Anda di halaman 1dari 28

Memahami Laporan Arus Kas untuk Pengelolaan Keuangan

Perusahaan Anda
January 23, 2018 by Jojo
Setiap akhir bulan, Anda pasti ingin tahu berapa saldo yang
masih ada di rekening, bukan? Hal ini juga yang berlaku di
perusahaan. Nah, untuk tujuan tersebut, manajemen
perusahaan biasanya melihat laporan arus kas. Di sanalah saldo
akhir atau kas perusahaan diinformasikan.

Melalui laporan arus kas, manajemen dapat mengetahui berapa


penerimaan dan pengeluaran sebuah organisasi dalam satu
periode tertentu. Kondisi surplus maupun defisit juga dapat
terlihat dari laporan ini.

Laporan arus kas juga merupakan semacam akumulasi dari


aktivitas keuangan perusahaan. Untuk mempermudah evaluasi,
biasanya arus kas dilaporkan per tahun. Selain itu, juga untuk
memudahkan perusahaan dalam menyusun rencana keuangan
di tahun berikutnya.

Banyak organisasi nirlaba yang hidup dari sokongan dana publik,


mengumumkan arus kas dalam laporan tahunan mereka. Ini
dimaksudkan agar para donatur juga khalayak luas mengetahui
aktivitas organisasi tersebut per tahun. Aktivitas itulah yang
menggambarkan untuk apa uang donasi mereka, digunakan.

Pengertian Laporan Arus Kas


Laporan arus kas atau cash flow statement adalah salah satu
komponen laporan keuangan. Ia menyajikan informasi tentang
penerimaan dan pengeluaran kas sebuah organisasi dalam satu
periode tertentu.Dengan melihat laporan ini, kita dapat
mengetahui bagaimana perputaran arus kas suatu perusahaan.

Untuk menyusun laporan arus kas, Anda membutuhkan catatan


tentang penerimaan kas perusahaan. Data ini disebutkan
sebagai arus kas masuk dalam laporan arus kas. Ini didapatkan
dari pendapatan tunai, sebagai hasil dari kegiatan operasional
perusahaan. Investasi tunai juga dapat dicatat pada pos arus kas
masuk ini.

Selain catatan penerimaan kas, Anda juga membutuhkan


catatan aktivitas pengeluaran kas. Arus kas keluar, adalah nama
pos ini dalam laporan arus kas. Ia didapat dari beban-beban
yang harus dibayarkan perusahaan. Tidak hanya beban
operasional saja, namun investasi yang dikeluarkan untuk
ekspansi bisnis perusahaan, juga tercakup di dalamnya.

Di akhir laporan arus kas, manajemen perusahaan dapat


melihat posisi kas perusahaan. Ini disebut dalam laporan
sebagai arus kas bersih. Nominal arus kas bersih didapat dari
mengurangi jumlah arus kas masuk dengan arus kas keluar. Jika
arus kas bersih menunjukkan angka positif, berarti perusahaan
mengalami surplus alias memperoleh laba. Demikian pula
sebaliknya.

Klasifikasi Laporan Arus Kas


Sebuah perusahaan yang sehat tentunya memiliki banyak
transaksi atau aktivitaskeuangan. Untuk mewadahi bermacam
aktivitas tersebut, dalam laporan arus kas dibuat klasifikasi. Ini
dilakukan agar laporan tersebut lebih spefisik saat memberikan
informasi. Dengan demikian semakin memudahkan manajemen
perusahaan untuk melakukan evaluasi keuangan.

Fungsi Manajemen Humas


Laporan arus kas dibagi menjadi tiga bagian. Hal ini adalah
sesuai dengan aktivitas keuangan yang umumnya dilakukan
oleh perusahaan. Aktivitas keuangan tersebut adalah operasi,
investasi, dan pendanaan. Selanjutnya akan dijelaskan berikut
ini:

Kas Aktivitas Operasi


Aktivitas operasi adalah aktivitas utama penghasil pendapatan
perusahaan, dan secara langsung berimbas pada kas.Karena
merupakan catatan atas penghasilan perusahaan, maka dalam
laporan kas ini, arus kas masuk sebagian besar berasal dari hasil
penjualan barang dan atau jasa.

Selain itu, penerimaan dari pembayaran royalti, komisi, atau fee


juga dapat dicatat disini. Termasuk juga pembayaran kontrak
untuk tujuan transaksi dan perdagangan.

Lain halnya pada pos pengeluaran atau arus kas keluar, kas
aktivitas operasi biasanya paling banyak mencatat pembayaran
gaji karyawan. Selain itu, pembayaran kepada pemasok barang
(supplier) dan penerimaan kembali pajak penghasilan, juga
biasanya dicatat pada laporan kas ini.
Kas Aktivitas Investasi
Untuk mengembangkan perusahaan, seringkali para pengusaha
melakukan aktivitas investasi. Agar dapat lebih mudah
melakukan pemantauan terhadap perkembangan investasi itu,
maka diperlukan pencatatan tersendiri terhadap aktivitas
keuangan untuk tujuan tersebut.

Lalu apa sajakah yang termasuk dalam aktivitas investasi?


Aktivitas keuangan seperti perolehan penjualan dan pembelian
aktiva tetap, adalah salah satu contohnya. Perolehan
perusahaan dari pelepasan aset jangka panjang, juga termasuk
dalam aktivitas investasi ini.

Pada kas aktivitas investasi, pos penerimaan dapat berasal dari


penjualan tanah, bangunan, dan peralatan. Perolehan saham
dan instrumen keuangan lain juga dapat menjadi sumber
penerimaan.

Pengeluarannya dapat berupa pembayaran kas untuk membeli


aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang.
Pengeluaran lain biasanya berupa uang muka dan pinjaman
yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya.

Kas Aktivitas Pendanaan


Klasifikasi ketiga dari laporan arus kas ini mencatat aktivitas
keuangan yang berhubungan dengan investasi pemilik,
pengambilan uang oleh pemilik, dan peminjaman dana. Kas ini
dapat juga diartikan aktivitas keuangan yang menyebabkan
perubahan jumlah dan komposisi modal, juga pinjaman.

Emisi saham, emisi obligasi, pinjaman, wesel, dan hipotik,


adalah beberapa aktivitas yang dapat tercatat dalam
penerimaan kas pada kas aktivitas pendanaan ini. Di sisi lain,
pengeluaran kas dapat berupa pembayaran kas kepada
pemegang saham, juga pelunasan pinjaman.

Cara Menyusun Laporan Arus Kas


Dalam keseluruhan proses pembuatan laporan keuangan secara
utuh, laporan arus kas dibuat setelah laporan neraca. Ada dua
sumber data yang digunakan, yaitu laporan laba rugi tahun
berjalan dan neraca. Neraca yang digunakan sebagai dasar
penyusunan ini adalah, neraca tahun berjalan dan neraca tahun
sebelumnya.

Langkah pertama, ambil kesimpulan dari laporan laba rugi pada


tahun berjalan. Jika terjadi laba, maka dapat menjadi salah satu
input untuk dicatat dalam pos penerimaan atau arus kas masuk,
pada laporan arus kas yang akan Anda susun.

Langkah kedua adalah membandingkan kedua neraca tersebut


di atas. Tujuan perbandingan ini adalah untuk mengetahui
perubahan apa saja yang terjadi pada pos-pos atau akun-akun
dalam neraca.

Caranya adalah dengan membandingkan masing-masing pos


yang sama pada setiap neraca. Atau dapat pula dengan
mengamati masing-masing pos tersebut, pada neraca awal dan
neraca akhir satu periode.Hal tersebut dimungkinkan, karena
pada prinsipnya, neraca akhir satu periode akan menjadi neraca
awal bagi periode berikutnya.

Langkah ketiga adalah mencari dan menghitung perubahan apa


saja yang terjadi pada pos-pos neraca. Besarnya perubahan
dihitung dengan mencari selisih nominal pos yang sama pada
kedua neraca.

Jika terjadi kenaikan saldo pada neraca berikutnya, itu disebut


perubahan naik. Namun, jika yang terjadi malah penurunan
saldo, maka disebut dengan perubahan turun.

Langkah keempat, menginput semua pos neraca ke dalam


format laporan arus kas. Ini dimulai dari pos penerimaan
terlebih dahulu. Urutan input aktivitas keuangannya adalah
pertama, catat laba terlebih dahulu, lalu aktivitas operasi,
kemudian investasi, terakhir aktivitas pendanaan. Demikian juga
pada pos pengeluaran.

Langkah terakhir, jangan lupa untuk menjumlahkan seluruh pos


penerimaan dan pengeluaran. Setelahnya, hitung selisih kas
masuk dengan kas keluar. Caranya adalah dengan mengurangi
arus kas masuk dengan kas keluar. Anda akan mendapatkan
saldo kas perusahaan di akhir periode, atau yang disebut
dengan kas bersih.

Tujuan Laporan Arus Kas


Seperti telah disebutkan di atas, bahwa laporan arus kas
memberikan informasi kepada manajemen tentang saldo akhir
atau kas bersih perusahaan di akhir tahun. Itulah mengapa
laporan ini disusun.

Secara umum, laporan arus kas bertujuan untuk membantu


manajemen melakukan evaluasi terhadap kegiatan operasional
dan aktivitas keuangan pada tahun berjalan. Berdasarevaluasi
tersebut, maka mereka dapat merencanakan aktivitas investasi
serta pembiayaan di masa mendatang.

Berbicara tentang evaluasi dan perencanaan, secara lebih detail


arus kas dilaporkan agar pada tahun berikutnya, perusahaan
dapat melakukan prediksi terhadap kemampuan finansialnya.
Ini menjadi satu hal yang penting, karena bagaimanapun—
meski bukan yang utama— uang memiliki peran vital dalam
sebuah perusahaan.

Dengan melakukan prediksi kemampuan finansial tersebut,


manajemen perusahaan dapat merumuskan langkah kebijakan
perusahaan berikutnya. Hal ini terkait dengan perbaikan kinerja
perusahaan. Apakah harus mengurangi jumlah pegawai atau
melakukan efisiensi peralatan kerja? Begitu pula dengan
keputusan lain yang sejenis.

Lebih khusus lagi, dengan melaporkan arus kas, sebuah


perusahaan dapat mengerti hubungan laba bersih terhadap
perubahan kas perusahaan. Apakah laba yang diperoleh
signifikan dalam menambah kas, misalnya.Ataukah laba bersih
dapat memperpanjang ‘hidup’ perusahaan?

Terakhir, tujuan khusus dari penyusunan laporan arus kas


adalah untuk melakukan prediksi terhadap arus kas perusahaan
pada periode berikutnya. Hal ini penting bagi manajemen
sebagai landasan jika ingin melakukan ekspansi bisnis
perusahaan di masa depan.

Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan


Sebagai panduan Anda dalam menyusun laporan arus kas,
berikut beberapa contoh formatnya :

Laporan Arus Kas Mudah


akuntansiitumudah.wordpress.com
Laporan Arus Kas Akuntansi
akuntansipendidik.com

Laporan Arus Kas Perusahaan


akuntansionline.id
Manfaat Laporan Arus Kas
Kehidupan suatu perusahaan tidak hanya ditentukan oleh
pemilik, manajemen dan karyawan perusahaan saja. Ada pihak-
pihak eksternal yang turut mendukungnya.

Karenanya, menyusun laporan arus kas tidak hanya


memberikan manfaat bagi pemilik dan manajemen perusahaan
saja. Laporan tersebut juga memberikan informasi mengenai
kondisi kas perusahaan pada pihak investor, kreditur, dan pihak-
pihak eksternal lain yang membutuhkannya.
Sekurangnya, ada tiga manfaat yang dapat diambil oleh pihak
eksternal tersebut dari laporan arus kas perusahaan. Pertama,
informasi yang mereka dapatkan dari laporan arus kas suatu
periode, dapat memberikan gambaran bagi mereka tentang
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas pada
periode berikutnya.

Manfaat kedua adalah berdasarkan arus kas yang dilaporkan,


pihak eksternal dapat mengetahui seberapa besar kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Umumnya adalah
kewajiban operasional seperti membayar gaji karyawan,
membayar pemasok, dan sebagainya. Lebih khusus adalah
kewajiban perusahaan dalam membayar dividen.

Ketiga, dengan informasi mengenai berapa banyak dana atau


kas masuk dan keluar, sehingga dapat menghitung berapa laba
bersih perusahaan. Pada akhirnya, dari laba bersih tersebut
dapat diperkirakan bagaimana perkembangan dan kesuksesan
perusahaan di masa mendatang.

Tiga manfaat tersebut tentunya sangat krusial bagi para pihak


eksternal. Penting bagi investor agar mereka dapat merasa
bahwa investasi mereka aman dan menguntungkan. Sedangkan
bagi kreditur, ini penting agar mereka mendapatkan jaminan
kepastian uang yang mereka hutangkan dapat dibayar kembali.

Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung


Laporan arus kas disajikan dalam dua cara, yaitu secara
langsung dan tidak langsung. Apakah perbedaan kedua cara
tersebut?

Laporan arus kas dengan metode langsung, cara


penyusunannya adalah berdasarkan pada buku kas atau bank.
Pelaporan arus kas dilakukan dengan mencatat pos-pos
penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi
secara lengkap terlebih dahulu. Selanjutnya, diteruskan dengan
mencatat pos dari aktivitas investasi dan pendanaan atau
pembiayaan.

Pada metode tidak langsung, penyusunan pos atau akun


berdasarkan pada laporan laba rugi dan neraca. Laba atau rugi
bersih ditentukan dengan melihat sekurangnya tiga hal.

Pertama, pengaruh transaksi bukan kas. Faktor penentu kedua


adalah penangguhan dari penerimaan kas untuk aktivitas
operasi pada periode lalu dan masa mendatang. Terakhir,
ditentukan oleh unsur beban atau penghasilan yang berkaitan
dengan arus kas investasi dan pendanaan.

Masing-masing metode penyajian tersebut memiliki keunggulan


dan kelemahan. Keunggulan metode langsung adalah pada
laporannya terdapat informasi tentang sumber dan penggunaan
kas.

Dalam metode yang satu ini, berbagai kegiatan operasional


yang paling krusial akan dikelompokkan. Pada penyajiannya,
metode langsung juga mudah dimengerti, dan menampilkan
lebih banyak data untuk pengambilan keputusan.

Namun, untuk menyajikan data dengan metode langsung,


dibutuhkan effort lebih banyak. Ini karena data yang dibutuhkan
biasanya tidak mudah didapatkan, dan biaya pengumpulannya
juga relatif mahal.

Hal ini yang kemudian menjadi keunggulan tersendiri bagi


metode tidak langsung. Biaya pengumpulan data untuk metode
ini lebih murah. Ini karena data yang dibutuhkan sudah
tersedia.

Metode tidak langsung terfokus pada perbedaan antara laba


bersih dengan arus kas dari aktivitas operasi. Untuk tujuan
tersebut, metode ini menunjukkan hubungan antara laporan
laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

Dalam penyajiannya, pada metode tidak langsung


mengawalinya dengan pencatatan laba bersih. Kemudian
melakukan penyesuaian terhadap laba bersih tersebut hingga
diperoleh arus kas dari aktivitas operasi.

Laporan Arus Kas Langsung


sideplayer.info
Rumus Pengerjaan Laporan Arus Kas
Sekilas, membaca laporan arus kas memang terlihat sedikit
rumit, ya? Anda akan lebih mudah memahaminya jika sudah
mengerti rumusnya. Lalu bagaimanakah rumus pengerjaan
laporan arus kas?
Rumus berikut ini adalah untuk mengerjakan laporan arus kas
dengan metode tidak langsung. Seperti telah disebutkan di atas,
bahwa pada metode tidak langsung, hal pertama adalah
melakukan penyesuaian pada laba bersih. Pada laporan arus
kas, aktivitas operasi perusahaan didapatkan dari transaksi yang
mempengaruhi laba bersih tersebut.

Untuk memahami logika tersebut di atas, Anda dapat mengacu


kembali pada persamaan dasar akuntansi. Persamaan tersebut
adalah sebagai berikut:

Laba bersih adalah komponen penyusun laba ditahan.


Dan laba ditahan merupakan komponen penyusun ekuitas
pemilik.
Normalnya laba ditahan dicatat pada kredit.
Setiap laba bersih bertambah, maka nominal laba ditahan akan
bertambah pula.
Dengan demikian, akun normal laba bersih adalah pada kolom
kredit.
Berdasar pada persamaan tersebut, kemudian Anda dapat
menggunakan logika akun normal dari kelompok akun lain yang
mempengaruhi laba bersih. Yaitu setiap penambahan dan
pengurangan dari akun-akun yang termasuk dalam kelompok
aset dan kewajiban, dari aktivitas operasi lancar.

Seperti telah diketahui bahwa untuk membuat laporan arus kas,


Anda harus melakukan perbandingan terlebih dahulu terhadap
data neraca tahun lalu dan tahun berjalan. Selain perubahan
pada akun-akun aset dan kewajiban, perhatikan pula depresiasi
dan atau amortisasi, juga angka laba atau rugi dari pelepasan
aset tetap.

Dengan logika seperti di atas, rumus pengerjaan laporan arus


kas sebagai berikut :

1. Beban Depresiasi atau Amortisasi


Perubahan dalam akun ini tidak berpengaruh dalam kas, namun
dimasukkan dalam perhitungan untuk menghitung laba rugi.
Karenanya, untuk mencari arus kas bersih, beban ini harus
ditambahkan dalam angka laba rugi.

2. Laba Rugi Atas Pelepasan Aset Tetap


Pelepasan aset tetap salah satunya adalah melalui penjualan.
Pada laporan arus kas, transaksi ini masuk ke dalam aktivitas
investasi.

Sementara, laba/rugi atas pelepasan aset tetap telah


mempengaruhi nila laba/rugi dalam laporan laba rugi.
Karenanya, nominal keuntungan atau kerugian tersebut harus
dikeluarkan dari aktivitas operasi.

Keuntungan dari penjualan aset akan menambah nilai laba rugi.


Sehingga, saat menyusun laporan arus kas, ia akan mengurangi
aktivitas operasi. Sedangkan kerugian telah mengurangi laba,
sehingga ia akan masuk kembali dalam akun laba bersih,
caranya adalah dengan menambahkannya.

3. Piutang Usaha
Perhatikan perubahan akun ini, apakah terjadi penambahan
atau pengurangan dari tahun sebelumnya. Akun normal piutang
usaha adalah pada sebelah debit.

Dengan demikian, jika terjadi penambahan, ia akan dicatat


dalam debit. Pengurangan piutang usaha akan masuk dalam
kredit. Karenanya, jika terjadi penambahan piutang usaha, ia
akan berlawanan dengan laba bersih di kredit. Maka
penyesuaiannya adalah dengan mengurangi laba bersih.

Fungsi Manajemen Prestasi

4. Beban Dibayar di Muka


Meski namanya adalah beban, ia sebenarnya adalah piutang.
Contohnya adalah asuransi dibayar di muka atau sewa dibayar
di muka.

Karena sifatnya sama dengan piutang, maka dalam akun


normal, penambahan beban dibayar di muka akan dicatat
dalam debit. Jika ia berkurang, maka akan dicatat dalam kredit.
Penurunan ini akan menambah laba bersih karena sama-sama
tercatat dalam kredit.

5. Persediaan
Seperti akun aset yang lain, persediaan normalnya ada di
sebelah debit. Dengan sendirinya, jika terjadi penambahan ia
akan tercatat pula di debit. Karena berlawanan dengan akun
normal laba bersih, maka saat melakukan penyesuaian,
penambahan persediaan akan mengurangi laba bersih.

6. Utang Usaha
Saldo normal dari akun utang usaha adalah pada sebelah kredit.
Ini sejalan dengan akun laba bersih. Karenanya, jika utang usaha
bertambah, maka dalam laporan arus kas, ia pun akan
menambah laba bersih.

7. Utang Pajak Penghasilan


Perlakuan akun ini sama seperti utang usaha. Demikian juga
saat menyesuaikan laba bersih.

Agar Anda memiliki gambaran tentang rumus pengerjaan


laporan arus kas, berikut adalah bagan yang dapat Anda jadikan
acuan:

Demikianlah sekelumit tentang laporan arus kas. Cukup


lengkap, bukan? Kini Anda sudah siap untuk menyusun laporan
arus kas perusahaan Anda sendiri. Nah, selamat mencoba!
LAPORAN LABA RUGI
Laporan Laba Rugi: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya
Laporan Laba Rugi

Pengertian Laporan Laba Rugi


Daftar isi
Pengertian Laporan Laba Rugi
Fungsi dan Tujuan Laporan Laba Rugi
Elemen Dalam Laporan Laba Rugi
Contoh Laporan Laba Rugi
1. Single Step
2. Multiple Step
Pengertian laporan laba rugi adalah suatu laporan keuangan
yang di dalamnya menjelaskan tentang kinerja keuangan
suatu entitas bisnis dalam satu periode akuntansi.

Di dalam laporan ini terdapat informasi ringkas mengenai


jumlah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk operasional suatu
perusahaan serta laba yang didapatkan selama perusahaan
tersebut beroperasi.
Laporan laba rugi (income statement) suatu entitas bisnis
sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi dan
perkembangan perusahan, apakah memperoleh laba selama
menjalankan usaha atau justru merugi.

Baca juga: Pengertian Neraca

Fungsi dan Tujuan Laporan Laba Rugi


Penyusunan laporan laba rugi tentunya memiliki tujuan
karena akan dibutuhkan oleh berbagai divisi di suatu
perusahaan. Adapun beberapa fungsi dan tujuan dibuatnya
laporan laba rugi adalah sebagai berikut;

Untuk memberikan informasi mengenai jumlah total pajak


yang harus dibayarkan oleh suatu entitas bisnis.
Untuk memberikan informasi mengenai kondisi suatu
perusahaan, apakah memperoleh laba atau merugi pada
setiap periode akuntansi.
Menjadi bahan referensi untuk evaluasi pihak manajemen
perusahaan untuk menentukan berbagai langkah yang harus
diambil di periode berikutnya.
Menjadi sumber informasi mengenai tingkat keberhasilan
perusahaan dalam menentukan besaran biaya perusahaan.
Membantu proses analisis usaha sehingga dapat mengukur
perkembangan suatu entitas bisnis.
Menjadi acuan perusahaan dalam upaya pengembangan
bisnis bila ingin meningkatkan perolehan laba.
Membantu proses analisis strategi perusahaan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan strategi bisnis yang telah
diterapkan sebelumnya dalam mencapai goal perusahaan.
Menjadi cerminan profil suatu entitas bisnis bagi calon
investor maupun kreditur yang akan melakukan transaksi
bisnis dengan perusahaan tersebut.

Baca juga: Pengertian Jurnal Umum

Elemen Dalam Laporan Laba Rugi


Dalam penyusunan income statement terdapat 4 elemen
penting. Adapaun elemen-elemen tersebut adalah sebagai
berikut:

Pendapatan (revenue), yaitu pemasukan atau penambahan


aktiva lainnya dari suatu entitas bisnis.
Kewajiban (expense), yaitu pengeluaran atau penggunaan
aktiva dari suatu perusahaan.
Keuntungan (profit), yaitu penambahan ekuitas karena
terjadinya transaksi periferal perusahaan, atau investasi dari
pemilik usaha.
Kerugian (loss), yaitu penurunan ekuitas karena terjadinya
transaksi periferal perusahaan.
Baca juga: Pengertian Modal

Contoh Laporan Laba Rugi


Secara umum terdapat dua bentuk laporan laba rugi dalam
penyusunan laporan keuangan suatu entitas bisnis, yaitu
single step dan multiple step.

1. Single Step
Single step income statement adalah laporan laba atau rugi
suatu perusahaan dimana semua pendapatan dan keuntungan
yang termasuk unsur operasi berada pada posisi awal laporan
laba rugi. Selanjutnya seluruh kewajiban dan kerugian yang
termasuk kategori operasi berada di bawahnya.

Berikut adalah beberapa dalam penyajian laporan single step


income statement:

Total pendapatan dari hasil penjualan wajib dijumlahkan dan


dibuat kelompok sendiri.
Total akun beban dijumlahkan dan dibuat kelompok
tersendiri.
Total pendapatan wajib dikurangi dengan total beban.
Selisih dari pendapatan dan beban adalah keuntungan atau
rugi perusahaan.
Alasan suatu perusahaan menggunakan bentuk laporan single
step ini biasanya karena formatnya lebih sederhana dan
mudah dibaca. Selain itu, penggunaan laporan dalam bentuk
single step ini karena perusahaan belum menyadari adanya
laba.

Berikut ini adalah contoh laporan single step income


statement;

Single step income statement


Single step income statement
2. Multiple Step
Multiple step income statement adalah bentuk laporan laba
atau rugi suatu dimana di dalamnya terdapat beberapa
langkah dalam menentukan keuntungan bersih perusahaan.

Berikut adalah peraturan dalam penyajian laporan multiple


step income statement:

Pada akun pendapatan harus dibedakan antara pendapatan


bisnis dan pendapatan di luar bisnis.
Pada akun beban harus dibedakan antara beban bisnis dan
beban di luar bisnis.
Akun pendapatan dan beban bisnis berada pada bagian awal
laporan, sedangkan pendapatan dan beban di luar usaha
berada pada bagian selanjutnya.
Inti dari laporan multiple step income statement ini adalah
pengelompokkan akun beban dan pendapatan secara
terpisah.
Laporan multiple step income statement ini memisahkan
transaksi operasi dan transaksi non-operasi. Selain itu,
terdapat perbandingan biaya dan beban terhadap pendapatan
yang terkait.

Berikut ini adalah contoh laporan multiple step income


statement;

Multiple step income statement


Multiple step income statement
Baca juga: Pengertian Audit

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai laporan laba rugi,


pengertian, fungsi, serta contohnya. Mudah-mudahan artikel
ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.