Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Penunjang Etiologi

a. Pemeriksaan spirometri a. Pemicu asma (trigger)


Sebelum dan sebelum pemberian bronkodilator Perubahan cuaca dan suhu udara, polusi udara, asap
b. Pemeriksaan tes kulit rokok, infeksi saluran pernapasan, olahraga berlebihan
Antibodi IgE yang spesifik b. Penyebab asma (Inducer)
c. Pemeriksaan radiologi Allergen ingestan, alergen inhalan, alergen kontak
Bila ada kecurigaan patologik kulit
d. Pemeriksaan analisa gas darah (The Lung Association of Canada dalam VitaHealth,
e. Pemeriksaan sputum 2006)
Untuk menilai adanya miselium Aspergilus fumigatus
Tanda dan Gejala
f. Pemeriksaan eosinofil
a. Batuk, sesak napas, wheezing (Yayasan Asma
Penderita asma memiliki jumlah eosinofil total
Indonesia, 2008)
meningkat
b. Peningkatan distress pernapasan: takikardia,
(Sundaru, 2006)
dyspnea, tachypna, retraksi dinding dada, pucat
Proses inflamasi kronik menyebabkan peningkatan (Schulte, Price, Gwin, 2001)
hiperesponsif jalan napas menimbulkan gejala episodik c. Status asmatikus: wheezing, ronchipernapadan
berulang berupa wheezing, sesak nafas, dada terasa berat, labored, hipoksemia, pembesaran JVP (Brunner and
dan batuk berdahak terurama pada malam hari Suddarrth, 2001)
Pengkajian (Wahid dan suprapto, 2013)

Riwayat: Kebiasaan, pengobatan, riwayat Komplikasi


RIFQI RIZQIYA | 22020114140089
kesehatan sekarang, riwayat kesehatan dahulu, a. Pneumothoraks
DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN
riwayat keluarga b. Pneumomediastinum
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Pemeriksaan fisik head to toe (Inspeksi, c. Atelektasis
2017
Auskultasi, Perkusi, Palpasi) d. Aspergilosis
Pengkajian kebutuhan dasar manusia e. Gagal napas
Pemeriksaan penunjang f. Bronkhitis
g. Frkatur iga
(Mansjoer, 2008)

Referensi:
Penatalaksanaan Brunner dan Suddarth. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8,
Jakarta : EGC
Pelega (Reliever): Prinsipnya untuk dilatasi jalan napas melalui relaksasi otot polos, Mansjoer, A dkk. (2007). Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1 edisi 3. Jakarta:
memperbaiki dan atau menghambat bronkostriksi yang berkaitan dengan gejala akut seperti Media Aesculapius
mengi, rasa berat di dada dan batuk, tidak memperbaiki inflamasi jalan napas atau Sundaru, H. (2008). Apa yang Perlu Diketahui Tentang Asma. Diakses ada
menurunkan hiperesponsif jalan napas. tanggal 15 September 2009 dari
Pengontrol (Controllers): Pengontrol adalah medikasi asma jangka panjang untuk http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&task=viewarticle&a
mengontrol asma, diberikan setiap hari untuk mencapai dan mempertahankan keadaan asma rtid=204&Itemid=3
terkontrol pada asma persisten Wahid, & Suprapto. (2013). Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta: Nuhu
(PDPI, 2010) Medika
Yayasan Asma. (2008). Asma, Diakses pada tanggal 7 September 2009 dari
http://www.infoasma.org/asma.html
PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). (2010). ASMA. Pedoman Praktis
Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Revisi 2010.
Ekstrinsik (inhaled alergi) Intrinsik (Infeksi,
psikososial, stress)

Bronchial mukosa menjadi sensitif Penurunan stimulus reseptor terhadap


oleh IgE iritan pada trakheobronkhial

Peningkatan mast cell pada Hiperaktif non spesifik stimuli


trakheobronkhial penggerak dari cell mast

Perangsangan reflek reseptor trakheobronkhial


Stimulasi reflek Pelepasan histamin terjadi stimulasi
reseptor syaraf pada bronkial smooth sehingga
parasimpatis pada terjadi kontraksi bronkus
Stimuli bronchial dan kontraksi otot
mukosa bronkhial
bronkhiolus

Peningkatan permeabilitas vaskuler


akibat kebocoran protein dan cairan
dalam jaringan

Perubahan jaringan, peningkatan IgE dalam serum

Respon dinding bronkus

Bronkospasme Hipersekresi mukosa


Edema mukosa

Wheezing Penumpukan sekret kental


Bronkus menyempit

Ketidakefektifan pola Sekret tidak keluar


napas Ventillasi terganggu

Batuk tidak efektif


Hipoksemia Bernapas melalui mulut

Gangguan pertukaran gas Bersihan jalan napas tidak


Gelisah Keringnya mukosa efektif

Resiko infeksi
Cemas
Gangguan pola tidur