Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL KALIBRASI

ALAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman

1/1
Ditetapkan
Tanggal terbit Kepala Klinik Pratama Atang Sendjaja,

PROSEDUR TETAP
dr. Agnes Anastasia, S. SH. MHKes
Pembina IVa NIP 196408081998032001

Kalibrasi alat adalah kegiatan untuk menentukan


PENGERTIAN kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dan
bahan ukur dengan membandingkan terhadap standar
pengukuran yang baku (Standar Nasional atau
Internasional) untuk satuan ukuran.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah yang harus
TUJUAN dilakukan pada saat melakukan kalibrasi alat di
laboratorium.

KEBIJAKAN

REFERENSI

1. Petugas melakukan identifikasi instrumen yang


PROSEDUR berpengaruh langsung terhadap hasil pengujian dan
membuat jadwal kalibrasi untuk peralatan tersebut.
2. Instrumen yang sudah dikalibrasi dan divalidasi diberi
label. Label mencakup tanggal kalibrasi, nilai kalibrasi,
dan ketidakpastian pengukurannya.
3. Hasil kalibrasi dan validasi dicatat dalam buku
inventaris.
4. Bila memungkinkan, setelah dilabel sekurang-
kurangnya enam bulan sekali dilakukan pengecekan
antara.
5. Apabila pengecekan antara masih sesuai dengan hasil
kalibrasi sebelumnya, maka tidak dilakukan kalibrasi
sampai pengecekan antara selanjutnya.
6. Apabila pengecekan antara menghasilkan nilai
penyimpangan yang lebih besar dari kalibrasi
sebelumnya, maka dilakukan kalibrasi dan validasi
ulang oleh institusi yang berkompeten.
7. Data hasil pengecekan antara dicatat dalam buku
inventaris.
8. Bila memungkinkan, dilakukan juga kalibrasi antara
untuk standar acuan dan bahan acuan.
9. Rekaman standar acuan dan bahan acuan disimpan
dalam buku inventaris.
10. Petugas inventaris melaksanakan pencatatan dan
pelaporan.
1. Laboratorium
Unit Terkait