Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

PENETAPAN POTENSIAL AIR JARINGAN TUMBUHAN

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Ir. NERTY SOVERDA, M.S.

Ir. NELIYATI, M.Si.

DISUSUN OLEH :

Nama : SONANDO SITUMORANG

NIM : D1A016013

Kelas : A

AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keadaan fisiologi aktif dalam suatu individu sel dan seluruh sel – sel
dalam tumbuhan bergantung pada beberapa keadaan yang relative konstan,
salah satunya adalah keseimbangan air. Suatu ketika apabila pada waktu
perkembangannya tumbuhan kekurangan suplai air, maka kandungan air
dalam tumbuhan menurun dan laju perkembangannya yang ditentukan oleh
laju semua fungsi – fungsi yang vital juga menurun. Keadaan kekeringan yag
berlangsung lama dapat mematikan tumbuhan.
Sekalipun didalam tumbuhan yang sedang tumbuh aktif, kekeringan air
dapat menjadi factor pembatas bagi perkembangannya, tetapi keadaan
kekeringan masih memiliki dampak positif bagi hidup dan ketahanan hidup
suatu organisme. Bersama dengan menurunnya aktivitas sel, kepekaannya
terhadap factor – factor fisik dan kimia dan lingkungannya juga berkurang.
Oleh karena itu, walaupun biji kering tidak akan berkecambah, mereka juga
tidak akan mati oleh suhu tinggi atau suhu rendahyang dapat menjadikan letal
bagi tumbuh vegetative. Pada kenyataanya adaptasi tumbuhan pada keadaan
kering maupun suhu rendah sering melibatkan keadaan defisit air.
Potensial kimia air atau biasa dinyatakan sebagai potensial air ( Ѱ =
Psi ) penting untuk diketahui agar dapat mengerti pergerakan air di dalam
system tumbuhan, tanah dan udara. Potensial air kadang – kadang dinyatakan
dalam satuan energy sebagai kalori/mol atau dinyatakan sebagai tekanan (bar).
Air akan bergerak dari potensial tinggi kepotensial yang lebih rendah. Jadi
difusi termasuk osmosis terjadi sebagai akibat suatu gradien dalam energy
bebas dari partikel – partikel yang berdifusi.
Nilai absolut dari potensial air tidak mudah diukur, tetapi
perbedaannya dapat diukur. Sebagai pegangan atau dasar diambil air murni.
Jadi potensial air adalah perbedaan dalam energy bebas atau potensial kimia
per satuan molal volume antara air murni pada tekanan atmosfer adalah nol,
dan potensial air di dalam sel dan larutan kurang dari nol atau negatif.
Potensial air adalah suatu pernyataan dari status energy bebas air, suatu
ukuran daya yang menyebabkan air bergerak kedalam suatu system, seperti
jaringan tumbuhan, tanah atau atmosfer, atau dari suatu bagian ke bagian lain
dalam suatu system. Potensial air mungkin merupakan parameter yang paling
bermanfaat untuk dukur dalam hubungannya dengan system tanah, tanaman
dan atmosfer.
Komponen – komponen potensial air sel atau jaringan adalah sebagai
berikut :
Ѱ w = Ѱs + Ѱp + Ѱm

Dimana :
Ѱw = potensial air suatu sel tumbuhan
Ѱs = potensial osmotik
Ѱp = potensial tekanan ( turgor )
Ѱm = potensial matriks
Potensial osmotik adalah potensial yang disebabkan oleh zat – zat
terlarut tandanya selalu negatif. Potensial tekanan adalah potensial yang
disebabkan oleh tekanan hidrostatik isi sel pada dinding sel, nilainya selalu
ditandai dengan bilangan positif, nol atau dapat juga negative. Penambahan
tekanan ( terbentuk tekanan turgor ) mengakibatkan tekanan lebih positif.
Potensial matriks disebabkan oleh ikatan air pada koloid protoplasma dan
permukaan ( dinding sel ) . potensia matriks bertanda negatif, tetapi pada
umumnya pada sel – sel yang bervakuola, nilainya dapat diabaikan. Oleh
Karena itu, persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi :
Ѱ w = Ѱs + Ѱp
Potensial air jaringan ditentukan dengan cara merendam potongan
jaringan dalam suatu seri larutan sukrosa atau mannitol ( non elektrolit ) yang
diketahui konsentrasinya. Dalam percobaan ini dicari larutan sukrosa yang
tidak mengakibat perubahan berat atau volume jaringan, artinnya potensial air
larutan sama dengan potensial air jaringan. Potensial air larutan sama dengan
potensial osmotiknya. Maka persamaan menjadi :
Ѱ w = Ѱs
1.2 Tujuan

Praktikum yang berjudul “PENETAPAN POTENSIAL AIR


JARINGAN TUMBUHAN “ dilaksanakan bertujuan untuk mengukur nilai
potensial air larutan umbi kentang.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Botani Kentang (Solanum tuberosum)

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman semusim


yang berbentuk semak, termasuk dalam kerajaan Plantae, divisi
Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, sub kelas asteridae, ordo solanales,
famili solanaceae, genus solanum dan spesies solanum tubero L.
(Nurmayulisun, 2009).

Menurut Sunaryono (2008), bentuk morfologi dari tanaman kentang


(Solanum tuberosum L.) dimana bentuk morfologi batangnya ada yang
berbentuk bulat, slindris, pada bagian pucuk berbulu dan berwarna hijau
muda. Memiliki sistem perakaran tunggang dan berwarna putih kekuningan.

Daun dari tanaman kentang merupakan daun majemuk, berbulu dengan


ujung meruncing, tepi rata, bagian pangkal daun runcing, panjang daun 12-15
cm, lebar 6-8 cm, memiliki pertulangan menyirip dan daun berwarna hijau.
Tanaman kentang memiliki bunga yang majemuk, bercabang dan berbentuk
garpu di ujung serta di ketiak daun, memiliki kelopak dengan panjang 8.5-15
mm, bunga berwarna hijau keputih-putihan. Mahkota bunga pendek,
berbentuk lonjong dan berwarna putih. Benang sari melekat pada tabung
mahkota, memiliki bakal buah dengan 2-6 ruang di dalam mahkota bunga
yang mengandung banyak bakal biji. Tangkai putik berbentuk jarum dengan
kepala putik yang kecil dan berwarna putih. Buah dari tanaman kentang
berbentuk bulat lonjong dan berwarna coklat. Memiliki biji dengan bentuk
pipih atau berbentuk ginjal dan berwarna kuning.

2.2 Mengukur Potensial

Air Potensial air adalah potensial kimia air dalam suatu system atau bagian
system. Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial
kimia air murni (juga dalam satuan tekanan) pada tekanan atmosfer dan pada
suhu serta ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan nol.
Faktor-faktor penghasil gradient yaitu konsentrasi atau aktifitas, suhu,
tekanan, efek larutan terhadap potensial kimia pelarut, matriks. Mengukur
metode air dengan metode volume jaringan, metode chordate, metode tekanan
uap (Anonim, 2005). Besar jumlah potensial air pada tumbuhan dipengaruhi
oleh 4 macam komponen potensial, yaitu gravitasi, matriks, osmotik dan
tekanan. Potensial gravitasi bergantung pada air di dalam daerah gravitasi.
Potensial matriks bergantung pada kekuatan mengikat air saat penyerapan.
Potensial osmotik bergantung pada hidrostatik atau tekanan angina dalam air
(Deragon, 2005).
BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Fisiologi Tumbuhan tentang “PENETAPAN POTENSIAL
AIR JARINGAN TUMBUHAN “ ini dilaksankan pada hari senin tanggal 26
maret 2018, pukul 13:00 s/d selesai di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan
Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

3.2 Alat dan Bahan


1. Alat
 Pisau cutter
 Timbangan digital
 petridish
 pinset
 tissue

2. Bahan
 Umbi kentang ( Solanum tuberosum )
 Larutan sukrosa
 Air

3.3 Cara Kerja


a. menyiapkan gelas piala peridish yang masing – masing telah diisi 100
ml larutan berikut ini :
- Air, 0,05, 0,10, 0,15, 0,20, 0,25, 0,30, 0,40, 0,45, 0,50, 0,60 molar
larutan sukrosa.
b. Memotong kentang seperti irisan balok sebannyak 10 buah dengan
ukuran yang sama dan hilangkan bagian kulitnya.
c. Membilas irisan kentang dengan air dan dikeringkan dengan
menggunakan tissue dan timbang berat awal kentang.
d. Setelah ditimbang, kentang dipotong lagi menjadi ukuran yang lebih
kecil dan dimasukkan ke dalam petridish yang telah berisi berbagai
macam konsentrasi larutan.
e. Objek didiamkan selama kurang lebih 2 jam, setelah itu irisan kentang
dikeluarkan dan dikeringkan dengan menggunakan tissue.
f. Irisan kentang tersebut ditimbang kembali.
g. Lakukan semua percobaan, dan dihitung % perubahan berat kentang
dengan rumus :
berat akhir − berat awal
% perubahan berat = x 100 %
berat awal
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Larutan Sukrosa Bobot Awal (gr) Bobot Akhir (gr) % Perubahan


Berat
Air 1,6 1,5 -0,0625
0,05 1,6 1,7 0,0625
0,10 1,9 1,9 0
0,15 1,7 1,7 0
0,20 1,7 1,6 -0,0588
0,25 1,5 1,5 0
0,30 1,8 1,8 0
0,40 1,8 1,8 0
0,45 1,6 1,3 -0,0187
0,50 1,6 1,0 -0,375
0,60 1,8 1,3 -0,277

 Penentuan % Perubahan Berat

Air
1,5 −1,6
- % Perubahan Berat = x 100 % = - 0,0625
1,6

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,05


1,7 −1,6
- % Perubahan Berat = x 100 % = 0,0625
1,6

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,10


1,9 −1,9
- % Perubahan Berat = x 100 % = 0
1,9

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,15


1,7 −1,7
- % Perubahan Berat = x 100 % = 0
1,7

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,20


1,6 −1,7
- % Perubahan Berat = x 100 % = - 0,0588
1,7

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,25


1,5 −1,5
- % Perubahan Berat = x 100 % = 0
1,5

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,30


1,8 −1,8
- % Perubahan Berat = 1,8
x 100 % = 0
Larutan Sukrosa konsentrasi 0,40
1,8 −1,8
- % Perubahan Berat = x 100 % = 0
1,8

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,45


1,3 −1,6
- % Perubahan Berat = x 100 % = - 0,0187
1,6

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,50


1,0 −1,6
- % Perubahan Berat = x 100 % = - 0,0375
1,6

Larutan Sukrosa konsentrasi 0,60


1,3 −1,8
- % Perubahan Berat = x 100 % = - 0,0277
1,8

4.2 Pembahasan
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat adannya konsentrasi sukrosa yang
bervariasi, sehingga bervariasi pula % perubahan berat irisan umbi kentang,
dimana ada yang bernilai negative maupun yang bernilai positif. Nilai positif
diperoleh dari berat akhir umbi kentang yang ebih besar dibandingan berat
awalnya. Potensial osmotic larutan yang bernilai negative, karena air pelarut
dalam larutan itu melakukan kerja kurang dari air murni. Kalau tekanan pada
larutan meningat, maka kemampuan larutan untuk melakukan kerja, jadi
potensial air larutan juga meningkat.
Potensial osmotic larutan bernilai positif, karena air pelarut dalam larutan
kentang melakukan kerja lebih dari air murni. Jika tekanan pada larutann
meningkat, maka kemampuan larutan untuk melakukan kerja juga meningkat
sehingga berat irisan kentang semakin meningkat.
Pada praktikum ini menggunakan air destinata dan larutan sukrosa, larutan
sukrosa yang memiliki konsentrasi berikut : 0,05, 0,10, 0,15, 0,20, 0,25, 0,30,
0,40, 0,45, 0,50, 0,60. Nilai positif perubahan berat irisan kentang pada larutan
sukrosa konsentrasi 0,05 karena terjadi penambahan berat jaringan oleh air
dari larutan sukrosa dan apabila pergerakan air dari larutan sukrosa lebih
tinggi dari pada konsentrasi air didalam irisan umbi kentang. Nilai negatif
perubahan berat irisan kentang pada air destinata dan larutan sukrosa dengan
konsentrasi 0,20, 0,45, 0,50, 0,60 karena terjadinnya penyusutan berat jaringn
karena air keluar dari sel menuju larutan sukrosa sehingga dapat disimpulkan
bahwa konsentrasi air dalam larutan sukrosa lebih rendah dari pada
konsentrasi air didalam sel kentang. Pada larutan sukrosa dengan konsentrasi
0,10, 0,15, 0,25, 0,30, 0,40 tidak mengalami perubahan berat, hal tersebut
menunjukkan bahwa pada konsentrasi tersebut kesetimbangan potensial air
antara sel umbi kentang dengan larutan sukrosa telah tercapai, dan transport
air netto berhenti.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil beberapa
kesimpulan, yaitu sebagai berikut :
 Perubahan berat irisan umbi kentang setelah perendaman mengindikasikan
bahwa air bergerak masuk atau keluar dari dalam sel kentang.
 Pergerakan air yang mempengaruhi perubahan berat irisan umbi kentang
tersebut dipengaruhi oeh perbedaan potensial air, berupa perpindahan air
dari potensial yang lebih tinggi ke potensial yang lebih rendah.
 Transport air netto akan berhenti apabila kestimbangan potensial air antara
sel dengan larutan tercapai, yaitu berupa larutan isotonis.

5.2 Saran
Adapun saran dalam pelaksanaan praktikum ini adalah sebaiknya umbi
kentang yang digunakan memiliki ukuran sebesar bola kasti dan saat
penimbangan dilakukan dengan teliti serta melaksanakan praktikum ini
dengan sungguh – sungguh agar didapatkan hasil yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

 Erja. Widya. 2014. Laporan_Pengukuran_Potensial_Air_Jaringan_Tumbuhan.


Diambil dari : https://widyaerja.blogspot.com/2014/09/laporan-pengukuran--
potensiaal-air.html?m=1 ( diakses pada tanggal 4 april 2018 )
 Stele. Bellissime. 2010. Penetapan_Potensial_Air_Jaringan_Tumbuhan.
Diambil dari :
https://www.google.co.id/amp/s/arcturusarancione.wordpress.com/2010/06/28
/penetapan-potensial-air-jaringan-tumbuhan/amp/ ( diakses pada tanggal 4
april 2018 )
LAMPIRAN