Anda di halaman 1dari 2

1.

1 Latar Belakang

Pada latar belakang ini akan menyampaikan “Efektivitas dan Efisiensi E-Voting Berbasis
Blockchain”. Pemilu merupakan proses memilih sesorang untuk menduduki suatu jabatan politik
tertentu.. Pemilu diselenggarakan setiap 5 tahun sekali dan dilaksanakan serentak di seluruh
Indonesia. Pada pemilu tahun 2004 – 2014 pemilihan dilakukan secara konvesional menggunakan
kertas. Penggunaan secara konvensional dengan kertas menimulkan berbagi permasalahan sering
terjadi pertama, pemilu yang dilakukan secara konvesional dengan berbasis kertas tersebut pada
umumnya menggunakan sistem sentralisasi, dimana terdapat satu organisasi yang mengolahnya.
Hal ini memungkinkan terjadinya suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh organisasi tersebut
karena yang memiliki control penuh terhadap data base dan sistem, sehingga kemungkinan untuk
mengubah data base peluangnya cukup besar. Kedua, untuk melaksanakan pemilu dibutuhkan
administrasi yang sangat rumit yang memerlukan berbagai macam keperluan seperti surat suara ,
kotak suara , format perhitungan suara beserta berita acaranya , melakukan perhitungan suara di
beberapa tingkat , dan pengiriman jumlah suara. Ketiga, penggunaan kertas ini mengeluarkan
biaya yang cukup tinggi. Keempat, pemilih seringkali menggunakan haknya untuk memilih lebih
dari satu calon kandidat.

Pada era globalisasi ini teknologi berkembang dengan cepat, banyak teknologi – teknologi
yang canggih sehingga dapat mempermudah dalam membantu suatu pekerjaan agar lebih efisien
dan efektif lagi. Salah satu teknologi yang baru dan mempermudah untuk membantu dalam
pelaksanaan pemilu di Indonesia yaitu Teknlogi Blockchain. Blockchain sendiri telah digunakan
dalam sistem Bitocoin yang dikenal dalam Bank Desentralisasi.. untuk mendukung suatu sistem
agar dapat bekerja lebih efektif dan efisien Blockchain merupakan salah satu teknologi yang
menganut sistem desentralisasi dan seluruh database semua salinnya dimiliki oleh semua
pengguna. Blockchain terdiri atas beberapa block yang terkait satu sama lain dan berurutan. Block tersebut
terkait karena nilai hash dari block sebelumnya digunakan dalam proses pembuatan block selanjutnya,
dengan begitu usaha untuk mengubah informasi akan semakin sulit karena harus mengubah block-block
berikutnya Dengan mengadopsi blockchain dalam pencatatan database pada sistem E-Voting dapat
mengurangi salah satu kecurangan yaitu manipulasi database. Selain itu penggunaan blochain
dapat menghemat biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu di
Indonesia karena dalam melakukan e- voting berbasis blockchain tidak diperlukan kertas maupun
surat suara yang akan dikirim keberbagai daerah dengan pengamanan yang ketat agar tidak terjadi
suatu kecurangan yang timbul sebelum pemilu terlaksana serta setelah para calon pemilih
menentukan pilihannya maka para penyelenggara harus melakukan perhitungan manual yang
mana hal itu akan membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Oleh karena itu, dibutuhkan efisiensi
dan efektivitas teknologi e- voting berbasis blockchain untuk membantu penyelenggaran pemilu
di Indonesia yang mana Indonesia merupakan suatu negara yang luas dengan penduduk yang
cukup banyak.