g e