Anda di halaman 1dari 7

1.

Inti sel sebagai pusat pengaturan struktur dan fungsi


seluruh oraganel di dalam sel sehingga sel dapat berfungsi
secara normal. Bagaimana Inti sel mengatur seluruh aktivitas
sel dan bagaimana hubungan fungsi antar seluruh organel
agar sel dapat berfungsi normal.

2. Pada tingkat sistem organ, Otak sebagai pusat


pengaturan seluruh sistem organ pada tubuh dalam satu
kesatuan yang utuh, sehingga tubuh dapat berfungsi secara
normal dan sehat. Bagaimana otak mengatur seluruh aktivitas
tubuh dan bagaimana hubungan fungsi antar seluruh sistem
organ sehingga tubuh dapat berfungsi normal dan sehat.
1. Inti sel atau yang juga disebut dengan nukleus merupakan bagian pada
sel yang menampung materi genetik seperti DNA dan RNA. Fungsi inti
sel yang paling utama adalah untuk menjaga integritas gen dan untuk
memimpin kegiatan di dalam sel dengan mengatur proses atau fungsi gen.
Pada sel eukariotik dapat ditemukan selaput tipis yang membungkus inti sel.
Fungsi inti sel sebagai berikut:
a) Inti sel sebagai media penyimpanan informasi genetik
Inti sel diketahui berguna sebagai media penyimpanan informasi genetik
karena di dalam hati sel terdapat membran inti yang memiliki tugas untuk
mempertahankan DNA yang ada di dalam wajah. Rangkaian DNA ini
dapat dikatakan cukup rumit karena terdiri dari beberapa gen yang
mewakili masing-masing spessiesnya.
b) Inti sel sebagai wadah replikasi dan transkripsi
Inti sel juga berfungsi sebagai tempat di mana DNA akan melaksanakan
proses replikasi. Replikasi ini di dalam siklus sel terjadi di fase G1
sehingga akan terjadi proses mitosis setelah itu.
c) Inti sel sebagai pengatur siklus sel
Di dalam hal ini inti sel berfungsi untuk dapat mengatur siklus sel secara
teratur. Fungsinya ini adalah untuk semua jenis sel secara umum kecuali
pada sel kanker yang sudah terkodekan di dalam gen yang ada pada inti
sel.
d) Inti sel untuk mengendalikan metabolisme selular
Fungsi inti sel atau nukleus ini terjadi karena adanya proses yang
menghasilkan protein yang dilakukan melalui proses transkripsi dan juga
translasi. Setiap gen akan berubah menjadi protein yang dihasilkan dari
cetakan DNA. Protein ini pun nantinya akan menjadi enzim yang
berperan penting dalam metabolisme sel.
Nukleus merupakan organel yang berperan besar dari sel. Sel dapat
memiliki lebih dari satu nukleus atau kekurangan nukleus secara bersamaan. Sel
otot rangka hewan dan manusia mengandung lebih dari satu nukleus sedangkan
sel darah merah tidak mengandung nukleus sama sekali. Inti dibatasi oleh
selubung inti, yaitu bilayer fosfolipid mirip dengan membran plasma. Ruang
antara dua lapisan ini adalah nukleolemma cisterna.
Nukleus berisi DNA, yaitu informasi herediter dalam sel. Biasanya DNA
tersebar di dalam nukleus sebagai matriks mirip benang yang disebut kromatin.
Ketika sel mulai membelah, kromatin memadat menjadi tubuh berbentuk batang
yang disebut kromosom, yang masing-masing, sebelum membelah, terdiri dari
dua molekul DNA panjang dan berbagai molekul histon. Histon berfungsi untuk
mengatur DNA yang panjang, menggulungnya menjadi bundel yang disebut
nukleosom. Juga terlihat di dalam nukleus adalah satu atau lebih nukleolus,
masing-masing terdiri dari DNA dalam proses pembuatan komponen ribosom.
Ribosom dikirim ke sitoplasma tempat mereka menyusun asam amino menjadi
protein. Nukleus juga berfungsi sebagai tempat pemisahan kromosom selama
pembelahan sel.
Sentriol
Sel hewan dan beberapa mikroorganisme serta tumbuhan tingkat rendah
mengandung dua sentriol dalam sitoplasma. Sentriol terletak di dekat permukaan
luar nukleus. Setiap sentriol terdiri atas sebaris silinder sebanyak sembilan
mikrotubul. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel.
Ribosom
Ribosom merupakan struktur kecil yang tersuspensi dalam sitoplasma dan
terdapat di sel eukariotik maupun prokariotik. Pada sel eukariotik, ribosom
terdapat bebas dalam sitoplasma atau terikat RE. Ribosom tersusun atas protein
dan RNA. Ribosom terdiri dari dua subunit, yaitu subunit kecil dan subunit besar.
Tiap-tiap subunit disintesis dalam nukleolus dan dikeluarkan melalui porus
nukleus ke sitoplasma tempat kedua subunit bergabung. Ribosom berperan dalam
sintesis protein.
Retikulum Endoplasm
Retikulum endoplasma (RE, kata retikulum diturunkan dari bahasa Latin berarti
"di dalam sitoplasma", kata endoplasmik berarti "di dalam sitoplasma") adalah
organel yang dapat ditemukan pada semua sel eukariotik. Retikulum endoplasma
merupakan bagian dari sistem endomembran. RE merupakan labirin membran
yang demikian banyak sehingga RE ini meliputi separuh lebih dari total membran
dalam sel-sel eukariotik.
RE terdiri dari jaringan tubula dan gelembung membran yang disebut sisterne
(cisternae) (bahasa Latin cisterna, berarti "kotak" atau "peti"). Membran RE
memisahkan ruangan internal, yaitu ruang sisternal dan sitosol. Membran ini
berhubungan langsung dengan selubung nukleus atau nuclear envelope, sehingga
ruang di antara kedua membran selubung itu bersambung dengan ruang sisternal
RE ini.
Terdapat dua daerah RE yang struktur dan fungsinya berbeda jelas, walaupun
keduanya tersambung, yaitu RE halus dan RE kasar. Pada bagian-bagian RE
kasar, terdapat ribuan ribosom. Ribosom merupakan tempat proses pembentukan
protein terjadi di dalam sel. Ribosom juga diletakkan pada sisi sitoplasmik
membran luar selubung nukleus, yang bertemu dengan RE kasar. Dalam sel
terdapat dua tipe retikulum endoplasma sebagai berikut.

 Retikulum Endoplasma Kasar. Permukaan retikulum endoplasmanya


diselubungi oleh ribosom yang tampak berbintil-bintil sehingga disebut RE
kasar. Ribosom adalah tempat sintesis protein. Protein ini akan ditampung
oleh RE kasar yaitu dalam rongga RE.
 Retikulum Endoplasma Halus. RE halus adalah RE yang tidak ditempeli
ribosom sehingga permukaannya halus. Retikulum endoplasma mempunyai
beberapa fungsi sebagai berikut.
o Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
o Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke
kompleks Golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar).
o Transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang
lain (RE kasar dan RE halus).
o Menetralkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel
hati.
Mitokondria
Mitokondria berbentuk bulat panjang atau seperti tongkat terdapat pada sel
eukariotik aerob. Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel,
dan stabil, serta tersusun atas lipoprotein. Membran dalam membentuk tonjolan-
tonjolan yang disebut krista untuk memperluas permukaan agar penyerapan
oksigen lebih efektif. Ruangan dalam mitokondria berisi cairan disebut matriks
mitokondria. Matriks ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA, RNA, dan
protein.
Mitokondria memiliki DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik.
Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi,
fosforilasi oksidasif, dan sistem transfer elektron. Oksidasi zat makanan di dalam
mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa.
Badan Golgi
Kompleks Golgi dijumpai pada hampir semua sel tumbuhan dan hewan. Pada sel
tumbuhan, kompleks Golgi disebut diktiosom. Badan Golgi (ditemukan tahun
1898 oleh Camillio Golgi) tersebar dalam sitoplasma dan merupakan salah satu
komponen terbesar dalam sel. Antara badan Golgi satu dengan yang lain
berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala. Badan Golgi sangat
penting pada sel sekresi. Kompleks Golgi dan RE mempunyai hubungan erat
dalam sekresi protein sel. Di depan telah dikatakan bahwa RE menampung dan
menyalurkan protein ke Golgi. Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat
sehingga terbentuk glikoprotein untuk dibawa ke luar sel. Oleh karena hasilnya
disekresikan itulah maka Golgi disebut pula sebagai organel sekretori. Badan
Golgi juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.

 Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, hemiselulosa, dan pektin


(penyusun dinding sel tumbuhan).
 Membentuk membran plasma
 Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan
sel, seperti protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak.
 Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.

2. Otak adalah pusat kendali seluruh aktivitas manusia. Otak juga menentukan
kesehatan fisik maupun psikologis manusia. Jika Otak kita sehat maka bisa
menunjang kualitas kesehatan kita lebih baik. Namun, jika Otak kita bermasalah
maka bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh dan psikologis.

Otak adalah organ manusia yang paling penting. Jika Otak berhenti bekerja satu
detik saja maka tubuh kita akan mati. Sebab Otaklah yang menentukan bagamana
kita berfikir, merasakan, bertingkah laku, menyikapi sesuatu baik masa lalu atau
masa depan. Dll.
Otak terdiri dari batang otak, sistem limbik, dan neokorteks.
1. Batang Otak (BrainStem)
Batang Otak berada di bawah tengkorak, dalam bahasa kedokteran sering
disebut brainstem. Fungsi Batang Otak (brainstem) ini fungsinya mengontrol
sistem pernafasan, denyut jantung dan reaksi insting dalam keadaan bahaya.

Batang Otak akan merespons semua kejadian yang bersifat insidental. Misalnya
ketika Anda berada di jalan, kemudian ada seseorang yang hendak memukul
Anda. Tanpa Anda sadari Anda akan refleks menghindar dan kemudian memukul
ringan sebagai bentuk pertahanan diri. Disinilah peran Batang Otak ini dalam
mengatur setiap tinadakan dalam keadaan genting.
Tidakan Refleks tadi merupakan bukti fungsi Batang Otak. Refleks itu terjadi
akibat adanya stimulus dari Batang Otak terhadap tubuh terkait adanya situasi
ancaman atau perasaan yang tidak nyaman terhadap suatu hal. Batang Otak
sangat berkaitan dengan naluri instingtif hewani pada manusia, Hal ini dapat
terlihat pada aktivitas sehari-hari, seperti mencari makan, bertempat tinggal,
memiliki keturunan, mendapatkan perlindungan dan lain sebagainya.

Orang yang cenderung dominan menggunakan kemampuan Batang Otaknya


maka orang tersebut akan cenderung kasar dan liar. Mereka selalu berbuat tanpa
mementingkan konsekuensi logis dibalik perbuatannya.

Batang Otak ini terdiri dari 3 bagian yaitu :


 Mesenchepalon (Mid Brain) Atau Otak tengah adalah bagian teratas dari
batang otak yang menghubungkan Otak besar dan Otak kecil. Otak tengah
mengontrol penglihatan dan pendengaran.
 Medulla Oblongata adalah titik saraf tulang belakang dari sebelah kiri
badan menuju bagian kanan badan, begitu juga sebaliknya. Medulla
berfungsi untuk kontrol fungsi otomatis otak, seperti pernafasan, detak
jantung, sirkulasi darah, pernafasan dan pencernaan.
 Pons yang menentukan apakahh kita terjaga atau tidur. Pons ini merupakan
pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi
reticular.
2. Sistem Limbik (Limbic System)

Sistem limbik berada di bagian otak tengah. Sistem Limbik terdiri dari
hipotalamus, hipokampus dan amigdala. Sistem limbik ini memiliki fungsi
sebagai pengendali emosi, membantu mempertahankan keseimbangan hormonal,
rasa haus, lapar, dorongan seksual, pusat kesenangan, metabolisme dan bagian
ingatan jangka panjang lainnya.

Sistem limbik memiliki peranan vital dalam meneruskan informasi yang diterima
ke dalam sistem memori manusia. Sistem memori sangat erat kaitannya dengan
kemampuan "emosi" otak.

Dalam sistem limbik terdapat komponen hipotalamus yang dianggap sebagai


elemen yang paling penting dari otak manusia. Hipotalamus ini berada di tengah
otak manusia. Bagian ini telah berfungsi pada saat janin berusia 18 minggu dan
akan berfungsi penuh ketika lahir. Hipotalamus merupakan inti dari kekuatan
emosi. Fungsi hipotalamus adalah untuk mengatur hormon, hasrat, seksual,
emosi, makan, minum, suhu tubuh, keseimbangan kimiawi, tidur dan bangun
serta mengatur kelenjar utama dari otak yaitu kelenjar pituitari(pituitari gland).

Sistem limbik adalah tempat bersemayamnya kejujuran dan rasa cinta. Atau ada
juga yang menyebutnya "Alam Bawah Sadar" atau ketidaksadaran kolektif, yang
diwujudkan dalam perilaku baik .

3. Neocortex

Neocorteks Atau yang sering disebut Otak berpikir adalah bagian terluar dari
Otak manusia. Neocortek berfungsi mengendalikan segala sesuatu yang sifatnya
rasional. Neocortek ini juga dikenal sebagai pusat kecerdasan manusia yang tidak
dimiliki oleh makhluk lain.

Neocorteks juga memungkinkan Anda dapat mengendalikan nafsu(Otak reptil)


dan emosinya(Sistem Limbik). Neocortek juga yang menjadikan manusia mampu
berpikir secara rasional, penuh pertimbangan dan selalu hati-hati.

Ketika Neokortek dapat lebih dominan daripada otak emosi maka akan mampu
menghasilkan kreatifitas dan gagasan yang cemerlang. Neocortek juga berperan
menumbuhkan motivasi, semangat, serta memunculkan kesan tidak adanya
intimidasi atau proses berbahaya lainnya. Neokortek juga bertanggung jawab
pada berbagai keterampilan manusia. Dan Neokorteks inilah yang
mendefinisikan manusia secara sebenarnya.

Kesehatan otak kita dapat dipengaruhi dengan makan makanan yang sehat dan
genetik yang baik. Menjaga kesehatan fisik juga dapat membantu otak agar selalu
sehat.
Seperti bagian tubuh lainnya, otak memerlukan darah untuk mensuplai nutrisi dan
oksigen. Penyakit jantung, diabetes, obesitas, kolestrol tinggi dapat menyebabkan
penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju otak.
Otak merupakan bagian dari Sistem saraf yang penting bagi manusia, organ-
organ tubuh manusia saling berhubungan melalui organ sensorik. Organ-organ
ini bertanggung jawab atas kendali tubuh dan komunikasi di antara bagian-
bagiannya.
Otak dan sumsum tulang belakang membentuk pusat kontrol yang dikenal
sebagai sistem saraf pusat. Saraf sensorik dan organ indra dari sistem saraf perifer
memantau kondisi di dalam dan di luar tubuh dan mengirimkan informasi sistem
saraf pusat. Saraf eferen di sistem saraf perifer membawa sinyal dari pusat kendali
ke otot, kelenjar, dan organ untuk mengatur fungsinya.